You are on page 1of 10

“ PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP “

Pada era saat ini pencemaran lingkungan hidup merupakan masalah serius yang dihadapi
oleh masyarakat. Tanpa mereka sadari, aktivitas sehari-hari mereka dapat mencemari lingkungan
sehingga lingkungan menjadi kumuh dan tidak sehat sehingga dapat menyebabkan munculnya
sumber penyakit. Apabila tidak dicegah secara efektif maka yang ditakutkan adalah tempat
tersebut menjadi tidak layak untuk ditempati.

 Pengertian Pencemaran Lingkungan Hidup


Pencemaran Lingkungan Hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat
berbahaya atau suatu komponen lain yang bersifat merusak atau merugikan ke dalam sebuah
lingkungan, selain itu juga dapat diartikan sebagai berubahnya suatu tatanan lingkungan yang
terjadi karena kegiatan manusia atau proses alam sehingga kualitas lingkungan menjadi menurun
pada tingkatan tertentu dan menyebabkan lingkungan tersebut menjadi tidak dapat berfungsi
sebagaimana mestinya.

Peristiwa terjadinya pencemaran lingkungan disebut sebagai polusi, sedangkan zat atau bahan
yang mengakibatkan pencemaran lingkungan disebut polutan. Adapun syarat suatu zat dapat
disebut sebagai polutan adalah jumlahnya melebihi batas normal dan berada dalam tempat yang
tidak tepat seperti sampah yang berada di sungai. Selain itu sifat dari polutan adalah dapat
merusak lingkungan dan terjadi dalam jangka waktu yang lama.
 Macam-Macam Pencemaran

Pencemaran lingkungan hidup secara umum terbagi atas 4 pencemaran, yaitu :

1. Pencemaran Air
Pencemaran Air merupakan suatu perubahan pada baku mutu air dari suatu badan air,
baik itu di sungai, danau, lautan atau badan air lainnya. Pencemaran air terjadi karena
adanya kegiatan atau kebiasaan manusia atau peristiwa alam,
contohnya : Dari peristiwa alam salah satunya adalah letusan gunung berapi yang
melewati sungai bahkan hingga danau.

Adapun beberapa jenis pencemar air antara lain :

1) adanya pembuangan limbah industry


2) sisa-sisa insektisida,
3) pembuangan sampah rumah tangga
4) zat-zat kimia hasil dari sisa laboratorium ataupun rumah sakit.

Salah satu jenis pencemar air laut adalah tumpahan minyak bumi yang terjadi karena
adanya kecelakaan pada kapal tanker minyak bumi yang saat ini sering terjadi. Dampak
dari tumpahan tersebut tentunya dapat mengganggu organisme dalam air dan juga
ekosistem air laut.
2. Pencemaran Udara

Pencemaran Udara adalah pencemaran yang terjadi karena masuknya substansi yang
dapat mengganggu mutu daru udara dan tentunya sangat membahayakan bagi makhluk
hidup. Sifat udara yang mudah menyebar inilah yang membuat penyebaran menjadi lebih
cepat dan tidak terarah sehingga menimbulkan pencemaran udara di berbagai tempat tanpa
mengenal waktu.

Pada umumnya pencemaran udara terbagi atas dua macam yaitu :

1) Pencemaran Primer terjadi substansi pencemar yang ditimbulkan langsung oleh sumber
pencemar udara,
Contohnya disini adalah karbon dioksida yang menjadi pencemar primer hasil dari
pembakaran.
2) Pencemaran Sekunder adalah terjadi pencemar dalam bentuk reaksi dari pencemar primer
dilapisan atmosfer,
Contohnya adalah asam sulfur yang terbentuk karena reaksi kimia antara sulfur diokside
dengan sulfur monoksida bersama uap air.
Salah satu dampak dari pencemaran udara yang paling ekstream adalah terjadinya
pemanasan global yang dapat merusak lapisan ozon.
3. Pencemaran Tanah

Pencemaran Tanah merupakan pencemaran yang terjadi akibat adanya zat tertentu
yang masuk dalam struktur lapisan tanah yang dapat mempengaruhi kualitas dari tanah
tersebut sehingga kemungkinan terbesarnya adalah tanah tersebut tidak dapat dimanfaatkan
secara optimal.

Adapun faktor dari pencemaran tanah antara lain adalah adanya sampah-sampah yang
tertimbun dalam tanah, zat kimia dalam pertanian yang digunakan secara berlebihan. Pada kasus
pencemaran tanah, setidaknya tanah dapat dioptimalkan lebih baik dengan memupuknya
menggunakan pupuk organik agar unsur hara dalam tanah tetap terjaga.

4. Pencemaran Suara

Pencemaran suara merupakan pencemaran yang disebabkan oleh suara bising yang
berlangsung dalam waktu tertentu yang ditentukan oleh besarnya kekuatan suara tersebut.
Satuan kekuatan suara disebut sebagai satuan dB, dimana semakin besar dBnya maka
semakin bising pula suara yang dihasilkan. Pencemaran jenis ini tidak boleh dianggap remeh,
karena salah satunya dapat mengganggu sebuah ekosistem di alam luar.

