You are on page 1of 16

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. karena berkat rahmat dan hidayah-Nya
penyusun dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul “Jaringan Nirkabel” yang menjadi salah satu
tugas dari mata kuliah Jaringan Komputer ini dengan baik dan lancar.

Merupakan suatu tambahan pengetahuan dan wawasan bagi saya terutama materi-materi baru
yang dapat memberikan pemahaman –pemahaman yang lebih bervariatif tentang teknologi jaringan
nirkabel ini.

Sebagai penyusun, saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih sangat jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun agar
penyusun bias lebih baik dimasa yang akan dating.

Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi penyusun maupun pembaca sebagai referensi
tambahan di bidang ilmu jaringan komputer.

Bengkulu,7 Januari 2019

Penyusun
DAFTAR ISI
Cover
Kata Pengantar
Daftar isi
BAB 1 PENDAHULUAN ....................................................................................4
1.1 Latar Belakang ................................................................ 4
1.2 Rumusan Masalah .................................................................. 4
1.3 Tujuan ................................................................................ 4

BAB 2 PEMBAHASAN ...................................................................................... 6


2.1 Pengertian Jaringan Nirkabel (Wireless)............................................................ 6
2.2 Sejarah dan Standar WLAN.............................................................. 7
2.3 Lapisan Fisik dan Topologi ...............................30
2.3.1 Infrared (IR)
2.3.2 Radio Frequency (RF)
2.4
2.5
2.6

BAB III PENUTUP........................................................................................


3.1 Kesimpulan
3.2 Saran.........................................................................................................
BAB1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Kemajuan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi adalah gerbang awal menuju
kehidupan manusia yang lebih baik dan efisien sebagai efek dari ilmu pengetahuan yang dikembangkan
oleh manusia. Dahulu untuk berkomunikasi saja manusia masih kesulitan, namun dengan berkembangnya
ilmu pengetahuan dan teknologi masalah komunikasi sudah bukan menjadi masalah. Ketika piranti
komunikasi berupa telepon pertama kali ditemukan oleh Alexander Graham Bell, hal tersebut belum
disadari oleh kebanyakan umat manusia namun dengan penemuan itu ternyata menjadi awal dari
perkembangan telekomunikasi yang akhirnya menjadi berkembang pesat seperti sekarang.
Piranti telekomunikasi pertama kali masih menggunakan kabel yang besar rumit dan banyak,
piranti kabel memang masih digunakan sampai sekarang namun para ahli masih memikirkan untuk
beralih ke telekomunikasi yang bersifat mobile dan praktis. Dan hal tersebutlah yang menjadi landasan
dan latar belakang bagi kemajuan pengembangan telekomunikasi nirkabel (wireless / unguided).

1.2 Rumusan masalah


Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah
 Pengertian jaringan nirkabel (wireless)
 Sifat, kelebihan dan kelemahan wireless
 Dan lainnya yang berhubungan dengan wireless

1.3 Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah untuk memahami sekilas tentang jaringan nirkabel/wireless.
Setelah mengetahui sedikit mengenai media transmisi wireless diharapkan kita dapat membudayakan
penggunaan teknologi wireless untuk di berbagai bidang kehidupan. Jaringan nirkabel juga harus
disosialisasikan sebagai teknologi masa depan pengganti media kabel yang masih menjadi tulang
punggung dunia telekomunikasi

BAB II PEMBAHASAN
2.I. Pengertian Jaringan Nirkabel (Wireless)

Jaringan Nirkabel adalah jaringan yang diperlukan gelombang elektromagnetik sebagai media
transmisi datanya. Berbeda dengan jaringan berkabel (wired network), jaringan ini tidak menggunakan
kabel untuk bertukar informasi/ data dengan komputer lain melainkan menggunakan gelombang
elektromagnetik untuk mengirimkan sinyal informasi/ data antar komputer satu dengan komputer lainnya
.Teknologi jaringan nirkabel sebenarnya terbentang luas mulai dari komunikasi suara sampai dengan
jaringan data, yang mana membolehkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel pada suatu jarak
tertentu. Ini termasuk teknologi infrared, frekuensi radio dan lain sebagainya. Peranti yang umumnya
digunakan untuk jaringan nirkabel termasuk di dalamnya adalah komputer, komputer genggam, PDA,
telepon seluler, tablet PC dan lain sebagainya. Teknologi nirkabel ini memiliki kegunaan yang sangat
banyak. Contohnya, pengguna bergerak bisa menggunakan telepon seluler mereka untuk mengakses e-
mail. Sementara itu para pelancong dengan laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang di
bandara, kafe, kereta api dan tempat publik lainnya. Di rumah, pengguna dapat terhubung ke desktop
mereka (melalui bluetooth) untuk melakukan sinkronisasi dengan PDA-nya.

