You are on page 1of 10

OPTIMALISASI USAHA TERNAK LELE DAN AYAM PEDAGING

MELALUI PEMELIHARAAN YANG INTENSIF


Lena Walunguru1), Marsema Kaka Mone2)
1)
Jurusan TPH Politeknik Pertanian Negeri Kupang
Email : walungurulena@yahoo.com
2)
Jurusan TPH Politeknik Pertanian Negeri Kupang
Email : sema_tph@yahoo.co.id

ABSTRACT

Kelompok Inaie dan Berkat berlokasi di RT 26 RW 09, Kelurahan Fontein,


Kota Kupang. Kelompok Inaie beternak/pembesaran lele dan Kelompok Berkat
beternak ayam. Dalam kegiatan beternak kelompok menghadap masalah yaitu
pengetahuan dan ketrampilan kelompok dalam beternak lele dan ayam terbatas;
tingkat kematian lele dan ayam tinggi; belum mengetahui cara membuat pakan
ikan dan ransum ayam; peralatan makan dan minum ayam terbatas, tidak ada
peralatan untuk membuat pakan ikan, ransum ayam, mengukur jumlah
pakan/ransum; populasi ternak terbatas karena kolam dan kandang tidak
memadai; dan belum melakukan manajemen pakan dan ransum, pencegahan
penyakit pada ternak, serta pencatatan usaha.
Kegiatan Ipteks bertujuan kelompok Inaie dan Berkat mempunyai
pengetahuan dan ketrampilan yang baik dan benar dalam beternak (ikan lele dan
ayam) didukung sarana dan prasarana penunjang dan melakukan manajemen
usaha agar produksi meningkat. Target kegiatan adalah kelompok dapat
menerapkan Ipteks yang menjadi solusi bagi masalah-masalah yang dihadapi
dalam beternak, sehingga berdampak terhadap pendapatan melalui peningkatan
hasil dan menjadi usaha yang mandiri dan produktif secara ekonomis. Target
dicapai melalui kelompok mempunyai pengetahuan dan ketrampilan beternak
(pembesaran) ikan lele dan ayam secara baik dan benar; meminimalkan kematian
ikan dan ayam melalui sterilisasi bibit ikan dan memvaksin ayam; menjaga
kebersihan kandang dan kolam (sebelum dan sesudah digunakan) dan
menggunakan air bersih dan menjaga kebersihaannya dari kotoran-kotoran;
membuat ransum ayam dan pakan ikan; menyediakan tempat makan dan minum
air yang lebih memadai; populasi ternak ditingkatkan melalui pembuatan kandang
dan kolam yang memadai; serta melakukan manajemen pakan ikan, pencegahan
penyakit, dan pembukuan sederhana usaha ternak ikan lele dan ayam.
Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka peternak perlu mendapat
pembelajaran dengan materi yang berkaitan dengan masalah-masalah dalam
beternak. Pembelajaran disampaikan dengan metode ceramah dan diskusi;
demonstrasi; praktik; rancang bangun; demplot; dan pendampingan. Pembelajaran
dilaksanakan dalam bentuk kegiatan yang direncanakan dengan tahapan
sosialisasi; persiapan alat dan bahan; pelaksanaan berupa penyampaian materi;
pembuatan peralatan penunjang, dan demplot; monitoring dan evaluasi; serta
pembuatan laporan akhir dan publikasi ilmiah.

