You are on page 1of 34

Best Practice

Diajukan untuk dipresentasikan pada


Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan 2016

MENGHADIRKAN MUKIDI
DALAM
PEMBELAJARAN KOLOID

Oleh:
Agustina Dewi Susanti, S.Si
Guru Kimia Di SMK Negeri 3 Batu

DIREKTORAT TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN


PENDIDIKAN MENENGAH
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
TAHUN 2016

i
ii
iii
ABSTRAK

Abstrak: Pembelajaran koloid yang menyenangkan, unik, kreatif, inovatif, dan


interaktif merupakan tantangan bagi guru yang mengajar di sekolah kejuruan,
pada jurusan non sains. Pilihan peserta didik untuk memilih jurusan menghasilkan
keseriusan pada pelajaran-pelajaran produktif jurusan, tetapi cenderung
mengesampingkan pelajaran non produktif jurusan, yang ditunjukkan dengan
minat dan hasil belajar yang rendah. Tantangan ini dapat dijawab salah satunya
dengan kelas edmodo dan kelas es krim. Kelas edmodo mewadahi kesenangan
peserta didik menggunakan gadget dalam jaringan, sekaligus menggunakannya
sebagai media belajar melalui kelas digital dan mengingatkan peserta didik
tentang penggunaan internet dengan cara yang benar. Kelas es krim merupakan
sarana aplikasi materi koloid yang dipelajari di kelas edmodo, sekaligus wadah
bagi energi kinestetis peserta didik dan tempat peserta didik berkreasi, bekerja
keras, dan berbagi.
Pembelajaran dengan kelas edmodo dan kelas es krim sebagai pembelajaran
yang mukidi telah dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik
terhadap materi koloid, serta dapat memperbaiki karakter peserta didik.

Kata kunci: kelas edmodo, kelas es krim, mukidi, koloid

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................. i


HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................... ii
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH ............................................ iii
ABSTRAK ................................................................................................. iv
DAFTAR ISI .............................................................................................. v
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 LATAR BELAKANG ................................................................ 1
1.2 RUMUSAN MASALAH ............................................................ 2
1.3 PENDEKATAN PENYELESAIAN MASALAH ........................ 2
1.4 TUJUAN ................................................................................. 2
1.5 DEFINISI ISTILAH ................................................................... 3
BAB II KAJIAN TEORI 4
2.1 METODE PEMBELAJARAN KIMIA ........................................ 4
2.2 KIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI ........................... 4
2.3 KELAS EDMODO ................................................................... 5
2.4 MUKIDI ................................................................................... 6
BAB III CARA MENGATASI MASALAH 7
3.1 MUKIDI DALAM KELAS EDMODO ......................................... 7
3.2 KELAS ES KRIM .................................................................... 8
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 10
4.1 HASIL PEMBELAJARAN ...................................................... 10
4.1.1 PENINGKATAN MINAT BELAJAR ..................................... 10
4.1.2 PENINGKATAN HASIL BELAJAR ...................................... 10
4.2 PEMBAHASAN ..................................................................... 11
BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI 13
5.1 SIMPULAN ............................................................................. 13
5.2 REKOMENDASI ..................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 14

v
LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 FOTO-FOTO KELAS EDMODO ................................................. 15


LAMPIRAN 2 FOTO-FOTO KELAS ES KRIM ................................................. 16
LAMPIRAN 3 DAFTAR NILAI PESERTA DIDIK KELAS XII BC A PRA PB ..... 18
LAMPIRAN 4 DAFTAR NILAI PESERTA DIDIK KELAS XII BC A PASKA PB .. 19
LAMPIRAN 5 DAFTAR NILAI PESERTA DIDIK KELAS XII BC A KD 3 ........... 20
LAMPIRAN 6 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ........................ 21

vi
BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Kelas XII SMK Negeri 3 Batu, Jawa Timur masih melaksanakan KTSP 2006,
dimana mata pelajaran Kimia diberikan di semua jurusan (Multimedia, Broadcasting,
Animasi, dan Teknik Komputer Jaringan).
Umumnya peserta didik memilih jurusan berdasarkan minat dan bakat, sehingga
peserta didik sangat bersemangat mengikuti mata pelajaran produktif jurusan.
Namun, hal yang berbeda terjadi pada mata pelajaran non produktif jurusan.
Berdasarkan jenis ujian akhir, maka mata pelajaran non produktif dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu mata pelajaran yang diuji melalui Ujian Nasional,
dan mata pelajaran yang tidak diujikan dalam Ujian Nasional. Tiga mata pelajaran
yang umumnya masih diperjuangkan peserta didik adalah Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris, dan Matematika. Ketiganya merupakan mata pelajaran yang
diujikan dalam Ujian Nasional (UN). Sedangkan mata pelajaran selain produktif
jurusan dan mata pelajaran UN cenderung dikesampingkan peserta didik. Salah
satunya Kimia.
Kelompok mata pelajaran non UN dan non Produktif jurusan ini diujikan pada
Ujian Akhir Sekolah. Dengan alasan banyaknya tugas dan mengikuti skala prioritas,
maka semangat peserta didik mengikuti pelajaran kimia rendah.
Selain itu, sebagian besar peserta didik yang memiliki pola pikir bahwa mata
pelajaran sains adalah mata pelajaran yang sulit, membosankan, dan tidak berguna
dalam kehidupan sehari-hari. Dengan alasan-alasan tersebut, peserta didik
menunjukkan minat yang rendah mengikuti pembelajaran Kimia. Minat rendah
ditandai dengan tidak nampaknya perhatian, ketertarikan, dan rasa senang,
tingginya tingkat keterlambatan hadir dan rendahnya tingkat pengumpulan tugas.
Bila dilihat dari capaian nilai peserta didik kelas XII BC A pada kuis I dengan
rata-rata kelas 67,5, dengan nilai terendah 0 dan nilai tertinggi 100. Nilai sempurna
diraih oleh 11 peserta didik dari total 24 anggota kelas. Jelas nampak kesenjangan
antara kelompok peserta didik yang serius mempersiapkan diri mengikuti
pembelajaran, dengan yang tidak. Melihat kondisi ini, maka sebagian besar peserta
didik mungkin akan mengalami kesulitan mencapai KKM. Selain itu, kesenjangan
kemampuan dalam kelas dan karakter rendah perhatian, terlambat hadir, atau

