You are on page 1of 11

BAB III

MASALAH DAN PERENCANAAN IDENTIFIKASI MASALAH

A. Identifikasi Masalah
Berdasarkan Identifikasi masalah proses managemen keperawatan di ruang PDL

Perempuan diperoleh seperti terangkum dalam tabel 50sebagai berikut :


Tabel
Identifikasi Hasil Analisa Data
No Tema Sub Tema Hasil Kategori
1 SP2KP Pelaksanaan tugas kepala
ruang
Pelaksanaan tugas ketua tim
Pelaksaan tugas perawat
pelaksana
Meeting morning
Buku laporan sift
Operan jaga
Pre conferent
Post conferent
2 Instrumen A Asuhan Keperawatan Manual
(Pengkajian)
Asuhan Keperawatan Manual
(Diagnosa)
Asuhan Keperawatan Manual
(Perencanaan)
Asuhan Keperawatan Manual
(Implementasi)
Asuhan Keperawatan Manual
(Evaluasi)
Instrumen B Penilaian kepuasaan keluarga
pasien
Kepuasaan kerja karyawan
Instrumen C SOP Pemasangan IVFD
SOP pemasangan oksigen
Merapikan tempat tidur
3 Pasien safety Ketepatan identifikasi pasien
Peningkatan komunikasi
efektif
Pemberian obat
Resiko infeksi
Resiko jatuh
4 Pencegahan Kebersihan tangan
pengendalian Menejemen linen
infeksi Etika batuk perawat
Etika batuk pada
pengunjung/keluarga pasien

119
Berdasarkan tabelsub tema yang tidak memenuhi kriteria atau hasil presentase < 60%

atau katageri < baik yaituPost Conference, Resiko Jatuh, Asuhan Keperawatan Manual

(pengkajian), dan Pelaksanaan pendidikan kesehatan

120
B. Analisa SWOT
Tabel
Analisa SWOT Risiko Jatuh

STRENGHTS WEAKNESS
1. Terdapat instrumen risiko jatuh 1. Perawat belum mengaplikasikan risiko
2. Terdapat bed dengan safty rail jatuh pada semua pasien
3. Sudah mendapatkan lembar pengkajian resiko jatuh
OPPORTUNITIES STRATEGI S-O STRATEGI W-O
1. Meriview assessment risiko keselamata
1. Merivew adanya formulir risiko jatuh dan cara pengisian n pasien : RisikoJatuh
1. Dukungan dari manajemen dalam assessment RisikoJatuh 2. Menghimbau pentingnya melakukan id
pelaksanaan pasien safety 2. Melakukan pengelolaan pada pasien Risiko Jatuh entifikasi pasien risiko jatuh
2. Meningkatnya kepercayaan 3. Melakukan observasi untuk pelaksanaan pengisian lembar 3. Mengingatkan kembali para perawat
pasien dan keluarga terhadap penilaian resiko jatuh dan pemberian penanda risiko jatuh apabila menjumpai adanya lembar
pelayanan ruang PDL Perempuan 4. Melakukan evaluasi pelaksanaan pengisian lembar penilaian risiko jatuh yang belum
risiko jatuh dan pemberian penanda resiko jatuh terisi atau belum melakukan pengkajian
resiko jatuh
THREATENING STRATEGI S-T STRATEGI W-T
1. Peningkatan resiko jatuh 1. Menjadi role mode penanganan pasien risiko jatuh 1. Mengajak perawat untuk melakukan
2. Kemampuan perawat untuk 2. Melakukan observasi untuk pelaksanaan pengisian lembar pengkajian ulang pada pasien risiko
memahami pentingnya penilaian risiko jatuh dan pemberian penanda resiko jatuh jatuh
melakukan pengisian lembar 3. Melakukan evaluasi pelaksanaan pengisian lembar penilaian
penilaian risiko jatuh dan risiko jatuh dan pemberian penanda risiko jatuh
pemberian penanda risiko jatuh

