You are on page 1of 9

Fitur Pembangkit Konvensional Dan

Terbarukan
2.1Pendahuluan

Tujuan bab ini untuk menerangkan masing-masing perbedaan fitur-fitur yang ada pada
pembangkit tenaga listrik,sehingga peran dr pembangkit energi terbarukan dan bagaimana dapat
kita aplikasikan ke sistem saluran distribusi lbh dapat di mengerti.

Fitur-fitur utama dari sumber konvensional dibahas dalam satu bagian dan kurang terperinci.
seperti sumber-sumber energi yang luar biasa dalam sistem tenaga yang terbarukan kini sedang
terintegrasi tidak dibahas dalam buku ini. Pembangkit akan bertahan dalam jangka waktu yang
lama dan dalam transisinya supply tenaga akan semakin bertambah dan hal ini akan di hasilkan
oleh sumber yg baru. Oleh karena itu penting bahwa pembaca memiliki pemahaman dasar
tentang sumber-sumber konvensional dan karakteristik mereka. Masing-masing dari sumber
energi terbarukan diperlakukan secara lebih panjang dan secara terpisah untuk mencerminkan
mereka yang agak berbeda-beda karakteristiknya.

2.2 Sumber Konvensional: Batu Bara, Gas and Nuklir

Karakteristik dari operasi generator berbeda dari sumber minyak fosil yg


sudah di tentukan fungsinya dari sistem tenaga yg
terintegrasi.PLTN,berperan lbh banyak di akhir seksi,dan biasanya tidak
fleksibel dan di desain untuk menghasilkan daya tetap.mode operasi ini di
kenal sebagai Base Load

Effisiensi pembangkit berbahan bakar batu bara,yg telah di bahas pada bab
1,berkisar antara 30-40% dan signifikan bergantung bagaimana
dioperasikan.semakin tinggi effisiensinya akan bergantung kepada
pembangkit yg plg bagus di pusat beban,dan mengoperasikan beban yg
kecil pada pembangkit cenderung menurunkan effisiensinya

Konversi suhu telah berkembang setelah 2 dekade melalui perkembangan


combine cycle gas turbine(CCGT),pada pengaturan gas,biasanya gas alam,di
bakar pada temperatur 1000 0C untuk menggerakan turbin dan gas buangan
ini di gunakan utk menggerakan turbin uap.kedua turbin bekerja secara
terpisah.dengan meningkat suhu dimana bahan bakar di bakar effisiensi
sebesar 50% dapat tercapai,effisiensi sebesar 60% telah mulai di teliti untuk
masa yang akan datang.karena harga gas meningkat di eropa,pembangkit
ini jarang ada yg di gunakan apabila di lihat dr sisi ekonominya rata-rata
lebih memilih pembangkit tenaga batubara
2.3 Tenaga hidroelektrik

Seperti yg di jelaskan pada Bab 1, pembangkitan hidroelektrik secara tidak


langsung merupakan energi matahari.kejadian radiasi sinar matahari
menguapkan air dari laut,dan dataran rendah dan uap air akan naek,dan
kemudian pelan-pelan meluas dan mendingin,dan akhirnya akan
terkondensasi menjadi awan dan menghasilkan hujan yg jatuh ke dataran
tinggi,air ini akan memiliki energi potensial akibat sinar matahari.energi
hidro merupakan hasil dari energi yg mengalir kembali ke laut.dalam skala
besar PLTA dapat di gunakan untuk menyimpan sejumlah air di waduk yang
akan di atur utk melayani tuntutan sistem tenaga. Kapasitas energi yg dapat
di simpan terbatas sehingga hanya di targetkan biasanya utk dapat
menbangkitkan pada beban puncak dan memaksimalkan penghasilan.sejak
air yg dapat digunakan itu terbatas dan musiman,di gunakan algoritma utk
memperkirakan turunnya hujan sehingga dapat memaksimalkan pembangkit
listrik tenaga air

