You are on page 1of 11

Nama dokumen Manual Mutu

No. kode dokumen


No. terbit
No. revisi
Tanggal berlaku
Halaman Halaman1dari 11

Puskesmas Tiku

I. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
1. Profil Puskesmas
a. Gambaran Umum Puskesmas
Kecamatanbasomerupakansalahsatukecamatan di
wilayahkerjakabupatenagamdenganluasdaerah 44,13 km.
Puskesmasbasomerupakansatudariduapuskesmas di
kecamatanBasodimanawilayahkerjapuskesmasbasoterdiridari 4 kenagariandan 16
jorong.Padaumumnyakeseluruhanwilayahkerjadapatterjangkaudenganalattransportasirodaduad
anrodaempat.

Gambar 1.1
Peta Wilayah Kerja Puskesmas Tiku

PETAWILAYAH KERJAPUSKESMAS BASO


Batas-batas wilayah kerja PuskesmasTiku adalah:

 Sebelah utara berbatas dengan Kecamatan Lubuk Basung


 Sebelah Selatan berbatas dengan Kab. Padang Pariaman
 Sebelah Barat berbatas Puskesmas Muaro Putuih
 Sebelah Timur berbatas dengan Kematan Lubuk Basung

b. Visi Puskesmas
“Kecamatan Tanjung Mutiara sehatdan mandiri”

Maknanya:
Yang menjadi cita-cita Puskesmas Tiku kedepan adalah dengan meningkatkan upaya
kesehatan dimasyarakat tidak hanya melalui pelayanan kesehatan secara kuratif yang diberikan
di Puskesmas, melainkan mengupayakan agar seluruh masyarakat yang berada di wilayah kerja
Puskesmas Tiku telah mampu untuk menerapkan Pola Hidup yang sehat dimulai dari individu,
keluarga serta masyarakat. Maka dengan demikian diharapkan terciptanya masyarakat yang
mandiri di bidang kesehatan.

c. Misi Puskesmas
 Menggerakkanpembangunan yang berwawasankesehatan
 Memberi pelayanan yang bermutu, adildanmerata, serta mudahdijangkau
 Mendorongkemandirianhidupsehatbagikeluargadanmasyarakat
 Memeliharadanmeningkatkankesehatanindividu, keluargabesertalingkungannya.

d. Struktur Organisasi Puskesmas (Lampiran 1.1)


Kepala Puskesmas : dr.Heny Lestari
Kasubag Tata Usaha : TursinaS,Sos
Bendahara ABBD : Susi Irawati
Bendahara JKN : Wydia Kemala, Amg
PengelolaSarkes/Barang :Tursina,S.Sos
Sopir : Epi Yursal
: Erfendi
K3 : Ilham
Satpam : Yulidarmaputra
Pramusaji : Desmayenti

UKM Esensialdan : drg Agustina


yang membawahi:
PelayananPromosiKes. : Dewi Hera Setyati, SKM
Termasuk UKS :
Pelayanan keseling :
Pel. KIA-KB bersifat UKM : Ranasari,Amd.Keb
Pel.Gizibersifat UKM : Wydia Kemala
Pel.Pencegahanpenyakitdan : Titin Marlina, S.Kep
Pemberantasanpenyakit
Pel.Keperawatankesehatan : Mulia, S.Kep
Masyarakat

