You are on page 1of 18

SISTEMATIKA DAN FORMAT PENULISAN LAPORAN

A. PENULISAN LAPORAN
Mengingat adanya tujuan yang harus dicapai dengan penulisan laporan suatu PKL terpadu,
maka diperlukan adanya penulisan laporan. Berikut akan diuraikan penulisan laporan PKL
Terpadu:
BAGIAN DEPAN
1. Cover Depan
2. Halaman Judul
3. Halaman Pengesahan
4. Kata Pengantar
5. Daftar Isi
6. Daftar Tabel dan diagram
7. Daftar lampiran: (pembuatan SAP)

BAGIAN INTI
Secara umum bagian ini mencakup:
1. BAB I Pendahuluan
Pada BAB I terdiri dari:
a. Latar Belakang
b. Rumusan Masalah
c. Tujuan (tujuan umum dan tujuan khusus)
d. Tempat dan Waktu
e. Manfaat

BAB I. PENDAHULUAN
Bab Pendahuluan berisi sub-sub bab sebagai berikut:
a. Latar Belakang
Dalam latar belakang, diuraikan tentang fakta-fakta yang terjadi, teori-teori yang
melatarbelakangi masalah yang diperoleh pada saat pendataan dilakukan di lapangan.
Dengan uraian tersebut, maka orang lain (misalnya pembimbing) diyakinkan bahwa
masalah yang akan dibahas tersebut cukup menarik. Uraian pada latar belakang dapat
berbentuk piramida terbalik, artinya uraian dimulai dari hal yang bersifat umum
hingga mengungkapkan hal-hal yang lebih spesifik.
Pada latar belakang dapat mencakup:
1. Terkait masalah kesehatan yang ada di komunitas
2. Data kesehatan yang terkini
3. Solusi yang kita tawarkan (pelaksanaan pkl yang dilakukan oleh mahasiswa
dengan lingkup kerja)
4. Artikel terkait tentang pengembangan kemandirian masyarakat dengan adanya
PKl
5. Studi pendahuluan daerah binaan
6. Alasan ketertarikan melaksanakana pkl
7. Gambaran keagamaan yang terintegrasi AIK

b. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan bagaimana kondisi status kesehatan masyarakat di
kelurahan A, kelurahan B, Kelurahan C dst Kecamatan X Kota Y tahun 2019.
2. Tujuan Khusus
a) Mengidentifikasi masalah kesehatan dengan melakukan pendataan kesehatan
komunitas di kelurahan A, kelurahan B, Kelurahan C dst Kecamatan X Kota
Y tahun 2019.
b) Menganalisa prioritas masalah kesehatan yang ada di kelurahan A, kelurahan
B, Kelurahan C dst Kecamatan X Kota Y tahun 2019.
c) Menyusun rencana tindakan (Planning of Action) yang akan dilaksanakan di
kelurahan A, kelurahan B, Kelurahan C dst Kecamatan X Kota Y tahun
2019.
d) Mengimplementasikan kegiatan berdasarkan rencana tindakan di kelurahan
A, kelurahan B, Kelurahan C dst Kecamatan X Kota Y tahun 2019.
e) Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksanakan di kelurahan A,
kelurahan B, Kelurahan C dst Kecamatan X Kota Y tahun 2019.
c. Tempat dan Waktu
Tempat dan waktu dilakukan pendataan harus disebutkan secara jelas dan lengkap,
kapan dan di mana PKL terpadu tersebut dilakukan.
Contoh :
a. Tempat
Pelaksanaan kegiatan Praktek Kerja Lapangan Terpadu (PKLT) dilakukan di
kelurahan A, kelurahan B, Kelurahan C dst Kecamatan X Kota Y tahun 2019.
2. Waktu
Adapun pelaksanaan kegiatan praktek kerja lapangan terpadu (PKLT) dilakukan
dari tangga1 11 Maret- 30 Maret2019.

