You are on page 1of 104

MAKALAH

PRAKTIKUM KOMPUTER 2

Disusun oleh :
LUTFIA RAMA DHANTY (17/416104/SV/13842)
RATNA CITRA DEWANTARI (17/416123/SV/13861)
SISKA DWI UTAMI (17/416130/SV/13868)
AK23
Dosen Pengampu:
TAUFIK HENDI

PROGRAM STUDI DIPLOMA 3 AKUNTANSI


DEPARTEMEN EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini dengan judul “Review Materi Praktikum Komputer II“. Makalah
ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Praktikum Komputer II.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih
jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun
sangat kami harapkan demi sempurnanya makalah ini.

Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan


bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan
bagi kita semua.

Yogyakarta, 02 Mei 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................................... 2
DAFTAR ISI............................................................................................................................................... 3
DAFTAR GAMBAR.................................................................................................................................... 5
DAFTAR TABEL ........................................................................................................................................ 6
BAB 1 PENDAHULUAN ............................................................................................................................ 7
BAB 2 PEMBAHASAN.............................................................................................................................. 9
2.1. PARAGRAF STYLE..................................................................................................................... 9
MEMBUAT JUDUL ................................................................................................................................... 9
2.2. DAFTAR ISI ............................................................................................................................. 14
2.3. DAFTAR GAMBAR .................................................................................................................. 17
2.4. DAFTAR TABEL....................................................................................................................... 21
2.5. PEMBUATAN HEADER, FOOTER, FOOTNOTE ........................................................................ 25
2.6. PEMBUATAN DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 31
2.7. Flowchart .............................................................................................................................. 34
2.8. Mail Merge : Letters & envelope .......................................................................................... 37
2.9. Label ...................................................................................................................................... 41
2.10. Print label .......................................................................................................................... 49
2.11. Statistik: deskriptif ............................................................................................................ 58
2.12. Fungsi keuangan: menghitung aset tetap ......................................................................... 67
2.13. Menggunakan ms. Excel untuk akuntansi......................................................................... 73
2.18.1. Membuat Daftar Akun .................................................................................................. 73
Membuat daftar akun terlebih dahulu sebagai sumber data untuk mengidentifikasi jurnal-jurnal
yang akan dilakukan nantinya pada sebuah form jurnal. ............................................................. 73
Langkah-langkah membuat worksheet akun : .............................................................................. 73
2.18.2. Pencatatan Jurnal Umum .............................................................................................. 74
Langkah-langkah : ......................................................................................................................... 74
2.18.3. Memposting Buku Besar ............................................................................................... 76
Di dalam siklus akuntansi, setelah melakukan pencatatan jurnal umum selanjutnya adalah
memindahkan transaksi yang telah dicatat dalam jurnal kedalam setiap akun buku besar yang
sesuai. ........................................................................................................................................... 77
2.18.4. Membuat Jurnal Penyesuaian ....................................................................................... 79
2.18.5. Neraca Lajur .................................................................................................................. 83
2.18.6. Membuat Laporan Keuangan Laba/Rugi ...................................................................... 86
2.18.7. Membuat Laporan Keuangan (Laporan Perubahan Ekuitas) ........................................ 89
2.18.8. Membuat Laporan Keuangan Neraca ........................................................................... 91
2.18.9. Jurnal Penutup .............................................................................................................. 95
2.18.10. Membukukan Ayat Jurnal Penutup (Buku Besar Jurnal Penutup) ............................ 98
2.18.11. Neraca Saldo Setelah Penutup (NSSP) .................................................................... 100
2.18.12. Membuat Hyperlink ................................................................................................ 103
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG

Saat ini perkembangan dan kemajuaan teknologi informasi dan


komunikasi telah berkembang dengan sangat pesat. Diantara teknologi informasi
yang hampir disetiap tempat kita temukan adalah komputer. Sekarang komputer
sangat berkembang pesat hampir setiap tahun komputer selalu mengalami
perkembangan. Penggunaan teknologi informasi khususnya komputer kini sudah
menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah, mulai sekolah dasar hingga ke
sekolah lanjutan atas dan sekolah kejuruan.

Namun demikian paling besar pengaruhnya adalah di Perguruan Tinggi


yang mana hampir semua perguruan tinggi di Indonesia sudah memanfaatkan
teknologi ini dalam perkuliahannya, baik melalui tatap muka maupun secara
online. Dengan teknologi ini mahasiswa bisa mengikuti mata kuliah dengan baik,
karena materi yang disampaikan selain mengandung materi yang berbobot juga
mengandung unsur multimedia yang bisa menghibur. Dengan bantuan komputer
yang dihubungkan dengan multimedia projector seorang dosen tidak perlu
menekan tombol keyboard atau papan ketik melainkan cukup menekan remote
control yang dipegangnya.

Dengan demikian, maka makalah ini sangat penting untuk membantu


masyarakat khususnya mahasiswa sebagai pedoman atau sumber referensi agar
menambah wawasan mengenai mata kuliah Praktikum Komputer II.

1.2.RUMUSAN MASALAH

Apa saja materi mata kuliah Praktikum Komputer II?

1.3.TUJUAN PENULISAN

Mendeskripsikan tentang materi mata kuliah Praktikum Komputer II.

1.4.MANFAAT
1. Memberikan informasi kepada pembaca mengenai materi yang ada pada
mata kuliah Praktikum Komputer II

2. Membantu memudahkan pemahaman materi pada mata kuliah Praktikum


Komputer II.

1.5. PROSEDUR MAKALAH

Makalah ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan


metode deskriptif. Data dalam makalah ini dikumpulkan dan diolah menggunakan
studi pustaka dengan mengumpulkan berbagai informasi dan referensi dari
berbagai buku sumber yang sesuai dengan tema makalah.
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1. PARAGRAF STYLE


HEADING
MEMBUAT JUDUL
1. Untuk mengatur format tersebut buat tulisan “PENDAHULUAN‟ sebagai
judul bab 1 lalu select;

Gambar 2.1.1.

2. Kemudian klik kanan pada Heading 1 lalu klik Modify seperti gambar
dibawah ini;

Gambar 2.1.2.

3. Setelah tampil kotak modify style, isikan variabel sesuai aturan judul bab,
yaitu Times New Roman, Bold, ukuran 12, tulisan rata tengah (centered)
horizontal maupun vertikal. Untuk pengaturan penomoran bab, klik
tombol Format kemudian pilih umbering seperti gambar dibawah ini;

Gambar 2.1.3.

4. Lalu pada kotak Define New Number Format isikan number style 1, 2, 3
dan tambahkan tulisan BAB di depannya, seperti gambar di bawah ini;

Gambar 2.1.4.
5. Setelah itu klik OK hingga semua jendela pengaturan hilang,sekarang sudah
ada kata-kata „BAB 1′ di sebelah kiri kata „PENDAHULUAN‟,untuk
meletakkan tulisan „PENDAHULUAN‟ di bawah BAB 1 agar sesuai aturan
penulisan, tekan shift + enter hingga terlihat seperti di bawah ini;

Gambar 2.1.5.

6. Tambahkan sedikit kalimat pengantar di bawah judul bab, seperti ini


misalnya;

Gambar 2.1.6.

7. Tambahkan tulisan di bawahnya untuk sub bab pertama (1.1), misalnya


“Latar Belakang”;
Gambar 2.1.7.

8. Kemudian masuk lagi ke jendela pengaturan Numbering untuk Heading


seperti cara yang digunakan pada Heading 1 tetapi diganti dengan Heading
2. Seperti gambar dibawah ini;

Gambar 2.1.8.

9. Klik OK. Lalu pilih format penomoran seperti di bawah ini;

Gambar 2.1.9.
10. Jika ingin sub bab berubah menjadi 1.1, maka pilih format lagi seperti di
bawah ini;

Gambar 2.1.10.

11. Jadilah seperti gambar di bawah ini.

Gambar 2.1.11.
2.2. DAFTAR ISI
Cara Membuat Daftar Isi

1. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membuka aplikasi Microsoft
Word pada laptop atau komputer Anda. Setelah aplikasi terbuka, pastikan
terdapat menu ruler. Jika komputer belum terdapat menu ruler, silahkan
aktifkan menu ruler terlebih dahulu yakni dengan klik “view” lalu centang
kotak yang ada di sebelah menu ruler.

Gambar 2.2.1.

2. Langkah berikutnya adalah memberi judul halaman yakni dengan


mengetik “Daftar Isi”. Letakkan tulisan tersebut di tengah halaman.
Setelah itu, ketik isi yang akan ditulis dalam daftar isi mislanya “Kata
Pengantar”. Jika Anda telah selesai mengetik, klik salah satu titik di
sepanjang area ruler yang berwarna putih hingga muncul garis L kecil
dengan warna hitam. Lakukan hal ini dua kali.

Gambar 2.2.2.
3. Setelah muncul tanda yang menyerupai bentuk huruf L, silahkan klik dua
kali pada gambar tersebut sampai muncul tampilan berikut:

Gambar 2.2.3.
4. Langkah ke empat, atur lah kotak tersebut dengan memilih pilihan “Right”
di menu alignment. Pada bagian “Leader”, klik angka 2. Sementara untuk
bagian “tab stop position” dan “default tab stop” dapat Anda abaikan saja.
Jika semua pengaturan telah selasai dilakukan,
silahkan klik “set” lalu klik pilihan “ok”.
5. Pastikan langkah pengaturan di tahap 4 telah Anda lakukan dengan benar.
Jika langkah tersebut telah berjalan dengan benar, maka tanda yang mirip
dengan huruf L akan berubah posisi yakni dua tanda menjadi saling
memunggungi. Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat gambar di bawah ini.

6. Langkah ke-6, letakkan kursor pada tulisan “Kata Pengantar” yang telah
Anda ketik sebelumnya. Berikutnya, tekan tombol “Tab” pada keyboard
laptop atau komputer Anda. Setelah Anda menekan tombol itu, tanda titik
akan otomatis terketik sepanjang tanda L yang pertama. Berikut ini contoh
gambarnya.

