You are on page 1of 19

LAPORAN KEWIRAUSAHAAN

“UKNI CERIA”
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Blok Manajemen

Disusun Oleh :
Kelompok 2
I Wayan Gede Saraswasta 115070200111021
Meida Untari 115070200111027
Meti Verdian Yunisa 115070200111045
Ade Rumondang Megawati H 115070201111003
Dika Arini Pratiwi 115070201111007
Etri Nurhayati 115070201111019
Afiat Arif Ibrahim 115070207111001
Yuni Widyaningsih 115070207111027
Baiq Ririn Vihasti S 115070207111029

PROGRAM STUDY ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2015
BAB I
IDE DAN PELUANG

1.1 Latar Belakang


Perawat adalah seseorang yang telah menyelesaikan program
pendidikan keperawatan baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh
Pemerintah Republik Indonesia, teregister dan diberi kewenangan untuk
melaksanakan praktik keperawatan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan (PPNI, 2009).
Perawat adalah salah satu tenaga kesehatan yang memiliki posisi penting
dalam sistem kesehatan di Indonesia. Efektifitas dan efisien pelayanan
kesehatan akan dapat ditingkatkan melalui penyediaan perawat yang kompeten
dan berdedikasi. Untuk meningkatkan standarisasi kompetensi perawat yang
baru lulus (​entry level practice​) diperlukan uji kompetensi yang bersifat nasional.
Uji Kompetensi adalah proses pengukuran pengetahuan, keterampilan, dan
perilaku peserta didik pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan program
studi Keperawatan (UU Keperawatan, 2014).
Uji kompetensi yang bersifat nasional diharapkan dapat menjadi alat
untuk memberi umpan balik pada mutu penyelenggaraan pendidikan
keperawatan. Perawat yang telah lulus uji kompetensi akan mendapatkan
sertifikat kompetensi. Sertifikat kompetensi adalah surat tanda pengakuan
terhadap kompetensi perawat yang telah lulus uji kompetensi untuk melakukan
praktik keperawatan. Dimana sertifikat kompetensi ini merupakan salah satu
syarat untuk mendapatkan surat tanda registrasi (STR). (UU Keperawatan,
2014). Melihat pentingnya perawat untuk mengikuti dan lulus uji kompetensi
maka kami berencana untuk mendirikan tempat kursus yang dapat
mempersiapkan perawat dalam menghadapi uji kompetensi. Sehingga
diharapkan perawat yang mengikuti kursus dapat mempersiapkan diri dan
memperoleh hasil yang baik dalam uji kompetensi.

1.2 Tujuan
Dapat memberikan layanan pendidikan kepada perawat untuk
meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap perawat dalam usaha
mempersiapkan diri menghadapi Uji Kompetensi Ners Indonesia

1.3 Manfaat
Adapun manfaat pendirian tempat kursus adalah :
1. Secara teoritis, pendirian tempat kursus ini mampu memberikan kontribusi
berupa pendidikan, pelatihan untuk perawat yang akan mengikuti Uji
Kompetensi Ners Indonesia.
2. Secara Praktis, pendirian tempat kursus ini dapat membuka lapangan
pekerjaan baru khususnya bagi perawat.

1.4 Visi dan Misi


1.4.1 Visi:
Menjadi lembaga kursus yang dapat memberikan layanan pendidikan
kepada perawat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan
sikap perawat dalam usaha mempersiapkan diri menghadapi Uji
Kompetensi Ners Indonesia.
1.4.2 Misi :
1. Meningkatkan mutu pengelolaan Lembaga Kursus.
2. Merekrut tenaga pendidik yang berkualitas dalam keperawatan
3. Memberikan pendidikan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh
perawat dalam menghadapi Uji Kompetensi.
4. Memfasilitasi perawat untuk melakukan try out Uji Kompetensi.
5. Membangun kerja sama dengan PPNI.
BAB 2
PENGELOLAAN USAHA DAN STRATEGI KEWIRAUSAHAAN

