You are on page 1of 33

PROGRAM PERSIAPAN PEMANTAPAN UJIAN SEKOLAH, UJIAN

SEKOLAH BERBASIS NASIONAL (USBN) DAN UIJAN NASIONAL


SERTA PENAMBAHAN JAM PELAJARAN KELAS IX (PENGAYAAN)
SMP NEGERI 10 BANJAR

Disusun Oleh:
PKS KURIKULUM
SMP Negeri 10 Banjar

PEMERINTAH KOTA BANJAR


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMP NEGERI 10 BANJAR
Jalan Lapang Gotama Kelurahan Situbatu Kecamatan Banjar
KOTA BANJAR

2017
LEMBAR PENGESAHAN

Program Rencana Kerja Persiapan Pemantapan Ujian Sekolah, Ujian Sekolah Berstandar
Nasional (USBN) dan Ujian Sekolah (US) Serta Penambahan Jam Pelajaran kelas IX
(Pengayaan) Tahun Pelajaran 2018/2019 di SMP Negeri 10 Banjar ini
Telah Diperiksa dan Disajikan
Untuk Digunakan Sebagaimana Mestinya.

Disahkan di : Banjar
Pada Tanggal : ...................................................

Kepala SMP Negeri 10 Banjar, PKS Kurikulum,

K U S M A N A, S.Pd., M.Pd Rd. FRISKA M SYAH, S.Pd


Pembina, IV/a Penata Muda Tk. I, III/b
NIP. 196906051991031011 NIP. 197704012009021006

Mengesahkan,

Pengawas Pembina,

CAHYA SADA, S.Pd., M.Pd


Pembina Tk. I, IV/b
NIP.
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Illahi Robbi karena dengan rahmat dan ridho-
Nya kami telah dapat menyusun program kerja Persiapan Pemantapan Ujian Sekolah, Ujian
Sekolah Berbasis Nasional (USBN), Ujian Nasional serta Penambahan Jam Pelajaran Kelas IX
(Pengayaan) Tahun Pelajaran 2018/2019

Program kerja ini kami susun dengan berpedoman pada agenda kegiatan Bidang
Kurikulum SMP Negeri 10 Banjar serta program penyelenggaraan Ujian Sekolah yang
dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa
Barat dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar serta peraturan-peraturan yang
berlaku. Hal ini dimaksudkan agar program pelaksanaan dan pencapaian hasil dapat
terlaksana sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Kami menyadari bahwa program ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu
segala kritik dan saran dari semua pihak kami harapkan agar kesempurnaan dapat kami
capai pada penyusunan program tahun yang akan datang.

Akhir kata kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam penyusunan program ini dan semoga program ini dapat bermanfaat serta dapat
dijadikan koreksi untuk program berikutnya.

Banjar, September 2017

Penyusun,
DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan .............................................................................................


Daftar Isi .............................................................................................................
Kata Pengantar
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ..........................................................................
1.2. Dasar Hukum …………………………………………………………………………
1.3. Maksud dan Tujuan ...................................................................
1.4. Fungsi ......................................................................................
1.5. Sasaran ....................................................................................
1.6. Sistematika ...............................................................................

BAB II PENGORGANISASIAN
2.1. Struktur Organisasi ...................................................................
2.2. Panitia Penyelenggara ...............................................................
Uraian Tugas Panitia .................................................................
2.3. Susunan Guru Pengampu Penambahan Jam Pelajaran Kelas IX
(Pengayaan) ............................................................................
2.4. Susunan Pengawas Test Uji Coba Ujian Nasional
2.5. Datar Peserta Test Uji Coba Ujian Nasional

BAB III DESKRIPSI RENCANA KEGIATAN PERSIAPAN PEMANTAPAN UJIAN


SEKOLAH, UJIAN SEKOLAH BERBASIS NASIONAL (USBN) DAN UIJAN
NASIONAL SERTA PENAMBAHAN JAM PELAJARAN KELAS IX
(PENGAYAAN)
3.1. Program Penambahan Jam Pelajaran Kelas IX (Pengayaan) ...................
3.2. Test Uji Coba Ujian Sekolah, Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN)
dan Ujian Nasional (try Out) ................................................................
3.3. Petunjuk Teknis Ujian Nasional ............................................................
3.4. Pedoman Penilaian .............................................................................
3.5. Kriteria Kelulusan ................................................................................

BAB IV PEMBIAYAYAAN

BAB V PENUTUP
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Ujian Nasional (UN) merupakan kegiatan pengukuran dan penilaian pencapaian
kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata
pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
UN terbagi dalam ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) dan ujian nasional
berbasis komputer (UNBK). Ujian Sekolah/Madrasah terbagi menjadi Ujian Sekolah
Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Sekolah (US). Ujian Sekolah (US) adalah kegiatan
yang dilakukan oleh Satuan Pendidikan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta
didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari Sekolah/Madrasah.
Demi keberhasilan pelaksanaannya maka diperlukan Perisapaan Pemantapan Ujian
Nasional dan Penambahan Mata Pelajaran Kelas IX agar pelaksanaan UN, USBN dan US
dapat berjalan lancar, efektif, dan efisien.
Program Kegiatan Perisapaan Pemantapan Ujian Nasional dan Penambahan Mata
Pelajaran Kelas IX di SMP Negeri 10 Banjar ini perlu dibuat, sebagai acuan sebagaimana
ketentuan-ketentuan peraturan yang ada.

1.2. Dasar Hukum


Program Kegiatan Perisapaan Pemantapan Ujian Nasional dan Penambahan Mata
Pelajaran Kelas IX di SMP Negeri 10 Banjar ini didasarkan pada :
a. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4301).
b. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Stándar Nasional
Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4496); sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaga Negara Republik
Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5410); sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
(Lembaran Negara 45 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5670 tanggal 6 Maret
2015).
c. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 23,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 5157);
d. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 Tahun 2014 tentang
Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum Tahun 2013.
e. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2015 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
f. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 53 Tahun 2015 tentang
Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan
Dasar dan Pendidikan Menengah.
g. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang
Standar Penilaian Pendidikan.
h. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2017 tentang
Penilaian Hasil Belajar Oleh Pemerintah dan Penilaian Hasil Belajar Oleh Satuan
Pendidikan
i. Surat Keputusan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor
0271/SKEP/BSNP/I/2017 Tentang Kisi-Kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional
Tahun Pelajaran 2016/2017;
j. Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor: 0043/P/BSNP/I/2017
tanggal 23 Januari 2017 Tentang Prosedur Operasi Standar Penyelenggaraan
Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2016/2017;
k. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 08/D/HK/2017 Tentang Prosedur
Operasional Standar Ujian Sekolah Berstandar Nasional Pada Pendidikan Dasar
dan Menengah Tahun Pelajaran 2016/2017.