Kata Kunci: Beternak/pembesaran ikan lele, beternak ayam pedaging, serta


mandiri dan produktif secara ekonomi

1
1. PENDAHULUAN Sedikitnya jumlah bibit lele yang dipelihara
Kelompok Inaie dan Berkat terbentuk disebabkan beberapa pertimbangan yaitu
pada tahun 2014, berlokasi di RT 26 RW 09 tingkat kematian bibit yang cukup tinggi
Kelurahan Fontein. Kelompok Inaie (dapat mencapai 40%), biaya membeli pakan
anggotanya berjumlah 10 orang dan kelompok cukup tinggi, dan ukuran kolam terutama
Berkat berjumlah 8 orang. Anggota kedua ini terpal luasnya terbatas karena terpal yang
setelah melaksanakan tugasnya (sebagai digunakan umumnya sudah lama dimana
pegawai dan kegiatan rumah tangga) banyak bagian yang robek/berlubang.
memanfaatkan waktu untuk beternak (ayam Ikan dipelihara sekedarnya sebatas
dan ikan lele), dan beberapa bertani (bertanam pengetahuan, ketrampilan, serta ketersediaan
sayuran seperti sawi, kangkung, dan tomat) di sarana prasarana. Kolam tidak dibersihkan dari
pekarangan. Kegiatan beternak dan bertani kotoran-kotoran sebelum atau sesudah
dilakukan guna mendukung kebutuhan rumah digunakan dan tidak mengganti air kolam sisa
tangga. penggunaan sebelumnya. Kolam yang tidak
Anggota kedua kelompok terutama yang bersih dan kualitas air yang jelek menjadi
beternak berkemauan agar usahanya menjadi potensi timbulnya penyakit non parasit. Bibit
produktif untuk mendukung perekonomian yang dibeli langsung dimasukkan dalam
rumah tangga. Hal ini didukung dengan kolam, tanpa perlakuan pencegahan penyakit
tersedia pekarangan untuk beternak (setiap sebelum ditebar ke kolam yang dapat
anggota mempunyai pekarangan dengan luas menyebabkan ikan mudah terserang penyakit.
rata-rata 100-200 m2), kondisi pekarangan Kelompok mendapatkan adanya serangan
relatif teduh (cocok untuk beternak ayam dan penyakit kulit bintik putih (white spot)
ikan lele), tersedia cukup air (tempat tinggal disebabkan infeksi jamur pada kulit dan borok
anggota kelompok dekat dan dialiri sumber air karena infeksi sekunder bakteri. Serangan
bersih sepanjang tahun, terdapat sungai yang penyakit berpengaruh menurunkan hasil
tidak pernah kering, dan beberapa rumah panen (mencapai 30-40%).
anggota mempunyai sumur), dan tersedia pasar
untuk menjual hasil ternak (dekat dengan
warung-warung makanan dengan menu ayam
dan ikan lele). Disamping itu anggota
berkemauan untuk belajar dan mempunyai
ketrampilan beternak (ayam dan ikan lele)
serta mempunyai waktu menjalankan usaha. Gambar 1. Kolam Ikan Tidak Bersih, Air yang
Kelompok Inaie beternak ikan yaitu Kotor, dan Pakan Ikan Diberi Berlebih
pembesaran lele, dilakukan 1-2 kali setiap Kelompok beranggapan bahwa kegiatan
tahunnya dengan masa produksi ± 3 bulan. budidaya ikan yang terpenting adalah
Bibit ikan dibeli dari peternak di Bakunase pemberian pakan, namun tidak mengatur
atau Noekele dengan harga Rp. 1.500/ekor. jumlah dan waktu pemberian pakan. Kondisi
Ikan diberi pakan toko yang dibeli Rp. ini menyebabkan pakan ikan yang diberi
13.000/kg. Setiap produksi membutuhkan sering berlebih, mereka berangapan bahwa
biaya pakan ± Rp. 325.000. pakan yang berlebih akan dimakan ikan pada
Ikan dibudidaya dalam kolam terpal atau waktu berikutnya, padahal pakan yang tidak
kolam permanen. Umumnya setiap anggota dikonsumsi akan terendap di dasar kolam yang
mempunyai satu kolam (80% kolam terpal dan akan menurunkan kualitas air. Disamping itu
20% kolam permanen), rata-rata berukuran 2-3 dalam kondisi anaerob sisa pakan akan terurai
x 1-2 x 0,5 m (pxlxt). Jumlah lele yang menghasilkan amoniak yang bersifat racun,
dipelihara setiap produksi ± 200 ekor (kolam sehingga dapat menyebabkan kematian ikan.
terpal) atau ± 300 ekor (kolam permanen).

