You are on page 1of 13

MAKALAH

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

PENGERTIAN MASALAH BELAJAR

DOSEN PEMBIMBING:

Dr. Mursito S. Bialangi,M.Pd

NAMA KELOMPOK 10

Nurul Muslimah : A221 16 018

Megawati : A221 16 081

Nur Istiqamah : A221 18 107

Eksel Dwi Prautama : A221 18 048

Suprianto : A221 16 028

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
DAFTAR ISI

JUDUL

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN

1. PENDAHULUAN

2. RUMUSAN MASALAH

3. TUJUAN PENULISAN

BAB II PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN MASALAH BELAJAR

1. Pengertian belajar

2. Pengertian malas belajar

B. FAKTOR FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA MALAS BELAJAR

1. Faktor internal

2. Faktor eksternal

C. UPAYA PENGATASAN MASALAH BELAJAR

BAB III PENUTUP

1. KESIMPULAN

2. SARAN

3. DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat
dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Masalah-Masalah Belajar Dan Pembelajaran”. Makalah ini kami ajukan guna
memenuhi tugas mata kuliah “Belajar dan Pembelajaran”

Kami mengucapkan terimakasih terutama kepada “Dosen Pembimbing Mata Kuliah,


Belajar dan Pembelajaran Dr Mursito S. Bialangi,M.Pd” dan kepada semua pihak yang
telah membantu kami sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang
telah ditentukan.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaaan, baik materi
maupun teknik penulisannya. Untuk itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun, sehingga makalah ini bisa mencapai kesempurnaan sebagaimana
mestinya. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi yang membaca.
BAB I
PENDAHULUAN

A Pendahuluan
Suatu kenyataan yang perlu disadari oleh guru-guru adalah bahwamurid-murid yang
dihadapi di kelas tidak sama satu dengan yang lainnya. Murid menpunyai perbedaan dalam
banyak hal seperti : berbeda kemampuan, bakat, minat yang mereka miliki, berbeda dalam
ketajaman melihat dan mendengar serta berbeda latar belakang kehidupannya. Oleh sebab itu
guru tidak boleh menyamaratakan atau beranggapan bahwa semua anak mempunyai
kemampuan dan kecepatan belajar yang sama, sehingga dalam waktu yang sama semua
murid diangap akan dapat menyelesaikan isi pelajaran yang sama. Kenyataannya di dalam
kelas selalu ada murid yang cepat dalam belajar, ada yang sedang atau normal dan ada murid
yang lamban dalam mengikuti pelajaran.

B. Rumusan Masalah
1. Jenis-jenis masalah belajar dan pembelajaran.
2. Faktor-faktor penyebab masalah belajar dan pembelajaran
3. Cara mengungkapkan masalah belajar
4. Upaya pengentasan masalah belajar dan pembelajaran
5. Bentuk layanan yang diberikan

C. Tujuan Penulisan
1. Agar mahasiswa mengetahui jenis masalah belajar pada siswa
2. Agar mahasiswa mengetahui apa saja penyebab dari masalah belajar dan
pembelajaran
3. Agar mahasiswa mengetahui cara mengungkapkan masalah belajar
4. Agar mahasiswa mengetahui bagaimana upaya pengatasan masalah belajar dan
pembelajaran
5. Agar mahasiswa mengetahui layanan apa yang digunakan terhadap masalah yang
dialami siswa
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Masalah Belajar


1. Pengertian Belajar
Skinner (1958) memberikan definisi belajar “Learning is a process progressive
behavior adaptation”. Dari definisi tersebut dapat dikemukakan bahwa belajar itu
merupakan suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif. Skinner percaya bahwa
proses adaptasi akan mendatangkan hasil yang optimal apabila diberi penguatan
(reinforcement). Ini berarti bahwa belajar akan mengarah pada keadaan yang lebih baik
dari keadaan sebelumnya. Disamping itu belajar juga memebutuhkan proses yang berarti
belajar membutuhkan waktu untuk mencapai suatu hasil.
Chaplin (1972) dalam Dictionary of Psychology membatasi belajar dengan dua
rumusan. Rumusan pertama(Belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatif
menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman),Rumusan keduanya adalah(Belajar ialah
proses memperoleh respons-respons sebagai akibat adanya latihan khusus).
Berdasarkan pengertian di atas maka dapat dipahami secara umum bahwa belajar
adalah perubahan serta peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seseorang yang
relatif menetap diberbagai bidang yang terjadi akibat melakukan interaksi terus menerus
dengan lingkungannya yang melibatkan proses kognitif.
Sedangkan menurut pengertian secara psikologis, belajar merupakan suatu proses
perubahan, yaitu perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan
lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

