You are on page 1of 5

LAPORAN ANALISIS ARTIKEL

“Effect of Nurse-Led Telephone Follow ups (Tele-Nursing) on


Depression, Anxiety and Stress in Hemodialysis Patients”
Disusun untuk Memenuhi Tugas Praktik Keperawatan Medikal Bedah

Pembimbing Akademik
Chandra Bagus R.,M.Kep.,Sp.KMB
Pembimbing Klinik
Ns. Dhinamita Nivalinda.,S.Kep

Oleh :
Uvi Zahra Rachmadian
22020118220060

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS XXXIII


JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2019
LAPORAN ANALISIS ARTIKEL
“Effect of Nurse-Led Telephone Follow ups (Tele-Nursing) on
Depression, Anxiety and Stress in Hemodialysis Patients”

Tipe materi/ artikel  Buku (Bab)


 Artikel jurnal (peer reviewed)  Tesis
√ Artikel jurnal (non peer  Lainnya:
reviewed)
 Artikel konferen/prosiding
Informasi Sitasi
Pengarang: Marzieh Kargar Jahromi, Shohreh Javadpour, Leila Taheri dan Farzad
Poorgholami

Judul : Effect of Nurse-Led Telephone Follow ups (Tele-Nursing) on Depression,


Anxiety and Stress in Hemodialysis Patients

Publikasi: Global Journal of Health Science


Tahun: 2016 Volume : 8 No: 3 Halaman: 168-173
Tipe Studi  Opini atau komentar
√ Riset  Deskripsi program, tanpa data
 Review literatur √ Deskripsi program, evaluasi data
 Review literatur secara sistematik  Lainnya
 Meta-analisis
Desain studi
 Desain kuasi-eksperimen
√ Desain eksperimen √ Pre test – post test
 Randomized Control Trial  Post test only
 Single group, no comparison  Delayed post test(s)
 Time series design  Lainnya
 Repeated measures
 Non equivalent control group
 Pre test-Post test
 Studi Observasi  Post test only
 Case study/case series  Delayed post test(s)
 Cross sectional study
 Longitudinal/cohort study  Interrupted
 Correlation study  Equivalent
 Matched on key variables
 Studi Kualitatif  Exterbal controls
 Grounded Theory  Historical controls
 Ethnography  Lainnya
 Narrative

 Mixed Methods (Kualitatif dan


Kuantitatif)
 Review Literatur
 Studi meta-analisis

Metode Pengumpulan
Data
√ Kuesioner  Grup Diskusi  Observasi
 Interview √ Hasil Program  Video
 Opini ahli  Observasi √ Langsung
 Lainnya
Tujuan penelitian/pertanyaan penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek dari tindak lanjut telepon yang
dilakukan oleh perawat (tele-keperawatan) terhadap tingkat depresi, kecemasan dan stres
pada pasien hemodialisis
Pertanyaan penelitian :
1. Apakah tindakan lanjutan telepon (tele-keperawatan) dapat mempengaruhi
penurunan depesi, kecemasan dan stress pada pasien Hemodialisa?
2. Apakah efektif apabila dilakukan (tele-keperawatan) dalam penurunan depesi,
kecemasan dan stress pada pasien Hemodialisa?
Populasi
Jumlah responden dan tipe, response rate
Jumlah sample pada penelitian ini adalah 60 pasien yang dibagi menjadi 2 kelompok
yaitu kelompok intervensi sebanyak 30 orang dan kelompok control sebanyak 30 orang.
Kriteria inklusi untuk responden adalah pasien yang berusia 18 hingga 65 tahun, tidak
mempunyai gangguan kognitif dan psikologi, mengerti bahasa Persia dan minimal
memiliki pendidikan primer, penyakit renal tingkat akhir, konsisten dalam perawatan,
sudah melakukan perawatan hemodialisa minimal 6 bulan, melakukanperawatan minimal
3 kali dalam seminggu selama 3 atau 4 jam, tidak menggunakan transplantasi ginjal,
tidak mengkuti pelatihan formal dialysis. Sedangkan kriteria ekslusi nya adalah kriteria
termasuk memiliki riwayat pengalaman yang serius atau merugikan dalam enam bulan
terakhir, sedang dirawat obat antidepresan, rawat inap karena penyakit akut, dan
keengganan untuk terus berpartisipasi pembelajaran.