UKP yang bersifat : dr.Herlina


Pengembangan.Membawahi
Upayapengembangan yang
Dilakukanpuskesmasantara
Lain:
Pelayanankesehatanjiwa : Desi Badratul Hayati, AMK
Pelayanankesehatan Gigi : Khoeron, AMKG
masyarakat
Pelayanankesehatan : Trisna Yasmita
Tradisionalkomplementer
Pelayanankesehatanolahraga
Pelayanankesehatanindra : Eri Indra, Amd.Kep
PelayanankesehatanLansia : Aziarti
Pelayanankesehatankerja : Dewi Hera Setyati, SKM
Pelayanankesehatanlainnya :
Pelayanan KIA-KB yang : Ratna Sari, Amd.Keb
Bersifat UKP Aziarti, AmdKeb
Noverawatii, Amd.Keb
Rahmayetti , Amd.Keb
Ratnawilis,Amd.Keb.
Pelayanangawatdaruratdan : Betti Oktadelvia, Amd.Keb
RawatInap Noverawati,S.ST
Betti Oktadelvia,Amd.Keb
Rahmayetti,Amd.Keb.
Ratnasari Amd.Keb
Ratnawilis Amd.Keb.
Linda Yuana,Amd.Keb
Julisa Fitri,Amd.Keb.
Nidya Sari,Amd.Keb.
Winda Zuldriati,Amd.Keb.
Zuryetmi,Amd.Keb.
Pitria Wahyu .D, Amd.Keb.
Yulidar
Irmawati

Eri Indra,Amd.Kep
Desi Badratul Hayati, Amd.Kep
Susi Irawati,Amk
Titin Marlina,Amd.Kep.
Mulia,Amd.Kep
Gusweri Yonsef

Pelayanangizi yang bersifat : dr. Heny Lestari


UKP
: Wydia Kemala, AMG
PelayananKefarmasian : Arni Yuseva,Amd.Far
: Eri Indra
PelayananLaboratorium : Hermanto, Am.AK

Jaringanfasilitaspelayanan : Noverwati,S.ST
Kesehatan,
yangmembawahi :
Pustu :
 Gasan Kaciak : Julisa Fitri, Amd.Keb
 Batang Tiku : Nidya Sari, Amd.Keb
 Durian Kapeh : Wina Zuldriati, Amd.Keb
 Cacang : Zuriyetmi, Amd.Keb
 Bukik Malintang : Pitria Wahyu.Deningsih, Amd.Keb

Puskesmaskeliling : dr.Herlina, S.Kep

PosBindu : Mulia ,Amd.Kep

Motto

“Ikhlasdalammemberikanpelayanan”

e. Tata Nilai Puskesmas

1. Bertindak Cepat dan Tepat


 Cepat mengambil keputusan dalam memberikan pelayanan atau tindakan kesehatan,
terhadap kasus/masalah yang bisa bersifat mendadak maupun mendesak.
 Tepat dalam melaksanakan proses pelayanan kesehatan sesuai prosedur tetap (protap)
atau standar operasional prosedural (SOP) yang telah ditentukan.
2. Berpihak kepada masyarakat
 Masyarakat sebagai subjek pelayanan, berhak menentukan jenis pelayanan kesehatan
yang terbaik sesuai masalah yang dihadapinya.
 Masyarakat sebagai objek pelayanan, wajib diberikan pelayanan kesehatan yang
bermutu agar mencapai derajat kehatan yang optimal.
3. Menegakkan kedisiplinan
 Disiplin kerja : menegakkan semangat kerja dalam memberikan pelayanan yang
terbaik kepada masyarakat atau sasaran pelayanan.
 Disiplin administrasi : melakukan pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan pelayanan
secara tertib, teratur, terarah, terbuka dan terukur.
4. Menunjukkan transparansi
 Menunjukkan keterbukaan pelayanan, dengan aturan kerja yang jelas, ringkas dan
tuntas sehingga bisa dipahami oleh sasaran pelayanan.
 Menunjukan keterbukaan anggaran, sesuai tata hukum dan peraturan yang berlaku
dalam lingkup pelayanan kesehatan.
5. Mewujudkan akuntabilitas
 Hasil kegiatan pelayanan diarahkan secara bertanggungjawab terhadap institusi
internal didalam lingkup pelayanan kesehatan dan kepada institusi eksternal diluar
lingkungan pelayanan kesehatan.
 Tanggungjawab terhadap masyarakat, sangat penting sekali karena menyangkut upaya
peningkatan pemberdayaan derajat kesehatan masyarakat secara holistik.