Komunikasi tanpa kabel/nirkabel (wireless) telah menjadi sebuah perkembangan baru dari
teknologi jaringan, dan telah menjadi kebutuhan dasar atau gaya hidup baru masyarakat informasi.
jaringan nirkabel yang lebih dikenal dengan jaringan Wi-Fi menjadi teknologi yang relatif lebih mudah
untuk diimplementasikan di lingkungan kerja SOHO (Small Office Home Office),seperti di perkantoran
dan bidang-bidang bisnis. Jaringan wireless telah berkembang lebih maju dalam perk embangan
teknologinya, memungkinkan setiap jaringan dapat terhubung wirelessly dengan mudah yang hanya
menghubungkan ruang atau space bahkan menyatukan beberapa infrastructure jaringan menjadi satu
dengan syarat jarak jangkauan dengan kekuatan sinyal radio dari masing-masing jaringan komputer.
Adanya teknologi jaringan wireless sangat membantu dalam pertukaran informasi. Apalagi dengan
kemajuan teknologi informasi saat ini dibidang transmisi yaitu penggunaan perangkat wireless telah dapat
menginterkoneksikan beberapa infrastruktur jaringan dengan jarak yang jauh. Melihat topologi jaringan
gedung, area jangkauan serta jarak koneksi yang kompleks menjadi alasan menggunakan jaringan
Wireless Area Network pada setiap perusahaan.

2.2. Sejarah dan Standar WLAN

Pada akhir 1970-an IBM mengeluarkan hasil percobaan mereka dalam merancang WLAN dengan
teknologi IR, perusahaan lain seperti Hewlett-Packard (HP) menguji WLAN dengan RF. Kedua
perusahaan tersebut hanya mencapai data rate 100 Kbps. Karena tidak memenuhi standar IEEE 802
untuk LAN yaitu 1 Mbps maka produknya tidak dipasarkan. Baru pada tahun 1985, Federal
Communication Commission (FCC) menetapkan pita Industrial, Scientific and Medical (ISM band) yaitu
902-928 MHz, 2400-2483.5 MHz dan 5725-5850 MHz yang bersifat tidak terlisensi, sehingga
pengembangan WLAN secara komersial memasuki tahapan serius. Barulah pada tahun 1990 WLAN
dapat dipasarkan dengan produk yang menggunakan teknik spread spectrum (SS) pada pita ISM,
frekuensi terlisensi 18-19 GHz dan teknologi IR dengan data rate >1 Mbps.

Pasar yang menjadi targetnya adalah pabrik, kantor-kantor yang mengalami kesulitan dalam
pengkabelan (seperti kantor dengan interior marmer dll), perkulakan, laboraturium, tempat-tempat yang
bersifat sementara (seperti ruang kuliah, rapat, konfrensi dll) dan kampus. Perkiraan sementara yang
dihasilkan menunjukkan bahwa kira-kira 5-15 % pasar LAN akan dikuasi oleh WLAN.

Dengan adanya berbagai merek perangkat keras dan lunak, maka diperlukan suatu standar, di
mana perangkat-perangkat yang berbeda merek dapat difungsikan pada perangkat merek lain. Standar-
standar WLAN adalah IEEE 802.11, WINForum dan HIPERLAN. Wireless Information Network
Forum (WINForum) dilahirkan oleh Apple Computer dan bertujuan untuk mencapai pita Personal
Communication Service (PCS) yang tidak terlisensi untuk aplikasi data dan suara dan
mengembangkan spectrum etiquette (spektrum yang menawarkan peraturan-peraturan yang sangat minim
dan akses yang adil). High Performance Radio Local Area Network (HIPERLAN) dilahirkan
oleh European Telekommunications Standards Institute (ETSI) yang memfokuskan diri pada pita 5.12-
5.30 GHz dan 17.1-17.3 GHz. IEEE 802.11 dilahirkan oleh Institute Electrical and Electronics
Engineer (IEEE) dan berfokus pada pita ISM dan memanfaatkan teknik spread spectrum (SS)
yaitu Direct Sequence (DS) dan Frequency Hopping (FH), standar ini adalah yang paling banyak dipakai.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada WLAN adalah :

