Вы находитесь на странице: 1из 9

DAMPAK PENUTUPAN PERMANEN PERLINTASAN

SEBIDANG LEMPUYANGAN TERHADAP RUAS JALAN DI


SEKITARNYA

Prima Juanita Romadhona*1, Raditya Wisnumurti2


1Dosen, Program Studi Teknik Sipil, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Islam
Indonesia
2 Mahasiswa, Program Studi Teknik Sipil, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Islam
Indonesia
Korespondensi: prima_dhona@uii.ac.id

ABSTRAK

The government’s plan to improve railroad safety transportation has led to a permanent timetable for
railroad crossing including the Lempuyangan cross. Therefore, traffic research is needed to determine the
perfomance of the road around the crossing of the subject. It can be seen the service level of the road and
provide modeling after selecting the Lempuyangan railroad crossing. This research was conducted by direct
field survey method to meet the primary data, namely, vehicle speed, traffic time and traffic signal. The
analysis in this study includes an analysis of the service level of the Dr. Sutomo flyover, and the lower path of
the flyover. In the analysis of the level of service of the road using the 1997 Indonesia Road Capacity
Manual, it will also be necessary to use the VISSIM modeling application to model the existing conditions
and post railroad closure. The result of this study found that the degree of saturation on all road segments at
the flyover lower crossing experienced an increasing trend which mean improved performance of road except
on Dr. Sutomo Flyover road segment. As for the speed value, the increasing trends is in the Jl. Lempuyangan
and Jl. Argolubang. But there was a decrease in the section Jl. Dr. Sutomo and Jl. Flyover Dr. Sutomo. In
addition, Jl. Wahidin Sosrohusodo did not experienced difference because there are no vehicles passing due
to the closing of the railway cross.

Kata Kunci : railway closure, road segment, VISSIM

1. PENDAHULUAN itu penelitian ini juga memilih untuk


Sarana transportasi kereta api hampir menganalisis kinerja suatu ruas jalan
selalu membentuk pertemuan dengan sarana menggunakan software VISSIM. VISSIM
transportasi jalan raya. Pertemuan inilah yang merupakan aplikasi yang dikhususkan pada
disebut dengan perlintasan sebidang. bidang permodelan transportasi ditujukan
Perlintasan sebidang memiliki tingkat resiko memudahkan dalam memberikan permodelan
yang tinggi dikarenakan mengganggu sistem transportasi perkotaan, metropolitan,
keselamatan perjalanan kereta api. Perlintasan dan regional sehingga mampu
kereta api Lempuyangan menjadi salah satu mempresentasikan kondisi sebenarnya yang
target penutupan oleh Kementrian Perhubungan terjadi di lapangan. Rumusan masalah dalam
sebagai salah satu upaya untuk mengurangi penelitian ini mencari tahu berapa nilai kinerja
kecelekaan kereta api. Pasalnya, menurut semua ruas jalan yang terdapat pada simpang
Prasetyo (2018) Kepala Bidang Lalu Lintas bawah flyover dan Jl. Flyover pada kondisi
Golkari Made Yulianto menyatakan bahwa visi eksisting dan kondisi setelah penutupan
rasio pada ruas Jalan Dr.Sutomo meningkat perlintasan kereta api yang nantinya akan
hingga 0,9 sehingga kondisinya sangat padat. dibandingkan. Tujuan penelitian ini adalah
Sehingga diperlukannya suatu permodelan lalu untuk mengetahui kinerja ruas jalan pada 2
lintas yang nantinya berguna untuk mengetahui kondisi tersebut dan mendapatkan permodelan
kinerja dari beberapa ruas jalan tersebut setelah lalu lintas nantinya.
dilakukannya penutupan perlintasan kereta api
Lempuyangann. Dalam menganalisis kinerja 2. TINJAUAN PUSTAKA
ruas jalan menggunakan panduan dari Manual 2.1. Perlintasan Sebidang
Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Selain Persyaratan Perlintasan Sebidang:

