You are on page 1of 11

CV Titin Indah Teknik

17 Oktober 2012 ·

TEORI DASAR LISTRIK

Teori Dasar Listrik


Artikel kali ini lebih saya tujukan kepada orang awam yang ingin mengenal dan mempelajari
teknik listrik ataupun bagi mereka yang sudah berkecimpung di dalam teknik elektro untuk
sekedar mengingat ke
mbali teori-teori dasar listrik.

1. Arus Listrik

adalah mengalirnya elektron secara terus menerus dan berkesinambungan pada konduktor akibat
perbedaan jumlah elektron pada beberapa lokasi
yang jumlah elektronnya tidak sama. satuan arus listrik adalah Ampere.

Arus listrik bergerak dari terminal positif (+) ke terminal negatif (-), sedangkan aliran listrik
dalam kawat logam terdiri dari aliran elektron yang bergerak dari terminal negatif (-) ke terminal
positif(+), arah arus listrik dianggap berlawanan dengan arah gerakan elektron.

Gambar 1. Arah arus listrik dan arah gerakan elektron.

“1 ampere arus adalah mengalirnya elektron sebanyak 624x10^16 (6,24151 × 10^18) atau sama
dengan 1 Coulumb per detik melewati suatu penampang konduktor”
Formula arus listrik adalah:

I = Q/t (ampere)

Dimana:
I = besarnya arus listrik yang mengalir, ampere
Q = Besarnya muatan listrik, coulomb
t = waktu, detik

2. Kuat Arus Listrik

Adalah arus yang tergantung pada banyak sedikitnya elektron bebas yang pindah melewati suatu
penampang kawat dalam satuan waktu.

Definisi : “Ampere adalah satuan kuat arus listrik yang dapat memisahkan 1,118 milligram perak
dari nitrat perak murni dalam satu detik”.

Rumus – rumus untuk menghitung banyaknya muatan listrik, kuat arus dan waktu:
Q=Ixt
I = Q/t
t = Q/I

Dimana :
Q = Banyaknya muatan listrik dalam satuan coulomb
I = Kuat Arus dalam satuan Amper.
t = waktu dalam satuan detik.

“Kuat arus listrik biasa juga disebut dengan arus listrik”

“muatan listrik memiliki muatan positip dan muatan negatif. Muatan positip dibawa oleh proton,
dan muatan negatif dibawa oleh elektro. Satuan muatan ”coulomb (C)”, muatan proton +1,6 x
10^-19C, sedangkan muatan elektron -1,6x 10^-19C. Muatan yang bertanda sama saling tolak
menolak, muatan bertanda berbeda saling tarik menarik”
3. Rapat Arus

Difinisi :
“rapat arus ialah besarnya arus listrik tiap-tiap mm² luas penampang kawat”.

Gambar 2. Kerapatan arus listrik.

Arus listrik mengalir dalam kawat penghantar secara merata menurut luas penampangnya. Arus
listrik 12 A mengalir dalam kawat berpenampang 4mm², maka kerapatan arusnya 3A/mm²
(12A/4 mm²), ketika penampang penghantar mengecil 1,5mm², maka kerapatan arusnya menjadi
8A/mm² (12A/1,5 mm²).

Kerapatan arus berpengaruh pada kenaikan temperatur. Suhu penghantar dipertahankan sekitar
300°C, dimana kemampuan hantar arus kabel sudah ditetapkan dalam tabel Kemampuan Hantar
Arus (KHA).

Tabel 1. Kemampuan Hantar Arus (KHA)

Berdasarkan tabel KHA kabel pada tabel diatas, kabel berpenampang 4 mm², 2 inti kabel
memiliki KHA 30A, memiliki kerapatan arus 8,5A/mm². Kerapatan arus berbanding terbalik
dengan penampang penghantar, semakin besar penampang penghantar kerapatan arusnya
mengecil.

Rumus-rumus dibawah ini untuk menghitung besarnya rapat arus, kuat arus dan penampang
kawat:

J = I/A
I=JxA
A = I/J
Dimana:
J = Rapat arus [ A/mm²]
I = Kuat arus [ Amp]
A = luas penampang kawat [ mm²]

4. Tahanan dan Daya Hantar Penghantar

Penghantar dari bahan metal mudah mengalirkan arus listrik, tembaga dan aluminium memiliki
daya hantar listrik yang tinggi. Bahan terdiri dari kumpulan atom, setiap atom terdiri proton dan
elektron. Aliran arus listrik merupakan aliran elektron. Elektron bebas yang mengalir ini
mendapat hambatan saat melewati atom sebelahnya. Akibatnya terjadi gesekan elektron
denganatom dan ini menyebabkan penghantar panas. Tahanan penghantar memiliki sifat
menghambat yang terjadi pada setiap bahan.