d. Manfaat
Manfaat dalam hal ini berarti kegunaan suatu hasil. Manfaat biasanya dapat berguna
untuk pengembangan program (praktis) atau untuk kepentingan ilmu pengetahuan.
Manfaat terdiri dari manfaat bagi masyarakat, puskesmas, institusi pendidikan dan
mahasiswa itu sendiri.
Contoh :
1. Bagi Pemerintah Kecamatan X
a) Memberikan informasi yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat dalam
membantu meningkatkan derajat kesehatan yang optimal melalui
pengembangan fasilitas sarana dan prasarana kesehatan.
b) Bekerja sama dengan petugas kesehatan dalam melaksanakan program kerja
Puskesmas guna meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

2. Bagi Institusi Pendidikan


Dapat digunakan sebagai bahan referensi dan bahan evaluasi tentang
rangkaian kegiatan proses pembelajaran terhadap penerapan yang diberikan dan
akan digunakan untuk perbaikan dalam mutu pendidikan.
2. BAB II Tinjauan Teori
Pada BAB II ini terdiri dari:
a. Konsep Teori kesehatan Komunitas
b. Konsep Pelaksanaan Kegiatan Komunitas
c. Masalah Kesehatan yang ditemukan

BAB II. TINJAUAN TEORI


Untuk mendukung permasalahan yang dibahas dalam laporan PKL terpadu,
diperlukan tinjauan teori yang kuat. Tinjauan teori ini sangat penting dalam mendasari
laporan yang akan disusun.
Tinjauan teori ini biasanya berkaitan dengan masalah yang ditemukan di lokasi
kegiatan PKLT berdasarkan hasil pendataan. . Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa
mempunyai wawasan yang luas sebagai dasar untuk mengembangkan atau
mengidentifikasi permasalahan yang akan dibahas.
Materi yang tercantum dalam BAB II meliputi
a. Konsep Ilmu Kesehatan Komunitas meliputi definisi kesehatan komunitas, tujuan
kesehatan komunitas, Faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan, sasaran
kesehatan komunitas, strategi kesehatan komunitas yang mencakup preventif,
kuratif dan rehabilitatif
b. Proses Asuhan Kesehatan Komunitas meliputi Identifikasi masalah, analisa data,
perumusan masalah, prioritas masalah, perencanaan, implementasi dan evaluasi.
1) Identifikasi masalah:
2) Analisa data
3) Prioritas Masalah
Prioritas masalah adalah suatu proses yang dilakukan oleh sekelompok orang
dengan menggunakan metode tertentu untuk menentukan urutan masalah dari
yang paling penting.
Berdasarkan analisa data yang telah dirumuskan, maka dapat diketahui
masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat yang selanjutnya dapat
ditentukan intervensi yang akan dilakukan. Tetapi masalah yang telah
dirumuskan tidak mungkin dapat diatasi secara keseluruhan, sehingg perlu
dilakukan penentuan prioritas masalah.
Dalam menentukan prioritas masalah kami menggunakan perhitungan dengan
metode PAHO yang kemudian dimusyawarahkan bersama masyarakat. Metode
PAHO (Pan American Health Organization) merupan metode penentuan
prioritas masalah dengan memberikan nilai (score) untuk parameter yang
sudah ditetapkan meliputi :
a. Magnitude : Berapa banyak penduduk yang terkena masalah
b. Severity : besarnya kerugian yang timbul yang ditunjukkan dengan case
fatality rae masing-masing
c. Vulnerability : menunjukkan sejauh mana masalah tersebut.
d. Community and Political Concern : menunjukkan sejauh mana masalah
tersebut menjadi concern atau kegusaran masyarakat enjadi politisi.
e. Affordability : menunjukkan ada atau tidak dana yang tersedia.

Langkah-langkah penyusunan prioritas masalah, yaitu:


a. Dari hasil identifikasi rumusan masalah di atas maka dilakukan
musyawarah kelompok untuk menentukan masalah
b. Setiap anggota kelompok wajib memberikan penilaian terhadap setiap
masalah yang ditemukan dari hasil pengumpulan data sesuai dengan item
penilaian yang ada berdasarkan metode PAHO
c. Setiap penilaian anggota kelompok ditambahkan selanjutnya dibagi rata-
rata jumlah kelompok.