REKAYASA SIPIL / Volume xx, No.x – 20xx ISSN 1978 - 5658 1


1. Permukaan jalan harus satu level dengan DS = Derajat Kejenuhan
kepala rel dengan tolerasni 0,5 cm. Q = Arus Lalu Lintas (smp/jam)
2. Terdapat permukaan datar sepanjang 60 C = Kapasitas (smp/jam)
cm diukur dari sisi terluar jalan rel. Derajat kejenuhan dihitung dengan
3. Maksimum gradien untuk dilewati menggunakan arus dan kapasitas dinyatakan
kendaraan dihitung dari titik tertinggi dalam smp/jam. DS digunakan untuk analisis
dikepala rel adalah: perilaku lalu lintas berupa kecepatan.
i. 2% diukur dari sisi terluar permukaan
datar sebagaimana dimaksud pada 2.4. Tingkat Pelayanan Jalan
huruf b untuk jarak 9,4 meter. Menurut Peraturan Menteri Perhubungan No.
ii. 10 % untuk 10 meter berikutnya PM 96 Tahun 2015, tingkat pelayanan pada
dihitung dari titik terluar butir, sebagai ruas jalan diklasifikasikan sebagai berikut.
gradien peralihan 1. Tingkat pelayanan A, dengan kondisi,
4. Lebar perlintasan untuk satu jalur jalan a. arus bebas volume lalu lintas rendah
maksismum 7 meter dan kecepatan sekurang-kurangnya 80
5. Sudut perpotongan antara jalan rel dengan km/jam
jalan harus 90˚ dan panjang jalan yang b kepadatan lalu lintas sangat rendah
lurus minimal 150 meter dari as jalan rel. c. pengemudi dapat mempertahankan
kecepatan yang diinginkan tanpa atau
sedikit tundaan
2. Tingkat pelayanan B, dengan kondisi,
a. arus stabil dengan volume lalu lintas
sedang dan kecepatan sekurang-
kurangnya 70 km/jam
b. Kepadatan lalu lintas rendah, hambatan
internal lalu lintas belum
Gambar 1. Gradien Perlintasan Sebidang mempengaruhi kecepatan.
c. pengemudi masih punya cukup
2.2. Kapasitas Jalan kebebasan untuk memilih
Kapasitas merupakan arus lalu lintas kecepatannya dan lajur jalan yang
maksimum yang melalui suatu titik di jalan digunakan.
yang dapat dipertahankan pada kondisi tertentu 3. Tingkat pelayanan C, dengan kondisi,
(geometrik, distribusi arah, komposisi lalu a. arus stabil tetapi pergerakan lalu lintas
lintas, dan faktor lingkungan) (MKJI 1997). yang lebih tinggi dengan kecepatan
Perhitungan dasar kapasitas adalah sebagai sekurang-kurangnya 60 km/jam
berikut. b. kepadatan lalu lintas sedang karena
hambatan internal lalu lintas meningkat
C = Co x FCw x FCsp x FCsf x FCcs (1) c. pengemudi memiliki keterbatasan
Keterangan : dalam memilih kecepatan ,pindah jalur
C = Kapasitas (smp/jam) atau mendahului.
Co = Kapasitas Dasar 4. Tingkat pelayanan D, dengan kondisi,
FCw = Faktor Penyesuaian Lebar Jalan a. arus mendekati tidak stabil dengan
FCsp =Faktor Penyesuaian Pemisahan Arah volume lalu lintas tinggi dan kecepatan
(hanya jalan tak terbagi) sekurang-kurangnya 50 km/jam
FCsf =Faktor Penyesuaian Hambatan b. masih ditolerir namun sangat
Samping dan Bahu Jalan/Kereb terpengaruh oleh perubahan kondisi
FCcs = Faktor Penyesuaian Kota arus
c. kepadatan lalu lintas sedang namun
2.3. Derajat Kejenuhan fluktuasi lalu lintas dan hambatan
Derajat kejenuhan didefinisikan sebagai temporer dapat menyebabkan
rasio arus terhadap kapasitas, digunakan penurunan kecepatan yang besar.
sebagai faktor utama dalam penentuan tingkat d. pengemudi memiliki keterbatasan
kinerja simpang dan segmen jalan. Nilai DS dalam memilih kecepatan ,pindah jalur
menunjukkan apakah segmen jalan tersebut atau mendahului.
mempunyai masalah kapasitas atau tidak. 5. Tingkat pelayanan E, dengan kondisi,
a. arus mendekati tidak stabil dengan
DS = Q/C (2) volume mendekati kapasitas jalan dan
Keterangan,
REKAYASA SIPIL / Volume xx, No.x – 20xx ISSN 1978 - 5658 2
kecepatan sekurang-kurangnya 30 mengatur komposisi kendaraan pada setiap
km/jam pada jalan antar kota dan link/jalan dan juga mengatur kecepatan
