You are on page 1of 5

ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENAIKKAN PAJAK

1.147 JENIS BARANG IMPOR

Fidelis Dwi Putra Santoso

Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Indonesia

E-mail: areksawojajar99@gmail.com

Abstract
The Rupiah exchange value against US dollar from August until September are
keep weakened. Many factors that can influence the weakening of rupiah value. One of that
is the trade war among USA against China. The purpose of this article is to analyze the
government policy that can decrease the effect of rupiah’s weakening by using some
different references. All of references equally give explanation in detail about the
government policy to increase the import taxes for 1.147 goods. The Indonesian
government policy to increase the import taxes for 1.147 goods is a good idea. Because,
it’s suitable with Indonesia’s condition. Indonesian rupiah is weakening this time and also
the Indonesia’s trade balance is deficit.

Keyword: currency, economy, import, policy, taxes

PENDAHULUAN

Nilai tukar rupiah terhadap dolar dari bulan Agustus hingga awal September
terus melemah. Puncaknya pada hari Rabu, 5 September 2018 nilai rupiah mencapai
angka Rp15.081 per $1 US. Banyak faktor yang mempengaruhi melemahnya nilai
rupiah tersebut. Salah satu penyebab utamanya adalah perang dagang antara
Amerika Serikat dengan Tiongkok. Hal ini menyebabkan dolar menguat terhadap
beberapa mata uang di dunia. Jika kondisi ini terus berlanjut maka perekonomian
Indonesia akan terancam. Untuk itu pemerintah segera melakukan tindakan guna
membantu perekonomian Indonesia agar terhindar dari dampak krisis yang lebih
besar. Salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat perekonomian Indonesia
adalah dengan menaikkan pajak impor bagi 1.147 jenis barang.

Untuk mengetahui informasi mengenai kebijakan pemerintah dalam


menaikkan pajak PPh barang impor, saya menggunakan beberapa berita sebagai
rujukan. Rujukan pertama dari CNN Indonesia tanggal 5 September 2018 yang
berjudul “Sri Mulyani Naikkan Pajak 1.147 Jenis Barang Impor”. Rujukan kedua
dari Bisnis.com tanggal 5 September 2018 yang berjudul “Tarif PPh Impor 1.147
Barang Naik”.

Dari kedua berita yang saya pilih, saya akan mencari informasi terkait
kebijakan pemerintah dalam menaikkan pajak terhadap 1.147 barang impor. Hasil
kajian dari artikel telaah ini menjadi dasar untuk mencari kesimpulan bagaimana
kebijakan pemerintah dalam mengatasi krisis ekonomi dengan cara menaikkan
pajak PPh barang impor.

NERACA PERDAGANGAN YANG DEFISIT

Perekonomian Indonesia pada saat ini mulai terancam. Pasalnya nilai tukar
rupiah terus melemah. Sampai puncaknya pada tanggal 5 September 2018 nilai
tukar rupiah sebesar Rp15.081 per dolar Amerika. Hal ini berdampak pula pada
neraca perdagangan Indonesia. Neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit
pada Januari hingga Juli 2018.

Neraca Perdagangan Indonesia


15,000.00

10,000.00

5,000.00

0.00
2013 2014 2015 2016 2017 2017 2018
-5,000.00 (Jan-Jul) (Jan-Jul)