1.3. Maksud dan Tujuan


a. Untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa kelas IX Tahun Pelajaran
2018/2019.
b. Sebagai persiapan dan pemantapan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2018/2019
c. Mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan di SMP Negeri 10 Banjar
d. Bahan pertimbangan dalam seleksi peserta didik baru pada kelas yang lebih
tinggi.

1.4. Manfaat/ Fungsi


a. Alat pengendali mutu pendidikan di SMP Negeri 10 Banjar
b. Pendorong peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 10 Banjar
c. Bahan pertimbangan dalam persiapan siswa dalam Pelaksanaan Ujian Nasional.

1.5. Sasaran
Seluruh siswa/siswi kelas IX SMP Negeri 10 Banjar yang terdatar sebagai peserta
Uian Nasional Tahun Pelajaran 2018/2019

1.6. Sistematika
Sistematika proposal ini adalah sebagai berikut:
Lembar Pengesahan .........................................................................................
Daftar Isi .........................................................................................................
Kata Pengantar
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ....................................................................
1.2. Dasar Hukum …………………………………………………………………..
1.3. Maksud dan Tujuan .............................................................
1.4. Fungsi ................................................................................
1.5. Sasaran ..............................................................................
1.6. Sistematika .........................................................................

BAB II PENGORGANISASIAN
2.1. Struktur Organisasi ..............................................................
2.2. Panitia Penyelenggara .........................................................
2.3. Uraian Tugas Panitia ..........................................................
2.4. Susunan Guru Pengampu Penambahan Jam Pelajaran Kelas IX
(Pengayaan) ......................................................................
2.5. Susunan Pengawas Test Uji Coba Ujian Nasional ...................
2.5. Datar Peserta Test Uji Coba Ujian Nasional ............................
BAB III DESKRIPSI RENCANA KEGIATAN PERSIAPAN PEMANTAPAN UJIAN
SEKOLAH, UJIAN SEKOLAH BERBASIS NASIONAL (USBN) DAN UIJAN
NASIONAL SERTA PENAMBAHAN JAM PELAJARAN KELAS IX
(PENGAYAAN)
3.1. Program Penambahan Jam Pelajaran Kelas IX (Pengayaan) .............
3.2. Test Uji Coba Ujian Sekolah, Ujian Sekolah Berbasis Nasional
(USBN) dan Ujian Nasional (try Out) ..............................................
3.3. Petunjuk Teknis Ujian Nasional ......................................................
3.4. Pedoman Penilaian .......................................................................
3.5. Kriteria Kelulusan .........................................................................

BAB IV PEMBIAYAYAAN

BAB V PENUTUP
BAB II
PENGORGANISASIAN

2.1. Penanggung Jawab Kegiatan


Panggung Jawab kegiatan ini adalah Kepala SMP Negeri 10 Banjar beserta Wakil
Kepala Sekolah dan Komite SMP Negeri 10 Banjar
2.2. Panitia Penyelenggara
1. Penanggung Jawab : 1. Kepala SMP Negeri 10 Banjar
2. Sobar, S.Pd
2. Ketua : Rd. Friska Mahyudin Syah, S.Pd., M.Pd
3. Sekretaris : Iyus Mulyati, S.Pd
4. Bendahara : Nina Irawati, S.Pd
5. Anggota : 1. Saepudin, S.Pd
2. Otong Kustendi, S.Pd
3. Saepudin, S.Pd
6. Seksi-Seksi
1. Kesekretariatan : R. Zakiyyatu Sa’diyyah, SE
2. Pengepakan dan : 1. Eris Rosidah
Penggandaan 2. Ela Nurlela Agustin
3. Mira Amelia Kusuma Dewi, S.Pd

3. Penanggungjawab : Edi Heryadi


Ruangan/pemasangan
nomor
4. Pengawas dan Pemeriksa : Guru Mata Pelajaran
5. Pencatat Kehadiran dan : Wina Purnamasari
Ketidakhadiran
6. Pembukuan, Laporan : Panitia
Akhir dan Dokumentasi

