You are on page 1of 7

Pondasi tiang bor (bore-pile), pondasi ini dibuat dengan mengebor/membuat lubang

menggunakan alat bor sampai kedalaman lapisan pendukung (bedrock) dan mengisinya dengan
beton bertulang biasa. Kontrol mutu lebih sulit, terutama pembersihan dasar tiang, pengecoran tiang
dan duduk datar pada lapisan pendukung, lapangan kerja relatif kotor karena air tanah bebas
dangkal. Pelaksanaan pekerjaan relatif lebih lama dan biayanya lebih mahal jika dibandingkan dengan
pondasi tiang metode pancang lainnya.
Pondasi tiang pancang Metode Hydraulic Static Pile Driver 600 ton (HSPD 600 ton), pondasi
ini termasuk jenis pondasi dalam, pondasi ini biasa digunakan untuk bangunan tinggi, cocok pada
berbagai jenis tanah. Pondasi tiang pancang ini cukup kuat menahan beban besar dan biayanya
relatif lebih mahal, karena kontraktor pelaksana sangat sedikit. Pondasi tiang pancang Metode HSPD
ramah lingkungan, tidak menimbulkan kebisingan dan getaran saat pelaksanaannya, relatif mudah,
resiko lingkungan sangat kecil. Untuk penanam tiang pancang ditekan menggunakan alat Jack-in Pile
HSPD Sunwad ZYJ320 Type.
Pondasi dangkal berupa pondasi plat penuh tidak dapat diterapkan untuk “Bangunan
Gedung RSUD Tipe B Plus Kota Parepare” yang direncanakan 8 (delapan) lantai dengan beban
maksimum pada kolom diperkirakan seberat 500 ton. Dengan melihat kondisi di atas, disarankan
menggunakan Pondasi Dalam yang berupa Tiang Pancang atau Borepile. Kondisi dan situasi
lingkungan di sekitar tapak proyek Pembangunan Gedung RSUD Tipe B Plus Kota Parepare masih
sangat memungkinkan Pondasi Tiang Pancang Metode Hammer.

6. Pekerjaan Gedung Utama (Gedung Utama dan Gedung Perawatan)


Pekerjaan struktur dan arsitektur pada Pembangunan Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Kota
Parepare pada kegiatan ini, meliputi: pembangunan tower I seluas 11.306 m2 yang terdiri dari 32
kamar VIP terletak di lantai 4,5,6; kamar kelas I sebanyak 30 kamar di lantai 4,5,6; kantor staf di lantai
7, sedangkan untuk lantai 1,2,3 untuk pelayanan medis, poliklinik, dan UGD. Pembangunan tower II
luas 7.840 m2 dengan peruntukan lantai 1 dan 2 untuk parkir kendaraan; lantai 3 untuk quist house;
dan lantai 4,5,6 dan 7 kamar perawatan sebanyak 48 kamar. Tower III luas gedung 7840 m2 dengan
peruntukan lantai 1 dan 2 untuk parkir kendaraan; lantai 3 untuk quist house; dan lantai 4,5,6 dan 7
kamar perawatan sebanyak 48 kamar.
Pekerjaan Struktur dan arsitektur Pembanguna Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Kota
Parepare meliputi pekerjaan pondasi, pekerjaan plat lantai 1 (satu), sampai lantai 7 (tujuh), serta
pekerjaan atap.
 Pekerjaan Pondasi
Dari beberapa alternatif tipe pondasi dan kondisi lingkungan setempat yang mendukung,
maka dapat disimpulkan bahwa pondasi tiang pancang beton Metode Hammer paling layak
dipakai untuk proyek Pembangunan Gedung RSUD Tibe B Plus Kota Parepare dengan alasan
seperti di bawah ini :
1. Mempunyai kapasitas yang memadai untuk bangunan Gedung RSUD Tipe B Plus Kota
Parepare dengan rencana bangunan berlantai 8 (delapan).
2. Waktu pemancangan lebih cepat dibandingkan tiang bor (bore – pile).
3. Harga/biaya relatif jauh lebih murah dibandingkan jenis sistem pondasi tiang bor (bore –
pile).
4. Situasi/kondisi lingkungan setempat sangat memungkinkan untuk pemancangan
menggunakan Metode Hammer.
5. Risiko kegagalan pondasi dan risiko lingkungan sangat kecil.
6. Tidak kalah pentingnya, termasuk mudah untuk mendapatkan kontraktor pelaksana.
 Pekerjaan plat lantai 1 (satu) sampai lantai 7 (tujuh)
Pekerjaan struktur pada Pembangunan Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Kota Parepare,
meliputi: pekerjaan pondasi, pembangunan lantai dasar (satu) hingga lantai 3 (tiga),
kemudian dilanjutkan dengan lantai 4 (empat) hingga lantai 7 (tujuh) dan lantai 4.
Pekerjaan plat lantai dasar dimulai dari pengecoran pondasi, kolom, balok dan lantai.
Pengecoran dilakukan dengan menggunakan beton ready mix concrete. Secara keseluruhan
untuk lantai bangunan mulai dari lantai dasar (satu) hingga lantai 7 (tujuh) dan lantai atap,
hanya dilakukan pengecoran pada kolom, balok dan lantai dengan menggunakan beton
ready mix concrete. Pekerjaan atap dilakukan pada ketinggian sekitar 34,20 meter di atas
permukaan tanah.
Pada kegiatan ini, juga akan dilakukan pekerjaan aksitektur berupa pasangan bata ringan
(batubata), pelesteran dinding, pemasangan kusen, pekerjaan plafond, pekerjaan lantai dan
pengecatan.
Pekerjaan dinding meliputi sub-pekerjaan pemasangan dinding bata ringan, batubata,
pelesteran dan acian dinding; pemasangan plafond meliputi sub-pekerjaan pemasangan
rangka hollow dan gypsumboard; pekerjaan pintu dan aksesorinya meliputi sub-pekerjaan
pemasangan pintu shaft panil kayu bayam, pemasangan pintu besi, pemasangan pintu kamar
mandi/WC, dan pemasangan pintu; pekerjaan railing meliputi sub-pekerjaan pemasangan
railing tangga.
 Pekerjaan Atap
Pekerjaan atap dilakukan pada ketinggian kurang lebih 34,20 meter di atas permukaan tanah,
bahan yang direncanakan untuk digunakan pada bagian atap seng multiroof dan sebagian
menggunakan dak beton serta kanopi.

