You are on page 1of 26

7

BAB 2

TINJAUAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Status Gizi


2.1.1 Pengertian

Istilah gizi berasal dari bahasa Arab giza yang berarti zat makanan, dalam

bahasa Inggris dikenal dengan istilah nutrition yang berarti bahan makanan atau

zat gizi atau sering diartikan sebagai ilmu gizi. Pengertian lebih luas bahwa gizi

diartikan sebagai proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi

secara normal melalui proses pencernaan, penyerapan, transportasi, penyimpanan,

metabolisme, dan pengeluaran zat gizi untuk mempertahankan kehidupan,

pertumbuhan dan fungsi normal organ tubuh serta untuk menghasilkan tenaga.

(Djoko Pekik Irianto, 2006).

Menurut Sunita Almatsier (2009) zat-zat gizi yang dapat memberikan

energi adalah karbohidrat, lemak, dan protein, oksidasi zat -zat gizi ini

menghasilkan energi yang diperlukan tubuh untuk melakukan kegiatan atau

aktivitas. Ketiga zat gizi termasuk zat organik yangmengandung karbon yang

dapat dibakar, jumlah zat gizi yang paling banyak terdapat dalam pangan dan

disebut juga zat pembakar.

Selanjutnya Sunita Almatser (2009) mengemukakan bahwa fungsi utama

karbohidrat adalah menyediakan energi tubuh. Karbohidrat merupakan sumber

utama energi bagi penduduk di seluruh dunia, sumber karbohidrat adalah padi-

padian, atau sereal, umbi-umbian, kacang-kacang kering, dan gula.

Menurut Asmira Sutarto (1980) secara umum fungsi zat makanan adalah

sebagai berikut:
8

1. Memberi bahan untuk membangun tubuh dan memelihara serta

memperbaiki bagian-bagian tubuh yang hilan dan rusak.


2. Memberi kekuatan atau tenaga, sehingga kita dapat bergerak
3. dan bekerja.
4. Memberi bahan untuk mengatur proses-proses dalam tubuh.
5. Membangun dan memelihara tubuh.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka untuk mendapatkan kualitas

gizi yang baik makanan yang kita konsumsi setiap hari harus mengandung zat-zat

gizi, misalnya di Indonesia telah lama masyakaratnya dianjurkan mengkonsumsi

makanan empat sehat lima sempurna yaitu nasi, sayur, lemak, buah dan susu,

sehingga diharapkan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat-zat

gizi akan membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik serta energi

yang cukup guna melaksanakan kegiatan sehari-hari.

Menurut Sunita Almatsier, (2009) Zat Gizi adalah ikatan kimia yang

diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya yaitu menghasilkan energi,

membangun, memelihara jaringan serta mengatur proses-proses jaringan. Gizi

merupakan bagian penting yang dibutuhkan oleh tubuh guna perkembangan dan

pertumbuhan dalam bentuk dan untuk memperoleh energi, agar manusia dapat

melaksanakan kegiatan fisiknya sehari-hari.

Menurut Rizqie Auliana (2001) beberapa zat gizi dapat dibuat oleh tubuh

sendiri dan sebagian besar lainnya harus diperoleh dari makanan yang dikonsumsi

sehari-hari. Zat gizi yang diperlukan tubuh terdiri dari Karbohidrat, protein,

lemak, vitamin, mineral, dan air.

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa gizi adalah bahan

makanan yang dikonsumsi oleh tubuh untuk menghasilkan tenaga,membangun

dan memelihara jaringan dalam tubuh.


9

2.1.2 Pengertian status gizi

Pengertian Status Gizi menurut Djoko Pekik Irianto, (2006) adalah

ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau dapat

dikatakan bahwa status gizi merupakan indikator baik buruknya penyediaan

makanan sehari hari. Status gizi yang baik diperlukan untuk mempertahankan

derajat kebugaran dan kesehatan, membantu pertumbuhan bagi anak, serta

menunjang prestasi olahraga.

Sedangkan Menurut Sunita Almatsier (2009: 3) Status gizi adalah keadaan

tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi, yang

dibedakan antara status gizi buruk, kurang, baik, dan lebih.

Berdasarkan beberapa pendapat tentang status gizi di atas bahwa status

gizi adalah status kesehatan tubuh yang dihasilkan oleh keseimbangan antara

kebutuhan dan masukan nutrient, sebagai akibat konsumsi makanan dan

penggunaan zat-zat gizi, dibedakan antara status gizi , kurus, normal, resiko untuk

gemuk, dan gemuk agar berfungsi secara baik bagi organ tubuh.

1. Karbohidrat

Karbohidrat disebut juga zat pati atau zat tepung atau zat gula yang tersusun

dari unsur Karbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O). Di dalam tubuh

karbohidrat akan dibakar untuk menghasilkan tenaga atau panas. Satu gram

karbohidrat akan menghasilkan empat kalori. Menrurt besarnya molekul

karbohidrat dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: monosakarida, disakarida, dan

polisakarida. Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu

molekul gula sederhana. Banyak karbohidrat yang merupakan polimer yang

tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta
10

bercabang-cabang. Kerbohidrat merupakan bahan makanan penting dan

merupakan sumber tenaga yang terdapat dalam tumbuhan dan daging hewan.

Selain itu, karbohidrat juga menjadi komponen struktur penting pada mahluk

hidup dalam bentuk serat (fiber), seperti selulosa, pectin, serta lignin. Karbohidrat

menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh. Tubuh menggunakan

karbohidrat seperti layaknya mesin mobil menggunakan bensin sebagai bahan

bakar.glukosa, karbohidrat yang paling sederhana mengalir dalam aliran darah

sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh.

Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi tenaga

untuk menjalankan sel-sel tubuh. Hidrat arang atau karbohidrat disebut juga zat

pati atau zat tepung atau zat gula yang tersusun dari unsur karbon (C). Hidrogen

(H), dan oksigen (O). Di dalam tubuh hidrat arang akan dibakar untuk

menghasilkan tenaga atau panas. Satu gram hidrat arang akan menghasilkan

empat kalori. Menurut besarnya molekul hidrat arang dapat dibedakan menjadi

tiga yaitu : monosakarida, disakarida, dan polisakarida (Rizqie Aulia, 2011).

Menurut Sunita Almatsier (2009) fungsi dari karbohidrat antara lain:

1) Sebagai sumber energi, satu gram karbohidrat


2) Pemberi rasa manis pada makanan, khususnya pada monosakarida pada

disakarida.
3) Penghemat protein, jika karbohidrat makanan tidak tercukupi maka protein

akan digunakan untuk memenuhi kebutuhanenergi dengan mengalahkan

fungsi utamanya sebagai zat pembangun.


4) Pengatur metabolisme lemak, karbohidrat akan mencegah terjadinya oksidasi

lemak yang tidak sempurna, sehingga menghasilkan bahan-bahan keton

berupa asam asetoasetat, aseton, dan asam beta-hidro-butirat. Bahan-bahan ini

dibentuk dalam hati dan dikeluarkan melalui urine dengan mengikat basa
11

berupa ion natrium. Hal ini dapat menyebabkan ketidak seimbangan natrium

dan dehidrasi, serta PH cairan tubuh menurun.


5) Membantu pengeluaran faeses dengan cara mengatur peristaltic usus dan

memberi bentuk pada faeses.

Bahan makanan sumber karbohidrat berasal dari makanan pokok seperti biji-

bijian (beras, jagung, sagu) dan umbi-umbian (kentang, singkong, ubi jalar dan

kacang-kacangan). Sebagai makanan pokok, karbohidrat nmengandung zat pati

dan gula yang mampu menghasilkan energi untuk berbagai aktivitas, setiap

pembakaran satu gram karbohidrat mampu menghasilkan empat kalori.

Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa karbohidrat adalah zat

tepung yang merupakan makanan pokok yang menghasilkan tenaga dengan satuan

kalori. Satu gram karbohidrat dapat menghasilkan empat kalori. Sumber tenaga ini

dibutuhkan untuk bekerja, bernafas dan lain-lain. Karbohidrat terutama terdapat

pada tumbuh-tumbuhan, seperti beras, jagung, kentang, gandum dan ubi-ubian.

2. Protein

Diperlukan untuk pembentukan dan perbaikan semua jaringan di dalam tubuh

termasuk darah, enzim, hormon, kulit, rambut, dan kuku. Protein pembentukan

hormon untuk pertumbuhan dan mengganti jaringan yang aus, perkembangan seks

dan metabolisme. Disamping itu, protein berguna untuk melindungi supaya

keseimbangan asam dan basa di dalam darah dan jaringan terpelihara, selain itu

juga mengatur keseimbangan air di dalam tubuh. Selain fungsi tersebut, menurut

Joko Pekik (2006) protein juga berfungsi sebagai:

1) Membangun sel tubuh


2) Mengganti sel tubuh
3) Membuat air susu, enzim dan hormon
4) Membuat protein darah
5) Menjaga keseimbangan asam basa cairan tubuh
12

6) Pemberi kalori

Protein terdiri dari unsur-unsur karbon, hidrogen,oksigen, dan nitrogen, selain

itu unsur sulfur dan fosfor juga ada. Semua unsur tersebut diperoleh melalui

tumbuh-tumbuhan (protein, nabati) seperti kacang-kacangan terutama kedelai dan

kacang hijau serta hasilolahannya (tempe dan tahu), dan melalui hewan (protein

hewani),seperti daging, susu, telur, ikan. Apabila tubuh kekurangan protein, maka

serangan penyakit busung lapar akan selalu terjadi. Busung lapar adalah tingkat

terakhir dari kelaparan, terutama akibat kekurangan protein dalam waktu lama

(Sjahmen Moehji).

Menurut Sunita Almatsier (2009) fungsi protein yaitu:

1) Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan dan sel-sel tubuh.


2) Pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh, hormon-hormon seperti tiroid,

insulin, dan epinerfin adalah protein, demikian pula berbagai enzim.


3) Mengatur keseimbangan air, cairan-cairan tubuh terdapat dalam tiga

kompartemen: intraseluler (di dalam sel), ekstraseluler/ interselular (di luar

sel), intravaskular (di dalam pembuluh darah).


4) Memelihara netralitas tubuh, protein tubuh bertindak sebagai buffer, yaitu

bereaksi dengan asam basa untuk pH pada taraf konstan.


5) Pembentukan anti bodi, kemampuan tubuh untuk memerangi infeksi

bergantung pada kemampuan tubuh memproduksi anti bodi.


6) Mengangkut zat-zat gizi dari saluran cerna ke dalam darah, dari darah ke

jaringan-jaringan, dan melalui membran sel ke dalam sel-sel. Sebagai sumber

energi, protein ekivalen dengan karbohidrat karena menghasilkan 4 kalori/g

protein.

