You are on page 1of 1

Aku mencoba untuk menjadi waita yang tangguh, menjadi hidupku dengan kesederhanaan.

Dalam
mencintai mungkin aku telah gagal dan tak pantas lagi untuk mendapatkan cinta yang orang-orang
agung-agungkan. Bunyi hendphone ku tak kunjung bordering, rasa rinduhku terus menyebut namanya
aku merasa gagal dalam mempertahankan cintaku ini. Aku harus bagaimana. Aku bukanlah perempuan
yang baik untuk gani maupun untuk akram. Aku tak pantas mencari dan memilih kekasihku. Akupun
dipilih dan diterlamntaskan bagiku itu lebih layak dan selesai tidak ada lagi kasih sayang dihidupku.

Aku rela berkorban besar-besaran demi cintaku, agar ia tetap bahagia. Karena kutau mereka takkan
bahagia bersamaku. Aku akan berkabar saat aku tak mampu lagi bertahan dengan perasaan angkuhku.