2.1 Gambaran Umum Usaha


2.1.1 Bentuk Usaha
Bentuk usaha yang kami lakukan adalah usaha yang bergerak dalam
bidang pendidikan non-formal (kursus) yang bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan dan sikap perawat untuk megnhadapi Ujian
Kompetensi Ners Indonesia (UKNI). Kursus yang bergerak dalam ilmu
keperawatan ini pada dasarnya sangat diperlukan bagi lulusan baru perawat
ataupun perawat yang ingin mendapatkan surat tanda registrasi (STR) dengan
mengikuti UKNI. Kursus dalam bidang Ilmu Keperawatan sangat jarang
ditemukan namun sangat dibutuhkan bagi mereka yang akan mengikuti UKNI.
Kursus ini terdapat beberapa kegiatan yaitu proses belajar mengajar di
dalam kelas, prakek untuk meningkatkan skill, serta try out untuk mengetahui
sejauh mana kemampuan siswa dalam menghadapi UKNI selain itu terdapat
mimbingan tambahan untuk memperdalam ilmu yang di dapat. Kelebihan dari
usaha ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi lulusan
perawat serta menjadi lapangan pengerjaan bagi perawat.
Tahap awal yang dilakukan dalam usaha ini adalah melakukan kerjasama
dengan PPNI dan melakuka promosi ke berbagai universitas maupun stikes
kesehatan. Sosilisasi dan promosis dilakukan 1 bulan sebelum usaha dilakukan
2.1.2 Program Yang Ditawarkan
Program yang kami tawarkan ada 2 kategori, yaitu :
1. Reguler : Rp. 1.500.000 per 3 bulan
- Jumlah Siswa : 20 orang
- 2 kali pertemuan dalam satu minggu (@90 menit)
- 1 kali praktek dalam satu minggu (@60 menit)
- 3 kali try out dalam 3 bulan
2. Eksekutif : Rp. 2.500.000 per 3 bulan
- Jumlah siswa : 10 orang
- 3 kali pertemuan dalam satu minggu (@90 menit)
- 2 kali praktek dalam satu minggu (@60 menit)
- 5 kali try out dalam 3 bulan
- 3 kali bimbingan tambahan dalam 3 bulan
➢ Materi yang akan di ajarkan :
a. KMB
b. Maternitas
c. Anak
d. Jiwa
e. Keluarga
f. Gerontik
g. Manajemen
h. Gawat Darurat
i. Komunitas

➢ Pelatihan yang diajarkan


a. Oksigenasi
b. Cairan dan elektrolit
c. Nutrisi
d. Aman dan nyaman (patient safety)
e. Eliminasi
f. Komunikasi
g. Pendidikan kesehatan
h. Pemenuhan nilai dan keyakinan
i. Psikososial
j. Seksual

2.2 Pengelolaan Usaha


2.2.1 Struktur Organisasi
2.2.2 Jobs Description
1. Direktur :
● Mengawasi keseluruhan manajemen organisasi
● Bertanggung jawab atas keseluruhan organisasi
● Memotivasi semua manajer fungsional
● Interaktif dengan semua anggota
● Membuat jadwal kegiatan serta job deskripsi untuk masing-masing
manajer
● Mengadakan rapat wajib
2. Bendahara Umum
● Menghitung estimasi pendapatan dan pengeluaran
● Mencatat secara sistematis jumlah pendapatan dan pengeluaran
● Bertanggung jawab atas semua transaksi yang ada di dalam organisasi
termasuk uang pendaftaran untuk peserta, gaji untuk anggota, gaji tentor,
dan karyawan
● Melaporkan data keuangan secara jujur dan transparan setiap 1 bulan
sekali
3. Manajer Humas :
● Mengawasi bagian pemasaran dan eksternal
● Bertanggung jawab atas tugas dari bagian pemasaran dan eksternal
4. Manajer HRD :
● Bertanggung jawab atas perekrutas tentor dan karyawan
● Mempertimbangkan dengan matang tentang perekrutan tentor dan
karyawan
● Bertanggung jawab atas kinerja koordinator akademik/ tentor dan
koordinator pegawai / karyawan
5. Manajer kesekretariatan
● Bertanggung jawab atas kinerja dari koordinator perlengkapan dan
inventaris
● Mengawasi kinerja dari koordinator perlengkapan dan inventaris
6. Koordinator Perlengkapan :
● Mengawasi semua perlengkapan yang tesedia
● Bertanggung jawab atas pencetakan modul yang diberikan kepada
peserta dan tentor
● Bertanggung jawab atas media pemasaran yang dicetak
● Bertanggung jawab atas semua perlengkapan yang akan dibutuhkan
(ruangan, meja, kursi, komputer)
● Membuat dan mencetak sertifikat untuk peserta dan tentor
7. Koordinator pemasaran :
● Mengawasi semua bentuk pemasaran yang dilakukan oleh staff
● Bertanggung jawab atas segala bentuk pemasaran
● Mengetahui target-target pemasaran
8. Koordinator eksternal :
● Melakukan hubungan dengan PPNI pusat
● Melakukan kerjasama dengan universitas
● Melakukan krjasama dengan toko buku
9. Koordinator inventaris
● Mencatat semua inventaris yang ada
● Mengelola inventaris yang ada
● Melakukan pelapporan kondisi dan jumlah inventaris yang ada