2
Pakan berlebih merupakan pemborosan, kelompok belum mempunyai pengetahuan dan
sebaliknya bila tidak cukup menyebabkan ketrampilan membuat ransum ayam.
kebutuhan nutrisi ikan tidak terpenuhi Ayam dipelihara dalam kandang atau
sehingga ketahanan tubuh rendah (mudah dibiarkan di pekarangan. Kandang berukuran
sakit). Pakan ikan diberikan tiga kali sehari 3-4 x 2-3 x 2,5 m (p x l x t), beratap seng,
(pagi, siang, dan sore), tetapi banyaknya pakan berlantai tanah, dan berdinding bambu.
yang diberikan tidak ditimbang, karena Sebagian besar kandang kondisinya rusak
kelompok tidak mengetahui bagaimana (dinding telah lapuk), namun tidak diperbaiki
menghitung kebutuhan pakan juga tidak karena hasil penjualan tidak mencukupi.
tersedia peralatan (timbangan dan wadah). Kandang untuk pemeliharaan dan peralatan
Kelompok merasa biaya pembelian pakan makan dan minum seadanya, dimana
cukup besar, padahal biaya dapat dikurangi kebersihannya kurang diperhatikan (tidak
bila dilakukan pengaturan pemberian pakan dibersihkan sebelum atau sesudah
(jumlah dan waktu) dan membuat pakan ikan penggunaan). Dalam kandang ditempatkan
sendiri. Untuk itu Kelompok Inaie menyadari peralatan makan dan minum ayam namun
bahwa mereka perlu mempunyai pengetahuan jumlahnya terbatas (rata-rata tersedia1 tempat
dan ketrampilan dalam teknis pembesaran ikan minum dan 2 tempat makan). Kondisi ini
lele, mengatur kebutuhan pakan ikan, dan menyebabkan makanan dan minuman yang
dapat membuat pakan ikan (didukung oleh disediakan terbatas sehingga ayam dapat
bahan-bahan pakan ikan tersedia setiap saat di mengalami kekurangan air dan nutrisi.
pasar dan harganya murah). Kandang yang tidak bersih dapat menjadi
Kelompok Berkat beternak ayam sarang kuman atau kutu yang berpotensi
pedaging, dilakukan di pekarangan rumah menyebabkan penyakit pada ayam, demikian
masing-masing. Bibit ayam dibeli dari toko juga bila peralatan makan dan minum ayam
seharga Rp. 5.000/ekor. Setiap anggota tidak bersih. Penyakit pilek biasa menyerang
umumnya memelihara sebanyak ± 25-35 ekor saat memasuki musim hujan yang dapat dipicu
ayam pedaging, dilakukan 1-2 kali setahun oleh peralatan (makan dan minum) dan
dengan masa pemeliharaan ± 3 bulan. Bibit kandang yang tidak bersih.
ayam yang dibeli tidak diperhatikan sudah
divaksin atau belum, kelompok juga tidak
melakukan vaksin, sehingga menjadi penyebab
kematian bibit ayam cukup tinggi (20-30%)
diawal pemeliharaan.
Ayam diberi pakan toko (harganya Rp.
9.000-Rp. 10.000/kg) dan jagung (harganya Gambar.2. Kondisi Kandang Ayam Rusak dan
Rp. 6.000/kg). Setiap produksi membutuhkan Tidak Bersih, Peralatan Makan/Minum
biaya pakan ± Rp. 550.000-Rp.750.000. Pakan Kotor
toko diberi sampai ayam berumur ± 1 bulan,
selanjutnya pakan berupa kombinasi pakan 2. METODE PELAKSANAAN
toko dan jagung, yang diberikan secara Tahapan Kegiatan
bergantian sehari 3 kali (pagi, siang, dan sore). Berdasarkan solusi yang ditawarkan dan
Kelompok tidak mengatur banyaknya pakan luaran yang dihasikan, dibuat rencana kegiatan
berdasarkan umur sehingga memungkinkan yang meliputi:
tidak tercukupi kebutuhan nutrisi (ayam 1. Sosialisasi: Dilakukan pada awal kegiatan
kurang sehat dan berat kurang) atau pakan untuk memberikan informasi kegiatan yang
berlebih (pemborosan). Disamping itu jagung akan dilakupan pada kelompok Inaie dan
sebagai pakan alternatif kurang menjamin Berkat.
tercukupinya nutrisi ayam, disebabkan 2. Persiapan: Dilakukan untuk menentukan
koordinasi antara anggota tim dengan
3
kelompok belajar. Koordinasi dilakukan tersedianya pakan alami. Bibit ikan lele
untuk mendiskusikan waktu kegiatan dan yang telah disteril dimasukkan ke dalam
bagaimana pelaksanaan kegiatan. Juga kolam. Kegiatan pemeliharaan diatur
dilakukan persiapan alat dan bahan. melalui manajemen makanan,
3. Pelaksanaan kegiatan yang meliputi: pengendalian penyakit, dan jadwal
a. Pembuatan kandang ayam model box kegiatan. Kegiatan menghasilkan pedoman
berukuran 4 x 3 x 2 m (p x l x t), budidaya ikan lele.
dindingnya dari bambu dan beratap seng, • Lokasi untuk demplot kandang ayam
sebanyak 2 kandang. disiapkan, dan dibuat kandang ayam.
b. Pembuatan kolam ikan secara permanen dari Dalam kandang disiapkan tempat dan
semen berukuran 3 x 2 x 0,5 m (p x l x t) minum. Pemeliharaan ayam
sebanyak 2 buah. memperhatikan pakan/ ransum dan
c. Pembuatan pakan ikan dari dedak halus, pengendalian penyakit. Kegiatan
tepung kedelai, tepung terigu, tepung ikan, pemeliharaan diatur melalui manajemen
dan bahan tambahan lainnya (vitamin dan makanan, pengendalian penyakit, dan
mineral). Metode sederhana membuat pakan jadwal kegiatan. Kegiatan menghasilkan
adalah metode kuadratik yang didasakan pedoman beternak ayam dan pedoman
pada pembagian bahan pakan menurut pemberian pakan.
kandungan protein yaitu bahan baku 4. Monitoring/evaluasi: Dilakukan setiap saat,
mengandung 20% protein atau bahan baku sejak dimulai kegiatan hingga selesai.
yang kandungan proteinnya > 20% Tingkat pengetahuan dan keterampilan
(Mahyuddin, 2008). Kegiatan menghasilkan sasaran akan diuji secara tidak resmi pada
pedoman membuat pakan ikan; produk saat berlangsung dan akhir kegiatan.