2.3. Uraian Tugas Panitia Penyelenggara


a. Ketua Penyelenggara
1. Melaksanakan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan ulangan mulai
dari persiapan, pelaksanaan sampai dengan pelaporan.
2. Memberi petunjuk dan pengarahan kepada kerabat kerja tentang ulangan
agar berjalan tertib, aman dan lancar.
b. Sekretaris
1. Membantu tugas dan ikut mempertanggungjawabkan tugas Ketua
Penyelenggara.
2. Melaksanakan :
a. Teknis pelaksanaan administrasi ulangan akhir semester.
b. Mengatur dan menempatkan kerabat kerja untuk melaksanakan tugas
yang telah ditentukan.
3. Memberikan masukan yang perlu kepada Ketua sejak persiapan,
pelaksanaan dan pelaporan sehingga pelaksanaan kegiatan berjalan
berdasarkan ketentuan yang berlaku.
c. Bendahara :
1. Membantu tugas dan ikut mempertanggungjawabkan tugas Ketua
Penyelenggara.
2. Membantu dan mempertanggungjawabkan tugas sekretaris dalam hal:
a. Teknis administrasi
b. Teknis Penyelenggaraan
c. Adminitrasi Keuangan
d. Seksi-seksi :
1. Peneliti Naskah Soal/Pengumpul Naskah Soal dan Kisi-kisi :
a. Menerima dan mengamankan naskah ulangan akhir semester dan kisi-
kisi dari guru pengajar bidang studi untuk diteliti dan ditik kedalam
sheet.
b. Memberitahukan kepada guru pengajar apabila menemukan bahan
yang perlu diralat sebelum ditik kedalam sheet.
c. Menyiapkan sheet naskah yang telah diteliti bersama guru pengajar.
2. Pengetikan Naskah Soal Ulangan Umum :
a. Membantu ketua penyelenggara dan ikut mempertanggungjawabkan
tentang pengetikan naskah soal ulangan akhir semester dari komputer
ke dalam sheet.
b. Meneliti kembali dengan cermat apabila perlu ralat senantiasa
berhubungan dengan KKP sebelum diperbanyak.
c. Setiap selesai pengetikan pada sheet senantiasa dijaga keamanan dan
ketertibannya.
d. Diharapkan semua dapat selesai dengan jadwal yang telah ditentukan
untuk seterusnya diserahkan dan diperbanyak.
3. Perbanyakan dan Pengepakan Naskah Soal Ulangan Akhir Semester:
a. Membantu tugas dan ikut mempertanggungjawabkan tugas-tugas
penyelenggara dalam hal perbanyakan naskah soal ulangan akhir
semester.
b. Melaksanakan tugas perbanyakan naskah soal bidang studi yang
diteskan dengan sebaik-baiknya sebanyak yang telah ditentukan
sesuai dengan Pedoman/ Petunjuk Pelaksanaan.
c. Menyampaikan hasil perbanyakan naskah soal bidang studi yang
diteskan pada saat itu juga kepada Petugas/ Panitia Terkait untuk
distel.
d. Setiap selesai melaksanakan perbanyakan naskah soal, sheet bidang
studi yang berkait serta naskah soal yang gagal/rusak dihitung dan
segera diamankan serta dilaporkan kepada Ketua Panitia.
e. Setiap kerabat kerja panitia yang terlibat hendaknya bekerja serius,
cermat dan hati-hati sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat
diatasi sebelumnya.
f. Naskah soal ulangan umum selanjutnya diserahterimakan kepada
Bagian Kurikulum Sekolah untuk diamankan sebagai dokumen
Sekolah.
4. Persiapan Ruangan Ulangan Akhir Semester dan pemasangan nomor:
a. Melaksanakan tugas Kepala Sekolah dan ikut
mempertanggungjawabkan tentang pelaksanaan Ulangan Akhir
Semester:
b. Mengadakan perbaikan ruangan bila dianggap perlu,
c. Mengamankan gambar-gambar dan alat-alat yang perlu, sesuai
dengan ketentuan.
d. Membersihkan ruangan yang akan dipakai.
e. Menempelkan nomor peserta pada meja dan nomor ruang pada
pintu/kaca.
f. Wajib segera melapor kepada ketua penyelenggara apabila selama
ini ada ruangan yang ada kerusakan.
5. Piket atau Pengamanan Dokumen Negara :
a. Membantu tugas dan ikut mempertanggungjawabkan keamanan,
keutuhan Dokumen Negara yang telah disiapkan pada tempat yang
telah ditentukan.
b. Mengadakan piket terutama pada malam hari untuk menjaga
keamanan selama dokumen negara tersimpan.
c. Wajib segera melapor kepada ketua penyelenggara apabila selama
ini ia bertugas mendapat hal-hal yang tidak diinginkan.
6. Konsumsi :
a. Ikut membantu tugas penyelenggara dalam hal pengadaan konsumsi
para pengawas dan kerabat kerja,
b. Memberitahukan kepada ketua penyelenggara apabila datang tamu
selama ulangan agar segera mendapat pelayanan dengan ketentuan
yang berlaku.
c. Menerima tugas-tugas khusus dari Ketua Panitia sehubungan dengan
hal-hal terkait.
7. Pencatat Kehadiran dan Ketidak Hadiran :
Petugas Pencatat Kehadiran dan Ketidak Hadiran membantu ketua
penyelenggara dan ikut mempertanggungjawabkan pelaksanaan ulangan
akhir semester yang telah ditentukan dengan jalan :

a. Menyampaikan daftar hadir pengawas dan ikut


mempertanggungjawabkan atas keamanan absen tersebut.
b. Menyampaikan kehadiran peserta ulangan akhir semester kepada
Ketua Panitia.
c. Menyampaikan daftar hadir untuk ditandatangani Ketua Panitia dan
kerabat kerja yang terlibat di ruang tugas.
d. Memberi laporan kepada sekretaris agar segera mengambil langkah
untuk ditindak lanjuti.
2.4. Susunan Guru Pengampu Penambahan Jam Pelajara Kelas IX (Pengayaan)

No Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Jenis Ujian

1 PAI Ani Sri Mulyani, S.Pd.I IX USBN

2 PKn Saepudin, S.Pd IX USBN

3 IPS Dra, Meike Iriyani IX USBN

4 Bahasa Indonesia Imas Sri Sukarningsih, S.Pd.Ind IX US/ UN

5 IPA Drs, Oyo Sugianto IX US/ UN

6 Matematika Iyus Mulyati, S.Pd IX US/ UN

7 Bahasa Inggris Rd. Friska M Syah, S.Pd., M.Pd IX US/ UN


2.5. Susunan Pengawas Test Uji Coba Ujian Nasional (Tr Out)
Susunan Pengawas Test Uji Coba Ujian Nasional antara lain:
No Nama NIP/NUPTK Mata Pelajaran
1. SUTRITASIH 196406111986032019 Seni Budaya
2. IMAS SRI SUKARNINGSIH 196212041984032004 Bahasa Indonesia
3. Dra, MEIKE IRIYANI 196005282006042002 IPS
4. IYUS MULYATI, S.Pd 198009082005012010 Matematika
5. ARIEF PRAYUDO, S.Pd 4646766668120002 PLH
6. ANI SRI MULYANI, S.Pd.I 1946766670220002 PAI
7. RINI NURAENI, S.Pd 2036767669220003 BP/BK
8. YENI FITRIYANI, S.Pd 0237755656300073 Basa Sunda

2.6. Daftar Peserta Test Uji Coba Ujian Nasional


3. Peserta Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Sekolah (US) dan Ujian
Nasional tahun pelajaran 2018/2019 adalah sebagai berikut:

Jumlah Siswa

No Ruang L P Jumlah

1 I 11 9 20

2 II 11 9 20

3 III 6 4 10

4 IV 9 6 15

Jumlah 37 28 65
BAB III
DESKRIPSI RENCANA KEGIATAN PERSIAPAN PEMANTAPAN UJIAN SEKOLAH,
UJIAN SEKOLAH BERBASIS NASIONAL (USBN) DAN UIJAN NASIONAL SERTA
PENAMBAHAN JAM PELAJARAN KELAS IX (PENGAYAAN)

3.1. Program Penambahan Jam Pelajaran


3.1.1. Gambaran Umum
Kemampuan sekolah dalam mengelola pembelajaran sangat bervariasi –
sebagian mampu mengelolanya dengan baik, sementara lainnya kurang baik. Sekolah yang
mampu mengelola pembelajarannya dengan baik akan menghasilkan lulusan yang bermutu
dan sebaliknya. Di samping pengelolaan pembelajaran, perbedaan kemampuan akademik
awal siswa juga berpengaruh pada mutu lulusan. Masih banyak siswa yang kemampuan
akademik awalnya di bawah rata-rata yang dipersyaratkan. Hal ini terjadi antara lain pada
siswa SMP Terbuka dan/atau siswa SMP reguler yang berada di daerah yang sulit terjangkau
dan/atau terbatas sumber daya pendidikannya. Siswa-siswa pada sekolah tersebut
memerlukan dukungan yang lebih agar dapat mencapai prestasi belajar yang memuaskan.
Untuk memfasilitasi siswa mempersiapkan dirinya menghadapi Ujian Nasional
terutama pada sekolah-sekolah tersebut, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih
mengarahkan pada penguasaan materi yang terdapat pada Kisi-kisi Ujian Nasional Tahun
2018/2019. Strategi yang dimaksud tersebut antara lain berupa penyediaan bahan
pengayaan belajar yang berisi penjelasan singkat mengenai kisi-kisi UN tahun 2018/2019,
contoh-contoh soal setara UN sesuai dengan kisi-kisi, jawaban, dan pembahasan masing-
masing soal untuk semua mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional 2018/2019.