Gambar 2.2.4.
Cara membuat daftar isi: Ketik kata pengantar >> sesuaikan tanda L
(posisi tanda L di sebelah kanan) >> isi titik di kata pengantar >> tekan tab
keyboard >> isi angka >> enter

7. Sekarang saatnya mengatur angka yang menunjukkan halaman sebuah bab


atau judul. Caranya, letakkan kursor di layar komputer Anda pada tand
abaca titik yang terakhir. Kemudian tekan lagi tombol “Tab” yang ada di
keyboard sampai kursor akan berada di bawah tanda L yang kedua.

Terakhir, Anda hanya tinggal mengetik angka pada halaman berapa “Kata
Pengantar” tersebut ada.

Gambar 2.2.5. .

8. Ketiklah isi dari makalah, tugas akhir, skripsi, atau karya tulis ilmiah
Anda. Contohnya Bab 1, Latar Belakang Masalah, Bab 2, Pembahasan,
dan Penutup. Setelah mengetik, anda tidak perlu mengulangi langkah-
langkah sebelumnya karena pengaturan tadi akan berlaku untuk semua isi
makalah, jadi tidak hanya untuk “Kata Pengantar” saja.
2.3. DAFTAR GAMBAR

MEMBUAT DAFTAR GAMBAR MENGGUNAKAN MS WORD

1. Pilih gambar dengan mem-blok gamba lalu klik kanan insert caption untuk
memberikan judul gambar/tabel.

2. Pada kotak dialog caption, isi value label dengan gambar / tabel. Bila value
tabel atau gambar tidak ada dalam pilihan combobox anda bisa memasukan
valuenya dengan cara klik tombol newlabel dan ketikkan “gambar” dan
“tabel”. Tekan OK bila semua sudah di setting sesuai keinginan anda.

3. Lakukan pemberian caption untuk gambar/tabel lainnya dengan cara yang


sama.
4. Hasil pemberian caption anda mungkin teks caption masih berwarna biru
seperti gambar di bawah ini.
Hasil insert caption dengan label gambar

Hasil insert caption dengan label tabel

5. Kemudian ubah format sesuai dengan kemudahan (dalam kasus ini font di set
menjadi time news rowman 12 dengan warna black dan aligment hitam)

6. Jika semua gambar dan tabel sudah di beriikan caption kemudian kita akan
membuat daftar tabel dan gambar. Pilih halaman untuk halaman tabel gambar
dan tabelnya. Contoh:
7. Untuk memasukan tabel gambar dan table, tempatkan kursor pada halaman
yang akan digunakan untuk membuat daftar gambar/tabel, lalu pilih
refererences  insert table of figure
8. Pada kotak dialog Table of Figures lakukan pengaturan daftar gambar yang
akan dibuat (nomor halaman, alinea nomor halaman, hiperlink, dsb.) dan pilih
label caption yang akan digunakan (tabel/gamber/label lain) lalu klik OK.
9. Jika terjadi perubahan pada halaman, judul gambar/tabel, atau perubahan-
perubahan lain, lakukan penyesuaian pada daftar gambar /tabel dengan mem-
blok daftar gambar/tabel, lalu klik kanan update field dan pilih jenis
update yang akan dilakukan (hanya nomor halaman/keseluruhan).
2.4. DAFTAR TABEL
Langkah 1
Klik menu Reference. Pada bagian Citations klik Insert Caption.

Klik Kanan Pada Tabel pilih insert captions.


Maka Akan Tampil Windows Caption.
Klik Button New Label untuk mengganti nama pada caption: Misal Tabel. Klik Button
Numbering untuk memformat bentuk caption, Pada Use Seperator : Pilih tanda pemisah yang
akan digunakan. Apabila tidak ingin menggunakan seperator maka tidak perlu diaktifkan
check dari include chapter number, kemudian klik OK.

Setelah Klik Ok maka akan tampil Tulisan Tabel 1, Setelah tulisan Tabel 1 maka sisipkan
nama Tabel, seperti contoh Tabel 1 Daftar Harga Barang.
No Nama Barang Harga
1 Mouse Rp. 125.000
2 Keyboard Rp. 250.000
3 Monitor Rp. 1.500.000

Untuk memasukan nama Tabel yang kedua, klik Reference, Pada Ribbon Captions klik Insert
Caption, Klik Ok. Maka secara otomatis akan tampil penomoran nama Tabel secara otomatis.

No Nama Barang QTY Stock


1 Mouse 50 25
2 Keyboard 25 10
3 Monitor 30 20

Ulangi langkah 6 apabila ingin memberi nama tabel secara otomatis pada tabel yang lain.
Menampilkan Daftar Tabel secara otomatis, caranya:
1. Klik Menu Reference. Pada Ribbon Captions, Klik Insert Table Figure

Klik Ok, Maka akan tampil secara otomatis daftar Tabel seperti berikut ini:

Mengupdate atau memperbaiki nama Tabel yang salah. Caranya Ganti Nama Tabel, Tabel 2
Stock Barang akan diganti dengan Nama : Tabel 2 Stock Barang Komputer.
Mengupdate pada daftar Tabel:
 Klik Blok Daftar Tabel

 Klik menu References


 Pada Ribbon Captions
 Klik Tools Update Table pda captions, Pilih jenis data yang mau di update berdasarkan
pilihan (1. Update Page number only : Memperbaharui hanya penomoran halaman saja, 2.
Update entire table : memperbaharui seluruh tabel)

 Klik Ok
 Hasil Tampilan Setelah Di Update, Daftar Tabel 2 berubah menjadi Tabel 2 Stock Barang
Komputer.
2.5. PEMBUATAN HEADER, FOOTER, FOOTNOTE

MEMBUAT HEADER DAN FOOTER MENGGUNAKAN MS WORD

Header merupakan catatan kepala (terletak di atas) setiap halaman yang


tampil di margin top dan umumnya berisi penjelasan beberapa aspek
sepertinomor halaman, kode surat, keterangan/komentar, dll.
Footer merupakan catatan kaki setiap halaman yang tampil di margin bottom
di bagian bawah lembar kerja

1. Klik tab menu insert toolbar group header footer header (untuk
mengaktifkan header)
2. Klik tab menu insert  toolbar group header footer  footer (untuk
mengaktifkan footer)
3. Untuk mengedit header atau footer, langkahnya : klik header/ footer  edit
headHeader/ footer sehingga muncul tampilan dibawah ini :

K
e
terangan toolbar group
Insert : menambahkan tanggal dan waktu, gambar, dan clip art pada
header/footer
Navigation : sebagai navigasi antara header dengan footer
Option : mengatur peletakan header/ footer pada halaman
Position : mengatur jarak antara header dengan pinggir atas kertas dan
jarak footer dengan pinggir bawah kertas
Close : menutup tab menu header and footer
NOMOR HALAMAN
Cara Menambahkan Nomer Halaman

Word dapat secara otomatis melabelkan setiap halaman dengan nomor


halaman dan menempatkannya dalam header, footer, atau marjin samping.
Jika Anda memiliki header atau footer, ini akan dihapus dan diganti dengan
nomor halaman.

1. Pada tab Insert, klik perintah Page Number.

gambar 2.4.1.
2. Buka Top of Page, Bottom of Page, atau menu Page Margin, tergantung di
mana nomor halaman ingin diletakkan. Kemudian pilih gaya header yang
diinginkan.
gambar 2.4.2.

3. Penomoran halaman akan muncul.Tekan tombol Esc untuk mengunci


header dan footer.

4. Jika Anda ingin membuat perubahan pada nomor halaman Anda, cukup
klik dua kali header atau footer untuk membukanya.

Cara Menambahkan Nomor Halaman ke Header atau Footer yang Ada

1. Klik ganda di mana saja pada header atau footer untuk membukanya.
2. Pada tab Design, klik perintah Page Number. Pada menu yang muncul,
arahkan mouse ke Current Position dan pilih gaya penomoran halaman
yang diinginkan.

3. Penomoran halaman akan muncul.

4. Setelah selesai, tekan tombol Esc.

Cara Menyembunyikan Nomor Halaman pada Halaman Pertama

1. Klik dua kali header atau footer untuk membukanya.

2. Dari tab Design, centang tanda di sebelah Different First Page. Header dan
footer akan hilang dari halaman pertama. Jika Anda ingin, Anda dapat
mengetik hal lain di header atau footer, dan itu hanya akan mempengaruhi
halaman pertama saja.

Cara Mengulang Nomor Halaman

1. Tempatkan titik penyisipan di bagian atas halaman yang ingin di-restart


penomoran halamannya. Jika ada teks pada halaman, tempatkan titik
penyisipan pada awal teks.
Gambar 2.4.3.
2. Pilih tab Layout, kemudian klik perintah Breaks. Pilih Next Page dari menu
drop-down yang muncul.

Gambar 2.4.4.

3. Section break akan ditambahkan ke dokumen.

4. Klik dua kali header atau footer yang berisi nomor halaman yang ingin di-
restart.
gambar 2.4.5.
5. Klik perintah Page Number. Pada menu yang muncul, pilih Format Page
Number.
6. Sebuah kotak dialog akan muncul. Klik tombol Start. Secara default, akan
mulai dengan 1. Jika Anda ingin, Anda dapat mengubah nomornya.
Setelah selesai, klik OK.

Gambar 2.4.6.

7. Penomoran halaman akan dimulai awal.


Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan:
A. Apabila Setiap Awal Bab memerlukan pengaturan nomor halaman
yang berbeda, maka pengaturan Page Break harus dilakukan pada
setiap akhir bab.