berupa pakan ikan; dan peralatan membuat 5. Laporan akhir dan publikasi ilmiah:
pakan ikan. Laporan akhir dibuat untuk
d. Pengaturan jumlah dan waktu pemberian pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan.
pakan ikan. Kegiatan menghasilkan Publikasi ilmiah untuk menyebarluaskan
pedoman pemberian pakan ikan lele dan hasil kegiatan.
peralatan mengukur pakan. Metode dan Prosedur Pembelajaran
e. Pembuatan ransum ayam dari jagung halus, Penerapan solusi diatas dilaksanakan
dedak, dan tepung kedelai. Kegiatan melalui metode dan prosedur pembelajaran:
menghasilkan pedoman pembuatan ransum 1. Metode: Ceramah/diskusi: menyampaikan
ayam dan produk berupa ransum. pengetahuan secara lisan kepada para
f. Pengaturan pemberian pakan dan ransum peserta. Peserta aktif melalui tanya jawab
ayam, menghasilkan pedoman pemberian dan diskusi.
ransum ayam dan peralatan mengukur Prosedur: Materi (berupa handout dan
pakan dan ransum. leaflet) disiapkan oleh pemateri satu
g. Pengendalian penyakit ngorok dan pilek minggu sebelum kegiatan untuk dipelajari.
pada ayam melalui vaksinasi, kebersihan Pemateri yang mempunyai kepakaran
kandang, tempat makan dan minum, dan terkait materi, dalam pembelajran terjadi
pengobatan. Kegiatan menghasilkan tanya, jawab, dan diskusi.
pedoman dan jadwal pengendalian penyakit 2. Metode: Demontrasi adalah memperagakan
dan hama pada ayam. barang dan urutan suatu kegiatan, secara
h. Pembuatan demplot: langsung atau menggunakan media
• Lokasi untuk kolam ikan dari semen pengajaran yang relevan dengan pokok
disiapkan, kemudian dibangun kolam di bahasan/materi yang sedang disajikan.
permukaan tanah. Pupuk kandang Prosedur: Tim menyiapkan alat/bahan yang
dimasukkan dalam kolam, kemudian dibutuhkan untuk membuat produk, alat,
dibiarkan ± 1 minggu untuk menunjang atau model/desain. Cara membuat produk,
4
alat, atau model/desain diberikan sehingga Partisipasi dan Evaluasi Mitra
peserta lebih mudah memahami. Pemateri Pelaksanan kegiatan akan berhasil bila
meragakan cara membuat produk dan alat mitra berpartisipasi. Kelompok berkeinginan
serta aplikasinya di lapangan. mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan
3. Metode: Praktik adalah kelompok dilatih teknologi, yang terlihat dari partisipasi
melakukan suatu proses. Praktik mungkin kelompok. Partisipasi kelompok berupa
lebih dari satu kali agar kelompok lebih menyediakan sebagian beberapa bahan
terampil. (bambu, bibit ikan, bahan membuat pakan lele,
Prosedur: Tim menyiapkan alat, bahan, dan bahan ransum ransum ayam); waktu;
prosedur, juga tempat kegiatan untuk tenaga (membantu membuat kandang dan
percobaan. Sebelum percobaan peserta kolam); mengikuti pembelajaran secara aktif;
mempelajari prosedur kerja. Peserta dibagi menerapkan teknologi; bersedia
dalam kelompok (3-4 orang), dan tahap- mengembangkan/menyebarluaskan teknologi
tahap prosedur dilakukan secara kelompok, yang diterima; dan menyediakan tempat untuk
setiap kelompok dapat mengulang tahap- pelaksanaan kegiatan dan demplot.
tahap agar terampil. Partisipasi kelompok belajar diamati dan
4. Metode: Rancang bangun adalah diuji pada:
mempelajaran melalui pembuatan alat dan 1. Prakegiatan: mengukur pemahaman
cara penggunaannya. Peserta dilibatkan kelompok belajar melalui tanya jawab
secara aktif merancang alat. mengenai beternak ayam dan ikan.
Prosedur: Tim dan peserta menentukan 2. Proses kegiatan:
tempat merancang alat. Peralatan, bahan, - Partisipasi dan minat yaitu jumlah anggota
dan prosedur disiapkan. Sebelumnya yang mengikuti kegiatan saat pembelajaran,
pemateri menjelaskan bagaimana alat indikatornya jumlah anggota yang terlibat
dirancang dan pengunaannya. Kelompok aktif dalam kegiatan.
merangcang alat berdasarkan pedoman dan - Partisipasi kelompok menyediakan tempat
bimbingan dari pemateri. meletakkan bahan dan alat, lokasi kandang
5. Metode: Demplot dibuat berdasarkan dan kolam, menerima dan menerapkan
kegiatan praktik, merupakan media belajar teknologi, dan lahan demplot sebagai
bagi kelompok beternak bersama di lokasi model beternak ayam dan ikan.
yang disediakan. - Pengetahuan dan ketrampilan menjelaskan
Praktik: Tim pelaksana dan kelompok beternak ikan lele/ayam pedaging, membuat
menentukan lokasi demplot kolam dan ransum ayam, pengendalian penyakit pada
kandang. Tim menyiapkan alat, bahan, bibit ikan dan ayam, menjaga kebersihan kolam,
ikan/ayam, atau hasil praktik untuk kandang, dan peralatan, manajemen usaha
diaplikasikan di kolam dan kandang ayam; secara sederhana.
peserta menyiapkan demplot. 3. Monitoring dan pendampingan, untuk
6. Metode: Pendampingan untuk membantu/ melihat dampak terhadap kelompok.
membimbing kelompok dalam menerapkan Setelah kegiatan kelompok terus
materi/Ipteks yang telah dipelajari. menerapkan materi dan teknologi yang
Prosedur: Tim menyusun jadwal diperoleh. Demplot yang menjadi contoh
pendamping, membuat catatan pada pernah dikunjungi kelompok lain yang
logbook, serta melakukan diskusi dengan tertarik dan mau mengadopsi teknologi.
kelompok belajar berkaitan penerapan Kelompok Inaie dan Berkat merespon
Ipteks. dengan berbagi pengetahuan dan teknologi.

