You are on page 1of 21

KEMENDIKBUD DAN BNPB SUSUN MODUL PENDIDIKAN

KEBENCANAAN

Zainul Arifin

28 Des 2018, 02:30 WIB

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendie (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Liputan6.com, Malang - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi menyebutkan,


sudah ada modul pendidikan kebencanaan yang selesai disusun. Modul itu diharapkan bisa
diterapkan ke pendidikan dasar dan menengah dalam waktu dekat.

"Ada paket modul pendidikan kebencanaan yang sudah selesai disusun," kata Muhadjir di
Universitas Muhammadiyah Malang, jawa Timur, Kamis 27 Desember 2018.

Modul tersebut disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama dengan Badan
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Modul itu tak dimasukkan dalam mata
pelajaran tertentu. Tapi ada di dalam program penguatan pendidikan karakter.

"Tidak akan disubkan (ke pelajaran tertentu) karena malah kacau. Masuk dalam pendidikan
karakter, seperti modul lainnya yang juga sudah kami susun," ujarnya.

Selain untuk pendidikan kebencanaan, modul yang juga sudah selesai disusun adalah untuk
pendidikan antikorupsi yang disusun bersama Komisi Pemberantasan Korupsi. Ada pula modul
radikalisme yang melibatkan Badan Penanggulangan Pencegahan Terorisme.

"Sekarang Dirjend Dikdasmen tinggal merancang apa tema atau judul yang tepat untuk modul
itu. Kalau di luar negeri namanya liberal art, kalau di ya menyesuaikan," ucap Muhadjir Effendi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memandang perlunya memasukkan pendidikan


kebencanaan dalam kurikulum pendidikan. Pernyataan itu diunggah dalam akun instagram
miliknya. Beberapa saat setelah bencana tsunami di Selat Sunda.

https://www.liputan6.com/regional/read/3858032/kemendikbud-dan-bnpb-susun-modul-pendidikan-keb

1
KOMITMEN YAI DALAM MEMAJUKAN MUTU PENDIDIKAN
INDONESIA
Liputan6.com
18 Des 2018, 13:32 WIB

Universitas Persada YAI menyelenggarakan kegiatan wisuda gabungan tahun akademik 2017-
2018, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (18/11/2018). (Istimewa)
Liputan6.com, Jakarta - Universitas Persada YAI menyelenggarakan kegiatan wisuda
gabungan tahun akademik 2017-2018, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa
(18/11/2018).
Sekitar 1.700 mahasiswa dan mahasiswi yang terdiri dari program Doktor, Pascasarjana,
Sarjana, dan Diploma 3 diwisuda hari ini.
Seiring pesatnya perkembangan dunia pendidikan, YAI turut berkontribusi membangun ilmu
pengetahuan di dunia pendidikan dengan menghasilkan para lulusan terbaik. YAI juga
berkomitmen mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar kelulusan.
Salah satu upaya yang dilakukan YAI saat ini, yakni mempermudah proses belajar mengajar
dengan menerapkan sistem E-Learning dalam perkuliahan. Dengan memaksimalkan
perkembangan teknologi, diharapkan ke dapannya dapat dunia pendidikan dapat menjangkau
dengan mudah dan efisien.
Ketua Yayasan YAI, Julius Sjukur, mengatakan pihaknya bakal terus meningkatkan kualitas
pendidikan di YAI. Salah satu caranya adalah mengirim tenaga pengajar untuk melakukan studi
lanjutan.
"YAI yang kami pimpin, sampai saat ini tetap berkomitmen tinggi terus mengupayakan
peningkatan mutu akademik maupun sumber daya manusia. Kami juga terus mengupayakan
pengembangan sarana dan prasarana pendidikan yang selalu menyesuaikan dengan tuntutan
masyarakat," kata Julius dalam sambutannya.
"Selain fasilitas fisik, kami pun terus mendukung dan mendorong tenaga pengajar untuk menjadi
tenaga pengajar professional dibidangnya melalui kesempatan mereka untuk studi lanjut sampai
program Doktor maupun mendukung proses staf pengajar hingga mencapai jenjang Guru Besar
(Profesor).
YAI sendiri, kata dia, juga telah melakukan kerja sama dengan 21 Universitas luar negeri dalam
bidang akademik dan non akademik.
"Harapannya sinergi ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan," pungkas dia.

https://www.liputan6.com/bola/read/3841979/komitmen-yai-dalam-memajukan-mutu-
pendidikan-indonesia

2
USULAN KPAI SOAL INTEGRASI PENDIDIKAN MITIGASI
BENCANA PADA MATA PELAJARAN

Devina Halim Kompas.com - 09/01/2019, 07:31 WIB Komisioner Komisi Perlindungan Anak
Indonesia (KPAI) Retno Listyarti ketika ditemui di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin
(6/11/2017). Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti ketika
ditemui di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (6/11/2017). (KOMPAS.com/ MOH NADLIR)
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) memiliki sejumlah
usulan terkait integrasi pendidikan mitigasi bencana ke dalam kurikulum. Sebelumnya, Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menuturkan pendidikan mitigasi
bencana akan diintegrasikan dalam kegiatan belajar mengajar tanpa melalui mata pelajaran
khusus. Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengusulkan agar pendidikan
kebencanaan tersebut disisipkan dalam mata pelajaran IPA dan IPS. Usul tersebut berlaku bagi
level Sekolah Dasar (SD). "Untuk di SD masuk pelajaran IPS dan IPA," kata Retno saat
konferensi pers di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019). Baca juga: Kompleksitas
Merancang Mitigasi Bencana Sementara untuk SMP, Retno menyarankan agar edukasi soal
kebencanaan dikaitkan dengan mata pelajaran IPS dan IPA terpadu. Dan di level SMA,
disisipkan pada mata pelajaran fisika dan geografi. Retno yakin pendidikan kebencanaan
memiliki relevansi dengan mata pelajaran-mata pelajaran tersebut. Lebih jauh Retno
menekankan, pendidikan kebencanaan tak cukup dipelajari hanya dengan teori. Oleh karena itu,
KPAI mendorong pemerintah mengadkan simulasi dalam rangkaian kurikulum tersebut. Retno
menuturkan, tanpa simulasi atau praktik secara langsung, pendidikan kebencanaan tersebut akan
menjadi sia-sia. "Kalau dididik atau diberi pendidikan kebencanaan namun enggak pernah
simulasi secara rutin di sekolah, maka akan menjadi sia-sia," ungkap Retno. "Oleh karena itu,
pemerintah kami dorong melakukan pelatihan tahun ini di daerah-daerah rawan bencana, agar
memberikan pendidikan kebencanaan dengan mempersiapkan simulasi," lanjut dia. Retno
menjelaskan, simulasi adalah cara yang tepat untuk membuat para murid terlatih dan terbiasa
menghadapi bencana. Ia pun mengusulkan simulasi tersebut dilakukan sebanyak satu kali setiap
bulannya. Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta kementerian serta lembaga terkait untuk
meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Baca juga: Jokowi Minta
Edukasi dan Mitigasi Bencana Masuk Kurikulum Pendidikan Hal itu dikatakan Presiden dalam
sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/1/2019). "Saya ingin mengingatkan,
kita harus terus meningkatkan daya tahan kita, kesiapsiagaan kita dalam menghadapi bencana,"
ujar Jokowi. Presiden mengatakan, sudah selayaknya pemerintah bersama DPR mengalokasikan
anggaran lebih besar untuk mengedukasi dan meningkatkan mitigasi bencana di masyarakat.

