You are on page 1of 11

ASUHAN KEBIDANAN HOLISTIK

KETIDAKNYAMANAN IBU HAMIL DENGAN SESAK NAFAS

Disusun Oleh :

1. NIA YULIANTIY KOSASIH


2. R. LISTI NURUL ZULFAH
3. EVA CRYSTIN
4. ANDI HERMATA
5. MEISISKA INTAN FAJRINI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN RAJAWALI

S1 KEBIDANAN PROFESI

2019
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin, Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas


segala rahmat dan hidayah-Nya. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan
kepada junjungan Nabi Agung Muhammad SAW yang selalu kita nantikan
syafa’atnya di akhirat nanti.
Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat
sehat-Nya, baik itu berupa sehar fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis
mampu untuk menyelesaikan tugas dari mata kuliah Asuhan Kebidanan Holistik
dengan judul “Ketidaknyamanan Ibu Hamil Dengan Sesak Nafas”.
Penulis tentu menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kata sempurna
dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu,
penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca, supaya nantinya dapat
menjadi tugas yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat banyak
kesalahan pada tugas ini kami penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Bandung, April 2019

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) (2010-
2014),ditetapkan kesejahteraan masyarakat terus meningkat yang ditunjukkan
oleh baiknya berbagai indikator pembangunan sumber daya manusia (SDM),
seperti meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat,
meningkatnya kesetaraan gender, meningkatnya tumbuh kembang optimal,
kesejahteraan dan perlindungan anak. Peningkatan SDM tersebut, di tetapkan
target Millenium Development Goals (MGDs). Di mana dalam upaya
pencapaian target MDGs di bidang kesehatan, yaitu penyelenggaraan upaya
kesehatan ditingkatkan intensitasnya dengan tetap memberikan perhatian
khusus pada penyelenggaraan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
KIA sebaiknya dilakukan selama kehamilan, yaitu diawali oleh
peristiwa konsepsi hingga usia kehamilan mencapai 40 minggu. Selama
proses tersebut, ibu mengalami perubahan fisiologis, psikologis dan sosial.
perubahan fisiologis yang terjadi tidak hanya pada organ reproduksi tetapi
juga sistem kardiovaskuler, pernafasan, ginjal, integumen, muskuloskeletal,
neurologi, pencernaan dan endokrin. Perubahan psikologis merupakan respon
emosional yang terjadi akibat perubahan tubuh dan peningkatan tanggung
jawab menghadapi hal baru dengan kehamilan. Perubahan sosial berupa
perubahan peran sebagai ibu, yaitu dari seorang perempuan tanpa anak
menjadi perempuan yang mempunyai anak, atau dari perempuan yang
memiliki 1 anak menjadi perempuan yang memiliki lebih dari satu anak.
Perubahan fisiologis dan psikologis diperlukan, guna melindungi
fungsi normal ibu dalam menyediakan kebutuhan untuk pertumbuhan dan
perkembangan janin. Perubahan ini menimbulkan gejala spesifik sesuai
dengan tahapan kehamilan yang terdiri dari 3 trimester. Periode yang
membutuhkan perhatian khusus adalah selama trimester 3, karena masa ini
merupakan masa terjadi pertumbuhan dan perkembangan janin yang semakin
meningkat. Berat badan yang meningkat drastis menyebabkan ibu hamil
merasa cepat lelah, sukar tidur, nafas pendek, kaki dan tangan odema. Sejalan
dengan pertumbuhan janin dan mendorong diafragma ke atas, bentuk dan
ukuran rongga dada berubah. Volume tidal, volume ventilator per menit, dan
ambilan oksigen meningkat. Karena bentuk dari rongga thorax berubah dan
karena bernapas lebih cepat, sekitar 60% ibu hamil mengeluh sesak nafas.
Peningkatan tinggi fundusuteri dan disertai pembesaran perut, membuat
beban tubuh lebih di depan. Dalam upaya menyesuaikan dengan beban tubuh
yang berlebihan sehingga tulang belakang mendorong ke arah belakang,
membentuk postur lordosis. Hal ini menyebabkan Ibu merasakan rasa pegal
pada pinggang, varises dan kram pada kaki.
Selama kehamilan, sistem pernapasan harus lebih efisien untuk
memenuhi peningkatan kebutuhan metabolisme ibu, janin, dan plasenta,
walaupun jika dibandingkan dengan olahraga raga, kehamilan lebih sedikit
membutuhkan fungsi cadangan pernapasan. Terjadi perubahan anatomi dan
fungsional pada volume dan ventilasi paru.
Ruang yang diperlukan oleh rahim yang membesar dan meningkatnya
pembentukan hormon progesteron menyebabkan paru-paru berfungsi lain dari
biasanya. Wanita hamil bernafas lebih cepat dan lebih dalam karena
memerlukan lebih banyak oksigen untuk dirinya dan untuk janin. Lingkar
dada wanita hamil agak membesar.
Lapisan saluran pernapasan menerima lebih banyak darah dan
menjadi agak tersumbat oleh penumpukan darah (kongesti). Kadang hidung
dan tenggorokan mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini.
Tekanan dan kualitas suara wanita hamil agak berubah.
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Pengertian
Sesak nafas pada ibu hamil ada dua kondisi dimana kondisi pertama
sesak nafas pada ibu hamil dengan usia kandungan memasuki trimester
ketiga, dimana ibu hamil merasakan bernafas lebih dalam dan cepat. Dan
kondisi kedua ibu hamil tersebut memiliki penyakit yang dapat menyebabkan
sesaknya menjadi parah saat hamil seperti asma atau diserang batuk pilek dan
sebagainya.
Sesak nafas biasa dialami oleh sebagian besar ibu hamil. Keluhan ini
dapat terjadi kapan saja, pada saat usia kehamilan muda, usia kehamilan tua,
atau menjelang persalinan. Sesak nafas pada saat usia kehamilan memasuki
enam bulan ke atas dapat dikatakan wajar.