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa protein adalah merupakan

senyawa kimia yang mengandung unsur-unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang

juga mengandung unsur P dan S. Berdasarkan sumber atau asalnya, protein


13

dibedakan atas protein nabati (tumbuhan), misalnya kacang-kacangan, tahu,

tempe, kacang kedelai dan gandum. protein hewani seperti daging, telur, susu,

keju, ikan dan lain-lain. 1gram protein menghasilkan 4 kalori.

3. Lemak

Molekul lemak terdiri dari unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O)

seperti halnya karbohidrat. Fungsi utama lemak adalah memberikan tenaga

kepada tubuh. Satu gram lemak dapat dibakar untuk menghasilkan sembilan

kalori yang diperlukan tubuh.

Disamping fungsinya sebagai sumber tenaga, lemak juga merupakan bahan

pelarut dari beberapa vitamin yaitu vitamin: A, D, E, dan K. Bahan-bahan

makanan yang mengandung lemak banyak akan memberi rasa kenyang yang

lama, selain itu lemak memberi rasa gurih pada makanan. Menurut sumbernya

lemak dapat dibedakan menjadi dua, yaitu lemak nabati dan lemak hewani.

Menurut Sunita almatsier (2009) klasifikasi lipida menurut fungsi biologisnya

di dalam tubuh yaitu:

1) Lemak simpanan yang terutama terdiri atas trigliserida yang disimpan di dalam

depot-depot di dalam jaringan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Lemak

merupakan simpanan sumber zat gizi esensial. Komposisi asam lemak

trigliserida simpanan lemak ini bergantung pada susunan lemak.


2) Lemak struktural yang terutama terdiri atas fosfolipida dan kolestrol. Di dalam

jaringan lunak lemak struktural ini, sesudah protein merupakan ikatan

struktural paling penting di dalam tubuh. Di dalam otak lemak-lemak struktural

terdapat dalam konsentrasi tinggi.

Fungsi lemak menurut Sunita Almatsier (2009) antara lain:


14

1) Lemak meupakan sumber energi paling padat menghasilkan 9 kalori untuk

setiap gram yaitu 2,5 kali besar energi yang dihasilkan oleh karbohidrat dan

protein dalam jumlah yang sama.


2) Lemak merupakan sumber asam lemak esensial, asam linoleat, dan linolinat.
3) Alat angkut vitamin larut lemak yaitu membantu transportasi dan absorpsi

vitamin larut lemak A, D, E, dan K.


4) Menghemat penggunaan protein untuk sintesis protein, sehingga protein tidak

digunakan sebagai sumber energi.


5) Memberi rasa kenyang dan kelezatan, lemak memperlambat sekresi asam

lambung, dan memperlambat pengosongan lambung, sehingga lemak

memberi rasa kenyang lebih lama. Disamping itu lemak memberi tekstur

yang disukai dan memberi kelezatan khusus pada makanan.


6) Sebagai pelumas dan membantu pengeluaran sisa pencernaan.
7) Memelihara suhu tubuh, lapisan lemak dibawah kulit mengisolasi tubuh dan

mencegah kehilangan panas secara cepat, dengan demikian lemak berfungsi

juga dalam memelihara suhu tubuh.


8) Pelindung organ tubuh, lapisan lemak yang menyelubungi organ tubuh seperti

jantung, hati, dan ginjal membantu menahan organ tersebut tetap di

tempatnya dan melindungi terhadap benturan dan bahaya lain.

Konsumsi lemak sebanyak 15-30 % kebutuhan energi total dianggap baik

untuk kesehatan. Jumlah ini memenuhi kebutuhan akan asam lemak esensial dan

untuk membantu penyerapan vitamin larut lemak. Di antara lemak yang

dikonsumsi sehari-hari dianjurkan paling banyak 10% dari kebutuhan energi total

berasal dari lemak jenuh, dan 3-7% dari lemak tidak jenuh ganda. Konsumsi

kolestrol yang dianjurkan adalah <300 mg sehari.

4. Vitamin

Vitamin adalah senyawa organik yang terdapat dalam jumlah yang sangat

sedikit di dalam makanan dan sangat penting peranannya dalam reaksi


15

metabolisme. Menurut Sunita Almatsier (2009) vitamin adalah zat-zat organik

kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah sangat kecil dan pada umumnya tidak

dapat dibentuk oleh tubuh. Oleh karena itu, harus didatangkan dari makanan.

Vitamin termasuk kelompok zat pengatur pertumbuhan dan pemeliharaan

kehidupan. Tiap vitamin mempunyai tugas spesifik di dalam tubuh. Karena

vitamin adalah zat organik maka vitamin dapat rusak karena penyimpanan dan

pengolahan. Fungsi utama vitamin adalah mengatur proses metabolisme protein,

lemak, dan karbohidrat. Menurut sifatnya vitamin digolongkan menjadi dua, yaitu

vitamin larut dalam lemak vitamin A, D, E, dan K, dan vitamin yang larut dalam

air yaitu vitamin B dan C. Menurut Sunita almatsier (2009) beberapa sifat-sifat

umum vitamin larut dalam lemak dan vitamin dalam air, sebagai berikut:

Menurut Djoko Pekik (2006) vitamin digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu:

1) Vitamin larut dalam air Vitamin yang termasuk kelompok larut dalam air

adalah vitamin B dan vitamin C, jenis vitamin ini tidak dapat disimpan dalam

tubuh, kelebihan vitamin ini akan dibuang lewat urine, sehingga definisi

vitamin B dan vitamin C lebih mudah terjadi.


