You are on page 1of 7

PANDUAN ASUHAN KEPERAWATAN ( PAK )

CHOLELITIASIS

1. Pengertian ( definisi ) Asuhan Keperawatan pada pasien dengan


Cholelilitasis disebut juga batu empedu, gallstones,
biliary calculus yaitu pembentukan batu di dalam
kandung empedu. Batu kandung empedu merupakan
gabungan beberapa unsur yang membentuk suatu
material mirip batu yang terbentuk di dalam kandung
empedu.. Batu yang ditemukan di dalam kandung
empedu disebut kolelitiasis, sedangkan batu di dalam
saluran empedu disebut koledokolitiasis
2. Asesmen Keperawatan 1. Nyeri
2. Mual dan muntah
3. Ikterik
4. Perubahan warna urin dan feses menjadi
gelap
5. Regurgitasi gas : flatus dan sendawa
3. Diagnosis Keperawatan 1. Nyeri Akut ( D.0077 )
2. Resiko ketidakseimbangan cairan ( D.0036)
3. Defisit Nutrisi ( D.0019 )

4. Kriteria Evaluasi/ Nursing 1. Nyeri skala ringan


outcome
2. Hemodinamik stabil
3. Status Hidrasi ( Nadi Normal, akral hangat,
pengisian kapilaer baik, mukosa lembab,
turgor kulit baik, tekanan darah normal )
4. Nilai Laboratorium Na, K, Cl,Berat jenis urin
dan BUN dalam batas normal
5. Intake makanan cukup
5. Intervensi Keperawatan Manajemen Nyeri
 Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi,
kualitas dan faktor presipitasi
 Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan
 Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk
mengetahui pengalaman nyeri pasien
 Kaji kultur yang mempengaruhi respon nyeri
 Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau
 Evaluasi bersama pasien dan tim kesehatan lain
tentang ketidakefektifan kontrol nyeri masa
lampau
 Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan
menemukan dukungan
 Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi
nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dan
kebisingan
 Kurangi faktor presipitasi nyeri
 Pilih dan lakukan penanganan nyeri (farmakologi,
non farmakologi dan inter personal)
 Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan
intervensi
 Ajarkan tentang teknik non farmakologi
 Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri
 Evaluasi keefektifan kontrol nyeri
 Tingkatkan istirahat
 Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan
dan tindakan nyeri tidak berhasil
 Monitor penerimaan pasien tentang manajemen
nyeri
 Analgesic Administration
 Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas, dan
derajat nyeri sebelum pemberian obat
 Cek instruksi dokter tentang jenis obat, dosis,
dan frekuensi
 Cek riwayat alergi
 Pilih analgesik yang diperlukan atau
kombinasi dari analgesik ketika pemberian
lebih dari satu
 Tentukan pilihan analgesik tergantung tipe
dan beratnya nyeri
 Tentukan analgesik pilihan, rute pemberian,
dan dosis optimal
 Pilih rute pemberian secara IV, IM untuk
pengobatan nyeri secara teratur
 Monitor vital sign sebelum dan sesudah
pemberian analgesik pertama kali
 Berikan analgesik tepat waktu terutama saat
nyeri hebat
 Evaluasi efektivitas analgesik, tanda dan
gejala (efek samping)
Manajemen cairan
 Timbang popok/pembalut jika diperlukan
 Pertahankan catatan intake dan output yang akurat
 Monitor status hidrasi ( kelembaban membran
mukosa, nadi adekuat, tekanan darah ortostatik ),
jika diperlukan
 Monitor hasil lAb yang sesuai dengan retensi
cairan (BUN , Hmt , osmolalitas urin )
 Monitor vital sign
 Monitor masukan makanan / cairan dan hitung
intake kalori harian
 Kolaborasi pemberian cairan IV
 Monitor status nutrisi
 Berikan cairan
 Berikan diuretik sesuai interuksi
 Berikan cairan IV pada suhu ruangan
 Dorong masukan oral
 Berikan penggantian nesogatrik sesuai output
 Dorong keluarga untuk membantu pasien makan
 Tawarkan snack ( jus buah, buah segar )
 Kolaborasi dokter jika tanda cairan berlebih
muncul meburuk
 Atur kemungkinan tranfusi
 Persiapan untuk tranfusi
Manajemen nutrisi
 Kaji adanya alergi makanan
 Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan
jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien.
 Anjurkan pasien untuk meningkatkan intake Fe
 Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein dan
vitamin C
 Berikan substansi gula
 Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi
serat untuk mencegah konstipasi
 Berikan makanan yang terpilih ( sudah
dikonsultasikan dengan ahli gizi)
 Ajarkan pasien bagaimana membuat catatan
makanan harian.
 Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
 Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi
 Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan
nutrisi yang dibutuhkan

Nutrition Monitoring
 BB pasien dalam batas normal
 Monitor adanya penurunan berat badan
 Monitor tipe dan jumlah aktivitas yang biasa
dilakukan
 Monitor interaksi anak atau orangtua selama
makan
 Monitor lingkungan selama makan
 Jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama
jam makan
 Monitor kulit kering dan perubahan pigmentasi
 Monitor turgor kulit
 Monitor kekeringan, rambut kusam, dan mudah
patah
 Monitor mual dan muntah
 Monitor kadar albumin, total protein, Hb, dan
kadar Ht
 Monitor makanan kesukaan
 Monitor pertumbuhan dan perkembangan
 Monitor pucat, kemerahan, dan kekeringan
jaringan konjungtiva
 Monitor kalori dan intake nuntrisi
 Catat adanya edema, hiperemik, hipertonik papila
lidah dan cavitas oral.
 Catat jika lidah berwarna magenta, scarlet

6. Informasi dan Edukasi 1. Edukasi nyeri


2. Terapi cairan
3. Pengobatan
4. Penyakit
7. Evaluasi Mengevaluasi respon subyektif dan obyektif setelah
dilaksanakan intervensi dan dibandingkan dengan
NOC serta analisis terhadap perkembangan diagnosis
keperawatan yang telah ditetapkan
8. Penelaah kritis Sub komite mutu keperawatan

9. Kepustakaan 1. (2014). NANDA international Nursing


Diagnoses : Definitions & classification , 2015 –
2017. Oxford : Wiley Blackwell
2. SIKI
3. SDKI
4. Nucleus Precise Newsletter. (2011). Batu
Empedu. Jakarta : PT.Nucleus Precise
5. Dr. H. Y. Kuncara Aplikasi klinis patofisiologi:
Pemeriksaan dan manajemen, edisi 2: 2009;
Buku kedokteran EGC
6. Sjamsuhidajat R, de Jong W. Buku Ajar Ilmu
Bedah. Edisi 2. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran EGC. 2005. 570-579.
10 Kasus

1. Demam thypoid

2. Broncho pneumnia

3. Gastroenteritis /DCA

4. Ca mamae

5. CKD / GGK

6. CHF

7. ISK

8. Hyperbillirubin

9. Impacted teeth

10.ureterolithiasis

11.Diabetes Melitus

12.CVA

13. STEMI

14.DHF

15.Hypertensi

16.Appendixitis

17.Cholelithiasis

18.Tonsilitis

19.Hernia

20.KPD

21.Asthma
22.Sectio Caesaria

23.TB paru

24.