https://nasional.kompas.com/read/2019/01/09/07313511/usulan-kpai-soal-integrasi-pendidikan-
mitigasi-bencana-pada-mata-pelajaran.

3
GENERASI MUDA CEMERLANG LAHIR DARI PENDIDIKAN
YANG MEMILIKI FASILITAS BAIK
06 Des 2018, 22:15 WIB

Pendidikan untuk generasi muda. (Foto: unsplash)

Jakarta - Perkembangan suatu bangsa sangat ditentukan dengan tingkat pendidikan bagi
masyarakatnya. Lewat pendidikan, generasi cemerlang yang merupakan calon pemimpin bangsa
itu lahir. Oleh karena itu, pendidikan sangat diperlukan untuk menciptakan lahirnya para
generasi muda cemerlang penerus bangsa.

Namun kondisinya memang masih jauh dari yang kita harapkan. Bahkan data dari Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan menyebutkan per tahun 2017/2018, masih tercatat sekitar 187,828
siswa putus sekolah mulai dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan.

Hal inilah yang mendorong berbagai pihak untuk turut membantu mencarikan solusi bagi negeri
ini. PermataBank dalam hal ini ikut menjembatani dan mencari solusi terbaik untuk
pendidikan di Indonesia dengan membuat sebuah forum pendidikan bernama Unite for
Education (UFE).

Program ini mengusung tema,'UFE Sustainability Forum: Championing Change' yang akan
diselenggarakan pada Sabtu, 8 Desember 2018 di Kuningan City Ballroom. UFE memiliki
tujuan menjadi tempat bagi komunitas untuk mengembangkan ekosistem pendidikan
berkelanjutan dan kolaborasi berbagai pihak untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

“Dengan tema 'Championing Change', kami berharap masyarakat yang hadir di UFE 2018 nanti
dapat saling berbagi dan belajar, menginspirasi dan menjadi penggerak perubahan dalam
memajukan pendidikan untuk generasi muda,” kata Richele Maramis Head Corporate Affairs
PermataBank.

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3800921/generasi-muda-cemerlang-lahir-dari-
pendidikan-yang-memiliki-fasilitas-baik

4
PEMERINTAH JANJI BANTU SEKOLAH INDONESIA DI
RIYADH
Pung Purwanto

Minggu, 23 Desember 2018 - 15:07 WIB


views: 2.738
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memberikan perhatian
terhadap sekolah Indonesia Riyadh, yang memiliki 283 murid. Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memberikan
perhatian terhadap sekolah Indonesia Riyadh, yang memiliki 283 murid mulai dari taman kanak-
kanak hingga kelas XII yang dilayani 26 guru dan tenaga pendidik.

Perhatian itu yakni menjanjikan untuk memberikan bantuan 50 unit komputer untuk Sekolah
Indonesia Riyadh di Arab Saudi. "Anak-anak harus dilatih agar menguasai teknologi informasi,"
kata Muhadjir saat mengunjungi Sekolah Indonesia Riyadh di Riyadh, Arab Saudi, kemarin.

Terkait dengan laporan pihak sekolah tentang keterbatasan ruang kelas, Muhadjir mengatakan
kemungkinan tidak bisa segera diselesaikan. Karena itu, dia meminta pihak sekolah untuk
membuat proposal.
Muhadjir meminta Sekolah Indonesia Riyadh berkoordinasi dengan Kemendikbud dan
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh untuk mencoba mencari alternatif tempat untuk
disewa.
"Saya meminta para guru tetap bersemangat, tetapi jangan sampai standar-standar yang
ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak dipenuhi," ucap Muhadjir.
Sementara Kepala Sekolah Indonesia Riyadh Abdulloh Syifa mengatakan, ada satu kelas yang
terpaksa belajar di salah satu ruangan di ruang bawah tanah, meskipun hal itu melanggar aturan
yang ditetapkan Kerajaan Arab Saudi.
"Namun kami tetap semangat memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia
yang ada di Riyadh," katanya.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan para
guru di Sekolah Indonesia Riyadh adalah para pelayan pendidikan anak-anak Indonesia.
"Bila Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud adalah pelayan dua kota suci umat Islam, para guru
adalah pelayan pendidikan anak-anak Indonesia," pungkasnya

https://nasional.sindonews.com/read/1365208/144/pemerintah-janji-bantu-sekolah-indonesia-di-
riyadh-1545552422