Tahanan didefinisikan sebagai berikut :

“1 Ω (satu Ohm) adalah tahanan satu kolom air raksa yang panjangnya 1063 mm dengan
penampang 1 mm² pada temperatur 0° C"

Daya hantar didefinisikan sebagai berikut:

“Kemampuan penghantar arus atau daya hantar arus sedangkan penyekat atau isolasi adalah
suatu bahan yang mempunyai tahanan yang besar sekali sehingga tidak mempunyai daya hantar
atau daya hantarnya kecil yang berarti sangat sulit dialiri arus listrik”.

Rumus untuk menghitung besarnya tahanan listrik terhadap daya hantar arus:

R = 1/G
G = 1/R

Dimana :
R = Tahanan/resistansi [ Ω/ohm]
G = Daya hantar arus /konduktivitas [Y/mho]

Gambar 3. Resistansi Konduktor

Tahanan penghantar besarnya berbanding terbalik terhadap luas penampangnya dan juga
besarnya tahanan konduktor sesuai hukum Ohm.

“Bila suatu penghantar dengan panjang l , dan diameter penampang q serta tahanan jenis ρ (rho),
maka tahanan penghantar tersebut adalah” :

R = ρ x l/q

Dimana :
R = tahanan kawat [ Ω/ohm]
l = panjang kawat [meter/m] l
ρ = tahanan jenis kawat [Ωmm²/meter]
q = penampang kawat [mm²]

faktot-faktor yang mempengaruhi nilai resistant atau tahanan, karena tahanan suatu jenis material
sangat tergantung pada :
• panjang penghantar.
• luas penampang konduktor.
• jenis konduktor .
• temperatur.

"Tahanan penghantar dipengaruhi oleh temperatur, ketika temperatur meningkat ikatan atom
makin meningkat akibatnya aliran elektron terhambat. Dengan demikian kenaikan temperatur
menyebabkan kenaikan tahanan penghantar"

5. potensial atau Tegangan

potensial listrik adalah fenomena berpindahnya arus listrik akibat lokasi yang berbeda
potensialnya. dari hal tersebut, kita mengetahui adanya perbedaan potensial listrik yang sering
disebut “potential difference atau perbedaan potensial”. satuan dari potential difference adalah
Volt.

“Satu Volt adalah beda potensial antara dua titik saat melakukan usaha satu joule untuk
memindahkan muatan listrik satu coulomb”

Formulasi beda potensial atau tegangan adalah:

V = W/Q [volt]

Dimana:
V = beda potensial atau tegangan, dalam volt
W = usaha, dalam newton-meter atau Nm atau joule
Q = muatan listrik, dalam coulomb

RANGKAIAN LISTRIK

Pada suatu rangkaian listrik akan mengalir arus, apabila dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Adanya sumber tegangan
2. Adanya alat penghubung
3. Adanya beban

Gambar 4. Rangkaian Listrik.

Pada kondisi sakelar S terbuka maka arus tidak akan mengalir melalui beban . Apabila sakelar S
ditutup maka akan mengalir arus ke beban R dan Ampere meter akan menunjuk. Dengan kata
lain syarat mengalir arus pada suatu rangkaian harus tertutup.
1. Cara Pemasangan Alat Ukur.
Pemasangan alat ukur Volt meter dipasang paralel dengan sumber tegangan atau beban, karena
tahanan dalam dari Volt meter sangat tinggi. Sebaliknya pemasangan alat ukur Ampere meter
dipasang seri, hal inidisebabkan tahanan dalam dari Amper meter sangat kecil.

“alat ukur tegangan adalah voltmeter dan alat ukur arus listrik adalah amperemeter”
2. Hukum Ohm
Pada suatu rangkaian tertutup, Besarnya arus I berubah sebanding dengan tegangan V dan
berbanding terbalik dengan beban tahanan R, atau dinyatakan dengan Rumus :

I = V/R
V=RxI
R = V/I

Dimana;
I = arus listrik, ampere
V = tegangan, volt
R = resistansi atau tahanan, ohm

• Formula untuk menghtung Daya (P), dalam satuan watt adalah:


P=IxV
P=IxIxR
P = I² x R

3. HUKUM KIRCHOFF

Pada setiap rangkaian listrik, jumlah aljabar dari arus-arus yang bertemu di satu titik adalah nol
(ΣI=0).

