You are on page 1of 13

 

5/12/2018 Ma ka la h Industr i HCl - slide pdf.c om

PENDAHULUAN

Sejarah

Asam klorida pertama kali ditemukan sekitar tahun 800 sesudah masehi oleh
alkimiawan Jabir bin Hayyan (Geber) dengan mencampurkan natrium klorida dengan
asam sulfat ("vitriol"). Jabir menemukan banyak senyawa-senyawa kimia penting
lainnya, dan mencatat penemuannya ke dalam lebih dari dua puluh buku. Penemuan
Jabir atas  air raja yang dapat melarutkan emas mengandung asam klorida dan asam 
nitrat. 

Pada Abad Pertengahan, asam klorida dikenal oleh alkimiawan Eropa sebagai
 spirits of salt  atau acidum salis (asam garam). Istilah asam garam ini pun masih
digunakan di beberapa bahasa dunia, misalnya dalam bahasa Jerman Salzsäure,
  bahasa Belanda Zoutzuur , bahasa Mandarin ( yansuan), dan bahasa Jepang ( ensan).
Gas HCl disebut sebagai udara asam laut . Produksi asam klorida secara signifikan
dicatat oleh Basilius Valentinus pada abad ke-15. Pada abad ke-17, Johann Rudolf  
Glauber  dari  Karlstadt am Main, Jerman menggunakan natrium klorida dan asam

sulfat untuk membuat natrium sulfat  melalui   proses Mannheim. Proses ini akan
melepaskan gas hidrogen klorida sebagai produk sampingannya. Joseph Priestley dari
Leeds berhasil menghasilkan hidrogen klorida murni pada tahun 1772, dan pada tahun
1818, Humphry Davy dari Penzance, Inggris, membuktikan bahwa komposisi kimia
zat tersebut terdiri dari hidrogen dan klorin.

 Jabir bin Hayyan dalam gambar abad pertengahan

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ka la h-industr i-hc l 1/13


 

5/12/2018 Ma ka la h Industr i HCl - slide pdf.c om

Semasa Revolusi Industri di Eropa, permintaan atas senyawa-senyawa alkalin 


meningkat. Proses industri baru yang mengijinkan produksi natrium karbonat (soda
abu) dalam skala besar berhasil dikembangkan oleh   Nicolas Leblanc. Dalam  proses 
Leblanc, natrium klorida diubah menjadi natrium karbonat menggunakan asam sulfat,
  batu kapur, dan batubara. Proses ini melepaskan hidrogen klorida sebagai produk 
samping. Sebelum diberlakukannya Undang-Undang Alkali tahun 1863 oleh Britania,
HCl yang berlebih dilepaskan ke udara bebas. Setelah berlakunya undang-undang ini,
  produsen soda abu diwajibkan untuk melarutkan gas ini ke dalam air dan
menghasilkan asam klorida dalam skala industri.

Pada abad ke-20, proses Leblanc digantikan oleh   proses Solvay yang tidak 
menghasilkan asam klorida sebagai produk sampingan. Setelah tahun 2000, asam
klorida kebanyakan dihasilkan dari pelarutan produk samping hidrogen klorida dari
 produksi industri senyawa organik.

Sejak tahun 1988, asam klorida telah dimasukkan ke dalam Tabel II Konvensi 
Perserikatan Bangsa-Bangsa Tentang Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika dan 
Psikotropika karena ia dapat digunakan dalam produksi heroin, kokaina, dan

metamfetamina. Konvensi ini disahkan di Indonesia oleh Undang-Undang Nomor 7


Tahun 1997. 

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ka la h-industr i-hc l 2/13


 

5/12/2018 Ma ka la h Industr i HCl - slide pdf.c om

PEMBAHASAN

A. Sifat
Sifat Kimia

Hidrogen klorida (HCl) adalah asam monoprotik , yang berarti bahwa ia dapat
 berdisosiasi melepaskan satu H+ hanya sekali. Dalam larutan asam klorida, H+ ini
 bergabung dengan molekul air membentuk ion hidronium, H3O+:

HCl + H2O → H3O+ + Cl−

Ion lain yang terbentuk adalah ion klorida, Cl−. Asam klorida oleh karenanya
dapat digunakan untuk membuat garam klorida, seperti natrium klorida. Asam klorida
adalah asam kuat karena ia berdisosiasi penuh dalam air.