5
KEMENDIKBUD RUMUSKAN PEMBELAJARAN STEAM DI
SEKOLAH

Sabtu, 15 Desember 2018 - 10:52 WIB


views: 13.254
Pemerintah saat ini masih dalam tahap merumuskan metode pembelajaran STEAM di sekolah.
FOTO/DOK.SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah masih dalam tahap merumuskan metode pembelajaran STEAM di
sekolah. Namun penerapan STEAM tidak akan dipaksakan karena melihat kesiapan sekolah.
Kabid Pembelajaran Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan
Kemendikbud Suprananto mengatakan, Kemendikbud sedang merumuskan ketetapan mengenai
STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematic) yang akan diterapkan di sekolah.
Menurutnya, ada dua pilihan yang sedang dibahas, yakni apakah pemerintah ingin secara
eksplisit kurikulum yang berlaku di sekolah berbasis STEAM atau metode pembelajaran
STEAM hanya dilakukan sesuai dengan kemampuan di sekolah masing-masing.
"Kemendikbud tidak mau membentuk mata pelajaran STEAM tersendiri, tetapi lebih pada
mengemas semua pembelajaran melalui pendekatan STEAM," ujar Suprananto seusai acara
Indonesia STEAM Week di Kantor Kemendikbud, Jumat (14/12/2018).
Dia menuturkan, sebetulnya pembelajaran STEAM sudah berjalan di sekolah semisal di DKI
Jakarta. Mereka memang tidak eksplisit menyebut STEAM di pembelajaran. Misalnya
pembelajaran yang mengaitkan matematika, biologi, dan ekonomi.
Namun dia mengaku belum banyak sekolah yang menerapkan. Dia menekankan, jika Kurikulum
2013 dijalankan dengan baik, sejatinya hal itu sudah sesuai dengan konsep pembelajaran
STEAM. Dia menjelaskan, karakteristik STEAM ini sebetulnya untuk mencapai kompetensi
pembelajaran lintas mata pelajaran.
Namun kompetensi lintas mapel ini hanya bisa terjadi dijenjang SD karena mapelnya tematik.
Kasi Kurikulum Kanwil Kemenag DKI Jakarta Arief Maulana menyampaikan bahwa Kemenag
juga menunggu kebijakan dari Kemendikbud mengenai STEAM.
Pihaknya selalu memantau informasi mengenai STEAM ini karena ingin meningkatkan mutu
siswa siswi di madrasah. "Guru madrasah juga sudah menyesuaikan dengan kondisi yang ada.
Kami mengikuti tren," ujarnya.
Sementara itu, pengamat pendidikan dari Eduspec Indra Charismiadji berpendapat, dunia sudah
mengenal STEAM sejak 2001. Lalu rumusan keterampilan abad ke-21 diperkenalkan pada 2002.
Sementara Indonesia, menurut dia, sudah tertinggal 10 tahun karena negara lain sudah akrab
lama dengan STEAM. "Kurikulum STEAM ini sangat dibutuhkan dunia pendidikan jika
Pemerintah Indonesia mau mengatasi ketertinggalan tersebut," katanya.
https://nasional.sindonews.com/read/1362986/144/kemendikbud-rumuskan-pembelajaran-
steam-di-sekolah-1544845949

6
TERTINGGAL JAUH DARI KORSEL, KEMENRISTEKDIKTI
GENCARKAN PENDIDIKAN JARAK JAUH

JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan
bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di Indonesia saat ini masih berada
pada 32,5%. Jika dibandingkan dengan negara maju seperti Korea Selatan (Korsel) cukup jauh
tertinggal, karena APK Pendidikan Tingginya sudah di angka 92%.

Menteri Nasir mengatakan, mengingat wilayah Indonesia yang sangat luas maka salah satu
solusi Kemenristekdikti untuk meningkatkan APK Pendidikan Tinggi di Indonesia adalah
dengan Pendidikan Jarak jauh (PJJ).

“Dalam hal membangun kualitas sumber daya manusia di Indonesia, dapat dilakukan
pendidikan melalui jarak jauh. Seperti dilakukan oleh Universitas Terbuka (UT) yang dapat
menjangkau banyak wilayah, baik di dalam, maupun di luar negeri melalui program belajar jarak
jauhnya,” ujar Menteri Nasir saat memberikan sambutan pada acara Dies Natalis UT ke 34 di
gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Selasa (4/9/2018).

Menteri Nasir menambahkan bahwa saat ini dunia telah berada pada era Revolusi Industri 4.0,
oleh karena itu sistem pendidikan tinggi termasuk Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) harus mampu
beradaptasi dengan merancang terobosan dan program yang seirama dengan perkembangan
zaman. Sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang selama ini dijalani oleh UT harus juga dapat
berevolusi dan mendapat sentuhan perkembangan teknologi 4.0 agar mampu menghasilkan
lulusan berdaya saing tinggi.

Menristekdikti menyampaikan bahwa di era revolusi industri 4.0 ada pergeseran yang luar biasa,
saat ini produk apapun dapat terintegerasi ‘digital’, fisik, dan human-nya. Hal ini dapat
dimanfaatkan di bidang pendidikan jarak jauh

https://news.okezone.com/read/2018/09/04/65/1945945/tertinggal-jauh-dari-korsel-
kemenristekdikti-gencarkan-pendidikan-jarak-jauh

7
KEMENDIKBUD AKAN UJI COBA PENERAPAN UN ESAI
UNTUK SMP DAN SMA

Yogyakarta - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan masih akan menguji coba penerapan
Ujian Nasional (UN) berbentuk esai. Uji coba ini diperlukan sebelum UN esai diterapkan
menyeluruh di SMP dan SMA.

"(UN esai) masih uji coba, sebelum nanti diterapkan secara menyeluruh," kata Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, kepada wartawan di Yogyakarta, Kamis
(14/12/2017).

Muhadjir menjelaskan, nantinya UN yang soalnya berbentuk esai jumlahnya tidak terlalu
banyak. Bentuk soal esai, kata Muhadjir, nantinya akan banyak dijumpai di Ujian Sekolah
Berstandar Nasional (USBN).

"UN esai tidak banyak kok, hanya soalnya beberapa saja," jelasnya.

Karena nantinya USBN banyak terdapat soal berbentuk esai, pihaknya akan memaksimalkan
peran Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk mengoreksi USBN. Caranya soal
berbentuk esai tersebut akan dikorekasi satu per satu.

"Ada pedomannya (dalam mengoreksi)," ucapnya.

Sementara untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), kata Muhadjir,
penerapan soal berbentuk esai belum memungkinkan diterapkan. Terkecuali UNBK telah
didesain sesuai dengan program komputer.

https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3770017/kemendikbud-akan-uji-coba-penerapan-
un-esai-untuk-smp-dan-sma?_ga=2.182996646.1429524221.1547277381-
1534751652.1547277381

8
MINAT PELAJAR INDONESIA UNTUK STUDI LANJUT KE
EROPA MAKIN MENINGKAT

Yogyakarta - Benua Eropa masih menjadi tempat populer bagi para pelajar Indonesia untuk
melanjutkan pendidikan inggi. Dari tahun ke tahun jumlahnya makin meningkat.

Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Guérend,
mengatakan pelajar Indonesia yang berangkat ke Eropa pada akhir 2016 berjumlah 6.300, tiga
kali lebih tinggi dari tahun 2011. Secara keseluruhan, lebih dari 11.000 pelajar dan ilmuwan
Indonesia saat ini menempuh pendidikan di Eropa.

"Setiap tahunnya, sekitar 1.600 beasiswa diberikan kepada para pelajar dan dosen dari Indonesia
melalui program beasiswa Erasmus+ dan beasiswa lain dari negara-negara anggota UE," kata
Vincent Guérend, pada Pameran Pendidikan Tinggi Eropa (EHEF) di Jogja Expo Center (JEC),
Yogyakarta, Rabu (1/11/2017).