1. Data rate tinggi ( >1 Mbps), daya rendah dan harga murah.
2. Metode akses yaitu metode membagi kanal kepada banyak pemakai dengan aturan-aturan
tertentu.
3. Media transmisi yang merupakan faktor penting pada keterbatasan data rate dan memiliki teknik
tersendiri, di mana bila teknik yang berhubungan dengan media transmisi (seperti teknik
propagasi dalam ruangan, teknik modulasi dll) dapat diperhitungkan dengan baik maka akan
dihasilkan sistem WLAN yang tangguh.
4. Topologi yaitu cara dan pola yang digunakan dalam menghubungkan semua terminal.
2.3. Lapisan Fisik dan Topologi

WLAN menggunakan standar protokol Open System Interconnection (OSI) . OSI memiliki tujuh
lapisan di mana lapisan pertama adalah lapisan fisik. Lapisan pertama ini mengatur segala hal yang
berhubungan dengan media transmisi termasuk di dalamnya spesifikasi besarnya frekuensi, redaman,
besarnya tegangan dan daya, interface, media penghubung antar-terminal dll. Media transmisi data yang
digunakan oleh WLAN adalah IR atau RF.

2.3.3 Infrared (IR)


Infrared banyak digunakan pada komunikasi jarak dekat, contoh paling umum pemakaian IR
adalah remote control (untuk televisi). Gelombang IR mudah dibuat, harganya murah, lebih
bersifat directional, tidak dapat menembus tembok atau benda gelap, memiliki fluktuasi daya tinggi dan
dapat diinterferensi oleh cahaya matahari. Pengirim dan penerima IR menggunakan Light Emitting
Diode (LED) dan Photo Sensitive Diode (PSD). WLAN menggunakan IR sebagai media transmisi karena
IR dapat menawarkan data rate tinggi (100-an Mbps), konsumsi dayanya kecil dan harganya murah.
WLAN dengan IR memiliki tiga macam teknik, yaitu Directed Beam IR (DBIR), Diffused IR (DFIR)
dan Quasi Diffused IR (QDIR).

1. Diffused IR (DFIR)
Teknik ini memanfaatkan komunikasi melalui pantulan. Keunggulannya adalah tidak
memerlukan Line Of Sight (LOS) antara pengirim dan penerima dan menciptakan portabelitas
terminal. Kelemahannya adalah membutuhkan daya yang tinggi, data rate dibatasi oleh multipath,
berbahaya untuk mata telanjang dan resiko interferensi pada keadaan simultan adalah tinggi.

2. Directed Beam IR (DBIR).


Teknik ini menggunakan prinsip LOS, sehingga arah radiasinya harus diatur. Keunggulannya
adalah konsumsi daya rendah, data rate tinggi dan tidak ada multipath. Kelemahannya adalah
terminalnya harus fixed dan komunikasinya harus LOS.

3. Quasi Diffused IR (QDIR).


Setiap terminal berkomunikasi dengan pemantul sehingga pola radiasi harus terarah. QDIR
terletak antara DFIR dan DBIR (konsumsi daya lebih kecil dari DFIR dan jangkaunnya lebih jauh
dari DBIR).

2.3.2 Radio Frequency (RF)


Penggunaan RF tidak asing lagi bagi kita, contoh penggunaannya adalah pada stasiun radio,
stasiun TV, telepon cordless dll. RF selalu dihadapi oleh masalah spektrum yang terbatas, sehingga harus
dipertimbangkan cara memanfaatkan spektrum secara efisien. WLAN menggunakan RF sebagai media
transmisi karena jangkauannya jauh, dapat menembus tembok, mendukung teknik handoff, mendukung
mobilitas yang tinggi, meng-cover daerah jauh lebih baik dari IR dan dapat digunakan di luar ruangan.
WLAN, di sini, menggunakan pita ISM (Tabel 1) dan memanfaatkan teknik spread spectrum (DS atau
FH).

