You are on page 1of 7

PENGARUH DEMONSTRASI SIKAT GIGI TERHADAP PENGETAHUAN ANAK

USIA SEKOLAH TENTANG SIKAT GIGI YANG BENAR DI SD NEGERI 1


UJONG RIMBA KECAMATAN MUTIARA TIMUR
KABUPATEN PIDIE 2016.

Khalid Muajir1), Ns, Nurlela Mufida,S.Kep,M.Kep2)


1
Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Medika Nurul Islam
2
Dosen Pembimbing Program Studi Ilmu Keperawatan Medika Nurul Islam

Jurnal Keperawatan NO.ISSN 2088-1851

Abstrak
Demonstrasi sikat gigi merupakan suatu metode dengan cara memperagakan aturan dan
urutan melakukan sikat gigi untuk menghindari kerusakan gigi. Tujuan penelitian untuk
mengetahui adanya pengaruh demonstrasi sikat gigi sebelum dan sesudah diberikan
intervensi pengetahuan anak usia sekolah tentang sikat gigi yang benar di SD Negeri 1 Ujong
Rimba Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie 2016. Metodologi penelitian ini bersifat
pra exsperimental dengan rancangan penelitian “one group pre test-post test desing” yaitu
menggunakan hubungan sebab akibat dengan cara pengambilan sampel total populasi
menggunakan melibatkan suatu kelompok subyek dengan jumlah sampel anak usia sekolah
kelas 3 SDN1 Ujong Rimba 35 responden. Hasil penelitian yang dilakukan pada tanggal 04
sampai 06 April2016 dapat ditunjukkan bahwa pengetahuan anak usia sekolah tentang sikat
gigi sesudah diberikan intervensi sebagian besar dalam kategori pengetahuan baik sebanyak
30 responden (82,85%) dan pengetahuan cukup 5 responden (17,15%), Dan berdasarkan hasil
perhitungan diperoleh hasil t-hitung sebesar 18,52 yang dikonsultasikan dengan t-tabel
dengan tingkat kemaknaan 0,05 dan db=34 didapatkan hasil t-tabel yaitu sebesar 1,691 atau
atau t-hitung lebih besar dari t-tabel (18,52> 1,691) artinya ada pengaruh demonstrasi sikat
gigi terhadap pengetahuan anak usia sekolah tentang sikat gigi yang benar. Saran diharapkan
bagi perawat dapat meningkatkan tingkat pengetahuan anak usia sekolah cara-cara menyikat
gigi yang benar untuk menghindari cepatnya kerusakan gigi.
Kata kunci : Pengaruh demonstrasi,Sikat gigi, Anak usia sekolah
Abstract
Demonstration toothbrush is a method by way of demonstrating the rules and order of doing a
toothbrush to prevent tooth decay. The aim of research to determine the effect of the
demonstration toothbrush before and after the intervention knowledge of school-age children
about the correct toothbrush in SD Negeri 1 Ujong Rimba Mutiara Eastern District of Pidie
district in 2016. The methodology of this research is pre exsperimental with the study design
"one group pre test -post test desing "which uses a causal relationship to the total population
sampling method used involves a group of subjects with a sample of school-age children
grades 3 SDN1 Ujong Rimba 35 respondents. Results of research conducted on 04 until 06
April 2016 it can be shown that the knowledge of school-age children about toothbrush after
most of the interventions given in the category of good knowledge of 30 respondents
(82.85%) and insufficient knowledge 5 respondents (17.15%), and based on the results of the
calculation, t-count by 18.52 consulted with t-table with a significance level of 0.05 and db =
34 is obtained t-table that is equal to 1.691 or or t-count larger than t-table (18 , 52> 1.691)
means that there is influence toothbrush demonstration against the knowledge of school-age
Keywords : Effects demonstration, Toothbrush, school-age children

STIKes Medika Nurul Islam


1
children about the right toothbrush. Suggestions are expected for nurses can increase the level
of knowledge of school-age children the ways of correct brushing to avoid rapid tooth decay.