Asam monoprotik memiliki satu tetapan disosiasi asam,  K a, yang


mengindikasikan tingkat disosiasi zat tersebut dalam air. Untuk asam kuat seperti
HCl, nilai  K a cukup besar. Beberapa usaha perhitungan teoritis telah dilakukan untuk 
menghitung nilai  K a HCl. Ketika garam klorida seperti NaCl ditambahkan ke larutan

HCl, ia tidak akan mengubah pH larutan secara signifikan. Hal ini mengindikasikan
 bahwa Cl− adalah konjugat basa yang sangat lemah dan HCl secara penuh berdisosiasi
dalam larutan tersebut. Untuk larutan asam klorida yang kuat, asumsi bahwa molaritas
H+ sama dengan molaritas HCl cukuplah baik, dengan ketepatan mencapai empat digit
angka bermakna.

Dari tujuh asam mineral kuat dalam kimia, asam klorida merupakan asam
monoprotik yang paling sulit menjalani reaksi redoks. Ia juga merupakan asam kuat
yang paling tidak berbahaya untuk ditangani dibandingkan dengan asam kuat lainnya.
Walaupun asam, ia mengandung ion klorida yang tidak reaktif dan tidak beracun.
Asam klorida dalam konsentrasi menengah cukup stabil untuk disimpan dan terus
mempertahankan konsentrasinya. Oleh karena alasan inilah, asam klorida merupakan
reagen pengasam yang sangat baik.

Asam klorida merupakan asam pilihan dalam titrasi untuk menentukan jumlah

 basa. Asam yang lebih kuat akan memberikan hasil yang lebih baik oleh karena titik 

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ka la h-industr i-hc l 3/13


 

5/12/2018 Ma ka la h Industr i HCl - slide pdf.c om

akhir yang jelas. Asam klorida azeotropik (kira-kira 20,2%) dapat digunakan sebagai
standar primer  dalam analisis kuantitatif, walaupun konsentrasinya bergantung pada
tekanan atmosfernya ketika dibuat.

Asam klorida sering digunakan dalam analisis kimia  untuk "mencerna"


sampel-sampel analisis. Asam klorida pekat melarutkan banyak jenis logam dan
menghasilkan logam klorida dan gas hidrogen. Ia juga bereaksi dengan senyawa dasar 
semacam  kalsium karbonat  dan  tembaga(II) oksida, menghasilkan klorida terlarut
yang dapat dianalisa.

Sifat Fisika

Ciri-ciri fisika asam klorida, seperti titik didih, titik leleh, massa jenis, dan pH
tergantung pada konsentrasi atau molaritas HCl dalam larutan asam tersebut. Sifat-
sifat ini berkisar dari larutan dengan konsentrasi HCl mendekati 0% sampai dengan
asam klorida berasap 40% HCl.

M M  V K T
 t   i    t    a  e  T T
 a  o  s    i   i  
Konsentrasi pH
 s   a l   k   a  p k   t    t  
 s   s   a  o  s   a  a i  
k  i  

 a r 
i    s   s  n
i   i  

kg HCl/k  kg HCl/ Baum kg/l mol/d mPa· kJ/ Pa °C °C


g m3 é m3 s (kg·K)

1,04
10% 104,80 6,6 2,87 −0.5 1,16 3,47 0,527 103 −18
8

1,09
20% 219,60 13 6,02 −0,8 1,37 2,99 27,3 108 −59
8

1,14
30% 344,70 19 9 9,45 −1,0 1,70 2,60 1.410 90 −52

1,15
32% 370,88 20 10,17 −1,0 1,80 2,55 3.130 84 −43
9

1,16
34% 397,46 21 10,90 −1,0 1,90 2,50 6.733 71 −36
9

1,17 14.10
36% 424,44 22 11,64 −1,1 1,99 2,46 61 −30
9 0

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ka la h-industr i-hc l 4/13


 

5/12/2018 Ma ka la h Industr i HCl - slide pdf.c om

1,18 28.00
38% 451,82 23 12,39 −1,1 2,10 2,43 48 −26
9 0

Asam klorida sebagai campuran dua bahan antara HCl dan H 2O mempunyai
titik didih-konstan azeotrop pada 20,2% HCl dan 108,6 °C (227 °F). Asam klorida
memiliki empat titik eutektik kristalisasi-konstan, berada di antara kristal HCl·H 2O
(68% HCl), HCl·2H2O (51% HCl), HCl·3H 2O (41% HCl), HCl·6H2O (25% HCl), dan
es (0% HCl). Terdapat pula titik eutektik metastabil pada 24,8% antara es dan
kristalisasi dari HCl·3H2O.