B. Agar halaman angka biasa tidak terpengaruh dengan peletakan


angka romawi hilangkan seleksi pada menu link to Previous

C. Pengaturan nomor halaman secara otomatis akan direkam oleh


heading, sehingga daftar isi yang dimunculkan nantinya secara
otomatis telah sesuai dengan halaman yang ada (tinggal di-update).
MEMBUAT FOOTNOTE DALAM MS.WORD

Langkah Membuat Footnote :


1. Tulis artikel yang kita inginkan
2. Setelah itu, letakkan kursor diakhir kalimat yang akan kita berikan footnote
3. Pada REFERENCES pilih INSERT FOOTNOTE

4. Lalu ketikkan catatan pada footnote tersebut


5. Maka pada kalimat yang tadi ingin kita berikan footnote akan muncul angka kecil
yang apabila kita arahkan kursor tersebut ke angka kecil tersebut akan keluar isi dari
footnote tersebut .
2.6. PEMBUATAN DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka adalah salah stau unsur yang paling penting dan tidak boleh
ditinggalkan dari setiap penulisan karya tulis ilmiah. Keberadaan daftar
pustaka dalam karya tulis adalah bentuk pencegahan terhadap adanya
penjiplakan atau plagiarisme. Selain itu, daftar pustaka juga berfungsi untuk
memberitahu pembaca tentang sumber atau referensi dari tulisan tersebut.
Penulisan daftar pustaka dalam sebuah tulisan atau karya ilmiah sendiri
bukanlah sembarangan, melainkan harus memenuhi beberapa aturan baku
yang telah ditetapkan.
Cara Membuat Daftar Pustaka
1. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah klik menu
“References” dan dilanjutkan dengan memilih “Manage Sources”.

Gambar 2.3.1.
2. Jika Anda telah memilih menu “Manage Sources”, kini dalam layar
komputer Anda akan muncul kotak “Source Manager”. Berikutnya, klik
“New” lalu pilihlah sumber apa yang Anda pakai dalam tulisan Anda.

Misal, sumber tulisan Anda adalah buku maka pilihlah “Book”;

Gambar 2.3.2.
3. Langkah berikutnya adalah memilih bahasa yang digunakan dalam
penulisan daftar pustaka. Jika Anda akan menggunakan bahasa Indonesia,
maka pilihlah “Indonesian”. Jika menggunakan bahasa inggris, pilihlah
“English”;

Gambar 2.3.3.
4. Sekarang saatnya Anda mengisi kelengkapan sumber yang akan Anda tulis
di daftar pustaka. Untuk kolom Author, isi dengan nama pengarang atau
penulis buku yang Anda jadikan sumber. Jika buku tersebut ditulis oleh
lebih dari satu orang, maka Anda tinggal klik “Add” untuk memasukkan
nama penulis lainnya, begitu seterusnya;

Gambar 2.3.4.

Untuk kolom “Title” isilah dengan judul buku, kolom “year” diisi dengan
tahun buku diterbitkan, kolom “City” diisi dengan kota lokasi buku
tersebut diterbitkan, sementara untuk kolom “publisher” diisi dengan
nama penerbit yang menerbitkan buku tersebut.

5. Setelah Anda menyelesaikan proses pengisian data, silahkan klik menu


“OK”. Secara otomatis data tersebut telah tersimpan;
Gambar 2.3.5.
6. Setelah tahap ini selesai, Anda dapat menambahkan sumber-sumber atau
refernsi lain yang Anda gunakan untuk tulisan Anda. Jumlah dan jenis
referensi tersebut tidak dibatasi sehingga Anda dapat menambahkannya
sebanyak mungkin. Jika semua sumber dan referensi telah Anda
masukkan, silahkan klik “close” untuk menutup menu “Sorce Manager”;

7. Langkah terakhir adalah cara menampilkan daftar pustaka yang telah Anda
buat tadi. Caranya adalah dengan klik menu “Refernces” lalu klik
“Bibliography” dan “insert bibliography”. Kini daftar pustaka yang bersisi
sumber dan referensi tulisan Anda sudah dapat Anda lihat.

Gambar 2.3.6.
Inilah contoh terakhir Cara membuat daftar pustaka otomatis:

Gambar 2.3.7.
2.7.Flowchart

Flowchart atau diagram alir merupakan diagram yang menggambarkan


aliran proses dengan langkah-langkah yang berurutan dan direpresentasikan dalam
bentuk simbol-simbol. Simbol-simbol pada flowchart yang menggambarkan

aktivitas tertentu membantu kita dalam memahami suatu aliran proses yang
kompleks, seperti algoritma pemrograman, proses bisnis atau alur kerja pada
standard operational procedur (SOP).

Cara Menyisipkan Simbol-Simbol Flowchart

1. Pada Insert tab > Illustrations grup > klik Shapes.

2. Tips: Kita juga dapat menyisipkan shape untuk flowchart dengan cara
mengklik Drawing Canvas yang akan mengaktifkanDrawing Tools.
Kemudian pada Format tab > Insert Shapes grup > klik tanda panah
More untuk menampilkan isi galeri.

3. Selanjutnya klik simbol flowchart yang diinginkan dari galeri.


flowchart adalah

4. Seteh itu klik dan geser mouse pada area Drawing Canvas untuk
membuat simbol flowchart yang telah kamu pilih tadi.

5. Ulangi langkah 1-4 untuk menyisipkan simbol flowchart yang lain.

Cara Menambahkan Teks pada Simbol Flowchart

Klik pada simbol flowchart > ketikkan langsung teks yang kamu diinginkan.
Secara default, teks yang telah Anda tulis tadi akan ditaruh pada posisi tengah
dalam kotak teks, baik secara horizontal maupun vertikal.

Membuat Garis Alir (Flow Line) pada Flowchart

1. Pada Insert tab, Illustrations grup, klik Shapes.

2. Pilih garis alir di bagian Lines. Tutorial ini menggunakan tipe garis
Arrow.
Gambar 2.5.1.

3. Arahkan pointer mouse pada Shape 1. Akan muncul titik-titik


penghubung di sekelilingnya.

Gambar 2.5.2.

4. Klik pada salah satu titik tersebut dan arahkan pointer mouse ke Shape

5. Akan muncul titik-titik penghubung di Shape 2. Word akan otomatis


menghubungkan garis alir pada salah satu titik di Shape 2. Bila titik di
Shape 2 sesuai dengan yang Anda inginkan, maka lepaskan klik pada
mouse. Bila tidak, pilih titik yang lain dan kemudian lepaskan klik
pada mouse.

gambar
6. Sekarang kita sudah selesai membuat garis alir. Gunakan cara berikut
untuk merubah bentuk garis:

a. Word 2007: klik kanan pada garis tersebut dan pilih Straight
Connector (garis lurus), Elbow Connector (garis siku), atau Curved
Connector (garis lengkung).

b. Word 2010 dan 2013: klik kanan pada garis tersebut, pilih
Connector Types dan pilih bentuk garis yang diinginkan.

7. Untuk memindahkan posisi garis alir:

a. Klik pada garis.


b. Arahkan pointer mouse pada bulatan yang ada di ujung garis yang
ingin dipindahkan.

c. Kemudian klik bulatan tersebut dan geser mouse ke titik yang baru.
Lepaskan klik pada mouse.
cara Menampilkan Gridlines

1. Buka program Microsoft Word, lalu klik tab “View”

2. Perhatikan grup “Show”. Untuk menampilkan garis-garis maka Anda


bisa mencentang “Gridlines”

gambar
2.8.Mail Merge : Letters & envelope

Langkah – langkah Membuat Mail Merge (Surat Masal) :


1. Klik Start - All Programs - Microsoft Office – Microsoft Office Word 2013
2. Tulis sebuah surat, sebagai contoh Surat Tagihan dengan format teks seperti gambar
dibawah ini. Kosongkan bagian yang diisi seperti Nama, Alamat, Harga Barang,
Jumlah Barang dan Total Pembayaran.
SURAT TAGIHAN
Kepada
Yth.
Di.
Dengan Hormat.
Bersamaan dengan datangnya surat ini, kami Toko Elektronik Jaya Makmur ingin
menyampaikan tagihan atas nama ... tertanggal 15 Juni 2017.
Berikut ini adalah rincian dan barang yang anda beli :
Nama Barang :
Harga :
Jumlah Barang :
Total Pembayaran :
Demikian pemberitahuan dari kami. Harap segera melunasi. Terima Kasih.
3. Setelah selesai menulis surat, klik Tab Mailings pada Menu Ribbon – Klik Tool Select
Recipients – Dan klik sub menu Type New List.
4. Maka jendela New Address List pun terbuka. Namun secara default field yang
ditampilkan tidaklah sama dengan field yang kita gunakan.
5. Untuk merubah field tabel, klik Customize Columns dan muncul sebuah jendela kecil
Customize Address List.
6. Gunakan fungsi pada tiap-tiap button untuk mengedit field tersebut agar sesuai dengan
field pada data inputan Surat Tagihan yang akan dibuat.
Berikut adalah penjelasan di masing-masing fungsi button tersebut :
- Add : Digunakan untuk menambah field- Delete : Digunakan untuk menghapus field-
Rename : Digunakan untuk mengubah nama field- Move Up : Merubah posisi sebuah
field agar berpindah satu baris keatas- Move Down : Merubah posisi sebuah field agar
berpindah satu baris kebawah- OK : Menyelesaikan proses penamaan field- Cancel :
Membatalkan proses penamaan field
7. Rename dan Hapuslah beberapa field sehingga terbentuk struktur field sebagai berikut.
(Nama Pelanggan, Alamat Pelanggan, Nama Barang, Harga Satuan, Jumlah Barang dan
Total pembayaran).
 Klik OK untuk menyelesaikan proses costomize pada field.
 Isi dimasing-masing record sesuai dengan field yang sebelumnya telah dibuat.
Gunakan tombol Tab pada keyboard sebagai shortkey untuk mempermudah
perpindahan di tiap-tiap kolom.Gunakan fasilitas yang disediakan sebagai alat bantu
dalam menangani berbagai keadaan jika data telah banyak diinputkan. Berikut adalah
fungsi dari tiap-tiap fasilitas diatas :- New Entry : Digunakan untuk membuat baris baru
untuk penginputan data.- Delete Entry : Digunakan untuk menghapus baris.- Find :
Digunakan sebagai fasilitas pencarian cepat pada data yang diinputkan. Fasilitas ini
akan sangat berguna jika sangat banyak data yang telah diinputkan.- Customize
Columns : Digunakan jika ingin merubah field.- OK : Menyelesaikan proses
penginputan- Cancel : Membatalkan proses penginputan- Filter Data : Digunakan untuk
menyaring data agar dapat tampil sesuai pilihan filter yang dipilih. Berikut adalah
penjelasan dimasing-masing sub menu pada fungsi filter data.• Sort Ascending,
memiliki fungsi sebagai filter data dengan data terurut sesuai abjad (A-Z)• Sort
Descending, memiliki fungsi sebagai filter data dengan urutan data terbalik (Z-A)• All,
memfilter data agar dapat tampil secara keseluruhan
 Setelah selesai menginput data, maka langkah selanjutnya yaitu menekan tombol OK.
Maka muncul sebuah jendela Save Address List, kemudian pilih media penyimpanan –
isi file name – OK.*Data berupa tabel yang tadi diinput akan terpisah dengan File Word
yang telah sebelumnya dibuat. Karena tabel tersebut merupakan sebuah file Microsoft
Access yang memiliki ekstensi .mdb dengan fungsi sebagai media penyimpanan data
(database).
 Masuk ketahapan pembuatan Mail Merge. Arahkan pointer ke tempat yang ingin diisi.
Sebagai contoh untuk langkah pertama, arahkan kursor ke akhir baris kata “Yth.”.