2 Pengertian Masalah Belajar


Banyak ahli mengemukakan pengertian masalah. Ada yang melihat masalah sebagai
ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan, ada yang melihat sebagai tidak
terpenuhinya kebutuhan seseorang, dan adapula yang mengartikannya sebagai suatu hal
yang tidak mengenakan.
Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan keadaan dirinya yaitu berupa kelemahan-
kelemahan dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi
dirinya. Masalah-masalah belajar ini tidak hanya dialami oleh siswa-siswa yang lambat
saja dalam belajarnya, tetapi juga dapat menimpa siswa-siswa yang memiliki kemampuan
diatas rata-rata normal, pandai atau cerdas.
Hal ini merupakan pertanda bahwa belajar merupakan kegiatan yang dinamis,
sehingga perlu secara terus menerus mencermati perubahan-perubahan yang terjadi pada
siswa.
Pada dasarnya, masalah-masalah belajar dapat digolongkan atas :
 Keterlambatan akademik
 Sangat cepat dalam belajar
 Lambat belajar
 Penempatan kelas
 Kurang motif dalam belajar
 Sikap dan kebiasaan belajar yang buruk
 Kehadiran di sekolah.

“Masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh murid dan
menghambat kelancaran proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan”.
Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan keadaan dirinya yaitu berupa kelemahan-
kelemahan dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi
dirinya.
Masalah-masalah belajar baik intern maupun ekstern dapat dikaji dari dimensi
gurumaupun dimensi siswa, sedangkan dikaji dari tahapannya, masalah belajar dapat
terjadi pada waktu sebelum belajar, selama proses belajar dan sesudah, sedangkan dari
dimensi guru, masalah belajar dapat terjadi sebelum kegiatan belajar, selama proses
belajar dan evaluasi hasil belajar. Masalahnya sering kali berkaitan dengan
pengorganisasian belajar.

B. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Masalah Belajar


1. Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang ada didalam diri individu yang sedang belajar.
Berikut beberapa aspek yang termasuk dalam faktor internal, antara lain sebagai berikut :
a. Faktor jasmaniah
 Faktor Kesehatan
Sehat berarti berada dalam keadaan baik segenap badan beserta bagian-bagiannya
atau bebas dari penyakit. Proses belajar siswa akan terganggu jika kesehatannya
kurang maksimal yang menyebabkan siswa cepat lemah, kurang semangat, mudah
pusing, mengantuk dan gangguan fungsi alat indera serta tubuhnya.
 Cacat Tubuh
Cacat tubuh adalah sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang
sempurnanya tubuh seseorang. Keadaan cacat tubuh juga akan mempengaruhi dalam
belajar. Siswa yang cacat tubuh belajarnya juga akan terganggu

b. Faktor Psikologis
 Intelegensi
Intelegensi besar pengaruhnya terhadap keberhasilan belajar. Murid yang
menpunyai intelegensi tinggi akan lebih mudah dalam atau lebih berhasil
dibandingkan dengan murid-murid yang intelegensinya rendah. Sebab murid yang
berintelegensi rendah akan mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran yang
diberikan guru.
 Bakat
Bakat akan dapat mempengaruhi seseorang dalam belajar atau dapat
mendatangkan kesulitan misalnya bila bahan yang dipelajari oleh murid tidak sesuai
dengan bakatnya. Misalnya murid yang tidak berbakat menari akan mengalami
kesulitan dalam belajar menari walaupun tari itu mudah gerakkannya.
 Motivasi
Motivasi erat sekali hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai dalam belajar.
Bila murid tidak mempunyai motivasi dalam belajar tentu prestasi belajar bisa
menurun.
 Perhatian
Perhatian menurut Ghazali adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi dan semata-
mata tertuju kepada suatu objek. Agar siswa dapat belajar dengan baik, usahakanlah
bahan pelajaran selalu menarik perhatian dengan cara mengusahakan pelajaran itu
sesuai dengan hobi atau bakat siswa.

 Minat
Hilgard memberi rumusan tentang minat, yaitu “Minat adalah kecenderungan
yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan”. Minat besar
pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai
dengan minat siswa, maka siswa kurang atau tidak bersemangat dalam belajar.
 Kematangan
Kematangan adalah suatu tingkat atau fase dalam pertumbuhan seseorang,
dimana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru.
Kematangan belum berarti anak dapat melaksanakan kegiatan secara terus menerus,
untuk itu diperlukan latihan dan pelajaran.
 Kesiapan
Kesiapan adalah kesediaan untuk memberi respon atau bereaksi. Kesediaan itu
muncul dari dalam diri seseorang dan juga berhubungan dengan kematangan, karena
kematangan merupakan kesiapan untuk melaksanakan kecakapan.

c. Faktor Kelelahan
Kelelahan pada seseorang sulit untuk dipisahkan. Kelelahan dibedakan menjadi dua
macam yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani (bersifat psikis). Kelelahan jasmani
terlihat dengan lemah lunglainya tubuh dan timbul kecenderungan untuk
mengembangkan tubuh. Kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan
kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu hilang dan sulit
untuk berkonsentrasi.

