You are on page 1of 10

MANAJEMEN OPERASI

(EMI 234 AP)

Nama Dosen : I Nyoman Nurcaya, S.E., M.M.

Oleh :

Putu Yayang Manika Prameiswari (1707521030)

Putu Meliantha Kusumawati (1707521033)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2018
SAP II

Pokok Bahasan :

1. Pengertian dan komponen produk, peta perceptual.


2. Product life cycle (PLC) dan MLC.
3. Desain produk perusahaan manufaktur dan jasa.
4. Quality Function Deployment (QFD)

Pembahasan :

1. Pengertian dan Komponen Produk,PetaPerceptual


1.1 Pengertian Produk
Produk adalah hasil dari pengembangan suatu strategi bisnis. Sebagai contoh,
strategi bisnis menghendaki suatu lini produk yang lengkap untuk melayani suatu
kelompok pelanggan khsusus sebagai akibatnya, produk baru didefinisikan untuk
melengkapi lini produk tersebut. Untuk membuat suatu produk perlu diperhatikan
mengenai desain produk itu sendiri. Desain produk yang benar memiliki beberapa
komponen.
1.2 Komponen – Komponen Produk
Komponen produk mempunyai peranan penting dalam proses desain produk. Adapun
komponen- komponen produk yaitu :
a. Nama Produk
Nama produk akan menjadi identitas utama untukdikenalinya produk tersebut.
Nama merupakan sebuah symbol yang digunakan sebagai identitas sebuah produk
sehingga dapat dikenali dengan mudah oleh konsumen. Nama atau merek juga
digunakan untuk berkomunikasi kepada pelanggan (konsumen).
b. Kemasan
Kemasan merupakan salah satu komponen penting dalam mendesain sebuah
produk. Beberapa peran dari kemasan produk adalah sebagai berikut :
- Dapat menambah nilai produk perusahaan
- Sebagai media komunikasi melalui logo atau tulisan dalam kemasan tersebut
- Untuk menjelaskan produk dan kegunaan produk yang dikemas tersebut
- Memberi peringatan, menunjukkan garansi, dan berbagai informasi lain yang
diperlukan berkaitan dengan produk yang dikemas
- Kemasan dapat didesain sehingga produk yang dikemas menjadi lebih mudah
untuk dibawa
- Membuat produk menjadi terlihat lebih menarik dan lebih indah
- Memiliki peranan proteksi atau sebagai pelindung produk yang berada di
dalamnya
- Sebagai identitas produk perusahaan
c. Idea
Komponen idea ini terdiri dari beberapa hal antara lain yaitu :
- Fitur Produk
Fitur produk merupakan atribut yang melekat pada produk tersebut. Untuk
produk yang berupa barang, berbagai atribut produk akan lebih mudah untuk
diukur. Namun, untuk produk berupa jasa sebagian atribut mudah diukur
sedangkan yang lain tidak mudah diukur.
- Benefit Produk
Benefit produk sering diartikan sebagai apapun yang akan dapat diperoleh
melalui produk tersebut. Konsumen sebenarnya mencari kepuasan produk yang
telah dibelinya. Kepuasan terbagi menjadi 2 yaitu :
● Kepuasan bersifat rasional
● Kepuasan bersifat emosional
- Jaminan
Produk yang dijual kepada masyarakat umum akan menjadi lebih memuaskan
apabila terdapat jaminan atas produk tersebut. Baik jaminan atas daya tahan
produk maupun jaminan dalam berbagai bentuk yang lain.
- Service
Service atau layanan juga merupakan salah satu hal yang penting. Sangat
disayangkan untuk berbagai produk tertentu layanan yang cukup baik diberikan
pada saat konsumen akan dan dalam proses pembelian produk.
1.3 Peta Perceptual
a. Pengertian Peta Perceptual
Peta perceptual adalah salah satu metode yang digunakan untuk melihat
perbandingan persepsi pelanggan terhadap produk yang berbeda secara visual.
b. Cara Menggunakan Peta Perceptual

Contoh di atas adalah peta perceptual yang digunakan oleh perusahaan makanan.
Ada empat yang dapat dipilih perusahaan :
- Produk dengan nutrisi tinggi dan rasa maksimal
- Produk dengan nutrisi tinggi dengan rasa minimal
- Produk dengan nutrisi rendah tapi mempunyai rasa maksimal