7. Pekerjaan Bangunan Pendukung (Gedung Rumah Plat Dokter dan Asrama Perawat)
Pekerjaan bangunan penunjang pada Pembangunan Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Kota
Parepare terdiri dari rumah dokter sebanyak 16 unit dengan luas 1.600 m 2, asrama seluas 800 m2,
gedung pendidikan seluas 1.940 m 2, tempat olahraga seluas 800 m 2, dan mushalla seluas 40 m 2.
Pekerjaan bangunan penunjang ini meliputi: pekerjaan pondasi batu gunung, pekerjaan lantai,
dinding, plafond, pintu dan aksesorisnya, jendela, railing, dan pengecatan dan waterproofing.
Pekerjaan lantai meliputi sub-pekerjaan penimbunan pasir bawah lantai dan pemasangan keramik.
Pekerjaan dinding meliputi sub-pekerjaan pemasangan dinding bata ringan dan batu bata,
pelesteran, acian dinding, dan pemasangan plafond meliputi sub-pekerjaan pemasangan rangka
hollow dan gypsumboard; pekerjaan pintu dan aksesorisnya meliputi sub-pekerjaan pemasangan
pintu panil kusen kayu, finishing melamin, pemasangan pintu shaft panil kayu, pemasangan pintu
besi, dan pemasangan pintu kamar mandi/WC.
Pekerjaan pengecatan dan waterproofing meliputi sub-pekerjaan pengecatan tembok dalam,
pengecatan plafond, pengecatan tembok bagian luar, pengecatan dinding gypsumboard,
waterproofing lantai/toilet.
Pembangunan sarana penunjang di dalam lokasi Pembangunan Rumah Sakit Umum Tipe B
Plus Kota Parepare, meliputi bank/ATM, kantin, cafe, minimarket, capel, penginapan, dan helipad.
Luas masing-masing fasilitas penunjang ini, yaitu bank/ATM, kantin seluas 500 m 2, cafe dan
minimarket 180 m2, capel seluas 100 m2, penginapan seluas 500 m2, dan helipad seluas 200 m2.
Pembangunan sarana pendukung ini rencananya akan dibangun apda bagian depan dan belakang
areal Pembangunan Rumah Sakti Umum Tipe B plus Kota Parepare sehingga memudahkan
pengunjung rumah sakit yang akan memanfaatkannya.
Setelah selesainya kegiatan konstruksi Pembanguan Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Kota
Parepare, maka kegiatan yang dilakukan adalah pembersihan sisa – sisa bangunan, semen, kertas
semen, sisa – sisa kaleng cat, sisa – sisa besi, kayu balok, alat bangungan dan peralatan yang rusak.
Kegiatan pembersihan akan menggunakan truk untuk pengangkutan limbah bangunan ke lokasi
pembuangan yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Kota Parepare.