2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang berpengaruh terhadap belajar dapat dikelompokkan menjadi tiga
faktor, yaitu
a. Faktor Keluarga

 Cara orang tua mendidik


Cara orang tua mendidik anaknya besar pengaruh nya terhadap belajar anaknya.
Orangtua yang kurang atau tidak memperhatikan pendidikan anaknya menyebabkan
anak tidak atau kurang berhasil dalam belajarnya

 Relasi antar anggota keluarga


Relasi antar anggota keluarga yang terpenting adalah relasi antara orangtua dan
anaknya. Selain itu relasi anak dengan saudaranya pun turut mempengaruhi belajar
anak. Hubungan yang baik adalah hubungan yang penuh pengertian dan kasih sayang
disertai dengan bimbingan dan hukuman untuk mensukseskan belajar anak

 Suasana rumah
Suasana rumah merupakan situasi atau kejadian yang sering terjadi didalam keluarga
dimana anak berada dan belajar. Suasana rumah yang gaduh atau ramai serta
semrawut tidak akan memberikan ketenangan kepada anak untuk belajar.

 Keadaan ekonomi keluarga


Keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya dengan belajar anak. Anak yang
sedang belajar harus terpenuhi kebutuhan pokoknya. Walaupun tidak dapat
dipungkiri tentang adanya kemungkinan anak yang serba kekurangan dan selalu
menderita akibat ekonomi keluarganya yang lemah, tetapi hal ini merupakan cambuk
bagi siswa untuk belajar lebih giat agar sukses belajar

 Pengertian orangtua
Anak belajar perlu dorongan dan pengertian orangtua. Bila anak sedang belajar,
jangan diganggu dengan tugas-tugas dirumah. Kadang-kadang anak mengalami
lemah semangat, dan orangtua wajib memberi pengertian dan mendorongnya serta
membantu siswa menghadapi kesulitan yang dialami siwa

 Latar belakang budaya


Tingkat pendidikan atau kebiasaan didalam keluarga mempengaruhi sikap anak dalam
belajar. Perlu kepada anak ditanamkan kebiasaan yang baik agar mendorong
semangat untuk belajar

b. Faktor Sekolah

 Metode belajar
Metode mengajar adalah suatu cara atau jalan yang harus dilalui didalam belajar
mengajar. Guru yang biasa mengajar dengan metode ceramah saja, akan
menyebabkan siswa menjadi bosan mengantuk
 Kurikulum
Kurikulum diartikan sebagai sejumlah kegiatan yang menyajikan bahan pelajaran dan
diberikan kepada siswa agar siswa menerima, baik, guru harus mempunyai
perencanaan yang mendetail agar dapat melayani siswa menguasai dan
mengembangkan bahan pelajaran. Untuk dapat mendalami siswa dengan belajar
secara individual.

 Relasi guru dengan siswa


Guru yang kurang berinteraksi dengan siswa secara akrab, menyebabkan proses
belajar mengajar kurang lancar dan siswa merasa jauh dari guru serta segan
berpartisipasi secara aktif dalam belajar

 Relasi siswa dengan siswa


Menciptakan relasi yang baik antar siswa adalah suatu hal yang perlu, sebab akan
dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap belajar siswa

 Disiplin sekolah
Kedisiplinan sekolah erat hubungannya dengan kerajinan siswa dalam sekolah dan
belajar. Seluruh staff sekolah yang mengikuti tata tertib dan bekerja dengan disiplin
membuat siswa menjadi disiplin dan juga memberi pengaruh yang positif terhadap
belajarnya

 Alat pelajaran
Alat pelajaran erat hubungannya dengan cara belajar siswa, karena alat pelajaran
yang dipakai oleh guru pada waktu mengajar dipakai pula oleh siswa untuk
menerima bahan yang diajarkan

c. Faktor Masyarakat

 Kegiatan siswa dalam masyarakat


Perlunya membatasi kegiatan siswa dalam masyarakat agar jangan sampai
mengganggu belajar siswa