B. Kegunaan

Larutan asam klorida atau yang biasa kita kenal dengan larutan HCl dalam air,
adalah cairan kimia yang sangat korosif dan berbau menyengat. HCl termasuk bahan
kimia berbahaya atau B3.

Di dalam tubuh HCl diproduksi dalam perut dan secara alami membantu
menghancurkan bahan makanan yang masuk ke dalam usus.

Dalam skala industri, HCl biasanya diproduksi dengan konsentrasi 38%.


Ketika dikirim ke industri pengguna, HCl dikirim dengan konsentrasi antara 32~34%.
Pembatasan konsentrasi HCl ini karena tekanan uapnya yang sangat tinggi, sehingga
menyebabkan kesulitan ketika penyimpanan.

Lalu apa sajakah kegunaan HCl di kehidupan kita sehari-hari? Nah, berikut ini
adalah beberapa bidang yang memanfaatkan HCl, baik pada skala industri maupun
skala rumah tangga.

1. Asam klorida digunakan pada industri logam untuk menghilangkan karat atau
kerak besi oksida dari besi atau baja.

2. Sebagai bahan baku pembuatan vinyl klorida, yaitu monomer untuk 

 pembuatan plastik polyvinyl chloride atau PVC.

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ka la h-industr i-hc l 5/13


 

5/12/2018 Ma ka la h Industr i HCl - slide pdf.c om

3. HCl merupakan bahan baku pembuatan besi (III) klorida (FeCl3) dan
 polyalumunium chloride (PAC), yaitu bahan kimia yang digunakan sebagai bahan
 baku koagulan dan flokulan. Koagulan dan flokulan digunakan pada pengolahan air.

4. Asam klorida dimanfaatkan pula untuk mengatur pH (keasaman) air limbah


cair industri, sebelum dibuang ke badan air penerima.

5. HCl digunakan pula dalam proses regenerasi resin penukar kation (cation
exchange resin).

6. Di laboratorium, asam klorida biasa digunakan untuk titrasi penentuan kadar 


 basa dalam sebuah larutan.

7. Asam klorida juga berguna sebagai bahan pembuatan cairan pembersih


 porselen.

8. HCl digunakan pada proses produksi gelatin dan bahan aditif pada makanan.

9. Pada skala industri, HCl juga digunakan dalam proses pengolahan kulit.

10. Campuran asam klorida dan asam nitrat (HNO3) atau biasa disebut dengan
aqua regia, adalah campuran untuk melarutkan emas

11. Kegunaan-kegunaan lain dari asam klorida diantaranya adalah pada proses
 produksi baterai, kembang api dan lampu blitz kamera.

C. Pembuatan

Asam klorida dapat diperoleh dari empat sumber utama:


1. Sebagai hasil sampingan klorinasi hidrokarbon aromatic dan
alifatik 
2. Dari reaksi garam dengan asam sulfat
3. Dari pembakaran hydrogen dengan klor 
4. Dari operasi hargreaves
4NaCl + 2SO2 + O2 + 2H2O → 2Na2SO4 + 4HCl

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ka la h-industr i-hc l 6/13


 

5/12/2018 Ma ka la h Industr i HCl - slide pdf.c om

90% asam itu didapatkan dari operasi hasil sampingan. Sisanya didapat dari metode
lama yaitu garam asam sulfat, dan metode baru yaitu pembakaran. Hanya sebagian
kecil perusahaan yang menggunakan proses hargreaves.

1. Sebagai hasil sampingan klorinasi hidrokarbon


Langkah-langkah dasar produksi asam hasil sampingan meliputi penyingkiran
hidrokarbon yang tak terklorinasi, diikuti dengan absorpsi hidroge klorida di dalam
air. Contoh klorinasi, adalah:
C6H6 + Cl2 → C6H5Cl + HCl
 benzene klorobenzena

Oleh karena klorinasi hidrokarbon alifatik dan aromatic membebaskan kalor dalam
 jumlah besar, maka diperlukan peralatan khusus untuk mengendalikan suhu reaksi.

