You are on page 1of 9

PENGARUH PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL)

TERHADAP KETERAMPILAN METAKOGNITIF PADA TINGKAT


BERPIKIR KREATIF SISWA UNTUK MATERI HIDROKARBON
DI KELAS XI MAN MODEL KOTA JAMBI

ARTIKEL ILMIAH

OLEH:
ARDIAN ANUGRAH RAMADHAN
A1C113031

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS JAMBI
NOVEMBER 2017
PENGARUH PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL)
TERHADAP KETERAMPILAN METAKOGNITIF PADA TINGKAT
BERPIKIR KREATIF SISWA UNTUK MATERI HIDROKARBON
DI KELAS XI MAN MODEL KOTA JAMBI

Oleh
Ardian Anugrah Ramadhan1, Muhaimin2, Abu Bakar3
1
Alumni Prodi Pendidikan Kimia, Jurusan PMIPA, FKIP Universitas Jambi
2
Staf Pengajar Prodi Pendidikan Kimia, Jurusan PMIPA, FKIP Universitas Jambi

Program Studi Pendidikan Kimia


Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Jambi
Email : Ardian_anugrah_ramadhan100@yahoo.com

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan model PjBL dan


mengetahui pengaruh antara keterlaksanaan model PjBL terhadap Keterampilan Metakognitif
pada tingkat berpikir kreatif siswa di MAN Model Kota Jambi pada pembelajaran
hidrokarbon. Desain penelitian ini adalah Quasi-experimental desain dengan jenis penelitian
The Non-Equivalent Control Group menggunakan sampel penelitian Purposive Sampling.
Adapun sampel yang dipilih 2 kelas yaitu kelas XI MIA 3 (kelas eksperimen) dan XI MIA 2
(kelas kontrol). Instrumen penelitian berupa lembar observasi keterlaksanaan model PjBL
baik dari guru maupun siswa, lembar observasi keterampilan metakognitif siswa, serta
pretest-posttest. Data kuantitatif diuji normalitas dan homogenitasnya kemudian dicari
hubungan keterlaksanaan model PjBL dan keterampilan metakognitif pada tingkat berpikir
kreatif siswa dengan korelasi produk momen. Selanjutnya dilakukan uji-t untuk melihat
signifikansi pengaruh keterlaksanaan model PjBL dengan keterampilan metakognisi pada
tingkat berpikir kreatif siswa. Keterlaksanaan model PjBL oleh guru dan siswa adalah baik.
Data ini berdistribusi normal dan homogen, koefisien korelasi yang diperoleh yaitu sebesar
0,628, berarti hubungan antara keterlaksanaan model PjBL dengan keterampilan metakognitif
pada tingkat berpikir kreatif siswa memiliki tingkat hubungan kuat. Di lihat dari thitung lebih
besar dari ttabel (5,294<2,037). berarti keterlaksanaan model PjBL berpengaruh terhadap
keterampilan metakognitif pada tingkat berpikir kreatif siswa. Berdasarkan hasil penelitian
dan pembahasan disimpulkan bahwa keterlaksanaan model PjBL berjalan dengan baik dan
terdapat pengaruh antara keterlaksanaan model PjBL dengan keterampilan metakognitif pada
tingkat berpikir kreatif siswa siswa dalam pembelajaran di MAN Model kota Jambi.

Kata kunci: Model PjBL, Keterampilan Metakognitif, Berpikir kreatif, Hidrokarbon.