4) Perencanaan
Setelah dilakukan MMD selanjutnya disusun rencana tindakan yang akan
dilakukan sesuai dengan kesepakatan dan disusun dalam tabel POA
(Planning of Action).
Penentuan Kriteria hasil dalam pembuatan perencanaan adalah berdasarkan :
1. Menggunakan kata kerja yang tepat
2. Dapat dimodifikasi
3. Bersifat spesifik yaitu siapa yang melakukan, apa yang dilakukan, dimana,
kapan, bagaimana melakukan dan berapa kali frekuensi melakukannya

5) Implementasi
6) Evaluasi
c. Masalah yang ditemukan dari hasi pendataan berisikan konsep penyakit yang
menjadi masalah yang ditemukan
Misalnya dari hasil pendataan ditemukan masalah tentang masih banyaknya bayi
yang tidak mendapatkan ASI eksklusif. Maka tinjauan pustaka yang dibahas
adalah konsep dasar ASI Eksklusif meliputi definisi, manfaat dll.
3. BAB III TINJAUAN LAPANGAN
Pada BAB III ini terdiri dari:
b. Gambaran Umum tempat PKLT (Kecamatan dan Desa)
c. Profil Puskesmas

BAB III. TINJAUAN LAPANGAN


a. Tinjauan Kecamatan
Pada sub bahasan ini akan digambarkan kecamatan dimana tempat mahasiswa
melakukan Praktik Kerja Lapangan, meliputi : letak geografis, dan luas wilayah,
topografi, iklim dan curah hujan.

Contoh :
BAB III
TINJAUAN LAPANGAN

a. Gambaran Umum Tempat PKLT


1. Papan Monografi Kelurahan Silaberanti
Bidang Pemerintahan
a) Luas dan batas wilayah
Luas Kelurahan : 324 HA
Sebelah Utara : Kelurahan 8 9/10
Sebelah Selatan : Kelurahan A
Sebelah Barat : Kelurahan B
Sebelah Timur : Kelurahan C
Keadaan Geografis
Dataran Tinggi :-
Dataran Rendah :324 HA
b) Orbitasi (Jarak dari Pusat Pemerintahan)
2. Jarak dari Pusat Pemerintahan Kecamatan : 3 KM
3. Jarak dari Pusat Pemerintahan Kota : 5 KM
4. Jarak dari pusat Pemerintahaan Ibu Kota Prop : 5 KM
2. .........
3. .........
4. Demografi
Kependudukan
a. Jumlah Penduduk Menurut Kelamin
1). Laki-laki : 8.208 Orang
2). Perempuan : 8.269 Orang
Agama :
Pekerjaan :
Pendidikan :
Kelahiran2017/2018 :
Kematian 2017/2018 :
Usia: (batasan usia) sesuai dengan kuesioner
5. Iklim dan cuaca

b. Gambaran Puskesmas
Pada sub bahasan ini akan digambarkan puskesmas dimana mahasiswa melakukan
Praktik Kerja Lapangan, meliputi : keadaan umum Puskesmas, visi misi
puskesmas, tujuan, usia kesehatan wajib, sarana dan fasilitas kesehatan, sumber
daya tenaga kesehatan dan jenis penyakit terbanyak di puskesmas tersebut.
Contoh :
B. Profil Puskesmas Lokasi PKLT
1. Gambaran Umum Puskesmas A
Puskemas A terletak di kecamatan seberang ulu I tepatnya
dikelurahan silaberanti. Puskesmas ini terletak di pinggir jalan sehingga
masyarakat yang memerlukannya mudah untuk menjangkaunya.
Puskesmas ini dahulunya adalah sebuah klinik bersalin yang
merupakan cabang dari Rumah Sakit Umum M.Husin, sehingga sampai
dengan saat ini Puskesmas Pembina dikenal sebagai sebuah puskesmas
dengan tempat tidur khusus bersalin yang buka 24 jam dengan berbagai
macam kegiatan sebagai Puskesmas lainnya disertai dengan adanya
kehadiran Dokter Spesialis Kebidanan, Dokter Spesialis Anak, Dokter
Spesialis Penyakit Dalam dan Dokter mudah (Calon Dokter).
4. BAB IV HASIL PENDATAAN
Pada BAB IV ini terdiri dari:
a. Tabulasi Univariat
b. Tabulasi Bivariat

BAB IV HASIL PENDATAAN


Hasil pendataan diperoleh dari hasil pengolahan data melalui proses pengumpulan
data pada seluruh kelurahan lokasi PKLT didapatkan beberapa masalah kesehatan.