3.1.2. Waktu Kegiatan Penambahan Jam Pelajaran/ Pengayaan


Waktu kegiatan berdasarkan jadwal yang dibuat khusus dengan masing-masing
pertemuan sebanyak 2 (dua) JP.

Bulan/ Bayak Minggu


No Mata Pelajaran Nama Guru
Nov Des Jan Feb Mar
1 PAI Ani Sri Mulyani, S.Pd.I 4 4 4 4 4

2 PKn Saepudin, S.Pd 4 4 4 4 4

3 IPS Dra, Meike Iriyani 4 4 4 4 4

4 Bahasa Indonesia Imas Sri Sukarningsih, S.Pd.Ind 4 4 4 4 4

5 IPA Drs, Oyo Sugianto 4 4 4 4 4


6 Matematika Iyus Mulyati, S.Pd 4 4 4 4 4

7 Bahasa Inggris Rd. Friska M Syah, S.Pd 4 4 4 4 4

3.1.3. Acuan yang Digunakan


Bahan pengayaan ini disusun berdasarkan pada:
1. Kisi-kisi Ujian Nasional yang tertuang dalam Permendiknas nomor 75 Tahun
2009 tentang Ujian Nasional tahun 2018/2019
2. Standar Isi (Permen Diknas Nomor 22 Tahun 2006)
3. Standar Isi Kurikulum 2013
4. Standar Kompetensi Lulusan Kurikulum 2013

3.1.4. Lingkup Materi Pengayaan Pembelajaran Bagi Siswa SMP


Materi Pengayaan Pembelajaran Bagi Siswa SMP meliputi mata pelajaran
Matematika, IPA (Fisika dan Biologi), Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris dan
dikembangkan dari kisi-kisi Ujian Nasional 2018/2019 yang tercantum dalam Permendiknas
dengan menyisipkan sebagian materi SKL kurikulum 2013

3.1.5. Penggunaan Materi Pengayaan Pembelajaran Bagi Siswa SMP


Materi Pengayaan Pembelajaran Bagi Siswa SMP dapat dimanfaatkan oleh guru
untuk pengayaan pembelajaran di SMP dan yang sederajat termasuk SMP Terbuka.
Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh guru dalam memanfaatkan materi pengayaan
pembelajaran bagi siswa SMP ini sebagai berikut:
1. Pelajari keseluruhan materi ini secara seksama.
2. Telaah apakah materi tersebut sebenarnya telah dikuasai oleh sebagian besar siswa
SMP atau belum.
3. Kelompokkan hasil telaah tersebut, sehingga diketahui mana materi yang masih
diperlukan untuk program pengayaan dan perbaikan dan mana yang sudah tidak
diperlukan lagi.
4. Melaksanakan program pengayaan dan perbaikan untuk materi yang belum dikuasai
siswa.
Untuk memperkaya materi pengayaan pembelajaran bagi siswa SMP ini, guru
diharapkan dapat mengembangkan soal-soal latihan sendiri. Belum semua kemampuan yang
diuji yang terdapat pada kisi-kisi Ujian Nasional 2018/2019 dituangkan ke dalam bentuk
soal-soal. Soal-soal latihan yang ada pada bahan pengayaan ini baru dituangkan dari
kemampuan-kemampuan yang esensial. Oleh karena itu sebaiknya guru mengembangkan
soal-soal latihan untuk kemampuan-kemampuan yang soalnya belum dicontohkan pada
bahan pengayaan ini agar siswa mendapatkan pengalaman yang lebih luas sehingga
menjadi siap untuk menghadapi ujian nasional tahun pelajaran 2009/2010

3.2. Test Uji Coba Ujian Sekolah, Ujian Sekolah Berbasis Nasional (Try Out)
3.2.1. Gambaran Umum
Sesuai dengan Kalender Pendidikan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik
Indonesia nomor 75 tahun 2009 tentang Ujian Nasional SMP/MTs, SMPLB, SMA/MAN,
SMALB, dan SMK. Ujian Nasional tahun pelajaran 2018/2019 akan dilaksanakan pada
minggu kedua bulan Mei 2018. Sehubungan dengan hal tersebut SMP Negeri 10 Banjar
berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan Menyelenggarakan “Test Uji Coba
Uian Nasional”. Materi tersebut dapat digunakan sebagai sumber belajar bagi siswa SMP
atau yang sederajat termasuk siswa SMP Terbuka dalam mempersiapkan diri menghadapi
ujian nasional. Adapun kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 3 (tiga) tahap, yakni 2 (dua)
kegiatan yang dibiaya oleh Dana BOS dan satu kegiatan dari Dinas Provinsi Jawa Barat
Materi Pengayaan Pembelajaran Bagi Siswa SMP ini berisi tentang Standar
Kompetensi Lulusan (SKL) beserta penjabarannya, soal-soal esensial dan sulit dengan kunci
jawaban beserta pembahasannya yang mengacu pada indikator masing-masing SKL. Secara
berurutan dibahas untuk mata pelajaran Matematika, IPA (Fisika dan Biologi), Bahasa
Indonesia dan Bahasa Inggris.