Yang dimaksud disini adalah akan mempengaruhi hewan-hewan yang berada di alam
bebas untuk berpindah habitat sehingga hal ini menyebabkan terjadinya perubahan
ekosistem. Tidak hanya mengganggu ekosistem alam luar saja, tapi juga dapat mengganggu
pendengaran manusia serta mempengaruhi sistem metabolisme tubuh yang diantaranya dapat
mempengaruhi tekanan darah, mempengaruhi denyut nadi, meningkatkan stress dan juga
mengganggu bagi mereka yang memiliki penyakit jantung.
 Tingkat dan Parameter Pencemaran

Pencemaran lingkungan hidup tentunya diukur berdasarkan pada jumlah polutan yang
ada dan waktu terjadinya. Dan berikut adalah pembagian tingkatan pencemaran lingkungan
hidup serta parameter yang digunakan untuk menentukan apakah lingkungan hidup tersebut
tercemar atau tidak.

1. Tingkat Pencemaran Lingkungan Hidup

Ada 3 tingkat pencemaran lingkungan hidup dapat dilihat berdasarkan kadar zat
pencemar dan lamanya pencemaran tersebut terjadi, antara lain :

1) Pencemaran Ringan ditandai dengan pencemaran yang dapat menimbulkan


kerusakan pada ekosistem dalam lingkup kecil,
Contohnya disini adalah asap dari kendaraan bermotor yang dapat menyebabkan
gangguan pernafasan serta gangguan pada mata.
2) Pencemaran Menengah adalah pencemaran yang dapat mengganggu kesehatan
manusia bahkan dapat menyebabkan kematian,
Contohnya disini adalah pencemaran air yang disebabkan oleh air raksa yang terjadi di
Jepang waktu itu yang dapat menyebabkan penyakit kanker bahkan hingga bayi lahir
cacat.
3) Pencemaran Berat adalah pencemaran lingkungan hidup yang dampaknya sangat
mengerikan,
Contohnya disini adalah terjadinya ledakan nuklir yang dapat menyebabkan kematian.
2. Parameter Pencemaran Lingkungan Hidup

Parameter pencemaran lingkungan secara umum terbagi atas 4 parameter yaitu :

1) Parameter kimia, didasarkan pada jumlah zat-zat kimia yang ada dalam
lingkungan tersebut, zat-zat tersebut antara lain adalah CO2, jumlah pH, fosfor
dan logam.
2) Parameter biokimia, didasarkan pada jumlah oksigen yang ada dalam air, dimana
untuk pengukurannya adalah dengan menyimpan sampel air yang sudah diketahui
kandungan oksigennya selama 5 hari, kemudian kadar oksigennya pada air yang
sudah disimpan selama 5 hari tersebut diukur ulang, dimana Menteri Kesehatan
mengatakan bahwa kandungan oksigen dalam air minum tidak boleh kurang dari
3 ppm yang berarti air tersebut tidak tercemar dan layak dikonsumsi.
3) Parameter fisik, didasarkan pada temperatur, warna, bau, tingkat kejernihan dan
keradioaktifan dari suatu zat atau bahan yang menyebabkan pencemaran
lingkungan,dan
4) Parameter biologi didasarkan pada ada atau tidaknya mikroorganisme dalam suatu
bahan, misalnya adalah bakteri coli dan plankton.

 Penyebab Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan disebabkan oleh beragam faktor. Namun, faktor terbesar


yang menyebabkan pencemaran lingkungan adalah faktor manusia sebagai pelakunya. Sadar
atau tidak, kita telah berkontribusi dalam proses pencemaran lingkungan. Beberapa kegiatan
yang kita lakukan di bawah ini ternyata menjadi penyebab pencemaran lingkungan:

 Kebiasaan merokok.
 Membuang sampah ke sungai.
 Menggunakan AC yang mengandung CFC.
 Menangkap ikan di sungai dengan racun.
 Membuang limbah industri ke sungai.
 Selalu menggunakan kendaraan bermotor ke mana saja kita pergi.
 Penguburan sampah botol plastik, logam, atau kaca.
 Pembuangan sisa pestisida atau pupuk ke dalam sungai.
Kita bisa menemukan banyak contoh pencemaran lingkungan di sekitar kita. Misalnya:

 Sungai yang tak lagi jernih dan tak lagi terdapat ikan atau hewan lain di dalamnya.
 Tanah yang tak lagi subur atau tak lagi bisa ditanami tanaman. Udara yang makin tak
nyaman untuk dihirup.
 Suhu udara yang semakin memanas dan berubah-ubah secara drastis.
 Sungai yang penuh sampah plastik.
 Udara yang penuh dengan asap kendaraan bermotor.
 Dampak Pencemaran Lingkungan
 Pencemaran lingkungan berdampak buruk pada kehidupan kita. Berikut beberapa
dampak yang ditimbulkan akibat pencemaran lingkungan.
 Punahnya beberapa spesies, misalnya punahnya ikan di sungai.
 Peledakan jumlah hama karena predator banyak yang telah punah.
 Pemanasan global.
 Berkurangnya tingkat kesuburan tanah.
 Lapisan ozon berlubang.
 Es di kutub semakin mencair.
 Iklim berubah-ubah tak menentu.
 Terjadinya hujan asam.
 Terjadi efek rumah kaca.
 Kerusakan lingkungan yang terlihat nyata, misal banjir karena banyak sampah
menumpuk di sungai.

