You are on page 1of 7

PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS JIWA MASYARAKAT

A. Pengkajian Keperawatan

1.Data Inti (Core)

a. Riwayat

1) Usia penderita:

a) Anak : 15 – 20 tahun

b) Orang tua : 32 tahun

2) Jenis ganguan jiwa yang pernah diderita: gangguan konsep diri: harga diri rendah,
memandang dirinya tidak sebaik teman-temannya di sekolah.

3) Riwayat trauma : takut yang berlebihan

4) Konflik : penganiayaan

b. Demografi

1) Vital statistik:

Kelurahan Patimuan terletak di Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap. Kelurahan


Patimuan berbatasan langsung dengan 4 Kelurahan. Sebelah utara berbatasan dengan
Kelurahan purwodadi, sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan cinyawang, sebelah
timur berbatasan dengan Kelurahan sidamukti, dan sebelah barat berbatasan dengan
Kelurahan Maos. Kelurahan Patimuan terdapat 5 RW, dan setiap RW ada 5 RT, dan setiap
RT terdapat 28 Kepala Keluarga.

2) Agama : Islam

3) Budaya : Jawa

2. Data Delapan subsistem

a. Lingkungan fisik

Kualitas udara di Kelurahan Patimuan cukup bersih tidak ada polusi udara, karena
Kelurahan tersebut masih banyak terdapat pohon-pohon rindang. Di Kelurahan Patimuan
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari memakai air sumur jadi selama pohon-pohon itu
masih mampu menampung air, ketersediaan air bersih akan terpenuhi.

Tingkat kebisingan di Kelurahan Patimuan masih diambang batas normal, karena di


Kelurahan tersebut tidak terdapat pabrik ataupun industri. Selain itu kendaraan bermotor
yang bisa menjadi sumber kebisingan juga jarang berlalu-lalang di Kelurahan tersebut,
karena warga di Kelurahan Patimuan lebih banyak menggunakan sepeda untuk beraktifitas
sehari-hari.

Jarak antar rumah di Kelurahan Patimuan sangan dekat, hampir tak ada pagar
pembatas untuk tiap-tiap rumah. Kepadatan penduduk di Kelurahan Patimuan sangat padat.
Faktor pengganggu seperti hewan buas ataupun hewan pemangsa tidak ada.

Sebagian besar pendidikan warga masyarakat Kelurahan Patimuan lulusan SD, urutan
yang kedua lulusan SMP dan sisanya lulusan SMA. Untuk yang sekolah sampai sarjana masih
bisa di hitung dengan jari. Sarana pendidikan belum begitu terpenuhi, apalagi terkait sarana
pendidikan jiwa, belum ada. Terkait sarana pendidikan formal terdapat 5 SD di Kelurahan
Patimuan, untuk sekolah SMP ada satu dan SMA juga ada satu.

b. Keamanan & transportasi

Petugas keamanan di Kelurahan Patimuan sistemnya digilir. Jadi setiap malam ronda
yang terpusat di pos kamling kemudian keliling Kelurahan, untuk pembagian jadwalnya
diatur oleh penanggung jawab keamanan di Kelurahan tersebut. Setiap malam ada 2 orang
yang bertugas.

Sarana tranportasi yang biasa digunakan adalah sepeda “onthel” dan sebagian kecil
menggunakan motor sebagai alat transportasinya. Tidak jarang orang bepergian ke kota
harus jalan kaki dahulu keluar Kelurahan, setelah itu naik angkot atau kendaraan umum
lainnya. Untuk keamanan transportasi sendiri masih terjaga, selain karena ada jadwal pos
kamling setiap malam, warga Kelurahan Patimuan orangnya lebih bangga dengan barang-
barangnya sendiri. Jadi untuk situasi keamanan lingkungan masih terjaga. Tidak ada
pencurian, perampokan, perkosaan apalagi perkelahian antar warga. Kelurahan Patimuan
walaupun sebagian besar tingkat penghasilan warganya tergolong menengah kebawah,
namun mereka bangga dengan hasil yang halal, untuk pencurian atau perampokan jarang
terjadi.

Keamanan di jalan bisa dipastikan kurang terpenuhi, selain karena jalannya apabila
hujan licin, dan apabila musim kemarau berdebu. Jadi untuk keamanan di jalan kurang
terjaga, masih ada yang terjatuh gara-gara selip ataupun senggolan karena sempitnya gang
masuk di Kelurahan tersebut.

c. Petugas di jalan raya

Petugas dijalan raya di dekat Kelurahan Patimuan sudah bekerja seoptimal mungkin.
Kecelakaan juga jarang terjadi, karena polisi yang bertugas di lalu lintas mewajibkan setiap
pengendara sepeda motor memakai helm, dan untuk pengendara mobil wajib memakai
sabuk pengaman. Jadi walaupun di jalan raya ramai dengan kendaraan, kecelakaan bisa di
minimalisir.
Antara Kelurahan Patimuan dengan Kelurahan sebelah dihubungkan dengan
jembatan penyeberangan. Jembatan tersebut terbuat dari bahan bangunan. Jadi untuk
keamanan sudah terpenuhi. Tidak ikut hanyut terbawa sungai, kalaupun itu hujan deras.