Contoh :
BAB IV
HASIL PENDATAAN

A. Tabulasi Univariat
1. Data Keluarga (Hidup dan Tinggal Serumah)
a. Umur
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Responden
Berdasarkan Usia di RT 01, 02, 03, 04, .... Diagram 1
Desa .... Tahun 2019 (n=878) 1,5% Umur Responden
0-1 tahun
6% 3,2%
No. Umur n % 3,9% 2-3 tahun
1. 0-1 tahun 13 1,5 12,9% 4-5 tahun
2. 2-3 tahun 28 3,2
3. 4-5 tahun 34 3,9 6-12 tahun

4. 6-12 tahun 136 15,5 15,5% 13-20 tahun


5. 13-20 tahun 129 14,7
14,7% 21-45 tahun
6. 21-45 tahun 372 42,3 42,3% 46-59 tahun
7. 46-59 tahun 113 12,9
8. < 60 tahun 53 6 ≤60 tahun
Total 878 100

Interpretasi data:
Berdasarkan tabel dan diagram diatas menunjukkan bahwa dari 878 jiwa,
sebagian besar penduduk berusia 21-45 tahun (42,3%) dan sebagian kecil
berusia 0-1 tahun (1,5%).
B. Tabulasi Bivariat
1. ASI Eksklusif
Tabel 4.60 Hubungan antara Pemberian ASI Selama 6 Bulan Pertama dengan
Alasan Ibu Tidak Memberikan ASI RT 01, 02, 03, 04, ... Desa ..... Tahun 2019
Alasan Tidak Pemberian ASI Eksklusif Total P
Memberikan ASI Tidak Ya Value
Eksklusif n % n % n %
Asi Tidak Keluar 26 92,9 2 7,1 28 100
Ibu Tidak Mau
8 61,5 5 38,5 13 100 0,024
Menyusui
Total 34 82,9 17,1 41 41 100
Interpretasi Data:
Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan bahwa alasan ibu tidak memberikan
ASI selama 6 bulan didapatkan p value 0,024 (p=0,05). Nilai tersebut
menunjukkan bahwa ada hubungan antara pemberian asi selama 6 bulan
terhadap alasan tidak memberikan asi.
5. BAB V ANALISIS DATA, PRIORITAS MASALAH DAN PERENCANAAN
Pada BAB ini terdiri dari
a. Analisis Data
b. Prioritas Masalah
c. Perencanaan (Planning of Action (POA))

BAB V ANALISIS DATA, PRIORITAS MASALAH DAN PERENCANAAN


Dari masalah yang ada maka dapat dirumuskan prioritas masalah . Dengan adanya
kegiatan MMD maka dapat dibuat suatu perencanaan dari setiap kelompok yang akan
menentukan suatu implementasi/ tindakan yang dapat membantu mengatasi masalah
kesehatan yang ditemukan di wilayah kelurahan lokasi PKLT. Evaluasi akhir didapat
setelah setiap kelompok dapat menerapkan melakukan implementasi/ tindakan yang
telah direncanakan dalam bentuk nyata di setiap kelurahan yang telah ditentukan.

Contoh:
BAB V
ANALISIS DATA, PRIORITAS MASALAH DAN PERENCANAAN

A. Analisa Data
1. Identifikasi/Menetapkan Masalah
Dalam menetapkan masalah yang ditemukan di lokasi PKLT harus didukung
berdasarkan data yang akurat. Dengan melakukan identfikasi masalah akan di
temukan gambaran tentang masalah dan status kesehatan masyarakat.