PENDAHULUAN belajar tidak hanya sekedar perubahan
Belajar menurut Winkel (2004) yaitu tingkah laku namun juga perubahan dalam
suatu aktivitas mental atau psikis yang pengetahuan, pemahaman, keterampilan,
berlangsung dalam interaksi aktif dengan dan nilai sikap.
lingkungan, yang menghasilkan perubahan Dalam pembelajaran siswa
dalam pengetahuan, pemahaman, membutuhkan suatu sikap ilimiah atau
keterampilan, dan nilai sikap. Hasil dari keterampilan untuk mengembangkan
Ardian Anugrah Ramadhan Page 1
potensi yang dimilikinya. Salah satunya keterampilan metakognitif khususnya pada
keterampilan metakognitif. Menurut tingkat berpikir kreatif siswa. Menurut
Metcalfe (1996) Keterampilan Pradita (2016) pembelajaran Project Based
metakognitif atau keterampilan berpikir Learning sangat penting untuk
tingkat tinggi adalah pengetahuan tingkat meningkatkan kualitas aktivitas siswa dan
tinggi yang digunakan untuk memonitor mengandung beberapa proses
dan mengatur proses-proses pengetahuan pembelajaran yang berbeda.
seperti penalaran, pemahaman mengatasi Menurut Addiin (2014) Project
masalah, belajar dan sebagainya. Based Learning (PjBL) merupakan salah
Preisseisen (1985) seperti dikutip satu model yang disarankan dalam
(Pannen, 1997) menjelaskan bahwa pembelajaran kimia pada kurikulum 2013.
metakognitif meliputi empat jenis Dengan menerapkan model PjBL maka
keterampilan, yaitu: (1) keterampilan kualitas yang telah dirancang dalam
pemecahan masalah (problem solving); (2) Kurikulum 2013 diharapkan dapat
Keterampilan pengambilan keputusan tercapai. Karena dengan menerapkan
(Decision making); (3) Keterampilan model PjBL, prinsip kegiatan
berpikir kritis (critical thinking); dan (4) pembelajaran dapat tercapai yaitu, (1)
Keterampilan Berpikir kreatif (creative berpusat pada peserta didik; (2)
thingking). mengembangkan kreativitas peserta didik;
Keterampilan Berpikir kreatif (3) menciptakan kondisi menyenangkan
(Creative Thingking) yaitu keterampilan dan menantang; (4) bermuatan nilai, etika,
individu dalam menggunakan proses estetika, logika, dan kinestetika; (5)
berpikirnya untuk menghasilkan suatu ide menyediakan pengalaman belajar yang
yang baru, konstruktif, dan baik beragam melalui penerapan berbagai
berdasarkan konsep-konsep, dan prinsip- strategi dan metode pembelajaran yang
prinsip yang rasional maupun persepsi, menyenangkan, kontekstual, efektif,
dan intuisi individu. Siswa yang memiliki efisien, dan bermakna walaupun waktu
kesadaran metakognitif tinggi akan yang dibutuhkan lebih lama.
berhasil dalam belajar. Kimia merupakan salah satu mata
Kurikulum 2013 menggunakan pelajaran di tingkat Sekolah Menengah
pendekatan saintifik atau scientific Atas (SMA/MA) yang pengajarannya
approach yang terdiri dari mengamati, memerlukan pendekatan saintifik. Jika
menanya, mengumpulkan informasi, dikaji dari sifat ilmu, kimia bersifat
mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. experimental science artinya dalam
Didalam Kurikulum 2013 keterampilan mempelajari kimia tidak cukup hanya
metakognitif sangat dituntut untuk di mendengar dan membaca saja, namun
miliki oleh siswa. Pada kompetensi inti perlu dilakukan kegiatan pembelajaran
ranah pengetahuan, hal yang harus seperti praktikum yang akan membantu
dipenuhi oleh siswa adalah mengenai membangun pengetahuan siswa tentang
metakognitif (berpikir tingkat tinggi) dan materi yang sedang dipelajari, seperti
pada kompetensi inti ranah keterampilan, materi Hidrokarbon.
keterampilan yang harus dipenuhi adalah Hasil wawancara dengan guru kimia
berpikir kreatif. Pendukung keterlaksanaan di sekolah MAN Model Kota jambi.
pembelajaran adalah kreativitas. Hampir sebagaian besar pembelajaran
Pembelajaran Project Based kimia di kelas dirasa masih sulit bagi
Learning (PjBL) adalah solusi yang siswa. Metode yang digunakan masih
diberikan oleh peneliti. Karena strategi terbatas pada metode ceramah dan diskusi
menggunakan model pembelajaran antar guru-siswa. Sikap ilmiah siswa
berbasis proyek (PjBL) merupakan salah menjadi belum terlihat dapat memberikan
satu model untuk mendukung dampak yang kurang baik pada siswa.