1
terlambat mengumpulkan tugas dapat berlanjut menjadi kebiasaan jika tidak segera
dilakukan perbaikan pembelajaran.
Penulis memutuskan untuk melakukan perbaikan pembelajaran dengan
menghadirkan MUKIDI dalam pembelajaran koloid. Aplikasi MUKIDI dilakukan
melalui pembelajaran kimia realistik dengan memanfaatkan www.edmodo.com dan
diikuti praktik pembuatan es krim tanpa mixer dan freezer.
Setelah dilaksanakan, ternyata minat peserta didik dalam pembelajaran koloid
meningkat, termasuk tercapainya KKM dan perolehan produk. Rangkaian kegiatan
ini merupakan hal baru bagi penulis dan menjadi pengalaman pembelajaran yang
terbaik. Maka penulis merasa perlu melaporkan kegiatan perbaikan pembelajaran
tersebut sebagai best practice berjudul “Menghadirkan MUKIDI dalam Pembelajaran
Koloid.”

1.2 RUMUSAN MASALAH


Permasalahan yang dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana
meningkatkan minat belajar peserta didik dalam materi koloid sehingga dapat
meningkatkan hasil belajar dan memperbaiki karakternya.

1.3 PENDEKATAN PENYELESAIAN MASALAH


Untuk meningkatkan minat belajar peserta didik dalam materi koloid penulis
menggunakan pembelajaran yang mukidi berupa kelas edmodo dengan
memanfaatkan internet situs www.edmodo.com, diikuti kelas es krim.

1.4 TUJUAN
Tujuan penulisan best practice ini adalah
a. Untuk memberikan rujukan bagi rekan sesama guru sains, bahwa pembelajaran
sains tidak hanya dapat dilakukan dengan metode tatap muka satu arah, tetapi
juga dapat dilakukan dengan menghadirkan MUKIDI yang dapat meningkatkan
minat peserta didik.
b. Untuk berbagi pengalaman terbaik pembelajaran materi koloid dengan
menghadirkan MUKIDI. Pembelajaran ini telah mampu meningkatkan minat
belajar dan hasil belajar peserta didik bila dibandingkan dengan metode tatap
muka satu arah yang penulis lakukan sebelumnya.

2
1.5 DEFINISI ISTILAH
Berikut ini adalah penjelasan tentang istilah yang digunakan dalam makalah ini.
a. MUKIDI adalah singkatan dari Menyenangkan, Unik, Kreatif, Inovatif, dan
Interaktif.
b. Praktikum adalah kegiatan yang dilakukan untuk melakukan praktik dengan
didasari teori-teori tertentu.
c. Materi koloid adalah SK 13 dengan KD 13.1 Mengidentifikasi koloid, suspensi
dan larutan, KD 13.2 Membedakan macam dan sifat koloid, dan 13.3
Menerapkan sistem koloid dalam kehidupan (KTSP 2006). Praktik pembuatan es
krim tanpa mixer dan freezer merupakan pemanfaatan dari sifat koloid pelindung
pada emulsi susu.
d. www.edmodo.com selanjutnya disebut kelas edmodo adalah situs di internet
yang menyediakan layanan kelas digital.
e. Kelas es krim adalah praktik pembuatan es krim secara sederhana, dengan
empat bahan baku berupa susu, perasa, es batu, dan garam kasar, tanpa
menggunakan alat bantu mixer, freezer, atau alat elektronik lainnya.

3
BAB II KAJIAN TEORI

2.1 METODE PEMBELAJARAN KIMIA


Sesuai Permendikbud nomor 103 tahun 2014, pembelajaran merupakan
serangkaian proses yang dilakukan di keluarga sebagai lingkungan pertama peserta
didik, sekolah, dan masyarakat. Rangkaian proses ini dilakukan untuk
mengembangkan potensi dan membangun karakter peserta didik, sehingga peserta
didik dapat mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi kemampuan yang terus
meningkat dari segi sikap, baik sikap spiritual maupun sikap sosial, segi
pengetahuan, dan segi keterampilan, sehingga peserta didik dapat hidup dan
bermasyarakat, berbangsa, dan mampu memberikan kontribusi bagi kesejahteraan
umat manusia.
Jadi, pembelajaran tidak hanya interaksi antara peserta didik dengan pendidik,
tetapi juga meliputi interaksi antarpeserta didik, serta interaksi antara peserta didik
dengan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar.
Metode merupakan cara khusus yang digunakan dalam melaksanakan sebuah
pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan. Metode pembelajaran kimia yang umum
digunakan di sekolah antara lain: metode ceramah, praktik, demonstrasi, diskusi,
dan simulasi. Metode-metode tersebut dapat digunakan sesuai dengan kompetensi
yang sedang dipelajari.