5
3. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Pembuatan kandang ayam dan kolam ikan
Tim pelaksana memberikan penjelasan ke  Kolam ikan yang dibangun (Gambar 5.1)
kelompok Kelompok Inaie dan Berkat adalah kolam ikan permanen dari semen
mengenai gambaran kegiatan ipteks yang akan dengan sebanyak dua bak dengan ukuran
dilaksanakan. Gambaran yang dinformasikan masing-masing 5 x 3 x 1 m dan 5 x 3,5 x 1
dan diskusi tim pelaksana dan kelompok (p x l x t).
maka kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan  Kandang ayam
yaitu beternak ayam broiler; ransum ayam; Kandang ayam yang semula direncanakam
pengendalian penyakit pada ayam; beternak dibangun berukuran 8 x 5 x 3 m (p x l x t),
ikan lele; pengendalian penyakit pada ikan berdinding bambu dan beratap seng
lele; pakan ikan buatan sendiri; manajemen (Gambar 5.2). Kelompok mengusulkan
usahatani beternak ayam dan ikan lele; lantai kandang dicor, 1 m tinggi kandang
pembukuan sederhana usaha; demplot beternak dari lanti dari batako dan sisanya dari kawat
ikan lele; dan demplot beternak ayam broiler. ram. Kandang dirancang pada bagian luar
Berdasarkan kegiatan-kegiatan tersebut maka sebagian dipasangi terpal karena saat itu
materi kegiatan seperti tertera pada Tabel 1. pada pagi sampai siang angin bertiup
Tabel 1. Pemateri/Narasumber dan Materi Kegiata kencang dan sore/malam hari sampai
menjelang suhu udara dingin.
Nama Materi/Praktik sebagai Solusi
Masalah Kelompok berpartisipasi aktif dalam
MarsemaKaka - Manajemen usahatani beternak pembangunan kolam ikan dan kandang ayam.
Mone, SP., M.Sc ayam dan ikan lele
Lena Walunguru, - Model pembukuan sederhana:
SP., M.Si usaha beternak ayam,
pembesaran lele
Narasumber 1 - Beternak ayam broiler pedaging
Nara sumber 2 - Ransum ayam
- Pengendalian hama dan penyakit
pada ayam
Nara sumber 3 - Budidaya ikan lele
- Pengendalian penyakit ikan lele Gambar 3. Pembuatan Kolam Ikan
- Pakan lele buatan sendiri
Selain itu, tim dan kelompok
mendiskusikan waktu pelaksanaan, tahapan
kegiatan, dan lokasi demplot. Waktu
pelaksanaan direncanakan dimulai pada bulan
Maret atau April 2018 untuk persiapan
bangunan (kandang dan bak untuk kolam lele)
alat, bahan, dan demplot. Pelaksanaan kegiatan
direncankan pada bulan Juni 2018. Tahapan
pelaksanaan meliputi persiapan kolam,
kandang, alat dan bahan, persiapan demplot,
dan pelaksanaan. Lokasi demplot ditentukan di
lahan milik ketua kelompok Berkat untuk Gambar 4. Pembuatan Kandang Ayam
kandang ayam (karena teduh dan tersedia Hasil dari tahapan ini adalah dibangunnya
sumur) dan kandang ayam (agak jauh dari kolam ikan lele sebanyak dua bak masing-
rumah penduduk lainnya) dan anggota masing berukuran 5 x 3 x 1 m dan 5 x 2,5 x 1
kelompok untuk kolam lele (dekat dengan (p x l x t) dan kandang ayam berukuran 8 x 5 x
sumber air dari sungai). 3 m (p x l x t). Diharapkan kelompok
Persiapan-persiapan yang dilakukan dan selanjutkan memanfaatkan agar lebih
hasilnya yaitu: mendukung usaha yang dijalankan.
6
2. Pengadaan peralatan dan bahan: Dilakukan
agar saat pelaksanaan alat dan bahan yang Hasil dari pelaksanaan tahapan ini adalah
dibutuhkan sudah tersedia sehingga peralatan dan bahan penunjang yang lebih
memudahkan pelaksanaan kegiatan. memadai berdampak pada keberlangsungan
Persiapan alat dan bahan untuk: usahayang baik yaitu meningkatnya kapasitas
a. Beternak lele berupa peralaatan dan ternak yang dipelihara, meminimalkan
bahan untuk membuat pakan buatan serangan penyakit pad ternak, dan mengurangi
sendiri dan pakan toko, waring penutup biaya produksi terutama biaya untuk pakan.
kolam, timbangan, dan jarring ikan 3. Persiapan demplot kolam ikan dan kandang
(Gambar 5). ayam (Gambar 7 dan 8).
b. Beternak ayam berupa peralatan makan
dan minum, alat dan bahan pencegah
penyakit, penerang kandang, dan pakan
ayam (Gambar 6).
Gambar 7. Persiapan Demplot Kandang Kolam
Ikan