 DS adalah teknik yang memodulasi sinyal informasi secara langsung dengan kode-kode tertentu
(deretan kode Pseudonoise/PN dengan satuan chip).
 FH adalah teknik yang memodulasi sinyal informasi dengan frekuensi yang loncat-loncat (tidak
konstan). Frekuensi yang berubah-ubah ini dipilih oleh kode-kode tertentu (PN) [7].
 Tersentralisasi, nama lainnya adalah star network atau hub based. Topologi ini terdiri
dari server (c) dan beberapa terminal pengguna (Gambar 4.a), di mana komunikasi antara
terminal harus melalui server terlebih dahulu. Keunggulannya adalah daerah cakupan luas,
transmisi relatif efisien dan desain terminal pengguna cukup sederhana karena kerumitan ada
pada server. Kelemahannya adalah delay-nya besar dan jika server rusak maka jaringan tidak
dapat bekerja.
 Terdistribusi atau dapat disebut peer to peer (di mana semua terminal dapat berkomunikasi satu
sama lain tanpa memerlukan pengontrol (servers). Di sini, server diperlukan untuk mengoneksi
WLAN ke LAN lain. Topologi ini dapat mendukung operasi mobile dan merupakan solusi ideal
untuk jaringan ad hoc. Keunggulannya jika salah satu terminal rusak maka jaringan tetap
berfungsi, delay-nya kecil dan kompleksitas perencanaan cukup minim. Kelemahannya adalah
tidak memiliki unit pengontrol jaringan (kontrol daya, akses dan timing).
 Jaringan selular, Jaringan ini cocok untuk melayani daerah dengan cakupan luas dan
operasi mobile. Jaringan ini memanfaatkan konsep microcell, teknik frequency reuse dan
teknik handover. Keunggulannya adalah dapat menggabungkan keunggulan dan menghapus
kelemahan dari ke dua topologi di atas. Kelemahannya adalah memiliki kompleksitas
perencanaan yang tinggi.
2.4. Kelebihan dan Kekurangan Wireless

Jaringan wireless memiliki keunggulan dan kelemahan sebagai berikut :

 Keunggulannya adalah biaya pemeliharannya murah (hanya mencakup stasiun sel bukan seperti pada
jaringan kabel yang mencakup keseluruhan kabel), infrastrukturnya berdimensi kecil,
pembangunannya cepat, mudah dikembangkan (misalnya dengan konsep mikrosel dan teknik
frequency reuse), mudah & murah untuk direlokasi dan mendukung portabelitas.
 Kelemahannya adalah biaya peralatan mahal (kelemahan ini dapat dihilangkan dengan
mengembangkan dan memproduksi teknologi komponen elektronika sehingga dapat menekan biaya
jaringan), delay yang besar, adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul dan banyak
sumber interferensi (kelemahan ini dapat diatasi dengan teknik modulasi, teknik antena diversity,
teknik spread spectrum dll), kapasitas jaringan menghadapi keterbatas spektrum (pita frekuensi tidak
dapat diperlebar tetapi dapat dimanfaatkan dengan efisien dengan bantuan bermacam-macam teknik
seperti spread spectrum/DS-CDMA) dan keamanan data (kerahasian) kurang terjamin (kelemahan ini
dapat diatasi misalnya dengan teknik spread spectrum). .

2.5 Sifat Jaringan wireless

Sinyalnya terputus-putus (intermittence) yang disebabkan oleh adanya benda antara pengirim dan
penerima sehingga sinyal terhalang dan tidak sampai pada penerima (gejala ini sangat terasa pada
komunikasi wireless dengan IR). Bersifat broadcast akibat pola radiasinya yang memancar ke segala
arah, sehingga semua terminal dapat menerima sinyal dari pengirim. Sinyal pada media radio sangat
komplek untuk dipresentasikan kerena sinyalnya menggunakan bilangan imajiner, memiliki pola radiasi
dan memiliki polarisasi. Mengalami gejala yang disebut multipath yaitu propagasi radio dari pengirim ke
penerima melalui banyak jalur yang LOS dan yang tidak LOS/terpantul (Penutup)

Arah dari perkembangan wireless data adalah aplikasi multimedia (menggabungkan data, suara
dan gambar diam maupun bergerak yang dapat dihubungkan ke unit portabel dan ke
jaringan, multirate (memungkinkan pengoperasian beberapa kecepatan data yang berbeda pada satu pita
frekuensi) dan multipower (fleksibelitas memilih sumber daya dari baterai kecil, baterai mobil, kabel PLN
atau yang lain dan menyesuaikan besarnya konsumsi daya dengan kualitas pelayanan yang baik). WLAN
merupakan salah satu basis dari arah perkembangan itu. Pita ISM memberikan peluang kepada WLAN
dengan RF untuk menawarkan data rate yang cukup tinggi. Dan dengan dikomersialkan teknik spread
spectrum maka WLAN memiliki peluang yang besar dalam melahirkan sistem WLAN yang sangat baik
di waktu yang akan datang.

