Вы находитесь на странице: 1из 7

Lampiran 1

LEMBAR PENJELASAN PENELITIAN

Judul Penelitian : Perbedaan Efektifitas Antara Contrast Therapy Dengan

Kompres Air Dingin Terhadap Penurunan Derajat Flebitis

Pada Pasien Yang Terpasang Infus

Peneliti : Edi Supriadi

NPM : 220120170016

Peneliti merupakan mahasiswa Magister Keperawatan Unpad sedang melakukan

penelitian untuk mengetahui Perbedaan Efektifitas Antara Contrast Therapy Dengan

Kompres Air Dingin Terhadap Penurunan Derajat Flebitis Pada Pasien Yang

Terpasang Infus.

Tujuan :

Flebitis merupakan salah satu komplikasi pemasangan terapi intravena yang banyak

terjadi di rumah sakit yang ditandai dengan adanya rasa sakit dan nyeri di sepanjang

vena, kemerahan, bengkak, dan hangat, serta dapat dirasakan disekitar daerah

penusukan. Penatalaksanaan non farmakologis terhadap flebitis diantaranya dengan

kompres dingin dan Contrast therapy. Kompres dingin dan kompres hangat erbukti

dapat menurunkan derajat flebitis, Sehingga diharapkan penerapan intervensi ini pada

pasien dengan flebitis dapat membantu menurunkan derajat flebitis yang dialami

pasien.

Mengapa bapak/ibu terpilih :

Bapak/ibu terpilih, karena bapak/ibu merupakan pasien yang mengalami flebitis dan

menjalani perawatan, diukur menggunakan VIP score, berusia pasien minimal 15


tahun, sadar penuh (compos mentis) dan bersedia menjadi responden penelitian dari

awal hingga akhir.

Tatacara dan prosedur :

Bila bapak/ibu bersedia, peneliti akan akan melakukan pengukuran derajat flebitis dan

mengisi data umum bapak/ibu, kemudian peneliti akan membagi bapak/ibu dalam dua

kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Bagi yang terpilih sebagai

kelompok intervensi, peneliti akan melakukan intervensi berupa contrast therapy yaitu

melakukan kompres hangat dan dingin secara bergantian dengan rasio 4:1 dan

dilakukan 3 kali/hari selama 20 menit. Adapun langkah-langkah dalam melakukan

contrast therapy adalah sebagai berikut :

A. Persiapan Lingkungan

1. Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman

2. Perhatikan pencahayaan lingkungan dengan baik

B. Persiapan Pasien

1. Atur posisi pasien senyaman mungkin

2. Posisi yang dianjurkan adalah berbaring rileks

C. Persiapan alat

1. Larutan hangat yang dianjurkan pada suhu yang tepat

2. Hot pack yang sudah direndam air panas dengan suhu 38-45°

3. Balutan tipis/handuk yang bersih.

4. Waskom berisi air panas

5. Ice pack dalam Termos Es dengan suhu 10-18°C

6. Kassa

7. Sarung tangan bersih


8. Perlak beralas

D. Tahap Kerja

1. Contrast Therapy

a. Lihat catatan medis untuk mengidentifikasi adanya kontra indikasi sistemik

terhadap pemberian contrast therapy

b. Melakukan identifikasi pasien

c. Jelaskan langkah-langkah prosedur dan tujuan kepada pasien

d. Menanyakan kesiapan pasien dengan mengisi informconsent

e. Melakukan cuci tangan

f. Periksa kondisi kulit terbuka dan luka dimana perawat akan memperikan

kompres

g. Kaji ekstremitas klien terhadap kesensitifan terhadap suhu dengan

mengukurnya melalui sentuhan ringan dan sensasi suhu

h. Dekatkan alat kedekat pasien

i. Jelaskan langkah-langkah pencegahan untuk mencegah terjadinya komplikasi

j. Membantu klien dalam mengatur posisi yang nyaman, sejajar dengan garis

tubuh dan menempatkan alas anti air (perlak) dibawah area yang akan diobati.

k. Bebaskan area yang akan dilakukan kompres

l. Mengukur derajat flebitis dengan menggunakan VIP score

m. Bersihkan area yang akan dilakukan kompres

n. Saat menggunakan kompres panas, pastikan suhu berkisar 38°C-44°C dan

gunakan bantalan (handuk) untuk mencegah luka bakar

o. Lakukan kompres panas selama 4 menit


p. Ganti kompres panas dengan menggunakan kompres dingindan lakukan

selama 1 menit

q. Lakukan secara bolak balik selama 20 menit setiap 4 jam dan dilakukan

sebanyak 3x/hari

r. Evaluasi keadaan pasien

s. Rapihkan pasien

t. Bereskan alat

u. Berpamitan kepada pasien

v. Mendokumentasikan hasil intervensi

Pelaksanaan contrast therapy ini dilakukan selama 20 menit, setiap 4 jam dan

dilakukan 3x/hari dalam kurun waktu 2 hari dan hanya boleh dilakukan jika

didampingi oleh peneliti. Bapak/ibu tidak diperkenankan untuk mempraktekan

contrast therapy ini di rumah atau pun ditempat lain tanpa seijin dari peneliti. Bagi

