You are on page 1of 4

Fakta dan Opini dalam Tajuk Rencana

Tajuk rencana adalah artikel pokok dalam surat kabar yang merupakan pandangan
redaksi terhadap peristiwa yang sedang menjadi pembicaraan pada saat surat kabar itu
diterbitkan. Dalam tajuk rencana biasanya diungkapkan adanya informasi atau masalah aktual,
penegasan pentingnya masalah, opini redaksi tentang masalah tersebut, kritik dan saran atas
permasalahan, dan harapan redaksi akan peran serta pembaca.

Pernyataan fakta dan opini ini biasanya diutarakan secara singkat, logis, menarik ditinjau
dari segi penulisan dengan tujuan untuk mempengaruhi pendapat/ menerjemahkan berita yang
menonjol agar pembaca menjadi menyimak seberapa penting berita tersebut. Fungsi tajuk
rencana biasanya menjelaskan berita, artinya, dan akibatnya pada masyarakat. Tajuk rencana
juga mengisi latar belakang dari kaitan berita tersebut dengan kenyataan sosial dan faktor yang
mempengaruhi dengan lebih menyeluruh. Dalam tajuk rencana terkadang juga ada ramalan atau
analisis kondisi yang berfungsi untuk mempersiapkan masyarakat akan kemungkinan-
kemungkinan yang dapat terjadi, serta meneruskan penilaian moral mengenai berita tersebut.
Tajuk rencana adalah karangan pokok dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya. Tajuk
rencana berbeda dengan berita. Biasanya berita disusun dari hasil reportase wartawan. Oleh
karena itu, berita aktual biasanya diletakkan dihalaman depan atau disajikan sebagai head line
(berita utama) surat kabar. Dalam tajuk rencana berita yang disampaikan sudah diberi ulasan.
Oleh karena itu, tajuk rencana tidak diletakkan di halaman pertama, tetapi di halaman 2 atau 4.
Setiap paragraf dalam sebuah tajuk rencana mengandung gagasan pokok dan gagasan penjelas.
Bahkan, ada juga paragraf yang seluruh kalimatnya merupakan gagasan utama. Gagasan pokok
atau gagasan utama adalah kalimat yang menjadi inti atau isi pokok sebuah paragraf. Gagasan
penjelas atau kalimat penjelas adalah kalimat yang menjelaskan gagasan utama.

Ciri-ciri
1. Berisi opini redaksi tentang peristiwa yang sedang hangat dibicarakan
2. Berisi ulasan tentang suatu masalah yang dimuat
3. Biasanya berskala nasional, berita internasional dapat menjadi tajuk rencana, apabila berita
tersebut memberi dampak kepada nasional
4. Tertuang pikiran subjektif redaksi

Aspek-aspek yang menjadi fokus dalam tajuk utama


1. Judul
2. Latar Belakang Masalah
3. Tokoh
4. Masalah
5. Peristiwa yang Disampaikan
6. Opini Penulis
7. Saran dan Solusi Permasalahan
8. Kesimpulan
9. Sumber Berita
10. Anggota Redaksi

Di dalam sebuah tajuk rencana terdapat pernyataan yang berupa fakta dan opini.
1. Fakta adalah sesuatu yang benar-banar terjadi. Setiap orang akan memiliki kesamaan dalam
pengamatan suatu fakta.
2. Pendapat orang tidak sama dalam memandang sebuah masalah. Pendapat atau opini adalah
perkiraan, pikiran, atau tanggapan tentang suatu hal (seperti orang atau peristiwa). Pendapat yang
dikeluarkan selalu bergantung pada sudut pandang dan latar belakang yang dimiliki.
Perbedaan sudut pandang dan latar belakang yang dimiliki oleh penulis tajuk rencana
menyebabkan adanya perbedaan dalam keberpihakan.

Cara menentukan opini tajuk rencana dalam soal UN tidaklah sulit.


Pertama, pahami bahwa opini tajuk rencana terletak di bagian akhir paragraf. Bagian akhir di sini
maksudnya, bisa dua atau tiga kalimat terakhir dari parapraf soal. Satu kalimat terakhir pun
kadang bisa juga.
Ciri dari opini tajuk rencana adalah ia merupakan solusi (jalan keluar) dari masalah yang dibahas
di awal.
Membedakan Fakta dan Opini pada Tajuk Rencana Atau Editorial Dengan Membaca Intensif
Indikator:
• Menemukan fakta dan opini penulis tajuk rencana atau editorial;
• Membedakan fakta dengan opini;
• Mengungkapkan isi tajuk rencana/editorial .

Membaca intensif merupakan kegiatan membaca bacaan secara teliti dan seksama dengan tujuan
memahaminya secara rinci. Membaca intensif merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan
dan mengasah kemampuan membaca secara kritis. Tarigan (1990:35) mengutip pendapat Brook
menyatakan bahwa, membaca intensif merupakan studi seksama, telaah teliti, serta pemahaman
terinci terhadap suatu bacaan. Yang termasuk membaca intensif ini adalah membaca dengan
pemahaman.
Tajuk rencana atau editorial adalah opini berisi pendapat dan sikap resmi suatu media sebagai
institusi penerbitan terhadap persoalan aktual, fenomenal (luar biasa), atau kontroversial
(perdebatan) yang berkembang di masyarakat. Opini yang ditulis pihak redaksi diasumsikan
mewakili redaksi sekaligus mencerminkan pendapat dan sikap resmi media yang bersangkutan.

