You are on page 1of 3

1. Pengertian (Definisi) Asuhan keperawatan anak dengan bronkopneumonia.

Bronkopneumonia adalah radang paru - paru yang mengenai


satu atau beberapa lobus paru - paru yang ditandai dengan
adanya bercak – bercak infiltrate.

2. Assessment 1. Kepala (bentuk kepala, warna rambut, distribusi rambut)


Keperawatan 2. Mata (sclera berwarna merah, kaji reflex cahaya,
konjungtiva anemis atau tidak, pergerakan bola mata)
3. Telinga (simetris atau tidak, kebersihan, tes pendengaran)
4. Hidung (ada polip atau tidak, nyeri tekan, kebersihan,
pernafasan cuping hidung, fungsi penciuman)
5. Mulut (warna bibir, mukosa bibir lembab atau tidak, mukosa
bibir kering
6. Dada (irama nafas teratur, pernafasan dangkal, penggunaan
otot bantu nafas, suara nafas ronkhi, saat perkusi sonor)
7. Abdomen : bentuk, lesi, nyeri lepas, nyeri tekan,
hepatomegali
8. Genetalia dan anus : labia minora, labia mayora, klitoris

3. Diagnosis Keperawatan 1. Ketidakefektifan pola napas b.d proses inflamasi


2. Ketidakefektifan bersihan jalan napas b.d obstruksi mekanis,
inflamasi, peningkatan sekresi, nyeri
3. Intoleransi aktivitas b.d proses inflamasi, ketidakseimbangan
antara suplai dan kebutuhan oksigen
4. Risiko infeksi b.d adanya organisme infektif
5. Nyeri akut b.d proses inflamasi
6. Ansietas b.d kesulitan bernafas, prosedur dan lingkungan
yang tidak dikenal (rumah sakit)

4. Kriteria Evaluasi / 1. Jalan nafas tetap bersih


Nursing Outcome 2. Permafasan dalam batas normal
3. Status respirasi : kepatenan jalan nafas
4. Anak menunjukkan bukti penurunan gejala infeksi
5. Tidak ada tanda-tanda distress pernafasan atau
ketidaknyamanan fisik

5. Intervensi 1. Posisikan untuk ventilasi yang maksimum (pertahankan


1
Keperawatan peninggian kepala sedikitnya 30 derajat)
2. Periksa posisi anak dengan sering, untuk memastikan bahwa
anak tidak merosot
3. Hindari pakaian atau gedong yang terlalu ketat
4. Tingkatkan istirahat dan tidur dengan penjadualan yang
tepat
5. Dorong teknik relaksasi
6. Ajarkan pada anak dan keluarga tentang tindakan yang
mempermudah upaya pernafasan (misal : pemberian posisi
yang tepat)
7. Bantu anak dalam aktivitas hidup sehari-hari yang mungkin
melebihi toleransi
8. Berikan aktivitas pengalihan yang sesuai dengan usia,
kondisi, kemampuan, dan minat anak
9. Beri periode istirahat dan tidur yang sesuai dengan usia dan
kondisi
10. Instruksikan anak untuk beristirahat jika lelah
11. Ciptakan hubungan anak dan orangtua
12. Tetap bersama anak selama prosedur
13. Gunakan cara yang tenang dan meyakinkan
14. Beri kehadiran yang sering selama fase akut penyakit
15. Beri tindakan kenyamanan yang diinginkan anak (misal:
mengayun, membelai, musik)
16. Berikan objek kedekatan (misal: mainan keluarga, selimut,
boneka)
17. Anjurkan perawatan yang berpusat pada keluarga dengan
peningkatan kehadiran orangtua dan bila mungkin,
keterlibatan orangtua

6. Informasi dan Edukasi 1. Edukasi diberikan kepada individu dan keluarga mengenai
pencegahan rekurensi dan pola hidup sehat, termasuk tidak
merokok.
2. Dilakukan dengan vaksinasi, terutama bagi golongan risiko
tinggi, seperti orang usia lanjut, atau penderita penyakit
kronis. Vaksin yang dapat diberikan adalah vaksinasi
influenza dan vaksin pneumokokal.
2
7. Evaluasi Mengevaluasi respon objektif dan subjektif, setelah dilakukan
intervensi dan dibandingkan NOC serta analisis terhadap
perkembangan diagnosis keperawatan yang telah di tetapkan.

8. Penelaah Kritis Sub Komite Mutu Keperawatan

9. Kepustakaan