Lokasi dan waktu penelitian:


Penelitian ini dilakukan di Bangsal Dialisis Rumah Sakit Motahhari Jarhom, Iran dimulai
pada bulan September hingga Maret 2014

Profesi (Bidang yang diteliti)


Berdasarkan analisa jurnal, profesi atau bidang yang diteliti pada penelitian ini
adalah intervensi keperawatan. Pada penelitian tersebut mengedepankan caring perawat
yang dihaarapkan dapat membantu menurunkan tingkat depresi dan kecemasan yang
dirasakan pada pasien gagal ginjal kronik tingkat akhir. Diketahui bahwa caring
merupakan esensi dari keperawatan dan merupakan fokus serta sentral dari praktik
keperawatan yang dilandaskan pada nilai–nilai kebaikan, perhatian, kasih terhadap diri
sendiri dan orang lain serta menghormati keyakinan spiritual pasien. Hal ini sejalan
dengan tujuan keperawatan menurut Watson yaitu memfasilitasi individu mencapai
tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi meliputi jiwa, raga, dan perkembangan
pengetahuan diri, peningkatan diri, penyembuhan diri dan proses asuhan diri. Pada jurnal
ini bertujuan untuk mengukur efektifitas tele perawat dalam menurunkan angka depresi
dan kecemasan pasien gagal ginjal kronis.
Metode atau intevensi yang digunakan
Metode atau intervensi yang digunakan dalam penelitian ini adalah caring perawat
dalam bentuk tele-perawat. Untuk kelompok intervensi dilakukan tele-keperawatan
selama 30 hari setelah program hemodialisa selama 30 menit per sesi sedangkan pada
kelompok kontrol tidak dilakukan tele-nurse. Telepon konsultasi yang dilakukan perawat
terstruktur, isi dari struktur nya adalah komunikasi, kognisi atau perkembangan,
pernapasan atau sirkulasi, nutrisi, eliminasi, tidur, nyeri atau persepsi, kulit atau jaringan,
seksualitas atau reproduksi, aktivitas dan psikososial atau spiritualitas atau budaya
dilakukan kepada hanya kelompok intervesi yang setiap sesinya dilakukan selama 30
menit.
Setelah dilakukan intervensi selama 30 hari kedua kelompok tersebut akan di ukur
tingkat kecemasan dan depresinya dengan menggunakan skala DASS.

Simpulan
Hasil dari penelitian ini dapat di ketahui secara keseluruhan dari kedua kelompok,
yaitu kelompok intervensi dan kelompok control terjadi perubahan skor skala depresi
yang bermakna yaitu rata-rata pada saat belum dilakukan intervensi skala depresi nya
adalah 16,60, kecemasan nya adalah 16,48 dan stress nya adalah 16,92 sedangkan setelah
dilakukan intervensi rata –rata nya berubah yaitu pada skor depresi menjadi 8,96, skor
kecemasan menjadi 8,68 dan skor stress menjadi 8,36.
Kelebihan
Berdasarkan analisa jurnal tersebut menunjukkan bahwa intervensi caring dapat di
aplikasikan di Indonesia karena intervensi yang digunakan cukup mudah untuk
diaplikasikan oleh perawat Indonesia serta penelitian tersebut sudah terbukti bahwa
pemberian intervensi tersebut dapat menurunkan angka kecemasan, depresi dan stress
pasien yang mengidap gagal ginjal kronik. Selain itu, pemberian intervensi dalam
penelitian ini didukung oleh berbagai artikel jurnal sehingga penelitian atau pemberian
intervensi ini cukup aman dan dapat dilakukan di rumah sakit Indonesia. Selain itu,
intervensi tersebut juga sudah menjadi bahaan referensi jurnal lain dalam mengatasi
kecemasan pasien Gagal Ginjal Kronis. Penelitian ini sudah di setujui oleh Research
Council and the Research Ethics committee dari Jahrom University.
Kekurangan
1. Tidak dijelaksan secara rinci mengenai mengapa intervensi tersebut dilakukan
selama 30 hari
2. Tidak dijelaskan pula mengapa batasan usia dari responden adalah 18-65 tahun
3. Tidak dijelaskan perbedaan bentuk kecemasan pada masing masing rentang usia,
hanya dijelaskan secara keseluruhan saja.
4. Tidak dijelaskan apa saja faktor pendukung yang menyebabkan intervensi dapat
berhasil atau dapat berpengaruh signifikan.