B. Penyebab
Penyebab ibu hamil mengalami sesak nafas ini karena rahim ibu
semakin membesar dan berat badan bayi dalam kandungan bertambah.
Akibatnya, dinding dada atau diafragma ibu akan tertekan dan rongga paru-
paru akan berkurang
Hormon kehamilan merangsang pusat pernapasan untuk
meningkatkan frekuensi dan kedalaman sehingga Ibu merasa sulit bernafas.
Sesak nafas juga bisa disebabkan oleh adanya pembengkakan pembuluh
darah kapiler dari saluran pernapasan dan bagian tubuh lainnya,
mengendurnya otot-otot paru, saluran bronchus(cabang paru), dan otot-otot
lain. Tekanan rahim yang membesar pada diafragma dapat menyesuaikan
paru-paru sehingga paru-paru sulit mengembang dengan penuh..
Sesak nafas dan jantung berdebar-debar saat hamil mengindikasikan
beberapa kemungkinan yaitu anemia, kekurangan gula, penyakit hipertiroid,
hingga sakit jantung. berikut diuraikan beberapa penyebab ibu hamil sering
mengalami sesak nafas dan jantung berdebar-debar, serta merasa cepat lelah.
1. Peningkatan atau pertambahan volume darah.
Ibu hamil mengalami peningkatan volume darah hingga 50%
dibandingkan ketika tidak hamil. Peningkatan volume darah iniberkaitan
erat dengan kebutuhan janin dalam proses pertumbuhan. perubahan
volume darah ini berpengaruh terhadap kinerja jantung sehingga jantung
harus bekerja lebih keras daripada ketika ibu tidak hamil. Hal inilah yang
membuat ibu hamil merasa berdebar-debar. Walaupun demikian, pada
beberapa kasus, perasaan berdebar-debar hanya sesekali dirasakan dan
terjadi dalam waktu beberapa detik saja.
2. Progesteron
Ketika hamil, kadar hormon tubuh mengalami perubahan. Hormon
progesteron pada ibu hamil dapat mempengaruhi kinerja jantung. salah
satu efek progesteron terhadap jantung adalah membuat jantung bekerja
lebih cepat dan menghasilkan denyut jantung lebih kuat agar darah dapat
ditempa hingga ke bagian uterus atau rahim. Hal ini dapat berlangsung
pada awal-awal kehamilan. Akibatnya, ibu hamil merasakan jantungnya
berdebar-debar.
3. Stres
Ibu hamil pada masa awal kehamilan dapat mengalami stres karena belum
bisa beradaptasi dengan kehamilannya. Perubahan bentuk tubuh,
kesehatan janin, danberbagai hal yang dialami pada awal-awal kehamilan
dapat menambah beban pikiran ibu. Akibatnya, ibu hamil dapat
mengalami stres. Stres berdampak pada peningkatan beban jantung.
Jantung bekerja lebih keras dengan meningkatkan frekuensi detak jantung
sehingga Ibu merasakan berdebar-debar pada saat hamil.
4. Kekurangan volume darah
Kekurangan volume darah dapat terjadi pada ibu hamil, yang merupakan
salah satu penyebab anemia. Hal ini sering terjadi akibat adanya
mekanisme perdarahan. ibu hamil yang mengalami luka dengan
perdarahan dengan jumlah tertentu, dapat mengurangi volume darah pada
tubuh. Sementara itu, Darah berfungsi sebagai pengangkut nutrisi dan
oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan darah dapat menyebabkan pasokan
nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh berkurang. Akibatnya, untuk
mengantisipasi kekurangan volume darah, jantung melakukan kerja yang
berat agar sirkulasi berjalan cepat untuk memenuhi kebutuhan dalam
tubuh. Kerja keras jantung inilah yang menyebabkan ibu hamil merasa
berdebar-debar.
5. Hemoglobin rendah
Salah satu penyebab terjadinya anemia adalah rendahnya kadar
hemoglobin. dampak menurunnya kadar hemoglobin dapat menurunkan
kadar Oksigen yang dialirkan ke dalam sel-sel tubuh. Rendahnya
konsumsi zat besi dapat mengurangi kadar hemoglobin. Hal ini
menyebabkan jantung berusaha memenuhi kebutuhan sel dengan
memanfaatkan hemoglobin yang tersedia di dalam tubuh. Hemoglobin
yang tersedia dan mengikat oksigen diedarkan ke seluruh tubuh dengan
proses yang cepat. jantung yang berdebar debar dirasakan ibu hamil
karena jantung memompa darah lebih cepat akibat kadar hemoglobin
yang rendah.
6. Penyakit jantung
Jantung berdebar-debar pada ibu hamil juga mengindikasikan bahwa ibu
mengidap penyakit jantung. penyakit jantung ini dapat dialami oleh ibu
dengan riwayat penyakit jantung bawaan atau penyakit jantung yang baru
saja di derita.
Dengan demikian, sesak nafas dan jantung berdebar-debar saat hamil
adalah normal, terutama jika usia kehamilan memasuki 6 bulan ke atas.