a b c d

Gambar 8. Persiapan Demplot Kandang Ayam


e f g Kandang ayam yang telah dibangun
Gambar 5. Bahan Pencegah Penyakit Lele (a) untuk demplot sebelum digunakan
Peralatan dan Bahan Pakan Lele dipersiapkan yaitu lantainya (dicor semen)
(b dan c), Waring Mencegah Hama dilapisi dengan serbuk kayu tujuannya agar
Lele (d), Timbangan untuk Ukur bibit ayam lebih hangat juga memudahkan
Pakan Ikan (e), dan Jaring Ikan (f) dalam pembersihan lantai. Lampu dan
peralatan makan dan minum dipasang pada
sejumlah titik. Terdapat 8 titik lampu, 8 tempat
makan, dan 8 tempat minum. Bibit ayam
sebanyak 100 ekor sebelum dikandangnya
A b divaksin (bibit ayam dibeli yang telah
divaksin).
Kolam ikan disi air, pengisian air satu
minggu atau sampai air telah berwarna hijau
sebelum bibit lele dimasukkan ke dalam bak.
c d
Satu kolam disi dengan 2.000 bibit ikan lele
dan satunya sebanyak 1.500 bibit ikan lele.
Kelompok ternak berpartisipasi aktif
dalam mempersiapkan demplot kandang ayam
e dan kolam ikan. Partisipasi kelompok yaitu
membawa serbuk gergaji dan menaburkan di
Gambar 6. Terpal Penutup Dinding (Mengurangi lantai kandang serta memasang lampu dan
Angin dan Dingin dalam Kandang (a), peralatan makan/minum. Terpal dipasang pada
Peralatan Makan Minum (b), Alat dan sebagian dinding bagian luar. Pemasangan
Obat Pencegah Penyakit (c), Penerang terpal bunanya untuk mengurangi angin yang
Kandang (d), dan Pakan dan Ransum
masuk ke dalam kandang yang pada saat itu
Ayam (e)
bertiap kencang pada siang hari. Angin yang