Kepada
Yth.
Di.
Klik Tab Mailings pada ribbon menu – Klik sub menu pada Insert Merge Field – Klik
field yang sesuai. Sebagai contoh field yang sesuai dengan kata “Yth.” adalah
field “Nama_Pelanggan”.Berikut adalah gambar setelah proses Insert Merge Field,
terdapat sebuah penambahan kata dengan format khas Mail Merge.
Yth. <<Nama_Pelanggan>>
 Lakukan hal yang sama pada bagian-bagian yang akan diisi dengan teknik Mail Merge.

gambar
 Jika sudah selesai, klik Tab Mailings pada menu ribbon – Klik Preview Results untuk
melihat hasil dari Mail Merge.
 Gunakan tools yang terdapat di Grub Preview Results untuk melihat hasil Mail Merge
yang lain.- Ikon First Record, berfungsi sebagai priview data pada record/baris yang
pertama.- Ikon Previous Record, berfungsi sebagai priview data pada record/baris
yang sebelumnya.- Ikon Next Record, berfungsi sebagai priview data pada
record/baris selanjutnya.- Ikon Last Record, berfungsi sebagai priview data pada
record/baris yang terakhir
 Jika ingin mencetak/print out Mail Merge, maka langkah yang perlu dilakukan adalah
dengan mengklik Tab Mailings – Klik Finish & Merge – Klik Print Documents.Maka
muncul jendela Merge to Printer, dengan beberapa option sebagai berikut :- All,
berfungsi sebagai cetak semua data.- Current record, berfungsi sebagai cetak data pada
pilihan record yang sedang tampil saat ini.- From, berfungsi sebagai cetak data dengan
pilihan record (awal) to (akhir).
 Save/simpan data Mail Merge tersebut dengan menekan tombol Office Button – Save
As – isi File Name – Save.
 Jika ada kesalahan dalam pembuatan Mail Merge baik format dalam menampilkan,
edit Field dan edit data Mail Merge, maka klik Tab Mailings – klik Edit Recipient List.
 Check box berfungsi sebagai data yang akan ditampilkan, jika anda menghilangkan
tanda ceklis tersebut maka data yang tidak diceklis tidak akan ditampilkan dalam Mail
Merge.
 Klik Data Source – klik Edit untuk mengedit Field dan data didalam database.

Langkah – langkah Membuat Envelopes (Amplop Surat) :


 Klik Start - All Programs - Microsoft Office – Microsoft Office Word 2007.
 Terdapat dua opsi pilihan, yang pertama jika anda ingin membuat Envelopes secara
terpisah dengan Mail Merge maka buka lembar kerja Office Word baru dengan cara
menekan Tombol Office Button – New – Blank Document – Create (Ctrl + N) –
kemudian ikuti langkah selanjutnya (langkah 3).
Namun jika anda ingin membuat Envelopes menyatu dengan lembar kerja Mail Merge,
maka anda tidak perlu membuat lembar kerja baru (langsung ke langkah 3).
 Klik Tab Mailings – klik Envelopes.
 Isi Delivery address dengan kalimat seperti gambar dibawah ini, dan kosongkan
“Nama” dan “Alamat” tujuan.
Kemudian Isi Return address dengan Nama Pengirim serta Alamat tanpa
mengosongkan isi Nama dan Alamat tersebut.
Klik Add to Document untuk menyelesaikan proses.
 Setelah proses diatas selesai, maka akan tampil sebuah lembaran baru dengan format
margin sesuai dengan format dan ukuran amplop yang sebenarnya.
Edit font tersebut agar sesuai dengan font di Mail Merge
 Arahkan kursor ke akhir tulisan “Yth.” Dan “Di.”, kemudian klik Tab Mailings – klik
sub menu Inser Merge File – pilih field yang sesuai dengan data amplop tersebut.
 Jika sudah selesai, klik Tab Mailings pada menu ribbon – Klik Preview Results untuk
melihat hasil dari Envelopes.
 Gunakan tools yang terdapat di Grub Preview Results untuk melihat hasil Envelopes
yang lain.
- Ikon First Record, berfungsi sebagai priview data pada record/baris yang pertama.
- Ikon Previous Record, berfungsi sebagai priview data pada record/baris yang
sebelumnya.
- Ikon Next Record, berfungsi sebagai priview data pada record/baris selanjutnya.
- Ikon Last Record, berfungsi sebagai priview data pada record/baris yang terakhir
 Jika ingin mencetak/print out Envelopes, maka langkah yang perlu dilakukan adalah
dengan mengklik Tab Mailings – Klik Finish & Merge – Klik Print Documents.
 Maka muncul jendela Merge to Printer, dengan beberapa option sebagai berikut :
- All, berfungsi sebagai cetak semua data.
- Current record, berfungsi sebagai cetak data pada pilihan record yang sedang tampil
saat ini.
- From, berfungsi sebagai cetak data dengan pilihan record (awal) to (akhir).
 Save/simpan data Envelopes tersebut dengan menekan tombol Office Button – Save As
– isi File Name – Save.
2.9.Label
Cara membuat label
1. Sebelum mencetak/print label, maka yang pertama kali dilakukan adalah
mengisi daftar nama, kelas, mata pelajaran, alamat penerima undangan,
jabatan, harga produk, nama produk, dan sebagainya dengan Microsoft
Excel. Buka Microsoft Excel, dan buka blank workbook.

Gambar 2.7.1.
2. Lalu ketik nama, kelas, mata pelajaran, nama produk, harga, atau daftar
nama lain yang inginkan.

Gambar 2.7.2.
3. Buat daftar yang serupa seperti tabel pada gambar di atas. Nantinya, pada
stiker nama atau label, yang muncul hanyalah baris kedua dan seterusnya.
Baris pertama tak akan muncul dalam label.
4. Setelah kamu membuat data daftar nama, simpan saja sebagai Excel
Workbook.

gambar
Nantinya, workbook ini akan menjadi patokan dari mana identitas
orang/barang yang akan dimasukkan ke dalam label yang akan dibuat di
Microsoft Word.
Membuat atau Mengubah Ukuran Label di Microsoft Word
1. arena sudah ada patokan dari data yang telah dibuat di Microsoft Excel
(mail merge), Buka Microsoft Word, dan buka blank document. Buka tab
Mailings, dan pilih Labels.

gambar
2. Pilih tombol Options.

gambar
3. Kemudian muncullah daftar merek label yang bisa dipilih.
4. Klik New Label.

gambar
Contoh: Mencetak/print label memakai TJ Labels ukuran 103, maka isi
semua kotak teks (width, height, margin, pitch, dsb) sesuai dengan gambar
di bawah ini:

gambar
5. Kalau sudah, klik OK. Lalu pilih New document.

gambar
6. Kalau ternyata setelah di-print label tidak pas dengan teksnya, atau ukuran
label yang kamu punya berbeda dan bukan ukuran 103, gunakan patokan
ukuran TJ Labels dalam bentuk puluhan template Microsoft Word.

Membuat Label dan Mengisi Daftar Nama secara Otomatis di


Microsoft Word
1. Setelah mengklik New document, maka kamu akan melihat tabel kosong.
Tabel kosong ini haruslah diisi dengan data dari Microsoft Excel yang
barusan dibuat.
gambar
2. Kalau kamu ingin menggunakan template TJ Label yang telah di-
download, buka template tersebut. Kemudian muncul tabel kosong yang
serupa.
3. Sekarang, tinggal isi saja dengan nama, alamat, mata pelajaran, kelas,
harga barang, atau hal lainnya – secara otomatis dari data Excel.
4. Masuk ke tab Mailings. Pilih Select Recipient > Use an existing list.

gambar 2.7.10.
5. Cari file workbook Excel yang berisi nama, kelas, alamat, atau data lain
yang baru saja kamu buat. Klik Open.

gambar
6. Pilih sheet mana atau semua (atau mungkin satu saja) yang berisi daftar
nama. Klik OK.

gambar 2.7.12.
7. Pilih kotak label pertama.

Gambar 2.7.13.
8. Pilih Insert Merge Field > Nama (atau yang lain seperti yang kamu buat
di Excel pada baris pertama).

gambar
9. Lanjut dengan memilih Kelas, dan lanjut lagi dengan memilih Mapel.

gambar
10. Atur sendiri tata letak dan tampilan Nama, Kelas, Mapel, Harga, Alamat,
atau Jabatan, dengan rapi. Misalnya mengubah font, font size, atau line
height, atau apa pun terserah, yang penting rapi dengan tampilan yang
cukup bagus.

Gambar 2.7.16.
11. Setelah kotak label pertama rapi dan selesai, maka sekarang kita pindah ke
kotak label yang kedua.

gambar 2.7.17.
12. Blok dan copy seluruh teks pada kotak label pertama. Lalu paste pada
kotak label kedua.

Gambar 2.7.18.
13. Pada kotak label kedua, klik sebelum <<Nama>> atau sebelum konten
apa pun pada kotak label kedua dimulai.

Gambar 2.7.19.
14. Masuk ke tab Mailings. Klik Rules > Next Record.

gambar 2.7.20.