Ardian Anugrah Ramadhan Page 2


Siswa menjadi pasif, tidak memiliki eksplorasi, penilaian, interprestasi, sistesis,
kesempatan mengungkapkan ide, maupun dan informasi untuk menghasilkan
peserta didik kurang kreatif dalam berbagai bentuk hasil belajar. Model
mengembangkan potensi yang dimiliki. pembelajaran ini menggunakan masalah
Untuk beberapa materi yang kontekstual, sebagai langkah awal dalam
maka metode ini kurang cocok untuk mengumpulkan dan mengintegrasikan
diterapkan. Oleh karena itu, masalah pengetahuan baru berdasarkan
tersebut perlu di atasi dengan melakukan pengalamannya dalam beraktivitas secara
perubahan. Mengubah pembelajaran nyata.
menjadi terpusat pada siswa (Student
Centered Learning). Manfaat PJBL
Hidrokarbon merupakan materi Hosnan (2014) Pembelajaran berbasis
pelajaran yang sangat kontekstual, banyak proyek merupakan strategi pembelajaran
berisi penekanan konsep,teori dan fakta- yang berfokus pada peserta didik kegiatan
fakta yang sulit diingat. Pengajaran pemecahan masalah dan tugas-tugas
disekolah MAN Model Kota Jambi model bermakna lainnya. Pelaksanaan PjBL
yang diterapkan oleh guru pada materi dapat memberi peluang pada peserta didik
koloid adalah PBL dan Inkuiri, sedangkan untuk bekerja mengkonstruk tugas yang
model PjBL belum pernah digunakan. diberikan guru yang puncaknya dapat
Sehingga sikap ilmiah khususnya menghasilkan produk karya peserta didik.
keterampilan metakognitif pada tingkat Manfaat PjBL di antaranya adalah sebagai
bepikir kreatif siswa belum terlihat. Di berikut.
lihat dari materi dan kegiatan 1. Memperoleh pengetahuan dan
pembelajaran, model Project Based keterampilan baru dalam pembelajaran.
Learning sangat menekankan kreativitas 2. Meningkatkan kemampuan peserta
siswa, juga menekankan pada didik dalam pemecahan masalah.
keterampilan siswa bekerja dalam 3. Membuat peserta didik lebih aktif
kelompok untuk dapat memecah masalah dalam memecahkan masalah yang
atau project dengan menghasilkan suatu kompleks dengan hasil produk nyata
produk. berupa barang atau jasa.
Berdasarkan latar belakang yang 4. Mengembangkan dan meningkatkan
telah dipaparkan, maka penulis tertarik keterampilan peserta didik dalam
untuk melakukan penelitian dengan judul mengelola sumber/bahan/alat untuk
“PENGARUH PENERAPAN MODEL menyelesaikan tugas.
PROJECT BASED LEARNING (PjBL) 5. Meningkatkan kolaborasi peserta didik
TERHADAP KETERAMPILAN khususnya pada PjBL yang bersifat
METAKOGNITIF PADA TINGKAT kelompok.
BERPIKIR KREATIF SISWA UNTUK
MATERI HIDROKARBON DI KELAS Metakognitif
XI MAN MODEL KOTA JAMBI ”. Metakognitif berhubungan erat
dengan konstruktivistik dalam membangun
KAJIAN PUSTAKA pengetahuan peserta didik, strategi
Model Pembelajaran Project Based metakognitif dapat menyadarkan peserta
Learning (PjBL) didik dalam belajar dan memahami
Hosnan (2014) Project Based konteks yang dipelajari, dengan kata lain
Learning (PjBL) atau model pembelajaran peserta didik mengembangkan kontrol
berbasis proyek (PBP) merupakan model eksekutif (executive control) pada strategi-
pembelajaran yang menggunakan strategi belajar daripada secara pasif
proyek/kegiatan sebagai media. Guru merespon lingkungan pembelajaran
menugaskan siswa untuk melakukan (Yamin, 2013).