Pameran pendidikan Eropa di Yogyakarta ini menghadirkan 87 institusi pendidikan tinggi dari
11 negara Eropa. Pada pemeran ini para pelajar di Indonesia untuk dapat berinteraksi langsung
dengan perwakilan universitas-universitas Eropa, konsultasi tentang pembiayaan sendiri atau
peluang beasiswa.

Nur wulan Intan (21), mahasiswi Poltekes di Surakarta, datang ke pameran untuk mencari
informasi pendidikan di Eropa. Menurutnya, kualitas pendidikan di Eropa lebih bagus. Ia
mengaku ingin bisa mendapatkan beasiswa untuk studi di Eropa.

https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3709435/minat-pelajar-indonesia-untuk-studi-
lanjut-ke-eropa-makin-meningkat?_ga=2.182996646.1429524221.1547277381-
1534751652.1547277381

9
MENGHADIRKAN SENYUM ANAK SUKU TENGGER
MELALUI SEKOLAH BARU

Puluhan anak suku Tengger, di Kabupaten Pasuruan, kesulitan mengikuti pelajaran bahkan ada
yang putus sekolah, karena jarak sekolah cukup jauh dan sulit dijangkau dari dusun mereka yang
terpencil. Namun Sekolah Alam Anak Tenger yang selesai dibangun, memberikan harapan baru
akan masa depan anak-anak suku Tengger di kawasan Pegunungan Bromo dan Tengger ini.

Tiupan alat musik terompet yang harmonis dengan gamelan khas suku Tengger mengiringi
peresmian dan penyerahan Sekolah Alam Anak Tengger di Dusun Ketuwon, Desa Ngadiwono,
Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Sejumlah anak perempuan berpakaian kebaya khas
Tengger serta anak laki-laki berbeskap hitam dengan lilitan ikat kepala atau udeng, memenuhi
jalan di samping sekolah yang dibangun oleh Yayasan Arek Lintang (ALIT) bersama sejumlah
donatur.Usai penyerahan dari Yayasan ALIT kepada Kepala Desa Ngadiwono, anak-anak
memasuki bangunan sekolah mereka yang baru, yang terdiri dari 2 kelas dan 1 kamar mandi.
Putri Erika, salah satu siswi kelas 2 SD, mengaku senang dengan adanya sekolah baru di
kampungnya. Selama ini ia harus sekolah di Desa Banyumeneng, yang jaraknya cukup jauh dari
rumah dan melewati hutan serta sungai.“Senang, karena dekat. Selama ini sekolahnya jauh, di
Banyumeneng, jaraknya sekitar empat kilometer,” kata Putri Erika.

Rasa syukur juga diungkapkan Naning, salah satu orang tua murid. Naning berterima kasih telah
dibangunkan gedung sekolah dan tempat berkegiatan di dusunnya, sehingga ia tidak perlu lagi
kesulitan mengantar anaknya sekolah.Anak-anak suku Tengger membunyikan gamelan
slompretan mengiringi peresmian dan penyerahan sekolah (Foto: VOA/Petrus Riski) “Senang,
karena ada kegiatan di kampung sendiri. Terlalu jauh kalau ada di Banyumeneng. Banyak terima
kasih di sini ada sekolahan.”Kepala Desa Ngadiwono, Atim Priyono mengatakan, kondisi akses
jalan yang berbatu dengan letak desa yang cukup terpencil, membuat anak-anak sering tidak
masuk sekolah. Keberadaan gedung sekolah yang baru didirikan ini dirasakan sangat membantu
orang tua yang memiliki anak-anak usia sekolah agar tidak tertinggal pendidikannya daripada
anak-anak di dusun dan desa lain.“Ada sebagian yang ikut kegiatan sekolah di SDN Ngadiwono,
tapi ada sebagian juga yang tidak mau untuk belajar karena faktor kondisi akses jalan tersebut.
Dari Ngadiwono ke Ketuwon tujuh kilometer, tapi untuk Ketuwon ke Ngadiwono lima
kilometer, dan jalannya njenengan (Anda) bisa lihat sendiri kondisi di lapangan, faktanya seperti
itu (rusak), kami tidak mengada-ada, dan memang berat dan sulit dirasakan untuk anak-anak di
masa sekarang untuk bisa sampai ke lokasi sekolah. Apalagi kalau kondisinya seperti ini, musim
hujan, orang tua harus mengawal terus, untuk kegiatan anak, seringkali bolos,” jelas Atim
Priyono.

https://www.voaindonesia.com/a/menghadirkan-senyum-anak-suku-tengger-melalui-sekolah-
baru-/4703835.html

10
ICAEW CARI 100 MAHASISWA TERBAIK DI ASIA
TENGGARA
Senin, 7 Januari 2019 - 15:11 WIB

JAKARTA - The Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) mencari
100 mahasiswa terbaik di Asia Tenggara yang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin bisnis
generasi berikutnya.
ICAEW adalah organisasi keanggotaan profesional terkemuka di dunia yang mempromosikan,
mengembangkan dan mendukung lebih dari 1,7 juta akuntan dan mahasiswa di seluruh dunia.
Kompetisi ICAEW 100 terbuka bagi semua mahasiswa di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Kompetisi ICAEW 100 di Asia Tenggara telah dibuka hingga 15 Maret 2019.
Melalui latihan singkat, mahasiswa akan diuji enam keterampilan profesional, yakni nilai
tambah, komunikasi, pengambilan keputusan, etika dan profesionalisme, memecahkan masalah
dan kerja tim.
ICAEW Head of Indonesia, Deny Poerhadiyanto mengatakan, kompetisi ini adalah bentuk
dukungan ICAEW dalam memajukan dunia akuntansi, bisnis dan keuangan di Indonesia.
"Ini akan menciptakan kesadaran di kalangan mahasiswa betapa pentingnya mendapatkan
kualifikasi profesional seperti ICAEW ACA," kata Deny dalam siaran pers yang diterima
SINDOnews, Senin (7/1/2019).
Saat ini, kata dia, 98% dari perusahaan global terkemuka menggunakan ICAEW Chartered
Accountants. Mereka adalah pemimpin yang memegang standar etika dan integritas tertinggi
yang menangani tantangan paling penting dalam bisnis.
Tahun lalu, kompetisi ini memiliki partisipasi 5.000 mahasiswa dari sekitar 150 universitas di
Inggris.Untuk berpartisipasi dalam kompetisi, lanjut dia, peserta diminta untuk mendaftar dan
menyelesaikan latihan online dalam jangka waktu tidak lebih dari 30 menit.
Setiap peserta hanya teratas. Mereka yang berhasil diizinkan untuk melakukan satu kali latihan.
Disarankan agar mereka memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan latihan.
Dia menjelaskan, skor keseluruhan akan menentukan siapa yang masuk ke urutan 100 pemimpin
masuk ke urutan tersebut akan menerima email. 100 orang teratas akan dicantumkan
berdasarkan abjad dan tidak berdasarkan peringkat skor. Pemenang 100 urutan teratas hanya
akan diumumkan setelah kompetisi berakhir.
“Kami mengundang mahasiswa Indonesia di universitas untuk beradu keterampilan melawan
rekan-rekan mereka di kawasan Asia Tenggara dengan bergabung dalam kompetisi ICAEW
100. Hadiah utamanya termasuk uang tunai sebesar USD2.000 untuk pemenang secara