15. Tulisan <<Next Record>> akan mengawali teks atau daftar nama apa pun yang
terisi pada kotak label kedua.

Gambar 2.7.21.
16. Blok dan copy seluruh teks pada kotak label kedua, dan paste pada kotak
label ketiga, keempat, dan semua kotak label yang belum terisi apa pun,
hingga kotak label terakhir.

gambar
17. Klik Finish & Merge > Edit Individual Document.

gambar
18. Pilih all dan pilih ok
2.10. Print label

1. Pertama buka File Ms. Excel “LIST UNDANGAN”. Buat lah kolom nama dan
tempat. Lalu ketik nama-nama tamu undangan yang akan diundang dalam 2 kolom
tersebut. seperti di gambar 1.1. Jangan lupa SAVE file excel yang telah dibuat.
Kolom “nama” silahkan isi dengan nama tamu yang di undang
Kolom “tempat” silahkan isi dengan alamat. Atau agar lebih sederhana boleh isi
dengan text “tempat” saja
Ketik secara vertikal menurun kebawah. Tanpa membuat kolom baru.

gambar 1.1

gambar

2. Selanjutnya pindah ke Ms. Word. Buka file yang telah dipersiapkan. Jika belum
buat dokumen baru
3. Masuk ke tab Mailings – Start Mail Merge – Labels (Gambar 2.0) lalu
pilih New Label

gambar
gambar 2.1

4. Atur masing-masing nilai sesuai dengan kode label yang anda gunakan. Untuk kode
label 103 yang kami pakai nilainya seperti tertera di gambar 2.2.gambar 2.2

gambar
5. Perlu diketahui, walaupun kode labelnya sama, bisa jadi ukuran layoutnya bisa
berbeda antara merk label satu dengan merk label lainnya. Maka dari itu ukurlah
nilai Top Margin, Side Margin dan seterusnya pada label yang anda gunakan.
Keterangan:
 Top Margin : jarak antara tepi label (bagian atas) dengan bagian paling tepi page
(atas)
 Side Margin : jarak antara tepi label (bagian samping) dengan bagian paling tepi
page (samping)
 Label Height : tinggi satu buah label
 Label Width : lebar satu buah label
 Number across : jumlah label kesamping (kalau pada gambar diatas itu ada 2 buah
jumlah label kesamping)
 Number down : jumlah label kebawah (kalau pada gambar diatas itu ada 5 buah
jumlah label kebawah.
 Vertical Pitch : jarak label vertikal ditambah dengan margin
 Horizontal Pitch : jarak label horizontal ditambah dengan margin
 Page Width : lebar keseluruhan kertas label
 Page Height : tinggi keseluruhan kertas label
6. Kemudian klik OK. Untuk memudahkan pengaturan layout label sebelum di print
maka bisa menggunakan garis tepi/border. Untuk memunculkan garis tepi table. Klik
kanan tanda kress yang ada di pokok kiri atas, lalu klik border dan shading. Seperti
gambar 2.3 dibawah ini:

gambar 2.3

Klik garis tepi diujung table yang ditunjung panah merah

gambar 2.4
gambar

>> lalu pilih All Borders

7. Setelah diatur dengan borders, selanjutnya mulai memasukan data yang ada di Ms.
Excel “LIST UNDANGAN” agar bisa terkoneksi dengan Ms. Word.
8. Masih di Ms. Word. Masuk kembali ke Mailings, klik select Recipient – Use
Existing List. Disini nanti carilah file excel yang dipersiapkan sebelumnya.

gambar 3.0
Klik di file Ms. Excel “LIST UNDANGAN” lalu OPEN

gambar 3.1

9. Masih ditab Mailings, klik Insert Merge Field, Maka akan muncul <<nama>> dan
<<alamat>> lalu klik semuanya. Kemudian tambahkan kode <<next record>>

gambar 4.1
gambar 4.2
Boleh disisipkan text “Di” (tulis tanpa kutip/kurung) diantara <<nama>> dan
<<tempat>>. Pastikan tampilan dan susunan persis seperti diatas.
10. Agar rapi, atur semua text menjadi rata tengah. Blok semua text menggunakan
CTRL+A, lalu klik center

gambar 4.3
11. Kemudian Klik Preview Result pada tab Mailings, untuk melihat nama-nama
undangan yang tadi dipersiapkan. Sekaligus mengecek koneksi file excel yang
berisi daftar nama ke file word. Jika sukses maka otomatis nama nama muncul di

gambar 4.4
Sebelum di print out Border dalam dokumen boleh dihilangkan terlebih dahulu

gambar 4.5
DATA TERKONEKSI SUKSES
12. Tahapan berikutnya adalah mencetak label dengan printer. Pada
tab Mailings klik Finish and Merge – Print Documents.

gambar 5.0
13. Akan muncul tampilan seperti ini. Ada 3 Pilihan.

gambar 5.1
14. Pilih All jika anda ingin mencetak semua daftar nama dan alamat.
Pilih Current record jika anda hanya ingin mencetak nama-nama dan alamat yang
sedang muncul di Ms.Word.
Pilih From jika anda ingin mencetak nama-nama pada nomor terntentu pada data yang
terisi didalam file excel tadi. Misalnya anda ingin mencetak data nama pada nomor 5
sampai 20 saja, maka masukkan angka From 5 to 20 lalu klik OK.

15. Untuk memastikan layout yang telah kita buat sudah pas atau belum, sebaiknya
coba cetak satu dulu dengan memilih opsi Curent Record. Lalu setting Print Layout
sesuai printer yang dipergunakan masing-masing. Ik

gambar 5.2

16. Tampilan pengaturan kertas tiap printer berbeda-beda. Printer yang kita gunakan
pada tutorial ini adalah EPSON L120 Series. Jika ternyata hasil cetakannya tidak
pas, anda bisa mengaturnya ulang dengan cara mengatur margin kursor left Indent
pada Ms. Word. Pada tab Page Layout klik tanda panah kecil yang ada dibawah.
Lalu atur nilai Margin atas (Top Margin).

gambar
2.11. Statistik: deskriptif

2.8.1. Rumus-rumus

1. =AVERAGE : mencarinilai rata-rata dalam range


2. =COUNT : mencarijumlahangkadalam range
3. =MAX : mencari data tertinggidalam range
4. =MEDIAN : mencari median data dalam range
5. =MIN : mencari data terendahdalam range
6. =STDEV : mencaristandardeviasidalam range sample data
7. =STDEVP : mencaristandardeviasidalam range populasikeseluruhan
8. =SUM : menjumlahkan data dalam range
9. =VAR : mencarinilai variance dalam range
10. =PRODUCT : melakukanperkaliansekumpulan data dalam range
11. =ROUND : membulatkanbilanganke digit tertentu
12. =SQRT : menghasilkansuatunilaiakarkwadrat
13. =POWER : menghasilkansuatubilangan yang dipangkatkan
14. =SUMSQ :mempangkatduakanangkadalamargumentdan
memberikanjumlahdaripemangkatan

MemasangAnalysis ToolPak Add-In


1. Bukalahkotak dialog Excel Add-ins.
AndadapatmelakukannyadarilayarutamaHome setelahAndamembuka
program.
o Klik Options di menuFile.
o Kemudian, klik Add-Ins pada panel navigasi.
o Padadaftar Manage, pilihlah Excel Add-ins. Kemudian, klik Go.
gambar
2. PilihlahAnalysis ToolPak Add-in. SetelahAndamembukakotak dialog Add-
Ins, pilihlahkotakcentang Analysis ToolPakdi bawah Add-Insavailable,
jikabelumdicentang. Kemudian, klik OK.Perhatikanbahwa

Analysis ToolPak Add-in tidakakanmuncul di kotak dialog Add-Ins jika tool


inibelumterpasang di komputerAnda. JikaAndatidakmelihatAnalysis
ToolPak di kotak dialog Add-Ins, jalankanMicrosoft Excel Setup.
TambahkanToolPakkedaftartool yang terpasang.

Membuat Histogram

1. Masukkan Data. Susunlah data Andamenjadiduakolom yang berdekatan di


lembarkerja. Isilahkolomkirinyadengan “data masukan”
Andadankolomkanannyadengan “angkabin” Anda.

o Data masukanadalahsekumpulanangka yang inginAndaanalisis


menggunakantool histogram.

o Angkabinmelambangkan interval yang ingindigunakandalamtool


histogram untukmengukurdanmenganalisis data masukan. Misalnya,
jikaAndainginmemisahkannilaimenggunakankategori A, B, C, D,
dan F, Andadapatmembuatbinuntuk 60, 70, 80, 90, dan 100.
gambar

2. BukalahkotakData Analysis. Proses inisamauntuksemuaversi Excel yang


dikeluarkansejaktahun 2007.
JikaAndamenggunakanversiperangkatlunaksebelumnya,
Andaharusmengikuti proses yang sedikitberbeda.

o Di Excel 2013, Excel 2010, dan Excel 2007: bukalahtabData.

o Untuk Excel 2003 danversisebelumnya: pilihlahData Analysisdari


menu Tools. JikatidakadapilihanData Analysis di menu Tools,
Andamungkinharusmemasangadd-in.