2.6 Tipe dari Jaringan Nirkabel

Sama halnya seperti jaringan yang berbasis kabel, maka jaringan nirkabel dapat diklasifikasikan
ke dalam beberapa tipe yang berbeda berdasarkan pada jarak dimana data dapat ditransmisikan.
WirelessWideAreaNetworks(WWANs) memungkinkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel
melalui jaringan publik maupun privat. Koneksi ini dapat dibuat mencakup suatu daerah yang sangat luas,
seperti kota atau negara, melalui penggunaan beberapa antena atau juga sistem satelit yang
diselenggarakan oleh penyelenggara jasa telekomunikasinya. Teknologi WWAN saat ini dikenal dengan
sistem 2G (second generation). Inti dari sistem 2G ini termasuk di dalamnya Global System for Mobile

a. Communications (GSM), Cellular Digital Packet Data (CDPD) dan juga Code Division Multiple
Access (CDMA). Berbagai usaha sedang dilakukan untuk transisi dari 2G ke teknologi 3G (third
generation) yang akan segera menjadi standar global dan memiliki fitur roaming yang global juga. ITU
juga secara aktif dalam mempromosikan pembuatan standar global bagi teknologi 3G.

b. Wireless Metropolitan Area Networks (WMANs), Teknologi WMAN memungkinkan pengguna


untuk membuat koneksi nirkabel antara beberapa lokasi di dalam suatu area metropolitan (contohnya,
antara gedung yang berbeda-beda dalam suatu kota atau pada kampus universitas), dan ini bisa dicapai
tanpa biaya fiber optic atau kabel tembaga yang terkadang sangat mahal. Sebagai tambahan, WMAN
dapat bertindak sebagai backup bagi jaringan yang berbasis kabel dan dia akan aktif ketika jaringan
yang berbasis kabel tadi mengalami gangguan. WMAN menggunakan gelombang radio atau cahaya
infrared untuk mentransmisikan data. Jaringan akses nirkabel broadband, yang memberikan pengguna
dengan akses berkecepatan tinggi, merupakan hal yang banyak diminati saat ini. Meskipun ada beberapa
teknologi yang berbeda, seperti multichannel multipoint distribution service (MMDS) dan local
multipoint distribution services (LMDS) digunakan saat ini, tetapi kelompok kerja IEEE 802.16 untuk
standar akses nirkabel broadband masih terus membuat spesifikasi bagi teknologi-teknologi tersebut.

c Wireless Local Area Networks (WLANs), Teknologi WLAN membolehkan pengguna untuk
membangun jaringan nirkabel dalam suatu area yang sifatnya lokal (contohnya, dalam lingkungan
gedung kantor, gedung kampus atau pada area publik, seperti bandara atau kafe). WLAN dapat
digunakan pada kantor sementara atau yang mana instalasi kabel permanen tidak diperbolehkan. Atau
WLAN terkadang dibangun sebagai suplemen bagi LAN yang sudah ada, sehingga pengguna dapat
bekerja pada berbagai lokasi yang berbeda dalam lingkungan gedung. WLAN dapat dioperasikan
dengan dua cara. Dalam infrastruktur WLAN, stasiun wireless (peranti dengan network card radio atau
eksternal modem) terhubung ke access point nirkabel yang berfungsi sebagai bridge antara stasiun-
stasiun dan network backbone yang ada saat itu. Dalam lingkungan WLAN yang sifatnya peer-to-peer
(ad hoc), beberapa pengguna dalam area yang terbatas, seperti ruang rapat, dapat membentuk suatu
jaringan sementara tanpa menggunakan access point, jika mereka tidak memerlukan akses ke sumber
dayajaringan. Pada tahun 1997, IEEE meng-approve standar 802.11 untuk WLAN, yang mana
menspesifikasikan suatu data transfer rate 1 sampai 2 megabits per second (Mbps). Di bawah 802.11b,
yang mana menjadi standar baru yang dominan saat ini, data ditransfer pada kecepatan maksimum 11
Mbps melalui frekuensi 2.4 gigahertz (GHz). Standar yang lebih baru lainnya adalah 802.11a, yang
mana menspesifikasikan data transfer pada kecepatan maksimum 54 Mbps melalui frekuensi 5 GHz.