Gambar 5. loop arus“ KIRChOFF “

Jadi:
I1 + (-I2) + (-I3) + I4 + (-I5 ) = 0
I1 + I4 = I2 + I3 + I5

Pertanyaan Umum Teknik Listrik Industri


1 kva Berapa Amper ?

(Teori Umum)
KVA adalah satuan bagi daya yang dihasilkan oleh tenaga listrik,yakni hasil kali antara tegangan
llistrik(volt) dengan kuat arus(ampere)

jadi 1KVA = 1000VA jadi


bila voltasenya sebesar 380 volt
maka dalam 1KVA terdapat
= 1000/380 = 2,6 Ampere

bila voltasenya sebesar 220 volt


maka dalam 1KVA terdapat
= 1000/220 = 4,5 Ampere

dan bila tegangan diubah ke 100 volt


maka dalam 1KVA terdapat
= 1000/100 = 10 Ampere

(Teori Lain)
bila voltasenya sebesar 380 volt
maka dalam 1KVA terdapat
= 1 / (1.732) / 0.38
= 1.52 Amper

ket. 1.732 adalah satuan rumus tetap

Ukuran Milimeter Kabel

CONTOH:
kabel 2,5 mm artinya kabel tersebut mempunyai luas penampang 2,5 mm
berapa diameternya?

rumus mencari jari2nya:


L = p x r²
2,5 = 3,14 x r²
r² = 2,5 / 3,14
r = v2,5 / 3,14
r = 0,89

maka diameternya
d=2xr
d = 2 x 0,89
d = 1,78 mm

dan Luasnya (kebalikannya)


L = p x r²
= 3,14 x 0,89²
= 2,48

L = luas lingkaran
r = jari2 lingkaran
d = diameter lingkaran
K = keliling lingkaran
p = 22/7 = 3,14

L = p x r²

d=2xr

K=2xpxr
=pxd

r = 1/2 x d
= 1/2 x (K x 7/22)
= akar dari (L x 7/22)
(L x 7/22) = r²

d = K x 7/22
= akar dari (L x 7/22 x 4)
(L x 7/22 x 4) = d²

1 mm Kabel Untuk Berapa Amper ?

Ada yang mengatakan


1 mm untuk 3 Amper dan ada juga yang mengatakan
1 mm untuk 1.76 Amper

1 kw Berapa HP (Horse Power) ?

Menurut konversi satuan international, 1.1 kW (kilo watt) adalah sama dengan 1.475 HP ...
Ya, HP memang Horse Power .Istilah lain adalah PK (singkatan kata dari bahasa Belanda Paar
Kraatt)
1 HP = 0.745 kW = 745 watt
________________________________
Sumber: http://electric-mechanic.blogspot.com/

Contactors
Ketika sebuah relay digunakan untuk mengaktifkan sejumlah besar tenaga listrik melalui kontak,
itu ditunjukkan dengan nama khusus: kontaktor. Kontaktor biasanya memiliki beberapa kontak,
dan kontak yang biasanya (tapi tidak selalu) normal-terbuka, sehingga daya ke beban adalah
mematikan ketika kumparan adalah de-energi. Mungkin industri yang paling umum digunakan
untuk kontaktor adalah kontrol motor listrik.

Kontak di posisi tiga tahap masing-masing saklar yang masuk 3-fasa listrik AC, biasanya
setidaknya 480 Volts untuk motor 1 tenaga kuda atau lebih. Kontak terendah adalah "bantu"
kontak yang memiliki nilai sekarang jauh lebih rendah daripada daya motor besar kontak, tetapi
digerakkan oleh angker yang sama sebagai kekuatan kontak. Bantu kontak yang sering
digunakan dalam rangkaian logika relay, atau untuk bagian lain dari skema kontrol motor,
biasanya switching listrik AC 120 Volt bukan tegangan motor. Satu kontaktor mungkin memiliki
beberapa pembantu kontak, baik normal-normal-terbuka atau tertutup, jika diperlukan.