https://nasional.sindonews.com/read/1368448/144/icaew-cari-100-mahasiswa-terbaik-di-asia-
tenggara-1546848687

11
KONTEN KHUSUS UN UNTUK SISWA DI DAERAH BENCANA
Sabtu, 29 Desember 2018 - 10:42 WIB

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerapkan kebijakan


ujian nasional (UN) khusus di daerah bencana. Materi ujian nantinya akan disesuaikan dengan
materi pelajaran terakhir yang mereka dapatkan.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno
mengatakan, kebijakan yang akan diterapkan pada UN di lokasi bencana khususnya di Lombok
dan Palu adalah pada materi soal yang akan diujikan kepada peserta didik baik di jenjang SMP,
SMA, ataupun SMK.Menurut Totok, pemerintah akan memberi soal khusus pada materi
pelajaran terakhir yang siswa di lokasi bencana pelajari. "Konten yang diujikan nanti akan
sampai ke semester terakhir dia belajar," katanya saat Taklimat Media di Kantor Kemendikbud
kemarin.Totok mengatakan, meski banyak infrastruktur yang rusak karena bencana, UN berbasis
komputer (UNBK) masih bisa dijalankan. Menurut dia, metodenya disebut dengan Remote
Printing, yakni perpaduan ujian online, tetapi siswa akan menjawab soalnya di atas kertas.
Selain itu para siswa terdampak bencana yang pindah ke sekolah di daerah lain juga akan
menjalani UN dengan konten ujian pada semester terakhir yang mereka pelajari. Totok
menjelaskan, saat ini tengah dilakukan pendataan oleh sekolah penampung melalui sistem
pendataan bernama Bio UN.
“Sekolah ini mengidentifikasi siswa tersebut, berasal dari mana, belajarnya sampai di semester
berapa. Nanti secara spesifik soalnya akan disesuaikan,” ujarnya.
Kebijakan pelaksanaan UN di daerah terdampak bencana telah dimuat dalam Prosedur Operasi
Standar (POS) UN Tahun 2019. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa Badan Standar Nasional
Pendidikan (BSNP) sebagai penyelenggara UN berkoordinasi dengan Balitbang, direktorat, dan
pemerintah daerah, akan mengatur secara khusus pelaksanaan UN di daerah terdampak bencana
berkaitan dengan jadwal, tempat, moda pelaksanaan, bahan, dan pengolahan hasil UN.
Sementara itu Kepala BSNP Bambang Suryadi mengatakan, prosedur operasional standar UN
baik di lokasi bencana ataupun bukan, tidak akan ada bedanya. Perbedaannya adalah perlakuan
khusus seperti konten ujian yang akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
“Nanti Kemendikbud yang akan berkoordinasi dengan masing-masing daerah,” jelasnya ketika
dihubungi KORAN SINDO.Bambang melanjutkan, mengenai lokasi ujian karena banyak
sekolah yang rusak, maka Kemendikbud juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah
daerah untuk menentukan lokasi ujiannya. “Untuk hal teknis seperti ini tidak ditangani BSNP.
Direktorat terkait di Kemendikbud akan berkoordinasi. Apakah di tempat penampungan
sementara atau di mana. Nanti akan Sebelumnya, Kepala BSNP mengatakan, jadwal
pelaksanaan UN tahun depan akan dilaksanakan serentak pada bulan ketiga atau Maret.
Bambang menjelaskan, tahun lalu pelaksanaan UN dilaksanakan pada April. Perubahan jadwal
UN 2019 ini dimaksudkan untuk menghormati ibadah puasa.
“Waktu pelaksanaan UN 2019 sedikit bergeser ke depan dibandingkan tahun 2018. UN tahun
2018 dimulai pada April, sedangkan UN 2019 dimulai pada Maret. Pergeseran ini karena
menyesuaikan waktu puasa Ramadan yang diproyeksikan mulai 5 Mei 2019,” ujarnya.

https://nasional.sindonews.com/read/1366551/144/konten-khusus-un-untuk-siswa-di-daerah-
bencana-1546054948