2.2 KIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


Sebagai makhluk hidup, sebenarnya kehidupan manusia tidak lepas dari bahan-
bahan kimia. Mulai dari air yang diminum, beras yang dimasak dan dimakan, bahan
bakar untuk menjalankan kendaraan, sampai udara yang dihirup dan dilepaskan
merupakan bahan kimia.
Pembelajaran kimia umumnya terisi teori dan materi yang tidak dikenal peserta
didik dalam kehidupannya sehari-hari. Contohnya mempelajari bagaimana reaksi
asam basa antara larutan asam klorida dengan larutan natrium hidroksida. Dalam
kehidupan sehari-hari, peserta didik tidak pernah mengalami suatu aktivitas yang
mempertemukan kedua bahan kimia di atas. Oleh karenanya, dapat dipahami jika
peserta didik menjadi kurang antusias.
Agar pembelajaran kimia menjadi lebih bermakna, dan dekat dengan kehidupan
peserta didik sehari-hari, maka digunakan pembelajaran kimia realistik, dimana
4
peserta didik diajak mengenal peristiwa kimia yang berhubungan dengan kejadian
sehari-hari. Contohnya bagaimana proses kimia yang terjadi dalam daging yang
digoreng, bagaimana sifat koloid pelindung pada susu, serta memanfaatkan sifat ini
dalam proses pembuatan es krim.

2.3 KELAS EDMODO


www.edmodo.com merupakan situs internet yang menyediakan fasilitas kelas
digital. Pendaftaran edmodo bersifat gratis, sehingga pengguna edmodo cukup
menyediakan jaringan internet dan email aktif untuk memiliki akun di edmodo.

Gambar 2.1 Tampilan beranda www.edmodo.com


Di edmodo tersedia pilihan jalur akses sebagai guru, peserta didik, dan orang
tua.
Sebagai guru, pemilik akun dapat membuat kelas digital. Guru dapat
mengunggah bahan belajar, tautan dengan sumber belajar yang direkomendasikan,
memberikan tugas, membagikan reward, dan berinteraksi dengan peserta didik.
Soal ulangan dapat diunggah, diberikan, dievaluasi, diperbaiki, dan dipergunakan
kembali pada kesempatan lain. Kegiatan kelas digital dapat dilakukan meskipun
guru dan peserta didik tidak sedang berada di kelas. Guru juga dapat berinteraksi
dengan orang tua peserta didik yang memiliki akun edmodo.
Sebagai peserta didik, pemilik akun dapat menggunakan edmodo untuk
mengikuti kelas milik guru. Dalam kelas, peserta didik dapat mengakses bahan
pembelajaran yang dibagikan, mengerjakan kuis, mengerjakan ulangan, bahkan
meminta bimbingan guru secara klasikal maupun personal.
Sebagai orang tua, pemilik akun dapat mengetahui perkembangan belajar putra-
putrinya. Akses daring memungkinkan orang tua melakukan monitoring kapan saja
dari mana saja.

5
2.4 MUKIDI
Mukidi di dunia Whats app. adalah seorang tokoh rekaan yang pernah menjadi
trending topic (bahasan utama) pada pertengahan tahun 2016. Mukidi hadir dengan
kisah-kisah sederhana, lucu, dan unik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Namun dalam best practice ini, mukidi merupakan modifikasi dan penamaan
ulang dari model pembelajaran yang dikenal sebagai PAIKEM (Pembelajaran Aktif,
Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Mukidi merupakan singkatan dari
Menarik, Unik, Kreatif, Inovatif, dan Interaktif.

6
BAB III CARA MENGATASI MASALAH

3.1 MUKIDI DALAM KELAS EDMODO


Materi koloid di SMK biasa disajikan dengan permulaan bagaimana peserta didik
membedakan campuran homogen dengan campuran heterogen. Materi tersebut
pernah dipelajari di kelas X, sehingga di kelas XII bersifat pengulangan. Selanjutnya,
peserta didik membedakan suspensi, koloid, dan larutan, diikuti dengan mempelajari
macam dan sifat koloid, serta penerapan koloid dalam kehidupan. Memberikan
materi ini dalam bentuk ceramah dapat membuat peserta didik bosan.
Oleh karena itu, penulis memilih pembelajaran kelas digital. Agar peserta didik
lebih bersemangat dan memiliki tujuan akhir yang pasti, di awal disampaikan bahwa
bagian akhir dari bab tersebut akan disampaikan melalui kelas es krim. Tetapi
praktik tidak akan bermakna jika peserta didik belum memahami teori dan apa yang
dikerjakan melalui praktik. Maka peserta didik terlebih dahulu harus memahami
materi, dan nantinya dapat menjawab pertanyaan guru. Jika dapat menjawab
pertanyaan guru dengan baik, peserta didik akan diijinkan melakukan praktik.
Khusus materi koloid, berbagai blog dan situs telah banyak membahasnya.
Maka peserta didik diijinkan menggunakan sumber belajar internet. Peserta didik
juga dapat belajar dari materi yang disajikan guru di perpustakaan kelas Edmodo.
Pembelajaran kelas edmodo dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
(1) Masuk jaringan internet.
(2) Membuka browser dan menuju www.edmodo.com.
(3) Memilih kotak “I’m Student” dan melakukan registrasi yang diminta.
(4) Memasuki kelas “Chemistry is Fun” dengan memasukkan kode kelas qqy64i3.

Gambar 3.1 Identitas Kelas Chemistry is Fun dalam www.edmodo.com

(5) Mengikuti tes awal yang ditugaskan guru di wall kelas.


(6) Membaca materi koloid dari situs yang disarankan google atau dari powerpoint
yang disertakan guru di wall kelas.
(7) Melaksanakan diskusi.