Ardian Anugrah Ramadhan Page 3


tingkat berpikir kreatif siswa serta lembar
Keterampilan Berpikir Kreatif pretest-posttest. Data kuantitatif diuji
Sudarma (2016) Kreativitas adalah normalitas dan homogenitasnya kemudian
sebuah keterampilan hidup (life skill) atau dicari hubungan keterlaksanaan model
merupakan sebuah kecerdasan tertentu PjBL dan keterampilab metakognitif pada
yang dimiliki manusia. tingkat berpikir kreatif siswa dengan
Menurut Jazuli (2009) korelasi produk momen.
menyebutkan ciri berfikir kreatif antara
lain: fluency, flexibility, elaboration, dan
originality. Adapun penjelasan adalah
sebagai berikut.
1. Fluency (kelancaran) adalah
kemampuan membangun banyak ide. (Sugiyono, 2013)
Semakin banyak peluang yang didapat,
maka semakin banyak peluang untuk Kisi-kisi instrumen keterlaksanaan
mendapatkan ide-ide yang bagus. model diambil dari sintak model PjBL itu
2. Flexibility (keluwesan) adalah sendiri dan dikembangkan berdasarkan
kemampuan membangun ide yang kebutuhan. Indikator keterampilan
beragam yaitu kemampuan untuk metakognitif pada tingkat berpikir kreatif
mencoba berbagai pendekatan dalam siswa terdiri dari ciri-ciri keterampilan
memcahkan masalah. metakognitif pada tingkat berpikir kreatif
3. Originality (keaslian) adalah siswa yang diambil dari beberapa teori
kemampuan untuk menghasilkan ide- yang terdiri dari 5 aspek yang diamati.
ide yang luar biasa yang tidak umum. Aspek tersebut dijabarkan menjadi 11
4. Elaboration (elaborasi) adalah indikator.
kemampuan untuk memotong, Dalam penelitian ini ada 3 jenis
mengembangkan atau membubuhi ide data yang akan dikumpulkan, yaitu data
atau produk pretest-posttest, keterlaksanaan model
PJBL dan data keterampilan Metakognitif
METODE PENELITIAN siswa. ketiga jenis data ini dikumpulkan
dengan cara observasi atau pengamatan,
Desain penelitian ini adalah Quasi- test, dan instrumen yang digunakan untuk
experimental desain dengan jenis mengumpulkan data ini adalah lembar
penelitian The Non-Equivalent Control observasi. Jumlah observer yang
Grup menggunakan sampel penelitian dibutuhkan untuk mengamati selama
purposive sampling. Subjek dalam penelitian sebanyak 10 orang. Tiap kelas
penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA diamati oleh 5 orang observer. Dalam
MAN Model Kota Jambi tahun ajaran penelitian ini terdapat 5 kelompok siswa
2017/2018 yang terdiri dari 2 kelas masing dalam setiap kelas dan guru diamati oleh
masing kelas kontrol dan kelas satu orang observer perkelompok.
eksperimen. Sebelum dilakukan pengujian
Variabel bebas dalam penelitian ini hipotesis terlebih dahulu data
adalah keterlaksanaan model pembelajaran keterlaksanaan model pembelajaran PjBL
model PjBL dan ariabel terikatnya adalah oleh guru dan siswa dilakukan uji
Keterampilan metakognitif pada tingkat berdistribusi normal dan homogen.
berpikir kreatif siswa. Kemudian dilakukan uji N-gain untuk
Instrumen penelitian berupa lembar melihat peningkatan perindikator soal pada
lembar observasi keterlaksanaan model pretest-posttest. Selanjutnya dilakukan uji
PjBL baik dari guru maupun siswa, lembar selisih nilai pretest-posttest kelas kontrol
observasi keterampilan metakognitif pada dan kelas eksperimen. Kemudian

Ardian Anugrah Ramadhan Page 4


dilakukan uji t keterampilan metakognitif One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.
Unstanda
Pengujian hipotesis untuk melihat
pengaruh keterlaksanaan model PjBL rdized

terhadap keterampilan metakognitif pada Residual


tingkat berpikir kreatif siswa dilakukan N 36
dengan menggunakan uji korelasi produk Normal Mean .0000000
moment dan uji signifikansi yaitu uji-t. a,b
Parameters Std. Deviation .0765991
Rumus untuk uji t :
8
Most Extreme Absolute .152
Differences Positive .121
Negative -.152
Keterangan: Kolmogorov-Smirnov Z .911
r = Koefisien Korelasi Asymp. Sig. (2-tailed) .377
n = Banyak Sampel
(Sugiyono, 2013) a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.