sekurang-kurangnya 10 km/jam pada kendaraan pada link tersebut
jalan perkotaan 9. Signal Controllers/Signal Group
b. kepadatan lalu lintas tinggi karena digunakan untuk membuat siklus sinyal
hambatan internal lalu lintas tinggi lalu lintas pada permodelan.
c. pengemudi mulai merasakan 10. Signal Head, digunakan untuk
kemacetan durasi pendek. memberikan model 3 dimensi berdasarkan
6. Tingkat pelayanan F, dengan kondisi, pengaturan yang sudah dibuat pada signal
a. arus tertahan dan terjadi antrean controllers.
kendaraan yang panjang dengan 11. Reduce Speed Area digunakan untuk
kecepatan kurang dari 30 km/jam mengatur pengurangan kecepatan
b. kepadatan lalu lintas sangat tinggi dan kendaraan yang akan mendekati
volume rendah serta terjadi kemacetan persimpangan ataupun tikungan/tanjakan.
untuk durasi yang cukup lama 12. Conflict Area, digunakan untuk mengatur
c. dalam keadaan antrean,kecepatan kendaraan yang terlebih dahulu melintas
maupun volume turun sampai 0 (nol). jika terjadi sebuah konflik pada suatu area
tersebut.
2.5. PTV VISSIM. 13. Priority Rules hampir sama seperti conflict
VISSIM menjadi perangkat lunak yang area hanya bedanya digunakan untuk
berguna untuk evaluasi berbagai langkah melakukan pengaturan di titik mana
alternatif berdasarkan langkah-langkah kendaraan harus menunggu sampai arus
rekayasa transportasi dan perencanaan kendaraan dari arah lain sudah melintas.
efektivitas. VISSIM sendiri merupakan Priority Rules digunakan pada simpang tak
kependekan dari “Verkehr In Städten bersinyal.
Simulationsmodell” yaitu bahasa Jerman dari 14. Pavement Markings digunakan untuk
“Simulasi Permodelan Lalu Lintas Dalam membuat marka jalan seperti zebracross
Kota”. PTV VISSIM dikembangkan oleh PTV ataupun marka arah pada simpang.
Planing Transport Verkehr AG di Karlsruhe, 15. Driving Behaviour digunakan untuk
Jerman pada tahun 1992. mengatur perilaku pengemudi sesuai
Berikut ini merupakan tools yang dapat dengan kondisi di lapangan seperti jarak
digunakan dalam melakukan permodelan lalu antar kendaraan berhenti dan melintas.
lintas penelitian ini. 16. Data Collection Points digunakan untuk
1. Network Setting yang digunakan untuk menghitung volume kendaraan yang sudah
melakukan pengaturan awal termasuk di input pada suatu link melewati titik
pengaturan satuan yang digunakan dan yang sudah tentukan.
pengaturan pemilihan jalur yang 17. Vehicle Travel Times digunakan untuk
digunakan dalam berkendara mendapatkan kecepatan perjalanan
2. Input Background Input yang digunakan kendaraan dengan rentang jarak yang
untuk input lokasi yang akan dibuat sudah ditentukan
permodelan 18. Static 3D Models digunakan untuk
3. Set Scale yang digunakan untuk mengatur memasukkan model 3 dimensi seperti
skala berdasarkan kondisi lapangan gedung,tiang , pohon dan lainnya
4. Link digunakan untuk membuat jalur/jalan
dengan dimensi lebar dan panjang yang
3. METODE PENELITIAN
dapat diatur sesuai dengan data geometri
Metode yang digunakan yaitu dengan survei
lapangan
langsung lapangan dan analisi data, pada tahap
5. Connectors digunakan untuk
analisis data dilakukan sebagai berikut.
menghubungkan antar link / jalan yang
1. Menghitung volume lalu lintas kendaraan
sudah dibuat pada permodelan
pada Ruas Jl. Layang Dr. Sutomo, Jl. Dr.
6. Vehicle Input digunakan untuk input
Sutommo, Jl. Lempuyangan, Jl. Argolubang,
jumlah kendaraan pada setiap link/jalan
Jl. Wahidin Sosrohusodo.
yang ada.
2. Membuat permodelan lalu lintas di sekitar
7. Vehicle Route digunakan untuk mengatur
perlintasan Lempuyangan dengan kondisi
rute kendaraan yang melintas antar
berikut.
link/jalan
a. Kondisi Eksisting
8. Vehicle composition digunakan untuk