8. Pekerjaan Bangunan, Utilitas (IPS, RS, Workshop, Ruang Mayat, Power House dan Bak Air Bersih)
Adapun pekerjaan utilitas pada kegiatan ini, secara umum meliputi pembangunan
workshop/garasi seluas 400 m2, mechanical equipment seluas 30 m2, pembangunan bak air
bersih/tower seluas 200 m2 (kapasitas 500 m3), dan pembangunan IPAL seluas 170 m2.
 Workshop
Rencana pembangunan workshop/garasi seluas 400 m2 terletak pada bagian belakang lokasi
berdekatan dengan gedung mekanikal dan perumahan dokter. Gedung ini berfungsi sebagai
garasi dan tempat perbaikan/pemeliharaan peralatan yang mengalami kerusakan.
 Mekanikal/Elektrikal
Pembangunan gedung mekanikal direncanakan akan dibangun sebanyak 2 gedung dengan luas
areal 30 m2 yang terletak pada bagian belakang lokasi berdekatan dengan gedung workshop dan
perumahan dokter. Untuk pekerjaan mekanikal/eletrikal secara umum meliputi instalasi air
bersih, sistem drainase, instalasi listrik dan telepon, isntalasi pemadam kebakaran, instalasi air
condition (AC), gas medis dan ducting, sistem perlindungan, serta pemasangan genset.
 Instalasi Air Bersih
Rencana pembuatan isntalasi penyediaan air bersih dan pengadaan sumberdaya air
untuk Pembangunan Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Kota Parepare, direncanakan
untuk memenuhi kebutuhan air untuk tiap lantai. Berdasarkan standar kebutuhan
air bersih untuk Pembanguan Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Kota Parepare yaitu
200 liter/orang/hari dan perkiraan jumlah karyawan 89 orang serta pasien
Pembangunan Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Kota Parepare yang terlayani sebesar
158 orang per hari, maka kebutuhan air untuk rumah sakit Umum Tipe B Plus Kota
Parepare minimal 4.780 liter/hari (30 m3/hari). Rencana pendistribusian air bersih,
selain dari PDAM, juga akan dibangun instalasi sumur bor untuk air tanah dalam dan
air tanah dangkal, pemasangan pompa transmisi, pembangunan instalasi sistem
pengolahan, pemasangan neraca air pompa distribusi.
 Sistem Drainase
Sistem drainase yang akan dibangun pada Pembanguan Rumah Skait Umum Tipe B
plus Parepare terdiri dari saluran air hujan (run-of) dan potensial outlet.
Pembangunan Saluran air hujan direncanakan adalah saluran buatan (primer dan
sekunder) dengan mempertimbangkan topografi yang ditetapkan dalam site plan.
Pembuatan sistem drainase air hujan dalam pengembangannya didasarkan pada; 1)
volume air hujan meliputi kuantitas air hujan dan tingkat aliran air (kemiringan
tanah/topografi, intensitas air hujan, wilayah tangkapan drainase), 2) fasilitas
pengolahan.
Sistem saluran yang digunakan adalah sistem terbuka dan di beberapa tempat akan
digunakan saluran tertutup (saluran air di bawah tanah) dengan sistem gravitasi dan
menggunakan konstruksi beton dengan dimensi yang sesuai dengan kapasitas yang
diperlukan. Gedung rumah Sakit Umum Tipe B Plus Kota Parepare akan dilengkapi
dengan STP (Sewage Treatment Plant) sehingga semua air buangan yang berasal dari
toilet dan ruangan lainnya yang menghasilkan air kotor tidak langsung mengalir ke
saluran drainase umum.

