You are on page 1of 3

FAKTOR – FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI

TERJADINYA DEMAM TYPHOID

RISK FACTORS AFFECT OCCURRENCES OF TYPHOID FEVER

Dwi Astuti1, Gamma Nurul Wardah2, Msy Hartina Ulfa3, Selvie Dwi Yanti4

1,2,3,4
Mahasiswa Reguler 2014 Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran,
Universitas Sriwijaya, Jl. Palembang-Prabumulih, Ogan Ilir, Sumatra Selatan, 30662

ABSTRAK
Pendahuluan dan Tujuan :. Penyakit typhus abdominalis terdapat di seluruh dunia dan
penyebarannya tidak tergantung pada iklim. Penyakit ini merupakan problem atau masalah
yang serius bagi kesehatan masyarakat di negara-negara berkembang dan daerah dengan
iklim tropis, seperti halnya Indonesia, penyakit typhus abdominalis dapat ditemukan
sepanjang tahun (endemik) (Binongko, 2012). Penyakit Thypus erat hubungannya dengan
hygiene perorangan dan sanitasi lingkungan…………………………………….. Telaah
literatur ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan demam
typhoid….
Metode : Artikel dikumpulkan dari jurnal-jurnal elektronik dari Google Scholar
menggunakan kata kunci, demam thypoid, faktor risiko, dan kebersihan buruk. Kriteria
inklusinya adalah artikel diterbitkan antara 2010 - 2016 dan ditemukan 5 artikel yang
berhubungan dengan kata kunci.
Hasil : Hasil dari telaah literature ini menunjukkan bahwa banyak terdapat faktor – faktor
yang berhubungan dengan angka kejadian demam typoid di Indonesia………………..
Diskusi dan Kesimpulan : Temuan ini menunjukkan bahwa …………………………..

Kata Kunci : Demam Thypoid, Faktor Risiko, Kebersihan Buruk

ABSTRACT

Introduction and Aim: Abdominal typhoid disease …………This literature review aim to
review studies that …………..
Method :articles were collected through electronic database from Google Scholar, using
keyword typhoid fever, risk factors, and poor hygiene. The inclusion criteria were articles
published between 2010-2016 and found 5 articles related to keywords.
Result :this literature review showed that………………
Discussion and Conclusion : this finding shows that …………..

Keyword: typhoid fever, risk factors, poor hygiene

PENDAHULUAN

Demam tifoid masih merupakan penyakit endemik di Indonesia. Penyakit ini


termasuk penyakit menular yang tercantum dalam Undang–undang nomor 6 Tahun 1962
tentang wabah. Kelompok penyakit menular ini dapat menyerang banyak orang sehingga
dapat menimbulkan wabah. Data pada tahun 2009 menunjukkan bahwa kasus demam tifoid
menduduki peringkat ke tiga dari sepuluh jenis penyakit pada pasien rawat inap di rumah
sakit seluruh Indonesia.
Prevalensi kasus bervariasi tergantung lokasi, kondisi lingkungan setempat dan
perilaku masyarakat. Di Indonesia, diper-kirakan angka kejadian penyakit ini adalah 300 –
810 kasus per 100. 000 penduduk per tahun (Yuni, 2013). Angka kesakitan di indonesia
masih tinggi, yaitu berkisar antara 0,7–1 % (Depkes RI, 1985) dengan angka kematian 2%
(Depkes RI, 1997). Insiden tertinggi didapatkan pada anak-anak. Insiden pen-derita berumur
12 tahun ke atas sebanyak 70–80 %, penderita umur 12 – 30 tahun sebanyak 10–20 %,
penderita umur 30 – 40 tahun sebanyak 5 – 10 % dan 5–10 % penderita di atas umur 40 tahun
(Mansjoer, 2000).
Demam tifoid atau tifus abdominalis adalah penyakit infeksi akut pada saluran
pencernaan yang berpotensi menjadi penyakit multisistemik yang disebabkan oleh
Salmonella typhi (Muttaqin & Sari, 2011). Penyakit yang sejenis dengan demam tifoid adalah
demam paratifoid yang disebabkan oleh Salmonella paratyphi A, B dan C (Widoyono, 2008).
Penyakit ini menyerang pada usus halus dan terkadang pada aliran darah. Dalam masyarakat
penyakit ini sering dikenal dengan nama Tipes atau Thypus (Zulkoni, 2010). Demam tifoid
merupakan demam enterik. Masa tunas sekitar 14 hari, infeksi biasanya berat, menimbulkan
malaise, rasa lelah, muntah, dan nyeri abdomen. Tempat yang lazim adalah kandung empedu,
tetapi organ lain termasuk hati, dapat terkena (Brooker & Gould, 2003).
Karena banyaknya angka kejadian demam typoid di Indonesia sehingga peneliti
tertarik meneliti “faktor – faktor risiko apa saja yang memepengaruhi terjadinya demam
typoid”.