7
bertiap kencang akan berpengaruh pada bibit (masing-masing kolam sebanyak 2.000 ekor)
penyakit yang terbawa angin, dengan adanya setelah diberi perlakuan pengendalian hama
pemasangan terpal diharapkan meminilkan dan penyakit yaitu bibit lele direndam dengan
bibit penyakit yang terbawa angin. Selai itu, air yang telah diberi PK selama ± 30 menit.
pemasangan terpal berfungsi agar udara dalam Selanjutnya bibit lele diberi pakan toko sesuai
kandang tetap hangat karena saat malam pedoman pemberian pakan yaitu jumlah pakan
udara cukup dingin dimana bibit ayam yang diberikan disesuaikan dengan berat ikan
(berumur 1-2 minggu) rentan terhadap suhu dalam kolam.
dingin yang dapat menyebabkan kematian
bibit.
Kegiatan telah dilaksanakan pada tanggal
30 Juni 2018. Metode pelaksanaan kegiatan Gambar 13. Demplot Kolam Ikan Lele
berupa ceramah, diskusi, demonstrasi, dan
praktik dilakukan ruang terbuka dan demplot Di demplot kamdang ayam kelompok
(Gambar 9; 10; 11; dan 12). ternak memasukkan bibit ayam sebanyak 100
ekor. Sebelummnya kelompok telah
membersihkan dan mensterilkan kandang
ayam dan telah menempatka tempat makan
dan minum serta kandang dipasang lampu
Gambar 9. Penyampaian Materi: Ceramah dan
penerang pada 8 titik. Dinding kandang bagian
Diskusi
luar sebagian dipasang terpal untuk
mengurangi angin yang masuk dalam kandang
dan saat meminimlakna udara dingan yang
Gambar 10. Praktik Pengendalian Hama dan masuk dalam kandang agar udara tetap
Penyakit Ikan: Perendaman Bibit hangat. Bibit ayam diberi pakan toklo
Lele dalam Larutan PK berdasarkan pedoman maka setiap pemberian
pakan kelompok menimbang pakan
berdasarkan umur bibit. Untuk pemeliharaan
selanjutnya berupa pemberian pakan dan
minum, membersihkan kandang, dan peralatan
makan, serta pemberian obat untuk
pengendalian penyakit.