REKAYASA SIPIL / Volume xx, No.x – 20xx ISSN 1978 - 5658 3


b.Kondisi setelah penutupan perlintasan
sebidang. Tabel 5.Data Arus Lalu Lintas Bawah Flyover.
3. Analisis nilai derajat kejenuhan selama Waktu MC LV HV Jumlah
periode jam puncak dengan software
VISSIM. (kendaraan/jam)
4. Melakukan perbandingan kedua model 06.00-07.00 2995 607 20 3622
dengan software VISSIM .
12.00-13.00 2727 793 15 3535
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Data Hasil Penelitian 16.00-17.00 4095 783 4 4882
Tabel 1.Data Driving Behaviour Kendaraan
Berhenti
Volume Jam Puncak 4882
Minimum 0,90 0,13

Maksimum 1,30 1,50


4.2. Perhitungan Derajat Kejenuhan
Berdasarkan Peraturan Menteri
Didapatkan jarak minimum samping kiri-kanan
Perhubungan No. PM 96 Tahun 2015 tingkat
antar pengemudi pada saat berhenti sebesar 0,9
pelayanan ruas jalan dapat ditinjau berdasarkan
m dan rerata 1,01 m. Sedangkan, jarak
kecepatan kendaraan. Setelah melakukan
minimum depan-belakang sebesar 0,13 m dan
permodean didapatkan data kecepatan dalam
rerata 0,86 m.
kondisi eksisting dan pasca penutupan melalui
vehicle travel time. Dengan data perhitungan
Tabel 2.Data Driving Behaviour Kendaraan
Melintas
derajat kejenuhan maka data nilai derajat
kejenuhan pada ruas jalan di sekitar perlintasan
Minimum 0,72 0,6
sebidang Lempuyangan sebagai berikut.
Maksimum 2 2,8
Tabel 6.Nilai Derajat Kejenuhan Kondisi
Didapatkan jarak minimum samping kiri-kanan Eksisting
antar pengemudi pada saat berhenti sebesar Lokasi Nilai DS
0,72 m dan rerata 2 m. Sedangkan, jarak
minimum depan-belakang sebesar 0,6 m dan
rerata 1,63 m. Jl. Lempuyangan 0,61
Jl. Argolubang 0,63
Tabel 3.Rekapitulasi Data Kecepatan Jl. Wahidin Sosrohusodo 1,37
Kendaraan 1 Jl. Dr. Sutomo 0,51
Flyover Dr. Sutomo 1,34
Ruas Jalan Dr. Sutomo (flyover) Lempuyangan Argolubang

Jenis Kecepatan (km/jam) Kecepatan (km/jam) Tabel


Kecepatan 7.Nilai
(km/jam) Derajat Kejenuhan Kondisi
Kendaraan
Pasca Penutupan
Terendah Tertinggi Terendah Tertinggi Terendah

MC 29,016 54,144 20,16 59 19,89

LV 28,332 45 13,32 42,84 25,344

HV 24,64 39,99 21,2 40 21,2 Lokasi Nilai DS

Tabel 4.Rekapitulasi Data Kecepatan


Kendaraan 2 Jl. Lempuyangan 0,39
Jl. Argolubang 0,25
Ruas Jalan Wahidin Sosrohusodo Dr. Sutomo Jl. Dr. Sutomo 0,35
Flyover Dr. Sutomo 1,42
Kecepatan (km/jam) Kecepatan (km/jam)

Jenis Kendaraan
Terendah Tertinggi Terendah Tertinggi 4.3. Permodelan VISSIM Lingkup
Perlintasan Sebidang Lempuyangan
MC 23,004 49,68 23,292 38,916
Analisis dilakukan disetiap pemodelan
LV 25,992 46,152 21,636 32,292 yaitu pada saat kondisi eksisting dan Alternatif