12
HARI PENDIDIKAN NASIONAL, SAINS UNGKAP USIA IDEAL
BELAJAR BAHASA BARU

Gloria Setyvani Putri Kompas.com - 02/05/2018, 12:41 WIB Ilustrasi belajar Ilustrasi
belajar(YakobchukOlena) KOMPAS.com - Penelitian terbaru yang terbit di jurnal Cognitive,
Senin (1/5/2018), menyarankan belajar bahasa baru dimulai saat usia 10 tahun agar memiliki
kefasihan seperti penutur asli. Temuan yang dilakukan Massachusetts Institute of Technology di
AS menyebut pembelajaran bahasa baru tetap dapat dilakukan hingga remaja. Kemampuan
memahami bahasa baru akan turun di usia 17 sampai 18 tahun. Baca juga : Benarkah Bahasa
Muncul 1,5 Juta Tahun Lebih Awal dari Perkiraan? Dalam penelitiannya, tim mengukur
kemampuan gramatikal 670.000 orang dari berbagai usia dan kebangsaan lewat kuis. Sekitar
246.000 peserta tumbuh hanya dengan menggunakan bahasa Inggris, sementara sisanya dengan
dua atau multi bahasa. Bahasa ibu yang dimiliki para responden antara lain bahasa Finlandia,
Turki, Jerman, Rusia, dan Hongaria. Mayoritas responden berusia 20 sampai 30 tahunan. Peserta
termuda 10 tahun dan yang paling tua di akhir 70-an. Dilaporkan The Independent, Senin
(1/5/2018) peserta diminta mencamtumkan umur dan sejak kapan belajar bahasa Inggris
sebelum mereka menentukan apakah sebuah kalimat sudah sesuai secara gramatikal. Setelah
menganalisis jawaban dengan menggunakan model komputer, para ilmuwan menemukan
pembelajaran bahasa kedua dapat diserap saat masa kecil hingga masa remaja. Namun, bukan
berarti penyerapan bahasa kedua saat dewasa tidak mungkin terjadi. Baca juga : Ternyata,
Belajar Bahasa Asing Bisa Dibantu Dengan Tidur Hasil menunjukkan, orang yang belajar
bahasa kedua setelah usia 18 tahun bisa saja memahami tata bahasa baru. Namun,
kemampuannya tidak akan sama dengan penutur asli. "Mungkin ini karena perubahan biologis,
atau sesuatu yang berhubungan dengan sosial budaya," ujar rekan penulis studi Josh
Tenenbaum, seorang profesor ilmu otak dan kognitif di Massachusetts Institute of Technology
kepada BBC. "Saat belajar bahasa kedua di usia 17 atau 18 tahun ada kemungkinan kemampuan
penyerapan menjadi lebih kecil. Hal ini mungin karena kegiatan di luar rumah seperti bekerja,
kuliah, dan sebagainya. Hal ini mungkin memengaruhi tingkat pembelajaran bahasa apa pun,"
imbuhnya.

https://sains.kompas.com/read/2018/05/02/124157123/hari-pendidikan-nasional-sains-ungkap-
usia-ideal-belajar-bahasa-baru.

13
KEMENDIKBUD OPTIMALISASI ANGGARAN FUNGSI
PENDIDIKAN

Kamis, 3 Januari 2019 - 14:11 WIB


JAKARTA - Kemendikbud akan mengoptimalisasi anggaran fungsi pendidikan. Kementerian
ini juga akan berkoordinasi dengan kementerian lain yang terkait soal mekanisme dan
pengawasan agar pemakaian anggaran tepat sasaran.
Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, sebagai urusan
yang kewenangannya dibagi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, beberapa langkah
strategis di bidang pendidikan akan segera dijalankan Kemendikbud pada 2019.
“Kami akan mempertajam penggunaan anggaran fungsi pendidikan agar lebih optimal. Karena
itu, kami akan melakukan sinkronisasi dalam pemanfaatan anggaran agar lebih tepat sasaran,”
kata Mendikbud dalam siaran pers kemarin. Dalam optimalisasi ini, Kemendikbud akan
menggandeng kementerian dan lembaga-lembaga terkait untuk mengawal distribusi dan
penggunaan dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) yang selama ini
ditransfer langsung ke pemerintah daerah.
Menurut Muhadjir, dalam APBN 2019 jumlah alokasi anggaran fungsi pendidikan yang
ditransfer ke kas daerah mencapai 62,6% atau Rp308 triliun lebih dari total Rp492,5 triliun.
Maka, diperlukan mekanisme pelaksanaan dan pengawasan yang baik agar penggunaan
anggaran fungsi pendidikan dapat lebih dapat dirasakan manfaatnya.
Langkah kedua, optimalisasi penggunaan anggaran sebesar 7,3% dari total 20% anggaran fungsi
pendidikan di Kemendikbud, untuk memacu percepatan perbaikan pendidikan di daerah.
Kemudian, Kemendikbud akan melakukan sinkronisasi penggunaan anggaran fungsi
pendidikan, baik yang berada di pusat maupun daerah.
“Itu agar tidak terjadi tumpang tindih penggunaan anggaran baik di APBD (anggaran
pendapatan dan belanja daerah) berupa DAU dan DAK, maupun APBN yang ada di
Kemendikbud sehingga bisa semaksimal mungkin menangani masalah pendidikan di daerah,”
ujar mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.
Melalui proses pembahasan bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan,
Kemendikbud telah menyiapkan 2.580 zona pendidikan menengah. Guru besar Universitas
Muhammadiyah Malang ini menyampaikan bahwa zonasi pendidikan merupakan strategi jangka
panjang untuk menata sistem persekolahan.
“Yang penting kita sempurnakan dari waktu ke waktu. Yang ku rang kita per baiki, yang sudah
baik kita tingkatkan. Tetapi, intinya semua solusi masalah pendidikan dalam kaitan kebijakan di
tingkat pusat nanti akan berbasis zonasi,” kata Muhadjir.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud Didik Suhardi menambahkan, zonasi pendidikan
bukan hanya untuk penerimaan peserta didik baru, tetapi tujuan utamanya adalah untuk
memeratakan kualitas layanan pendidikan di seluruh Tanah Air.

https://nasional.sindonews.com/read/1367589/144/kemendikbud-optimalisasi-anggaran-fungsi-
pendidikan-1546499469

14
BADAN BAHASA BUAT KAMUS BRAILLE
Kamis, 27 Desember 2018 - 12:31 WIB

JAKARTA - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa membuat Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) Braille pertama di Indonesia. Kamus inipun akan menjadi sarana
mencerdaskan kehidupan bangsa terutama bagi penyandang disabilitas netra.
Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kemendikbud Gufran Ali Ibrahim mengatakan, pihaknya menyerahkan master Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) Braille kepada Kemendikbud dan juga Kemensos agar kamus ini bisa
disebarluaskan ke para penyandang disabilitas.
KBBI ini terbagi atas 139 jilid yang didalam setiap jilidnya berisi 50 lembar kertas khusus
cetakan braille. “Kamus ini unik karena dibacanya dengan tangan bukan dengan mata. Kami
ingin mewujudkan keadilan dan kemerataan informasi bagi semua kalangan. Termasuk
penyandang disabilitas,” katanya saat serah terima KBBI Braille di Jakarta kemarin.
Dari segi isi KBBI Braille tidak berbeda dengan KBBI V atau KBBI non Braille. Perbedaanya
hanyalah pada tambahan nama instansi pengalih huruf berikut percetaknya serta logo Braille.
Bagian depan kamus ini berisi petunjuk pemakaian, lalu batang tubuh berupa entri kamus dari
A-Z dan bagian belakang berisi lampiran.
Gufran mengatakan kamus ini disiapkan selama enam bulan dimana awalnya diinisasi dari
sebuah rapat di awal tahun 2018 tentang perlunya kamus bagi penyandang disabilitas netra.
Pengerjan alih huruf KBBI ini juga mengikutsertakan penyandang disabilitas netra langsung
sebagai pengguna kamus.
Direktur Pembinaan Khusus dan Layanan Khusus Kemendikbud Ditjen Pendidikan Dasar dan
Menengah Kemendikbud Poppy Dewi Puspitawati menjelaskan bahwa kamus ini akan menjadi
fasilitas informasi kosakata baru kepada siswa penyandang disabilitas. “Kamus ini akan
menambah wawasan mereka dengan informasi kosakata baru yang akan sangat bermanfaat bagi
pengetahuan mereka di sekolah,” jelasnya.Poppy menerangkan, sampai saat ini ada 2.200
sekolah luar biasa yang berdiri di Indonesia. Dia mengatakan, sudah ada printer untuk mencetak
master dari KBBI yang baru saja diserahterimakan. Hanya saja untuk proses penggandaanya
akan melihat dari ketersediaan anggaran dulu.
Dia mengatakan kemungkinan pada 2020 KBBI ini baru akan diperbanyak sehinggga bisa
menyebar ke seluruh sekolah luar biasa. Kalaupun belum ke satu sekolah, katanya, paling tidak
KBBI ini bisa ditempatkan di satu kabupaten dulu.