Gambar 11. Praktik Pembuatan Pakan Ikan

Gambar 14. Demplot Kandang Ayam


Hasil kegiatan adalah bertambahnya
pengetahuan dan ketrampilan anggota
kelompok dalam berusaha ternak ikan lele dan
ayam broiler/pedaging dengan meniru dan
mengembangkan model yang terapkan pada
demplot ikan lele dan ayam broiler. Hal ini
Gambar 12. Praktik Membuat Ransum Ayam
terlihat rendaknya tingkat kematian bibit lele
Kegiatan selanjutnya adalah di demplot maupun anak ayam. Rata-rata pada kedua
kolam lele (Gambar 13) dan kandang ayam kolam bibit lele yang mati pada minggu
(Gambar 14). Di demplot kolam lele kelompok pertama yaitu 12-15 ekor dari 2.000 ekor, ,
memasukkan bibit lele ke dalam dua kolam minggu kedua sebanyak 5-7 ekor, dan minggu
8
selanjutnya tidak ada lele yang mati. aktif 12 orang. Saat kegiatan semua anggota
Disamping itu dengan adanya pengaturan aktif hadir, jumlah kehadiran ini sama pada
pakan kelompok merasa cukup mengurangi semua kegiatan yang dilakukan saat
pakan yang terbuang, mengurangi biaya pakan penyuluhan, praktik, dan di demplot.
lele karena ada pakan buatan sendiri, kualitas 2. Partisipasi peserta
air kolam lebih baik, dan tidak ada lele yang Partisipasi peserta diukur dari keaktifan
terserang penyakit. Kandang ayam, peralatan dalam berdiskusi dan melakukan praktik.
minum dan makan yang bersih, pencegahan Saat penyuluhan peserta aktif bertanya dan
penyakit melalui obat yang diberi melalui mendiskusikan masalah-masalah yang
minuman juga didukung oleh tersedianya dihadapi dalam beternak ayam dan beterkan
makan dan minum, serta kondisi kandang yang ikan lele, juga aktif melakukan persiapan
hangat dan sirkulasi udara yang lancar menyediakan alat, bahan, dan lokasi. Saat
berdampak pada tingkat kematian anak ayam praktik peserta mampu melakukan sendiri
yang rendah. Dari 100 ekor bibit ayam yang setelah demonstrasi oleh pemateri.
dipelihara yang mati pada minggu pertama 3. Materi kegiatan
sebanyak 4 ekor, minggu kedua dua ekor, dan Penyajian materi/penyuluhan diikuti
minggu berikutnya tidak ada yang mati, hal ini demostrasi dan praktik untuk memudahkan
berarti tinggkat kematian ayam hanya 6%. peserta memahami materi dan mampu
Kelompok juga melakukan manajemen usaha secara mandiri melakukan teknologi yang
namun pencatatan/pembukuan usaha masih diperoleh.
kurang disiplin. 4. Keberlanjutan penerapan teknologi
Kegiatan yang dilaksanakan mendapat Setelah kegiatan kelompok terus
respon yang positif dari kelompok, karena menerapkan materi dan teknologi yang
pengetahuan dan teknologi yang diperoleh diperoleh. Demplot yang menjadi contoh
memang dibutuhkan untuk memecahkan diharapkan memberi motivasi bagi kelompok
masalah-masalah dalam beternak ikan lele dan atau peternak lainnya. Kelompok ternak Inaie
ayam. Penerapan pengetahuan dan teknologi dan Berkat merespon dengan berbagi
dalam usaha beternak diharapkan berdampak pengetahuan dan teknologi
positif dalam meningkatkan hasil sehingga
pendapatan meningkat. 4. SIMPULAN DAN SARAN
Respon positif terlihat dari kesediaan Simpulan
kelompok menyediakan lokasi penyampaian Kegiatan pengabdian yang telah
teori, praktik, dan demplot kolam ikan dan dilaksanakan membantu kelompok dalam
kandang ayam, serta membangun kolam dan menghadapi masalah-masalah dalam beternak
kandang. Kelompok antusias menerima dan ikan lele maupun ayam broiler yang terlihat
menerapkan teknologi dalam kegiatan, juga dari meningkatnya hasil produksi karena
berpartisipasi aktif selama kegiatan maupun adanyanya peningkatan pengetahuan dan
selama pendampingan. Selama kegiatan ketrampilan juga didukung sarana dan
kelompok aktif berdiskusi dan mampu secara prasarana yang lebih memadai. Kelompok
mandiri melakukan praktik. menerapkan dengan baik apa yang diperoleh
Keberhasilan kegiatan tidak lepas dari sehingga usaha produkstif secara ekonomi.
partisipasi aktif kelompok terlihat pada Saran
keaktifan dalam diskusi, melakukan praktik, Kelompok ternak Inaie dan Berkat harus
dan keberlanjutan menerapkan teknolgi setelah tetap mempunyai keinginan yang kuat untuk
kegiatan. Evaluasi keaktifan peserta diukur memajukan usahanya agar produktif secara
dari beberapa indikator yaitu: ekonomi untuk pengetahuan dan ketrampilan
1. Kehadiran yang diperoleh terus dikembangkan dan
Jumlah total anggota kelompok 18 orang, diterapkan dalam usaha beternak ikan lele dan
namun dari jumlah tersebut anggota yang ayam pedaging.
9
DAFTAR PUSTAKA

Mahyuddin, K. 2008. Agribisnis Lele. Penebar


Swadaya. Jakarta.
Nataamijaya, A. G. 2002. Beberapa Penyakit
pada Ayam. Makalah. Badan Penelitian
dan Pengembangan Pertanian.
Depatemen Pertanian Palembang.
Rasyaf, M. 2011. Panduan Beternak Ayam
Pedaging. Penebar Swadaya. Jakarta.

Saparinto, C. 2013. Budidaya Ikan. Penebar


Swadaya. Jakarta.

10