7
Diskusi dilaksanakan dalam kelas dengan difasilitasi oleh guru. Peserta diskusi
mendapat kesempatan untuk melakukan tanya jawab. Guru memberikan pancingan
sehingga diskusi mengarah pada hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya muncul pertanyaan: “Apakah sayur bening digolongkan sebagai suspensi,
koloid, atau larutan?”, “Bagaimana dengan kolak pisang?” “Bagaimana dengan kopi
tubruk dan kopi instant?”, “Bagaimana cara melakukan cuci darah?”, “Bagaimana
mencegah terkena gagal ginjal?”, “Apa zat yang menyebabkan susu cair tetap stabil
meskipun dibiarkan berjam-jam di udara terbuka?”, dan “Bagaimana cara kerja
tawas dalam menjernihkan air?”.
Bahan-bahan dan peristiwa tersebut di atas merupakan hal yang ditemui peserta
didik dalam kehidupan sehari-hari. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut mengalir
diskusi, kemudian dihubungkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki tentang (1)
suspensi, koloid, dan larutan, (2) macam dan sifat koloid, serta (3) penggunaan
koloid dalam kehidupan.
Sesekali antar peserta didik saling bersitegang dengan pendapat masing-masing.
Peserta didik dapat beradu argumen dengan berbagai pendapat pribadi, penjelasan,
dan referensi internet masing-masing.
Suasana ini sangat berbeda ketika materi disajikan dalam metode ceramah.
Peningkatan keaktifan peserta didik merupakan pertanda bahwa pembelajaran
tersebut menarik, unik, dan interaktif. Tersedianya jaringan internet memungkinkan
peserta didik mengakses sumber belajar lebih banyak, maka minat baca peserta
didik meningkat.
Setelah peserta didik dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan guru tentang
koloid, serta menyebutkan koloid pelindung yang ada dalam susu sehingga dapat
dimanfaatkan dalam proses pembuatan susu menjadi es krim, maka peserta didik
mempersiapkan diri masuk kelas es krim.

3.2 KELAS ES KRIM


Kreatifitas dan inovasi peserta didik dapat dilihat dari pilihan rasa dan kombinasi
es krim yang dibuat. Memang ada kelompok yang memilih menggunakan susu putih
dengan perasa Vanila atau cokelat. Ada pula yang mengandalkan susu buatan
pabrik yang telah dicampur perasa. Tetapi ada kelompok yang membawa susu putih,
kemudian dicampur dengan pasta makanan aneka rasa. Contohnya pasta anggur,

8
durian, melon, dan semangka. Ada kelompok yang menambahkan choco chips,
biskuit, wafer, dan aneka toping.
Cara peserta didik membuat es krim juga inovatif. Dalam literatur yang
digunakan (Chemistry Matter, Volume 2, halaman 42), es krim dibuat dengan
langkah-langkah sebagai berikut:
Pertama, susu dimasukkan dalam plastik kecil yang dilengkapi perekat (zipper).
Susu dicampur dengan gula dan perasa vanila. Tutup zipper dan lapisi dengan
selotip.
Kedua, potongan es batu dimasukkan ke dalam plastik besar yang juga
berperekat. Es batu dicampur dengan segenggam garam.
Ketiga, susu dalam plastik kecil diselipkan diantara potongan es batu dan garam,
kemudian zipper ditutup dan diperkuat dengan selotip.
Keempat, kocok plastik besar selama kurang lebih lima belas menit. Setelah
susu berubah menjadi es krim, hentikan kocokan. Es krim vanila siap dinikmati.
Mengikuti prosedur tersebut, sulit menemukan plastik ukuran besar yang
menggunakan zipper. Oleh karena itu, wadah besar yang digunakan diganti dengan
toples plastik. Sedangkan susu tetap dibungkus dengan plastik, tetapi digunakan
plastik kemasan makanan. Pengikatan erat dan pelapisan plastik dapat mencegah
susu keluar dari plastik.
Inovasi dilakukan peserta didik dengan langsung mengolah susu dalam
kemasannya. Susu kemasan karton sudah tertutup rapat dan kuat. Ketika sudah
terasa keras, peserta didik tinggal membilas dengan air untuk menghilangkan
tempelan garam. Untuk bisa dinikmati, kotak kemasan dipotong.
Ada pula peserta didik yang membuat es krim dalam plastik es mambo. Toples
yang digunakan berukuran 500 mL, sehingga tidak terasa berat saat mengocok.

9
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL PEMBELAJARAN


Hasil pembelajaran dengan menghadirkan mukidi di kelas edmodo dan kelas es
krim ditinjau dari peningkatan minat belajar, peningkatan hasil belajar, dan proses
perolehan produk.
4.1.1 PENINGKATAN MINAT BELAJAR
Peningkatan minat belajar peserta didik disajikan dalam tabel berikut ini, yang
menunjukkan kondisi sebelum dan sesudah best practice (BP).
Tabel 4.1 Minat belajar peserta didik

Tingkat minat Sebelum BP Setelah BP


belajar peserta
didik Jumlah % Jumlah %

Sangat
0 0 7 29,2
berminat
Berminat 5 20,8 12 50
Biasa saja 15 62,5 4 16,7
Tidak berminat 1 4,2 1 4,1
Sangat tidak
3 12,5 0 0
berminat
Total 24 100 24 100

4.1.2 PENINGKATAN HASIL BELAJAR


Penilaian hasil belajar pada kelas digital dilakukan dengan tes online yang
difasilitasi edmodo. Tes dibuat oleh guru dengan soal pilihan ganda sebanyak 10
butir. Dalam edmodo, guru dapat mengatur besar poin untuk setiap butir soal,
membatasi waktu pengerjaan secara online, serta mengatur agar peserta didik
dapat melihat langsung nilai setelah mengerjakan, dan kemudian melihat jawaban
yang benar. Tes jenis ini baru pertama dialami peserta didik. Peserta didik menjadi
sangat antusias. Bahkan ada yang membawa gadget yang digunakan untuk
mengerjakan tes ke meja guru, dan menunjukkan hasil kerjanya. Padahal tes
dilakukan online, sehingga ketika peserta didik menekan tombol submit, otomatis
hasil tes akan muncul di akun milik guru.

