You are on page 1of 3

Pendahuluan

Pada setiap proses produksi, tidak semua proses dapat berjalan dengan baik sesuai dengan standar yang
dibuat, agar hasil produksi dapat sesuai dengan apa yang diharapkan, pada kenyataanya seringkali masih
banyak ditemukan ketidaksesuaian antara produk yang dihasilkan dan yang diharapkan. Banyak
kemungkinan kemungkinan yang bisa menjadi penyebab ketidaksesuaian tersebut, karena kompleksnya
masalah masalah yang terjadi dalam proses produksi, salah satunya masalah kualitas, Dewasa ini,
banyak metode metode yang bisa dilakukan untuk mengurangi ketidaksesuaian pada hasil produksi,
salah satunya perbaikan kualitas dengan metode 8 step PDCA (Plan, Do, Check, Action), ditambah
dengan beberapa alat alat yang bisa kombinasikan, untuk mencapai hal yang diinginkan. Dipilihlah jurnal
“Pengendalian Kualitas Kabel Listrik Pilin Udara Dengan Menggunakan Analisi Metode PDCA” oleh Deny
Agustian dan Hari Moektiwibowo.

Latar Belakang Jurnal

Salah Satu aktivitas dalam menciptakan kualitas agar sesuai standar adalah dengan menerapkan system
pengendalian kualitas yang tepat, mempunyai tujuan dan tahapan yang jelas, serta dapat berfungsi
sebagai pencegahan dan penyelesaian terhadap masalah masalah yang dihadapi perusahaan. Salah satu
permasalahan yang terjadi adalah masalah besarnya tingkat gagal uji produk akhir pada kabel NFA2x
2x10 mm2 0.61 Kv pada perusahaan PT. BICC BERCA.

Analisa

a) Tools yang digunakan


1. Stratifikasi
2. Histogram
3. Pareto Diagram
4. Root Cause Diagram / Diagram Sebab Akibat / Fishbone
5. Grafik
6. Check Sheet
b) Analisa Metode

Metode yang digunakan penulis dalam penyelesaian masalah yang terjadi adalah menggunakan metode
PDCA 8 langkah dan mengkombinasikan 7 tools, dalam setiap langkah yang diambil saat proses
perbaikan, alat alat yang disebutkan diatas digunakan untuk menjabarkan permasalahan yang ada.

Dalam PDCA, penyelesaian masalah dibagi dalam 8 langkah, pada jurnal yang disebutkan diatas, langkah
pertama yang dilakukan adalah Menentukan Tema dan Analisis Situasi, penulis mengumpulkan data
jumlah cacat produk yang terjadi dan diolah menggunakan histogram, diagram pareto dan tablel
stratifkasi untuk mengetahui masalah yang paling banyak terjadi pada produk yang diuji, dari hasil
informasi yang disajikan histogram & table stratifikasi, penulis dapat menentukan masalah dominan
penyumbang jumlah cacat terbesar sebagai tema peningkatan kualitas.

Langkah berikutnya adalah Menetapkan target


Penulis menggunakan grafik sebagai informasi acuan akan target yang harus dicapai dari penyelesaian
masalah yang ada, sebagai penetapan hasilnya. Penetapa target bisa didasarkan oleh keinginan
mengurangi kerugian dan masalah yang terjadi yang sudah dijabarkan pada langkah penentuan tema,
dan juga pemenuhan atas program perbaikan yang dicanangkan oleh perusahaan.

Analisis Faktor dan Menentukan Sumber penyebab

Pada tahapan penentuan sumber penyebab, dilakukan brainstorming atau berdiksusi bersama semua
elemen yang terlibab dalam proses produksi,hal ini agar penjabaran masalah dapat dilakukan secara luas
dan menyeluruh, dan sesuai dengan fakta atau kenyataan. Digunakan diagram sebab akibat / cause
effect diagram / fishbone diagram, data hasil braimstroming di sajikan dalam bentuk diagram sebab
akibat, dengan pembatasan pada masing masing elemen seperti Man, Machine, Methode, Material dan
Environment. Penyajian / penjabaran masalah menggunakan metode 5W2H, atau What, Why, Who,
Where, When, How, How Much, agar penjabaran masalah dan pencarian solusi memberikan informasi
yang jelas tentang penyebab masalah yang ada.

Implementasi Perbaikan

Dari hasil penjabaran diagram sebab akibat / cause effect diagram / fishbone diagram dan 5W2H,
diketahui penyebab dan alternative alternative solusi yang ada. Implementasi hasil perbaikan harus di
diskusikan dengan seluruh elemen elemen yang berkaitan dengan proses produksi. Agar solusi utama
akan masalah yang harus dipecahkan bisa diambil dan dilaksanakan oleh semua elemen yang terkait.
Dilakukan pengarahan pengarahan terhadap man power, melakukan rekayasa rekasaya terhadap Mesin,
Metode, Material dan Lingkungan bekerja sesuai dengan solusi yang disetujui.

Evaluasi Hasil Perbaikan

Setelah melakukan implementasi hasil perbaikan sesuai dengan solusi yang dipilih, dilakukan
pengawasan dan tinjauan atas hasil dari perbaikan, untuk mengetahui tingkat keberhasilan solusi
memenuhi tujuan dan target perbaikan, digunakan grafik untuk memberikan informasi atas perubahan
sebelum dan sesudah perbaikan.

Standarisasi dan Rencana Pencegahan

Dari hasil perbaikan, diperlukan standarisasi dalam proses produksi, agar masalah masalah yang sudah
diselesaikan tidak terulang kembali, dari hasil penjabaran masalah dan solusi, serta evaluasi hasil
perbaikan, di terbitkan atau digunakan SOP (Standard Operating Procedure) dan WI (Working
Instruction), sebagai dasar man power melakukan kegiatan proses produksi.

Penetapan Rencana Berikutnya

Setelah solusi berhasi di implementasikan, terus dilakukan evalusai dan tinjauan atas implemetasi solusi
yang dilakukan, terutama agar target perbaikan dapat dicapai. Grafik digunakan untuk menggambarkan
keadaan setelah dan sebelum perbaikan.
Kesimpulan

Pemilihan tools yang tepat dapat membatu penyeselesaian masalah dan pengolahan data – data lebih
cepat dengan hasil yang lebih relevan terhadap kebutuhan informasi, infromasi tersebut akan digunakan
sebagai alat pemahaman masalah, analisa masalah, mengendalikan proses, mengambil keputusan dan
membuat rencana. Brainstroming atau diskusi sangan penting dilakukan agar data atau fakta yang ada
dapat tersaji secara menyeluruh, dari semua sudut pandang oleh setiap elemen elemen yang terkait
pada proses produksi. sedangkan dalam penyimpulan dan implementasi solusi, koordinasi antar elemen
diperlukan agar seluruh elemen siap melakukan perbaikan secara menyeluruh.

Pengawasan dan Pengendalian hasil perbaikan perlu dilakukan secara terus menerus,agar implementasi
perbaikan dapat dikendalikan, agar sesuai dengan rencana perbaikan yang telah ditetapkan, tinjauan
tinjauan atas hasil implementasi pun harus selau dilakukan, agar berikutnya, bisadidapatkan alternative
– alternative baru dalam penyelesaian masalah, agar target yang lebih tinggi dan luas dapat tercapai.