3. PilihHistogram. SetelahAndamembukakotak dialog Data Analysis, carilah


Histogram di antaratoolanalisislainnya. Kemudian, klik OK.
Iniakanmembukakotak dialog Histogram.

gambar
4. Pilihlahrentangmasukandanrentangbin. Rentangmasukanadalahrentangsel yang
memiliki data. Jika data masukanAndaberupasepuluhangka,
danAndasudahmenyalinnyakekolomA (dari A1 hingga A10), masukkanrentang data
Andasebagai A1:A10. Rentangbinadalahrentangsel yang berisiangkabinAnda.
JIkaAndamemilikiempatbin di ataskolom B, masukkanrentangbinAndasebagai
B1:B4.Berilahcentangpadakotakkeluarangrafik. Di bagian Output Options,
klikOutput Range untuk menempatkan hasil. Kemudian, pilihkotakcentang Chart
Output dan Cumulative Percentage untuk menampilkan grafik dan persentase.

gambar

gambar
Membuat Penghitungan Rank dan Percentile
1. BukalahkotakData Analysis. Proses inisamauntuksemuaversi Excel yang
dikeluarkansejaktahun 2007.
JikaAndamenggunakanversiperangkatlunaksebelumnya, Andaharusmengikuti
proses yang sedikitberbeda.

p Di Excel 2013, Excel 2010, dan Excel 2007: bukalahtabData.


p Untuk Excel 2003 danversisebelumnya: pilihlahData Analysisdari
menu Tools. JikatidakadapilihanData Analysis di menu Tools,
Andamungkinharusmemasangadd-in.

gambar

2. PilihRank and Percentile. SetelahAndamembukakotak dialog Data Analysis,


carilahRank and Percentile di antaratoolanalisislainnya. Kemudian, klik OK.
Iniakanmembukakotak dialog Histogram.
gambar
3. Pilihlahrentangmasukan. Rentangmasukanadalahrentangsel yang memiliki data. Jika
data masukanAndaberupasepuluhangka, danAndasudahmenyalinnyakekolomA (dari
A1 hingga A10), masukkanrentang data Andasebagai A1:A10.Di bagian Output
Options, klikOutput Range untuk menempatkan hasil.

gambar
gambar

Membuat Penghitungan Statistika Deskriptif

1. BukalahkotakData Analysis. Proses inisamauntuksemuaversi Excel yang


dikeluarkansejaktahun 2007.
JikaAndamenggunakanversiperangkatlunaksebelumnya, Andaharusmengikuti
proses yang sedikitberbeda.

q Di Excel 2013, Excel 2010, dan Excel 2007: bukalahtabData.


q Untuk Excel 2003 danversisebelumnya: pilihlahData Analysisdari
menu Tools. JikatidakadapilihanData Analysis di menu Tools,
Andamungkinharusmemasangadd-in.

gambar
2. PilihDescriptive Statistics. SetelahAndamembukakotak dialog Data Analysis,
carilahDescriptive Statistics di antaratoolanalisislainnya. Kemudian, klik OK.
Iniakanmembukakotak dialog Descriptive Statistics.

gambar
3. Pilihlahrentangmasukan. Rentangmasukanadalahrentangsel yang memiliki data. Jika
data masukanAndaberupasepuluhangka, danAndasudahmenyalinnyakekolomA (dari
A1 hingga A10), masukkanrentang data Andasebagai A1:A10.Di bagian Output
Options, klikOutput Range untuk menempatkan hasil.

gambar
gambar
2.12. Fungsi keuangan: menghitung aset tetap

Menghitung Penyusutan Aset Tetap Menggunakan Metode Garis Lurus


Langkah-langkah :
1. Misalnya, diketahui harga perolehan aktiva adalah Rp. 200.000.000, nilai residu
Rp.40.000.000,- dengan estimasi masa manfaat 10 tahun.

gambar

2. Untuk menghitung penyusutan aktiva tetap per tahun dengan metode garis lurus
yaitu dengan rumus =SLN(cost;salvage;life)

gambar
Atau bisa menggunakan rumus Depresiasi = (Harga Beli-Nilai Sisa)/Masa Manfaat

gambar

3. Membuat tabel penyusutan.

Gambar
4. Menghitung awal tahun.
Awal tahun adalah mulai dari 0.

gambar
Estimasi masa manfaat adalah sampai 10 tahun, maka pada cells B14 ditarik hingga
cells B23, hasilnya tampak sebagai berikut :

Gambar
5. Menghitung Debit Penyusutan.

gambar

Gambar
Sehingga akan tampak sebagai berikut :

gambar
6. Menghitung Kredit Akumulasi diambil dari debit penyusutan.

gambar

7. Menghitung total akumulasi penyusutan.

Gambar

Untuk menghitung di tahun berikutnya, maka pada cells E14 ditarik hingga E23,
hasilnya sebagai berikut :
Gambar

8. Menghitung nilai buku aktiva.


- Untuk awal tahun, menghitung nilai buku aktiva maka sama dengan harga
perolehan aktiva yaitu Rp. 200.000.000,-
- Untuk tahun berikutnya, perhitungan sebagai berikut :

Gambar

Lalu tarik cells F14 sampai F23, sehingga hasilnya sebagai berikut :
gambar
2.13. Menggunakan ms. Excel untuk akuntansi

2.18.1. Membuat Daftar Akun


Membuat daftar akun terlebih dahulu sebagai sumber data untuk
mengidentifikasi jurnal-jurnal yang akan dilakukan nantinya pada sebuah
form jurnal.
Langkah-langkah membuat worksheet akun :

1. Buat tabel daftar akun pada sheet-1 dan isikan didalamnya no


akun, nama akun, akun Debet/Kredit, dan saldo awal akun (dari saldo
laporan keuangan neraca sebelumnya).
2. Lengkapi kolom akun Debit/Kredit untuk tiap-tiap kelompok
akun sebagai berikut :
o Kelompok Aktiva : D (Debet)
o Kelompok Hutang : K (Kredit)
o Kelompok Ekuitas : K (Kredit)
o Kelompok Pendapatan: K (Kredit)
o Kelompok Beban : D (Debit)
3. Jumlahkan sisi Debet dan Kredit. Jumlah kedua sisi tersebut
harus dalam keadaan seimbang (balance) sesuai dengan laporan
keuangan (Neraca) sebelumnya.
4. Selanjutnya tabel daftar akun tersebut diberi nama AKUN.

Gambar
2.18.2. Pencatatan Jurnal Umum
Langkah-langkah :

1. Buat tabel jurnal umum pada sheet baru secara manual, terdiri dari kolom
tanggal, uraian, no akun, valid akun, debet/kredit, deskripsi akun.

gambar
2. Selanjutnya catat transaksi ke dalam jurnal umum.
 Untuk tanggal & uraian di isi sesuai transaksi yang terjadi.
 Sebelum mengisi no akun, untuk memunculkan no akun yaitu dengan :
a. Pilih tab Data  Data Validation

gambar
b. Pilih Data Validation, kemudian pada Validation Criteria di isi :
Allows : List
Source : =noakun

c.

gambar
c. Klik OK.
 Selanjutnya pilih nama akun sesuai transaksi yang terjadi, dengan meng-
klik kotak kecil pada kolom Debit/Kredit.
gambar
 Pada kolom Valid Akun di isi rumus
=IF(OR(D5<>"";E5<>"");IF(AND(COUNTIF(NoAkun;D5)>0;COUNT
IF(NoAkun;E5)>0);"TRUE";"FALSE");0)
 Pada kolom Debet/Kredit di isi sesuai nominal transaksi.
 Kolom Deskripsi Akun di isi rumus
=IF(AND(D5<>"";E5=0);VLOOKUP(D5;Akun;2;FALSE);IF(AND(E5
<>"";D5=0);VLOOKUP(E5;Akun;2;FALSE);0))
 Hasilnya akan tampak seperti gambar berikut :

gambar
3. Setelah selesai melakukan pencatatan jurnal umum transaksi, kemudian
jumlahkan sisi debit dan kredit.
Jumlah saldo Debit  =SUM(CELLS SALDO DEBIT)
Jumlah saldo Kredit  =SUM(CELLS SALDO KREDIT)

2.18.3. Memposting Buku Besar


Di dalam siklus akuntansi, setelah melakukan pencatatan jurnal umum
selanjutnya adalah memindahkan transaksi yang telah dicatat dalam jurnal
kedalam setiap akun buku besar yang sesuai.

Langkah-langkah :
1. Buat tabel buku besar di sheet baru seperti gambar dibawah ini :

gambar
2. Akun Debet/Kredit di isi rumus excel :
No akun di isi sesuai urutan akun, untuk memunculkan no akun sama seperti
cara yang sudah dibahas sebelumnya yaitu pada tab Data Validation.
3. Nama akun di isi rumus excel sebagai berikut :
=VLOOKUP(C6;Akun;2;FALSE)
=IF(VLOOKUP(C6;Akun;3;FALSE)="D";"Debet";"Kredit")
4. Pada kolom Sumber Jurnal di isi Jurnal Umum.
5. Untuk nomor akun pada baris jumlah di isi dengan rumus :
=IF(C6=0;"#N/A";C6)
6. Untuk saldo awal di isi rumus :
=VLOOKUP(C6;Akun;IF(C8="Debet";5;6);FALSE)
7. Pada kolom debit & kredit di isi rumus :
Debit
=SUMIF(JU!D:D;BB!C6;JU!G:G)
Kredit
=SUMIF(JU!E:E;BB!C6;JU!H:H)
8. Menghitung jumlah saldo akhir yaitu :
=IF(C8="DEBET";C12+D12-E12;IF(C8="KREDIT";C12-D12+E12))
9. Hasilnya akan tampak sebagai berikut :

gambar
10. Setelah itu copy dari No akun sampai saldo akhir dan baris dibawahnya di paste
lalu edit nomor akunnya sebanyak akun yang ada di daftar akun.
2.18.4. Membuat Jurnal Penyesuaian

Tahap selanjutnya adalah penyusunan jurnal penyesuaian, tujuannya


adalah untuk menyesuaikan terhadap beberapa akun yang saldonya tidak
menunjukkan saldo yang sebenarnya sampai dengan periode akuntansi.

Langkah-langkah :

1. Buat tabel jurnal penyesuaian pada sheet baru, terdiri dari kolom tanggal,
uraian, no akun, valid akun, debet/kredit, deskripsi akun (format seperti jurnal
umum).

gambar
2. Selanjutnya lakukan penyesuaian terhadap akun yang tidak sesuai dengan fakta
yang sesungguhnya.
 Untuk tanggal di isi tanggal berakhir periode akuntansi dalam
perusahaan dan uraian di isi berdasarkan kejadian/akun yang
disesuaikan.
 Sebelum mengisi no akun, untuk memunculkan no akun yaitu dengan :
a. Pilih tab Data  Data Validation
gambar
b. Pilih Data Validation, kemudian pada Validation Criteria di isi :
Allows : List
Source : =noakun

g
a
m
b
a
r

c. Klik OK.
 Selanjutnya pilih nama akun yang disesuaikan, dengan meng-klik kotak
kecil pada kolom Debit/Kredit.
gambar
 Pada kolom Valid Akun di isi rumus
=IF(OR(D5<>"";E5<>"");IF(AND(COUNTIF(NoAkun;D5)>0;COUNTI
F(NoAkun;E5)>0);"TRUE";"FALSE");0)

 Pada kolom Debet/Kredit di isi sesuai nominal yang disesuaikan.