2. Proses Mannheim

Proses ini menggunakan furnace Mannheim yang berupa bejana silindris yang
memiliki 2 ruang bakar, yaitu combustion chamber dan reaction chamber. Temperatur 

operasi furnace Mannheim adalah sebesar 800ºC. Karakteristik dari proses ini yaitu:

 Temperatur tinggi

 Banyak problem pada material (tingkat korosi, dll)

 Diperoleh by-product HCl

Reaksi yang terjadi adalah:

KCl + H2SO4 -> KHSO4 + HCl


KCl + KHSO4 -> K2SO4 + HCl

Reaksi tahap pertama bersifat eksotermis dan terjadi pada temperatur yang rendah,
sedangkan reaksi tahap kedua bersifat endotermis dan berlangsung pada temperatur 
550 – 600ºC. Produk ZK selanjutnya didinginkan di cooling drum.

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ka la h-industr i-hc l 7/13


 

5/12/2018 Ma ka la h Industr i HCl - slide pdf.c om

cooling drum

Residu H2SO4 dinetralkan dengan penambahan Ca(OH)2 dan CaCO3 sedangkan by-
 product HCl yang terbentuk didinginkan di graphite heat exchanger dan selanjutnya

dilakukan absorbsi 2 tahap dengan air.

 graphite heat exchanger 

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ka la h-industr i-hc l 8/13


 

5/12/2018 Ma ka la h Industr i HCl - slide pdf.c om

 fluidequipmentsales.com

 Diagram alir proses Mannheim

Spesifikasi produk yang dihasilkan adalah sebagai berikut:

Emisi yang dihasilkan dikontrol dengan batasan HCl maksimum 5 ppm dan SO2
maksimum 800 ppm. Beberapa negara di dunia yang telah mendirikan pabrik ZK 
dengan proses Mannheim antara lain Belgia, Amerika Serikat, Indonesia, dan Cina.

3. Proses Pembakaran Klor


Proses sintetik membuat hidrogan klorida melalui pembakaran klor di dalam
hidrogen. Kemurnian asam yang dihasilkan bergantung pada kemurnian hydrogen dan

klor yang digunakan. Oleh karena kedua gas ini terdapat dalam keadaan sangat murni,

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ka la h-industr i-hc l 9/13


 

5/12/2018 Ma ka la h Industr i HCl - slide pdf.c om

sebagai hasil sampingan proses elektrolitik soda kaustik, metode sintetik ini
menghasilkan hydrogen klorida yang paling murni diantara proses-proses yang ada.

Reaksi antara hydrogen dan klor sangat eksotermik dan berlangsung secara
spontan, dan selesai tidak lama sesudah dimulai. Campuran keseimbangan
mengandung klor bebas sebanyak 4% volume. Pada waktu gas-gas itu didinginkan ,
klor bebas dan hydrogen bebas bergabung dengan cepat, sehingga padawaktu suhu
mencapai 200oC, gas itu sudah merupakan HCl yang hamper murni. Dengan
mengendalikan kondisi operasi secara teliti, orang dapat membuat gas yang
mengandung 99% HCl. Gas HCl itu dimurnikan lagi dengan menyerapkannya ke

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ka la h-industr i-hc l 10/13


 

5/12/2018 Ma ka la h Industr i HCl - slide pdf.c om

dalam air dalam absorber yang terbuat dalam tantalum atau garfit tak berpori atau
grafit impregnasi. Larutan akua itu dilucuti kandungan hidrogen klorida dengan
sedikit tekanan, sehingga didapatkan gas hydrogen klorida yang pekat, yang
didehidrasi menjadi hydrogen klorida 99,5% dengan mendinginkannya sampai -12oC.
Hidrogen klorida diperlukan dalam jumlah yang banyak untuk membuat metil klorida,
etil klorida, vinil klorida, dan berbagai senyawa semacam itu.
Asam klorida bersifat sangat korosif terhadap kebanyakan logam sehingga
 pemilihan bahan konstruksi untuk pabriknya perlu dilakukan dengan hati-hati sekali.
Penyerapan hydrogen klorida di dalam air dalam setiap proses di atas membebaskan
kira-kira 1625 kJ/kg hydrogen klorida yang diserap. Kalor ini harus dikeluarkan dari
absorber, sebab jika tidak, efisiensinya akan turun.