d. Politik & pemerintahan

Pemerintah daerah (Pemda) setempat kurang tanggap dengan kejadian gangguan


jiwa di masyarakat. Pemda masih fokus dengan masalah-masalah yang sifatnya medis,
misalnya demam berdarah, diare, kusta, terkait program imunisasi lengkap. Gangguan jiwa
masyarakat belum mendapatkan perhatian khusus. Skrining warga dengan gangguan jiwa
juga belum pernah dilakukan. Aturan pemda tentang jiwa di masyarakat sudah ada, tetapi
dalam prakteknya keluarga pasien yang berinisiatif membawanya berobat ke pelayanan
pengobatan terkait. Perlindungan warga dari pasien jiwa juga kurang optimal. Stigma negatif
untuk orang dengan gangguan jiwa masih melekat dalam kehidupan warga Kelurahan
Patimuan.

Situasi politik di Kelurahan Patimuan juga kurang terlihat. Pemerintah setempat lebih
tertarik membiayai pemenuhan sarana dan prasarana di Kelurahan Patimuan, bukan tertarik
di kesehatannya, lebih-lebih tertarik dengan kesehatan jiwa masyarakat. Jadi pengaruhnya
dengan jiwa masyarakat tidak terdeteksi lebih dini. Banyak orang stress dengan semakin
meningkatnya kebutuhan, tetapi tingkat penghasilan minimal. Yang seperti itu kurang
mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat.

e. Pelayanan umum dan kesehatan

Akses pelayanan kesehatan jiwa terhadap masyarakat kurang terjangkau. Ada


puskesmas pembantu di Kelurahan Patimuan itupun melayani penyakit yang umum
dimasyarakat seperti flu, batuk, dan panas. Puskesmas di Kecamatan harus menempuh jarak
10 km untuk mengakses pelayanan kesehatan tersebut. Kalau mau ke rumah sakit harus
menempuh jarak +/- 20 km.

Jenis pelayanan kesehatan jiwa yang diberikan adalah belum begitu berpengaruh
dengan masih tingginya tingkat stress warga di Kelurahan Patimuan. Pelayanan yang
biasanya dilakukan adalah memberikan penyuluhan sederhana terkait steres dan
dampaknya jangka panjang. Dampak pelayanan kesehatan bagi kesehatan jiwa masyarakat
bisa diminimalisir untuk kejadian gannguan jiwa, apalagi yang sampai mengamuk ataupun
merusak prasarana Kelurahan. Jadi deteksi dini jiwa msyarakat perlu dioptimalkan lagi oleh
petugas pelayanan kesehatan terutama kita sebagai perawat. Tidak menungga ada kasus,
tetapi kita harus peka dengan kejadian walaupun itu baru stress masyarakat.

Jenis pelayanan umum untuk masyarakat adalah kesehatan ibu dan anak, KB,
imunisasi, pelayanan kesehatan untuk masyarakat yang sakit umum, seperti flu, batuk,
panas. Untuk penyakit yang serius akan di rujuk di rumah sakit terdekat.
f. Komunikasi

Komunikasi yang digunakan di wilayah kelurahan Patimuan adalah musyawarah yang


dilakukan antar warga dan pejabat kelurahan, serta setiap informasi yang ada sering
dilakukan melalui masjid yang ada. Media komunikasi yang ada di masyarakat Patimuan
cukup di mengerti oleh warga, namun terhadap kesehatan jiwa belum begitu berdampak
karena masih sedikit media yang menjelaskan mengenai kesehatan jiwa.

g. Ekonomi

Kondisi ekonomi yang sedang sulit di sebagian keluarga di kelurahan Patimuan, maka
kesejahteraan masyarakatnya masih rendah. Karena kesejahteraaan ekonomi yang rendah,
maka ada sebagian keluarga yang mengalami sedikit gangguan jiwa seperti seringnya marah-
marah pada anak sehingga anak mengalami gangguan konsep diri. Peluang penghasilan
tambahan masyarakat di kelurahan Patimuan ke banyakan warganya adalah petani, namun
karena musim yang sedang mendukung ada juga sebagian warga menggunakan kendaraan
sepeda motornya untuk mengojeg, dan ada ibu-ibu yang berdagang di depan rumahnya.

Kepadatan kerja masyarakat dan dampak terhadap kesehatan jiwa masyarakat.


