You are on page 1of 21

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan

karunianya kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini tepat pada waktunya.

Makalah ini berjudul pemeriksaan hutang Jangka Panjang“.

Di dalam pembuatan makalah ini, kami berusaha menguraikan dan

menjelaskan mengenai liabilitas jangka panjang. Akhir kata kami menyadari bahwa

pembuatan makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan banyak kekurangannya,

oleh karena itu kami mengharapkan saran, kritik dan petunjuk dari berbagai pihak

untuk pembuatan makalah ini menjadi lebih baik dikemudian hari.

Semoga makalah yang telah kami buat ini dapat bermanfaat dan menjadi

bahan informasi pada masa yang akan datang. Terima kasih.

Cianjur, 01 oktober 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

Kata penghantar............................................................................................................ 2

Daftar isi....................................................................................................................... 3

BAB I. Pendahuluan

A. Latar belakang............................................................................................................. 4

B. Rumusan masalah...................................................................................................... 4

BAB II. Pembahasan

A. Pengertian utang jangka panjang............................................................................ 5

B. Jenis jenis utang jangka panjang............................................................................. 5

C. Bentuk bentuk obligasi........................................................................................... 6

D. Penilaian obligasi saat diterbitkan.......................................................................... 7

E. Disposisi utang obligasi ......................................................................................... 8

F. Harga obligasi......................................................................................................... 9

G. Pencatatan utang obligasi....................................................................................... 9

BAB III. Penutup

A. Kesimpulan ........................................................................................................... 11
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Hutang jangka panjang merupakan kewajiban yang dapat dibayar lebih dari 1

tahun atau 12 bulan. Kewajiban jangka panjang juga sering disebut sebagai debt-

financing, artinya kegiatan pendanaan yang dilakukan dengan cara meminjam atau

berhutang. Dan akan dilunasi dari sumber-sumber yang bukan dari kelompok aktiva

lancar, seperti peralatan, gedung, tanah, investasi saham atau investasi obligasi jangka

panjang, dan sebagainya. Hutang jangka panjang ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu

hutang hipotik dan obligasi. Dari jenis-jenis tersebut memiliki pengertian, pemahan

dan cara mengerjakan yang berbeda satu sama lain.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa pengertian hutang jangka panjang ?

2. Apa saja sifat dan contoh hutang jangka panjang ?

3. Apa saja tujuan pemeriksaan hutang jangka panjang?

4. Bagaimana system internal control pada hutang jangka panjang?

5. Bagaimana program pemeriksaan hutang jangka panjang?


C. TUJUAN

Adapun tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk bisa mengerti dan

memahami bagaimana konsep pemeriksaan terhadap liabilitas jangka panjang


BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN HUTANG JANGKA PANJANG

Hutang merupakan instrumen yang sangat sensitif terhadap nilai perusahaan.

Nilai perusahaan ditentukan oleh struktur modal. Semakin tinggi proporsi hutang,

maka semakin tinggi harga saham. Namun pada titik tertentu peningkatan hutang

akan menurunkan nilai perusahaan karena manfaat yang diperoleh dari penggunaan

hutang lebih kecil dari pada biaya yang ditimbulkan. Para pemilik perusahaan lebih

suka menciptakan hutang pada tingkat tertentu yang menaikkan nilai perusahaan.

Hutang jangka panjang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus

dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu perioda akuntansi (1 th) dihitung dari

tanggal pembuatan neraca per 31 Desember. Perusahaan untuk memperoleh sumber

ekonomi yang akan digunakan membelanjai kegitan khususnya yang bersifat jangka

panjang, perusahaan dapat mengeluarkan sertifikat berarti membuat perjanjian

hutang, menyatakan pembuat bersedia membayar bunga atas pinjaman tersebut

secara periodik selama jangka waktunya.

Pembayaran dilakukan dengan kas namun dapat diganti dengan asset tertentu.