2.3.1 Large Hydro


Hydro skala besar telah sangat berkembang dan telah di gunakan oleh
sebagian besar.dan berdasarkan estimasi,di antara 20 dan 25% di dunia
menggunakan potensial hidro skala besar yang telah
berkembang,pembangkit hidro elektrik telah tersebar sekitar 20% di dunia
elektrik.dan skala besar tenaga hidro beroperasi paling di rekomensikan
sebagai sumber energi terbarukan dengan pertimbangan fleksibilitas dan
kemampuan dalam mensupplynya

2.3.2 Hydro kecil


Hidro skala kecil lebih sering di definisikan lebih dari 5MW,dan pada daya
kecil (<100KW),di sebut dengan mikrohidro di bagi menjadi di bendung dan
di alirkan di sepanjang sungai dimana tidak ada tpt penyimpanan air,telah di
perkirakan bahwa kemampuan mikrohidro di seluruh dunia mencapai 500GW
dimana secara kasar hanya 1/5 dari kemampuan tsb di mamfaatkan sampai
saat ini.

2.4 Tenaga angin

2.4.1 Sumber
Angin merupakan hasil dari pergerakan sebagian besar udara di
atmosfir.pergerakan ini di buat dari skala global dari perbedaan pemanasan
matahari atmosfir bumi,oleh karena itu ,energi angin seperti hidro yang
merupakan bentuk tidak langsung dr energi matahari.. Udara di daerah
khatulistiwa dipanaskan lebih kuat daripada di garis lintang lain, membuatnya menjadi lebih
ringan dan kurang padat. Ini udara hangat naik ke dataran tinggi dan kemudian mengalir ke
selatan menuju utara dan kutub di mana udara di dekat permukaan lebih dingin. Gerakan ini
berhenti pada sekitar 30 ° N dan 30 ° S, di mana udara mulai dingin dan tenggelam dan kembali
mengalir udara dingin ini terjadi di lapisan terendah atmosfer.

Pada daerah yang sangat berangin angin dapat menghasilkan energi dengan biaya yang
sebanding dengan ekonomi yang paling tradisional di generators.Due untuk kemajuan teknologi,
skala ekonomis, produksi massal dan akumulasi pengalaman, selama dekade tenaga angin adalah
bentuk energi terbarukan kemungkinan untuk membuat kontribusi terbesar untuk produksi
listrik. Akibatnya, lebih banyak pekerjaan telah dilakukan pada integrasi sumber daya ini
dibandingkan dengan energi terbarukan yang lain dan, tentu saja, ini tercerimin dalam jumlah
perhatian yang diberikan kepada tenaga angin integrasi dalam buku ini.

2.4.2 Variabilitas Angin

Kecepatan angin di lokasi tertentu secara terus-menerus bervariasi. Ada perubahan dalam
kecepatan angin rata-rata tahunan dari tahun ke tahun (tahunan) dengan perubahan musim
(musiman), dengan sistem cuaca yang lewat ,setiap hari dan dari kedua untuk kedua (turbulensi).
Semua perubahan ini , pada skala waktu yang berbeda, dapat menyebabkan masalah dalam
memperkirakan menangkap energi secara keseluruhan dari sebuah situs (tahunan dan musiman),
dan dalam memastikan bahwa variabilitas dari produksi energi tidak mempengaruhi jaringan
listrik lokal yang turbin angin tersambung.

2.4.3 Turbin Angin


Kekuatan dalam angin daripada yang dapat diekstraksi oleh turbin angin berbanding lurus
dengan pangkat tiga dari kecepatan angin dan dinyatakan dalam watt oleh:
Gambar The Vestas V90, 3 MW turbin angin

2.4.4 Variabilitas daya


Pendek, menengah dan jangka panjang variasi dalam kecepatan angin yang mempengaruhi
operasi sistem tenaga listrik dengan cara yang berbeda. Suffi ciently ini penting, mengingat cant
dan tumbuh secara signifikan proporsi kapasitas angin di sejumlah sistem kekuasaan, untuk
mendapat pembahasan lebih rinci.