2) Vitamin larut dalam lemak Vitamin yang termasuk dalam kelompok ini adalah

vitamin A, D, E dan K. Jenis vitamin ini dapat disimpan dalam tubuh dengan

jumlah cukup besar, terutama dalam hati. Sedangkan menurut Rizqie Auliana

(2001: 20) vitamin dapat diklasifikasikan ke dalam 2 golongan besar, yaitu:


a) Vitamin larut dalam lemak

20 Kelompok vitamin larut lemak adalah A, D, E, K. Kelompok vitamin

ini bersifat larut lemak dan minyak, tetapi tidak larut air. Vitamin larut

lemak biasanya dapat tersimpan efektif dalam sel-sel tubuh.


16

b) Vitamin larut dalam airVitamin yang termasuk dalam kelompok ini adalah

vitamin B dan C. Vitamin ini bersifat larut air, tetapi tidak larut lemak.

Vitamin larut air yang di dalam tubuh biasanya relatif sedikit. Jika terlalu

banyak akan dikeluarkan melalui air seni. Dengan demikian selalu

dibutuhkan jumlah vitamin larut air yang cukup. Artinya kebutuhan untuk

setiap harinya harus dicukupi hari itu pula.


3) Seperti yang dijelaskan sebelumnya vitamin tidak dibuat sendiri oleh

tubuh, sehingga harus diperoleh dari makanan. Vitamin B dan C yang larut

dalam air tidak dapat disimpan dalam jumlah besar dalam tubuh, sehingga

perlu pasokan teratur dari makanan dan kelebihannya akan dibuang

melalui air seni. Vitamin A, D, E, K larut dalam lemak dan kelebihannya

disimpan oleh tubuh, sehingga tidak perlu pasokan setiap hari dari

makanan. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa vitamin adalah

merupakan suatu senyawa organik kompleks yang dibutuhkan dalam

jumlah yang sedikit. Namun, bila kebutuhan vitamin di dalam tubuh tidak

terpenuhi akan mengakibatkan terganggunya proses dalam tubuh sehingga

tubuh mudah sakit. Kekurangan vitamin di dalam tubuh disebut

avitaminosis.
5. Mineral

Menurut Risqie Auliana (2001) mineral merupakan senyawa organik yang

mempunyai peranan penting dalam tubuh. Unsur-unsur mineral adalah karbon

(C), hydrogen (H), oksigen (O), dan nitrogen (N), selain itu mineral juga

mempunyai unsur kimia lainnya, yaitu kalsium (Ca), Klorida (CO), besi (Fe),

magnesium (Mg), fosfor (P), kalium (K), natrium (Na), sulfur (S). Tubuh manusia

tidak dapat mensintesa mineral, sehingga harus memperoleh dari makanan.


17

Mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit. Mineral merupakan zat penting

untuk kesehatan tubuh, karena semua jaringan dan air didalam tubuh mengandung

mineral. Demikian mineral merupakan komponen penting dari tulang, gigi, otot,

jaringan, darah dan saraf. Mineral penting dalam pemeliharaan dan pengendaliaan

semua proses faal di dalam tubuh, mengeraskan tulang, membantu kesehatan

jantung, otak dan saraf. Mineral juga membantu keseimbangan air dan keadaan

darah agar jangan terlalu asam atau terlalu basa selain itu mineral juga membantu

dalam pembuatan anti bodi, yaitu sel-sel yang berfungsi membunuh kuman. Dari

keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa mineral adalah merupakan senyawa

organik yang mempunyai peranan penting dalam tubuh. Mineral dibutuhkan tubuh

sebagai zat pembangun dan zat pelindung. Banyak terdapat dalam lauk pauk atau

sayuran, misalnya Fe (zat besi) terdapat dalam bayam, kangkung, dan katuk, telur

dan sayuran hijau lainnya.

6. Air

Air merupakan komponen terbesar dalam struktur tubuh manusia, kurang

lebih 60-70 % berat badan orang dewasa berupa air, sehingga air sangat

diperlukan oleh tubuh. Air berfungsi sebagai zat pembangun yang merupakan

bagian dari jaringan tubuh dan sebagai zat pengatur yang berperan sebagai pelarut

hasil-hasil pencernaan. Dengan adanya air pula sisa-sisa pencemaran dapat

dikeluarkan dari tubuh, baik melalui paru-paru, kulit, ginjal maupun usus. Air juga

berfungsi sebagai pengatur panas tubuh dengan jalan mengalirkan semua panas

yang dihasilkan ke seluruh tubuh. Menurut Sunita almatsier (2009) air merupakan

bagian utama tubuh, yaitu 55-66 % dari berat badan orang dewasa atau 70 % dari

bagian tubuh tanpa lemak (lean body mass). Adapun fungsi air tersebut adalah
18

sebagai pelarut dan alat angkut , katalisator, pelumas, fasilitator pertumbuhan,

pengatur suhu dan peredam benturan. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan

bahwa air merupakan bahan yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan

fungsinya tidak dapat tergantikan oleh senyawa lain. Fungsi air adalah pembentuk

cairan tubuh, alat pengangkut unsur-unsur gizi, pengatur panas tubuh dan

pengangkut sisa oksidasi dari dalam tubuh.

2.1.3 Luka Perineum

Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Perineum

adalah bagian yang terletak antara vulva dan anus atau ruang terbentuk jajaran

genjang yang terletak dibawah dasar panggul dengan panjangnya ratarata 4 cm.

Luka perineum adalah robekan yang terjadi daerah perineum atau sengaja

diepisiotomi untuk mempermudah kelahiran bayi. Robekan perineumterjadi

digaris tengah dan bisa menjadi luas apabila kepala janin lahir terlalu cepat. (Elva,

2012).