10
Peningkatan hasil belajar peserta didik disajikan dalam tabel berikut ini, yang
menunjukkan kondisi sebelum dan sesudah best practice (BP).
Tabel 4.2 Hasil belajar peserta didik KD 1 dan 2

Sebelum BP Setelah BP
Hasil belajar
peserta didik
Jumlah % Jumlah %

90 – 100 11 45,8 12 50
80 – 89 2 8,3 3 12,5
75 – 79 0 0 8 33,3
50 – 74 4 16,7 0 0
0 – 50 7 29,2 1 4,2
Total 24 100 24 100
Untuk KD 3, penilaian dilakukan terhadap kinerja peserta didik, yang meliputi
persiapan, pelaksanaan, dan paska pelaksanaan kelas es krim.
Tabel 4.2 Hasil belajar peserta didik KD 3
Hasil belajar
Jumlah %
peserta didik

90 – 100 4 16,7
80 – 89 16 66,7
75 – 79 2 8,3
50 – 74 0 0
0 – 50 2 8,3
Total 24 100

4.2 PEMBAHASAN
Penggunaan gawai dalam pembelajaran masih sangat menarik minat peserta
didik. Meskipun tidak semua memiliki gawai berupa HP yang mendukung
penggunaan edmodo, namun peserta didik masih dapat menggunakan laptop.
Dipadukan dengan jaringan internet yang lancar, edmodo dapat diterapkan di SMK.
Tersedianya jaringan internet untuk pembelajaran memungkinkan peserta didik
mendapatkan pengetahuan tidak hanya dari guru dan buku fisik. Peserta didik juga
dapat belajar membandingkan isi situs-situs yang direkomendasikan google, dan

11
menyaring informasi. Sebab banyak situs yang isinya hanya mengkopi dari situs lain
dan ada pula yang memasukkan informasi-informasi yang tidak benar. Tak jarang
ada situs yang diselipi dengan iklan yang kurang baik. Melalui kelas digital, guru
dapat menunjukkan bagaimana menggunakan internet dengan benar.
Kelas es krim sebagai sarana aplikasi hasil pembelajaran koloid memberikan
wawasan baru pada peserta didik bahwa susu sebagai salah satu koloid memiliki
sifat istimewa berupa koloid pelindung, yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan
es krim dengan bahan dan cara yang sederhana. Kegiatan ini juga memberi
kesempatan kepada peserta didik yang memiliki kecenderungan kinestetik tinggi
untuk menyalurkan energinya.
Berdasarkan proses yang telah dilalui, ada beberapa hal lain yang dapat diamati
guru, antara lain:
a. SMK Negeri 3 Batu sejak tahun pelajaran 2015 – 2016 telah mengikuti UNBK.
Tetapi kelas XII BC A belum pernah mengikuti latihan UNBK, karena kegiatan
latihan baru akan dilaksanakan di bulan November-Desember. Mengikuti tes
online melalui edmodo memberi peserta didik gambaran tentang pelaksanaan
UNBK. Di sisi lain, kelas digital dan tes online mengurangi penggunaan kertas,
sehingga menjadi alternatif tes yang lebih ramah lingkungan.
b. Antusiasme peserta didik mengikuti kelas digital menjadi wawasan baru bagi
guru-guru lain, terutama guru non produktif. Beberapa guru tertarik untuk belajar
kelas digital.
c. Peserta didik mendapatkan kesempatan untuk bereksplorasi rasa es krim.
Eksplorasi ini dilakukan melalui penggunaan beraneka rasa dan toping es krim.
d. Peserta didik memiliki kesempatan untuk membagikan es krim kreasinya kepada
teman kelas lain dan guru. Dalam kelas XII BC A, seluruh kelompok membawa
bahan baku susu rata-rata melebihi 2 liter. Banyaknya bahan yang dibawa
memungkinkan peserta didik membuat lebih banyak es krim dengan lebih
banyak varian rasa. Peserta didik sangat senang ketika dapat membagikan es
krim buatannya kepada guru dan teman-teman di kelas lain.

12
BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI

5.1 SIMPULAN
a. Kelas edmodo adalah kelas digital yang dibuat melalui www.edmodo.com
secara daring. Kelas edmodo dimaksudkan untuk memberi wadah bagi siswa
belajar dari berbagai sumber sekaligus menerapkan interaksi dan tes secara
daring. Kelas edmodo dapat meningkatkan minat siswa mempelajari materi
koloid.
b. Kelas es krim adalah praktik pembuatan es krim dengan bahan dan cara
sederhana. Kegiatan ini memberikan wawasan kepada peserta didik tentang
sifat koloid susu yang dimanfaatkan dalam pembuatan es krim dan prosesnya.
Kelas es krim juga menjadi wadah siswa melakukan eksplorasi rasa es krim dan
berbagi hasil karya kepada teman dan guru lain.
c. Mempelajari materi koloid melalui kelas edmodo dan kelas es krim telah dapat
meningkatkan minat belajar peserta didik, sekaligus meningkatkan hasil belajar,
memperbaiki karakter peserta didik.
Kelas edmodo dan kelas es krim merupakan kegiatan pembelajaran yang mukidi,
telah dapat meningkatkan minat dan hasil belajar, serta memperbaiki karakter
peserta didik .

5.2 REKOMENDASI
a. Kelas edmodo dapat dijadikan alternatif kegiatan pembelajaran yang menarik
bagi peserta didik. Edmodo memungkinkan guru dan peserta didik berinteraksi
di dunia maya, tanpa batasan waktu dan tempat. Peseta didik dan guru juga
dapat mengakses lebih banyak sumber belajar. Melalui kelas edmodo, guru
dapat membimbing peserta didik menggunakan internet dengan benar.
Meskipun demikian, tetap diperlukan interaksi yang baik antara guru dengan
peserta didik, maupun antar peserta didik. Interaksi secara langsung kualitasnya
jauh lebih baik daripada interaksi dunia maya.
b. Kelas es krim merupakan salah satu alternatif penerapan sifat koloid dalam
kehidupan. Kelas ini memungkinkan peserta didik bereksplorasi, berkreasi,
beraktivitas, dan berbagi. Kelas praktik seperti kelas es krim dapat dilakukan
pada mata pelajaran kimia, maupun pada mata pelajaran lain.

