Вы находитесь на странице: 1из 20

DATA HASIL PENGKAJIAN KEPERAWATAN KOMUNITAS KELURAHAN TUGU

KECAMATAN CIMANGGIS KOTA DEPOK JUNI 2012

Jumlah Penduduk Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis

Jumlah Kk Di Data Tidak Di Data Perempuan Laki-Laki Jumlah Penduduk


20.470 40 20.436 50.303 30.927 81.230
Analisa Data

Jumlah KK 20.470, di data 40 KK dan jumlah penduduk Kelurahan Tugu 81.230 jiwa (Pr : 50.303 orang & Lk : 30.927
orang)

Distribusi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

No Kriteria Jumlah %
1 Laki-Laki 25 67,7
2 Perempuan 15 32,4
Tabel tersebut menunjukkan bahwa jenis kelamin masyarakat di kelurahan tugu yang paling terbanyak adalah laki-laki
sebanyak 25 orang (67,7%)
Distribusi Penduduk Berdasarkan Pendidikan

No Jenis Pendidikan Jumlah %


1 Tikak Pernah Sekolah 6 17,6
2 Sd 11 26,5
3 Smp 14 29,4
4 Sma 8 23,5
5 Pt 1 2,9
Tabel tersebut menunjukkan bahwa pendidikan masyarakat di kelurahan tugu yang memiliki pendidikan terbanyak adalah
SMP sebanyak 14 orang (29.4%) dan paling sedikit adalah PT sebanyak 1 orang (2,9%).
Distribusi Penduduk Berdasarkan Status Pekerjaan

No Status Pekerjaan Jumlah %


1 Tidak Bekerja 33 82,4
2 Bekerja 7 17,6
Tabel tersebut menunjukkan bahwa status pekerjaan masyarakat di kelurahan tugu yang memiliki status pekerjaan
sebanyak 7 orang (17,6%) dan yang tidak bekerja sebanyak 33 orang (82,4%)
Distribusi Penduduk Yang Mengikuti Kegiatan Social

No Kegiatan Jumlah %
1 Yang Tidak Ikut 22 52,9
2 1 Kegiatan Sosial 14 38,2
3 Lebih Dari 1 Kegiatan 4 8,8
Sosial
Tabel tersebut menunjukkan bahwa distribusi masyarakat di kelurahan tugu yang mengikuti kegiatan social lebih dari 1
kegiatan sebanyak 4 orang (8,8%) dan yang tidak ikut kegiatan social sebanyak 22 orang (52,9%)

Distribusi Penduduk Berdasarkan Orang Yang Merawat Lansia Stroke

No Orang Yang Jumlah %


Merawat
1 Pasangan Suami/Istri 24 55,9
2 Anak 15 41,2
3 Saudara 1 2,9
Tabel tersebut menunjukkan bahwa orang yang merawat lansia di kelurahan tugu paling banyak pasangan suami istri
sebanyak 24 orang (55,9%)
Distribusi Penduduk Berdasarkan Fasilitas Kesehatan

No Jenis Fasilitas Jumlah %


1 Rumah Sakit 16 42,8
2 Puskesmas 14 33,5
3 Dokter Praktek 6 14,9
4 Tidak Menggunakan 4 8,8
Fasilitas
Tabel tersebut menunjukkan bahwa jenis fasiltas kesehatan yang digunakan oleh masyarakat di kelurahan tugu paling
banyak di Rumah Sakit sebanyak 16 orang (41,8)

Distribusi Penduduk Berdasarkan Jenis Pelayanan

No Jenis Pelayanan Jumlah %


1 Pemeriksaan 24 55,9
2 Pengobatan 16 44,1
Tabel tersebut menunjukkan bahwa jenis pelayanan yang digunakan oleh masyarakat di kelurahan tugu paling banyak
hanyan melakukan pemeriksaan sebanyak 24 orang (55,9%)
Distribusi Penduduk Berdasarkan Sumber Pembiayaan Kesehatan

No Sumber Biaya Jumlah %


1 Asuransi 16 38,2
2 Umum 24 61,8
Tabel tersebut menunjukkan bahwa sumber pembiayaan yang di gunakan oleh masyarakat di kelurahan tugu paling banyak
umum sebanyak 24 orang (61,8%)

Distribusi Penduduk Berdasarkan Sumber Informasi Tentang Stroke

No Sumber Informasi Jumlah %


1 Petugas Kesehatan 33 79,4
2 Tv 6 17,6
3 Koran 1 2,9
Tabel tersebut menunjukkan bahwa psumber informasi masyarakat di kelurahan tugu yang paling banyak dari petugas
kesehatan sebanyak 33 orang (79,4%)
Distribusi Penduduk Berdasarkan Lingkungan Rumah

