You are on page 1of 10

TUGAS KEPERAWATAN HOLISTIK II

ANALISIS JURNAL AROMATERAPI

Dosen Pembimbing : Sari Sudarmiati, S.Kp., M.Kep., Sp.Kep. Mat

Oleh :
Kelompok 9
Intan Rahma Budi U 22020113120012
Erlina Dwi Hastuti 22020113120014
Rara Niken Faza Anindita 22020113120016
Rikhan Luhur Prasetya 22020113120021
Dwi Saputra 22020113120024
Vera Dinda W ijayanti 22020113120025

A.13.2

JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2015
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Penyakit hipertensi merupakan penyakit kelainan jantung yang ditandai dengan


meningkatnya tekanan darah dalam tubuh. (Rusdi dan Nurlaena Isnawati, 2009).Tekanan
darah tinggi dianggap sebagai faktor resiko utama bagi berkembangnya penyakit jantung
dan penyakit vaskuler pada lansia. Penyebab hipertensi lansia karena kekakuan pada
arteri sehingga tekanan darah cenderung meningkat, selain itu disebabkan gaya hidup
lansia yang banyak mengonsumsi makanan yang mengandung garam (Ritu Jain, 2011).

Menurut penelitian yang dilakukan Boedi Darmojo dalam(Ritu Jain, 2011)di


Indonesia diperoleh terjadi peningkatan lansia yang menderita hipertensi sekitar 50%.
Sedangkan data yang diperoleh penelitidari KMS di GBI Setia Bakti pada tanggal 14
November 2011 pada sejumlah 58 lansia, didapatkan 50 lansia atau 86% menderita
hipertensi, dan 8 orang atau 13% tanpa hipertensi.Data tersebut memberikan gambaran
bahwa masalah hipertensi perlu mendapatkan perhatian dan penanganan mengingat
prevalensi yang tinggi dan komplikasi yang ditimbulkan cukup berat.

Peran perawat dalam pemberian asuhan keperawatan adalah membantu


penderita hipertensi untuk mepertahankan darah dalam tingkat normal dan meningkatkan
kualitas kesehatan secara maksimal dengan cara memberikan intervensi asuhan
keperawatan, sehingga dapat terjadi perbaikan kesehatan. Dalam mengatasi hipertensi
dilakukan pengobatan farmakologis meliputi diuretik,betabloker, ACE inhibitor,
angiotensin II receptor blocker, antagonis kalsium, vasodilator. (Rusdi dan Nurlaena
Isnawati, 2009), dan salah satu penanganan non farmakologi hipertensi yaitu aromaterapi.
Manfaat arometerapi dapat menumbuhkan perasaan tenang adajasmani pikiran dan
rohani, dapat menciptakan suasana damai dan menjauhkan dari perasaan cemas dan
gelisah (Jaelani, 2009).

Banyak terapi alternatif untuk hipertensi berfokus pada teknik relaksasi. Dari
hasil wawancara dengan 20 lansia yang hipertensi didapatkan 15 orang menyukaiaroma
mawar maka dari itu peneliti menggunakan terapi non farmakologis yaitu terapi relaksasi
(pemberian arometerapi mawar dalam menurunkan tekanan darah (Arief Hariana, 2009).

Selain aroma terapi dari bunga mawar ada juga aroma terapi bunga lavender,
lavender sama dengan mawar yaitu menggunakan minyak essensial untuk aromaterapi
menurunkan hipertensi. Aroma terapi mawar dan lavender bekerja dengan mempengaruhi

2
tidak hanya fisik tetapi juga tingkat emosi (Setiono dan Hidayati, 2005). Manfaat
pemberian aroma terapi ini bagi seseorang adalah dapat menurunkan kecemasan, nyeri
sendi, tekanan darah tinggi, frekuensi jantung, laju metabolik, dan mengatasi gangguan
tidur (insomnia), stress dan meningkatkan produksi hormon melatonin dan seretonin
(Setiono & Hidayati, 2005).

2. Tujuan

Tujuan dibuatnya makalah ini yaitu untuk menganalisis dan membandingkan 2 jurnal
mengenai efektifitas aromaterapi pada penurunan tekanan darah lansia dengan hipertensi

B. TINJAUAN TEORI

Tekanan darah tinggi atau hipertensi ditandai dengan meningkatnya tekanan darah
secara tidak wajar dan terus- menerus karena rusaknya salah satu atau beberapa faktor
yang berperan mempertahankan tekanan darah tetap normal (Ritu Jain, 2011). Badan
kesehatan dunia atau WHO (world health organization) juga memberikan batasan bahwa
seseorang, dengan beragam usia dan jenis kelamin, apabila tekanan darahnya berada pada
satuan 140/90 mmHg atau diatas 160/90 mmHg, maka ia sudah dapat dikatagorikan
sebagai penderita hipertensi (Rusdi dan Nurlaena Isnawati, 2009).Telah diketahui bahwa
tekanan darah tinggi adalah penyakit yang berbahaya, karena dapat mempersingkat masa
hidup seseorang dan meningkatkan kemungkinan terkena serangan jantung, stroke,
gangguan penglihatan, kerusakan fungsi ginjal, dan pembengkakan arteri terbesar di
tubuh (Ritu Jain, 2011).