13
DAFTAR PUSTAKA

Cobb. Allan.2007. “Chemistry Matters! Volume 2 STATES OF MATTER”,


Bandung:Pakar Raya.
Chatib, Munif.2013. “Gurunya Manusia: Menjadikan Semua Anak Istimewa dan
Semua Anak Juara”,Bandung:Kaifa.
Syah, Muhibbin.2004.”Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru”,Bandung:PT
Remaja Rosdakarya.
Nazaruddin, Harry.2015.”Seri Buku Kimiasutra 1 Kimia Kuliner: Di Balik Beras
Plastik, Tahu Plastik, dan Kluwek!”,Tangerang: Penerbit Literati.
Holt, John.2010.”Mengapa Peserta didik Gagal”,Jakarta:Penerbit Erlangga.
Holt, John.2012.”Bagaimana Peserta didik Belajar”,Jakarta: Penerbit Erlangga.
Wiyani, Novan Ardy.2013.”Desain Pembelajaran Pendidikan: Tata Rancang
Pembelajaran Menuju Pencapaian Kompetensi”,Yogyakarta:Ar-Ruuz Media.
Retnowati, Priscilla.2008. ”Seribu Pena KIMIA untuk SMA/MA kelas XI”, Penerbit
Erlangga, Jakarta
Purba, Michael, ”KIMIA untuk SMK Teknologi dan Kesehatan kelas XI”, Penerbit
Erlangga, Jakarta, 2013

Referensi internet
https://jurnalpendidikanmipa.blogspot.co.id/2016/05/model-pembelajaran-
penjumlahan-dan.html
https://drive.google.com/file/d/0B6yNA60nRy5cSzZseWJSMnAwUGc/view
www.lontar.ui.ac.id/file?file=pdf/abstrak-123655.pdf
http://lontar.ui.ac.id/opac/themes/libri2/detail.jsp?id=123655&lokasi=lokal

14
Lampiran 1
Foto-foto kelas edmodo

Kelas edmodo (di dunia maya)

Kelas edmodo (di dunia nyata) dalam dokumentasi di instragram

15
Lampiran 2
Foto-foto kelas es krim

Bekerja sama membuat es krim

Es krim Capucino

16
Menikmati Es Krim bersama Teman dan Guru

17
Lampiran 3
Daftar Nilai Peserta didik Kimia Kelas XII BC A
KD 1-2 sebelum Best Practice (KKM: 75)
NO NIS NAMA NILAI
1 1097/0330.069 AGUS SUSANTO 70
2 00937/00309.069 ALFEUS IMANUEL C 10
3 1100/0333.069 ANITA DEVI M 100
4 1101/0334.069 ARY ANANDA A P 0
5 1106/0339.069 CAMELIA RHAMDHANI H 100
6 1107/0340.069 CANTIK VERA A V 100
7 1112/0345.069 DIMAS FAJAR 100
8 1119/0352.069 FIGO RIVALDHI 40
9 1122/0355.069 GITA AMALIA S 100
10 1123/0356.069 IMAN CAHYO S 0
11 1127/0360.069 LAELA WIDIASARI 80
12 00946/00318.069 MARCO MARDIANTO P 20
13 1128/0361.069 MARETA VENIA A P 30
14 1129/0362.069 MAULINA NUR F 100
15 1134/0367.069 MUHAMMAD RIAN I 50
16 1137/0370.069 NENY MEYLANI 80
17 1139/0372.069 RIA SETYA N A 100
18 1143/0376.069 SALAKA DANA P S 50
19 1144/0377.069 SANIA OKY S 100
20 1146/0379.069 SINTA GLORIA A D 100
21 1149/0382.069 WAHYU PUTRA J 40
22 1151/0384.069 WIDYA SARI 100
23 1152/0385.069 WINGGA PRASETYA M 50
24 1156/0389.069 YUSTIKA CHUSNUL C 100

18
Lampiran 4
Daftar Nilai Peserta didik Kimia Kelas XII BC A
KD 1-2 setelah Best Practice (KKM: 75)
NO NIS NAMA NILAI
1 1097/0330.069 AGUS SUSANTO 85
2 00937/00309.069 ALFEUS IMANUEL C 75
3 1100/0333.069 ANITA DEVI M 100
4 1101/0334.069 ARY ANANDA A P 0
5 1106/0339.069 CAMELIA RHAMDHANI H 75
6 1107/0340.069 CANTIK VERA A V 90
7 1112/0345.069 DIMAS FAJAR 75
8 1119/0352.069 FIGO RIVALDHI 75
9 1122/0355.069 GITA AMALIA S 100
10 1123/0356.069 IMAN CAHYO S 100
11 1127/0360.069 LAELA WIDIASARI 100
12 00946/00318.069 MARCO MARDIANTO P 75
13 1128/0361.069 MARETA VENIA A P 85
14 1129/0362.069 MAULINA NUR F 90
15 1134/0367.069 MUHAMMAD RIAN I 75
16 1137/0370.069 NENY MEYLANI 100
17 1139/0372.069 RIA SETYA N A 100
18 1143/0376.069 SALAKA DANA P S 75
19 1144/0377.069 SANIA OKY S 100
20 1146/0379.069 SINTA GLORIA A D 100
21 1149/0382.069 WAHYU PUTRA J 75
22 1151/0384.069 WIDYA SARI 90
23 1152/0385.069 WINGGA PRASETYA M 85
24 1156/0389.069 YUSTIKA CHUSNUL C 90