REKAYASA SIPIL / Volume xx, No.x – 20xx ISSN 1978 - 5658 4


solusi berupa bundaran. Running software Pasca
Eksisting
VISSIM untuk 2 pemodelan dilakukan dengan Penutupan
kalibrasi dan randomseed yang sama. Jl. Lempuyangan 29,57 31,12 5,24%
Nantinya, hasil permodelan VISSIM akan perlu Jl. Argolubang 31,45 32,46 3,21%
dilakukan validasi sehingga data dapat sesuai
Jl. Wahidin
dengan kondisi di lapangan. Validasi dilakukan 27,45 - -
Sosrohusodo
menggunakan rumus statistik Geoffrey E.
Jl. Dr. Sutomo 39,73 38,55 -2,97%
Havers (GEH).
Flyover Dr. Sutomo 33,32 18,93 -43,19%
(3)
Tabel 11.Nilai Tingkat Pelayanan Jalan
Level of
Lokasi
Dimana q adalah data volume arus lalu lintas Service
(kendaraan/jam). Berikut adalah hasil validasi Jl. Lempuyangan E
menggunakan rumus GEH.
Jl. Argolubang E
Tabel 8.Uji Validasi RumusGEH Jl. Wahidin Sosrohusodo E
qEksisting qOutput VISSIM Hasil Validasi Jl. Dr. Sutomo E
1778 1784,2 0,15 diterima Flyover Dr. Sutomo E
1536 1473,2 1,62 diterima
1159 1139,6 0,57 diterima 5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
948 946,8 0,04 diterima
Setelah melakukan analisis terhadap
1547 1378 4,42 diterima simpang bawah flyover menggunakan software
1413 1401,8 0,3 diterima VISSIM, didapatkan beberapa kesimpulan
2745 2750,8 0,11 diterima sebagai berikut.
1. Tingkat pelayanan jalan dalam kondisi
1492 1467,8 0,63 diterima
eksisting pada Jl. Flyover Dr. Sutomo
2988 2826,8 3 diterima memiliki nilai DS= 1,34 dan kecepatan
kendaraan 33,32 km/jam, Jl. Wahidin
4.4. Pembahasan Sosrohusodo memiliki nilai DS=1,37 dan
Berdasarkan Peraturan Menteri kecepatan kendararan 27,45 km/, Jl.
Perhubungan No. PM 96 Tahun 2015 tingkat Lempuyangan memiliki nilai DS= 0,61
pelayanan ruas jalan dapat ditinjau berdasarkan dan kecepatan kendaraan 29,57 km/jam,
kecepatan kendaraan. Setelah melakukan Jl. Argolubang memiliki nilai DS= 0,63
permodelan, didapatkan data kecepatan dalam dan kecepatan kendaraan 31,45 km/jam,
kondisi eksisting dan pasca penutupan melalui Jl. Dr. Sutomo memiliki nilai DS= 0,51
vehicle travel time. Berikut adalah hasil vehicle dan kecepatan kendaraan 39,73 km/jam..
travel time pada ruas jalan di sekitarnya pada 2. Setelah penutupan perlintasan sebidang,
kondisi eksisting dan kondisi pasca penutupan. dilakukan skenario pengalihan arus dan
rekayasa lalu lintas oleh Dishub Pemkot
Tabel 9.Perbandingan Nilai Derajat Yogyakarta sehingga tingkat pelayanan
Kejenuhan ruas jalan pasca penutupan pada Jl.
Derajat Kejenuhan Flyover Dr. Sutomo memiliki nilai DS=
Lokasi
(DS)
Selisih
1,42 dan kecepatan kendaraan 18,93
Eksisting
Pasca km/jam, Jl. Lempuyangan memiliki nilai
Penutupan DS= 0,39 dan kecepatan kendaraan 31,12
Jl. Lempuyangan 0,61 0,39 36,07% km/jam, Jl. Argolubang memiliki nilai
Jl. Argolubang 0,63 0,25 60,32% DS= 0,25 dan kecepatan kendaraan 32,46
km/jam, Jl. Dr. Sutomo memiliki nilai
Jl. Wahidin Sosrohusodo 1,37 - -
DS= 0,35 dan kecepatan kendaraan 38,55
Jl. Dr. Sutomo 0,51 0,35 31,37% km/jam. Sedangkan pada Jl. Wahidin
Flyover Dr. Sutomo 1,34 1,42 -5,97% Sosrohusodo tidak memiliki nilai DS
karena diasumsikan pada skenario
Tabel 10.Perbandingan Kecepatan Kendaraan pengalihan arus lalu lintas tidak ada
Lokasi Kecepatan Kendaraan Selisih kendaraan yang melintas pada jalan
(km/jam) tersebut.