2. Kebijakan Mutu
a. Kami jajaran pengelola dan seluruh karyawan Puskesmas Tiku berkomitmen untuk
memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan dan
harapan pelanggan. Kami berkomitmen untuk memperbaikki proses pelayanan berdasarkan
fakta.
b. Kebijakan teknis dalam perbaikan mutu dan keselamatan pasien ada pada lampiran pedoman
ini.

3. Proses Pelayanan
a. Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat
1) KIA
 Kelas Ibu hamil.
 Kelas Ibu balita.
 Kunjungan Ibu Hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi dan balita resti.
 DDTK bayi dan balita
2) Gizi
 Pemantauan status gizi ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi dan balita.
 Pemberian PMT pada bayi dan balita.
 Penimbangan Masal.
 Pemberian Vitamin A.
 Pemantauan garam beryodium.
3) Imunisasi
 BIAS
 Swiping imunisasi
 Pemberian imunisasi di posyandu
4) Kesehatan Lingkungan
 Pemantauan IRTP
 Pemantauan depot air minum
 Pemantauan pusat jajanan anak sekolah
 Pemantauan Tempat Penjualan Pembuatan Makanan (TP2M)
 Pemantauan & pemberantasan jentik nyamuk
5) Perkesmas
 Penjaringan masyarakat resiko tinggi
6) Promkes
 Penyuluhan kesehatan di Sekolah & masyarakat
7)
b. Penyelenggaraan Pelayanan Klinis
1) Melakukan pemeriksaan pada pasien
2) Memberikan pengobatan pada pasien
3) Memberikan rujukan yang sesuai
4) Melakukan pemeriksaan laboratorium
5) Pemeriksaan ANC
6) Pemeriksaan dan pengobatan gigi dan mulut
7) Pelayanan KB
8) Imunisasi pada bayi, catin dan ibu hamil.
9) Konsultasi gizi, kesling, KB dan catin pranikah.
10) Screning IVA.
11) Terapi berhenti merokok.
12) Pijat bayi.

B. Ruang Lingkup
Lingkup pedoman mutu ini disusun berdasarkan persyaratan ISO 9001:2008 dan standar aakreditasi
puskesmas, yang meliputi:
1. Persyaratan umum sistem manajemen mutu
2. Tanggung jawab manajemen
3. Manajemen sumber daya
4. Proses pelayanan yang terdiri dari penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat dan
penyelenggaraan Pelayanan Klinis.
Dalam penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Pelayanan Klinis memperhatikan
keselamatan sasaran / pasien dengan menerapkan manajemen risiko.

C. Tujuan
Pedoman mutu ini disusun sebagai acuan bagi Puskesmas dalam membangun sistem manajemen mutu
baik untuk penyelenggaraan UKM maupun untuk penyelenggaraan pelayanan klinis.

D. Landasan Hukum dan Acuan


Landasan hukum yang digunakan dalam menyusun pedoman mutu ini adalah:
1.
2. (peraturan yang terkait dengan puskesmas)

Acuan yang digunakan dalam menyusun pedoman mutu ini adalah:


1. Standar Akreditasi Puskesmas
2. Persyaratan ISO 9001:2008

E. Istilah dan Definisi


1. Dokumen
2. Efektivitas
3. Efisiensi
4. Kepuasan Pelanggan
5. Kebijakan Mutu
6. Koreksi
7. Pasien
8. Pedoman Mutu
9. Pelanggan
10. Perencanaan Mutu
11. Prasarana
12. Rekaman
13. Sarana
14. Sasaran Mutu
15. Tindakan Korektif
16. Tindakan Preventif

II. Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Penyelenggaraan Pelayanan


