You are on page 1of 23

KOMUNIKASI GLOBAL

ASHMA NUR SA’ADAH ( 1204134047 )


AZIZ MARSHA ( 1204130088 )
DEVIANA ANANDA ( 1204134091 )
KARTIKA SARI ( 1204130141 )
BUDAYA BISNIS
CHINA
VS
BUDAYA BISNIS
INDONESIA
APA ITU BUDAYA
BISNIS?
 Budaya  Seperangkat nilai – nilai inti yang dipelajari, kepercayaan, standar,
pengetahuan, moral, hukum, dan perilaku yang disampaikan oleh
individu – individu dan masyarakat, yang menentukan bagaimana
seseorang bertindak, berperasaan, dan memandang dirinya dan orang
lain.
 Bisnis  Suatu perusahaan yang berkaitan dengan produksi dan dstribusi barang
untuk dijual kembali ke pasar atau memberikan harga dalam setiap
barang atau jasa.
“Budaya Bisnis adalah seperangkat nilai-nilai, kepercayaan, standar,
pengetahuan, moral, hukum, dan perilaku yang berkaitan dengan
produksi dan distribusi suatu produk berupa barang atau jasa”
FAKTOR BUDAYA
CHINA
KOMUNIKASI
 China tidak mengenal istilah komunikasi. Namun, orang China menyamakan komunikasi
dengan bicara. Dalam budaya China, orang yang memiliki bakat berbicara (neng shuo) dan
pandai berbicara (hui shuo) seringkali diakui sebagai ahli komunikasi. Oleh karena itu, orientasi
kultural ini menjelaskan mengapa komunikasi tidak mendapat perhatian yang cukup dalam
akademi China.
 Bagi orang china memelihara hubungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan karena
orang China ditentukan oleh hubungan dengan orang lain. Komunikasi di Chinapun tidak
berorientasi pada keuntungan individual tetapi untuk memelihara hubungan harmonis dengan
keluarga, orang lain, dan lingkungan sekelilingnya. .
 Dalam budaya China, diri dinyatakan dengan cara khusus secara kultural. Sun (1991)
berpendapat bahwa China dalam arti “pribadi” bukanlah entitas yang lengkap, hanya
mengimplikasikan bentuk badan secara fisik. Secara tradisional, diri menurut orang china
meliputi lapisan-lapisan ganda mengenai hubungan dengan orang lain. Hubungan-hubungan
itu seringkali berasal dari hubungan kekeluargaan dan didukung oleh nilai-nilai budaya,
kesetiaan, menghormati, dan ketulusan hati.
KELUARGA, ORANG-DALAM DAN ORANG-
LUAR
 Bagiorang China, keluarga bertindak sebagai unit yang utama dan berlanjut
mengenai sosialisasi kepada lingkungan sekitar. Di dalam keluarga, orang belajar
berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain untuk memberi dan
menerima dukungan dan kenyamanan, untuk menyatakan dirinya dan
memperoleh identitas hubungan.
 Orang China membuat perbedaan yang jelas terhadap orang dalam dan orang
luar yang terdapat pada tingkatan mengenai interaksi antarpribadi. Orang dalam
yang dipilih berupa hubungan khusus yang seseorang telah dibina dengan waktu
yang lama di tempat kerja atau tempat lain. Perbedaan orang luar terdapat
batasan dalam berinteraksi dalam komunikasi dan hubungan antarpribadi di China
dimana mereka enggan memeberikan informasi yang bersifat pribadi kepada
orang “asing”.
FALSAFAH DAN
BUDAYA BISNIS
CHINA
FALSAFAH BISNIS ORANG CHINA
 Untuk
mencapai sukses orang Cini harus berdagang. Bekerja keras dan berani
membuka peluang usaha baru.
 Menjadikan berdagang sebagai hobi, bukan untuk mengisi waktu luang.
Berdagang adalah pekerjaan yang serius dan bukan pekerjaan ikut-ikutan.
 Pengalamannya diberikan kepada anak cucu agar mereka mengenal ilmu
perdagangan.
 Keuntungan yang diperoleh sebaiknya tidak dibelanjakan, tetapi digunakan untuk
menambah modal kerja dan melakukan investasi.
 Orang Cina suka perdagangan yang memberikan keuntungan jangka panjang dan
berkelanjutan dalam waktu yang lama.
 Perdaganganyang jatuh akan merasa sakit, tetapi rasa sakit itulah yang
membuat bangkit kembali.
BUDAYA BISNIS ORANG CHINA
 Orang Cina rela bangun pagi dan terus bekerja sampai malam hari demi
mencapai keberhasilan.
 Apabila orang cina mengatakan akan berdagang, maka biasanya
mereka tidak akan berpikir panjang untuk melakukannya.
 Kegagalan tidak membuatnya patah semangat.

 Menetapkan tujuan untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang.

 Budaya dagang Cina mengutamakan hal, siapa cepat dia dapat.


3 KUNCI SUKSES BISNIS
ORANG CHINA
1. Guanxi (Jaringan Bisnis)
Guanxi secara literal berarti relasi (relationships). Dalam dunia bisnis China,
Guanxi juga distribusi sebagai jaringan di antara berbagai pihak yang bekerja sama
dan mendukung satu sama lain. Mentalitas pelaku bisnis China diibaratkan seperti
“engkau garuk punggungku, aku garuk punggungmu”, yang maknanya kurang lebih
saling tukar jasa, yang diharapkan dilakukan secara normal dan atas dasar
keikhlasan. Guanxi merupakan konsep penting untuk memahami apakah seseorang
dapat diterima secara efektif dalam masyarakat China.