19
Lampiran 5
Daftar Nilai Peserta didik Kimia Kelas XII BC A
KD 3 (Kelas Es Krim) (KKM: 75)
NO NIS NAMA NILAI
1 1097/0330.069 AGUS SUSANTO 85
2 00937/00309.069 ALFEUS IMANUEL C 75
3 1100/0333.069 ANITA DEVI M 85
4 1101/0334.069 ARY ANANDA A P 0
5 1106/0339.069 CAMELIA RHAMDHANI H 85
6 1107/0340.069 CANTIK VERA A V 85
7 1112/0345.069 DIMAS FAJAR 80
8 1119/0352.069 FIGO RIVALDHI 90
9 1122/0355.069 GITA AMALIA S 85
10 1123/0356.069 IMAN CAHYO S 75
11 1127/0360.069 LAELA WIDIASARI 85
12 00946/00318.069 MARCO MARDIANTO P 0
13 1128/0361.069 MARETA VENIA A P 85
14 1129/0362.069 MAULINA NUR F 90
15 1134/0367.069 MUHAMMAD RIAN I 85
16 1137/0370.069 NENY MEYLANI 85
17 1139/0372.069 RIA SETYA N A 90
18 1143/0376.069 SALAKA DANA P S 80
19 1144/0377.069 SANIA OKY S 85
20 1146/0379.069 SINTA GLORIA A D 85
21 1149/0382.069 WAHYU PUTRA J 80
22 1151/0384.069 WIDYA SARI 85
23 1152/0385.069 WINGGA PRASETYA M 90
24 1156/0389.069 YUSTIKA CHUSNUL C 85

20
Lampiran 6
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama Sekolah : SMK NEGERI 3 BATU
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas / Semester : XII / GANJIL
Pertemuan ke : 11
Program : Semua Program
Tahun Pelajaran : 2016 / 2017
Alokasi waktu : 2 x 45 menit (1 kali pertemuan)

A. STANDAR KOMPETENSI:
13. Memahami koloid, suspensi, dan larutan sejati
B. KOMPETENSI DASAR
13.1. Mengidentifikasi koloid, suspensi, dan larutan
C. INDIKATOR
1. Pengelompokan campuran menjadi larutan, koloid, dan suspensi dijelaskan
dengan benar.
2. Perbedaan larutan, Koloid, dan suspensi berdasarkan sifat campurannya,
fasanya dan ukuran partikelnya dideskripsikan dengan jelas.
3. Pembuatan koloid dapat dengan cara kondensasi, desintegrasi, dan atau
gabungan dari keduanya, dideskripsikan dengan jelas.
D. TUJUAN
1. Melalui percobaan pembuatan campuran, peserta didik mampu
mengelompokkan campuran menjadi larutan, koloid, dan suspensi, kemudian
dijelaskan dengan benar.
2. Melalui studi literatur dan diskusi, peserta didik dapat mendeskripsikan
perbedaan larutan, koloid, dan suspensi berdasarkan sifat campuran, fasa
dan ukuran partikelnya dengan jelas.
E. MATERI AJAR
Identifikasi koloid, suspensi dan larutan
F. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : saintifik
Metode : discovery learning

21
G. PEMBELAJARAN
Pertemuan 11
Pendahuluan (15 menit)
 Review tentang senyawa kimia dan molekul.
 Penyampaian indikator dan metode belajar kelas edmodo.
 Persiapan komputer dan jaringan internet.
 Guru meletakkan perangkat demonstrasi di depan kelas.
Kegiatan inti (65 menit)
 3 relawan membuat campuran (1) air+tepung, (2) air+susu bubuk, (3) air+gula.
Campuran dikocok sampai rata, kemudian didiamkan. Peserta didik yang lain
membuat hipotesa. (5’)
 Peserta didik mulai online, masuk ke www.edmodo.com, untuk membuat akun
peserta didik dan mendaftar di kelas Chemistry is Fun. (25’)
 Peserta didik mencari informasi dari internet tentang perbedaan suspensi,
koloid, dan larutan. (10’)
 Peserta didik mengamati perangkat demonstrasi dan perubahan yang terjadi.
Peserta didik membandingkan dengan hasil browsing dan menyimpulkan dari
ketiga campuran, mana yang merupakan suspensi, koloid, dan larutan. (15’)
 Evaluasi (10’)
Penutup (10 menit)
 Peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
 Memberikan tugas untuk pembelajaran berikutnya (Membedakan macam dan
sifat koloid).

G. PENILAIAN
Teknik : paperles test
Bentuk instrumen : pilihan ganda

H. SUMBER BELAJAR
Keenan, Kleinfelter, ”Kimia Untuk Universitas”, penerbit Erlangga, Jakarta, 2008
Mauludin, Ujang, ”Kimia untuk SMA dan MA Kelas XII”, PT Sarana Panca Karya
Nusa, Bandung, 2007

22
Hidayati, Nur, ”Kimia SMA/MA Kelas XII”, Pustaka Insan Madani, Yogyakarta,
2006
www.edmodo.com
Situs internet yang sesuai dengan materi pelajaran.

Mengetahui, Batu, 26 Oktober 2016


Kepala SMK Negeri 3 Batu Guru Mata Pelajaran

Drs Sutikno Agustina Dewi Susanti, S. Si


NIP 1958 0819 198603 1 016

23
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama Sekolah : SMK NEGERI 3 BATU
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas / Semester : XII / GANJIL
Pertemuan ke : 12 – 13
Program : Semua Program
Tahun Pelajaran : 2016 / 2017
Alokasi waktu : 4 x 45 menit (2 kali pertemuan)

A. STANDAR KOMPETENSI:
13. Memahami koloid, suspensi, dan larutan sejati
B. KOMPETENSI DASAR
13.2. Membedakan macam dan sifat koloid
C. INDIKATOR
1. Peserta didik dapat mendeskripsikan akibat hamburan cahaya terhadap sifat
optik dari koloid dengan jelas.
2. Peserta didik dapat mendeskripsikan efek Tyndal dan gerak Brown dengan
jelas.
3. Peserta didik dapat mendeskripsikan definisi zat terdispersi dan zat/medium
pendispersi dengan jelas.
4. Peserta didik dapat mendeskripsikan pengelompokan koloid berdasarkan
wujud zat terdispersi dan pendispersinya dengan jelas.
D. TUJUAN
Melalui studi literatur dan diskusi:
1. Peserta didik dapat mendeskripsikan akibat hamburan cahaya terhadap sifat
optik dari koloid dengan jelas.
2. Peserta didik dapat mendeskripsikan efek Tyndal dan gerak Brown dengan
jelas.
3. Peserta didik dapat mendeskripsikan definisi zat terdispersi dan zat/medium
pendispersi dengan jelas.
4. Peserta didik dapat mendeskripsikan pengelompokan koloid berdasarkan
wujud zat terdispersi dan pendispersinya dengan jelas.