4. Proses Hargreaves

Tidak banyak literatur yang membahas proses ini. Dalam proses ini KCl
dikeringkan, diayak, dan diumpankan ke chamber reaksi. Gas SO2 panas dari Sulfur 
 burner direaksikan dengan uap air dan udara (kondisi excess) di masukan ke dalam
converter secara batch dan counter-current. Reaksi yang terjadi adalah sebagai

 berikut:

4KCl + 2SO2 + O2 + 2H2O -> 2K2SO4 + 4HCl

5. Proses Climax

Dalam pembuatan Asam klorida, dapat juga dibuat dengan menggunakan


 proses climax. Proses yang terjadi terlihat seperti bagan di bawah ini:

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ka la h-industr i-hc l 11/13


 

5/12/2018 Ma ka la h Industr i HCl - slide pdf.c om

Garam (NaCl atau KCl) dimasukkan ke dalam mill  dicampur dengan udara panas dan
gas pembakaran, hal ini dilakukan sebelum dimasukkan ke dalam reactor.
Asam Sulfat dimasukkan ke dalam tempat penampungan, kemudian
dipompakan ke dalam heater agar menguap. Gas-gas yang terbentuk dari pemanasan
Asam sulfat dimasukkan ke dalam reactor untuk direaksikan dengan Garam.
Kalium Sulfat atau Natrium sulfat terbentuk secara berkelanjutan di bagian
 bawah reactor, sedangkan Gas Asam klorida menguap dan masuk ke dalam cyclone.
Kemudian gas HCl ini didinginkan sehingga terbentuk HCl dalam wujud cair.
Dari proses ini akan terbentuk Asam sulfat dan Asam klrorida dalam perbandingan
30% H2SO4 dan 32% HCl.

KESIMPULAN

Pembuatan asam klorida dapat dibuat dengan lima cara, yaitu sebagai hasil
sampingan klorinasi hidrokarbon aromatic dan alifatik, proses Mannheim,
 pembakaran hydrogen dengan klor, proses hargreaves, dan proses climax.

Proses yang paling banyak digunakan di industri adalah proses pembakaran


hydrogen dengan klor, karena asam klorida yang dihasilkan memiliki kemurnian
 paling tinggi dibandingkan dengan proses lainnya, yaitu sekitar 99,5%.

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ka la h-industr i-hc l 12/13


 

5/12/2018 Ma ka la h Industr i HCl - slide pdf.c om

DAFTAR PUSTAKA

Austin,George T. 1996. Industri Proses Kimia Edisi Kelima. Jakarta:


Erlangga.
http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrogen_klorida (diakses pada 27 Maret 2010,
 pukul 14.00 WIB)

http://anekailmu.blogspot.com/2009/06/mengenal-kegunaan-larutan-asam-
klorida.html (diakses pada 27 Maret 2010, pukul 14.06 WIB)

http://majarimagazine.com/2009/07/teknologi-proses-produksi-pupuk-zk-
 bagian-1/ (diakses pada 27 Maret 2010, pukul 14.15 WIB)

alibaba.com (diakses pada 27 Maret 2010, pukul 14.22 WIB)

 bombayharbor.com (diakses pada 27 Maret 2010, pukul 14.30 WIB)

 polysmart.org (diakses pada 27 Maret 2010, pukul 14.38 WIB)

directindustry.com (diakses pada 27 Maret 2010, pukul 14.51 WIB)

lev-inc.com (diakses pada 27 Maret 2010, pukul 15.10 WIB)

fluidequipmentsales.com (diakses pada 27 Maret 2010, pukul 15.18 WIB)

http://majarimagazine.com/2009/08/teknologi-proses-produksi-pupuk-zk-
 bagian-2/ (diakses pada 27 Maret 2010, pukul 15.32 WIB)

http://www.bodast.com/Product.htm (diakses pada 27 Maret 2010, pukul


15.50 WIB)

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ka la h-industr i-hc l 13/13