A. Persyaratan Umum
Puskesmas Padang Karambia menetapkan, mendokumentasikan, memelihara sistem manajemen mutu
sesuai dengan Standar Akreditasi Puskesmas dan Standar ISO 9001:2008. Sistem ini disusun untuk
memastikan telah diterapkannya persyaratan pengendalian terhadap proses-proses penyelenggaraan
pelayanan kepada masyarakat baik penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat maupun pelayanan
klinis, yang meliputi:
1. Kejelasan proses pelayanan dan interaksi proses dalam penynelenggaraan pelayanan
2. Kejelasan penanggung jawab
3. Penyediaan sumber daya
4. Penyelenggaraan pelayanan itu sendiri, mulai dari perencanaan yang berdasarkan kebutuhan
masyarakat/pelanggan, verifikasi terhadap rencana yang disusun, pelaksanaan pelayanan,
verifikasi terhadap proses pelayanan dan hasil-hasil yang dicapai serta monitoring dan evaluasi
serta upaya penyempurnaan yang berkesinambungan.

B. Pengendalian Dokumen
1. Secara umum dokumen-dokumen dalam sistem manajemen mutu yang disusun meliputi:
a. Dokumen level 1: (kebijakan)
b. Dokuemn level 2: (pedoman/manual)
c. Dokumen level 3: (standar prosedur operasional)
d. Dokumen level 4: (rekaman-rekaman sebagai catatan sebagai akibat pelaksanaan
kebijakkan, pedoman dan prosedur)

(Jelaskan bagaimana pengendalian dokumen di Puskesmas, proses penyusunan dokumen,


pengesahan, penomoran, pemberlakuan, distribusi, penyimpanan, pencarian kembali, proses
penarikan dokumen yang kadaluarsa)

2. Pengendalian rekam implementasi (jelaskan bagaimana pengendalian rekam implementasi di


Puskesmas)

C. Tanggung Jawab Manajemen


1. Komitmen Manajemen
Kepala Puskesmas, penanggung jawab manajemen mutu, penanggung jawab upaya kesehatan
masyarakat, penanggung jawab pelayanan klinis dan seluruh karyawan puskesmas bertanggung
jawab untuk menerapkan seluruh persyaratan yang ada pada manual mutu ini.

2. Fokus paada Sasaran/Pasien


Pelayanan yang disediakan oleh puskesmas dilakukan dengan berfokus pada pelanggan.
Pelanggan dilibatkan mulai dari:
a. Identifikasi kebutuhan dan harapan pelanggan
b. Perencanaan penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat dan pelayanan klinis
c. Pelaksanaan pelayanan
d. Monitoring dan evaluasi serta tindak lanjut pelayanan.

3. Kebijakan Mutu
Seluruh karyawan berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayanan yang berfokus pada
pelanggan, memperhatikan keselamatan pelanggan dan melakukan penyempurnaan yang
berkelanjutan. Kebijakan mutu dituangkan dalam Surat Keputusan Kepala Puskesmas yang
meliputi kebijakan mutu pelayanan klinis dan kebijaakn mmutu pelayanan UKM.
4. Perencanaan Sistem Manajemen Mutu dan Pencapaian Sasaran Kinerja/Mutu
Sasaran mutu ditetapkan berdasarkan standar kinerja/standar pelayanan minimal yang
meliputi indikator-indikator pelaayanan klinis, indikattor penyelenggaraan upaya kesehatan
masyarakat.
Perencanaan disusun dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan pelanggan, hak dan
kewajiban pelanggan, serta upaya untuk mencapai sasaran berisi proggram-program kegiatan
peningkatan mutu yang meliputi:
b. Penilaian dan peningkatankinerja baik Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) atau Upaya
Kesehatan Perorangan (UKP).
c. Upaya pencapaian enam sasaran keselamatan pasien.
d. Penerapan manajemen risiko pada area prioritas.
e. Penilaian kontrak/kerjasama pihak ketiga.
f. Pelaporan dan tindak lanjut insiden keselamatan pasien
g. Peningkatan mutu pelayanan laboratorium
h. Peningkatan mutu pelayanan obat
i. Pendidikan dan pelatihan karyawan tentang mutu dan keselamatan pasien.