Adapaun contoh analisa data yaitu


Hasil pengkajian di Kelurahan X Kecamatan Y ditemukan beberapa masalah
dengan melihat persentase data, yaitu:
No. Data Masalah
1. a. Letak kandangan di dalam rumah 1,41% kesehatan
b. Sistem buang air limbah sembarangan 5,71% lingkungan
c. Jarak pembungan sampah dengan rumah 30,29%
d. Tidak mempunyai tempat pembungan sampah
sementra 29,14%
e. Jarak sumber air dengan septitank kurang dari 10 meter
10,8%
f. Kasus penyakit yang paling banyak diderita adalah
batuk pilek sebesar 67,42%
2. a. Balita belum mendapatkan imunisasi lengkap 75,64% kesehatan
b. Masih ada balita yang tidak mempunyai KMS 65,5% balita
3. a. Jenis penyakit yang diderita lansia : asma 5,88%, TB kesehatan
Paru 3,92%, hipertensi 27,45%, DM 3,92%, rematik lansia
31,37%, katarak 1,95%, lain-lan 25,49%
b. Upaya lansia untuk mencegah penyakit lewat jalan non
medis 13,88% dan diobati sendiri 8,33%
c. Lansia yang tidak mengisi waktu luang dengan
kegiatan tertentu 23,5%
d. Belum ada posyandu lansia

B. Prioritas Masalah
Prioritas masalah adalah suatu proses yang dilakukan oleh sekelompok orang
dengan menggunakan metode tertentu untuk menentukan urutan masalah dari
yang paling penting.
Contoh penentuan prioritas masalah dengan menggunakan Metode PAHO :
Tabel 4
PAHO untuk menentukan prioritas masalah:
No. Masalah Kesehatan M S V CC PC Skor Rank
1. Letak kandangan di dalam 3 3 3 4 2 216 8
rumah
2. Sistem buang air limbah 2 3 4 4 3 288 6
sembarangan
3. Jarak pembungan sampah 3 3 3 2 4 216 7
dengan rumah
4. belum ada posyandu lansia 3 3 4 3 3 324 5
5. tidak mempunyai 4 4 3 3 4 576 1
pembuangan sampah
sementara
6. Jarak sumber air dengan 4 3 3 3 2 324 4
septitank kurang dari 10 meter
7. jenis penyakit yang diderita 3 3 3 4 4 432 2
lansia seperti asma, TB paru,
DM, Hipertensi, rematik
8. upaya lansia megobati 3 3 3 4 3 324 3
penyakit lewat jalan non
medis dan di obati sendiri
Dari tabel diatas, rumusan masalah yang diprioritaskan untuk ditanggualngi di
ambil dari rangking 1-5, dikarenakan keterbatasan waktu PKLT
C. Perencanaan
Penentuan perencanaan yang akan dilakukan kepada maysarakat diawali dengan
menetukan alternatif pemecahan masalah yang dapat digunakan sebagai masukan
kepada warga dalam membantu masyarakat meningkatkan pemahaman terhadap
masalah dan juga meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Alternatif pemecahan masalah adalah pilihan yang terdiri dari beberapa rumusan
masalah yang dapat dijadikan sebagai sebuah solusi bagi permasalahan yang
tengah dihadapi, alternative pemecahan masalah seringkali disebut dengan
alternative solusi. Alternative pemecahan masalah yang dapat disarankan terhadap
masalah yang ditemukan pada desa X kecamatan Y adalah:
No. Masalah Alternatif
1. Tidak mempunyai pembuangan sampah 1. Bakti Sosial
sementara 2. Pengolahan sampah
menjadi pupuk organik
2. jenis penyakit yang diderita lansia seperti asma, 1. Penyuluhan tentang
TB paru, DM, Hipertensi, rematik Asma, TB Paru, DM,
Hipertensi, Rematik
2. Posyandu Lansia
3. Jarak sumber air dengan septitank kurang dari 10 1. Penyuluhan air bersih
meter 2. Demonstrasi
penyaringan air
4 Asi Ekslusif 1. Penyuluhan ASI
Ekslusif
2. Posyandu
5. Kurangnya kegiatan keagamaan 1. Mengadakan TPA bagi
anak-anak
2. Pengajian rutin bagi
ibu-ibu