 Instalasi Listrik dan Telepon


Fasilitas instalasi listrik Pembangunan Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Kota Parepare
yang sudah terpasang dan dioperasikan dari PT. PLN (Persero) dan genset. Pekerjaan
elektrikal yaitu pekerjaan instalasi listrik. Listrik yang akan dimanfaatkan disuplasi
dari PT. PLN (Persero). Kapasitas daya yang bersumber dari PLN sebesar 3.500 kVA.
Energi listrik secara dominan dimanfaatkan untuk pencahayaan pada setiap ruangan
dan AC. Lokasi ruang panel listrik untuk instalasi PLN terdapat pada setiap lantai yang
terletak di dekat lift, sedangkan rumah genset terletak di sebelah utara gedung
(depan Rumah Duka). Genset yang disiapkan sebanyak 2 buah dengan kapasitas
@550 kVA Tipe Silent.
Pemasangan instalasi listrik duduk di atas pondasi dilengkapi dengan rubber
mounting (original bawaan unit mesin listrik dari PT. PLN), pemasangan mounting
disesuaikan dengan SOP PT. PLN. Semua pelaksanaan instalasi dan peralatan harus
diuji sehingga diperoleh hasil yang baik dan bekerja sempurna sesuai persyaratan PT.
PLN. Dalam ruang panel listrik akan ditempatkan isntalasi listrik dari PT. PLN yang
akan mendistribusikan kebutuhan listrik untuk Pembanguan Rumah Sakit Umum
Tipe B Plus Kota Parepare.
Selain itu, untuk mengantisipasi keadaan darurat disediakan sumberdaya listrik
darurat berupa Uninteruptable Power Supply (UPS) untuk beban – beban tertentu
dan baterai kering jenis NiCad atau seal-lead acid untuk beban – beban
darurat/beban untuk keperluan evakuasi.
Instalasi sistem telepon direncanakan akan berpedoman kepada standar yang
ditetapkan oleh PT. Telkom. Jumlah satuan sambungan telepon dan jumlah nomor
cabang/extention untuk pengelola gedung dihitung berdasarkan luas area dengan
memepertimbangkan struktur organisasi.
Peralatan yang akan digunakan adalah sambungan line telephone PABX 10 line 150
extention, IDF/JBTL/TBTL (terminal box telephone), Socket Outlet Telephone, Battery
NiCad tipe rechargeable dan aksesoris pendukung, kabel instalasi dan grounding
system.
 Instalasi Pemadam Kebakaran
Pekerjaan ini meliputi pemasangan instalasi pemadam kebakaran dan pompa
pemadam. Peralatan utama pada sistem ini adalah main central fire alarm, repeater
fire alarm control, panel indicator/panel interface, konfigurasi alat pengindera dan
alarm. Bilamana terjadi kebakaran maka detector, manual call point, dan sprinkler
flow switch akan mengirim sinyal ke pengindera dan alarm kebakaran yang
selanjutnya kan terdengar tanda peringatan/alarm. Setelah alarm kebakaran
berbunyi maka secara otomatis pompa pemadam akan berfungsi. Pekerjaan instalasi
ini dilakukan sebagai tindakan antisipasi terhadap bahaya kebakaran pada gedung
Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Parepare.
 Instalasi Air condition (AC), Gas Medis dan Ducting
Pekerjaan instalasi AC hingga pemasangan unti AC merupakan rangkaian pengaturan
suhu dalam gedung. Pekerjaan instalasi gas medis dan ducting mulai dari lantai 1
hingga lantai 7 serta pemasangan unit AC beberapa set.
 Sistem Perlindungan
Sistem perlindungan yang dimaksud berupa peredam petir (lightning protection
system). Sistem ini direncanakan sedemikian rupa sehingga dapat mengamankan
bahaya eksternal yang diakibatkan oleh sambaran petir langsung pada gedung.
Sistem peredam petir terdiri dari air terminal (head), kabel penyalur arus petir (down
conductor), dan terminal pertanahan (earth terminal). Tipe perangkat peredam petir
yang digunakan adalah early streamer emission type, sedangkan untuk Pertanahan
(earth Terminal) yang digunakan adalah tipe kombinasi TNC-TNS.
 Pemasangan Genset
Pemasangan genset berkapasitas (2 x 550 KVA) sebagai cadangan listrik bilamana suplai
energi dari PLN mengalami gangguan. Peletakan lokasi bangunan genset akan terpisah
dari bangunan utama RS. Konstruksi genset akan dirancang sehingga intensitas bisingnya
rendah dengan cara pembangunan berupa dinding beton, juga lokasi ruang genset akan
jauh dari ruang perawatan dan kegiatan medis.
Untuk pengelolaan udara dari genset akan dirancang dengan adanya cerobong udara dan