bapak/ibu yang masuk ke dalam kelompok kontrol, hanya mengikuti intervensi berupa

kompres dingin. Kemudian setelah 2 hari, peneliti kembali melakukan pengukuran

terhadap derajat flebitis menggunakan VIP Score. Setelah data cukup memenuhi

sesuai tujuan penelitian maka bapak/ibu di kelompok kontrol di berikan kesempatan

untuk mempraktekkan contrast therapy.

Selama penelitian, baik itu bapak/ibu pada kelompok kontrol ataupun kelompok

intervensi diharuskan untuk melaporkan pengobatan apa saja yang dilakukan diluar

pengobatan rutin yang diterapkan di Ruang Perawatan RS. Dustira. Seperti contohnya

melakukan terapi tradisional, minum obat herbal dan lain-lain.


Risiko dan ketidaknyamanan :

Setelah melakukan review, peneliti belum mendapatkan adanya risiko yang muncul

dari penerapan intervensi contrast therapy ini. Walaupun ada komplikasi minimal yang

mungkin terjadi seperti luka bakar. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti memasang

handuk tipis yang bertujuan untuk membatasi terjadinya kontak langsung dari komres

panas.

Manfaat :

Keuntungan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah dapat meningkatkan

kemampuan perawat sebagai pelaksana asuhan mengenai cara melakukan contrast

therapy yang benar. Apabila hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh contrast

therapy terhadap penurunan derajat flebitis, maka bapak dan ibu akan mampu

mengurangi derajat flebitis yang sering dialami pada pasien yang terpasang infus yang

secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas hidup bapak/ibu.

Prosedur alternatif :

Saat ini sudah banyak terapi non farmakologi yang dapat digunakan untuk

menurunkan derajat flebitis, namun intervensi yang ada belum berfokus terhadap

peningkatan kemandirian pasien dalam perawatan diri secara mandiri terkait

pengelolaan derajat flebitis. Tetapi apabila selama penelitian ditemukan kegagalan

dalam pelaksanaan intervesi contrast therapy maka bapak/ibu akan ditangani dengan

prosedur dan pengobatan standar yang berlaku di Ruang perawatan untuk mengatasi

flebitis.
Kerahasiaan data:

Selama bapak/ibu menjadi responden dalam penelitian ini, setiap informasi dan data

penelitian akan diperlakukan secara rahasia sehingga tidak memungkinkan untuk

diketahui oleh orang lain dan akan digunakan sebagaimana mestinya.

Perkiraan jumlah subyek yang akan diikut sertakan :

Empat puluh empat (22 pasien kelompok kontrol dan 22 orang kelompok intervensi)

yang menjalani perawatan dan terpasang infus sesuai dengan kriteria inklusi dan

eksklusi diikut sertakan dalam penelitian ini.

Kesukarelaan:

Keikut sertaan bapak/ibu dalam penelitian ini bersifat sukarela disertai tanggung jawab

sampai selesainya penelitian ini.

Subyek dapat dikeluarkan/mengundurkan diri dari penelitian:

Bapak/ Ibu bebas menolak ikut dalam penelitian ini. Bila bapak/ ibu telah memutuskan

untuk ikut serta, bapak/ ibu juga dapat mengundurkan diri tanpa menyebabkan

berubahnya kualitas pelayanan kesehatan. Namun bila bapak/ ibu tidak mengikuti dan

memenuhi prosedur yang diberikan oleh peneliti, keikutsertaan bapak/ibu dalam

penelitian ini dinyatakan berakhir.

Kemungkinan timbulnya biaya dari perusahaan asuransi kesehatan:

Apabila terjadi efek samping dan harus ada perawatan maka ibu/bapak akan dijamin

semua biaya perawatan maupun obat-obatan dari pihak bpjs atau asuransi, dan apabila

ibu/bapak tidak memiliki bpjs/asuransi kesehatan maka biaya akan ditanggung oleh

peneliti.
Penyulit dan kompensasi:

Semua biaya yang terkait dengan penelitian ini akan ditanggung oleh peneliti. Apabila

terjadi penyulit atau komplikasi yang berhubungan dengan penelitian ini atau akibat

pengaturan posisi, maka ibu/bapak akan diberi pertolongan dengan prosedur yang

telah baku dan biayanya akan ditanggung oleh peneliti.

Pertanyaan:

Jika ada pertanyaan sehubungan dengan penelitian ini kepada Edi Supriadi, Magister

keperawatan Unpad Jl. Eijkman 38 Bandung No. Hp 08122445530.

Peneliti

Edi Supriadi