d.Wireless Personal Area Networks (WPANs). Teknologi WPAN membolehkan pengguna untuk
membangun suatu jaringan nirkabel (ad hoc) bagi peranti sederhana, seperti PDA, telepon seluler atau
laptop. Ini bisa digunakan dalam ruang operasi personal (personal operating space atau POS). Sebuah
POS adalah suatu ruang yang ada disekitar orang, dan bisa mencapai jarak sekitar 10 meter. Saat ini,
dua teknologi kunci dari WPAN ini adalah Bluetooth dan cahaya infra merah. Bluetooth merupakan
teknologi pengganti kabel yang menggunakan gelombang radio untuk mentransmisikan data sampai
dengan jarak sekitar 30 feet. Data Bluetooth dapat ditransmisikan melewati tembok, saku ataupun tas.
Teknologi Bluetooth ini digerakkan oleh suatu badan yang bernama Bluetooth Special Interest Group
(SIG), yang mana mempublikasikan spesifikasi Bluetooth versi 1.0 pada tahun 1999. Cara alternatif
lainnya, untuk menghubungkan peranti dalam jarak sangat dekat (1 meter atau kurang), maka user bisa
menggunakan cahaya infra merah.

2.7 Keamanan Jaringan Wireless


Saat ini banyak orang yang mulai memasang jaringan komputer nirkabel di rumah mereka
(wireless home network) yang mana bisa segera digunakan oleh mereka untuk terhubung ke internet.
Contohnya si Agung, karyawan salah satu perusahaan TI di Surabaya telah berlangganan akses internet
ADSL melalui Telkom Speedy. Agung membeli modem ADSL yang dilengkapi pula dengan fasilitas
wireless atau Wi-Fi. Dia membeli model itu karena dia memiliki dua buah komputer di rumahnya, sebuah
laptop dan desktop PC. Semuanya telah dilengkapi dengan Wi-Fi card dan dia menginginkan semuanya
terhubung ke internet melalui access point yang dia buat sendiri. Selain itu Agung juga memiliki sebuah
PDA yang mana terkadang dia perlu akses ke internet dari PDA nya ketika dia di rumah. Tepatlah jika ia
membangun access point di rumahnya sendiri.
Tetapi masalah selalu saja muncul. Sudah amankah jaringan nirkabel atau access point yang dia
buat? Jangan-jangan di sebelah rumah ada hacker yang mengintip data Anda atau juga malah ikut
menikmati akses internet dengan gratis. Untuk itu melalui tulisan kali ini akan disajikan beberapa tips
yang berhubungan dengan jaringan nirkabel di rumah Anda.

1. Ganti Password Administrator default (bila perlu ganti pula usernamenya). Jantung dari
jaringan Wi-Fi di rumah Anda adalah access point atau router. Untuk melakukan set up dari
peralatan access point ini, maka vendor dari access point device akan memberikan suatu interface
yang berbasis web, dimana untuk masuk ke dalam interface ini maka Anda harus mengisikan
username dan password. Sementa ra itu, pada beberapa kasus, peralatan access point tersebut di set
oleh vendor dengan suatu username dan password tertentu yang mudah ditebak oleh pengguna.
Untuk itu Anda harus mengganti password default dari access point Anda. Bahkan bila perlu Anda
juga ubah username yang ada.

2. Aktifkan-enkripsi. Semua peralatan Wi-Fi pasti mendukung beberapa bentuk dari keamanan
data. Intinya enkripsi akan mengacak data yang dikirim pada jaringan nirkabel sehingga tidak
mudah dibaca oleh pihak lain. Peralatan Wi-Fi saat ini sudah menyediakan pilihan teknologi
security yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan. Pastikan semua peralatan dalam
jaringan nirkabel Anda juga menggunakan setting security yang sama seperti yang digunakan pada
access point.