https://nasional.sindonews.com/read/1366064/144/badan-bahasa-buat-kamus-braille-
1545888658

15
YUK, BANTU 4,4 JUTA ANAK DI INDONESIA YANG TAK
BERSEKOLAH
Rabu, 19 Desember 2018 | 16:48 WIB

Survei Indonesia National Assessment Programme (INAP) yang terakhir dilakukan pada 2016
lalu juga mengungkap bahwa di tingkat sekolah dasar, hanya 23 persen siswa kelas 4 yang
berhasil mencapai batas minimum nasional kemampuan matematika dan hanya 53 persen dalam
membaca.

Itulah sebabnya perusahaan taksi Bluebird kali ini memilih untuk bekerja sama dengan United
Nations Children’s Fund (UNICEF) dalam bersumbangsih untuk kesejahteraan anak Indonesia.
Kerja sama ini memungkinkan para penumpang serta masyarakat Indonesia yang ingin
berpartisipasi dalam memberikan donasi dengan mengakses situs www.unicef.id/bluebird, di
mana skema donasi dapat diberikan melalui 'donasi rutin' atau 'donasi sekali'.

Untuk mengajak lebih banyak masyarakat mau membantu anak dan remaja kurang beruntung di
Indonesia demi mendapat pendidikan yang layak, mereka juga akan memasang wobbler di
10.000 armada serta video tentang pentingnya pendidikan bagi mereka yang membutuhkan
dalam In-Taxi Entertainment di 500 kendaraan.

Deputy Representative UNICEF untuk Indonesia, Robert Gass mengatakan bahwa Indonesia
memiliki aset tak ternilai, yaitu hampir 80 juta anak-anak dan remaja. Menurutnya, penting
untuk berinvestasi bagi kemajuan mereka melalui pembelajaran dan pendidikan.

Ia juga menambahkan bahwa demi bisa membuka potensi terbaik generasi muda Indonesia,
hambatan yang menghalangi anak dan remaja untuk berpartisipasi dan menyelesaikan
pendidikan harus dihapus.

https://www.viva.co.id/gaya-hidup/inspirasi-unik/1104786-yuk-bantu-4-4-juta-anak-di-
indonesia-yang-tak-bersekolah

16
Bekasi Siapkan Pembangunan Sekolah Terpadu untuk Difabel
Antonio • Rabu, 05 Dec 2018 17:25 WIB

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi saat meninjau SDN Margajaya III, Kota Bekasi, Jawa Barat,
Istimewa

Bekasi: Pemerintah Kota Bekasi mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sekolah


terpadu bagi penyandang disabilitas di wilayahnya. Jumlahnya sekitar Rp2 sampai Rp3 miliar
dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi tahun 2019.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, sekolah terpadu bagi penyandang disabilitas itu
nantinya akan menyiapkan fasilitas untuk meningkatan kreatifitas penyandang disabilitas.

Dirinya menjelaskan, SD Margajaya III akan disatukan ( merger ) dengan beberapa sekolah
seperti SD Margajaya I, IV dan V. Setelah itu, dijadikan SMP yang memiliki 24 ruang kelas
dengan kemungkinan menampung kurang lebih 400 siswa.

"Sebelahnya akan dibuat sekolah disabilitas. Kurang lebih ada enam RKB (Ruang Kelas Baru).
Kemungkinan nanti diperuntukkan untuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama
dengan luas lahan 38x31 meter. Dan anggaran yang dialokasikan kurang lebih 2 sampai Rp3
miliar," kata dia di Bekasi, Rabu, 5 Desember 2018.

Rahmat menyatakan, sekolah terpadu tersebut tentunya memerlukan fasilitas khusus untuk
menunjang aktivitas siswa penyandang disabilitas yang bersekolah.

"Seperti tangga ataupun klosetnya juga khusus karena diperuntukkan bagi anak-anak yang
berkebutuhan khusus. Jadi ini digagas pada saat Pak Jokowi kemaren hadir di Kota Bekasi, dan
kita baru sadar, ternyata banyak anak-anak kita yang butuh sekolah khusus, sebenarnya itu juga
tercetus sebagai salah satu janji kampanye, jadi sekarang saya realisasikan," imbuhnya.
Ke depan, akan terdapat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan juga sekolah
disabilitas dalam satu wilayah. Ia berharap agar kebersamaan selalu dijaga dan tidak boleh
saling berebut wilayah SD, wilayah SMP ataupun wilayah sekolah disabilitas.

http://news.metrotvnews.com/peristiwa/yNLv7ZPk-bekasi-siapkan-pembangunan-sekolah-
terpadu-untuk-difabel

17
ANIES MINTA GURU SMU DOKTRIN BENCI JOKOWI
DIJAUHKAN DARI SISWA
Kamis, 11 Oktober 2018 | 13:59 WIB

VIVA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menanggapi kabar tentang guru agama
di SMA 87 Jakarta yang diduga melakukan doktrin kebencian terhadap Joko Widodo kepada
siswanya di sekolah.

Menurut Anies, jika hal itu benar adanya, dia meminta guru tersebut ditarik dari kelas. Dia juga
diminta tidak berinteraksi lagi dengan siswa.

"Kalau ada guru yang bermasalah dengan siswa, tarik dari sekolah tarik dari kelas. Sehingga dia
tidak berada di kelas dulu, tidak berinteraksi dengan siswa," kata Anies di Balai Kota, Kamis 11.
Oktober 2018.