121
Tabel
Analisa SWOT Asuhan Keperawatan Manual

STRENGHTS WEAKNESS
1. Terdapat tenaga perawat profesional (Nurse) dan 1. Kurangnya kesadaran perawat dalam melengkapi
D3 asuhan keperawatan manual
2. Kurangnya motivasi perawat dalam melengkapi
asuhan keperawatan manual
OPPORTUNITIES STRATEGI S-O STRATEGI W-O
1. Dukungan dari Karu dan Katim
2. Meningkatnya kepatuhan peraw 1. Melakukan observasi untuk pengisian asuhan
at untuk melengkapi asuhan keperawatan manual
keperawatan manual di Ruang 2. Melakukan evaluasi pelaksanaan pengisian asuha 1. Mengingatkan kembali kepada perawat untuk
PDL Perempuan n keperawatan manual melakukan pengecekan kelengkapan asuhan kepera
3. Dukungan dari management 3. Adanya supervisi terkait pendokumentasian watan manual
RSUD Palembang Bari asuhan keperawatan manual
THREATENING STRATEGI S-T STRATEGI W-T
1. Meningkatkan koordinasi antara karu, ketua tim 1. Mengingatkan kembali kepada perawat mengenai
1. Kemampuan perawat untuk mema dan perawat pelaksanan kegiatan pengisian asuhan keperawatan manual
hami pentingnya melakukan pengi 2. Melakukan observasi kegiatan pengisian asuhan 2. Melakukan observasi kegiatan pengisian asuhan
sian asuhan keperawatan manual keperawatan manual keperawatan manual
3. Melakukan evaluasi mengenai kegiatan pengisian 3. Melakukan evaluasi kegiatan pengisian asuhan
asuhan keperawatan manual keperawatan manual

122
Tabel
Analisa SWOT Pengendalian Infeksi (Kepatuhan 5 momen cuci tangan)

STRENGHTS WEAKNESS
1. Telah tersedianya fasilitas cuci tangan seperti handscrub 1. Masih ditemukan perawat yang
dipintu masuk setiap ruangan pasien dan di bed pasien tidak melakukan 5 momen cuci tangan
2. Terdapat washtafel, sumber air yang cukup dan sabun cuci tang 2. Masih ditemukan handscrub yang
an kosong baik didepan pintu masuk mau
3. Tersedia poster di dinding cara mencuci tangan 6 langkah pun di bed pasien.
4. Tersedianya poster di dinding lima momen cuci tangan
OPPORTUNITIES STRATEGI S-O STRATEGI W-O
1. Dukungan dari kepala ruangan 1. Meriview assessment risiko keselamata
dalam meningkatkan kepatuhan n pasien: Risiko Jatuh
melakukan 5 momen cuci tanga 2. Menghimbau pentingnya melakukan ke
n 1. Melakukan observasi untuk pelaksanaan 5 momen cuci tangan patuhan 5 momen cuci tangan
2. Meningkatnya kepercayaan 2. Melakukan evaluasi pelaksanaan 5 momen cuci tangan 3. Mengingatkan kembali para perawat
pasien dan keluarga terhadap apabila menjumpai adanya perawat
pelayanan ruang PDL Perempua yang lupa melakukan 5 momen cuci tan
n gan
THREATENING STRATEGI S-T STRATEGI W-T
1. Peninkatan penatalaksanaan cuci 1. Menjadi role mode pelaksanaan 5 momen cuci tangan 1. Mengajak perawat untuk melakukan pel
tangan 2. Melakukan observasi untuk pelaksanaan 5 momen cuci tangan aksanaan 5 momen cuci tangan
2. Kemampuan perawat untuk 3. Melakukan evaluasi pelaksanaan 5 momen cuci tangan
memahami pentingnya melakuka
n 5 momen cuci tangan

123
C. Skoring
Berdasarkan hasil fungsi pengkajian ada 5 masalah yang ditemukan. Lima masalah
tersebut dilakukan penyusunan prioritas masalah dan dilanjutkan dengan planning of
action yang dapat dilihat pada tabel.
Prioritas masalah dilakukan dengan metode C.A.R.L (Capability, Accesbility,
Readness, Leverage) dengan menggunakan skor nilai 1-5.Kriteria C.A.R.L tersebut mem
punyai arti.:
C (Capability): Ketersediaan sumber daya (Dana dan Sarana/peralatan)
A (Accesbility): Kemudahan, masalah yang diatasi atau tidak diatasi.
Kemudahan dapat didasarkan pada ketersediaan metode/cara/teknologi
serta penunjang pelaksanaan seperti peraturan.
R (Readness) : Kesiapan dari tenaga kesehatan maupun kesiapan sasaran seperti keahli
an/kemampuan dan motivasi.
L (Leverage) :Seberapa besar pengaruh criteria yang satu dengan yang lain dalam
pemecahan yang dibahas.