Pendahuluan
Kesehatan adalah sumber investasi menuju Indonesia sehat,akan mengajak kita untuk lebih
menghargai arti sehat manusia,karena sehat adalah modal dasar dalam melakukan segala
sesuatu. Pengertian sehat meliputi kesehatan jasmani, rohani serta sosial dan bukan hanya
keadaan bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan. Salah satu gambaran masyarakat
Indonesia dimasa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan masyarakat adalah
masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan
dan perilaku hidup sehat (Arali, 2008).
Sudayasa (2010), tujuan pembangunan nasional adalah peningkatan kualitas sumber daya
manusia (SDM) yang dilakukan secara berkelanjutan (termasuk penanggulangan salah
satunya tentang kesehatan gigi).
Bila gigi jarang dibersihkan, lama kelamaan, sisa-sisa makanan bersama-sama bahan-
bahan yang ada dalam ludah akan bersatu menjadi keras dan melekat pada permukaan gigi.
Biasanya mulai dari daerah leher gigi. Lama kelamaan bisa menyelimuti permukaan
mahkota gigi.
Pengetahuan penyakit paling sering pada anak-anak seperti halnya penyakit-
penyakit yang sering menyerang anak-anak, Penyakit dalam mulut dan gigi yang khas
menyerang anak-anak, yaitu: Acute herpetic gingivostomatitis, Moniliasis, Stomatitis
catarrhalis, Steptococcal dan staphylococcal gingivitis, Noma. Acute herpetic
gingivostomatitisPenyebab nya adalah virus herpes simplex. Penyakit pada gusi ini
seringkali menyerang bayi dan anak-anak, jarang menyerang orang dewasa. Moniliasis akut,
disebut juga thrush,adalah penyakit fungus (jamur), Menyerang selaput lendir mulut
sampai ke gusi dan gigi daerah periodontal. Stomatitis catarrhalis (sariawan) yang paling
sering penyebabnya adalah bakteri hemolitic streptococcusyang juga menyebabkan sakit
pada kerongkongan, organisme-organisme ini yang biasa menyebabkan pada anak-anak.
Streptococcal gingivitis radang gusi ini tanda-tandanya yang khas ialah daerah yang
membengkak itu memerah mengkilap disertai rasa sakit. Gonococcal dan staphylococcal
gingivitis penyakit yang menyerang anak-anak terdapat cairan bernanah pada tepi gusinya.
Noma suatu infeksi menyerang gusi, sehingga (radang di mulut) noma ini seringkali
menyerang anak-anak meskipun bisa juga terjadi pada orang dewasa, tetapi jarang
(Candrawati, 2009).

Metode Penelitian
Setting Penelitian
Konsep penelitian tidak dapat diukur dan diubah secara langsung agar dapat diamati
dan diukur, maka konsep tersebut harus digambarkan kedalam sub-sub variabel yang saling
berhubungan dan saling mempengaruhi elemen tersebut dalam variabel pretest, intervensi,
postest
Pre-test Intervensi Pos-test

Pengetahuan Sikat Demonstrasi Sikat


Gigi yang benar Gigi yang benar Pengetahuan

STIKes Medika Nurul Islam

2
Instrumen Penelitian
instrument Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berisikan
10 pertanyaan yang menyediakan jawaban alternative dan respon hanya memilih 1
diantaranya yang sesuai dengan pendapatnya. Kuesioner terdiri dari 10 pertanyaan –
pertanyaan berkaitan pengetahuan siswa tentang sikat gigi yang benar.

Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian pra exsperimental dengan desain“one
group pre test-post test design” yaitu menggunakan hubungan sebab akibat dengan cara
melibatkan satu kelompok subyek. Kelompok subyek di observasi sebelum dilakukan
intervensi kemudian di observasi lagi setelah intervensi.