 Media massa
Media massa adalah media yang berpengaruh terhadap pembelajaran siswa. Jadi,
perlu kiranya siswa mendapatkan bimbingan dan kontrol yang cukup bijaksana dari
pihak orangtua, pendidik, sekolah dan masyarakat

 Teman bergaul
Pengaruh dari teman bergaul siswa lebih cepat masuk dalam jiwa siswa daripada
yang diduga. Agar siswa dapat belajar dengan baik, maka perlulah diusahakan agar
siswa memiliki teman bergaul yang baik dan pembinaan pergaulan yang baik serta
pengawasan dari orangtua dan pendidik yang bijaksana

 Bentuk kehidupan masyarakat


Kehidupan masyarakat disekitar siswa juga berpengaruh terhadap
belajar siswa. Siswa terpengaruh kedalam hal-hal yang dilakukan oleh
orang-orang disekitarnya, sehingga akan berbuat seperti itu. Pengaruh tersebut dapat
mendorong semangat siswa untuk belajar lebih giat lagi
C. Upaya Pengatasan Masalah Belajar

Murid yang mengalami masalah belajar perlu mendapat bantuan agar masalahnya
tidak berlarut-larut nantinya dan siswa yang mengalami masalah belajar ini dapat
berkembang secara optimal. Beberapa upaya yang dapat dilakukan menurut Prayitno (
1994 ; 94-99) sbb :

1. Pengajaran perbaikan
Pengajaran perbaikan merupakan suatu bentuk layanan yang diberikan kepada
seseorang atau sekelompok siswa yang menghadapi masalah-masalah belajar dengan
maksud untuk memperbaiki kesalah-kelasalahan dalam proses dan hasil belajar siswa.

2. Kegiatan penggayaan
Kegiatan pengayaan merupakan suatu bentuk layanan yang diberikan kepada
seseorang atau beberapa orang siswa yang sangat cepat dalam belajar.

3. Peningkatan motivasi belajar


Di sekolah sebagian siswa mungkin, telah memiliki motif yang kuat untuk belajar,
tetapi sebagian lain mungkin belum. Disisi lain, mungkin juga ada siswa yang semula
motifnya amat kuat, tetapi menjadi pudar. Tingkah laku seperti kurang bersemangat,
jera, malas, bosan dan sebagainya dapat dijadikan indikator kurang kuatnya motif (
motivasi) dalam belajar.

4. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik


Setiap siswa diharapkan menerapkan sikap dan kebiasaan yang belajar yang efektif.
Tetapi masih ada siswa yang yang mengamalkan sikap dan ke-biasaan belajar yang
tidak diharapkan dan tidak efektif. Bila siswa tidak memiliki sikap dan kebiasaan
belajar yang baik maka dikhwatirkan siswa tersebut tidak akan mencapai hasil belajar
yang baik.

5. Layanan konseling individual


Konseling dimaksud sebagai pelayanan khusus dalam hubungan langsung tatap muka
antara konselor dan klien. Dalam hubungan tata muka ini klien dapat menyampaikan
masalah-masalah yang dirasakan pada konselor.
BAB III
PENUTUP

 Kesimpulan

Kenyataan didalam kelas selalu ada murid yang cepat didalam belajar, ada yang
sedang atau normal dan ada murid yang lambat dalam belajar. Murid yang lambat dalam
belajar sering mengalami masalah atau kesulitan dalam memahami atau menguasai materi
pelajaran yang diberikan guru. Kesulitan belajar dapat diartikan sebagai suatu kondisi dalam
proses belajar yang ditandai oleh adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil
belajar.
Hambatan-hambatan itu bisa ada yang disadari dan mungkin juga tidak disadari oleh
yang mengalami, dan hambatan itu dapat bersifat psikologis, sosiologis dan fisiologis dalam
keseluruhan proses belajar. Orang yang mengalami kesulitan belajar akan mengalami
hambatan dalam mencapai hasil belajarnya.

 Saran

Seorang pendidik yang profesional dibidangnya, harus mengetahui bagaimana


keadaan dan kondisi para siswa nya, sebab ini akan berdampak pada masalah siswa dalam
belajar. Bukan hanya itu saja, seorang pendidik juga harus mengetahui bagaimana mengatasi
masalah yang dialami oleh siswa disebabkan oleh berbagai faktor yaitu internal dan eksternal.
DAFTAR PUSTAKA

Dimiyati dan Mudjiono. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta :


P2LPTK Fantana, D. 1981. Psychology Of Teacher. London : A
Wsiwaton
Irsyad. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Padang : UNP Press

Tim Penyusun Bahan Ajar Belajar dan Pembelajaran. 2009. Bahan Ajar Belajar
dan Pembelajaran. Padang: UNP Press