 Kolom Deskripsi Akun di isi rumus

=IF(AND(D5<>"";E5=0);VLOOKUP(D5;Akun;2;FALSE);IF(AND(E
5<>"";D5=0);VLOOKUP(E5;Akun;2;FALSE);0))

 Hasilnya akan tampak seperti gambar berikut :

gambar
 Setelah selesai melakukan pencatatan jurnal umum transaksi, kemudian
jumlahkan sisi debit dan kredit.

gambar
 Tambahkan akun baru dari jurnal penyesuaian pada sheet AKUN.

gambar
 Setelah itu perbarui akun di buku besar, tambahkan akun baru yang
muncul dari jurnal penyesuaian. Dengan cara copy salah satu akun di
buku besar lalu tinggal diganti akun pada baris no akun yang sesuai.

2.18.5. Neraca Lajur

Neraca lajur atau work sheet adalah lembar kerja melakukan akumulasi
atas neraca saldo & jurnal penyesuaian dan menghasilkan neraca setelah
disesuaikan. Kemudian dalam neraca lajur terbentuklah neraca dan
laba/rugi sebagai dasar pembuatan laporan keuangan.
Langkah-langkah :
1. Buat tabel neraca lajur di sheet baru.

gambar
2. Pada kolom No. Akun di isi rumus :
=Akun!A5
Selanjutnya tarik cells sampai bawah untuk memunculkan no akun.
3. Kolom Nama Akun di isi rumus :
=VLOOKUP(A6;Akun;2;FALSE)
Selanjutnya tarik cells sampai bawah untuk memunculkan nama akun.
4. Kolom Akun D/K di isi rumus :
=VLOOKUP(A7;Akun;3;FALSE)
Selanjutnya tarik sampai bawah untuk memunculkan Debit atau Kredit.
5. Pada kolom Neraca Saldo :
 Untuk sisi Debit di ketik rumus :
=IF(C6="D";SUMIF(BB!A:A;A6;BB!F:F);0)
 Untuk sisi Kredit di ketik rumus :
=IF(C6="K";SUMIF(BB!A:A;A6;BB!F:F);0)
 Setiap sisi debit & kredit di tarik cellnya untuk memunculkan
nominalnya lalu setiap sisi jumlah kan dengan menggunakan rumus
=SUM, dan harus balance.

6. Pada kolom Jurnal Penyesuaian :


 Untuk sisi Debit di ketik rumus :
=SUMIF(JP!D:D;A6;JP!G:G)
 Untuk sisi Kredit di ketik rumus :
=SUMIF(JP!E:E;A6;JP!H:H)
 Setiap sisi debit & kredit di tarik cellnya untuk memunculkan
nominalnya lalu setiap sisi jumlah kan dengan menggunakan rumus
=SUM dan harus balance.

7. Pada kolom Saldo Setelah Penyesuaian :


 Untuk sisi Debit diketik rumus :
=IF(D6+F6>E6+G6;D6+F6-E6-G6;0)
 Untuk sisi Kredit diketik rumus :
=IF(E6+G6>D6+F6;E6+G6-D6-F6;0)
 Setiap sisi debit & kredit di tarik cellnya untuk memunculkan
nominalnya lalu setiap sisi jumlah kan dengan menggunakan rumus
=SUM dan harus balance.
8. Pada kolom NR/LR di isi secara manual sesuai kelompok akunnya yaitu apakah
masuk ke Laba/Rugi atau Neraca, untuk pengelompokannya yaitu :
 Aktiva, Hutang, Ekuitas : NR (Neraca)
 Pendapatan & Beban : Laba/Rugi
9. Kolom Laba/Rugi di isi semua kelompok akun pendapatan dan beban.
 Untuk sisi Debit di isi rumus :
=IF($J6="LR";H6;0)
 Untuk sisi Kredit di isi rumus :
=IF($J6="LR";I6;0)
 Setiap sisi debit & kredit di tarik cellnya untuk memunculkan
nominalnya.
10. Pada kolom Neraca, semua kelompok akun aktiva dan passiva masuk dalam
Neraca.
 Untuk sisi Debit di isi rumus :
=IF($J6="NR";H6;0)
 Untuk sisi Kredit di isi rumus :
=IF($J6="NR";I6;0)
 Setiap sisi debit & kredit di tarik cellnya untuk memunculkan
nominalnya.
11. Sisi Debit & sisi kredit pada kolom Laba/Rugi dan Neraca ditotal dengan
menggunakan rumus =SUM. Kemudian cari laba/rugi dengan menggunakan
rumus :
 Kolom Laba/Rugi
=IF(L44>=K44;L44-K44;0)
 Kolom Neraca
=IF(M44>=N44;M44-N44;0)

Kemudian di total sehingga sisi debit & kredit akan balance di setiap kolom
Laba/Rugi maupun Neraca. Hasilnya akan tampak sebagai berikut :

Gambar
2.18.6. Membuat Laporan Keuangan Laba/Rugi

Dalam laporan ini, semua pendapatan dan biaya yang telah dikeluarkan
perusahaan dihitung untuk mengetahui laba/rugi yang diperoleh selama satu
periode akuntansi.
Langkah-langkah :
1. Buat tabel/format penyusunan laporan laba/rugi terlebih dahulu pada sheet baru.

gambar
2. Dalam menyusun laporan laba/rugi, pertama kita harus menentukan pendapatan
bersih.
 No Akun di isi semua akun kelompok pendapatan dengan mengambil
dari sheet AKUN :
=Akun!A31
 Untuk Pos-Pos di isi semua kelompok akun pendapatan, dengan
memakai rumus :
=VLOOKUP(A6;Akun;2;FALSE)
 Nilai akun di dapat dari sheet Neraca Lajur
=SUMIF('Neraca Lajur'!A:A;A7;'Neraca Lajur'!K:K)+SUMIF('Neraca
Lajur'!A:A;A7;'Neraca Lajur'!L:L)
 Kemudian seluruh pendapatan di jumlah untuk menentukan pendapatan
bersihnya, dengan memakai rumus/fungsi =SUM.

gambar
3. Setelah menghitung pendapatan bersih, catat semua beban-beban perusahaan
selama satu periode akuntansi.
 No Akun di isi semua kelompok akun beban dengan mengambil dari
sheet AKUN :
=Akun!A33
 Untuk Pos-Pos di isi semua kelompok akun beban, dengan memakai
rumus :
=VLOOKUP(A10;Akun;2;FALSE)
 Nilai akun di dapat dari sheet Neraca Lajur :
=SUMIF('NeracaLajur'!A:A;A11;'Neraca Lajur'!K:K)+SUMIF('Neraca
Lajur'!A:A;A11;'Neraca Lajur'!L:L)
 Kemudian seluruh beban di jumlah untuk menentukan pendapatan
bersihnya, dengan memakai rumus/fungsi =SUM.

gambar
4. Untuk menentukan laba/rugi sebelum pajak rumusnya yaitu pendapatan bersih
dikurangi dengan jumlah biaya. Jika pendapatan bersih lebih besar daripada
total biaya maka perusahaan akan mengalami keuntungan (laba), sebaliknya jika
total biaya lebih besar daripada pendapatan bersih maka perusahaan akan
mengalami rugi.

gambar
2.18.7. Membuat Laporan Keuangan (Laporan Perubahan Ekuitas)

Laporan perubahan ekuitas merupakan laporan keuangan yang berisikan


infromasi mengenai modal yang dimiliki perusahaan serta berisi informasi
atau hal-hal menyebabkan modal berubah, baik bertambah ataupun
berkurang sampai pada akhir periode akuntansi.
Langkah-langkah :
1. Buat sheet baru untuk membuat laporan perubahan ekuitas.

gambar
2. Untuk menyusun laporan keuangan ini, pertama kali tuliskan berapa jumlah
modal awalnya.
 No akun di dapat dari sheet AKUN :
=Akun!A27
 Pos-Pos di isi modal awal perusahaan.
=VLOOKUP(A5;Akun;2;FALSE)
 Untuk jumlah/nominal modal awal diambil dari Neraca Lajur :
=SUMIF('NeracaLajur'!A:A;A5;'Neraca Lajur'!M:M)+SUMIF('Neraca
Lajur'!A:A;A5;'Neraca Lajur'!N:N)
3. Laba/rugi bersih dimasukkan dalam laporan perubahan ekuitas, jika laba
maka akan menambah modal perusahaan, dan sebaliknya jika rugi akan
mengurangi modal perusahaan. Untuk nominal laba atau rugi diambil dari
Laporan Laba/Rugi.
4. Jika dalam perusahaan tersebut pemilik mengambil uang/jasa perusahaan
(prive) maka harus di cantumkan/dihitung dalam laporan perubahan ekuitas
karena prive mengurangi modal perusahaan.
=SUMIF('NeracaLajur'!A:A;A8;'NeracaLajur'!M:M)+SUMIF('NeracaLajur'!A
:A;A8;'Neraca Lajur'!N:N)
5. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut.

Gambar
2.18.8. Membuat Laporan Keuangan Neraca

Laporan Keuangan ini menampilkan semua posisi keuangan perusahaan dari


sektor aset, utang, dan modal.
Langkah-langkah :
1. Buat sheet baru untuk membuat neraca.

gambar
2. Dalam menyusun laporan keuangan neraca bentuk scontro (bentuk T) maka sisi
kiri pada umumnya adalah aktiva dan sisi kanan adalah pasiva. Antara aktiva
dan pasiva harus seimbang.
3. Aktiva terdiri dari akriva lancar dan aktiva tetap,. Dalam penyusunan neraca
ditulis dari aset yang paling liquid yaitu mulai dari aset lancar kemudian aset
tetap :
 Aktiva Lancar
a. No Akun diambil dari sheet AKUN
=Akun!A5
b. Pos-Pos diambil dari sheet AKUN atau dari nerca lajur.
=VLOOKUP(A6;Akun;2;FALSE)
c. Nilai akun diambil dari neraca lajur :
=SUMIF('NeracaLajur'!A:A;A8;'NeracaLajur'!M:M)+SUMIF('N
eracaLajur'!A:A;A8;'NeracaLajur'!N:N)
d. Setelah semua akun aktiva lancar dimasukkan, kemudian di
jumlah.
gambar
 Aktiva Tetap
a. No Akun diambil dari sheet AKUN
=Akun!A12
b. Pos-Pos diambil dari sheet AKUN atau dari nerca lajur.
=VLOOKUP(A15;Akun;2;FALSE)
c. Nilai akun diambil dari nerca lajur :
=SUMIF('NeracaLajur'!A:A;A16;'NeracaLajur'!M:M)+SUMIF('
NeracaLajur'!A:A;A16;'Neraca Lajur'!N:N)
Khusus untuk akumulasi depresiasi maka untuk menentukan nilai
akun menggunakan rumus :
=SUMIF('NeracaLajur'!A:A;A17;'NeracaLajur'!M:M)+SUMIF('
NeracaLajur'!A:A;A17;'Neraca Lajur'!N:N)*-1
d. Setelah semua akun aktiva tetap dimasukkan, kemudian di
jumlah dengan aktiva lancar.