3. Ganti SSID default Access point atau router menggunakan suatu nama jaringan yang disebut
dengan SSID. Vendor biasanya memberi nama produk access point mereka dengan suatu default
SSID. Sebagai contoh, SSID yang dirilis oleh Linksys biasanya adalah "linksys". Kenyataannya
memang apabila seseorang mengetahui sebuah SSID maka ia belum tentu bisa membobol jaringan
tersebut, tetapi paling tidak ini adalah suatu awal baginya. Di mata seorang hacker, apabila melihat
suatu SSID yang masih default, maka itu indikasi bahwa access point tersebut tidak dikonfigurasi
dengan baik dan ada kemungkinan untuk dibobol. Ganti SSID default Anda segera setelah Anda
menset-up access point.

4. Aktifkan MAC Address filtering. Setiap peralatan Wi-Fi pastilah memiliki suatu identifikasi
yang unik yang dinamakan "physical address" atau MAC address. Access point atau router akan
mencatat setiap MAC address dari peranti yang terhubung kepadanya. Anda bisa set bahwa hanya
peranti dengan MAC address tertentu saja yang boleh mengakses ke dalam jaringan nirkabel Anda.
Misalnya PDA Anda memiliki MAC address tertentu, kemudian Anda masukkan MAC address
PDA Anda ke dalam filter MAC address pada access point Anda. Jadi yang bisa terhubung ke
jaringan sementara ini hanyalah dari PDA Anda. Tapi Anda juga tetap hati-hati, karena hacker bisa
saja membuat MAC address tipuan untuk mengakali filtering ini.

5. Matikan broadcast dari SSID. Dalam jaringan Wi-Fi, maka access point atau router
biasanya akan membroadcast SSID secara reguler. Fitur ini memang sengaja didesain bagi hotspot
area yang mana klien Wi-Fi pada area tersebut bisa saja datang dan pergi dengan cepat. Dalam
kondisi di rumah Anda yang mana SSID nya pasti sudah Anda ketahui sendiri, maka fitur ini tidak
perlu diaktifkan karena bisa mengundang tetangga sebelah untuk mengetahui SSID Anda atau juga
mencegah orang lain menumpang jaringan internet Anda dengan gratis. Anda bisa nonaktifkan
fasilitas broadcast SSID ini demi keamanan jaringan Anda.

6. Berikan alamat IP statis kepada peranti Wi-Fi. Saat ini cenderung orang memanfaatkan
DHCP untuk memberikan alamat IP secara otomatis kepada klien yang ingin terhubung ke jaringan
nirkabel. Ini memang cara yang cepat dan mudah bagi jaringan Anda, tetapi ingat bahwa ini juga
cara mudah bagi hacker untuk mendapatkan alamat IP yang valid pada jaringan nirkabel Anda.
Anda bisa mematikan fitur DHCP pada acces point dan set suatu rentang alamat IP yang sudah fix
dan set pula peranti Wi-Fi Anda yang ingin terkoneksi ke access point dengan rentang alamat-
alamat IP yang fix tadi.

7. Pikirkan lokasi access point atau router yang aman. Sinyal Wi-Fi secara normal bisa
menjangkau sampai keluar rumah Anda. Sinyal yang bocor sampai keluar rumah sangat berisiko
tinggi untuk timbulnya eksplotasi terhadap jaringan nirkabel Anda. Anda harus meletakkan
peralatan access point Anda pada daerah sekitar ruang tengah dari rumah Anda. Jangan sekali-kali
meletakkan access point atau router di dekat jendela, karena akan semakin meningkatkan
jangkauan sinyal Wi-Fi Anda ke luar rumah.

8. Matikan saja jaringan nirkabel jika sedang tidak digunakan. Aturan keamanan yang
paling ampuh adalah dengan mematikan peralatan jaringan atau access point ketika sedang tidak
digunakan. Misalnya saja, jangan sekali-kali meninggalkan rumah dengan Wi-Fi yang menyala,
walaupun itu untuk keperluan download data. Access point yang menyala tanpa ada yang
memantau sangat berisiko tinggi terhadap eksploitasi.
Fleksibilitas dan mobilitas membuat Jaringan Komputer Nirkabel sebagai pelengkap yang efektif
dan alternatif menarik dibandingkan Jaringan Komputer Berkabel. Jaringan Komputer Nirkabel
menyediakan semua fungsi yang dimiliki oleh Jaringan Komputer Berkabel, tanpa perlu terhubung secara
fisik. Konfigurasi Jaringan Komputer Nirkabel mulai dari topologi yang sederhana peer-to-peer sampai
dengan jaringan yang kompleks menawarkan konektivitas distribusi data dan roaming. Selain
menawarkan mobilitas untuk pengguna dalam lingkungan yang dicakup oleh jaringan, juga
memungkinkan jaringan portable, memungkinkan jaringan untuk berpindah dengan pengetahuan
penggunanya.