Tiga "menentang-pertanyaan-tanda" perangkat berbentuk seri dengan setiap fase akan motor
disebut overload pemanas. Setiap "pemanas" elemen resistansi rendah strip logam dimaksudkan
untuk memanaskan sebagai motor menarik arus. Jika suhu dari setiap elemen pemanas ini
mencapai titik kritis (setara dengan overloading moderat dari motor), yang biasanya saklar
tertutup (tidak ditampilkan dalam diagram) akan musim semi terbuka. Ini normal kontak tertutup
biasanya dihubungkan secara seri dengan kumparan relay, sehingga ketika membuka relay akan
secara otomatis de-energi, sehingga mematikan motor. Kita akan melihat lebih banyak
perlindungan yang berlebihan ini kabel dalam bab berikutnya. Overload pemanas ini
dimaksudkan untuk memberikan perlindungan kelebihan arus listrik untuk motor besar, tidak
seperti pemutus rangkaian, dan sekering yang melayani tujuan utama memberikan perlindungan
kelebihan arus kekuasaan konduktor.

Overload fungsi pemanas sering disalahpahami. Mereka tidak sekering yaitu, tidak berfungsi
untuk membakar mereka terbuka dan langsung mematahkan rangkaian sebagai sekering
dirancang untuk melakukan. Sebaliknya, overload pemanas dirancang untuk meniru pemanasan
termal karakteristik tertentu motor listrik harus dilindungi. Semua motor memiliki karakteristik
termal, termasuk jumlah energi panas yang dihasilkan oleh resistif disipasi (I2R), karakteristik
transfer termal panas "dilakukan" untuk media pendingin melalui kerangka besi motor, massa
fisik dan panas spesifik bahan merupakan motor, dll Ciri-ciri ini adalah menirukan oleh pemanas
kelebihan beban pada skala mini: ketika motor memanas menuju critical temperatur, sehingga
akan pemanas terhadap suhu critical, idealnya kecepatan yang sama dan pendekatan kurva.
Dengan demikian, kelebihan beban kontak, dalam temperatur pemanas merasakan dengan
mekanisme termo-mekanis, akan merasakan analog motor yang sebenarnya. Jika kontak
overload perjalanan karena temperatur pemanas yang berlebihan, itu akan menjadi indikasi
bahwa motor sebenarnya telah mencapai temperatur kritis (atau, akan dilakukan sehingga dalam
waktu singkat). Setelah tersandung, pada pemanas yang seharusnya untuk menenangkan diri
dengan kecepatan yang sama dan pendekatan kurva sebagai motor yang sebenarnya, sehingga
mereka mengindikasikan proporsi yang akurat dari kondisi termal motor, dan tidak akan
membiarkan kekuatan yang harus kembali diterapkan sampai motor benar-benar siap untuk start
up lagi.

Ditampilkan di sini adalah kontaktor untuk tiga fase motor listrik, yang terpasang pada panel
sebagai bagian dari sistem kontrol listrik di sebuah pabrik pengolahan air perkotaan:

Tiga fase, 480 volt listrik AC datang untuk tiga normal kontak terbuka di bagian atas melalui
sekrup terminal kontaktor berlabel "L1," "L2," dan "L3" (The "L2" terminal tersembunyi di
belakang sebuah persegi berbentuk "snubber" sirkuit terhubung di terminal koil kontaktor itu).
Kekuatan untuk keluar motor kelebihan beban perakitan pemanas di bagian bawah perangkat ini
melalui terminal sekrup berlabel "T1," "T2," dan "T3."

Kelebihan beban sendiri pemanas unit hitam, blok berbentuk persegi dengan label "W34,"
menunjukkan respons termal tertentu untuk tenaga kuda tertentu dan suhu penilaian terhadap
motor listrik. Jika motor listrik dari daya yang berbeda dan / atau temperatur peringkat itu harus
diganti untuk satu saat dalam pelayanan, unit pemanas kelebihan beban harus diganti dengan unit
yang memiliki respon termal cocok untuk motor baru. Produsen motor dapat memberikan
informasi tentang unit-unit pemanas yang sesuai untuk digunakan.