Jika terbukti, menurut Anies yang bersangkutan disarankan segera dijauhkan, sampai proses
pendisiplinan selesai. Kendati demikian, status kepegawaian guru itu tetap berjalan.

"Ada aturannya, jika terbukti dia harus dijauhkan dahulu dari siswa, sampai proses pendisiplinan
tuntas. Tapi status kepegawaian tidak," ungkapnya.Ditambahkan Anies, proses penarikan itu
tentunya tak lain untuk memberikan rasa aman untuk semua. Juga menjaga kondisi sekolah tetap
kondusif."Itu dilakukan agar keadaan aman. Proses pendisiplinan sebagai bagian untuk
menciptakan kondisi yang lebih kondusif," katanya.Seperti diketahui, guru agama di sekolah
tersebut melakukan ujaran kebencian ketika memperlihatkan video gempa Palu ke siswa dalam
kegiatan belajar-mengajar. Dia menuding Jokowi bersalah atas musibah di Sulawesi
Tengah.Komisioner Bawaslu DKI Jakarta, Muhammad Jufri mengatakan, setelah dilakukan
penyelidikan ke sekolah dan guru yang bersangkutan, dia tidak merasa melakukan perbuatan
tersebut.Saat ini sedang dilakukan penelusuran orang yang mengirim pesan atau sms itu ke
kepala sekolah. Bahkan setelah kepala sekolah memanggil, tidak ada juga pengakuan dari yang
bersangkutan. Bawaslu berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkap siapa penyebar pesan
itu."Kami akan telusuri sampai jelas siapa orangnya. Tentunya perlu juga konfirmasi ke orang
yang disangkakan," kata Muhammad Jufri.

https://www.viva.co.id/berita/metro/1083440-anies-minta-guru-smu-doktrin-benci-jokowi-
dijauhkan-dari-siswa

18
PENDIDIKAN DI SINGAPURA TINGGALKAN SISTEM
PERINGKAT DI KELAS

Rabu 17 Oktober 2018 15:32 WIB

JAKARTA – Pendidikan di Singapura tidak membandingkan lagi kinerja siswanya di sekolah.


Sistem pendidikan ini pun mampu merubah sikap bahwa siswa harus belajar dan bukan
berkompetisi.

Sebelumnya sistem pendidikan Singapura dikenal dengan sistem yang menekankan akademik
siswanya untuk mendapatkan nilai yang sempurna. Namun pada 2019, ulangan atau ujian untuk
siswa yang berusia 6-8 tahun akan dihapus. Tetapi para guru akan tetap memberikan penilaian
untuk memberikan pemahaman dan feedback selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Sistem pendidikan Singapura kini tidak lagi menunjukkan posisi siswa di kelas atau rangking
pada buku laporan (rapor) untuk membiarkan siswa fokus pada pengembangan dirinya dan
mencegah untuk tidak ada perbandingan dengan siswa lainnya.Menteri Pendidikan Singapura
Ong Ye Kung mengatakan, sistem pendidikan Singapura tahun ini akan berubah dengan
mengurangi fokus akademik siswanya dan lebih fokus kepada pengembangan diri dari
“Mengurangi fokus akademik dengan tidak terlalu berlebihan mengejar nilai. Lebih membantu
siswa-siswa untuk mempersiapkan tantangan dunia kedepan pasti akan sangat kompleks dan
tentunya akan menjadi pembelajaran seumur hidupnya pada tahun 2020,”ujarnya yang dikutip
Okezone dari video resmi di Facebook World Economic Forum, Rabu (17/10/2018). Ong Ye
menambahkan, keterampilan kerja yang dibutuhkan saat ini akan terlihat sangat berbeda,
misalnya seperti kemampuan soft skills. “Keterampilan kerja yang penting saat ini yaitu
mengasah softskills seperti kreativitas atau kepemimpinan. Karena hal tersebut kemungkinan
akan meningkat jika penting atau banyak orang yang mencari. Sehingga karyawan akan
membutuhkan tambahan 101 hari pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan pada tahun
2022,” ucapnya Lebih lanjut Ong Ye membenarkan bahwa ujian akhir juga akan dihapus. Lanjut
Ong, untuk beberapa siswa senior akan di bebaskan untuk lebih memiliki banyak waktu dan r

https://news.okezone.com/read/2018/10/17/65/1965241/pendidikan-di-singapura-tinggalkan-
sistem-peringkat-di-kelas

19
KUNCI MAJUNYA SUMBER DAYA MANUSIA RI, INVESTASI
PENDIDIKAN

VIVA – World Bank telah merilis indeks modal manusia atau human capital index (HCI).
Dalam indeks itu Indonesia hanya sebesar 0,53 dari skala satu.

Ini menyebabkan Indonesia ada di peringkat 87 dari 187 negara, atau tertinggal dari Singapura
di peringkat 1, Vietnam 48, Malaysia 55, dan Thailand 65.

Ekonom senior Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Fauziah Zen,
menjelaskan, dari tiga indikator indeks yang mencakup tingkat pendapatan, kesehatan, dan
pendidikan manusia tersebut membuat Indonesia terbelakang, terlebih tidak fokusnya
pemerintah investasi di pendidikan.

"Indonesia itu kita tahu punya problem di education level. Kalau lihat semua indikator yang ada,
misalnya tingkat literasi, lihat saja kenapa hoaks sangat merajalela, karena tingkat education
dalam artian kualitas jelek," kata Fauziah saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat 19 Oktober
2018.

Dia menjelaskan, hal itu menjadi penyebab lantaran dua indikator lainnya di Indonesia berjalan
lurus sesuai dengan arah tujuannya. Seperti tingkat pendapatan masyarakat yang dikatakannya
terus meningkat, akibat tingkat upah yang ditentukan pemerintah dipastikan selalu naik untuk
mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, terkait tingkat kesehatan, juga terus menjadi perhatian pemerintah melalui
berbagai program kebijakan kesehatannya, seperti misalnya melalui BPJS Kesehatan. Meskipun
saat ini masih terkendala akibat sistem manajemennya yang belum stabil, sehingga masih
mengalami defisit.

"Menurut saya sih, saya enggak khawatir BPJS Kesehatan ini defisit. Karena itu momentum
orang melihat, oh kita enggak bisa kayak gini terus karena enggak sustain, harus dibenerin. Itu
jadi momentum menurut saya, karena kita itu di-set di undang-undang yah bahwa itu wajib. Jadi
nanti

https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1085979-kunci-majunya-sumber-daya-manusia-ri-investasi-
pendidikan

20
21