Teknik Analisis Data


Teknikanalisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalahsebagaiberikut:
1) AnalisisUnivariat
Analisa univariat dilakukan untuk melihat gambaran distribusi frekuensi dari masing-
masing variabel yang diteliti baik dari variable independen dan variable dependen,
disesuaikan dengan jenis data.
2) AnalisisBivariat
Berdasarkan tujuan penelitian dan skala dan interval maka analisis ini diarahkan pada
pengujian hipotesis secara statistik dengan uji t. Nilai keyakinan yang dipahami dalam
uji statistik adalah 0,95 dan nilai kemaknaan α = 0,05 (5 %)
Rumus uji t menurut Arikunto (2008 ) adalah:
Md
𝑡=
ε𝑥 2 d

𝑁(𝑁−1)
Keterangan :
T : Koefisien t
Md : Mean dari perbedaan pre test dan post test
ε𝑥 2 d : Jumlah kuadrat deviasi
N : Jumlah sampel
Df : Derajat kebebasan N-1

3) Penyajian Data
Data yang telah dikumpulkan akan di olah melalui computer /softwer, kemudian
disajikan dalam bentuk table distribusi frekuensi.
Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan pada tanggal 04 sampai dengan 06 April
2016 pada siswa kelas 3, dengan cara mengedarkan kuesioner dengan aspek yang diteliti
adalah Pengaruh demonstrasi sikat gigi terhadap pengetahuan anak usia sekolah tentang sikat
gigi yang benar di SD 1 Ujong Rimba Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie 2016.

STIKes Medika Nurul Islam

3
1) Data Umum
Kelompok responden berdasarkan jenis kelamin
Tabel 5.1Distribsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jeniskelamin Frekuensi Persentase (%)
1 Laki-laki 16 45,72
2 Perempuan 19 54,28
Total 35 100
Sumber : Hasil Penelitian Diolah, 2016
Berdasarkan tabel 5.1 diatas dapat dilihat bahwa sebagian besar responden berjenis
kelamin perempuan 19 responden (54%) dan Laki-laki 16 (46%).
2) Data Khusus
Tabel 5.2 Distribusi responden berdasarkan pengaruh demonstrasi sikat gigi
terhadap pengetahuan sikat gigi sebelum diberikan intervensi
Tingkat PersentaseJ
No Frekuensi Persentase (%)
Pengetahuan awaban
1 Baik 76-100 % 0 0
2 Cukup 56-75 % 6 17,15
3 Rendah 40-55 % 29 82,85
Total 35 100
Sumber : Hasil Penelitian Diolah, 2016
Berdasarkan tabel 5.2 diatas dapat dilihat bahwa pengetahuan sikat gigi sebelum di
berikan intervensi sebagian besar dalam tingkat pengetahuan rendah sebanyak 29 responden
(82,85%), pengetahuan cukup sebanyak 6 responden (17,15%).
Tabel 5.3 Distribusi responden berdasarkan pengaruh demonstrasi sikat gigi terhadap
pengetahuan anak usia sekolah tentang sikat gigi Sesudah diberikan intervensi
Tingkat Persentase
No PersentaseJawaban Frekuensi
Pengetahuan (%)
1 Baik 76-100 % 30 85,72
2 Cukup 56-75 % 5 14,28
3 Rendah 40-55 % 0 0
Total 35 100
Sumber : Hasil Penelitian Diolah, 2016
Berdasarkan tabel 5.3 diatas dapat ditunjukkan bahwa pengetahuan sikat gigi siswa-siswi
kelas 3 sesudah di berikan intervensi sebagian besar dalam tingkat pengetahuan baik
sebanyak 30 responden (85,72%) dan pengetahuan cukup sebanyak 5 responden (14,28%).

Tabel 5.4 Tabulasi silang pengaruh demonstrasi sikat gigi terhadap pengetahuan anak usia
sekolah tentang sikat gigi yang benar sebelum dan sesudah diberikan intervensi
Tingkat Pengetahuan
PengetahuanBa
Cukup Rendah Jumlah
No Responden ik
N % N % n % n %
1 Sebelum 0 0 6 17,15 29 82,85 35 100
2 Sesudah 30 85,72 5 14,28 0 0 35 100
Sumber : Hasil Penelitian Diolah, 2016