Karena kebanyakan warga hanya petani, pada saat musim tidak mendukung untuk bertani
maka sebagian warga beralih ke pekerjaan yang sama seperti mengojeg, sehingga
menyebabkan saingan dan juga pendapatan yang kurang maka para orang tua sering marah
pada anaknya sebagai pelampiasan kekesalannya terhaap kondisi ekonomi.

h. Rekreasi

Sarana rekreasi yang sering digunakan oleh warga yang ada di kelurahan Patimuan
adalah bermain bersama di lapangan bola setiap sore, dan sering berkumpul mengobrol di
lingkungan rumah. Warga yang ada di kelurahan Patimuan biasanya melakukan rekreasi di
lapangan pada sore hari dan banyak yang berkumpul di lingkungan rumah pada saat malam
sehabis magrib.

Dampak rekreasi terhdap kesehatan jiwa masyarakat rekreasi yang ada cukup
memberikan dampak positif pada warga, karena semakin terjalinnya kebersamaan dan rasa
peduli antar warga dan sering berdiskusi untuk mengatasi masalah ekonomi yang sulit
sehinga kondisi emosional sebagian warga yang sering marah dapat di kurangi dengan saling
berdiskusi pada saat berkumpul di lingkungan rumah.

B. Diagnosa Keperawatan
Harga diri rendah situasional pada remaja di kelurahan Patimuan berhubungan dengan Gangguan
gambaran diri yang dimanifestasikan dengan Akibat dimarahi dan diperlakukan kasar sama orang
tua.

C. Perencanan

1. Tujuan Jangka Panjang

Koping komunitas di kelurahan Patimuan menjadi efektif dalam menjalani masalah.

2. Tujuan Jangka Pendek

a. Orangtua di Kelurahan Patimuan dapat mengatasi Stres.

b. Tidak terjadi Kekerasan pada remaja di kelurahan Patimuan.

c. Remaja di Kelurahan Patimuan tidak lagi takut dengan orangtuanya.

d. Percaya Diri paa remaja di kelurahan Patimuan meningkat.

e. Kedekatan orang tua dan remaja menjadi lebih baik.

D. Tindakan

Dx Tujuan Umum Tujuan Khusus Strategi Rencana Kegiatan Sumber Tempat Waktu

Dx. Setelah dilakukan Setelah dilakukan Proses 1. Pembentukan kelompok 1. Kader Aula Kelurahan Setiap hari
I tindakan tindakan kelompok kerja kesehatan jiwa di kesehatan Patimuan minggu,
keperawatan keperawatan selama desa dilakukan 2
2. Tokoh
selama 3 1 minggu : kali/ minggu.
2. Pembentukan kelompok masyarakat
minggudiharapkan
Warga Kelurahan pendukung seperti
orangtua di 3. Mahasiswa
Patimuan dapat kelompok pengajian,
Kelurahan
membentuk kelompok diskusi 4. Materi
Patimuan bisa
kelompok kerja kesehatan jiwa. tentang
melakukan
kesehatan jiwa di kesehatan
tindakan koping
desa dan kelompok jiwa
yang efektif.
pendukung .

Setelah dilakukan Pedidikan 1. Latihan 1. kader Aula Kelurahan Setiap hari


tindakan kesehatan kepemimpinan kesehatan Patimuan minggu,
keperawatan selama Jiwa melalui dilakukan 2
2 minggu warga
kelurahan patimuan Formasi (mengadakan training 2. tokoh kali/ 1
dapat melakukan kepemimpinan motivasi) masyarakat minggu
demonstrasi tentang
2. Edukasi (penyuluhan 3. Tokoh
bagaimana cara
tentang bagaimana Agama
menyelesaikan suatu
cara memecahkan
masalah yang baik. 4. mahasiswa
masalah)
5. materi
tentang
kesehatan
jiwa

Setelah dilakukan Pemberdayaan 1. Pembinaan keluarga 1. kader Aula Kelurahan Setiap hari
tindakan dan kemitraan sehat dan anggota kesehatan Patimuan minggu,
keperawatan selama keluarga resiko dilakukan 2
2. tokoh
3 minggu warga gangguan jiwa kali/ 1
masyarakat
kelurahan patimuan membahas kasus terkait minggu
dapat melakukan manajemen stress dan 3. mahasiswa
studi kasus tentang di diskusikan.
masalah yang sering 4. materi
dihadapi 2. Pembinaan kelompok tentang
dan masyarakat melalui kesehatan
kunjungan Perawat jiwa
Puskesmas/Komunitas
3. Kerjasama LP dengan
Dinas Kesehatan
Kabupaten berupa
pengadaan kegiatan
rutin Life Skill Education
dan LS berupa pelatihan
kewirausaan dari Dinas
Perikanan.

Setelah dilakukan Intervensi 1. Terapi modalitas 1. Perawat Aula Setiap 2 hari


tindakan profesional keperawatan berupa KelurahanPatimuan sekali/minggu
2. Tokoh
keperawatan selama pemberian teknik
masyarakat
4 minggu warga relaksasi nafas dalam.
kelurahan patimuan 3. Tokoh
2. Terapi komplementer
dapat melakukan agama
berupa manajemen
studi kasus tentang
stress 4. Mahasiswa
masalah yang sering
dihadapi 3. Pemberian bimbingan
keagamaan (spiritual)