Pengobatan hipertensi ada 2 cara pengobatan secara yaitu pengobatan secara


farmakologis dan non farmakologis. Pemberian terapi non farmakologis relatif praktis
dan efisien yaitu dengan cara pemberian aromaterapi. Menurut (Jaelani, 2009)
aromaterapi berasal dari kata aroma yang berarti harum atauwangi, dan therapy yang
dapat diartikan sebagai cara pengobatan atau penyembuhan, sehingga aromaterapi dapat
diartikan sebagai “suatu cara perawatan tubuh dan atau penyembuhan penyakit dengan
menggunakan minyak essential (essential oil)”. Banyaknya lansia yang mengalami
hipertensi dan sebagian besar keluarga maupun lansia tidak mengetahui terapi relaksasi
dengan pemberian aromaterapi sebagai salah satu cara penurunan tekanan darah, cara ini
juga efektif selain obat yang terus-terusan diminum oleh penderita bahkan bisa bertahun-
tahun. Manfaat dari aromaterapi dapat menumbuhkan perasaan tenang (rileks) pada
jasmani, pikiran, dan rohani (soothing the physical, mind and spiritual), dapat

3
menciptakan suasana yang damai, serta dapat menjauhkan dari perasaan cemas dan
gelisah (Jaelani, 2009).

Pengobatan nonfarmakologi terapi relaksasi salah satunya yaitu pengobatan


menggunakan aromaterapi lavender dan aromaterapi mawar.Aroma terapi lavender adalah
suatu caraperawatan tubuh atau penyembuhan penyakit dengan menggunakan minyak
esensial (essential oil) (Jaelani, 2009). lavender bekerja dengan mempengaruhi Aroma
terapi lavender bekerja dengan mempengaruhi tidak hanya fisik tetapi juga tingkat emosi
(Setiono dan Hidayati, 2005). Manfaat pemberian aroma terapi lavender bagi seseorang
adalah dapat menurunkan kecemasan, nyeri sendi, tekanan darah tinggi, frekuensi
jantung, laju metabolik, dan mengatasi gangguan tidur (insomnia), stress dan
meningkatkan produksi hormon.melatonin dan seretonin (Setiono & Hidayati, 2005)
sedangkan efek farmakologis aromaterapi mawar diantaranya melancarkan sirkulasi
darah, anti radang, menghilangkan bengkak, dan menetralisir racun (Arief Hariana,
2009).Sedangkan efek farmakologis mawar diantaranya melancarkan sirkulasi darah, anti
radang, menghilangkan bengkak, dan menetralisir racun (Arief Hariana, 2009).

C. JURNAL YANG DIANALISIS


Jurnal yang akan dianalisis berjudul “Pengaruh Pemberian Aroma Terapi Lavender
(Lavandula Angustifolia) Terhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansia Di Desa Cemagi,
Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung” dan “Pengaruh Relaksasi (AromaterapiMawar)
Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi”.

D. PEMBAHASAN
Analisa Jurnal 1
1. Identitas Jurnal
Nama Artikel : Pengaruh Pemberian Aroma Terapi Lavender (Lavandula
Angustifolia) Terhadap Penurunan Hipertensi pada Lansia di
Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung
Nama Pengarang : Ni Wayan Suviani, I Wayan Artana, Putu Wira Kusuma Putra
Jurnal : Jurnal Dunia Kesehatan
Volume :3
No :1
Tahun Terbit : Juni, 2014
2. Tujuan Penelitian

4
Untuk mengetahui pengaruh pemberian aroma terapi lavender (Lavandula
Angustifolia) terhadap penurunan hipertensi pada lansia di Desa Cemagi, Kecamatan
Mengwi, Kabupaten Badung.
3. Metode Penelitian
a. Rancangan Penelitian
Quasi Experiment dengan rancangan Nonequivalent Control Group
Design.Metode pengumpulan data menggunakan observasi nonpartisipan terstruktur
dengan pengukuran tekanan darah secara langsung, sebelum dan sesudah diberikan
perlakuan. Pengukuran yang dilakukan sebanyak 3 kali setiap pengukuran dan hasil
yang digunakan yaitu hasil rata – rata dari pengukuran tersebut.
b. Populasi
Lansia yang berumur 60 tahun ke atas di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi,
Kabupaten Badung sebanyak 309 orang
c. Sampel
30 orang dipilih menggunakan purposive sampling dengan criteria inklusi dan
eksklusi dibagi menjadi 15 orang kelompok control yang diberikan uap air dan 15
orang kelompok perlakuan yang diberikan aroma terapi lavender.
d. Waktu Penelitian
Bulan April sampai Mei 2014 di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten
Badung.
e. Variabel Independen
Pemberian Aroma Terapi Lavender (Lavandula Angustifolia)
f. Variabel dependen
Penurunan Hipertensi pada Lansia
Hasil penelitian
1. Tekanan darah sistol