2.3 Strategi Pemasaran


2.3.1 Pemasaran Jasa
Menurut Lupiyoadi (2006; 5), pemasaran jasa adalah setiap tindakan yang
ditawarkan oleh salah satu pihak kepada pihak lain yang secara prinsip intangible
dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Sedangkan menurut
Umar (2003; 76), pemasaran jasa adalah pemasaran yang bersifat intangible dan
immaterial dan dilakukan pada saat konsumen berhadapan dengan produsen.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pemasaran jasa adalah suatu
tindakan yang ditawarkan pihak produsen kepada konsumen, dalam arti jasa
yang diberikan tidak dapat dilihat, dirasa, didengar atau diraba sebelum
dikonsumsi. Bauran pemasaran jasa merupakan pengembangan bauran
pemasaran. Bauran pemasaran (​marketing mix)​ produk hanya mencakup 4P,
​ an ​Promotion​. Sedangkan untuk jasa keempat P
yaitu : ​Product, Price, ​Place, d
tersebut masih kurang mencukupi, sehingga para ahli pemasaran menambahkan
3 unsur, yaitu : ​People, ​Process, dan Customer Service​. Menurut Lupiyoadi
(2006; 70), elemen marketing mix terdiri dari tujuh hal, yaitu :
1. Product ​(jasa seperti apa yang ingin ditawarkan kepada konsumen)
2. Price ​(bagaimana strategi penentuan harga)
3. Place (​ bagaimana sistem penghantaran/ penyampaian yang akan
diterapkan)
4. Promotion (​ bagaimana promosi yang harus dilakukan),
5. People (​ tipe kualitas dan kuantitas orang yang akan terlibat dalam
pemberian jasa),
6. Process (​ bagaimana proses dalam operasi jasa)
7. Customer Service (​ bagaimana yang akan diberikan kepada konsumen).
Pada bidang jasa yang akan ditawarkan kepada konsumen adalah perihal
bimbingan belajar untuk menghadapi UKNI (Setelah Pofesi Ners) untuk profesi
keperawatan. Dengan di dasarkan pada elemen marketing hal yang perlu
dijelaskan pada jasa bimbingan belajar kami adalah sebagai beikut :
1. Product ​(jasa seperti apa yang ingin ditawarkan kepada konsumen)
Jasa yang ditawakan disini berupa bimbingan belajar untuk Pofesi
keperawatan khusunya menghadapi UKNI.
2. Price ​(bagaimana strategi penentuan harga)
Biaya untuk Bimbingan Belajar UKNI adalah sebagai beikut :
Progam Target Program Sarana Belajar Biaya Belajar
S1 Profesi Sukses UKNI - Modul - Reguler :
(Ners) pembelajaran Rp. 1.500.000 per
- Paket pengayaan 3 bulan
SMART UKNI - Eksekutif :
Rp. 2.500.000 per
3 bulan
Alamat Pendaftaran : ​Di Jl Candi Mendut Selatan 50m dari Sukarno Hatta
atau hubungi Gede S (081805340481)

3. Place (​ bagaimana sistem penghantaran/ penyampaian yang akan


diterapkan)
Sistem penyampaian yang dilakukan disini adalah dengan metode Lecture
(Kuliah). Namun setiap kelas dibatasi hanya max 15 orang.
4. Promotion (​ bagaimana promosi yang harus dilakukan)
Promosi yang dilakukan dengan melakukan perekrutan member dan
konsumen melalui media cetak, elektonik dan intenet.
5. People (​ tipe kualitas dan kuantitas orang yang akan terlibat dalam
pemberian jasa)
Dalam bimbingan belajar UKNI disini orang yang terlibat dalam pemberian
jasa adalah orang- orang yang kompeten di bidangnya dan minimal
besetifikat S2 Keperawatan.
6. Process (​ bagaimana proses dalam operasi jasa)
Dalam operasi pemberian jasa ini dilakukan dengan metode lectue yang
dipimpin oleh dosen terbaik rekrutan kami.
7. Customer Service (​ bagaimana yang akan diberikan kepada konsumen).
Jasa yang diberikan kepada konsumen adalah dengan pembelajaran yang
sudah dipandu dengan modul dan pengayaan SMART UKNI