Pengertian ruptur sesuai dengan kamus kedokteran adalah robeknya atau

koyaknya jaringan. Perineum merupakan ruang berbentuk jajaran genjang yang

terletak dibawah dasar panggul. Batas superior yaitu dasar panggul yang terdiri

dari musculus levator ani dan musculus coccygeus. Batas lateral tulang dan

ligamentum yang membentuk pintu bawah panggul, yaitu depan ke belakang

angulus pubiicus, ramus ischiopubicus, tuber ischiadicum, ligamentum

sacrotubersum dan oscoccygeus, batas inferior yaitu kulit dan vagina. Ruptur

perineum adalah robekan yang terjadi pada perineum sewaktu persalinan

(Prawirohardjo,2008).
19

Perineum adalah daerah antara kedua belah paha, antara vulva dan anus.

Perineum berperan dalam persalinan karena merupakan bagian luar dari dasar

panggul. Perineum yang terletak antara vulva dan anus,panjangnya rata-rata 4 cm

(Winkjosastro, 2007).

Ruptur perineum adalah robekan yang terjadi pada perineum sewaktu

persalinan. Episiotomi adalah sebuah irisan bedah pada perineum untuk

memperbesar muara vagina yang dilakukan tepat sebelum keluarnya kepala bayi.

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa ruptur perineum spontan

merupakan robekan pada ruang benbentuk jajaran genjang yang terletak di bawah

dasar panggul yang terjadi secara alami tanpa tindakan pada saat persalinan

(Winkjosastro, 2007).

1. Klasifikasi

Ruptur perineum dibagi atas :

a. Derajat I : Robekan hanya pada selaput lendir (mukosa) vagina, komisura

posterior dengan atau tanpa mengenai kulit perineum, sekitar 1-

1,5 cm. tidak perlu dijahit jika tidak ada perdarahan aktif dan

aposisi luka baik.


b. Derajat II : robekan mengenai selaput lendir vagina, komisura posterior,

kulit perineum, dan otot perineum. Jahit menggunakan teknik

sesuai prosedur penjahitan luka perineum.


c. Derajat III : robekan mengenai selaput lendir vagina, komisura posterior,

kulit perineum, otot perineum dan otot sfingter ani.


d. Derajat IV : robekan mengenai selaput lendir vagina, komisura posterior,

kulit perineum, otot perineum, otot sfingter ani, dan dinding

depan rektum (Prawirihardjo, 2008).


2. Tanda-tanda ruptur perineum
20

Selama kala II persalinan, ketika perineum mulai meregang penolong

persalinan harus mengamati keadaan perineum secara hati-hati dan

berkesinambungan. Dengan pengalaman bidan seharusnya mampu mengenali

ruptur perineum mengancam. Adapun tanda yang mengancam terjadinya robekan

perineum adalah :

a. Kulit perineum mulai meregang dan tegang


b. Ketika kucuran darah keluar dari liang vagina, ini sering mengindikasi

terjadinya robekan mukosa vagina.


c. Kulit perineum berada pada garis tengah mulai robek. Perdarahan dalam

keadaan dimana plasenta telah lahir lengkap dan kontraksi rahim baik, dapat

dipastikan bahwa perdarahan tersebut berasal dari perlukaan jalan lahir

(Depkes RI, 2010).


3. Tujuan perawatan luka perineum

Tujuan perawatan luka perintum menurut (Prawirohardjo, 2008) adalah

mencegah terjadinya infeksi sehubungan dengan penyembuhan jaringan, untuk

mencegah terjadinya infeksi didaerah vulva, perineum, maupun di dalam uterus,

untuk penyembuhan luka perineum (jahitan perineum), untuk kebersihan

perineum dan vulva. Penyembuhan luka perineum adalah mulai membaiknya luka

perineum dengan terbentuknya jaringan baru yang menutupi luka perineum dalam

jangka waktu 6 hari post partum.

Fase – fase penyembuhan luka menurut Boyle (2008) adalah sebagai berikut

yaitu fase inflamasi berlangsung selama 1 sampai 4 hari lalu fase Proliferatif

berlangsung 5 sampai 20 hari dan fase maturasi berlangsung 21 hari. Bentuk-

bentuk penyembuhan luka dalam penatalaksanaan penyembuhan luka, luka

digambarkan sebagai penyembuhan melalui intensi pertama, kedua (granulasi)

dan ketiga (suture sekunder). Lama penyembuhan luka perineum terdiri dari cepat
21

jika luka perineum sembuh dalam waktu 1-6 hari, penutupan luka baik, jaringan

granulasi tidak tampak, pembentukan jaringan parut minimal dan jika

penyembuhan luka normal jika luka perineum sembuh dalam waktu 7-14 hari,

penutupan luka baik, jaringan granulasi tidak tampak, pembentukan jaringan parut

minimal, akan tetapi waktu lebih lama.lama jika luka perineum sembuh dalam

waktu >14 hari, tepi luka tidak saling merapat, proses perbaikan kurang, kadang

disertai adanya pus dan waktu penyembuhannya lebih lama.

2.2 Konsep Dasar Nifas


2.2.1 Pengertian

Masa nifas adalah masa yang dimulai setelah plasenta keluar dan berakhir

ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan semula (sebelum hamil)

berlangsung kira-kira 6 minggu (Prawirohdjo, 2008).