 Upaya Mengatasi Pencemaran Lingkungan

Usaha-usaha telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat untuk


menanggulangi pencemaran lingkungan, antara lain melalui penyuluhan dan penataan
lingkungan. Namun, usaha tersebut tidak akan berhasil jika tidak ada dukungan dan
kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi pencemaran lingkungan,
diantaranya sebagai berikut,

1. Membuang sampah pada tempatnya

Membuang sampah ke sungai atau selokan akan meyebabkan aliran airnya terhambat.
Akibatnya, samapah akan menumpuk dan membusuk. Sampah yang membusuk selain
menimbulkan bau tidak sedap juga akan menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis
penyakit. Selain itu, bisa meyebabkan banjir pada musim hujan.
Salah satu cara untuk menanggulangi sampah terutama sampah rumah tangga adalah
dengan memanfaatkannya menjadi pupuk kompos. Sampah-sampah tersebut dipisahkan
antara sampah organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik ditimbun di dalam
tanah sehingga menjadi kompos. Adapun sampah anorganik seperti plastik dan kaleng
bekas dapat di daur ulang menjadi alat rumah tangga dan barang-barang lainnya.

2. Penanggulangan limbah industry

Limbah dari industri terutama yang mengandung bahan-bahan kimia, sebelum


dibuang harus diolah terlebih dahulu. Hal tersebut akan mengurangi bahan pencemar di
perairan. Denan demikian, bahan dari limbah pencemar yang mengandung bahan-bahan
yang bersifat racun dapat dihilangkan sehingga tidak mengganggu ekosistem.
Menempatkan pabrik atau kawasan industri di daerah yang jauh dari keramaian
penduduk. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengaruh buruk dari limbah pabrik dan
asap pabrik terhadap kehidupan masyarakat.

3. Penanggulangan pencemaran udara

Pencemaran udara akibat sisa dari pembakaran kendaraan bermotor dan asap pabrik,
dapat dicegah dan ditanggulangi dengan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak.
Perlu dipikirkan sumber pengganti alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, seperti
kendaraan berenergi listrik. Selain itu, dilakukan usaha untuk mendata dan membatasi
jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi. Terutama pengontrolan dan
pemeriksaan terhadap asap buangan dan knalpot kendaraan bermotor.
4. Penghijauan dan Penanaman Pohon

Tumbuhan mampu menyerap CO2 di udara untuk fotosintesis. Adanya jalur hijau
akan mengurangi kadar CO2 di udara yang berasal dari asap kendaraan bermotor atau
asap pabrik. Dengan demikian, tumbuhan hijau bisa mengurangi pencemaran udara.
Selain itu, tumbuhan hijau melepaskan O2 ke atmosfer.

5. Penggunaan pupuk dan obat pembasmi hama tanaman yang sesuai

Pemberian pupuk pada tanaman dapat meningkatkan hasil pertanian. Namun, di sisi
lain dapat menimbulkan pencemaran jika pupuk tersebut masuk ke perairan. Eutrofikai
merupakan salah satu dampak negatif yang ditimbulkan oleh pupuk buatan yang masuk
ke perairan. Begitu juga dengan penggunaan obat anti hama tanaman. Jika
penggunaannya melebihi dosis yang ditetapkan akan menimbulkan pencemaran. Selain
dapat mencemari lingkungan juga dapat meyebabkan musnahnya organisme tertentu
yang dibutuhkan, seperti bakteri pengurai atau serangga yang membantu penyerbukan
tanaman. Pemberantasan hama secara biologis merupakan salah satu alternatif yang dapat
mengurangi pencemaran dan kerusakan ekosistem pertanian.

6. Pengurangan pemakaian CFC

Untuk menghilangkan kadar CFC di atmosfer diperlukan waktu sekitar seratus tahun
salah satu cara penanggulangannya yaitu dengan mengurangi penggunaan CFC yang
tidak perlu oleh manusia. Mengurangi penggunaan penggunaan CFC dapat mencegah
rusaknya lapisan ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global.
KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP

MAKALAH
“ PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP “

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 1

Muh. Taufik Kurniawan C 301 18 492

Irman Moh Yahya C 301 18 426

Al’maqvira Annisa C 301 18 418

Maria Kristin C 301 18 433

Widya Pratiwi C 301 18 483

Nadia Apriliani C 301 18 460

Ikha Lestari C 301 13 272