REKAYASA SIPIL / Volume xx, No.x – 20xx ISSN 1978 - 5658 5


3.Pada kondisi pasca penutupan, semua ruas Kereta Api. Jakarta : Direktorat
mengalami penurunan nilai derajat
kejenuhan yang berarti kenaikan kinerja Jenderal Prasarana Wilayah.
ruas jalan (ds) kecuali pada ruas Jl. Jakarta.
Flyover Dr. Sutomo. Selain itu, kecepatan
pada ruas Jl. Lempuyangan dan Jl. Dinas Perhubungan Pemerintah Kota
Argolubang mengalami kenaikan, namun Yogyakarta. 2018. Survei
pada ruas Jl. Dr. Sutomo dan Flyover Dr.
Normalisasi Simpang.
Sutomo mengalami penurunan.
Sedangkan, ruas Jl. Wahidin Sosrohusodo PT.Andalan Mitra
tidak mengalami perbedaan dikarenakan Nusantara.Yogyakarta.
asumsi tidak ada kendaraan yang melintas
akibat penutupan perlintasan kereta api.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
5.2. Saran
Setelah melakukan analisis pada simpang 2005. Peraturan Dirjen
bawah flyover Lempuyangan dan ruas jalan Perhubungan Darat Tentang
disekitarnya menggunakan Software VISSIM,
Pedoman Teknis Perlintasan
berikut ini beberapa saran yang dapat diajukan
untuk penelitian selanjutnya: Sebidang Antara Jalan Dengan
1. Penelitian dapat dilanjutkan dan Jalur Kereta Api. Departemen
dikembangkan khususnya untuk
pemberian alternatif rekayasa lalu lintas Perhubungan. Jakarta.
untuk bisa memberikan solusi atas Google Maps. 2018. Perlintasan Kereta
kepadatan lalu lintas pada simpang bawah
flyover dan ruas jalan disekitarnya pasca Api Lempuyangan Bagian
penutupan perlintasan sebidang Timur, Bausasra, Danurejan,
Lempuyangan.
Yogyakarta, Daerah Istimewa
2. Penelitian dapat dikembangkan untuk
mencari alternatif penambahan jaringan Yogyakarta.https://www.google.
jalan jika Jalan Layang Dr. Sutomo com/maps/@7.7901319,110.378
(Flyover) tersebut tidak mampu lagi untuk
menampung volume lalu lintas. 0254,19.75z. Diakses 26 Juni
2018.
DAFTAR PUSTAKA
Hobbs, F.D . 1995. Traffic Planning and
Aswad, Y. 2013. Studi Kelayakan
Engineering Second edition.
Perlintasan Sebidang antara Jalan
Pergamon Press Plc.,
Kereta Api dengan Jalan Raya. Jurnal
Headington Hill Hall, Oxford
MKTS. Vol.19 No.2: 183-189. Univertas
OX3 0BW. England.
Sumatera Utara. Medan.
Hadis dan Sumarsono. 2013. Hubungan
Collins. 2009. Paramics
Tundaan dan Panjang Antrian
Microsimulation Modelling- RTA.
Terhadap Konsumsi Bahan
NewSouth Wales Goverment.
Bakar Akibat Penutupan Pintu
USA.
Perlintasan Kereta Api. E-
Departemen Pekerjaan Umum. 1997.
Jurnal Teknik Sipil: 38-45.
Manual Kapasitas Jalan
Universitas Sebelas Maret.
Indonesia (MKJI). Direktorat
Surakarta
Jenderal Bina Marga. Jakarta.
Idris, M. 2010. Kriteria Lajur Sepeda
Departemen Pemukiman dan Prasarana
Motor Untuk Ruas Jalan Arteri
Wilayah. 2004. Perencanaan
Sekunder. Puslitbang Jalan dan
Perlintasan Jalan dengan Jalur
REKAYASA SIPIL / Volume xx, No.x – 20xx ISSN 1978 - 5658 6
Jembatan. Bandung. Nomor 56 Tahun 2009
Kamaluddin, R. 2003.“Ekonomi Tentang Penyelenggaraan
Transportasi : Karakteristik, Perkeretaapian. Jakarta.
Teori, dan Kebijakan”. Ghalia Planung Transport Verkehr AG. 2016.
Indonesia. Jakarta. VISSIM 9.0-11 User Manual.
Menteri Perhubungan Republik Karlsruhe. Germany
Indonesia. 2011. Peraturan Prasetyo, Eko. 2017. Bahaya,
Menteri Perhubungan No.36 Perlintasan Kereta Bawah
Tahun 2011 Tentang Flyover Lempuyangan
Perpotongan Dan/Atau Belum Ditutup.
Persinggungan Antara Jalur https://www.jawapos.com/jpg
Kereta Api Dengan Bangunan -today/02/11/2017/bahaya-
Lain. Departemen Perhubungan. perlintasan-kereta-bawah-
Jakarta. flyover - lempuyangan
Menteri Perhubungan Republik (diakses 28 Juni 2018)
Indonesia. 2015. Peraturan Putranto dkk. 2008. Rekayasa Lalu
Menteri Perhubungan No.96 Lintas. PT Macanan Jaya
Tahun 2015 Tentang Pedoman Cemerlang, Indonesia.
Pelaksanaan Kegiatan Purnama dkk. 2017. Desain Fly Over
Manajemen Dan Rekayasa Lalu Sebidang Jalan Kereta Api Di
Lintas. Kementerian Jalan Slamet Riyadi
Perhubungan. Jakarta. Surakarta. Jurnal Teknik Sipil.
Mulyono, G.S. 2006. Analisis Lalu Lintas Vol.6 No.1: 275-281.
Pertemuan Jalan Raya Universitas Diponegoro.
Dengan Lintasan Kereta Api Semarang.
Ledok Sari Di Surakarta. Jurnal Subarkah. 1981. Jalan Kereta Api.
eco Rekayasa. Vol.2 No.1:42- Bandung: Idea Dharma Bandung
45. Universitas Muhammadiyah Transportation Research Board. 1994.
Surakarta. Surakarta. Highway Capacity Manual
Muhtadi, A. 2010. Analisis Kapasitas, Special Report 1994.
Tingkat Pelayanan, Kinerja Dan Washington D.C.
Pengaruh Pembuatan Median Republik Indonesia. 2007. Undang-
Jalan. Jurnal Neutron. Vol.10 Undang Nomer.23 Tahun 2007
No.1:42-54. tentang Perkeretaapian. Lembaga
Nasution, M.N. 2004. Manajemen Negara RI Tahun 2007, No. 55.
Transportasi. Ghalia Indonesia. Sekretariat Negara. Jakarta.
Bogor. Utomo, I.R. 2016. Permodelan Lalu Lintas
Pemerintah Republik Indonesia. 2009. Pada Simpang Bersinyal Jalan
Peraturan Pemerintah Perkotaan Di Yogyakarta.
Republik Indonesia Universitas Muhammadiyah