2.2.2 Klaisfikasi Masa Nifas

Klasifikasi pada masa nifas terbagi dalam tiga tahapan antara lain :

a. Puerperium dini yaitu pemulihan ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-

jalan.
b. Puerperium intermedial yaitu pemulihan menyeluruh alat-alat genital yang

lamanya 6-8 minggu.


c. Remote puerperium yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat

terutama bila selama hamil atau bersalin memiliki komplikasi ( Liana, 2011)
22

2.2.3 Perubahan Fisiologis Masa Nifas


1. Involusi

Dalam masa nifas, uterus akan berangsur-angsur pulih kembali seperti

keadaan sebelum hamil. Perubahan uterus ini secara keseluruhannya disebut

involusi.

2. Lochea

Lochea adalah cairan sekret yang berasal dari kavum uteri dan vagina

selama masa nifas. Lochea terbagi menjadi tiga jenis yaitu : loche rubra, lochea

serosa dan lochea alba. Pada awal pemulihan post persalinan adalah merah terang,

berubah menjadi merah tua atau coklat kemerahan, itu mungkin berisi sedikit

gumpalan-gumpalan atau bekuan-bekuan. Lochea hanya untuk menunjukkan

pemulihan uterin.

a. Lochea Rubra

Lochea rubra terdiri dari sebagian besar darah, decidu dan robekan-robekan

tropoblastik dan bakteri. Darah memucat, menjadi pink atau coklat setelah 1 – 3

hari.

b. Lochea Serosa

Lochea serosa terdiri dari darah yang sudah tua (coklat), banyak serum,

leukosit dan jaringan sampai kuning cair 3 – 10 hari.

c. Lochea Alba

Lochea alba terus ada hingga kira-kira 2 – 6 minggu setelah persalinan.

Kekuningan berisi selaput lendir leucocye dan kuman yang telah mati

(Cuningham, 2006).
23

d. Perubahan Pada Serviks

Perubahan yang terjadi pada serviks ialah bentuk serviks agak menganga

seperti corong, segera setelah bayi lahir. Setelah bayi lahir, tangan dapat masuk ke

dalam rongga rahim. Setelah 2 jam, hanya dapat dimasuki 2-3 jari. Pada minggu

ke 6 masa nifas, serviks sudah menutup kembali.

e. Perubahan Pada Vulva dan Vagina

Vulva dan Vagina mengalami penekanan serta peregangan yang sangat besar

selama proses melahirkan bayi. Karena penekanan tersebut dapat menyebabkan

luka pada vagina. Luka tersebut umumnya tidak seberapa luas dan akan sembuh

secara perpriman (sembuh dengan sendirinya), kecuali apabila terdapat infeksi.

f. Perubahan Pada perineum

Perubahan pada perineum pasca melahirkan terjadi pada saat perineum

mengalami robekan. Robekan jalan lahir dapat terjadi secara spontan ataupun

dilakukan episiotomi dengan indikasi tertentu (Liana,2011).

2.3 Kebutuhan Dasar Ibu nifas


2.3.1 Kebutuhan Nutrisi Terhadap Penyembuhan Luka Perineum

Proses fisiologi penyembuhan luka perineum bergantung pada tersedianya

protein, vitamin (terutama vitamin A dan C) dan mineral renik zink dan tembaga.

Kolagen adalah protein yang terbentuk dari asam amino yang diperoleh fibroblas

dari protein yang dimakan. Vitamin C dibutuhkan untuk mensintesis kolagen.

Vitamin A dapat mengurangi efek negatif steroid pada penyembuhan luka

(Cuningham,2006).
24

1. Karbohidrat

Fungsi sebagai sumber tenaga (energi). Sumber : nasi, jagung, gandum, roti,

sagu dan ketela

2. Protein

Fungsi sebagai pengganti sel-sel tubuh yang rusak, mengangkut zat gizi,

sebagai sumber pembangun tubuh. Protein nabati : tahu, tempe, kacang

kacangan.Protein hewani : telur, udang, hati ayam,ikan laut.

3. Vitamin
a. Vitamin A

Fungsi memperbaiki jaringan mata yang rusak, memelihara jaringan mata,

membantu proses penglihatan. Contoh : wortel, pepaya, tomat.

b. Vitamin B

Fungsi mencegah penumpukan cairan. Memelihara fungsi saraf, memelihara

nafsu makan. Contoh : hati, susu, keju, daging.

c. Vitamin C

Fungsi pembentukan sel jaringan tubuh, membantu penyerapan zat gizi,

memperkuat pembuluh darah.

d. Vitamin D

Fungsi membantu penyerapan zat kapur dan fosfor mengatur pengerasan

tulang. Contoh : Susu sapi, mentega, telur, minyak ikan

e. Vitamin E

Fungsi berpengaruh dalam kesuburan wanita. Contoh : kecambah, gandum,

biji-bijian, kacang tanah, kedelai.


25

f. Vitamin K

Fungsi mempengaruhi proses pembekuan darah. Contoh : hati, sayur-sayuran

berwarna hijau, kecambah, gandum, keju.

4. Mineral
a. Garam dapur (kalsium) dan fosfor

Fungsi sebagai bahan pembentuk tulang. Contoh : bayam, kacang panjang,

sawi, kedelai.

b. Garam Besi

Fungsi membentuk zat warna merah pada darah yang berguna untuk

mengangkut oksigen. Contoh : bayam, kacang panjang, sayur-sayuran berwarna

hijau, buah-buahan.

c. Garam yodium

Fungsi mencegah penyakit gondok. Contoh : ikan laut, telur ayam, daging dll.

d. Air

Fungsi membentuk cairan tubuh, alat pengangkut unsur-unsur gizi, mengatur

panas tubuh (Arisman, 2009).