Dalam operasional normal perusahaan, rekening hutang jangka panjang tidak pernah

dikenai oleh transaksi pengeluaran kas. Pada akhir perioda akuntansi bagian tertentu

dari hutang jangka panjang berubah menjadi hutang jangka pendek. Untuk itu harus
dilakukan penyesuaian untuk memindahkan bagian hutang jangka panjang yang

jatuh tempo menjadi hutang jangka pendek.

B. SIFAT DAN CONTOH HUTANG JANGKA PANJANG

Menurut PSAK ( IAI, 2015:1,8 )

Kewajiban berbunga jangka panjang tetap di klasifikasikan sebagai kewajban

jangka panjang walaupun kewajiban tersebut akan jatuh tempo dalam jangka waktu

12 bulan sejak tanggal laporan posisi keuangan apabila :

a. Kesepakatan awal perjanjian pinjaman untuk jangka waktu lebih dari 12 bulan

b. Perusahaan bermaksud membiayai kembali kewajibannya dengan pendanaan

jangka panjang

c. Maksud terebut pada huruf (b) didukung dengan perjanjian pembiayan kembali

atau penjadwalan kemali pembayaran yang resmi disepakati sebelum laporan

keuangan disepakati.

Menurut penulis liabilitas jangka panjang adalah kewajiban perusahaan kepada

pihak ketiga yang jatuh tempo atau harus dilunasi dalam waktu lebih dari satu tahun.

Beberapa contoh liabilitas jangaka panjang :

1. Kredit investasi

Yaitu pinjaman dari bank atua lembaga keuangan bukan Bank, yang digunakan

untuk pembelian asat tetap kecuali tanah, misalnya gedung dan mesin.

Jika pinjaman tersebut diperoleh dari bank atau lembaga keuangna diluar negri,

disebut off-share loan


Tingkat bunga kredit investasi biasanya lebih rendah dari tingkat bunga kredit

modal kerja. Penyebabnya antara lain sebagai berikut :

a. Jumlah kredit invetasi biasanya jumlahnya jauh lebih besar dari kredit modal

kerja.

b. Kredit investasi biasanya digunakan untuk pembelian asset tetap, pada waktu

perusahaan baru akan beroperasi atau untuk perluasan (expansi) usaha, sehingga

diperlukan beberapa tahun untuk dapat menghasilkan pendapatan.

c. Jangka waktu pengembalian kredit investatasi biasanya lebih dari satu tahun,

sehingga bagi bank sebagai kreditur berarti dananya sudah pasti akan

memberikan hasil, dalm bentuk pendapatan bunga, dalam waktu yang panjang.

d. Untuk meringankan beban perusahaan sebagai debitur, biasanya bank

memberikan grace period, yaitu tenggang waktu dimana perusahaan belum perlu

membayar cicilan pinjaman, kadang-kadang belum perlu membayar bunga.

2. Utang obligasi

Utang obligasi yaitu pinjaman jangka panjang yang diperoleh suatu perusahaan

dengan menjual obligasi, di dalm negeri maupu di luar negeri.

Ada beberapa jenis obligasi adalah sebagai berikut :

a. Registered bonds

b. Coupon bonds

c. Term bonds

d. Serial bonds

e. Convertible bonds
f. Callable bonds

g. Secured bonds

h. Unsecured bonds

3. Wesel bayar yang jatuh tempo lebih dari satu tahun

Wesel bayar yang jatuh tempo lebih dari satu tahun adalah suatu pernyataan

tertulis dari debitur bahwa ia berjanji untuk membayar sejumlah tertentu, pada

tanggal tertentu, dengan memperhitungkan tingkat bunga tertentu.

4. Utang pada pemegang saham atau perusahaan induk atau perusahaan

afiliasi.

Biasanya diberikan untuk membantu perusahaan anak atau perusahaan afiliasi

yang baru mulai beroperasi dan membutuhkan pinjaman. Pinjaman tersebut bisa

dikenakan bunga, bisa juga tanpadikenakan bunga.