2. Product life cycle (PLC) dan MLC


2.1 Pengertian Product Life Cycle (PLC)
Awal mula timbulnya konsep Product Life Cycle (PLC) atau siklus kehidupan
produk tidaklah diketahui dengan persis. Tetapi sejak Raymond Presscott
memanfaatkan kurva “S shape” untuk menggambarkan trend penjualan mobil di
Amerika Serikat pada tahun 1992, maka tatkala itulah sesungguhnya telah dibeberkan
konsep PLC.
Product Life Cycle atau PLC merupakan siklus yang dimulai dari introduksi dan
berakhir dengan penurunan. Menggambarkan perkembangan penjualan produk
perusahaan dalam kurun waktu tertentu.
2.2 Tahapan dalam Product Life Cycle (PLC)
Secara sederhana, konsep ini menyatakan bahwa hampir semua produk baru yang
ditawarkan kepada masyarakat akan menjalani suatu siklus kehidupan yang terdiri atas
4 tahap dalam periode waktu terbatas. Tiap tahap dalam PLC, membuka kesempatan-
kesempatan baru dan menimbulkan masalah-masalah baru bagi manajemen produksi.
Bila diketahui kedudukan produk dalam siklus kehidupannya, maka dapat dirumuskan
rencana perbaikan desain dan pengembangan produk yang lebih baik.
Keempat tahap dalam PLC tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :
a. Tahap Pengenalan (Introduction)
Bila produk baru diperkenalkan, operasi penjualan tidak selalu bekerja baik. Masih
terdapat masalah-masalah teknis yang belum dapat diatasi, dan harga tinggi. Hanya
para konsumen yang suka mencoba-coba mungkin membeli pada tahap ini,
sehingga kegiatan pemasaran perusahaan sangat krusial untuk menimbulkan
awareness, perhatian, percobaan dan pembelian.
b. Tahap Pertumbuhan (Growth)
Dalam tahapan ini, produk diperbaiki dan distandarisasi, menjadi dapat diandalkan
dalam penggunaan dan harga lebih rendah, serta para konsumen membeli dengan
sedikit desakan. Kuantitas penjualan perusahaan akan meningkat cukup besar.
Bagian penelitian dan pengembangan perusahaan penting untuk terus
mempertahankan kenaikan penjualan melalui usaha-usaha perbaikan kualitas
produk serta mengembangkan dan menambah model-model dan feature baru pada
produk.
c. Tahap Kejenuhan (Maturity)
Kebanyakan produk yang ada dipasaran sekarang, seperti televise, alat-alat dan
perlengkapan rumah tangga, radio, mobil dan sebagainya, berada dalam tahap
kejenuhan. Produk adalah “matang”, keandalan dalam performance, harga wajar,
dan tidak terjadi perubahan banyak dari tahun ke tahun. Volume penjualan mulai
menurun pertambahannya karena setiap orang atau pembeli potensial sekarang
telah memiliki produk, sehingga penjualan sangat tergantung pada pergantian dan
pertambahan penduduk. Tugas manajemen produksi pada tahap ini adalah
memodifikasi produk (peningkatan kualitas, penambahan feature dan model) dan
mengusahakan inovasi produk baru.
d. Tahap Penurunan (Decline)
Hampir semua produk akan sampai pada tahap keempat, yakni tahap penurunan
dalam permintaan, bila produk-produk digantikan oleh yang baru. Tetapi tidak
semua produki akan mengalami tahap ini. Sebagai contoh pisau, sendok dan garpu,
klip dan gunting kertas telah digunakan untuk jangka waktu yang panjang. Produk-
produk lebih baru, seperti pisau pemotong elektrik dan gunting elektrik tidak
menggesernya dari pasaran. Bagaimanapun juga, karena banyak produk akan
mencapai tahap akhir kehidupannya, perusahaan harus senantiasa bekerja pada
pengembangan produk-produk baru untuk menggantikan produk-produk lama.

2.3 Pengertian Machine Life Cycle (MLC)


Machine Life Cycle atau MLC biasa disebut juga sebagai siklus hidup mesin. MLC
merupakan siklus yang menggambarkan tentang pemanfaatan mesin selama proses
produksi dalam kurun waktu tertentu.

2.4 Tahapan dalam Machine Life Cycle (MLC)


a. Tahap Persiapan dan Instalasi
Pada tahap ini belum ada satu unit pun produk yang telah dihasilkan melalui mesin
dan peralatan
b. Tahap Produksi Percobaan
Tahap ini merupakan tahap percobaan terhadap mesin dan peralatan produksi yang
baru
c. Tahap Produksi Normal
Dalam tahapan ini mesin dan peralatan produksi dipergunakan sesuai dengan
kapasitas normal.

d. Tahap Pemberhentian
Pada tahap ini, mesin dan peralatan produksi diberhentikan dari tugasnya untuk
melakukan proses konversi. Terdapat 2 macam pemberhentian, yaitu
pemberhentian sementara dan permanen.