3.2.2. Waktu Kegiatan


Waktu kegiatan Test Uji Coba Ujian Sekolah, Ujian Sekolah Berstandar Nasional
(USBN) dan Ujian Nasional dilaksanakan menjadi 3 (tiga) Tahap. 2 (dua) tahap dibiayai oleh
dana BOS dan 1 (satu) tahap dibiayai oleh Dinas Provinsi Jawa Barat, dengan susunan
Jadwal dalam tabel berikut ini:
No Kegiatan Hari/ Tanggal Keterangan
1 Try Out I Senin s.d Selasa, 15 – 16 Januari 2018 Mandiri/ Sekolah
2 Try Out II Senin s.d Selasa, 26 – 27 Februari 2018 Mandiri/ Sekolah
3 Tr Out III Senin s.d Kamis, 12 – 15 Maret 2018 Dinas Provinsi
*Keterangan : Waktu dapat berubah sesuai surat edaran dari disdikbud Kota Banjar

3.3. Petunjuk Teknis Ujian Nasional


3.3.1. Penetapan Sekolah/Madrasah Pelaksana UNKP
1. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi atau Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota sesuai kewenangannya menetapkan sekolah/
madrasah pelaksana UNKP yang memenuhi kriteria seperti yang telah
diuraikan dalam BAB III huruf E.
2. Satuan pendidikan yang ditetapkan sebagai pelaksana UNKP tidak
melaksanakan UNBK.
3. Peserta UN yang memerlukan pengaturan khusus diatur pada BAB XIV.
3.3.2. Penetapan Pengawas Ruang UNKP
1. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota sesuai dengan
kewenangannya menetapkan pengawas ruang UNKP yang memenuhi
kriteria dan persyaratan.
2. Mekanisme Penetapan Pengawas
a. Sekolah/Madrasah mengirimkan usulan calon pengawas ke Panitia
UN Tingkat Provinsi atau Kabupaten/Kota.
b. Panitia UN Tingkat Provinsi atau Kabupaten/Kota sesuai dengan
kewenangannya menetapkan pengawas ruang ujian.
3.3.3. Prosedur Pelaksanaan UNKP
1. Ruang UNKP
Panitia UN Tingkat Satuan Pendidikan menetapkan ruang ujian dengan
persyaratan sebagai berikut.
a. Ruang ujian aman dan layak untuk pelaksanaan ujian;
b. Setiap ruangan maksimum diisi oleh 20 peserta ujian dan diawasi
oleh dua orang pengawas;
c. Setiap ruang ujian ditempel pengumuman yang bertuliskan
”DILARANG MASUK RUANGAN SELAIN PESERTA UJIAN DAN PENGAWAS.
TIDAK DIPERKENANKAN MEMBAWA ALAT KOMUNIKASI DAN/ATAU
KAMERA DALAM RUANG UJIAN.”
d. Setiap ruang ujian disediakan denah tempat duduk peserta ujian
dengan disertai foto peserta yang ditempel di pintu masuk ruang
ujian;
e. Setiap ruang ujian memiliki pencahayaan dan ventilasi yang cukup;
f. Gambar atau alat peraga yang berkaitan dengan materi ujian
dikeluarkan dari ruang ujian;
g. Tempat duduk peserta ujian diatur sesuai dengan nomor urut
peserta ujian.
h. Penempatan peserta UN sesuai dengan mata pelajaran pilihan dan
memperhatikan nomor urut peserta.
i. Ruang ujian sudah dipersiapkan paling lambat 1 (satu) hari
sebelum ujian dimulai.
3.3.4. Pengawas Ruang UNKP
a. Pengawas ruang ujian harus menandatangani surat pernyataan
bersedia menjadi pengawas ruang sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
b. Pengawas ruang ujian tidak diperkenankan membawa perangkat
komunikasi elektronik, kamera, dan sejenisnya serta membawa bahan
bacaan lain ke dalam ruang ujian.
c. Penempatan pengawas ruang ditentukan dengan sistem silang antar
satuan pendidikan dalam satu kabupaten/kota.
d. Pengawas memastikan peserta ujian adalah peserta yang terdaftar dan
menempati tempat masing-masing.
e. Pengawas mencatat hal-hal yang tidak sesuai dengan POS dalam berita
acara pelaksanaan UNKP.
f. Pengawas membuat dan mengirimkan berita acara pelaksanaan dan
daftar hadir ke Kabupaten/Kota.
3.3.5. Tata Tertib Pengawas Ruang Ujian
a. Di Ruang Sekretariat UN
1) Pengawas ruang harus hadir di lokasi pelaksanaan ujian 45 menit
sebelum ujian dimulai;
2) Pengawas ruang menerima penjelasan dan pengarahan dari Ketua
Panitia UN Tingkat Satuan Pendidikan;
3) Pengawas ruang mengisi dan menandatangani pakta integritas;
4) Pengawas ruang menerima bahan UN yang berupa naskah soal UN,
amplop pengembalian LJUN, daftar hadir, dan berita acara
pelaksanaan UN;
5) Pengawas ruang memeriksa kondisi bahan UN dalam keadaan baik
di dalam amplop naskah yang masih tersegel.
3.3.6. Di Ruang Ujian
a. Pengawas ruang masuk ke dalam ruangan 20 menit sebelum waktu
pelaksanaan ujian untuk melakukan secara berurutan:
1. memeriksa kesiapan ruang ujian;
2. mempersilakan peserta UN untuk memasuki ruangan dengan
menunjukkan kartu peserta UN dan meletakkan tas peserta ujian di
bagian depan ruang ujian, serta menempati tempat duduk sesuai
dengan nomor yang telah ditentukan;
3. memeriksa dan memastikan setiap peserta UN hanya membawa
pensil, penghapus, peraut, dan penggaris yang akan dipergunakan
ke tempat duduk masing-masing;
4. memeriksa dan memastikan amplop soal dalam keadaan tertutup
rapat (tersegel), membuka amplop tersebut disaksikan oleh peserta
ujian;
5. membacakan tata tertib peserta UN;
6. membagikan naskah soal UN dengan cara meletakkan di atas meja
peserta dalam posisi tertutup (terbalik);
7. kelebihan naskah soal UN selama ujian berlangsung tetap disimpan
di ruang ujian dan tidak diperbolehkan dibaca oleh pengawas
ruangan;
8. memberikan kesempatan kepada peserta ujian untuk mengecek
kelengkapan soal;
9. mewajibkan peserta untuk menuliskan nama dan nomor ujian pada
kolom yang tersedia pada LJUN dan naskah soal;
10. mewajibkan peserta ujian untuk melengkapi isian pada LJUN secara
benar;
11. memastikan peserta UN telah mengisi identitas dengan benar
