You are on page 1of 3

KEBIJAKAN AKUNTANSI

PT AGRO PERDANA TEJARI

PENDAHULUAN

Sebagai pedoman perusahaan dalam membuat laporan keuangan, maka diperlukan suatu kebijakan
yang menjadi dasar pembuatan laporan keuangan PT Agro Perdana Tejari.

Kebijakan akuntansi ini mengacu kepada PSAK yang menjadi panduan dalam penyusunan laporan
keuangan yang baik dan benar, serta berlaku secara umum.

Dikarenakan PT Agro Perdana Tejari bergerak dibidang properti dan agro industri, maka kebijakan
akuntansi mengacu kepada PSAK No. 13. Selain itu perusahaan menggunakan Semi Accrual Basis
dalam mencatat transaksi keuangan.

Kebijakan Akuntansi Masing-Masing Post

1. Kas dan Setara Kas


Kas dan setara kas yaitu pencatatan semua transaksi yang terkait dengan penerimaan dan
pengeluaran kas dan bank perusahaan dimana perusahaan mengakui penerimaan kas pada
saat uang sudah diterima dan mengakui pengeluaran kas dan bank pada saat sudah
dibayarkan.

2. Piutang Usaha
Piutang usaha yaitu pengakuan perusahaan atas kepemilikan kas kepada pihak ketiga yang
didasari pada transaksi penjualan. Perusahaan mengelompokkan piutang usaha ini ke dalam
dua kelompok:
a. Piutang lancar
Yaitu, piutang usaha yang mempunyai umur kurang dari 30 hari
b. Piutang tidak lancar
Yaitu, piutang usaha yang mempunyai umur lebih dari 30 hari

3. Piutang Karyawan
Piutang karyawan yaitu merupakan pengakuan uang milik perusahaan yang dipinjam oleh
karyawan perusahaan.

4. Piutang Lain-lain
Piutang lain-lain yaitu pengakuan uang milik perusahaan yang dipinjamkan kepada pihak-
pihak lain yang tidak terkait langsung dengan usaha perusahaan, tetapi mendapat persetujuan
dari pihak direksi.

5. Persediaan
Persediaan merupakan asset milik perusahaan yang akan diperjualbelikan, dinilai berdasarkan
nilai perolehan ditambah dengan biaya-biaya yang mendukung perolehan asset tersebut.

6. Uang Muka/Biaya Dibayar Dimuka


Uang muka merupakan pembayaran perusahaan kepada pihak ketiga dalam rangka
penyelesaian suatu pekerjaan atau kewajiban perusahaan.
7. Pajak Dibayar Dimuka
Pajak dibayar dimuka yaitu kewajiban perusahaan kepada pemerintah dalam hal pembayaran
pajak, seperti:
a. PPN Keluaran
b. PPh 21 Bulanan
c. PPh Pasal 25

8. Aktiva Tetap
a. Nilai Perolehan
Nilai perolehan aktiva tetap didasarkan pada nilai pembelian ditambah dengan biaya
pendukung sampai dengan asset itu bisa digunakan
b. Penyusutan
Perusahaan mengelompokkan asset perusahaan ke dalam masing-masing kelompok
sesuai dengan kaidah keuangan yang berlaku umum, dimana perusahaan menggunakan
metode garis lurus dalam membuat perhitungan penyusutan yang dikelompokkan sebagai
berikut:
1. Gedung/Bangunan
Umur penyusutan 20 tahun, nilai penyusutan 5% per tahun
2. Kendaraan
Umur penyusutan 5 tahun, nilai penyusutan 20% per tahun
3. Peralatan Kantor
Umur penyusutan 4 tahun, nilai penyusutan 25% per tahun

9. Hutang Usaha
Hutang usaha merupakan kewajiban perusahaan kepada pihak ketiga yang berkaitan
langsung dengan usaha perusahaan yang didasarkan kepada kontrak.

10. Uang Diterima Dimuka


Uang diterima dimuka merupakan penerimaan perusahaan terkait dengan penjualan
perusahaan, tetapi belum terikat secara hukum dan tidak bisa diakui sebagai penjualan.
Contoh: penerimaan uang muka penjualan kavling

11. Biaya yang Masih Harus Dibayar


Biaya yang masih harus dibayar merupakan kewajiban perusahaan yang sudah jatuh tempo
baik kepada karyawan maupun pihak ketiga dan sudah dapat diakui sebagai beban
perusahaan.
Contoh: beban gaji karyawan yang belum terbayarkan

12. Hutang Pajak


Hutang pajak merupakan kewajiban perusahaan kepada pemerintah terkait perpajakan yang
harus dibayarkan, seperti:
a. PPN Masukan
b. PPh Pasal 29
c. Kekurangan PPh Pasal 21
13. Modal
a. Modal Usaha
Yaitu, nilai uang atau setara uang yang disetorkan oleh pemilik usaha berdasarkan akta
pendirian usaha

b. Laba (Rugi) Ditahan


Yaitu, akumulasi dari jumlah laba atau rugi perusahaan periode sebelumnya ditambah
dengan laba (rugi) tahun berjalan

14. Pendapatan
Pendapatan merupakan pengakuan atas penerimaan perusahaan dari hasil penjualan yang
sudah terikat secara hukum. Dalam hal ini perusahaan mengakui penjualan kavling
berdasarkan transaksi yang sudah terikat PPJB.

15. Harga Pokok Pendapatan


Harga pokok pendapatan merupakan beban yang terkait langsung dengan usaha perusahaan,
yaitu:
a. Beban Perolehan Lahan
Yaitu, berdasarkan nilai pembelian lahan ditambah dengan biaya-biaya pengurusan lahan
tersebut sampai dinyatakan sah menjadi milik perusahaan
b. Beban Pengolahan Lahan
Yaitu, berdasarkan biaya proses pengolahan lahan dari kondisi awal hingga menjadi
kavling yang siap untuk diserahterimakan ditambah dengan biaya-biaya pendukung yang
melekat dalam fasilitas kepemilikan kavling
c. Beban Sarana Pendukung
Yaitu, beban yang menjadi kewajiban perusahaan terkait dengan konten yang melekat
pada kepemilikan kavling
d. Beban Karyawan
Yaitu, beban atas gaji karyawan yang berkaitan langsung dengan kegiatan di lapangan

16. Biaya Marketing


Biaya marketing yaitu biaya yang harus dikeluarkan perusahaan terkait dengan
mempromosikan dan menjual produk-produk perusahaan, termasuk didalamnya biaya atas
gaji karyawan yang terlibat langsung dengan kegiatan pemasaran.

17. Biaya Administrasi dan Umum


Biaya administrasi dan umum merupakan biaya yang terkait dengan operasional perusahaan
secara menyeluruh di luar dari kegiatan memproses dan memasarkan produk.

18. Pendapatan dan Beban Di Luar Usaha


Pendapatan dan beban di luar usaha yaitu pendapatan yang diterima perusahaan dan biaya
yang dikeluarkan perusahaan yang tidak terkait dengan usaha perusahaan.