STIKes Medika Nurul Islam


4
Berdasarkan tabel diatas 5.4 dapat ditunjukkan bahwa pengetahuan sikat gigi siswa-
siswi kelas 3 sebelum di berikan intervensi sebagian besar dalam kategori pengetahuan
rendah sebanyak 29 responden (82,85%), Pengetahuan cukup sebanyak 6 responden
(17,15%). Sedangkan sesudah di berikan intervensi sebagian besar dalam kategori
pengetahuan baik sebanyak 30 responden (85,72%) dan pengetahuan cukup sebanyak 5
responden (14,28%).
Pengetahuan sikat gigi sebelum dan sesudah di berikan intervensi dapat di peroleh hasil
uji t-hitung sebagai berikut:
∑𝑑 149
Md = = = 4,26
𝑁 35
𝑀𝑑
t = ∑ 𝑋2 𝑑

𝑁(𝑁−1)
4,26
= 60,69
√35(35−1)
4,26 4,26
= =
60,69 60,69
√35(34) √
1190
4,26
=
√0,051
4,26
= 0,23
=18,52

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasilt-hitung sebesar 18,52 yang dikonsultasikan


dengan t-tabel dengan tingkat kemaknaan 0,05 dan db = 34 didapatkan hasil t-tabel yaitu
sebesar (18,52>1,691) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh
intervensi demonstrasi sikat gigi terhadap pengetahuan anak usia sekolah tentang sikat gigi
yang Benar di SDN 1 Ujong Rimba Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie.

Simpulan
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat
disimpulkan bahwa :
1) Dalam penelitian ini responden di berikan demonstrasi sikat gigi terhadap pengetahuan
anak usia sekolah tentang sikat gigi yang benar selama 3 hari dan hasil dari identifikasi
prosudur demonstrasi sikat gigi terhadap pengetahuan anak usia sekolah selama penelitian
sebelum diberikan intervensi responden tidak menjalankan metode sikat gigi sesuai
dengan prosudur dan sesudah diberikan intervensi responden 80-100% metode cara sikat
gigi di jalankan dengan benar, Sehingga akan mempengaruhi pengetahuan anak usia
sekolah tentang sikat gigi yang benar.
2) Sebelum diberikan intervensi pengetahuan sikat gigi nilai rata-rata responden sebagian
besar dalam kategori pengetahuan cukup baik sebanyak 6 responden (17,15%) dan
pengetahuan rendah 29 responden (82,85%). Sesudah diberikan intervensi pengetahuan
sikat gigi nilai rata-rata pengetahuan baik sebanyak 30 responden (85,72%), pengetahuan
cukup baik 5 responden (14,28%).

STIKes Medika Nurul Islam

5
3) Ada pengaruh yang signifikan pada demonstrasi sikat gigi terhadap pengetahuan anak usia
sekolah tentang sikat gigi yang benar di SDN 1 Ujong Rimba Kecamatan Mutiara Timur
Kabupaten Pidie 2016, Dengan hasil t-hitung sebesar 18,52 yang dikonsultasikan dengan
t-tabel dengan tingkat kemaknaan 0,05 dan db= 34 didapatkan hasil t-tabel yaitu sebesar
1,691 atau t-hitung lebih besar dari t-tabel (18,52>1,691) sehingga Ho ditolak dan Ha
diterima, Artinya ada Pengaruh Demonstrasi Sikat Gigi Terhadap Pengetahuan Anak Usia
Sekolah Tentang Sikat Gigi Yang Benar Di SDN 1 Ujong Rimba Kecamatan Mutiara
Timur Kabupaten Pidie 2016.

Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disarankan sebagai
berikut :
1) Bagi SD 1 Ujong Rimba diharapkan hasil dari penelitian ini agar anak-anak sekolah dasar
negeri 1 ujong rimba mau dan mampu melakukan metode demonstrasi sikat gigi yang
benar karena untuk mencegah dan menurunkan angka kerusakan gigi.
2) Bagi Institusi Pendidikan diharapkan dapat menggunakan penelitian ini untuk menambah
ilmu pengetahuan dalam pendidikan ilmu keperawatan.
3) Bagi siswa SD Dapat menambah wawasan dalam meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan siswa tentang pentingnya cara-cara menyikat gigi yang benar untuk
menghindari cepatnya kerusakan gigi.
4) Bagi Peneliti lain diharapkan dapat dijadikan bahan informasi dan pedoman untuk
pelaksanaan penelitian lebih lanjut dimasa yang akan sebaiknya menggunakan kelompok
kontrol sehingga akan mendapatkan hasil yang lebih akurat sesuai tujuan yang diharapkan,
sebagai pembanding hasil penelitian yang sudah dilakukan, Sehingga di dapatkan hasil
yang maksimal serta dapat menunjang dari penelitian sebelumnya.