5. Utang subordinasi

Utang subordinasi adalah utang dari pemegang saham atau perusahaan induk,

yang mempunyai beberapa sifat :

a. Tanpa bunga

b. Baru dibayar kembali pada saat perusahaan telah mempunyai kemampuan

untuk membayar kembali utangnya.

c. Mempunyai kemungkinan untuk dialihkan sebagai setoran modal.

6. Bridging loan

Bridging loan yaitu pinjaman sementara yang akan dikembalikan jika kredit

investasi yang dibutuhkan perusahaan sudah diperoleh. Tingkat bunga biasaya


lebih tinggi dari tingkat bunga pasar dan bisa berupa short term loan atau long

term loan.

7. Utang leasing

Yaitu utang yang diperoleh dari perusahaan leasing untuk pembelian asset tetap

dan biasanya dicicil dalam jangka panjang.

C. TUJUAN PEMERIKSAAN HUTANG JANGKA PANJANG

Tujuan pemeriksaan audit liabilitas jangka panjang adalah untuk menentukan

apakah :

a. Terdapat internal control yang baik katas liabilitas jangka panjang.

b. hutang jangka panjang yang menjadi kewajiban perusahaan sudah dicatat

seluruhnya pertanggal laporan posisi keuangan dan diotorisasi oleh pejabat

perusahaanyang berwenang.

c. hutang jangka panjang yang tercantum dilaporan posisi keuangan betul-betul

merupakan kewajiban perusahaan

d. hutang jangka panjang yang berasal dari legal claim atau asset yang

dijaminkan sudah diidentifikasi.

e. hutang jangka panjang dalam valuta asing per tanggal laporan posisi keuangan

sudah dikonversikan kedalam rupiah dengan kurs tengah bank Indonesia per

tanggal laporan posisi keuangan dan selisih kurs yang terjadi sudah

dibebankan/dikreditkan pada laba rugi tahun berjalan.


f. Biaya bunga dan bunga yang terutang dari liabilitas jangka panjang serta

amortisasi dari premium/discount obligasi telah dicatat per tanggal laporan

posisi keuangan.

g. Biaya bunga hutang jangka panjang yang tercatat pada tanggal laporan posisi

keuangan betul telah terjadi, dihitng secara akurat dan merupakan bebab

perusahaan.

h. Semua persyaratan dalam perjanjian kredit telah diikuti oleh perusahaan

sehingga tidak terjadi bank ”default”.

i. Bagian dari hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun yang

akan datang sudah di reklasifikasi sebagai kewajiban lancar.

j. hutang jangka panjang berikut discount, premium, dan bunga yang timbul

sudah di catat dengan akurat dan di klasifikasikan serta diungkapkan dalam

laporan keuangan, termasuk catatan atas laporan keuangan, sesuai dengan

standar akuntansi keuangan ETAP/PSAK/IFRS.


D. SYSTEM INTERNAL CONTROL

Alasan bagi suatu perusahaan untuk menerapkan sistem pengendalian intern

(internal control) adalah untuk membantu manajemen dengan tujuan tercapainya

mekanisme kerja yang lebih efisien dan efektif. Bentuk dan tipe dari pengawasan

harus mempertimbangkan atau membandingkan hubungan antara “Cost and

Benefit”.

Pada umumnya, ada empat kategori pengendalian intern yang dibentuk dalam

suatu perusahaan untuk kepentingan manajemen, yaitu :

a. Tersedia Data yang Dapat Dipercaya. Manajemen harus mempunyai sumber

informasi yang akurat atas operasi perusahaan. Beragam informasi dengan

area yang luas akan sangat membantu manajemen untuk mengambil

keputusan yang tepat.

b. Pengamanan Atas Harta Perusahaan dan Sistem Pencatatan. Bentuk fisik dari

harta perusahaan dapat dicuri, disalahgunakan, dan rusak karena kecerobohan,

kecuali hal-hal tersebut dilindungi dengan pengawasan yang cukup memadai.

