You are on page 1of 1

Kamis 21 Juli 2016, 16:10 WIB

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews

IDI: Dokter yang Terlibat Vaksin Palsu Bisa


Dicabut Izin Profesinya
Jakarta - Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan 23 orang tersangka terkait kasus vaksi
palsu dan masih dalam pengembangan. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan jika ada
anggotanya yang terbukti terlibat maka hak profesinya bisa dicabut.

"Untuk protokol jangka pendek atau akut kita melakukan introspeksi ke dalam. Misalnya bagi
para dokter yang langgar etika, kita akan adili melalui majelis kode etik kedokteran
Indonesia. Kita akan bersifat transparan begitu juga bagi yang melakukan tindakan displin,"
ujar Ketua Umum IDI Prof Dr Ilham Oetomo Marsis SpOG dalam diskusi vaksin palsu di
Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis (21/7/2016)

Ilham menjelaskan dokter yang terlibat vaksin palsu dan terbukti secara hukum maka akan
disidang oleh MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran) IDI, tentu setelah menjalani
proses hukum. Ilham menyebut pelanggaran displin yang dilakukan oleh dokter dikenakan
dua sanksi, pencabutan hak profesi dan surat tanda register dokter.

"Tidak menutup kemungkinan seorang dokter dapat sanksi bahkan kita cabut kartu dokternya
dari Ikatan Dokter Indonesia, kalau perlu kita tarik STR-nya (surat tanda register) karena
melanggar displin. Tetapi satu hal kita ingin ini terjadi transparan (proses hukumnya),"
paparnya.

Sementara, temuan satgas yang terdiri dari IDI, IDAI, Persi, ARSSU terkait vaksin palsu,
akan menjadi rekomendasi bagi pemerinta untuk mencegah hal terjadi lagi. Pihaknya
berharap satgas yang dibentuk pemerintah dapat menenangkan masyarakat.

"Karena pada waktu itu memang terjadi komunikasi terputus, contohnya dokter dengan orang
tua masyarakat tentu kita berharap ini bisa dilakukan sesuatu informasi yang sejelas-jelasnya
kepada pihak orang tua masyarakat," pungkasnya.