Variabilitas dari detik ke detik

Rendah / menengah kecepatan angin output listrik dari turbin angin satu bisa berbeda-beda
substantially.dalam Bab 5 itu akan ditunjukkan bahwa ini mungkin mempunyai efek merugikan
pada sistem kekuasaan. Namun, ketika angin turbin angin ini terkelompok di peternakan, ada
jarak fisik antara mereka dan turbulensi dilihat oleh masing-masing turbin angin berbeda dan
sebagian besar tidak berhubungan. Keluaran listrik dari angin karena itu pameran variabilitas
relatif jauh lebih rendah daripada yang dari satu turbin angin. Pada tahap perencanaan, studi
analisis yang tepat dilakukan untuk memastikan bahwa variabilitas angin diharapkan dari sebuah
peternakan di situs tertentu tidak akan mempengaruhi sistem daya.

Variabilitas dari Menit ke Menit


Gambar diatas menunjukkan bahwa sifat angin adalah sedemikian rupa sehingga jika kedua
untuk turbulence kedua dihapus, rata-rata kecepatan angin periode dari 10 menit sampai 10 menit
periodremains efektif konstan. Dalam Bab 3 akan ditunjukkan bahwa ini 'ketekunan' sifat dari
rata-rata kecepatan angin sangat penting dalam mengintegrasikan inpower angin listrik yang
dihasilkan jaringan. Dalam prakteknya keluaran turbin dapat dianggap sebagai tidak
berhubungan pada menit dan thetimescale sebagai variasi lebih cepat dengan pengaruh keluaran
agregasi adalah variasi pada frekuensi yang lebih tinggi ini.
2.5 Tidal Power
Ada dua jenis energi yang dihasilkan laut yaitu energi termal sebagai akibat dari pemanasan
matahari dan energi mekanik sebagai akibat dari adanya gerakan gelombang dan arus laut.

Laut adalah penyerap sinar matahari yang terbesar di atas permukaan bumi, karena sebanyak
70% dari permukaan laut tertutup oleh lautan. Panas matahari akan memanaskan permukaan air
sedangkan bagian dalam laut akan lebih dingin. Perbedaan suhu tersebut akan menghasilkan
energi termal. Hanya dengan sedikit panas yang terperangkap di lautan, listrik di seluruh dunia
sudah bisa tercukupi.

Energi pasang surut laut biasanya dipanen dengan menggunakan bendungan untuk mengalirkan
air melewati turbin dan memutar generator. Sedangkan untuk energi gelombang laut, ada tiga
sistem dasar, yaitu sistem kanal yang memasukkan gelombang laut ke dalam penampung, sistem
mengambang yang akan menggerakkan sistem pompa hidrolik, dan sistem OWC atau oscillating
water column yang menggunakan gelombang untuk menggerakkan generator ataupun fluida
kerja, bisa air ataupun udara, untuk memutar turbin dan menggerakkan generator.

Pada permukaan lautan, rentang pasang surut ini agak kecil, kurang dari satu meter, tetapi di tempat-
tempat tertentu, rentang ini dapat berubah disebabkan oleh faktor faktor berikut:

Funnelling
Air pasang secara bertahap terkendala dari sisi-sisi sehingga menyebabkan kenaikan tinggi atau
sebaliknya

Resonansi
Muara memiliki periode resonan setara dengan masa pasang surut. Panjang dan kedalaman muara sangat
penting bagi resonansi.

Coriolis Effect
Perputaran bumi mengarah ke efek Coriolis yang disebutkan sebelumnya sehubungan dengan
angin. Air pasang di beberapa lokasi cenderung meningkat tinggi dan dapat ditarik menjauh dari
pantai saat surut.

Dengan membangun sebuah bendungan di sebuah muara dan membiarkan air pasang mengalir
ke muara melalui pintu air dan kemudian mengosongkannya melalui sebuah turbin dapat
menghasilkan energi.