Tombol tekan putih yang terletak antara "T1" dan "T2" garis pemanas berfungsi sebagai cara
untuk secara manual mengatur kembali normal saklar tertutup kembali ke keadaan normal
setelah pernah tersandung oleh temperatur pemanas yang berlebihan. Kawat sambungan ke
"overload" saklar kontak dapat dilihat di bagian bawah kanan atas foto, dekat label membaca
"NC" (biasanya-tertutup). Pada unit overload khusus ini, sebuah "jendela" dengan label
"Tersandung" menunjukkan kondisi tersandung dengan menggunakan bendera berwarna. Dalam
foto ini, tidak ada "tersandung" kondisi, dan muncul indikator jelas.

Sebagai catatan kaki, elemen pemanas dapat digunakan sebagai arus mentah shunt resistor untuk
menentukan apakah suatu gambar motor arus ketika kontaktor ditutup. Mungkin ada saat-saat
ketika Anda bekerja pada rangkaian kontrol motor, di mana kontaktor terletak jauh dari motor itu
sendiri. Bagaimana Anda tahu jika motor mengkonsumsi daya ketika kumparan kontaktor diberi
energi dan angker telah ditarik? Bila gulungan motor terbakar terbuka, Anda bisa mengirimkan
tegangan ke motor melalui kontak kontaktor, tetapi masih memiliki nol saat ini, dan dengan
demikian tidak ada gerakan dari poros motor. Jika penjepit-on ammeter ini tidak tersedia untuk
mengukur baris saat ini, Anda bisa membawa multimeter dan mengukur millivoltage di masing-
masing elemen pemanas: jika saat ini adalah nol, tegangan pemanas akan menjadi nol (kecuali
elemen pemanas itu sendiri adalah terbuka , dalam hal ini tegangan akan besar); jika ada arus
motor akan melalui fase yang kontaktor, Anda akan membaca yang pasti bahwa millivoltage di
pemanas:

Ini adalah trik yang sangat berguna untuk menggunakan untuk troubleshooting 3-phase AC
motor, untuk melihat apakah satu fase berliku dibakar terbuka atau dilepas, yang akan
menghasilkan destruktif yang cepat kondisi yang dikenal sebagai "tunggal-pentahapan." Jika
salah satu garis kekuasaan untuk membawa motor terbuka, tidak akan ada arus yang melalui itu
(seperti ditunjukkan oleh seorang 0,00 mV membaca di dalam pemanas), meskipun dua baris
(seperti ditunjukkan oleh sejumlah kecil tegangan jatuh di pemanas masing-masing).

* TINJAUAN:
* Sebuah kontaktor relay yang besar, biasanya digunakan untuk mengalihkan arus ke motor
listrik atau beban listrik tinggi.
* Besar motor listrik dapat dilindungi dari kerusakan kelebihan arus melalui penggunaan
pemanas dan kelebihan kelebihan beban kontak. Jika seri-terhubung pemanas terlalu panas dari
arus yang berlebihan, yang biasanya tertutup overload kontak akan terbuka, de-kontaktor
pengiriman energi listrik ke motor.

PERHITUNGAN DAYA
Daya listrik dalam pengertiannya dapat dikelompokkan dalam dua kelompok sesuai dengan catu
tenaga listriknya, yaitu :

1. Daya listrik DC
2. Daya listrik AC.
Daya listrik DC dirumuskan sebagai :

P=V.I

dimana :

P = daya (Watt)

V = tegangan (Volt)

I = arus (Amper)

Daya listrik AC ada 2 macam yaitu: daya untuk satu phase dan daya untuk tiga phase, dimana
dapat dirumuskan sebagai berikut :

Pada sistem satu phase:

P = V.I. cos θ

Dimana :

V = tegangan kerja = 220 (Volt)

I = Arus yang mengalir ke beban (Amper)

cos θ = faktor daya (cos phi)

Pada sistem tiga phase :

P = √3.V.I. cos θ

dimana:

V = tegangan antar phase =380 (Volt)

I = arus yang mengalir ke beban (Amper)

cos θ = faktor daya (cos phi)

Segitiga daya dapat digambarkan sebagai berikut :

S = daya semu = V*I

P = daya nyata (riil) = V*I*cos θ

Q = daya maya (imaginer) = V * I sin θ


Selanjutnya dapat digambarkan dalam segitiga daya

Contoh perhitungan

Sebuah lampu TL dengan daya 40 W mempunyai factor daya 0.8 berapa besar arus yang
mengalir?

Jawab

TL = 40 W

Cos θ = 0.8

P = V*I* Cos θ

40W = VA*Cos θ
S = 40/0.8

S = 50 VA

S = V*I

I = 50/220

I = 0.227 A