Variabel Mean Sebelum Mean Sesudah


perlakuan perlakuan
Kontrol (15 lansia) 158,21 160,66
Perlakuan (15 lansia) 161,76 149, 99

2. Tekanan darah diastole

Variabel Mean Sebelum Mean Sesudah


perlakuan perlakuan
Kontrol (15 lansia) 91,98 90,22
Perlakuan (15 lansia) 94,44 85,98

Hal ini berarti bahwa tidak ada pengaruh rerata diastole pada kelompok
control sebelum dan sesudah perlakuan sedangkan pada kelompok perlakuan ada

5
pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan aromaterapi
lavender terhadap penurunan hipertensi diastole pada lansia di desa Cemagi.

Kekurangan dan kelebihan


a. Kekurangan :
1) Peneliti tidak menjelaskan dengan rinci tentang prosedur pemberian
2) Takaran lavender dapat menurunkan hipertensi tidak dijelaskan lebih rinci
3) Hasil penelitian dan pembahasan tidak dijelaskan lebih rinci
b. Kelebihan :
1) Abstrak jelas, sehingga dengan membaca abstraknya saja pembaca dapat
mengetahui hasil dari penelitian tersebut
2) Latar belakang dari permasalahan mengapa dibuatnya penelitian ini dijelaskan
secara sistematis
3) Terapi ini efektif untuk menurunkan hipertensi
4) Terdapat saran untuk penelitian selanjutnya
5) Kata yang digunakan dalam jurnal bersifat baku dan sesuai dengan kamus EYD
Bahasa Indonesia

Analisis Jurnal 2
1. Identitas Jurnal
Nama Artikel :Pengaruh Relaksasi (Aromaterapi Mawar)
TerhadapPerubahan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi
Nama Pengarang : Ni Made Kenia, Dian Taviyanda dari Institusi STIKES RS
Baptis Kediri
Nama Jurnal : Jurnal STIKES
Volume :6
No :1
Tahun Terbit : Juli, 2013
2. Tujuan Penelitian
Untuk menganalisis pengaruh terapi relaksasi (aromaterapi mawar) terhadap
perubahan tekanan darah pada lansia hipertensi di GBI Setia Bakti yang terkena
hipertensi sebanyak 50 orang dengan pembanding pada kelompok kontrol.
3. Metodologi penelitian

a. Rancangan penelitian
Penelitian ini menggunakan metode Quasy eksperimen. Kelompok kontrol yang
tidak diberikan perlakuan, namun akan diukur tekanan darah awal, dan 10 menit
setelah pengukuran tekanan darah awal. Pada kelompok eksperimen diberikan
terapi relaksasi (aromaterapi mawar) selama 10 menit, sebelumnya diidentifikasi

6
tekanan darah sebelum terapi relaksasi (aromaterapi mawar) dan sesudah terapi
relaksasi (aromaterapi mawar).
b. Populasi penelitian
Semua lansia yang menderita hipertensi sebanyak 50 orang di GBI Setia Bakti
c. Sampel dan teknik sampling penelitian
Lansia yang menderita hipertensi di GBI Setia Bakti yang memenuhi kriteria
inklusi sebanyak 44 orang dengan metode purposive sampling
d. Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada tanggal 12 maret-12 april 2012.
e. Variabel independen
Teknik relaksasi (aromaterapi mawar)
f. Variabel dependen
Perubahan tekanan darah lansia hipertensi.