5. Tanggung Jawab Dan Wewenang


(jelaskan tanggung jawab dan wewenang mulai dari Kepala, Wakil manajemen mutu/penanggung
jawab mutu, penanggung jawab UKM, tanggung jawab pelayanan klinis dan seluruh karyawan
dalam peningkatan mutu)

6. Wakil Manajemen Mutu / Penanggung Jawab Manajemen Mutu


Kepala Puskesmas menunjuk seorang wakil manajemen mutu yang bertanggung jawab untuk
mengkoordinir seluruh kegiatan mutu di Puskesmas:
 Memastikan sistem manajemen mutu ditetapkan, diimplementasikan dan dipelihara.
 Melaporkan kepada manajemen, kinerja dari sistem manajemen mutu dan kinerja
pelayanan.
 Memastikan kesadaran seluruh karyawan terhadap kebutuhan dan harapan sasaran /
pasien.

7. Komunikasi Internal
Komunikasi internal dilakukan dengan cara workshop (minilokakarya), pertemuan, diskusi, email,
sms, memo dan media lain yang tepat untuk melakukan komunikasi.

8. Tinjauan Manajemen
a. Umum : rapat tinjauan manajemen dilakukan minimal dua kali dalam setahun.
b. Masukan tinjauan manajemen meliputi:
 Hasil audit
 Umpan balik pelanggan
 Kinerja proses
 Pencapaian sasaran mutu
 Status tindakan koreksi dan pencegahan yang dilakukan
 Tindak lanjut terhadap hasil tinjauan manajemen yang lalu
 Perubahan terhadap kebijakan mutu
 Perubahan yang perlu dilakukan terhdapa sistem manajemen mutu/ sistem pelayanan.
c. Luaran tinjauan : hasil yang diharapkan dari tinjauan manajemen adalah peningkatan
efektivitas sistem manajemen mutu, peningkatan pelayanan terkait dengan persyaratan
pelanggan dan indentifikasi perubahan-perubahan, termasuk penyediaan sumber daya yang
perlu dilakukan.

D. Manajemen Sumber Daya


1. Penyediaan Sumber Daya
Kepala puskesmas berkewajiban menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk
penyelenggaraan pelayanan di Puskesmas. Penyediaan sumber daya meliputi: (baik untuk
penyelenggaraan UKM maupun pelayanan klinis)

2. Manajemen sumber daya manusia


Penyediaan sumber daya manusia, proses rekrutmen, proses kredensial, proses pelatihan dan
peningkaatan kompetensi.

3. Infrastruktur (jelaskan pengelolaan infrastruktur yang harus dilakukan)

4. Lingkungan kerja (jelaskan bagaimana upaya memelihara lingkungan kerja tetap aman, hijau,
dan bersih serta mengupayakan pengehematan)

E. Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat dan Pelayanan Klinis


1. Upaya Kesehatan Masyarakat
a. Perencanaan Upaya Kesehatan Masyarakat, akses dan pungukuran kinerja
b. Penyelenggaraan UKM
c. Sasaran Kinerja UKM dan MDGs:
1) Pemantauan dan pengukuran:
a) Kepuasan pelanggan
b) Audit internal
c) Pemantauan dan pengukuran proses
d) Pemantauan dan ppengukuran hasil layanan
2) Pengendalian jika ada hasil yang tidak sesuai
3) Analisis data
4) Peningkatan berkelanjutan
5) Tindakan korektif
6) Tindakan preventif

2. Pelayanan klinis:
a. Pelayanan klinis yang berorientasi pasien
b. Penunjang pelayanan klinis
c. Peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien:
1) Penilaian indikator kinerja klinis
2) Pengukuran pencapaian sasaran kselamatan pasien
3) Pelaporan insiden keselamatan pasien
4) Analisis dan tindak lanjut
5) Penerapan manajemen risiko

III. Penutup

Lampiran (jika ada)