REKAYASA SIPIL / Volume xx, No.x – 20xx ISSN 1978 - 5658 7


Yogyakarta. Yogyakarta. tutup-semua-pelintasan-
Widodo, A.P. 2012. Kajian Penutupan Winnetou dan Munawar. 2015.
Perlintasan Sebidang antara Jalan Penggunaan Software Vissim
Kereta Api dengan Jalan Raya pada Untuk Evaluasi Hitungan
lokasi Jalan KH. Mas Mansyur dan MKJI 1997 Kinerja Ruas Jalan
Jalan Abdul Syafi`ie Provinsi Perkotaan. Universitas Gadjah
Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Mada. Yogyakarta.
Jurnal Teknik Sipill:1-40. Yusyadiputra,dkk. 2014. Pengaruh
Penutupan Pintu Perlintasan Jalan Rel
Universitas Gunadarma. Jakarta. Terhadap Kinerja Lalu Lintas Jalan Raya
Wildansyah, S. 2018. Kemenhub Di Perlintasan Kaligawe
Semarang dan Kaliwungu
Targetkan Tutup Semua Kendal. Jurnal Karya Teknik
Perlintasan Sebidang Rel KA di Sipil. Vol.3 No.3:723-735.
Universitas
2019.
Diponegoro.Semarang.ka
https://news.detik.com/berita/d-
3870091/kemenhub-targetkan-

REKAYASA SIPIL / Volume xx, No.x – 20xx ISSN 1978 - 5658 8