4.3. Kelebihan dan Kelemahan Jaringan Nirkabel

Jaringan wireless memiliki keunggulan dan kelemahan sebagai berikut :

 Keunggulannya adalah biaya pemeliharannya murah (hanya mencakup stasiun sel bukan seperti
pada jaringan kabel yang mencakup keseluruhan kabel), infrastrukturnya berdimensi kecil,
pembangunannya cepat, mudah dikembangkan (misalnya dengan konsep mikrosel dan teknik
frequency reuse), mudah & murah untuk direlokasi dan mendukung portabelitas.
 Kelemahannya adalah biaya peralatan mahal (kelemahan ini dapat dihilangkan dengan
mengembangkan dan memproduksi teknologi komponen elektronika sehingga dapat menekan
biaya jaringan), delay yang besar, adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul dan
banyak sumber interferensi (kelemahan ini dapat diatasi dengan teknik modulasi, teknik antena
diversity, teknik spread spectrum dll), kapasitas jaringan menghadapi keterbatas spektrum (pita
frekuensi tidak dapat diperlebar tetapi dapat dimanfaatkan dengan efisien dengan bantuan
bermacam-macam teknik seperti spread spectrum/DS-CDMA) dan keamanan data (kerahasian)
kurang terjamin (kelemahan ini dapat diatasi misalnya dengan teknik spread spectrum) [1,7 dan 9].

Yang unik dari media transmisi wireless adalah :


1. Sinyalnya terputus-putus (intermittence) yang disebabkan oleh adanya benda antara
pengirim dan penerima sehingga sinyal terhalang dan tidak sampai pada penerima (gejala ini
sangat terasa pada komunikasi wireless dengan IR).
2. Bersifat broadcast akibat pola radiasinya yang memancar ke segala arah, sehingga semua
terminal dapat menerima sinyal dari pengirim.
3. Sinyal pada media radio sangat komplek untuk dipresentasikan kerena sinyalnya
menggunakan bilangan imajiner, memiliki pola radiasi dan memiliki polarisasi.
4. Mengalami gejala yang disebut multipath yaitu propagasi radio dari pengirim ke penerima
melalui banyak jalur yang LOS dan yang tidak LOS.
BAB III
3.1 Kesimpulan
Jaringan Nirkabel adalah jaringan yang diperlukan gelombang elektromagnetik sebagai media
transmisi datanya. Berbeda dengan jaringan berkabel (wired network), jaringan ini tidak menggunakan
kabel untuk bertukar informasi/ data dengan komputer lain melainkan menggunakan gelombang
elektromagnetik untuk mengirimkan sinyal informasi/ data antar komputer satu dengan komputer lainnya.
Komunikasi tanpa kabel/nirkabel (wireless) telah menjadi sebuah perkembangan baru dari teknologi
jaringan, dan telah menjadi kebutuhan dasar atau gaya hidup baru masyarakat informasi. jaringan nirkabel
yang lebih dikenal dengan jaringan Wi-Fi menjadi teknologi yang relatif lebih mudah untuk
diimplementasikan di lingkungan kerja SOHO (Small Office Home Office),seperti di perkantoran dan
bidang-bidang bisnis.
Jaringan wireless telah berkembang lebih maju dalam perk embangan teknologinya,
memungkinkan setiap jaringan dapat terhubung wirelessly dengan mudah yang hanya menghubungkan
ruang atau space bahkan menyatukan beberapa infrastructure jaringan menjadi satu dengan syarat jarak
jangkauan dengan kekuatan sinyal radio dari masing-masing jaringan komputer. Adanya teknologi
jaringan wireless sangat membantu dalam pertukaran informasi.

3.2. Saran
REFERANSI

Pahlavan, Kaveh and Levesque, A.H., "Wireless Data Communications", Proceedings of the IEEE, Vol.
82, No. 9, pp. 1938-1430, September 1994.
Pahlavan, Kaveh, Probert H., Thomas and Chase E., Mitchell, "Trends in Local Wireless Network", IEEE
Communications Magazine, Vol. 33, pp. 88-95, March 1995.