Nilai total merupakan hasil perkalian C x A x R x L, urutan ranking atau prioritas adalah
nilai tertinggi sampai dengan nilai terendah. Rentang nilai yang digunakan nilai 1 sampai
5.
5 = Sangat Mampu/ Paling Tidak Menjadi Masalah
4 = Mampu/ Tidak menjadi Masalah
3 = Cukup/ Cukup Menjadi Masalah
2 = Kurang Mampu/ Menjadi Masalah
1 = Tidak Mampu/ Paling Menjadi Masalah
Dalam pengambilan masalah, ditentukan pula masalah yang menurut kebutuhan harus
segera dicari solusinya.

Tabel
Prioritas CARL
No Masalah Kategori C A R L Skore Rangking
1 Risiko jatuh Patient
Safety
2 Asuhan Keperawatan SP2KP
Manual
3 Pengendalian Infeksi Pengend
(Kepatuhan 5 moment alian

124
cuci tangan) Infeksi

D. Prioritas Masalah

125
E. Planning of Action
Tabel 65
POA Risiko Jatuh

Prioritas Penanggung Yang


NO Masalah Sub Masalah Target Uraian Kegiatan Waktu Sasaran
/Rank Jawab Terkait
1. Pasien Belum Pelaksanaan risiko 1. Mereview pengisian 9-11 1. Perawat Kepala
Safety optimalnya jatuh dari meningkat assessment RisikoJatuh Februari ruangan ruangan,
pengelolaan menjadi 2. Monitoring proses 2019 2. Pasien perawat,
pasien safety: dengankriteria hasil: pengisian penanganan dengan ruangan dan
penanganan 1. Assesment risiko dan pengelolaan Risiko risiko mahasiswa
risiko jatuh jatuh terisi Jatuh jatuh yang ada di
2. Perawat mau 3. Mendampingi proses ruang PDL
mengaplikasi-kan pengisian penanganan Perempuan
kembali dan pengelolaan Risiko
pengidentifika- Jatuh
sian risiko jatuh 4. Melakukan observasi
3. Memberikan pengisian penanganan
tanda risiko jatuh dan pengelolaan resiko
di tempat tidur jatuh
4. Memasang safety 5. Melakukan evaluasi
rail untuk bed pelaksanaan pengisian
yang terdapat lembar penilaian risiko
safety railnya jatuh dan pemberian
penanda resiko jatuh

126
Tabel
POA Asuhan Keperawatan Manual (Pengkajian)

Penanggung
NO Masalah Sub Masalah Prioritas Target Uraian Kegiatan Waktu Sasaran Yang Terkait
Jawab
1. Instrument Belum Pelaksanaan 1. Mereview pengisian 09- 1. Perawat Kepala
A optimalnya Asuhan pengkajian Asuhan 11Februari ruangan Ruangan,
dilakukan Keperawatan Keperawatan Manual 2019 Perawat ruangan
pengisian Manual dari 2. Melakukan dan mahasiswa
pengkajian meningkat menjadi pendampingan dalam yang ada di
Asuhan dengan kriteria pengisian pengkajian ruangan PDL
Keperawatan hasil: Asuhan Keperawatan Perempuan
Manual 1. Perawat Manual
melakukan 3. Melakukan observasi
pengisian untuk pengisian
pengkajian pengkajian asuhan
Asuhan keperawatan manual
Keperawatan 4. Melakukan evaluasi
Manual secara kegiatan pengisian
lengkap pengkajian asuhan
2. Perawat keperawatan manual
melakukan
pengisian asuhan
keperwatan
manual setiap
shift

127
Tabel
POA Pengendalian Infeksi (Kepatuhan 5 momen cuci tangan)

Prioritas Penanggung Yang


NO Masalah Sub Masalah Target Uraian Kegiatan Waktu Sasaran
/Rank Jawab Terkait
1. Pasien Belum Pelaksanaan 5 6. Monitoring proses 9-11 1. Perawat Kepalaruan
Safety optimalnya momen cuci tangan pelaksanaan 5 momen Februari ruangan gan,
penatalaksan dari meningkat cuci tangan 2019 2. Pasien perawat,
aan 5 menjadi 7. Mendampingi proses ruangan
momencucita dengankriteria hasil: pelaksanaan 5 momen dan
ngan 1. Perawat mau cuci tangan mahasiswa
mengaplikasi-kan 8. Melakukan observasi yang ada di
kembali 5 momen pelaksanaan 5 momen ruang PDL
cuci tangan cuci tangan Perempuan
2. Botol handscrub 9. Melakukan evaluasi
terisi baik di pelaksanaan 5 momen
depan pintu cuci tangan
masuk kamar
pasien maupun di
setiap bed pasien

128
129