HASIL PENGEMBANGAN DAN Berdasarkan output diatas


PEMBAHASAN diketahui bahwa nilai signifikansi yaitu
0,377 lebih besar dari 0,05 , sehingga
Uji normalitas dilakukan untuk dapat disimpulkan bahwa data yang diuji
mengetahui apakah data yang didapat berdistribusi normal.
berdistribusi normal. Dalam pembahasan
ini akan digunakan dengan SPSS 19. Uji homogenitas dilakukan untuk
Adapun hasil perhitungan uji normalitas mengetahui apakah data yang memiliki
Model PjBL dan keterampilan metakognisi varians yang sama. Metode dalam
berpikir kreatif siswa ditampilkan pada mengolah data ini digunakan uji Fisher .
tabel berikut: Data memiliki varians yang sama atau
Tabel 4.6 Uji Normalitas homogen. Data keterlaksanaan model
PjBL yaitu 0,0025 dan kemampuan
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test metakognisi berpikir kreatif siswa yaitu
0,04.
Unstanda
Tabel 4.7 Data uji homogenitas
rdized
Residual Data kelas N X S S2
N 36
Sampel
Keterlaksanaan 34 49.2 0.05 0.0025
Normal Mean .0000000 Model PjBL
a,b
Parameters Std. Deviation .0765991 Kemampuan 34 92.5 0,20 0.04
8 Metakognisi
Most Extreme Absolute .152
Berpikir
Kreatif
Differences Positive .121
Negative -.152
Kolmogorov-Smirnov Z .911 Untuk melakukan pengujian
Asymp. Sig. (2-tailed) .377 homogenitas keterlaksanaan model PjBL
dan keterampilan metakognisi berpikir
kreatif siswa digunakan uji F dengan
rumus sebagai berikut.

Ardian Anugrah Ramadhan Page 5


F= hubungan kuat. Kemudian dilakukan uji
N-gain. Di dapat nilai N-gain dari
penelitian g = 0,7 yang berarti kuat.
Dengan demikian Fhitung < Ftabel Kemudian dilakukan uji lanjut
(0.0625 < 4.14), sehingga dapat menggunakan uji t untuk melihat
disimpulkan bahwa varian tersebut adalah perbedaan antara kelas eksperimen dan
homogen. kelas kontrol signifikan atau tidak.
Untuk hasil keterlaksanaan model Diperoleh thitung = 2,117 dengan ttabel =
PjBL oleh guru dan siswa dalam proses 1,653, berarti Ha diterima dengan terjadi
pembelajaran telah terlaksana dengan baik peningkatan perindikator sehingga data
sesuai dengan yang direncanakan dalam signifikan kelas eksperimen dan kelas
RPP. kontrol.
Keterampilan metakognitif pada Uji kesamaan dua rata-rata hasil
tingkat berpikir kreatif pada kelas pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol
eksperimen. akan dilakukan dengan uji satu pihak yaitu
Persentase uji pihak kanan, dengan didapat nilai S
No Pertemuan Kategori =12,75. Kemudian dilakukan uji t selisih
(%)
nilai pretest dan posttest dengan thitung >
Cukup ttabel . Dari data yang diperoleh didapat
1 Pertemuan 1 46 %
Baik nilai thitung = 7,129 > ttabel = 1,653 dengan
Cukup dk = 66, pada derajat sinifikan 95%.
2 Pertemuan 2 61 %
Baik
Dengan demikian Ha diterima. Sehingga
3 Pertemuan 3 76 % Baik dapat disimpulkan bahwa penggunaan
Sangat model PjBL berpengaruh signifikan
4 Pertemuan 4 86 % terhadap hasil kognisi siswa.
Baik
Hasil analisis keterampilan
Keterampilan metakognitif pada metakognisi berpikir kreatif siswa
tingkat berpikir kreatif pada kelas kontrol. selanjutnya dilakukan uji t pihak kanan
untuk membandingkan hasil dari kelas
No Pertemuan
Persentase
Kategori
ekperimen dan kelas kontrol. Diperoleh
(%) data thitung = 2,552 dengan ttabel = 2,447
dengan dk = 6 , taraf kesalahan 5%. Dari
Kurang
1 Pertemuan 1 36 % data yang diiperoleh dapat disimpulkan
Baik
bahwa thitung = 2,552 > ttabel = 2,447.
Kurang
2 Pertemuan 2 41 %
Baik Dengan demikian Ha diterima dan Ho
Kurang ditolak maka kelas eksperimen memiliki
3 Pertemuan 3 45 % rata-rata yang lebih besar dari kelas
Baik
Cukup kontrol.
4 Pertemuan 4 51 % Hasil analisis keterampilan
Baik
metakognisi berpikir kreatif siswa
selanjutnya dilakukan uji t pihak kanan
Selajutnya dilakukan uji korelasi. untuk membandingkan hasil dari kelas
Berdasarkan table pedoman interpretasi ekperimen dan kelas kontrol. Diperoleh
koefisien relasi menurut Sugiyono (2013), data thitung = 2,552 dengan ttabel = 2,447
nilai rxy 0,6082 memiliki tingkat hubungan dengan dk = 6 , taraf kesalahan 5%. Dari
kuat karena berada pada rentang 0,60- data yang diperoleh dapat disimpulkan
0,799. Hal ini berarti korelasi Antara bahwa thitung = 2,552 > ttabel = 2,447.
keterlaksanaan model pembelajaran PjBL Dengan demikian Ha diterima dan Ho
dan Metakognisi berpikir kreatif siswa ditolak. Maka kelas eksperimen memiliki
pada penelitian ini memiliki tingkat rata-rata yang lebih besar dari kelas