4. Hasil Penelitian
Karakteristik Responden berdasarkan jenis kelamin didapatkan, laki-laki
19 orang (43,2%), perempuan 25 orang (56,8%), 32 orang lansia berumur 60-74
tahun , dan 12 orang berumur 75-90 tahun.
Pada kelompok kontrol, tidak ada perubahan yang signifikan saat pengukuran
tekanan darah awal dengan 10 menit sesudah pengukuran tekanan darah awal. Hal
ini ditunjukkan dengan data mean pada tekanan darah sistolik awal 145,81 mmHg,
diastolik awal 90,54 mmHg. Pada pengukuran 10 menit sesudah pengukuran
tekanan darah awal, didapatkan data mean sistolik 145,63 mmHg, dan diastolik
90,54 mmHg.
Pada kelompok eksperimental, terdapat perubahan sebelum diberikan
terapi relaksasi (aromaterapi mawar) dan sesudah relaksasi (aromaterapi mawar).
Sebelum diberikan terapi, rata-rata tekanan darah sistolik 146,27 mmHg diastol
92,90 mmHg. Setelah diberikan terapi, rata-rata tekanan darah sistolik 135,63
mmHg, diastol 82,72 mmHg. Terdapat pengaruh yang signifikan dari terapi
relaksasi (aromaterapi mawar) terhadap perubahan tekanan darah pada lansia
hipertensi

5. Kelebihan dan Kekurangan Artikel


a. Kelebihan
1) Peneliti memberikan landasan teori yang lengkap pada artikel
2) Penggunaan aromaterapi mawar diberikan sesuai dengan kesukaan
responden

7
3) Peneliti menjelaskan keluhan responden sebelum dan sesudah diberikan
tindakan
4) Data hasil penelitian disajikan dengan descriptive statistic secara lengkap
5) Penggunaan aromaterapi mawar dapat dijadikan alternatif pilihan yang
baik dalam menurunan hipertensi pada lansia karena efektif dan efisien
dapat dilakukan di rumah
b. Kekurangan
1) Peneliti menggunakan teknik purposive sampling namun tidak
memaparkan kriteria inklusi dan eksklusi yang digunakan untuk
mendapatkan sample penelitian
2) Peneliti tidak menjelaskan dengan rinci tentang prosedur pemberian teknik
relaksasi (aromaterapi mawar) peneliti hanya menjelaskan waktu
pemberian teknik relaksasi (arometerapi mawar) selama 10 menit
3) Peneliti tidak menjelaskan kendala saat penelitian
4) Responden dalam penelitian pada kelompok kontrol dan eksperimental
hanya berada dalam klasifikasi Hipertensi tahap 1, penelitian belum teruji
pada klasifikasi Hipertensi yang lainnya.

Perbandingan antara kedua jurnal :


1. Jumlah responden
Jurnal 1 : 30 orang lansia
Jurnal 2 : 50 orang lansia
2. Tempat penelitian
Jurnal 1 : Di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung
Jurnal 2 : Di GBI Setia Bakti
3. Jenis aromaterapi
Jurnal 1 : Lavender
Jurnal 2 : Mawar
4. Lama waktu pemberian aromaterapi
Jurnal1 : Tidak dijelaskan
Jurnal 2 : 10 menit

E. KESIMPULAN
Aromaterapi merupakan alternatif pilihan yang baik dalam menurunkan
tekanan darah karena efektif dan mudah dilakukan sendiri oleh klien. Meskipun pada
kedua jurnal terdapat perbedaan jenis aromaterapi, jumlah responden, tempat
penelitian, dan lama waktu pemberian, berdasarkan analisa diatas dapat disimpulkan
bahwa ada pengaruh penurunan tekanan darah pada lansia sebelum dan sesudah

8
diberikan aromaterapi. Hal ini sesuai dengan tinjauan teori, aromaterapi levender dan
mawar dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Terapi ini dapat dijadikan salah satu
rekomendasi terapi komplementer yang dilakukan perawat dalam memberikan
intervensi pada lansia dengan hipertensi.

DAFTAR PUSTAKA

Arief Hariana, (2009). Tumbuhan Obatdan Khasiatnya. Jakarta: Penebar Swadaya.

Jaelani. (2009). Aroma Terapi. Jakarta: Pustaka Populer Obor.

Ni Made, Dian,. T. (2013). Pengaruh Relaksasi (Aromaterapi Mawar) Terhadap Perubahan


Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi. Jurnal STIKES, Volume 6, No. 1. 4 November
2015.

Ritu Jain, (2011). Pengobatan Alternatif untuk Mengatasi Tekanan Darah. Jakarta :Gramedia

Rusdi, Nurlaela Isnawati. (2009). Awas Anda Bisa Mati Cepat Akibat Hipertensi dan
Diabetes. Yogyakarta: Powerbooks publishing

Setiono, M dan Hidayati, N.S. (2005).Terapi Alternatif dan Gaya Hidup Sehat. Yogyakarta:
Pradipta Publishing

Suviani, Ni Wayan, dkk,. (2014). Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender (Lavandula


Angustifolia) terhadap penurunan hipertensi pada lansia di desa Cemagi, Kecamatan
Mengui, Kabupaten Bandung”. Jurnal Dunia Kesehatan, Volume 3, No. 1,
http://www.triatma-mapindo.ac.id/ojsstikes/index.php/JDK3/article/view/27

9
10