2.3.2 Anemia

Tekanan oksigen Arteri yang rendah akan mengganggu sintesis kolagen

dan pembentukan sel epitel. Jika sirkulasi lokal aliran darah buruk, jaringan gagal

memperoleh oksigen yang dibutuhkan. Penurunan hamoglobin (Hb) dalam darah

(anemia) akan mengurangi tingkat oksigen arteri dalam kapiler dan mengganggu

perbaikan jaringan (Cuningham, 2006). Anemia ini disebabkan oleh salah satu

penurunan dalam produksi sel darah merah, juga dikenal sebagai hemoglobin,

atau kehilangan darah pada akhirnya mengakibatkan penurunan pengiriman

oksigen oleh darah. Karena volume sel dalam darah manusia sesuai dalam rentang
26

tertantu, dapat diukur dengan menggunakan Volume Corpuscular Mean atau

MCV. Anemia dikaitkan dengan hasil kesehatan yang buruk. Pada pasien yang

telah mengalami serangan jantung, anemia tajam meningkatkan kematian oleh

perdarahan pasca persalinan, dan stroke umumnya terkait dengan anemia

(Cuningham,2006).

Beberapa gejala terjadinya anemia yaitu gangguan fungsi memori,

kemampuan kognitif berkurang, merasa lelah bahkan setelah tidur all night,

kelemahan, pusing, serangan jantung atau nyeri dada, tekanan darah rendah,

penyakit kuning (Cuningham, 2006).

2.3.3 Proses Penyembuhan Luka


Luka dapat sembuh melalui proses utama (primary intention) yang terjadi

ketika tepi luka disatukan (approximated) dengan menjahitnya. Jika luka dijahit,

terjadi penutupan jaringan yang disatukan dan tidak ada ruang yang kosong. Oleh

karena itu, dibutuhkan jaringan granulasi yang minimal dan kontraksi sedikit

berperan. Penyembuhan yang kedua yaitu melalui proses sekunder (secondary

intention) terdapat defisit jaringan yang membutuhkan waktu yang lebih lama

(Boyle, 2008).
2.4 Faktor-faktor penghambat keberhasilan penyembuhan luka

Faktor-faktor penghambat keberhasilan penyembuhan luka adalah sebagai

berikut:
27

1. Faktor Eksternal
a. Usia

Penyembuhan luka lebih cepat pada usia muda dari pada orang tua. Orang

yang sudah lanjut usianya tidak dapat mentolerir stress sperti trauma jaringan dan

infeksi smeltzer (2002).

b. Penanganan jaringan

Penanganan yang kasar menyebabkan cedera dan memperlambat

penyembuhan

c. Hemoragi

Akumulasi darah menciptakan ruang rugi juga sel-sel mati yang harus

disingkirkan. Area menjadi pertumbuhan untuk infeksi.

d. Hipovolemia

Volume darah yang tidak mencukupi mengarah pada vasokonstriksi dan

penurunan oksigen dan nutrient yang tersedia utuk penyembuhan luka

e. Faktor lokal edema

Penurunan suplai oksigen melalui gerakan meningkatkan tekanan interstisial

pada pembuluh.

f. Nutrisi/Gizi

Nutrisi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang

dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi,

penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang digunakan untuk

mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organorgan

serta menghasilkan energi (Supariasa, dkk, 2007). Factor gizi terutama protein

akan sangat mempengaruhi terhadap proses penyembuhan luka pada perineum


28

karena penggantian jaringan sangat membutuhkan protein (Kang Kapuk, 2012).

Gizi atau disebut juga nutrisi, merupakan ilmu yang mempelajari perihal makanan

serta hubungannya dengan kesehatan. Ilmu pengetahuan tentang gizi (nutrisi)

yang membahas sifat-sifat nutrien (zat-zat gizi) yang terkandung dalam makanan,

pengaruh metaboliknya serta akibat yang timbul bila terdapat kekurangan (ketidak

cukupan nutrisi) (Paath Francins E, 2005).

Wanita yang baru menjadi ibu hampir tidak dihindari mengalami pola tidur

yang kurang, nutrisi yang tidak adekuat, dan stres psikologis. Memastikan bahwa

wanita memiliki pengetahuan yang cukup tentang nutrisi agar memungkinkan

mereka bukan saja untuk menjalani kehamilan yang sehat, tetapi juga untuk

mendapatkan sumber-sumber guna mencapai kesehatan secara efisien setelah

melahirkan, merupakan salah satu cara menurunkan komplikasi postnatal. Di

Amerika Serikat juga ditemukan bahwa sebagian besar wanita memiliki

pengetahuan yang tidak adekuat mengenai nutrisi untuk kehamilan dan pada masa

nifas (Boyle , 2009).

Pada masa nifas terjadi perubahan fisiologis dan anatomis di antaranya yaitu

uterus, lochea, vagina, perineum, dan payudara (Varney H, 2009). Pada masa

nifas mempunyai beberapa kebutuhan dasar meliputi kebutuhan nutrisi, aktivitas,

istirahat, perawatan payudara, perawatan vulva, eliminasi, dan latihan. Selama

kehamilan seorang calon ibu sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan

yang bergizi untuk memenuhi pasokan nutrisi bagi ibu dan bayi. Kebutuhan

nutrisi meningkat selama kehamilan, namun tidak semua kebutuhan nutrisi

meningkat secara proporsional (Paath Francin E,2005). Setelah melahirkan

kebutuhan gizi ibu nifas lebih banyak karena selain untuk pembentukan ASI
29

dalam proses menyusui juga berguna dalam pemulihan kondisi setelah

melahirkan. Periode postnatal adalah waktu ketika banyak wanita memulai diet.