2.3.2 Cara Memasarkan Usaha


Dalam melakukan ​promosi​ agar dapat efektif perlu adanya bauran
promosi, yaitu kombinasi yang optimal bagi berbagai jenis kegiatan atau
pemilihan jenis kegiatan promosi yang paling efektif dalam meningkatkan
penjualan. Ada empat jenis kegiatan promosi, menurut (Kolter, 2000) antara lain:
1. Periklanan (Advertising)
Bentuk prmosi non personal menggunakan media bisa media cetak, elektoni
dan internet bertujuan untuk merangsang pembelian jasa pada konsumen.
- Email
- Facebook

- Twitter
2. Penjualan Tatap Muka (Personal Selling)
Promosi secara pesonal dengan cara pesentasi lisan ataupun dalam suatu
pecakapan kepada konsumsi untuk meangsang daya pembelian jasa.
3. Publisitas (Publisity)
Bentuk promosi non personal mengenai pelayanan atau kesatuan usaha
tertentu dengan mengulas informasi/berita tentang Bimbingan belajar (Pada
umumnya bersifat ilmiah)
4. Promosi Penjualan (Sales promotion)
Promosi diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan merangsang pembelian
5. Pemasaran Langsung (Direct marketing)
Bentuk penjualan perorangan secara langsung ditujukkan untuk
mempengaruhi pembelian konsumen.
BAB 3
IDENTIFIKASI KOMPETISI DAN STRATEGI BERSAING DALAM KWU

3.1 Identifkasi Kompetisi


Uji Kompetensi Nurse Indonesia (UKNI) merupakan proses pengukuran
pengetahuan, keterampilan dan perilaku peserta didik tingkat perguruan tinggi
yang menyelenggarakan program studi keperawatan (UU Keperawatan, 2014).
Adapun penyelenggaraan UKNI ini diatur dalam Undang-Undang Republik
Indonesia No. 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan. Masih barunya
pengesahan undang-undang yang mengatur mengenai UKNI, sehingga
berdasarkan studi lapangan yang dilakukan, belum ditemukannya sebuah
lembaga bimbingan belajar dan pelatihan yang akan membantu para peserta uji
kompetensi (perawat) dalam mempersiapkan diri menghadapi UKNI.
Adapun temuan upaya persiapan menghadapi UKNI yang telah ada yaitu
tryout yang diselenggarakan hanya sekali kali dalam setahun, dan di lokasi yang
berbeda, serta penyelenggaraan seminar UKNI yang tidak banyak
diselenggarakan. Sehingga kami, wirausahawan, memiliki gagasan untuk
membentuk sebuah lembaga kursus khusus persiapan menghadapi UKNI.
Gagasan ini diambil berdasarkan adanya peluang usaha yang kami lihat cukup
menguntugkan​ ​dengan hampir tidak adanya kompetitor lain.

3.2 Strategi Bersaing


Adapun strategi bersaing yang digunakan yaitu ​strategy the new 7-s’s.
Strategi ini dikemukakan oleh Richard A. D’Aveni yang melihat bahwa sebuah
perusahaan harus menekankan strategi yang berfokus pada pengembangan
kompetensi inti, pengetahuan, dan keunikan asset. Sehingga dapat disimpulkan
​ enyangkut penciptaan sesuatu
bahwa fokus utama dari ​strategy the new 7-s’s m
yang baru dan berbeda. Konsep pokok ​strategy the new 7-s’s​ terdiri dari:
a. Superior Stakeholder Satisfaction.​
Focus utama pada pemberian kepuasan diatas harapan orang-orang yang
berkepentingan terhadap perusahaan. Individu yang dimaksudkan dalam
tahap ini bukan hanya para pemegang saham, tetapi juga aliansi atau
pemasok, manager, karyawan, konsumen, pemerintah dan juga masyarakat
sekitar.