No Lingkungan Rumah Jumlah %


1 Tidak Aman 24 58,8
2 Aman 16 41,2
Tabel tersebut menunjukkan bahwa lingkungan rumah masyarakat di kelurahan tugu yang tidak aman sebanyak 24 (58,8%)

Distribusi Penduduk Berdasarkan Pengetahuan Lansia Post Stroke

No Pengetahuan Jumlah %
1 Baik 18 47,1
2 Kurang 22 52,9
Tabel tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki pengetahuan yang kurang sebanyak 22 orang (52,9%)

Distribusi Penduduk Berdasarkan Sikap Lansia

No Sikap Jumlah %
1 Baik 33 79,4
2 Kurang 7 20,6
Tabel tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki sikap yang baik sebanyak 33 orang (79,4%)
Distribusi Penduduk Berdasarkan Perilaku

No Sikap Jumlah %
1 Baik 22 54,7
2 Kurang 18 45,3
Tabel tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki perilaku yang baik sebanyak 22 orang (54,7%)

Data Lansia Berdasarkan Perilaku Lansia Stroke Yang Dikaitkan Dengan Perilaku Lansia Yang Berisiko Tinggi

No Perilaku Jumlah %
1 Tidak pernah olahraga 5 17,6
2 Selalu makan makanan berlemak 2 5,9
3 Jarang minum air putih 8 26,5
4 Tidak pernah mengunjungi posbindu 12 35,3
5 Tidak pernah periksa tekanan darah 2 5,9
6 Selalu makan makanan asinan 3 8,8
7 Sering makan gorengan 5 20,6
8 Merokok 3 11,8
Tabel tersebut menunjukkan bahwa perilaku lansia stroke yang dikaitkan dengan perilaku lansia stroke yang berisiko tinggi
adalah lansia yang tidak pernah mengunjungi posbindu sebanyak 12 orang (35,3%)
ANALISA DATA

DIAGNOSA KEPERAWATAN
NO DATA MASALAH KESEHATAN
KOMUNITAS
1 ➢ Dari 34 KK (100%) jenis layanan yang Regimen terapeutik yang Potensial peningkatan regimen
melakukan pengobatan 44,1% tidak efektif pada populasi terapeutik yang tidak efektif ditandai
➢ Dari 34 KK (100%) sumber lansia stroke atau dengan dengan kurangnya yang melakukan
pembiayaan kesehatan Asuransi 38,2% faktor risiko. jenis layanan pengobatan .

2 ➢ Dari 34 KK (100%) didapatkan Resiko pemeliharaan Resiko pemliharaan kesehatan yang


banyak masyarakat yang tidak kesehatan yang tidak efektif tidak efektif pada populasi lansia stroke
mengikuti kegiatan social 52,9% pada populasi lansia stroke di kelurahan tugu berhubungan dengan
➢ Dari 34 KK (100%) didapatkan atau faktor risiko kurangnya pengetahuan ditandai dengan
kondisi lingkungan rumah yang tidak banyaknya masyarakat yang tidak
aman 58,8% mengikuti kegiatan sosialisasi,
➢ Dari 34 KK (100%) didapatkan lingkungan rumah tidak aman, dan tidak
masyarakat yang tidak menggunakan menggunakan fasilitas kesehatan.
fasilitas pelayanan kesehatan 8,8%
3 ➢ Dari 34 KK (100%) didapatkan Peningkatan perilaku Gangguan/masalah kesehatan lansia
masyarakat yang tidak pernah berolah pencetus faktor risiko stroke stroke berhubungan dengan terjadinya
raga 17,6% pada masyarakat di peningkatan perilaku pencetus faktor
➢ Dari 34 KK (100%) didapatkan Kelurahan Tugu resiko ditandai dengan tidak pernah
masyarakat yang selalu makan berolah raga , selalu makan makanan
makanan berlemak 5,9% berlemak jarang minum air putih , tidak
➢ Dari 34 KK (100%) didapatkan pernah mengunjungi Posbindu , tidak
masyarakat yang jarang minum air pernah periksa tekanan darah , selalu
putih 26,5% makan makanan asin , sering makan
➢ Dari 34 KK (100%) didapatkan gorengan ,selalu merokok .
masyarakat yang tidak pernah
mengunjungi posbindu 35,3%,
➢ Dari 34 KK (100%) didapatkan
masyarakat yang tidak pernah periksa
tekanan darah 5,9%
➢ Dari 34 KK (100%) didapatkan
masyarakat yang selalu makan
makanan asin 8,8%
➢ Dari 34 KK (100%) didapatkan
masyarakat yang sering makan
gorengan 20,6%
➢ Dari 34 KK (100%) didapatkan
masyarakat yang selalu merokok
11,8%.