adanya ventilasi kiri – kanan pada samping bangunan ruang genset. Untuk pengendalian
getaran pada pondasi genset akan dipasang bantalan khusus untuk mengurangi getaran
yang ditimbulkan.
 Pembangunan Bak Air Bersih
Rencana pembuatan bak air bersih untuk penampungan air bagi pembangunan Rumah
Skait Umum Tipe B Plus Kota Parepare direncanakan terletak pada bagian belakang
rumah sakit dengan luas bangunan 200 m2 dan kapasitas tampung 500 m 3.
Rencana pembangunan instalalsi air bersi untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Tipe
B Plus Parepare diberikan untuk memenuhi kebutuhan air untuk tiap lantai. Sumber air
bersih selain dari PDAM juga akan dibangun instalasi pemboran air tanah dalam dan
tanah dangkal.
 Pembangunan Instalasi Pengolahan Limbah Cair (IPAL) dan Incenerator
Rencana pengelolaan air limbah akan dilakukan dengan sistem kolektif; dimana akan
dibangun septic tank dan bidang perembesan. Kapasitas septic tank berdasarkan beban
kebutuhan air bersih dari masing-masing lantai dikurangi faktor kehilangan air buangan
akibat penguapan dan perembesan sebesar kurang lebih 20% dan bidang perembesan
80% dari kapasitas air bersih.
Konstruksi septic tank yang akan dibuat dari beton bertulang dan ditutup plat beton
bertulang dilengkapi dengan bak kontrol, man hole, pipa hawa (vent). Bidang
perembesan akan dibangun trdiri dari pipa PVC berlobang da dilengkapi dengan batu
kerikil, ijuk, pasir dan tanah urug. Kapasitas septic tank yang dibuta kurang lebih 10 m3.
Jumalh dan panjang dari pipa berlubang untuk perembesan tergantung pada kapasitas
air buangan dan kecepatan perembesannya.
Rencana pembangunan instalasi pengolahan air buangan (Sewage Treatment Plant/STP)
adalah untuk pengolahan air buangan secara biologis. Adapun sistem pengolahan air
buangan yang diterapkan adalah extended aeration. Kapasitas STP yang akan dibuat
antara 30 – 50 m3, dengan mempertimbangkan volume air buangan dari rumah sakit
umum Tipe B Plus Kota Parepare. Air limbah yang akan dihasilkan dari Rumah Sakit
Umum Tipe B Plus Kota Parepare terbagi dua yaitu air limbah domestik dan air limbah
non-domestik. Air limbah domestik terdiri dari air buangan dari pantry, laundry, kamar
mandi dan kotoran manusia (air seni dan tinja), sedangkan air limbah non-domestik
merupakan air buangan yang berasal dari laboratorium, kamar bedah dan ruang rontgen
Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Kota Parepare. Limbah cari domestik yang dihasilkan
akan dialirkan ke STP (Sewage Treatment Plan) Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Kota
Parepare sedang dalam penanganan.
Limbah cair yang bersumber dari laboratorium, kamar bedah dan ruang rontgen Rumah
Sakit Umum Tipe B Plus Kota Parepare, akan dialirkan ke Instalasi Pengolahan Limbah
Cair (IPAL) yang akan dibangun sebelum air buangan tersebut dilepas ke saluran drainase
umum.
Incenerator yang direncanakan dibangun untuk mengatasi limbah padat rumah sakit
yang merupakan bahan pabrikan yang siap pakai sehingga perlu dilakukan hanya
menyiapkan tempat untuk lokasi incenerator. Kapasitas incenerator yang direncanakan
berkapasitas 1 m3.

9. Pekerjaan Sarana Penunjang (Jalan, Drainase, RTH, dan Pos Keamanan)


 Pembangunan Jalan
Pembangunan sarana trnasportasi mencakup jalan dengan lebar 6 – 10 meter. Pembangunan
jalan akan menggunakan material bahan perkerasan dari hot rolled asphalt a1 (0,30), batu
pecah a2 (0,14) dan sirtu a3 (0,13). Susunan perkerasan masing – masing adalah lapisan
permukaan HRA dengan tebal 15 – 20 cm, lapisan pondasi batu pecah tebal lapisan 20 cm dan
lapisan pondasi bawah sirtu tebal lapisan 15 cm. Pada jalan yang dibangun akan dilengkapi
dengan landscape furniture, seperti tanaman peneduh, lampu jalan/taman, armatur iklan,
sign board, marka jalan dan rambu jalan serta tempat sampah.
Rancangan perkerasan untuk masing-masing fungsi dan kelas jalan dilakukan dengan
pendekatan perhitungan daya dukung lahan dan pematangannya, nilai BCR, rencana
perkerasan untuk periode 5 tahunan