sesuai dengan kartu peserta;
12. mewajibkan peserta ujian untuk memisahkan LJUN dengan naskah,
secara hati-hati agar tidak rusak;
13. memastikan peserta ujian menandatangani daftar hadir;
14. mengingatkan peserta agar terlebih dahulu membaca petunjuk cara
menjawab soal;
15. memimpin doa dan mengingatkan peserta untuk bekerja dengan
jujur;
16. mempersilakan peserta UN untuk mulai mengerjakan soal;
17. Selama UN berlangsung, pengawas ruang UN wajib:
a) menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang
ujian;
b) memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang
melakukan kecurangan;
c) melarang orang yang tidak berwenang memasuki ruang UN
selain peserta ujian; dan
d) menaati larangan di antaranya dilarang merokok di ruang
ujian, mengobrol, membaca, memberi isyarat, petunjuk, dan
bantuan apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban
dari soal UN yang diujikan.
18. Lima (5) menit sebelum waktu ujian selesai, pengawas ruang
memberi peringatan kepada peserta ujian bahwa waktu tinggal lima
menit;
19. Setelah waktu ujian selesai, pengawas ruang ujian:
a) mempersilakan peserta ujian untuk berhenti mengerjakan soal;
b) mempersilakan peserta ujian meletakkan naskah soal dan LJUN
di atas meja dengan rapi;
c) mengumpulkan LJUN dan naskah soal UN;
d) menghitung jumlah LJUN sama dengan jumlah peserta UN; bila
sudah lengkap mempersilakan peserta UN meninggalkan ruang
ujian;
e) menyusun secara urut LJUN dari nomor peserta terkecil dan
memasukkannya ke dalam amplop LJUN disertai dengan satu
lembar daftar hadir peserta, satu lembar berita acara
pelaksanaan, kemudian DITUTUP, DILEM/DILAK serta
DITANDATANGANI oleh pengawas ruang UN DI DALAM
RUANG UJIAN;
f) menyusun naskah soal secara urut dari nomor peserta terkecil
termasuk naskah cadangan yang tidak digunakan dan
memasukkannya ke dalam amplop naskah soal; serta me-lem
amplop naskah tersebut dibubuhi tanda tangan dan stempel
sekolah;
g) menyerahkan amplop LJUN yang sudah dilem dan
ditandatangani, dan satu lembar daftar hadir peserta dan satu
lembar berita acara pelaksanaan UN kepada Panitia UN Tingkat
Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan membubuhi
stempel Satuan Pendidikan pada amplop pengembalian LJUN
tersebut;
h) menyerahkan naskah soal UN yang sudah dipakai, sudah di-
lem, dan sudah dibubuhi tanda tangan dan stempel sekolah
kepada Panitia UN Tingkat Sekolah/ Madrasah/Pendidikan
Kesetaraan untuk disimpan di tempat yang aman.
3.3.7. Tata Tertib Peserta Ujian Nasional
Peserta UN:
a) memasuki ruangan setelah tanda masuk dibunyikan, yakni 15 (lima
belas) menit sebelum ujian dimulai;
b) yang terlambat hadir hanya diperkenankan mengikuti ujian setelah
mendapatkan izin dari Ketua Panitia UN Tingkat Sekolah/Madrasah,
tanpa diberikan perpanjangan waktu jika terlambat hadir;
c) dilarang membawa perangkat komunikasi elektro
d) nik dan optik, kamera, kalkulator, dan sejenisnya ke dalam ruang ujian;
mengumpulkan tas, buku, dan catatan dalam bentuk apapun di dalam
ruang kelas di bagian depan selama ujian berlangsung;
e) membawa alat tulis menulis berupa pensil 2B, karet penghapus, peraut,
penggaris, dan kartu tanda peserta ujian;
f) mengisi daftar hadir dengan menggunakan pulpen yang disediakan oleh
pengawas ruangan;
g) mengisi identitas pada halaman pertama butir naskah soal dan identitas
pada LJUN secara lengkap dan benar serta menyalin pernyataan “Saya
mengerjakan UN dengan jujur” dan menandatanganinya;
h) jika memerlukan penjelasan cara pengisian identitas pada LJUN dapat
bertanya kepada pengawas ruang UN dengan cara mengacungkan
tangan terlebih dahulu;
i) diberi kesempatan untuk mengecek ketepatan antara sampul naskah
dan isi naskah serta mengecek kelengkapan soal, mulai dari
kelengkapan halaman soal sampai kelengkapan nomor soal;
j) jika memperoleh naskah soal/LJUN yang cacat, rusak, atau LJUN
terlipat, maka naskah soal beserta LJUN-nya tersebut diganti dengan
naskah soal cadangan yang terdapat di ruang tersebut atau di ruang
lain;
k) jika tidak memperoleh naskah soal/LJUN karena kekurangan
naskah/LJUN, maka peserta yang bersangkutan diberikan naskah
soal/LJUN cadangan yang terdapat di ruang lain atau sekolah/madrasah
yang terdekat;
l) memisahkan LJUN dari naskah soal secara hati-hati;
m) mulai mengerjakan soal setelah ada tanda waktu mulai ujian;
n) selama UN berlangsung, hanya dapat meninggalkan ruangan dengan
izin dan pengawasan dari pengawas ruang ujian;
o) selama UN berlangsung, dilarang:
1) menanyakan jawaban soal kepada siapa pun;
2) bekerjasama dengan peserta lain;
3) memberi atau menerima bantuan dalam menjawab soal;
4) memperlihatkan pekerjaan sendiri kepada peserta lain atau melihat
pekerjaan peserta lain;
5) membawa naskah soal UN dan LJUN keluar dari ruang ujian;
6) menggantikan atau digantikan oleh orang lain.
p) jika meninggalkan ruangan setelah membaca soal dan tidak kembali lagi
sampai tanda selesai dibunyikan, dinyatakan telah selesai
menempuh/mengikuti UN pada mata pelajaran yang terkait;
q) jika telah selesai mengerjakan soal sebelum waktu UN berakhir tidak
diperbolehkan meninggalkan ruangan sebelum berakhirnya waktu ujian;
r) berhenti mengerjakan soal setelah ada tanda berakhirnya waktu ujian;
dan
s) meninggalkan ruangan setelah ujian berakhir.