Neraca Perdagangan Indonesia

Sumber: Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

Dari gambar diatas menunjukkan neraca perdagangan Indonesia dari tahun


2013 – 2018 (untuk data tahun 2018 masih sementara dikarenakan masih berjalan).
Neraca perdagangan Indonesia sempat defisit di tahun 2013 sebesaar -4.076,90
(dalam juta US$). Kemudian terus merangkak naik dan sampai pada puncaknya
pada tahun 2017 sebesar 11.842,60. Namun pada Januari – Juli 2018 neraca
mengalami defisit sebesar -3.088,10. Dari data Kementerian Perdagangan neraca
perdagangan mengalami defisit disebabkan karena banyaknya impor daripada
ekspor yang dilakukan Indonesia. Rinciannya, Indonesia melakukan ekspor sebesar
104.236,50, dari migas sebesar 10.026,50 dan non migas sebesar 94.210,00.
Sedangkan Indonesia melakukan impor sebesar 107.324,60, dari migas sebesar
16.679,90 dan non migas 90.644,70. Data dari BI terkait kurs rupiah dengan dolar
AS menunjukkan pelemahan di awal Januari 2018 hingga awal September 2018.
Kurs di tahun 2017 cenderung stabil di kisaran Rp13.000. Dari ini dapat
disimpulkan jika kurs rupiah pada saat tahun 2017 dan 2018 mempengaruhi neraca
perdagangan Indonesia dimana ketika rupiah cenderung stabil neraca akan
cenderung surplus dan ketika rupiah melemah akan cenderung menyebabkan
defisit.

MENAIKKAN TARIF IMPOR

CNN Indonesia (5 September 2018) melansir berita terkait wacana


pemerintah untuk menaikkan pajak bagi barang – barang impor. Sri Mulyani selaku
Menteri Keuangan memutuskan untuk menaikkan pajak bagi 1.147 jenis barang
impor. Barang-barang yang dikenakan kenaikan pajak bervariasi. Barang pertama
sebesar 719 akan naik dari 2,5 persen menjadi 7,5 persen. Barang kedua sebanyak
219 akan naik dari 2,5 persen menjadi 10 persen. Dan barang ketiga akan naik dari
7,5 persen menjadi 10 persen. Dengan adanya kenaikan pajak ini diharapkan dapat
menekan impor yang dilakukan oleh Indonesia. Pemerintah dalam melakukan
kebijakan ini tidak sembarangan, karena pemerintah hanya akan menaikkan pajak
bagi barang yang sudah ada substitusinya di dalam negeri sehingga tidak perlu
impor dan dapat menaikkan produktivitas dalam negeri. Sehingga pada akhirnya
neraca perdagangan Indonesia dapat diperbaiki atau dalam kata lain bisa surplus.

KESIMPULAN

Kebijakan pemerintah dalam menaikkan pajak bagi 1.147 barang impor


dapat dikatakan sebagai strategi yang jitu. Hal ini dikarenakan sesuai dengan
kondisi Indonesia saat ini. Indonesia saat ini sedang mengalami pelemahan nilai
rupiah yang cukup besar bila dibandingkan dengan beberapa tahun ke belakang.
Selain itu, neraca perdagangan Indonesia pada Januari – Juli 2018 mengalami
defisit dari tahun sebelumnya. Tentunya ini sangat merugikan ketika nilai mata
uang Indonesia melemah namun justru impor yang lebih besar dari ekspor. Dengan
adanya kebijakan ini diharapkan mampu menekan impor Indonesia agar tidak terus
mengalami defisit. Selain itu dengan impor yang semakin berkurang maka akan
meningkatkan produktivitas dari produk dalam negeri untuk dapat memenuhi
kebutuhan di negara tersebut. Pada akhirnya neraca perdagangan akan kembali
stabil dan dapat melakukan ekspor melalui produk dalam negeri yang semakin baik
karena produktivitas yang meningkat.
DAFTAR RUJUKAN

Bank Indonesia. Kurs Transaksi Bank Indonesia Mata Uang USD, (Online),
(https://www.bi.go.id/id/moneter/informasi-kurs/transaksi-bi/Default.aspx),
diakses 5 September 2018

Bisnis.com. Tarif PPh Impor 1.147 Barang Naik, (Online),


(http://finansial.bisnis.com/read/20180905/9/835454/tarif-pph-impor-1.147-
barang-naik), diakses 5 September 2018

CNN Indonesia. Sri Mulyani Naikkan Pajak 1.147 Jenis Barang Impor, (Online),
(https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180905164937-532-327930/sri-
mulyani-naikkan-pajak-1147-jenis-barang-impor), diakses 5 September 2018

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Neraca Perdagangan Indonesia


Total, (Online), (http://www.kemendag.go.id/id/economic-profile/indonesia-
export-import/indonesia-trade-balance), diakses 5 September 2018