Setelah menentukan alternatif pemecahan masalah dan Musyawarah Mufakat Desa


selanjutnya disusun rencana tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan
kesepakatan dan disusun dalam tabel POA (Planning of Action). Adapun POA
yang didapatkan adalah:
Contoh tabel POA yang harus dibuat adalah :
Tabel 6
Planning of Action (POA)
No Data Masalah Tujuan Kegiatan Sasaran Strategi Waktu Metode PJ
Tempat
1 1. Letak kandangan Risiko timbulnya penyakit Setelah dilakukan 1. Memberikan Masyarakat KIE Balai Ceramah Mahasis
di dalam rumah diare , DHF, typhoid, tindakan implementasi penyuluhan Kelurahan X Kelurahan X Tanya Jawab wa: A
1,41% ISPA selama 1 kali pertemuan tentang
2. Sistem buang air diharapakan masyarakat penyakit akibat
limbah kelurahan X mampu : lingkungan
sembarangan 1. Mengidentifikasi seperti diare,
5,71% jenis sampah DHF, typhoid, KIE
3. Jarak pembungan 2. Memisahkan ISPA Masjid
sampah dengan sampah kering dan 2. Memberikan Kelurahan X
rumah 30,29% basah penyuluhan Meredemons
4. Tidak 3. Membuang sampah tentang dampak trasikan
mempunyai sesua dengan jenis pembungan
tempat dan tempat yang sampah
pembungan telah disediakan 3. Mendemonstras
sampah sementra 4. Memelihara ikan cara
29,14% lingkungan yang pengolahan Kelurahan X
5. Membuang seahat sampah yang
sampah di sehat
sembarang
tempat 18,86% 4. Melakukan
6. Tempat kerja bakti
penampungan
sampah terbuka
58,29%
7. Penampungan air
dalam kondisi
terbuka 4%
8. Kondisi air
bewarna 1,14%
9. Jarak sumber air
dengan septitank
kurang dari 10
meter 10,8%
10. Rmah yang tidak
mempunyai
jendela 4,57%
11. Rumah yang
pencahayaan
remang-remang
10,28%
12. Kasus penyakit
yang paling
banyak diderita
adalah batuk
pilek sebesar
67,42%
13. Tidak
mempunyai
tempat
penampungan
sampah
sementara
29,14%
14. Tempat
penampungan
sampah terbuka
58,29%
6. BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
Pada BAB 5 ini terdiri dari:
a. Implementasi Kegiatan Kesehatan
b. Implementasi Kegiatan AIK

BAB VI IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


BAB implementasi dan Evaluasi berisikan tentang:
a. Implementasi Kegiatan Kesehatan
No Masalah Implementasi Tempat Waktu Faktor Faktor Evaluasi Struktur
. pelaksanaan Pendukung Hambatan
1. Penyakit Penyuluhan Kantor Rabu, 22 Kegiatan Tidak ada Evaluasi Struktur
akibat tentang lurah X Maret 2018 Penyuluhan hambatan a. Rencana
lingkungan penyakit diare Kesehatan dalam penyuluhan
seperti Pukul: 10.00- Mencuci tangan kegiatan telah
diare, DHF, 12.00 WIB dengan Air dan penyuluhan dilakukan
Typoid, Sabun di SDN kesehatan seminggu
ISPA A Kelurahan X penyakit sebelum acara
Kecamatan Y diare dilaksanakan
Kota Z b. Undangan
terselenggara penyuluhan
dengan lancar disebarkan
karena adanya tiga hari
dukungan dari sebelum acara
beberapa pihak dilaksanakan
baik pemerintah
kelurahan Evaluasi Proses:
maupun a. Peserta hadir
masyarakat sebanyak 32
setempat serta orang
disambut b. 15%
dengan sangat pesertaaktif
baik oleh kepala bertanya
sekolah A c. Penyuluhan
Kelurahan X dilaksanakan di
Kecamatan Y kantor lurah X
Kota Z
Evaluasi Hasil:
Warga dapat
memahami tentang
diare
7. BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
Pada BAB VI ini terdiri dari:
a. Kesimpulan
b. Saran