3. Desain Produk Perusahaan Manufaktur dan Jasa


Kebutuhan pelanggan dan spesifikasi produk berguna untuk pengarahan pada tahap
konsep pengembangan produk. Namun, selama kegiatan pengembangan tim sering
mengalami kesulitan menghubungkan kebutuhan dan spesifikasi ke masalah desain khusus
yang mereka hadapi. Untuk alasan ini, banyak tim melakukan desain untuk manufaktur
yang merupakan suatu dasar penting karena secara langsung berhubungan dengan biaya
produksi.
Desain for manufacturing (DFM) terdiri dari beberapa definisi, yaitu :
a. DFM berarti membuat desain produk yang berbasis manufaktur.
b. DFM merupakan proses pengembangan produk yang melibatkan tim yang terdiri dari
perwakilan dari manufaktur serta semua entitas fungsional lainnya dalam proses
pengembangan produk.
c. DFM adalah proses untuk mengurangi waktu menuju pasar, meningkatkan kualitas,
meningkatkan kinerja proses, peningkatan keuntungan, dan akhirnya untuk meningkatkan
daya saing perusahaan manufaktur.

Perusahaan menerapkan desain untuk teknik manufaktur di beberapa poin dalam


proses dan pengembangan. Teknik DFM dapat diterapkan diseluruh proses pengembangan,
tapi apabila bertujuan untuk mendapatkan keuntungan besar, DFM harus diterapkan dalam
konsep tahap perluasan dan pengembangan prototype dari proses desain dan
pengembangan.
Prinsip-prinsip desain manufaktur yang dapat membantu desainer mengurangi biaya dan
kesulitan dari manufaktur sebuah produk :
1. Mengurangi jumlah total bagian dari produk.
Berkurangnya bagian produk tersebut akan mempengaruhi bagian pembelian,
inventaris, handling, waktu pemrosesan, kesulitan saat perakitan dan lain-lain.
2. Mengembangkan desain modular.
Penggunaan modul dalam desain produk manufaktur menyederhanakan kegiatan
seperti pengujian, pemeliharaan, pembelian dan sebagainya.
3. Penggunaan komponen standar.
Komponen standar lebih murah daripada komponen yang dibuat secara khusus dan
dapat mengurangi lead time produk tersebut.
4. Desain bagian menjadi multi-fungsional.
Bagian yang multifungsional mengurangi jumlah bagian dalam desain sehingga
memperoleh manfaat yang diinginkan.
5. Desain komponen yang multiguna.
Dalam suatu perusahaan manufaktur, produk yang berbeda dapat berbagi bagian yang
telah dirancang untuk multiguna. Untuk melakukan hal ini, perlu identifikasibagian
yang cocok untuk produk multiguna.
6. Desain yang mudah dalam pembuatan.
Dalam hal ini, pilihlah kombinasi optimal antara material dan proses pabrikasi untuk
meminimalkan biaya produksi secara keseluruhan.
7. Minimalkan arah assembly.
Dalam hal ini, semua komponen dalam produksi harus dirakit satu arah agar dapat
memberikan timbal balik ketika arah lain yang dipilih.
8. Memaksimalkan pelaksanaan.
Error dapat terjadi selama proses operasi karena variasi bagian produk atau akurasi
posisi perangkat yang digunakan. Untuk alasan ini, perlu memaksimalkan pelaksanaan
dibagian desain dan proses perakitan.
9. Meminimalkan pengangkatan.
Pengangkatan terdiri dari posisis, orienting, dan pemasangan bagian atau komponen.
Ketika merancang produk, cobalah untuk meminimalkan aliran limbah bahan,
komponen, dan sebagainya.

4. Quality Function Deployment (QFD)


Quality Function Deployment (QFD) adalah suatu proses yang digunakan pada awal
proses desain untuk menetapkan keinginan pelanggan (apa yang diinginkan pelanggan) dan
menerjemahkannya menjadi atribut agar tiap area fungsional dapat memahami dan
melaksanakannya. Satu alat QFD adalah rumah kualitas (house of quality). Rumah kualitas
merupakan bagian dari proses quality function deployment yang menggunakan sebuah
matriks perencanaan untuk menghubungkan keinginan pelanggan dengan bagaimana
perusahaan melakukan sesuatu untuk memenuhi keinginan tersebut. Untuk membuat
rumah kualitas, dilakukan enam langkah dasar :
1) Kenali keinginan pelanggan.
2) Kenali bagaimana produk/jasa akan memuaskan keinginan pelanggan.
3) Hubungkan keinginan pelanggan dengan bagaimana produk akan dibuat untuk
memenuhi keinginan pelanggan tersebut.
4) Kenali hubungan antar perusahaan.
5) Buat tingkat kepentingan.
6) Evaluasi produk pesaing

Kegunaan lain dari QFD adalah untuk menunjukkan bagaimana usaha yang
berkualitas akan disebarkan.

DAFTAR PUSTAKA
Heizer, Jay & Barry Render. 2015. Manajemen Operasi: Manajemen Keberlangsungan dan Rantai
Pasokan Edisi 11. Jakarta: Salemba Empat.

T. Hani Handoko. 2010. Manajemen Produksi dan Operasi Edisi I. Yogyakarta: BPFE.