C. Penatalaksanaan
Solusi :
1. Tenang dan rileks membantu untuk menghindari terjadinya sesak nafas.
2. Akan lebih muda bernapas jika Posisi tegak dan tidak menyandar ke
belakang.
3. jika sulit tidur dalam posisi berbaring, cobalah untuk tidur pada posisi
setengah duduk (disanggah dengan 2 atau 3 bantal).
4. Hindari kerja fisik yang keras
5. Segera ke dokter jika sesak napas sangat parah disertai dengan pernapasan
yang cepat, bibir dan ujung jari kebiruan, nyeri dada, dan atau denyut nadi
yang cepat.
Cara Melegakan Pernapasan Saat Hamil
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melegakan pernapasan
ketika terjadi sesak napas saat hamil:
1. Jika sesak napas menyerang, maka Ibu perlu memberi ruang sebanyak
mungkin untuk paru-paru dengan cara tegakkan punggung dan tarik
pundak ke belakang saat berdiri dan duduk.
2. Hindari tidur terlentang dengan cara tidur dengan kepala ditinggikan
menggunakan bantal tambahan atau tidur menghadap sisi kiri untuk
meningkatkan sirkulasi aliran darah ke seluruh tubuh.
3. Rentangkan tangan ke atas kepala sehingga tulang rusuk terangkat dan
lebih banyak udara yang masuk ke paru.
4. Latihan relaksasi dan latihan pernapasan agar membantu bernapas lebih
baik.
5. Yoga dan senam hamil merupakan bentuk relaksasi yang bisa dilakukan
oleh ibu hamil untuk mengendalikan pikiran, keinginan dan reaksi
terhadap stres.