BAB VIKESIMPULAN DAN SARAN


a. Kesimpulan
Simpulan berisikan uraian singkat dan jelas hasil akhir pendataan yang mengacu
pada permasalahan dan tujuan. Dalam menyusun suatu simpulan, dapat
menggunakan nomor atau ditulis sebagai suatu kesatuan uraian. Dengan demikian,
simpulan merupakan jawaban yang diperoleh untuk pemecahan masalah, dan dapat
mengukur sejauh mana tujuan dapat tercapai.
b. Saran
Saran merupakan suatu implikasi hasil pendataan, baik itu terhadap pengembangan
ilmu maupun penggunaan praktis. Pada bagian ini mahasiswa dapat memberikan
saran untuk masyarakat, daerah setempat, puskesmas, dan untuk institusi
pendidikan.
Contoh :
A. Kesimpulan
Dari hasil pelaksanaan kegiatan PKLT yang telah dilaksanakan kami
menyimpulkan dari tahap-tahap tersebut antara lain :
1. Pengkajian
Setelah kami melaksanakan Paktek Kesehatan yang dilaksanakan oleh
kelompok mahasiswa/I Muhammadiyah Palembang Program Studi DIII
Keperawatan, DIII Kesehatan Lingkungan dan DIII Kebidanan
dikelurahanX Kecamatan Y Kota Z dari tanggal 05 Maret s.d 26 Maret
2017. Adapun data yang kami peroleh sebagai berikut:
a. Perilaku Hidup Bersih dan sehat (PHBS) yang tidak optimal
b. Resti mengingkatnya ISPA
c. Karies gigi
d. Ibu-ibu tidak memberikan ASI Eksklusif
2. Prioritas Masalah
…………………………………………………………….
3. Pelaksanaan (Rencana Tindakan)
Dalam pelaksanaan kegiatan menurut berat ringannya masalah yang
ada dan menurut sumber daya Masyarakat yang dimanfaaatkan sehingga
ada rencana yang tidak dilaksanakan kerena sumber daya yang terbatas.
Rencana tindakan yang akan dilakukan berupa penyuluhan,….
4. Implementasi
Berdasarkan prioritas masalah diatas kami mengambil rencana dan
perlu adanya pembinaan yang berkesenimbungan dikelurahan X Kecamatan
Y Kota Z agar derajat kesehatan seoptimal mungkin dapat dicapai, maka
kami membuat rencana untuk berusaha membina dan memberikan
pengetahuan dengan cara melakukan penyuluhan tentang :
a. Melakukan penyuluhan tentang PHBS
b. Melakukan penyuluhan tentang ISPA
c. Melakukan penyuluhan tentang karies gigi
d. Melakukan penyuluhan tentang ASI Eksklusif
5. Evaluasi Kegiatan
Dari beberapa kegiatan yang telah dilakukan ada beberapa hal yang harus
dievaluasi..misal: sosialisasi yang memadai saat PTD dan MMD sehinga
masyarakat semua ikut terlibat…
6. Hubungan (Data Bivariat)
…………………………………………….

B. Saran
1. Bagi Kota/ Kecamatan/ Kelurahan / Kelurahan
a. Lebih meningkatkan program-program pemerintah yang berkaitan
dengan kesehatan serta dapat memenuh fasilitas,i kebutuhan, sarana
dan prasarana dalam bidang kesehatan.
b. Lebih meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak dalam
melaksanakan program-program kesehatan.
2. Bagi Institusi Pendidikan
a. Diharapkan dapat lebih meningkatkan komitmen dan kerjasama dengan
berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kemampuan
mahasiswa/mahasiswi dalam aplikasi Praktik Kerja Lapangan.
b. Diharapkan untuk berekplorasi dalam penggalian potensi setiap
mahasiswa sebagai usaha pencapaian kompetensi yang diharapkan.