3.4. Pedoman Penilaian


3.4.1. Deskripsi Penilaian
Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur
pencapaian hasil belajar peserta didik. Pengumpulan informasi tersebut ditempuh melalui
berbagai teknik penilaian, menggunakan berbagai instrumen, dan berasal dari berbagai
sumber. Penilaian harus dilakukan secara efektif. Oleh karena itu, meskipun informasi
dikumpulkan sebanyak-banyaknya dengan berbagai upaya, tapi kumpulan informasi tersebut
tidak hanya lengkap dalam memberikan gambaran, tetapi juga harus akurat untuk
menghasilkan keputusan.
Pengumpulan informasi pencapaian hasil belajar peserta didik memerlukan metode
dan instrumen penilaian, serta prosedur analisis sesuai dengan karakteristiknya masing-
masing. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi dengan KD sebagai
kompetensi minimal yang harus dicapai oleh peserta didik.
Untuk mengetahui ketercapaian KD, pendidik harus merumuskan sejumlah indikator
sebagai acuan penilaian. Pendidik atau sekolah juga harus menentukan kriteria untuk
memutuskan apakah seorang peserta didik sudah mencapai KKM atau belum.
Penilaian tidak hanya difokuskan pada hasil belajar tetapi juga pada proses belajar. Peserta
didik dilibatkan dalam proses penilaian terhadap dirinya sendiri dan penilaian antar teman
sebagai sarana untuk berlatih melakukan penilaian. Di bawah ini diuraikan secara singkat
berbagai pendekatan penilaian, prinsip penilaian, serta penilaian dalam Kurikulum 2013.
Penilaian harus memperhatikan prinsip-prinsip berikut.
1. Sahih
Agar sahih (valid), penilaian harus dilakukan berdasar pada data yang
mencerminkan kemampuan yang diukur. Untuk memperoleh data yang dapat
mencerminkan kemampuan yang diukur harus digunakan instrumen yang sahih
juga, yaitu instrumen yang mengukur apa yang seharusnya diukur.
2. Objektif
Penilaian tidak dipengaruhi oleh subjektivitas penilai. Karena itu perlu
dirumuskan pedoman penilaian (rubrik) sehingga dapat menyamakan persepsi
penilai dan meminimalisir subjektivitas, apalagi dalam penilaian kinerja yang
cakupan, otentisitas, dan kriteria penilaiannya sangat kompleks. Untuk penilai
lebih dari satu perlu dilihat reliabilitas atau konsistensi antar penilai
(interraterreliability) untuk menjamin objektivitas setiap penilai.
3. Adil
Penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena
perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial
ekonomi, gender, dan hal-hal lain. Perbedaan hasil penilaian semata-mata
harus disebabkan oleh berbedanya capaian belajar peserta didik pada
kompetensi yang dinilai.
4. Terpadu
Penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan
dari kegiatan pembelajaran. Penilaian merupakan proses untuk mengetahui
apakah suatu kompetensi telah tercapai. Kompetensi tersebut dicapai melalui
serangkaian aktivitas pembelajaran. Karena itu penilaian tidak boleh terlepas
apalagi melenceng dari pembelajaran. Penilaian harus mengacu pada proses
pembelajaran yang dilakukan.
5. Terbuka
Prosedur penilaian dan kriteria penilaian harus terbuka, jelas, dan dapat
diketahui oleh siapapun. Dalam era keterbukaan seperti sekarang, pihak yang
dinilai dan pengguna hasil penilaian berhak tahu proses dan acuan yang
digunakan dalam penilaian, sehingga hasil penilaian dapat diterima oleh siapa
pun.
6. Menyeluruh dan Berkesinambungan
Penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan
menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau
perkembangan kemampuan peserta didik atau peserta didik. Instrumen
penilaian yang digunakan, secara konstruk harus merepresentasikan aspek
yang dinilai secara utuh. Penilaian dilakukan dengan berbagai teknik dan
instrumen, diselenggarakan sepanjang proses pembelajaran, dan
menggunakan pendekatan assessment as learning, for learning, dan of learning
secara proporsional.
7. Sistematis
Penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-
langkah baku. Penilaian sebaiknya diawali dengan pemetaan. Dilakukan
identifikasi dan analisis KD, dan indikator ketercapaian KD. Berdasarkan hasil
identifikasi dan analisis tersebut dipetakan teknik penilaian, bentuk instrumen,
dan waktu penilaian yang sesuai.
8. Beracuan kriteria
Penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi menggunakan acuan kriteria.
Artinya untuk menyatakan seorang peserta didik telah kompeten atau belum
bukan dibandingkan terhadap capaian teman-teman atau kelompoknya,
melainkan dibandingkan terhadap kriteria minimal yang ditetapkan. Peserta
yang sudah mencapai kriteria minimal disebut tuntas, dapat melanjutkan
pembelajaran untuk mencampai kompetensi berikutnya, sedangkan peserta
didik yang belum mencapai kriteria minimal wajib menempuh remedial.
9. Akuntabel
Penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur,
maupun hasilnya. Akuntabilitas penilaian dapat dipenuhi bila penilaian
dilakukan secara sahih, objektif, adil, dan terbuka, sebagaimana telah diuraikan
di atas. Bahkan perlu dipikirkan konsep meaningful assessment. Selain
dipertanggungjawabkan teknik, prosedur, dan hasilnya, penilaian juga harus
dipertanggungjawabkan kebermaknaannya bagi peserta didik dan proses
belajarnya.

3.4.2. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)


Kriteria Ketuntasan Minimal yang selanjutnya disebut KKM adalah kriteria ketuntasan
belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada standar kompetensi
lulusan. Dalam menetapkan KKM, satuan pendidikan harus merumuskannya secara bersama
antara kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan lainnya. KKM dirumuskan
setidaknya dengan memperhatikan 3 (tiga) aspek: karakteristik peserta didik (intake),
karakteristik mata pelajaran (kompleksitas materi/kompetensi), dan kondisi satuan
pendidikan (daya dukung) pada proses pencapaian kompetensi.
Secara teknis prosedur penentuan KKM mata pelajaran pada satuan pendidikan
dapat dilakukan antara lain dengan cara berikut.
a. Menghitung jumlah KD setiap mata pelajaran pada masing-masing tingkat
kelas dalam satu tahun pelajaran.
b. Menentukan nilai aspek karakteristik peserta didik (intake), karakteristik mata
pelajaran (kompleksitas materi/kompetensi), dan kondisi satuan pendidikan
(daya dukung) dengan memperhatikan komponen-komponen berikut.
1) Karakteristik Peserta Didik (Intake)
Karakteristik peserta didik (intake) bagi peserta didik baru (kelas VII)
antara lain memperhatikan rata-rata nilai rapor SD, nilai ujian sekolah SD,
nilai hasil seleksi masuk peserta didik baru di jenjang SMP. Bagi peserta
didik kelas VIII dan IX antara lain diperhatikan rata-rata nilai rapor
semester-semester sebelumnya.
2) Karakteristik Mata Pelajaran (Kompleksitas)
Karakteristik Mata Pelajaran (kompleksitas) adalah tingkat kesulitan dari
masing-masing mata pelajaran, yang dapat ditetapkan antara lain melalui
expert judgment guru mata pelajaran melalui forum Musyawarah Guru
Mata Pelajaran (MGMP) tingkat sekolah, dengan memperhatikan hasil
analisis jumlah KD, kedalaman KD, keluasan KD, dan perlu tidaknya
pengetahuan prasyarat.
3) Kondisi Satuan Pendidikan (Daya Dukung)
4) Kondisi Satuan Pendidikan (Daya Dukung) meliputi antara lain (1)
kompetensi pendidik (misalnya nilai Uji Kompetensi Guru); (2) jumlah
peserta didik dalam satu kelas; (3) predikat akreditasi sekolah; dan (4)
kelayakan sarana prasarana sekolah.