D. Mitos atau isu terkait nutrisi pada kehamilan


1. Tidak Boleh Makan Ikan
Mitos : Mengonsumsi ikan selama hamil dapat membuat anak akan lahir
berbau amis.
Fakta : Manfaat makan ikan air tawar atau ikan air laut termasuk sumber
nutrisi penting untuk kesehatan tubuh. Ikan banyak mengandungan asam
lemak omega-3, protein, selenium, vitamin D dan rendah akan kandungan
lemak jenuh. Contohnya adalah ikan lele. Ikan lele banyak mengandung
protein, vitamin C dan A, lemak, kalsium, natrium dan zat besi
2. Tidak boleh mengonsumsi buah nanas saat hamil
Mitos : menyebabkan keguguran
Fakta : Nanas mengandung serat yang cukup tinggi dan dipergunakan
sebagai obat antisembelit. Banyak makan nanas membuat perut jadi panas
dan buang air besar. Pada kehamilan muda, posisi janin dalam perut belum
terlalu kuat. Buang-buang air besar secara terus menerus bisa
membahayakan kehamilan. Sebaiknya hindari dulu nanas dan rujak.
3. Tidak boleh minum es
Mitos : minum es saat hamil dapat menyebabkan ukuran bayi menjadi
besar.
Fakta : air es saja tidak ada kaitannya dengan bayi menjadi besar. Tetapi
air es selalu dikaitkan dengan rasa manis, misalnya dalam bentuk es
campur, coctail, dan sejenisnya. Gula ini lah yang dikhawatirkan karena
bisa membuat bayi menjadi besar. Apalagi jika di konsumsi pada trimester
III, saat pertumbuhan janin terjadi sangat pesat. Gula pun akan membuat
ibu menjadi gemuk. Jadi hindarilah es yang manis, dan makanan manis
lainnya pada trimester ke III.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Ada dua kondisi yang dimaksud dengan sesak nafas selama kehamilan,
yang pertama adalah sesak nafas yang murni disebabkan oleh kehamilan
itu sendiri dan yang kedua adalah penyakit lainnya yang menyebabkan
sesak dan menjadi parah saat hamil.
2. Sedangkan untuk isu/mitos selama masa kehamilan ibu berhak
mendapatkan asupan nutrisi yang berkualitas dan seimbang. Dari awal
kehamilan sampai proses persalinan. Sangat penting untuk mencukupi
berbagai kebutuhan nutrisi ini dari beragam jenis makanan yang berbeda.
Misalnya asam folat berperan menghindarkan cacat bawaan, kalsium dan
protein untuk pembentukan jaringan tubuh dan tulang bayi, serta zat besi
untuk membantu sel darah merah membawa oksigen pada janin, vitamin
untuk membantu mempercepat regenerasi sel yang rusak.

B. Saran
Periksakan diri ke dokter kandungan jika merasakan detak jantung tidak
beraturan, dada terasa sakit saat bernafas, batuk yang tidak kunjung reda,
bahkan hingga mengeluarkan darah, dan sulit bernafas saat berbaring.
DAFTAR PUSTAKA

Irmawati, Wahyuni. 2017. Reinterpretasi Filosofis Mitos Seputar Kehamilan


dalam Masyarakat Jawa di Surakarta: Dari Imajinatif Kreatif
MenujuFilosofis yang Dinamis. Surakarta : IAIN Surakarta

Mediarti, Devi, dkk.2014. Pengaruh Yoga Antenatal Terhadap Pengurangan


Keluhan Ibu Hamil Trimester Tiga. Palembang : Poltekes Kemenkes
RI Palembang.

Pratiwi, arantika M, dkk. 2019. Patologi kehamilan : memahami berbagai


penyakit dan komplikasi kehamilan. Yogyakarta : PT. Pustaka Baru

Pratiwi, Wulan Mulya dan Erma Desy. 2017. Menikmati 9 Bulan yang
Menyenangkan. Jakarta: Buana Ilmu Populer

Purwoastuti, Th. Endang, dkk. 2015. Panduan materi kesehatan refroduksi dan
keluarga berencana. Yogyakarta: PT. Pustaka Baru

Sinsin, Iis.2008. Seri Kesehatan Ibu Dan Anak Masa Kehamilan Dan Persalinan.
Jakarta : PT. Elex Media Komputindo