Waduk pasang surut adalah teknologi yang telah diterapkan, tetapi cuma sedikit di seluruh dunia.
Contoh nya adalah generator 240MW di La Rance di Prancis, dan instalasi instalasi yang lebih
kecil telah dibuat di Nova Scotia, Rusia dan Cina.
2.6 Wave Power
Berbeda dari energi termal laut, energi mekanik laut dipengaruhi oleh gaya gravitasi bulan dan
angin. Pasang surut yang terjadi diakibatkan oleh gaya tarik bulan, sedangkan gelombang laut
diakibatkan oleh angin yang bertiup.

Dari penyebab kedua energi tersebut, terlihat bahwa energi termal cenderung lebih konstan,
sedangkan energi mekanik laut bersifat tidak stabil, tergantung kepada angin dan bulan. Selain
itu energi mekanik masih membutuhkan peralatan mekanik untuk mengubah energi mekanik
menjadi listrik, sedangkan energi termal tidak membutuhkan peralatan mekanik tersebut.

Konversi kekuatan gelombang ombak menjadi listrik membutuhkan sebuah alat yang memotong ombak
dan mengubah proporsi energi mereka terlebih dulu ke energi mekanik dan kemudian menjadi energi
listrik. Konversi energi gelombang menjadi energi mekanik menuntut struktur stabil pusat yang
menggabungkan elemen aktif yang bergerak relatif terhadap kekuatan yang diberikan oleh ombak, dan
dapat bereaksi terhadap struktur pusat untuk menghasilkan kekuatan dan perpindahan yang menghasilkan
daya mekanik.

Rata rata energi yang dihasilkan oleh energi ombak dalam 1 tahun
Sumber energi ombak, tidak seperti sumber energi angin, tetapi juga bergantung pada
perubahan hari ke hari atau musim ke musim ; secara umum energi gelombang ombak lebih besar di
musim dingin daripada di musim panas. Sebagai contoh, kekuatan angina pada bulan November,
Desember, Januari dan Febuari lebih besar daripada bulan bulan lain nya seperti yang ditunjukkan pada
gambar. Sehingga membuat sumber energi ombak dapat diprediksikan.

2.7 Biomass
Biomass berbeda jauh dari sumber-sumber terbarukan lainnya yang dibutuhkan dalam bentuk bahan
bakar yang dapat disimpan dan digunakan untuk pembangkit listrik ketika diperlukan, sama seperti bahan
bakar fosil. Tetapi tidak seperti bahan baker fosil, biomass biasanya terbatas pada bahan bakar yang
disimpan. Oleh karena itu biomass hanya diproduksi dan digunakan secara lokal. Contohnya penggunaan
biomass pada transportasi jarak panjang mungkin lebih mahal daripada penggunaan minyak itu sendiri.
Ini berarti penggunaan biomass relatif lebih kecil dibandingkan tanaman konvensional.

Ada tiga teknologi termokimia dasar yang menggunakan biomass padat sebagai
bahan bakar utama untuk produksi listrik yaitu direct combustion, gasification dan pyrolisis. Sebagai
tambahan, penggunaan biomass cair (sewage sludge) untuk memproduksi methane melalui proses
anaerob cukup umum digunakan sekarang ini.

Produksi listrik menggunakan bahan bakar biomass padat masih merupakan teknologi yang sedang
dikembangkan dan sebagai akibatnya harganya tidak kompetitif dengan listrik dari bahan bakar fosil
tanpa kebijakan dari pemerintah.

Salah satu produk dari biomass adalah biofuel. Produksi Biofuel skala besar dapat merugikan karena
dapat berdampak pada lingkungan dan social. Pembangunan tersebut membutuhkan sumber daya air yang
banyak. Perluasan tanaman biofuel juga dapat mempercepat penggundulan hutan tropis dan
memperlambat penyerapan CO2 yang dapat mengakibatkan kepunahan species hewan dan tumbuhan.
Jika tanaman tersebut disubsidi oleh pemerintah maka tanah yang digunakan untuk menanam bahan
pangan akan hilang digantikan oleh tanaman biofuel sehingga akan menyebabkan kekurangan pangan.
Jadi dapat disimpulkan jika penggunaan nya tepat akan menguntungkan, tetapi jika tidak maka akan
menimbulkan dampak lingkungan yang serius.