PERENCANAAN/INTERVENSI

1. Diagnosa Keperawatan
Potensial peningkatan regimen terapeutik yang tidak efektif ditandai dengan kurangnya yang melakukan jenis layanan
pengobatan
Tujuan Umum
Setelah dilakukan tindakan selama 9 bulan diharapkan terjadi peningkatan regimen terapeutik yang efektif di kelurahan
tugu.
Tujuan Khusus
a. Peningkatan regimen yang efektif
b. Terbentuknya kelompok pendukung lansian stroke

Intervensi

1. Berikan penyuluhan tentang penyakit stroke dan perawatannya


2. Ajarkan masyarakat keterampilan dalam menangani gejala stroke
3. Diskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin diperlukan unuk mencegah komplikasi di masa yang akan datang
dan atau proses pengontrolan penyakit
4. Lakukan pembinaan kader untuk melaksanakan program terkait pencegahan dan penanggulangan stroke
2. Diagnosa Keperawatan
Resiko pemliharaan kesehatan yang tidak efektif pada populasi lansia stroke di kelurahan tugu berhubungan dengan
kurangnya penegtahuan ditandai dengan banyaknya masyarakat yang tidak mengikuti kegiatan sosialisasi, lingkungan
rumah tidak aman, dan tidak menggunakan fasilitas kesehatan
Tujuan Umum
Setelah dilakukan tindakan selama 9 bulan diharapkan populasi lansia dengan stroke dapat melakukan pemeliharaan
kesehatan diri berkaitan dengan perawatan di rumah dan penanganan faktor risiko.
Tujuan Khusus
a. Terbentuknya kelompok pendukung keluarga lansia stroke.
b. peningkatan peran serta keluarga dalam merawat anggota keluarga lansia stroke.
c. Peningkatan tingkat kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga lansia stroke.
d. Peningkatan kemampuan lansia stroke dalam pemeliharaan kesehatan diri

Intervensi

1) Pendekatan pada tokoh masyarakat dan kader kesehatan di tempat dibentuk kelompok pendukung keluarga.
2) Identifikasi calon anggota kelompok pendukung keluarga.
3) Pendekatan pada keluarga sebagai calon anggota kelompok pendukung keluarga.
4) Pembentukan kelompok pendukung keluarga.
5) Pembentukan struktur organisasi kelompok pendukung keluarga.
6) Susun rencana kegiatan kelompok pendukung.
7) Kegiatan pemberian materi pada kelompok pendukung keluarga.
8) Kegiatan latihan pada kelompok pendukung keluarga.
9) Pendampingan anggota kelompok pendukung keluarga di keluarga.
3. Diagnosa Keperawatan
Gangguan/masalah kesehatan lansia stroke berhubungan dengan terjadinya peningkatan perilaku pencetus faktor resiko
ditandai dengan tidak pernah berolah raga , selalu makan makanan berlemak jarang minum air putih , tidak pernah
mengunjungi Posbindu , tidak pernah periksa tekanan darah , selalu makan makanan asin , sering makan gorengan
,selalu merokok
Tujuan Umum
Setelah dilakukan tindakan selama 9 bulan diharapkan terjadi penurunan pencetus faktor risiko stroke pada populasi
lansia di masyarakat.
Tujuan Khusus
a. Terjadinya peningkatan pengetahuan keluarga lansia tentang pencetus risiko stroke di masyarakat.
b. Terjadinya peningkatan pengetahuan keluarga lansia dalam pengaturan diet bagi lansia dengan Hipertensi dan
lansia dengan Diabetes mellitus.
c. Tersebarnya informasi tentang penyakit Hipertensi dan penyakit diabetes mellitus sebagai faktor risiko stroke.
d. Terjadinya peningkatan kemampuan keluarga dalam melakukan latihan pengendalian faktor risiko stroke
Intervensi
1) Pendekatan pada tokoh masyarakat, RW Siaga, kader kesehatan, dan PKK tentang rencana yang akan dilakukan.
2) Lakukan penyuluhan kesehatan tentang faktor risiko stroke dan cara pengaturan diet pada hipertensi dan diabetes
mellitus dengan sasaran keluarga dengan anggota keluarga lansia dengan faktor risiko.
3) Penyebaran leafleat dan poster tentang penyakit yang berkaitan dengan faktor risiko stroke.
4) Lakukan latihan pengendalian faktor risiko stroke dengan latihan senam seperti senam pernafasan, senam anti
stroke yaitu senam hipertensi dan yoga dengan sasaran keluarga dengan anggota keluarga dengan faktor risiko
stroke dan sasaran usia pra lansia dengan faktor risiko stroke
PLANING OF ACTION (POA)