Bidan perlu memastikan bahwa wanita sadar apa yang tubuh mereka butuhkan,

dan bahwa nutrisi yang baik diperlukan baik untuk penyembuhan dan

mempertahankan kesehatan pada waktu stres meningkat.

Oleh karena itu tidak akan bermanfaat menjalani diet sembarangan dan/atau

mengurangi nutrien yang diperlukan pada masa nifas (Boyle M, 2009).

Ibu nifas dianjurkan untuk:

1. Makan dengan diet berimbang, cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin

dan mineral.
2. Mengkonsumsi makanan tambahan, nutrisi 800 kalori/hari pada 6 bulan

pertama, 6 bulan selanjutnya 500 kalori dan tahun kedua 400 kalori per

harinya. Misal pada ibu dengan kebutuhan kalori per harinya 1800 kalori

artinya plus tambahan 800 kalori sehingga kalori yang dibutuhkan sebanyak

2600 kalori. Demikian pula pada 6 bulan selanjutnya dibutuhkan rata-rata

2300 kalori dan tahun kedua 2200 kalori. Asupan cairan 3 liter/hari, 2 liter

didapat dari air minum dan 1 liter dari cairan yang ada pada kuah sayur, buah

dan makanan yang lain. Mengkonsumsi tablet besi 1 tablet tiap hari selama 40

hari.
3. Mengkonsumsi vitamin A 200.000 iu. Pemberian vitamin A dalam bentuk

suplementasi dapat meningkatkan kualitas ASI, meningkatkan daya tahan

tubuh dan meningkatkan kelangsungan hidup anak. Pada bulan-bulan pertama

kehidupan bayi bergantung pada vitamin A yang terkandung dalam ASI.

Dengan terwujudnya semua makanan yang dianjurkan untuk ibu nifas maka
30

proses penyembuhan luka heating akan semakin cepat sembuh dan kering

(Suherni dkk, 2009).


g. Personal Higiene

Personal hygiene (kebersihan diri) dapat memperlambat penyembuhan, hal ini

dapat menyebabkan adanya benda asing seperti debu dan kuman. Adanya benda

asing, pengelupasan jaringan yang luas akan memperlambat penyembuhan dan

kekuatan regangan luka menjadi tetap rendah (JohnsonRuth, dkk, 2004). Luka

yang kotor harus dicuci bersih. Bila luka kotor, maka penyembuhan sulit terjadi.

Kalaupun sembuh akan memberikan hasil yang buruk.

Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan

kesehatan seseorang untuk menjaga kesehatan fisik dan psikis. Menjaga personal

hygiene atau kebersihan tubuh pada masa nifas adalah suatu tindakan yang

dilakukan untuk menjaga agar tubuh kita tetap bersih pada saat nifas

(Wiknjosastro, 2002).

Pada prinsipnya kebersihan alat kelamin pada saat nifas dilandasi beberapa

alasan yaitu banyak darah dan kotoran yang keluar dari alat kelamin, alat kelamin

berada dekat saluran buang air kecil dan buang air besar yang kita lakukan setiap

hari. Adanya luka di daerah perineum yang terkena kotoran dapat terinfeksi, alat

kelamin merupakan organ terbuka yang mudah dimasuki kuman dan menjalar ke

rahim, dan kebersihan yang kurang terjaga di mana nifas, bukannya hanya

mengundang infeksi pada alat kelamin tapi juga rahim (Muchtar R, 2002). Mandi

diperlukan untuk menjaga kebersihan/higiene terutama perawatan kulit, karena

fungsi ekskresi dan keringat bertambah. Dianjurkan menggunakan sabun lembut

atau ringan. Mandi berendam tidak dianjurkan.

Hal yang perlu diperhatikan adalah:


31

1. Tidak mandi air panas


2. Tidak mandi air dingin
3. Pilih antara shower dan bak mandi sesuai dengan keadaan personal (Yulaikhah,

2008).

Selain itu, perawatan perineum dan vagina dilakukan setelah BAK/BAB

dengan cara membersihkan dari depan ke belakang, menggunakan pakaian dalam

dari bahan katun, sering mengganti pakaian dalam dan tidak melakukan

pembilasan (Yulaikhah, 2008).

2. Faktor Eksternal
a. Lingkungan

Lingkungan yang paling efektif untuk keberhasilan penyembuhan luka ialah

lambat dan hangat. Penyembuhan luka yang efisien selama fase regeneratif

bergantung pada lingkungan yang lembab dan stabil. Lingkungan yang lembab

juga mengurangi terjadinya infeksi dan ada beberapa bukti bahwa lingkungan

tersebut dapat mengurangi nyeri akibat luka (Boyle, 2009).

b. Sosial Ekonomi

Pengaruh dari kondisi sosial Ekonomi ibu dengan penyembuhan luka

perineum adalah keadaan fisik dan mental ibu dalam melakukan aktifitas sehari –

hari pasca persalinan. Jika ibu memiliki tingkat sosial ekonomi yang rendah, bisa

jadi penyembuhan luka perineum berlangsung lama karena timbulnya rasa malas

dalam merawat diri.


32

c. Pengetahuan

Pengetahuan ibu tentang perawatan pasca persalinan sangat menentukan lama

penyembuhan luka perineum. Apabila pengetahuan ibu kurang, terlebih masalah

kebersihan maka penyembuhan lukapun akan berlangsung lama (Zury, 2011).