24
E. MATERI AJAR
Macam dan sifat koloid
F. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : saintifik
Metode : problem based learning
G. PEMBELAJARAN
Pertemuan 12
Kegiatan pembuka (10 menit)
 Guru menyampaikan indikator
 Peserta didik masuk kelas edmodo (daring)
Kegiatan inti (70 menit)
 Peserta didik mencari informasi tentang macam dan sifat koloid dari internet.
(20’)
 Peserta didik berdiskusi tentang macam dan sifat koloid. (50’)
Kegiatan penutup (10 menit)
 Peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
 Penghargaan pada kelompok/peserta didik yang kinerjanya baik.
 Memberikan tugas untuk pembelajaran berikutnya.

Pertemuan 13
Kegiatan pembuka (10 menit)
 Guru menyampaikan indikator
 Peserta didik masuk kelas edmodo
Kegiatan inti (75 menit)
 Review tentang macam dan sifat koloid. (25’)
 Peserta didik mengerjakan evaluasi KD 1 dan KD 2. (50’)
Kegiatan penutup (5 menit)
 Penyampaian kegiatan pertemuan berikutnya
 Penghargaan kepada peserta didik yang telah mengerjakan tugas dengan baik
 Pembentukan kelompok dan pembagian tugas untuk kegiatan berikutnya
(kelas es krim)

25
G. PENILAIAN
Teknik : tes tulis
Bentuk instrumen : soal pilihan ganda
H. SUMBER BELAJAR
Allan, “Chemistry Matters”, volume 2, Pakar Raya, Jakarta, 2010
Keenan, Kleinfelter, ”Kimia Untuk Universitas”, penerbit Erlangga, Jakarta, 2008
Mauludin, Ujang, ”Kimia untuk SMA dan MA Kelas XII”, PT Sarana Panca Karya
Nusa, Bandung, 2007
Hidayati, Nur, ”Kimia SMA/MA Kelas XII”, Pustaka Insan Madani, Yogyakarta,
2006
Sumber internet yang sesuai dengan materi pelajaran.

Mengetahui, Batu, 26 Oktober 2016


Kepala SMK Negeri 3 Batu Guru Mata Pelajaran

Drs Sutikno Agustina Dewi Susanti, S. Si


NIP 1958 0819 198603 1 016

26
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama Sekolah : SMK NEGERI 3 BATU
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas / Semester : XII / GANJIL
Pertemuan ke : 14 – 15
Program : Semua Program
Tahun Pelajaran : 2016 / 2017
Alokasi waktu : 4 x 45 menit (2 kali pertemuan)

A. STANDAR KOMPETENSI:
13. Memahami koloid, suspensi, dan larutan sejati
B. KOMPETENSI DASAR
13.3. Menerapkan sistem koloid dalam kehidupan
C. INDIKATOR
1. Penggunaan koloid dijelaskan berdasarkan proses pembentukannya
2. Penggunaan Koloid ditelusuri melalui pengkajian pustaka.
D. TUJUAN
Melalui studi literatur dan unjuk kerja, peserta didik dapat membuat laporan
tertulis tentang penggunaan koloid
E. MATERI AJAR
Menerapkan sistem koloid dalam kehidupan
F. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : saintifik
Metode : project based learning
G. PEMBELAJARAN
Pertemuan 14
Kegiatan awal (5 menit)
 Guru menyampaikan indikator
 Persiapan pembuatan es krim
Kegiatan inti (80 menit)
 Praktik membuat es krim (75’)
 Membersihkan lokasi kerja (5’)

27
Kegiatan penutup (5 menit)
 Apresiasi peserta didik yang telah melaksanakan praktik dengan baik.
 Memberitahukan kegiatan pertemuan berikutnya (membuat laporan praktik)
Pertemuan 15
Kegiatan awal (5 menit)
 Penyampaian indikator
 Persiapan pembuatan laporan
Kegiatan inti (80 menit)
 Review praktik dan studi literatur untuk peristiwa yang terjadi saat praktik. (15’)
 Pembuatan laporan dan konsultasi. (65’)
Kegiatan penutup (5 menit)
 Penyampaian judul materi pertemuan berikutnya (pemisahan dan analisis)
 Penghargaan kepada peserta didik yang telah mengerjakan tugas dengan baik
G. PENILAIAN
Teknik : tes performa, tes tulis, portofolio
Bentuk instrumen : performance, soal uraian, penilaian portofolio
H. SUMBER BELAJAR
Cobb. Allan.2007. “Chemistry Matters! Volume 2 STATES OF MATTER”,
Bandung:Pakar Raya.
Keenan, Kleinfelter, ”Kimia Untuk Universitas”, penerbit Erlangga, Jakarta, 2008
Mauludin, Ujang, ”Kimia untuk SMA dan MA Kelas XII”, PT Sarana Panca Karya
Nusa, Bandung, 2007
Hidayati, Nur, ”Kimia SMA/MA Kelas XII”, Pustaka Insan Madani, Yogyakarta,
2006
Buku-buku lain dan situs internet yang sesuai dengan materi pelajaran.

Mengetahui, Batu, 26 Oktober 2016


Kepala SMK Negeri 3 Batu Guru Mata Pelajaran

Drs Sutikno Agustina Dewi Susanti, S. Si


NIP 1958 0819 198603 1 016

28