Tajuk rencana mempunyai sifat:


1. Krusial (genting/gawat) dan ditulis secara berkala, tergantung dari jenis terbitan medianya bisa
harian (daily), atau mingguan (weekly), atau dua mingguan (biweekly) dan bulanan (monthly).
2. Isinya menyikapi situasi yang berkembang di masyarakat luas, baik itu aspek sosial, politik,
ekonomi, kebudayaan, hukum, pemerintahan, atau olah raga bahkan entertainment, tergantung
jenis liputan medianya.
3. Anonim (tanpa identitas/tanpa mencantumkan nama penulis)
Karena merupakan suara lembaga maka tajuk rencana tidak ditulis dengan mencantumkan nama
penulisnya, seperti halnya menulis berita atau features. Idealnya tajuk rencana adalah pekerjaan,
dan hasil dari pemikiran kolektif dari segenap awak media. Jadi, proses sebelum penulisan tajuk
rencana terlebih dahulu diadakan rapat redaksi yang dihadiri oleh pemimpin redaksi, redaktur
pelaksana serta segenap jajaran redaktur yang berkompeten, untuk menentukan sikap bersama
terhadap suatu permasalahan krusial yang sedang berkembang di masyarakat atau dalam
kebijakan pemerintahan.

Ada 2 jenis tajuk rencana berdasarkan golongan/sifat:


Tajuk rencana golongan pers menengah ke atas (middle-high media) atau pers yang berkualitas
memiliki ciri-cirinya:
a. Hati-hati (tidak menyebut nama orang yang sedang diberitakan)
b. Normatif (menurut aturan yang berlaku)
c. Cenderung konservatif (bersikap sesuai keadaan, mempunyai ciri khas tertentu, tradisi)
d. Pertimbangan aspek politis lebih besar dari aspek sosiologi.

Tajuk rencana dari golongan pers tengah ke bawah (middle-low media) berlaku sebaliknya.
Ciri-cirinya:
a. Lebih berani (langsung menyebut nama orang yang diberitakan)
b. Atraktif (mempunyai daya tarik untuk semua kalangan)
c. Progresif (bersifat memberi perubahan/ kemajuan)
d. Lebih memilih pendekatan sosiologis daripada pendekatan politis

Pengertian fakta adalah sesuatu yang tidak diragukan lagi kebenarannya.


Ciri-ciri fakta:
1. Benar-benar terjadi;
2. Waktu, tempat, dan tanggal peristiwa jelas;
3. Diperkuat dengan angka-angka.

Jenis fakta
a. Fakta umum, adalah kebenaran yang berlaku sepanjang zaman dari dulu sampai sekarang.
Atau informasi yang berisi fakta yang masih umum, belum teruraikan secara khusus tentang
nama tempat, objek peristiwa, pelaku, dan sebagainya.
Contoh:
1) Matahari terbit di sebelah Timur.
2) Sukabumi merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Barat.
3) Ayah baru pulang dari Prancis, paman dan kakak sedang menjemputnya.
4) Puluhan pedagang kaki lima dan warung pinggir jalan terkena razia.

b. Fakta khusus (spesifik), adalah kebenaran yang berlaku dalam suatu periode tertentu.
Atau Informasi yang berisi kejadian/peristiwa lalu dijelaskan secara terperinci dan detail.
Contoh:
1) Pak Yayan makan bakso.
2) Ayah baru pulang dari Prancis, paman dan kakak sedang menjemputnya di Bandara Juanda
Surabaya kemarin siang.
3) Puluhan pedagang kaki lima di Jalan Diponegoro dan warung pinggiran terkena razia kemarin
pagi.

Pendapat atau opini adalah sesuatu yang kebenarannya masih perlu diuji, karena bentuknya
masih berupa pendapat. Kalimat yang mengungkapkan pendapat penulis biasanya ada kata,
menurut saya, sepertinya, bagus sekali, sangat (bagus), dan sejenisnya, maka kalimat tersebut
berupa kalimat opini. Kalimat opini dibedakan menjadi kalimat opini perorangan dan opini
umum.
Ciri-ciri opini:
1. Belum terjadi (baru rencana);
2. Berupa pendapat;
3. Bersifat subjektif;
4. Keterangannya belum jelas.

Jenis opini
1. Opini perorangan (subjektif) : pendapat berdasarkan pandangan pribadi/orang-orang tertentu
saja.
Contoh:
• Menurut para ahli, pada tahun 2020 penduduk Indonesia akan mencapai 400 juta jiwa.
• Menurut saya, pakaian yang dikenakan pria itu sepertinya bagus sekali.
• Sepertinya jalanan ini akan banjir.

2. Opini umum (objektif) : pendapat berdasarkan pandangan (orang banyak/ khalayak umum).
Contoh:
• Menghisap rokok secara berlebihan akan merugikan diri sendiri.
• Terjadinya tsunami pada tahun 2004 di daerah Aceh menewaskan banyak korban.
• Dengan giat belajar dan tekun, akan menjadikan kita semakin pandai.

Sumber :
Wikipedia bahasa Indonesia

http://bahasaindonesiayh.blogspot.com

http://linggarpradani.wordpress.com

http://atokyala.blogspot.com