b. Soothsaying

Berfokus pada sasaran, sehingga perusahan harus mencari lokasi dan waktu
yang tepat bagi produk dan jasa yang dihasilkan perusahaan. Lembaga
bimbingan UC juga ditempatkan di area yang strrategis yaitu di ​JL Candi
Mendut Selatan 50m dari Sukarno Hatta​. Lokasi ini dipilih karena terletak di
pusat kota, berdekatan dengan perguruan tinggi yang memiliki program
pembelajaran keperawatan (UB, UMM, Stikes, Unisma) dan berada dalam
lingkungan tempat tinggal penduduk yang membuka jasa kos.

c. Positioning​ for Speed


Berfokus pada tahap promosi, sehingga perusahaan harus memosisikan
secara tepat di pasar. Perusahaan harus segera mengomunikasikan produk
yang telah dihasilkan ke pasar agar segera di kenal konsumen. Promosi
dilakukan dengan menggunakan media online (Email, FB, dan Twitter) dan
media konfensional (Brosur dan Banner)

d. Positioning​ ​for Surprise

Merupakan posisi yang mencekangkan, melalui barang dan jasa-jasa yang


baru yang lebih unik dan berbeda serta memberikan nilai tambah baru
sehingga konsumen lebih menyukai barang dan jasa yang diciptakan
perusahaan. Lembaga pembelajaran UC ini menawarkan beberapa paket
hemat disertai dengan perincian pembiayaan, pengajaran dan pelatihan
yang transparan.

e. Shifthing​ ​the role of the Game

Sebuah perusahaan harus mengubah pola-pola persaingan perusahaan


yang dimainkan sehingga pesaing terganggu dengan pola-pola baru yang
berbeda.

f. Signaling​ ​Strategic Intent

Berfokus pada perasaan. Kedekatan dengan karyawan, relasi dan konsumen


merupakan strategi yang ampuh untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

g. Simultanous​ ​and Sequential Strategic Thrusts

Yang terakhir yaitu mengembangkan faktor-faktor pendorong atau


penggerak strategi secara stimulan dan berurutan melalui penciptaan barang
dan jasa yang selalu memberikan kepuasan kepada konsumen.

BAB 4
ANALISA BISNIS DAN KELAYAKAN USAHA

4.1 Rencana anggaran dana


Modal Awal
Kebutuhan Harga

Sewa Tempat dan isinya Rp 15.000.000

Whiteboard 2 @Rp 300.000 Rp 600.000

Spidol 1 dus RP 30.000

Penghapus whiteboard 2@Rp10.000 Rp 20.000

Listrik dalam 1 bulan Rp 50.000 * (3 bulan = Rp. 150.000)

Fotocopy soal-soal Rp 100.000

Modul pembelajaran peserta 30 @ Rp Rp 3.000.000


100.000

Alat praktikum (pantum dll semua Rp 30.000.000


departemen)

Gaji tenaga pengajar 1 bulan @ Rp Rp 3.200.000 * (3 bulan = Rp


100.000 9.600.000)

Biaya promosi dan rekruitment tenaga Rp 700.000


pengajar

Total modal​ : ​Rp 59.200.000

4.2 Analisis Bisnis


Program khursus persiapan tes UKNI ini akan dilaksanakan
masing-masing 3 bulan untuk tiap kelompok.
▪ Program reguler dalam 1 kelas jumlah peserta 20 orang
- Yang dibayarkan setiap peserta dalam 3 bulan = 20 x Rp 1,5 juta = Rp
30.000.000
▪ Program eksekutif dalam 1 kelas jumlah peserta 10orang
- Yang dibayarkan setiap peserta dalam 3 bulan = 10 x Rp 2,5= Rp
25.000.000
▪ Total pendapatan pada masing-masing kelas dalam 3 bulan adalah Rp.
55.000.000

4.3 Payback Period


Menurut Abdul Choliq dkk (2004) payback period dapat diartikan sebagai
jangka waktu kembalinya investasi yang telah dikeluarkan, melalui keuntungan
yang diperoleh dari suatu proyek yang telah direncanakan.
Penghitungan periode 1 khursus UKNI yang pertama = pendapatan –
total modal awal (​gaji pengajar dalam 3 bulan) = Rp. 55.000.000 – 59.200.000 =
- 4.200.000
Modal kembali dalam jangka waktu periode ke 2 pelaksanaan khursus
selanjutnya. Dikarenakan modal selanjutnya tidak sebesar modal awal. Dengan
rincian sebagai berikut :
Kebutuhan Harga