Daftar Pustaka
Anton R,(2008). Masalah Kesehatan gigi di indonesia meningkat,dari : http://www. Suara
pembaharuan. Com/News/2006/09/13/kesra/kesra06.htm.
Antasari S,Liliwati, (2007).Pengaruh Frekuensi Menyikat Gigi Terhadap Tingkat Kebersihan
Gigi Dan Mulut. Dentika Jakarta
Arali. (2008). Buku ajar Gizi,Jakarta. EGC
Budhiharto, (2013). Pengantar Perilaku Kesehatan Gigi dan Pendidikan Gigi, Jakarta: EGC.
EVY, (2013).cara menyikat gigi yang baik dan benar,tersedia senyum sehat.wordpress.com.
Erfandi, (2009). Pengetahuan dan faktor-faktor yang mempengaruhi http:www,forbetter
health,word press.Com
Farichan hanum, (2015).Ketua persatuan docter gigi indonesia, serambi indonesia November
2015.
Ginandjar R, (2007). Cara Menyikat Gigi Yang Benar.www.pikiran -rakyat-.Com
Candrawati,(2009). Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Kesehatan Gigi dengan
Kejadian Karies pada Anak Kelas 1-3 SD Negeri 3 Sumber Kabupaten Klaten
Jawa Tengah, Skripsi. http:stikes.wordpress.com.
Meliano (2009). Perawatan Gigi pada Balita dan Anak. http ://melistory.wordpress.com
Mubaraq,(2007). Promosi kesehatan sebuah proses belajar mengajar dalam pendidikan
Yogyakarta.
Muhibbin Syah, (2012). Psikologi Pembelajaran ,Jakarta

STIKes Medika Nurul Islam

6
Nugrahani D,(2009). Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKSG). Dari : //puskesmas berubah.
Wordpress. Com 2008/06/14/ Usaha-kesehatan-gigi-sekolah.
Nursalam, Pariani, (2011). Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan Jakarta.
Sagung Seto
Notoadmojo S,(2007). Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip Dasar. Rineka cipta,
Jakarta
Notoadmojo,(2007). Pendidikan dan prilaku kesehatan Jakarta.
Pratiwi D,(2009). Gigi Sehat Dan Cantik. PT Kompas Media Nusantara. Jakarta
Putra fadlil, (2011). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan. Diaksesdari
http://satriodamarpanuluh.blogspot.com/2011/06/faktor-faktor-yang-
mempengaruhi.html.
Riyanti ,Eriska, (2007). Skripsi. Hubungan Pendidikan Menyikat Gigi Dengan Terpadu
Kebersihan Gigi Dan Mulut Siswa-Siswi Sekolah Dasar Islam Terpadu
(SDIT) Imam Bukhari. Universitas Padjadjaran Fakultas Kedocteran Gigi.
Bandung
Riyani,E, (2007).Pengenalan dan perawatan kesehatan gigi anak sejak dini –psikologi anak.
Sunaryo, (2007).Strategi belajar mengajar ilmu pengetahuan sosial.
Sumarwan,(2007). Problem tumbuh kembang anak http://pediatricia word press.com
Sanjaya, Wina, (2006). Strategi pembelajaran .Jakarta
Sri Intan Rahayu Ningsih,(2015). Komunikasi dalam pengkajian pada anak.Diakses tanggal
12 januari 2015.
Suad Sidaarto,(2013). Penyakit-penyakit gigi dan mulut pencegahan dan
perawatannya,penerbit liberty,Yogyakarta.
WHO-common oral diseases,(2008). Oral health unit world health organization,geneva
switzerland.dan perawatannya,penerbit liberty,Yogyakarta.
Wong,(2008). Buku ajar keperawatan pediatrik wong edisi 6 Jakarta:EGC

STIKes Medika Nurul Islam