You are on page 1of 2

Fonemena alam yang selalu muncul pada musim penghujan adalah adanya petir.

Petir akan selalu mengiringi


turunya hujan disetiap musimnya. bagi sebagian orang petir terlihat sangat menakutkan dengan suara yang amat
menggelegar yang membuat pekak telinga. Kilatan cahaya yang muncul juga memebuat petir lebih mengerikan.
Bahkan orang jawa dulu menganganggap petir sebagai Batara Kala. Dalam kisah orang jawa yang ada
hubunganya dengan kisah pewayangan, Batara Kala adalah dewa yang berbentuk Buto(raksasa jahat) yang
selalu meminta tumbal manusia.

Pada zaman modern sekarang pun petir dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan. Hal itu tentu berdasarkan
fakta adanya banyak kerugian baik materi maupun korban jiwa akibat petir. Di Amerika dan Eropa petir
menjadi momok yang menakutkan.

Sebagai seorang muslim petir dapat diajdikan gambaran betapa besarnya besar dan Maha Agung Allah sebagi
Pencipta. Yang telah menciptakan petir. Begitulah pandangan seorang muslim awam. Namun bila kita sedikit
lebih tahu tetang petir, kita akan tahu betapa besar manfaat petir bagi manusia.
Kita tentu tahu bahwa bumi diselimuti oleh lapisan ozon. Lapisan ozon adalah sekumpulan udara diamosfer yang
melindungi bumi dari radiasi sinar matahari yang berbahaya bagi kehidupan di bumi seperti sinar ultraviolet
(UV)sehingga sinar UV yang sampai di bumi dalam jumlah yang tidk berbahaya. Hubunganya petir dengan
lapisan ozon adalah bahwa lapisan ozon berperan membentuk lapisan ozon. Lapisan ozon merupakan senyawan
O3. Petir peran memicu terjadinya reaksi kimia dari O2 atau oksigen menjadi O3. Sederhanya tiga senyawa O2
akan pecah menjadi enam senyawa O dan akhirnya terbentuk 2 senyawa O3. Proses tersebut tidak akan terjadi
tanpa bantuan dari petir.
Manfaat lain petir adalah bagi kesuburan tanah. Saat petir menyambar tidak hanya terjadi pembentukan lapisan
ozon saja, tapi banyak terjadi reaksi-reaksi kimia lain antara udara dengan air hujan yang sedang turun. Misalnya
nitrogen dengan air sehingga saat air sampai dibumi menjadikan tanah lebih subur karena mendapat pasokan
nitrogen lebih banyak. Maka benarlah, Firman Allah SWT “dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu
menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya”[QS 30:24].
Petir juga berfungsi saat awal proses pembentukan bumi. Pada awalnya bumi tidak memiliki atmosfer seperti
sekarang. Itu sebabnya banyak meteor yang jatuh ke bumi. Pada waktu itu petir bisa ribuan kali lebih dahsyat
dari petir yang sekarang. Melalui proses yang lama akhirnya atmosfer dapat terbentuk akibat petir juga.
Terbayang seperti apa apabila tidak petir. Saat kita melihat petir maka kita patut kagum pada
keagungan Allah sekaligus bersyukur.

Sumber : https://butirhikmah.wordpress.com/2010/06/13/dibalik-dahsyatnya-petir/