Hal yang sama akan terjadi dengan harta perusahaan yang tidak berbentuk

fisik seperti piutang, dokumen-dokumen penting, dan catatan lainnya,

sehingga harus dilakukan peningkatan sistem pengamanan harta perusahaan

tertentu dan catatan atau dokumen enting lainnya. Dengan sistem computer,

jumlah data yang tersimpan dalam file magnetic tape juga dapat dicuri dan

dimusnahkan, sehingga pengawasan dan pengamanan atas sistem

komputerisasi harus dilakukan dengan ketat.


c. Mempromosikan Efisiensi dalam Bidang Operasional. Pengawasan yang

berada dalam organisasi perusahaan bertujuan untuk menghindari duplikasi

pekerjaan, melindungi segala hal yang mempengaruhi bidang usaha, dan hal-

hal lain atas penggunaan sumber-sumber dalam perusahaan yang tidak efisien.

d. Menyarankan Dipatuhinya Semua Kebijaksanaan Tertulis. Manajemen

mempunyai suatu misi yang ingin dicapai dengan sistem dan prosedur, serta

peraturan-peraturan perusahaan. Sistem pengendalian intern diciptakan agar

dapat dilakukan oleh semua karyawan perusahaan.

Untuk Eksternal Auditor, pengertian dari nomor dua diatas lebih

menitikberatkan pekerjaan pada poin 1 dan 2, sedangkan Internal Auditor harus

menitikberatkan pada keempat lingkup pengendalian intern tersebut. Poin 1 dan 2

umumnya dipakai sebagai tindakan Financial Audit, sedangkan poin 3 dan 4

umumnya dipakai sebagai tindakan Operasional Audit.

Mempelajari sistem pengendalian intern akan mempunyai arti bila semua

sistem yang ada dibagi menjadi beberapa bagian. Umumnya, disebut “Transaction

Cycle”, yaitu:

1. Siklus penjualan dan tertagihnya piutang

2. Siklus pengajian dan kepersonaliaan

3. Siklus kepemilikan barang serta pelayanan dan pembayaran

4. Siklus persediaan dan tempat penyimpanan atau gudang


5. Siklus penyertaan modal kerja, investasi, dan pembayaran kembali

Sistem pengendalian intern didalam setiap siklus transaksi harus cukup beralasan

untuk dapat dipertanggungjawabkan seperti:

a. Semua transaksi telah dicatat dengan selayaknya

b. Transaksi yang dicatat benar

c. Transaksi telah diotorisasi oleh orang yang berwenang

d. Transaksi yang ada telah dicatat semua

e. Transaksi yang terjadi dengan pantas dapat dinilai

f. Transaksi dapat diklasifikasikan

g. Transaksi dicatat tepat waktu

h. Transaksi telah dicatat dengan benar di dalam buku besar / tambahan

(subsidiary record).

Tidak terdapat jaminan bahwa operasi perusahaan akan efisiensi dengan

diterapkannya sistem pengendalian intern yang baik, karena pengaruh

administrasi dan kelengkapan pencatatan dengan data yang dapat dipercaya

sangat menetukan. Sistem pengendalian intern tidak ada gunanya bila terdapat

kerja sama yang baik untuk melakukan kecurangan, khususnya yang melibatkan

kantor pusat dengan diberikannya jabatan dan wewenang penuh serta

kepercayaan. Suatu sistem harus memiliki elemen tertentu dan ciri khas dengan

karakter yang dapat menaikkan nilai, dapat diyakinkan kebenaran dari aktivitas
operasi dan data akuntansi., juga melindungi harta milik perusahaan dan sistem

pencatatan. Hal tersebut berhubungan langsung dengan objek dari pengendaliaan

intern, yaitu:

a. Kemampuan, dapat dipercaya dengan wewenang dan tanggung jwab yang

diberikan

b. Pembagian tugas yang cukup baik

c. Prosedur otorisasi yang tepat

d. Data-data dan dokumen yang cukup untuk dilakukan pencatatan

e. Pengawasan secara fisik atas harta perusahaan dan pencatatan

f. Kebebasan sikap untuk memeriksa kemampuan

Terdapat dua metode pemeriksaan transaksi yang dapat ditentukan berdasarkan

data akuntasi yang dapat dipercaya, yaitu “System Based Method” dan “Substantive

Testing Method”. Metode tersebut dapat digunakan bersamaan dan dapat juga

sendiri-sendiri, tergantung dari bagian sistem akuntansi yang diperiksa.


E. PROSEDUR PEMERIKSAAN

Audit prosedur yang di sarankan adalah sebagai berikut :

1. Pelajari dan evaluasi internal control atas hutang jangka panjang. Dalam hal

ini biasa digunakan internal control questionnaires atau penjelasan

narative, tidak perlu flow chart.

2. Periksa ringkasan perubahan hutang jangka panjang berikut discount,

premium dan bunga selama periode yang diperiksa. Ringkasan tersebut harus

menunjukkan perubahan selama setahun (periode yang diperiksa), baik untuk

hutang maupun bunganya. Perlu juga diminta perubahan

discount dan premium dari obligasi selama periode yang diperiksa.

3. Kirimkan konfirmasi kepada bank untuk menanyakan saldo per tanggal

neraca, tingkat bunga, jangka waktu pinjaman dan jaminan kredit. Surat

konfirmasi bisa dibuat khusus untuk konfirmasi hutang jangka panjang atau

tergabung dalam konfirmasi bank yang standar.

4. Mintalah copy perjanjian kredit untuk permanent file dan perhatikan apakah

data yang tersebut sesuai dengan data yang tercantum dalam kertas kerja

pemeriksaan hutang jangka panjang. Buat excerpt (ringkasan) dari perjanjian

kredit untuk permanent file untuk lebih memudahkan.

5. Periksa apakah hutang jangka panjang yang diperoleh sudah disetujui

direksi/dewan komisaris/pemegang saham, yang biasanya diberikan melalui

notulen rapat.
6. Periksa perhitungan bunga, pembayaran bunga dan amortisasi

discount/premium dari obligasi. Tie-up jumlah beban bunga dan amortisasi

dicount/premium

obligasi dengan jumlah yang tercantum pada laporan rugi laba. Dicount/premi

um yang belum di amortisasi harus dilaporkan sebagai pengurangan atau

penambahan dari nilai nominal obligasi.

7. Periksa apakah ada hutang jangka panjang atau wesel bayar yang direnewed

(diperpanjang) setelah tanggal neraca, untuk mengetahui apakah hutang

tersebut harus tetap disajikan sebagai hutang jangka panjang atau hutang

lancar. Selain itu harus diperhatikan juga apakah ada hutang jangka panjang

atau wesel bayar yang (benar-benar telah) dilunasi setelah tanggal neraca,

walaupun belum jatuh tempo. Maksudnya untuk mengetahui apakah hutang

jangka tersebut harus direklafikasi sebagai hutang jangka pendek atau tidak.

8. Jika ada hutang dari pemegang saham atau dari direksi atau dari perusahaan

afiliasi, harus dikirim konfirmasi dan diperiksa apakah ada pembebanan

bunga atas pinjaman tersebut.

9. Jika ada hutang leasing, periksa apakah pencatatannya dan penyajiannya di

neraca sudah sesuai dengan standar akuntansi sewa guna usaha (PSAK no 30

Revisi 2015 tentang sewa).

10. Periksa apakah ada bagian dari hutang jangka panjang yang jatuh tempo

dalam waktu satu tahun yang akan datang, sehingga harus direklasifikasi

sebagai hutang jangka pendek.


11. Jika ada hutang jangka panjang yang harus dibayar kembali dalam mata uang

asing, periksa apakah per tanggal neraca sudah dikonversikan kedalam rupiah

dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per tanggal neraca dan

selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan/dikreditkan pada rugilaba tahun

berjalan .