Ardian Anugrah Ramadhan Page 6


kontrol dan terdapat pengaruh yang Pendidikan Matematika.
signifikan terhadap keterampilan Yogyakarta: Universitas Negeri
metakognisi berpikir kreatif siswa dengan Yogyakarta.
penerapan model pembejalaran PjBL pada
kelas eksperimen daripada kelas kontrol Metcalfe, J., & Shimamura, A. P. (1996).
dengan pembelajaran konvensional. Metacognition: Knowing about
knowing. Cambridge: MIT Press.
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang didapat Pannen, P. 1997, Pendidikan Sebagai
dalam penelitian ini adalah: Sistem. Jakarta: Departemen
Pendidikan Dan Kebudayaan
1. Keterlaksanaan model Project Based
Learning (PjBL) dan pengaruhnya
Pradita, Y,. 2015. Penerapan Model PjBL
terhadap keterampilan metakognitif
pada tingkat berpikir kreatif siswa untuk Meningkatkan Prestasi
pada materi Hidrokarbon di kelas XI Belajar dan Kreativitas Siswa
IPA MAN Model Kota Jambi pada Materi Koloid Kelas XI IPA
berjalan dengan baik dan mengalami Semester Genap Madrasah Aliyah
peningkatan tiap pertemuan ditinjau Negeri Klaten Tahun Pelajaran
dari guru maupun siswa. 2013/2014. Jurnal Pendidikan
2. Terdapat pengaruh positif yang Kimia, Volume 4, Nomor 1, Tahun
signifikan penerapan model 2015, ISSN: 2337-9995 Halaman
pembelajaran Project Based [89-96].
Learning (PjBL) terhadap
keterampilan metakognitif pada Preisseisen, B. 1985. Unlearning Lessons:
tingkat berpikir kreatif siswa untuk Current and Past Reforms for
materi hidrokarbon di kelas XI MAN School Improvement.
MODEL Kota Jambi yang Philadelphia: Falmer Press.
ditunjukkan dengan thitung > ttabel.
Sudarma, M., 2016. Mengembangkan
DAFTAR PUSTAKA Keterampilan Berpikir Kreatif.
Addiin, I., 2014. Penerapan Model Jakarta: Rajagrafindo
Pembelajaran Project Based
Learning (PjBL) Pada Materi Sugiyono., 2013. Metode Penelitian
Pokok Larutan Asam dan Basa di Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.
kelas XI IPA 1 SMA N 2 Bandung: Alfabeta.
Karanganyar Tahun Ajaran Winkel, W. S. 2004. Psikologi Pendidikan
2013/2014. Jurnal Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: PT.
Kimia, volume 3, Nomor 4, Tahun Gramedia Pustaka Utama.
2014, ISSN : 2337-9995.
Yamin, M., 2013. Strategi & Metode
Hosnan., 2014. Pendekatan Saintifik dan dalam Model Pembelajaran,
Kontekstual dalam Pembelajaran Jakarta: GP Press Group.
Abad 21. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Jazuli, A. 2009. Berpikir Kreatif Dalam


Kemampuan Komunikasi
Matematika. Dalam Prosiding
Seminar Nasional Matematika dan

Ardian Anugrah Ramadhan Page 7