Masalah Sumber
Tujuan Kegiatan Sasaran Waktu Tempat Media pj
keperawatan Dana
Regimen Tujuan Umum 1. Memberikan penyuluhan Lansia Minggu Balai Swadaya Leaflet
terapeutik Setelah tentang penyakit stroke pertama warga
yang tidak dilakukan dan perawata
efektif pada tindakan selama 2. Mengajarkan
populasi 9 bulan masyarakat keterampilan
lansia stroke diharapkan dalam menangani gejala
atau dengan terjadi stroke
faktor risiko. peningkatan 3. Mendiskusikan
regimen perubahan gaya hidup
terapeutik yang yang mungkin
efektif di diperlukan unuk
kelurahan tugu. mencegah komplikasi di
Tujuan Khusus masa yang akan datang
• Peningkatan dan atau proses
regimen yang pengontrolan penyakit
efektif 4. Melakukan pembinaan
• Terbentuknya kader untuk
kelompok melaksanakan program
pendukung terkait pencegahan dan
lansianstroke penanggulangan stroke
Resiko Tujuan Umum 1. Melakukan Pendekatan Kader di Minggu Balai Swadaya Leaflet
pemeliharaan Setelah pada tokoh masyarakat keluraha ke 2 warga
kesehatan dilakukan dan kader kesehatan di n
yang tidak tindakan selama tempat dibentuk
efektif pada 9 bulan kelompok pendukung
populasi diharapkan keluarga.
lansia stroke populasi lansia 2. Mengidentifikasi calon
atau faktor dengan stroke anggota kelompok
risiko dapat melakukan pendukung keluarga.
pemeliharaan 3. Melakukan pendekatan
kesehatan diri pada keluarga sebagai
berkaitan dengan calon anggota
perawatan di kelompok pendukung
rumah dan keluarga.
penanganan 4. Membentuk kelompok
faktor risiko. pendukung keluarga.
Tujuan Khusus 5. Membentuk struktur
• Terbentuknya organisasi kelompok
kelompok pendukung keluarga.
pendukung 6. Menyusun rencana
keluarga kegiatan kelompok
lansia stroke. pendukung.
• peningkatan 7. Melakukan Kegiatan
peran serta pemberian materi pada
keluarga kelompok pendukung
dalam keluarga.
merawat 8. Melakukan Kegiatan
anggota latihan pada kelompok
keluarga pendukung keluarga.
lansia stroke. 9. Melakukan
• Peningkatan Pendampingan anggota
tingkat kelompok pendukung
kemandirian keluarga di keluarga.
keluarga
dalam
merawat
anggota
keluarga
lansia stroke.
• Peningkatan
kemampuan
lansia stroke
dalam
pemeliharaan
kesehatan
diri

Peningkatan Tujuan Umum 1. Melakukan Pendekatan Masyara Minggu Balai Swadaya Leaflet
perilaku Setelah pada tokoh masyarakat, kat ke 3 warga
pencetus dilakukan RW Siaga, kader lansia
faktor risiko tindakan selama kesehatan, dan PKK
stroke pada 9 bulan tentang rencana yang
masyarakat di diharapkan akan dilakukan.
Kelurahan terjadi 2. Melakukan penyuluhan
Tugu penurunan kesehatan tentang faktor
pencetus faktor risiko stroke dan cara
risiko stroke pengaturan diet pada
pada populasi hipertensi dan diabetes
lansia di mellitus dengan sasaran
masyarakat. keluarga dengan anggota
Tujuan Khusus keluarga lansia dengan
• Terjadinya faktor risiko.
peningkatan 3. Melakukan Penyebaran
pengetahuan leafleat dan poster
keluarga tentang penyakit yang
lansia tentang berkaitan dengan faktor
pencetus risiko stroke
risiko stroke 4. Melakukan latihan
di pengendalian faktor
masyarakat. risiko stroke dengan
• Terjadinya latihan senam seperti
peningkatan senam pernafasan,
pengetahuan senam anti stroke yaitu
keluarga senam hipertensi dan
lansia dalam yoga dengan sasaran
pengaturan keluarga dengan anggota
diet bagi keluarga dengan faktor
lansia dengan risiko stroke dan sasaran
Hipertensi usia pra lansia dengan
dan lansia faktor risiko stroke
dengan
Diabetes
mellitus.
• Tersebarnya
informasi
tentang
penyakit
Hipertensi
dan penyakit
diabetes
mellitus
sebagai
faktor risiko
stroke.
• Terjadinya
peningkatan
kemampuan
keluarga
dalam
melakukan
latihan
pengendalian
faktor risiko
stroke