4. Pasiva terdiri dari kewajiban dan ekuitas.


 Kewajiban Lancar
a. No akun diambil dari sheet akun/neraca lajur.
=
A
k
u
n
!
A
2
1

Gambar
b. Pos-pos diambil dari sheet akun/nerca lajur.
=VLOOKUP(F8;Akun;2;FALSE)
c. Nilai akun diambil dari neraca lajur bagian neraca :
=SUMIF('NeracaLajur'!A:A;F8;'NeracaLajur'!M:M)+SUMIF('N
eraca Lajur'!A:A;F8;'Neraca Lajur'!N:N)
d. Setelah semua akun kewajiban lancar dimasukkan, kemudian
dijumlah.

Gambar
 Kewajiban Jangka Panjang.
a. No akun diambil dari sheet akun/neraca lajur.
=Akun!A25
b. Pos-pos diambil dari sheet akun/nerca lajur.
=VLOOKUP(F14;Akun;2;FALSE)
c. Nilai akun diambil dari neraca lajur bagian neraca :
=SUMIF('NeracaLajur'!A:A;F14;'NeracaLajur'!M:M)+SUMIF('
Neraca Lajur'!A:A;F14;'Neraca Lajur'!N:N)
d. Setelah semua akun kewajiban jangka panjang dimasukkan,
kemudian di jumlah antara total kewajiban lancar & kewajiban
jangka panjang.

gambar

 Ekuitas di laporan keuangan neraca adalah modal akhir perusahaan.


a. No akun diambil dari sheet akun/neraca lajur.
=Akun!A27
b. Pos-pos diambil dari sheet akun/nerca lajur.
=VLOOKUP(F19;Akun;2;FALSE)
c. Nilai akun diambil dari modal akhir pada laporan perubahan
ekuitas :
=LPE!D10
 Kemudian pasiva dijumlah yaitu antara total kewajiban dan modal.
5. Neraca akan tampak seperti ini.

gambar

2.18.9. Jurnal Penutup

Untuk menutup semua perkiraan yang memengaruhi laporan laba/rugi dan


laporan perubahan modal, yaitu penjualan, pembelian, biaya, dan prive pada
laporan perubahan modal yang ditutup dengan akun Ikhtisar Laba/Rugi.
Langkah-langkah :
1. Buat tabel/format pada sheet baru.

gambar
2. Menutup akun pendapatan
 Tanggal di isi sesuai dengan periode berakhirnya.
 Untuk memunculkan no akun yaitu dengan mengatur data validation
pada tab data. Kemudian pada Validation Criteria di isi :
Allows : List
Source : =noakun
 Debit  Pilih no akun pendapatan
o Deskripsi Akun
=VLOOKUP(C6;Akun;2;FALSE)
o Nominal akun diambil dari neraca lajur bagian laba/rugi
='Neraca Lajur'!L33
 Kredit  Pilih no akun Ikhtisar Laba/Rugi
o Deskripsi Akun
=VLOOKUP(C7;Akun;2;FALSE)
o Nominal akun diambil dari neraca lajur bagian laba/rugi
='Neraca Lajur'!L33
3. Menutup akun biaya
 Tanggal di isi sesuai dengan periode berakhirnya.
 Untuk memunculkan no akun yaitu dengan mengatur data validation
pada tab data. Kemudian pada Validation Criteria di isi :
Allows : List
Source : =noakun
 Debit  Pilih no akun ikhtisar laba/rugi
o Deskripsi Akun
=VLOOKUP(C7;Akun;2;FALSE)
o Nominal akun diambil dari total biaya yang ditutup.
 Kredit  Pilih no akun semua biaya.
o Deskripsi Akun
=VLOOKUP(C11;Akun;2;FALSE)
o Nominal akun diambil dari neraca lajur bagian laba/rugi
='Neraca Lajur'!K35
4. Menutup Ikhtisar Laba/Rugi.
 Tanggal di isi sesuai dengan periode berakhirnya.
 Untuk memunculkan no akun yaitu dengan mengatur data validation
pada tab data. Kemudian pada Validation Criteria di isi :
Allows : List
Source : =noakun
 Jika laba maka debit adalah Ikhtisar Laba/Rugi dan kredit adalah Modal.
Jika rugi maka debit : Modal, kredit : Ikhtisar Laba/Rugi.
 Debit  Pilih no akun ikhtisar laba/rugi
o Deskripsi Akun
=VLOOKUP(C7;Akun;2;FALSE)
o Nominal akun diambil dari laba bersih perusahaan yaitu di
laporan laba/rugi.
=LR!D21
 Kredit  Pilih no akun Modal
o Deskripsi Akun
=VLOOKUP(C23;Akun;2;FALSE)
o Nominal akun diambil dari laba bersih perusahaan yaitu di
laporan laba/rugi.
=LR!D21
5. Menutup prive
 Tanggal di isi sesuai dengan periode berakhirnya.
 Untuk memunculkan no akun yaitu dengan mengatur data validation
pada tab data. Kemudian pada Validation Criteria di isi :
Allows : List
Source : =noakun
 Debit  pilih no akun modal
o Deskripsi Akun
=VLOOKUP(C26;Akun;2;FALSE)
o Nominal akun diambil dari jumlah prive di laporan perubahan
ekuitas atau boleh ambil dari neraca lajur.
=LPE!C8
 Kredit  pilih no akun prive
o Deskripsi Akun
=VLOOKUP(C27;Akun;2;FALSE)
o Nominal akun diambil dari jumlah prive di laporan perubahan
ekuitas atau boleh ambil dari neraca lajur.
=LPE!C8

2.18.10. Membukukan Ayat Jurnal Penutup (Buku Besar Jurnal Penutup)

Tujuannya adalah untuk menutup saldo akun-akun sehingga pada


akhirperiode hanya akun riil yang masih bersaldo. Saldo akun-akun riil
tersebut akan dibawa ke periode berikutnya sebagai saldo awal.
Langkah-langkah :
1. Buat tabel buku besar di sheet baru seperti gambar di bawah ini :

gambar
2. No akun di isi sesuai urutan akun, untuk memunculkan no akun sama seperti
cara yang sudah dibahas sebelumnya yaitu pada tab Data Validation.
Kemudian pada Validation Criteria di isi :
Allows : List
Source : =noakun
3. Nama akun di isi rumus excel sebagai berikut :
=VLOOKUP(C6;Akun;2;FALSE)
4. Akun Debet/Kredit di isi rumus excel :
=IF(VLOOKUP(C6;Akun;3;FALSE)="D";"Debet";"Kredit")
5. Untuk nomor akun pada baris jumlah di isi dengan rumus :
=IF(C6=0;"#N/A";C6)
6. Untuk saldo awal di isi rumus :
=VLOOKUP(C6;Akun;IF(C8="Debet";5;6);FALSE)
7. Pada kolom Sumber Jurnal di isi Jurnal Umum.
 Debit
=SUMIF(JU!D:D;C6;JU!G:G)
 Kredit
=SUMIF(JU!E:E;C6;JU!H:H)
8. Kemudian pada Sumber Jurnal di isi Jurnal Penyesuaian
 Debit
=SUMIF(JP!D:D;C6;JP!G:G)
 Kredit
=SUMIF(JP!E:E;C6;JP!H:H)
9. Pada kolom Sumber Jurnal di isi Jurnal Penutup
 Debit
=SUMIF(JPenutup!C:C;C6;JPenutup!E:E)
 Kredit
=SUMIF(JPenutup!C:C;C6;JPenutup!F:F)
10. Lalu sisi debit dan kredit di jumlah menggunakan rumus/fungsi =SUM.
11. Menghitung jumlah saldo akhir yaitu :
=IF(C8="DEBET";C13+D13-E13;IF(C8="KREDIT";C13-D13+E13))
12. Hasilnya akan tampak sebagai berikut :

gambar
13. Setelah itu copy dari No akun sampai saldo akhir dan baris dibawahnya di
paste lalu edit nomor akunnya sebanyak akun yang ada di daftar akun.
2.18.11. Neraca Saldo Setelah Penutup (NSSP)

Neraca ini merupakan neraca awal untuk periode berikutnya.


Langkah-langkah :
1. Untuk format tabelnya, bisa copy sheet AKUN, dengan cara
 Klik pada sheet AKUN
 Klik kanan mouse, kemudian pilih “move or copy”.

Gambar
 Lalu pilih (move to end) dan centang “create a copy”.

gambar
 Ganti dengan nama sheet NSSP

Gambar
2. Lalu isi nominal akun pada sisi debit/kredit, dengan rumus excel :
 Debit
=IF(C8="D";SUMIF(BBjpt!A:A;A8;BBjpt!F:F);0)
 Kredit
=IF(C8="K";SUMIF(BBjpt!A:A;A8;BBjpt!F:F);0)
3. Kemudian tarik cell pada kolom debit & kredit, lalu jumlahkan menggunakan
fungsi =SUM.

Gambar
2.18.12. Membuat Hyperlink

Langkah-langkah :
1. Buat seperti gambar dibawah ini pada sheet baru.

gambar
2. Klik pada yang akan di hyperlink, kemudian klik kanan, lalu pilih hyperlink.
Lihat gambar berikut :

gambar
3. Kemudian pilih “Place In This Document”, lalu pilih sesuai yang akan di
hyperlink, lalu klik OK.
gambar
4. Lakukan ke semua yang akan di hyperlink, dengan cara yang sama dengan di
atas.