Contoh Kriteria dan skala penilaian penetapan KKM


Untuk memudahkan analisis setiap KD, perlu dibuat skala penilaian yang
disepakati oleh guru mata pelajaran.

c. Menentukan KKM setiap KD dengan rumus berikut


Dalam menetapkan nilai KKM KD, pendidik/satuan pendidikan dapat juga
memberikan bobot berbeda untuk masing-masing aspek. Atau dengan
menggunakan poin/skor pada setiap kriteria yang ditetapkan.

Jika KD memiliki kriteria kompleksitas tinggi, daya dukung tinggi dan in-take
peserta didik sedang, maka nilai KKM-nya adalah:
Nilai KKM merupakan angka bulat, maka nilai KKM-nya adalah 67.
d. Menentukan KKM setiap mata pelajaran dengan rumus:

3.5. Kriteria Kelulusan


Kelulusan dan kriteria kelulusan peserta didik dari Satuan Pendidikan ditetapkan
melalui rapat dewan guru. Peserta didik dinyatakan lulus dari Satuan Pendidikan pada
Pendidikan Dasar dan Menengah setelah memenuhi syarat berikut.
a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b. Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal Baik;
c. Lulus ujian satuan pendidikan;
d. Mengikuti Ujian Nasional untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan; dan
e. Kriteria lain yang dipandang perlu oleh satuan pendidikan.
3.5.1. Perencanaan Penilaian
Satuan pendidikan menyusun perencanaan dalam bentuk PAS, PAT, US, dan USBN
yang terpadu dalam program tahunan dan program semester. Contoh format program
tahunan dan program semester terlampir.
Prosedur perencanaan penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan diuraikan sebagai
berikut.
1. Menetapkan KKM;
2. Menyusun kisi-kisi penilaian mata pelajaran;
3. Menyusun instrumen penilaian dan pedoman penskorannya;
4. Melakukan analisis kualitas instrumen;
5. Melakukan penilaian (pengujian);
6. Mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan hasil penilaian; Melaporkan
hasil penilaian; dan

3.5.2. Pemeriksaan, Pengolahan, Pemanfaatan dan Tindak Lanjut Hasil Penilaian


3.5.2.1. Pemeriksaan Hasil Penilaian
Setelah selesai melakukan penilaian (pengujian) baik PAS, PAT, US, maupun
USBN, satuan pendidikan melakukan pemeriksaan hasil penilaian. Pemeriksaan hasil
penilaian yang dilakukan oleh satuan pendidikan sebagai berikut:
a. Penskoran lembar kerja siswa yang dilakukan oleh guru (tim
guru) mata pelajaran.
b. Hasil penskoran PAS dan PAT digunakan untuk pengolahan
nilai rapor.
Hasil penilaian aspek pengetahuan dan aspek keterampilan dilaporkan dalam
bentuk nilai, predikat, dan deskripsi. Nilai US dan USBN digunakan sebagai salah
satu kriteria penentuan kelulusan.
3.5.2.2. Pengolahan
Setelah melakukan kegiatan PAS dan PAT, satuan pendidikan melakukan
pengolahan hasil penilaian. Nilai PAS dan PAT digunakan sebagai salah satu
komponen pengisian nilai rapor. Nilai setiap mata pelajaran di rapor dibandingkan
dengan KKM. Ketuntasan belajar pada kenaikan kelas adalah ketuntasan dalam
kurun waktu 1 (satu) tahun pelajaran. Jika terdapat mata pelajaran yang tidak
mencapai KKM pada semester gasal atau genap, maka dilakukan langkah-langkah
berikut.
1. Dihitung rata-rata nilai mata pelajaran semester gasal dan
genap.
2. Dihitung rata-rata KKM mata pelajaran tersebut pada
semester gasal dan genap, selanjutnya dibandingkan dengan
KKM rata-rata pada mata pelajaran tersebut. Jika hasil pada
nilai rata-rata sama atau lebih dari nilai rata-rata KKM, maka
mata pelajaran tersebut dinyatakan TUNTAS, dan sebaliknya
jika nilai rata-rata kurang dari nilai rata-rata KKM, maka mata
pelajaran tersebut dinyatakan BELUM TUNTAS.
Berikut ini gambaran untuk pengolahan nilai rapor pada aspek pengetahuan.

Dalam melakukan penghitungan Nilai Penilaian Harian (NPH), satuan


pendidikan dapat melakukan pembobotan terhadap teknik tes tulis dan penugasan.
Misalnya disepakati bahwa bobot untuk tes tulis 60% dan penugasan 40%, maka
NPH untuk:

Berikut ini data nilai aspek pengetahuan salah satu siswa bernama Tika untuk
mata pelajaran Matematika pada semester 1.

Berdasarkan data nilai PH, PTS, dan PAS, satuan pendidikan dapat melakukan
pembobotan menentukan nilai rapor. Misalnya, pengolahan nilai rapor disepakati
oleh satuan pendidikan bahwa bobot untuk NPH = 50%, NPTS = 25%, dan NPAS =
25%, maka penghitungan nilai rapor sebagai berikut.

Berdasarkan penghitungan tersebut, nilai rapor Tika untuk mata


pelajaran Matematika aspek pengetahuan 81. Berikut ini gambaran untuk
pengolahan nilai rapor pada aspek keterampilan.

Untuk KD 4.1 penilaian menggunakan nilai optimum karena teknik


penilaian yang dilakukan sama, yaitu praktik dan materi sama, serta
dilakukan lebih dari satu kali penilaian.
Untuk KD 4.4 penilaian menggunakan nilai optimum pada produk (90)
kemudian dirata-rata dengan nilai proyek (86), sehingga diperoleh nilai 88.
Nilai akhir semester diperoleh berdasarkan rata-rata nilai akhir
keseluruhan KD keterampilan yang dibulatkan, yaitu:
(90 + 86 + 75 + 88 + 85) : 5 = 84,8 = 85 (dibulatkan)
Berdasarkan penghitungan tersebut, nilai Tika untuk mata pelajaran
Matematika aspek keterampilan di rapor adalah 85. Selanjutnya disajikan
beberapa contoh pengolahan nilai rapor untuk penentuan kenaikan kelas.
Nilai yang diperoleh Tika pada Semester 2
B. Pengetahuan dan Keterampilan Kriteria Ketuntasan Minimal: 60
BAB IV
RENCANA ANGGARAN BIAYA