Sewa Tempat dan isinya Rp 15.000.000

Spidol 1 dus RP 30.000

Listrik dalam 1 bulan Rp 50.000 * (3 bulan = Rp. 150.000)

Fotocopy soal-soal Rp 100.000

Modul pembelajaran peserta Rp 3.000.000


30 @ Rp 100.000

Gaji tenaga pengajar 1 bulan Rp 3.200.000 * (3 bulan = Rp 9.600.000)


@ Rp 100.000

Total modal selanjutnya : Rp 27.880.000

Keuntungan yang didapat adalah :


▪ Total pendapatan pada masing-masing kelas dalam 3 bulan adalah
Rp. 55.000.000 – Rp.27.880.000 – Rp. 4.200.000 = ​Rp. 22.920.000

4.3 Studi Kelayakan Usaha


Studi kelayakan usaha merupakan kegiatan untuk mempelajari secara
mendalam. Studi kelayakan diteliti secara sungguh-sungguh data dan informasi
yang ada, yang kemudian mengukur, menghitung dan menganalisis hasil
penelitian tersebut dengan menggunakan metode-metode tertentu untuk
menentukan apakah usaha layak dijalankan atau tidak. Oleh karena itu, studi
kelayakan “Kursus UKNI” menggunakan metode analisa SWOT, sebagai berikut :

Strength Weakness
- Inovasi pelayanan jasa pendidikan - Semua pengelola usaha
non-formal yaitu kursus UKNI merupakan mahasiswa jurusan
pertama kali di Indonesia sebagai keperawatan, sehingga dibutuhkan
keunikan usaha adanya kolaborasi dengan disiplin
- Tes UKNI merupakan tes yang ilmu lain.
terkenal sulit dan ketat di kalangan - Keinginan untuk mendirikan
perawat, sehingga lembaga kursus lembaga kursus yang profesional
UKNI bermanfaat untuk membantu dan lengkap membutuhkan tenaga
perawat mempersiapkan dengan pengajar yang berpengalaman
baik tes tersebut serta fasilitas praktik skill yang baik
- Tenaga yang dipersiapkan membutuhkan modal yang besar.
merupakan tenaga profesional dan
berpengalaman sehingga
diharapkan dapat membantu
perawat untuk meningkatkan
pengetahuan dan skill dalam
menghadapi tes UKNI
- Sebagian besar dari pengelola
sudah pernah mengikuti organisasi
kampus sehingga diharapkan
usaha kursus UKNI dapat dikelola
dengan baik selain itu juga
diharapkan pengeola memiliki
akses yang mudah untuk
mendapatkan pengajar yang
profesional dan berpengalaman.

Opportunity Threat
- Jumlah lulusan perawat dari - Adanya pelayanan pendidikan
perguruan tinggi, sekolah tinggi ilmu non-formal sebagai pesaing baru
kesehatan maupun akademi yang akan mengikuti jejak bisnis
keperawatan yang banyak dan
setiap tahun bertambah
- Dilihat dari pangsa pasar, lembaga
kursus ini akan banyak diminati,
karena letaknya yang berada di kota
sehingga mudah dijangkau oleh
fresh graduate ataupun perawat
yang belum memiliki STR
- Seiring dengan berkembangnya
globalisasi serta adanya AEC
“​Asean Economic Community”​
tahun 2015 yang menuntut perawat
semakin profesional serta berdaya
saing tinggi dari perawat yang ada
di luar negeri sehingga dibutuhkan
pengetahuan dan skill yang baik
serta bukti izin praktik yang legal

Berdasarkan hasil analisa SWOT, komposisi aspek Strength (S) dan


Opportunity (O) lebih banyak daripada komposisi aspek Weakness (W) dan
Threat (T), sehingga disimpulkan bahwa usaha ​” Kursus UKNI​” merupakan bisnis
yang layak untuk dijalankan.
REFERENSI

Lupiyoadi, Hamdani. 2006. Manajemen Pemasaran Jasa, Edisi Kedua. Jakarta :


Salemba Empat
Kotler. 2000. Marketing Management : Edisi Mellinium, international Edition.
Prentice Hall International, Inc, New Jersey.
PPNI (2009) Standar Profesi Perawat Indonesia. Jakarta
Suryana. (2006). ​Kewirausahaan, Pedoman Praktis Kiat dan Proses Menuju
Sukses​. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2014 tentang
Keperawatan.pdf [​electronic version]​ .