12. Lakukan penelaahan analitis (analytical review procedures) terhadap hutang

jangka panjang dan biaya bunganya, untuk melihat kemungkinan terjadinya

kesalahan dalam pencatatan biaya bunga.

13. Buatlah kesimpulan, apakah penyajian hutang jangka panjang di neraca dan

catatan atas laporan keuangan dilakukan sesuai dengan SAK.

F. PROGRAM PEMERIKSAAN

1. Minta dari langganan daftar mengenai utang-utang jangka panjang. Daftar

ini harus mengandung informasi-informasi dalam perjanjian yang telah

disetujui.

2. Pelajari perjanjian kredit dan cocokkan keterangan-keterangan yang terdapat

dalam perjanjian kredit. Lihat kemungkinan terjadi default.

3. Lakukan pengiriman konfirmasi bank.

4. Lakukan perhitungan atas bunga dan lihat bahwa pembayaran bunga telah

dibutuhkan secara tepat.


5. Hubungkan pemeriksaan ini dengan pemeriksaan atas persediaan, piutang,

aktiva tetap, dan lain-lain yang dijadikan jaminan. Didalam neraca aktiva-

aktiva tersebut harus diungkapkan (discloser) agar pembaca mengetahui

bahwa barang-barang itu dijadikan jaminan.


BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Utang jangka panjang digunakan untuk menunjukan utang-utang yang

pelunasannya akan dilakukan dalam waktu lebih dari satu tahun atau akan dilunasi

dari sumber-sunber yang bukan dari kelompok aktiva lancar.

Apabila perusaahaan membutuhkan tambahan modal kerja tetapi tidak dapat

melakukan emisi saham baru, dapat dipenuhi dengan cara mencari utang jangka

panjang. Dalam hal sulit mencari utang yang jumlahnya besar dari satu sumber

perusahaan dapat mengeluarkan surat obligasi. Surat obligasi ini akan dapat di jual

bila reputasi perusahaan cukup baik dan dipandang akan tetap berdiri selama jangka

waktu beredarnya obligasi tersebut. Harga jual obligasi tergantung pada tarif bunga

obligasi. Semakin besar bunganya, harga jual obligasi tersebut akan semakin tinggi

dan sebaliknya semakin rendah tingkat bunga obligasi harga jualnya akan semakin

rendah. Pengeluaran obligasi dari suatu perusahaan dapat dilakukan dengan cara

penjualan langsung atau melalui lembaga-lembaga keuangan.


Pada hutang jangka panjang ada beberapa contoh yaitu:

1. Kredit investasi

2. Utang obligasi

3. Wesel bayar yang jatuh tempo lebih dari satu tahun

4. Utang pada pemegang saham atau perusahaan induk atau perusahaan afiliasi.

5. Utang subordinasi

6. Bridging loan

Utang leasing

Selain contoh ada pula TUJUAN PEMERIKSAAN HUTANG JANGKA

PANJANG salah satunya adalah:

 Terdapat internal control yang baik atas liabilitas jangka panjang.

 Hutang jangka panjang yang tercantum dilaporan posisi keuangan

betul-betul merupakan kewajiban perusahaan.

 hutang jangka panjang yang berasal dari legal claim atau asset yang

dijaminkan sudah diidentifikasi.

Pada tujuan yang tercantum diatas ada pula system internal control yang

terdapat pada hutang jangka panjang yang bertujuan untuk tercapainya

mekanisme kerja pada perusahaan atau bank agar lebih efektif dan efisien
DAFTAR PUSTAKA

http://zulidamel.wordpress.com/2009/02/26/hutang-jangka-panjang/

http://goryank.blogspot.com/2011/11/makalah-hutang-jangka-panjang.html

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_akuntansi_2/bab4-

investasi_dan_hutang_jangka_panjang.pdf