Di China, Guanxi berpengaruh besar terhadap sukses bisnis. Dengan


menerapkan Guanxi secara benar, organisasi dapat meminimalkan resiko, frustasi
dan ketidak nyamanan ketika melakukan bisnis. Dengan filosofi Guanxi, pengusaha
berupaya menjalin hubungan dengan pejabat pemerintahan yang dimaksudkan
untuk mendapatkan posisi bisnis yang lebih baik, meretas hambatan, memudahkan
dalam segala urusan perizinan maupun operasional perusahaan yang ada
hubungannya dengan pemerintah.
2. Ganqing (Menghormati dan Menjaga Perasaan)
Secara harfiah ganqing berarti perasaan (Toruan, 2009). Ganqing
merefleksikan hubungan sosial dari dua orang atau dua badan yang saling
berinteraksi. Seseorang dapat dikatakan memiliki ganqing yang baik jika
hubungannya dengan orang lain tersebut baik, selain track-record hubungan yang
baik di antara keduanya. Ganqing yang mendalam adalah terdapatnya ikatan
perasaan / hubungan batin yang dalam pada hubungan sosial itu sendiri.
Konsep ganqing juga dekat sekali maknanya dengan konsep ‘muka’ dalam
budaya China. Konsep ‘muka’ dalam kebudayaan China mengacu kepada dua hal
yang berbeda tapi saling berhubungan, yaitu mianzi 面子 dan lianzi 脸子. Lian
adalah kepercayaan masyarakat dalam karakter moral seseorang. Sedangkan
mianzi merepresentasikan persepsi sosial terhadap prestise seseorang. Konsep
menjaga muka sangat penting halnya dalam hubungan sosial masyarakat China
karena muka mewakili kekuasaan dan pengaruh.
3. Xinyong (Jaringan Antar-pribadi)
Xinyong dalam budaya bisnis China bermakna sebagai sebuah jaringan
antarpribadi. Bagi orang China kepercayaan antar pribadi merupakan hal yang
terpenting. Para pengusaha China biasanya hanya berhubungan komersial dengan
orang yang sudah mereka kenal. Oleh karena itu, reputasi seseorang penting
artinya bagi transaksi bisnis.
Xinyong dapat tertuang dalam kontrak verbal di suatu transaksi bisnis.
Penandatanganan kontrak kadang-kadang tidak diperlukan, biasanya hanya
diperlukan dengan badan-badan pemerintah. Persetujuan verbal dianggap sudah
cukup. Jika pihak I mengatakan akan melakukan sesuatu maka dia tidak akan
ingkar. Bagi mereka ingkar adalah perbuatan yang dapat mencoreng mianzi. Jika
tersebar reputasinya akan jatuh dan tidak akan ada lagi yang bersedia bisnis
dengannya lagi (atau kehilangan lian).
CONTOH KASUS BUDAYA
BISNIS CHINA

DARI MENJIPLAK HINGGA KE INOVASI


FAKTOR BISNIS
INDONESIA
 Kebudayaan

 Sejarah Bangsa dan Negara Indonesia

 Pola Otoritas dan Kekuasaan

 Masyarakat Indonesia dalam Perspektif Dunia Industri / Bisnis.

 Kebhinekaan / Pluralitas Penduduk Indonesia


ASPEK BUDAYA
BISNIS INDONESIA
• Kebinekaan/Pluralitas Budaya. • Etnisitas.
• Pandangan Hidup orang Indonesia (The • Pengaruh budaya Jawa & Non-Jawa
Indonesia Way).
• Etika Tradisi & Sikap Hidup dgn prinsip:
• Rasa dan Perasaan (Feeling and gotong royong; Unggah-ungguh.
Emotions).
• Konflik dgn praktek bisnis modern.
• Hub. Sosial berprinsip pada kepatutan
• Kedamaian dan Harmoni (Peaceful and
dan pertemanan, kepercayaan dan
Harmony).
saling menguntungkan.
• Orientasi Diri Pribadi.
• Menghormati sesama (Respect).
• Pertemanan (Friendship)
• Wanita dlm pemerintahan dan Bisnis.

• Islam.
CONTOH KASUS BUDAYA
BISNIS INDONESIA

BUDAYA NONGKRONG TINGKATKAN


KREATIFITAS KOTA BANDUNG
PERBEDAAN SISTEM
BISNIS CHINA &
INDONESIA
 Falsafah bisnis China yang mengajarkan orang cina untuk bekerja
keras, berpandangan luas, dan berpikir panjang dalam berbisnis.
 China memiliki budaya bisnis yang mengajarkan untuk berani,
ulet, cekatan, dan rela berkorban demi tercapainya sukses di
bisnis.
 China memiliki sistem bisnis yang mengutamakan pelanggan.

 China memiliki etika bisnis yang melarang penggunaan cara-cara


kotor dalam bisnis karena perbuatan tersebut dianggap terkutuk
serta orang cina tidak boleh kaku.
 Chinamemiliki banyak cara jitu dan sangat berguna dalam
mengembangkan bisnis mereka.