You are on page 1of 60

1

MODUL
SISTEM BAHAN BAKAR INJEKSI
SEPEDA MOTOR

0leh :
Alfian Banuarli
Kelas O2
PPG Daljab 2017

JURUSAN OTOMOTIF
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2017
2
KATA PENGANTAR

Modul sistem PGM-FI pada sepeda motor adalah salah satu modul yang
dapat digunakan sebagai pedoman kegiatan belajar juru bengkel pada program
Pembelajaran, Teknik perawatan sepeda motor, untuk mencapai salah satu
kompetensi yang harus dikuasainya.
Di dalam modul ini juru bengkel dapat belajar tentang prinsip prinsip
Sistem PGM-FI pada sepeda motor. Selain itu dengan modul ini juru bengkel
dapat melatih keterampilan mengidentifikasi komponen maupun bagian-bagian
utama sistem PGM-FI. Dari kompetensi yang harus dikuasai oleh juru bengkel
seperti uraian tersebut, maka proses belajar dibagi dalam tahapan-tahapan seperti
berikut: Kegiatan belajar pengetahuan, juru bengkel mempelajari prinsip PGM-FI
serta mengenal komponen dan bagian-bagian utama sistem PGM-FI pada sepeda
motor. Sedangkan kegiatan belajar praktik, juru bengkel belajar mengidentifikasi
komponen-komponen dan bagian utama PGM-FI.
Pada setiap akhir materi akan diberikan rangkuman yang berisi intisari dari
materi, serta tugas-tugas yang terkait dengan materi. Selanjutnya disampaikan
soal-soal yang harus dikerjakan oleh juru bengkel untuk mengukur kemajuan
belajar juru bengkel. Untuk melatih ketrampilan disediakan lembar pekerjaan
sebagai pedoman untuk praktik. Penyusun menyadari masih banyak kekurangan
dalam penyusunan modul ini, sehingga saran dan masukan yang konstruktif
sangat penyusun harapkan. Semoga modul ini banyak memberikan manfaat bagi
yang memerlukan.

Yogyakarta, Oktober 2017

Penulis
2

BAB I
PENDAHULUAN

A. Deskripsi
Modul Pemahaman sistem PGM-FI dan komponen - komponenya
dengan materi dan informasi tentang dasar PGM-FI, pemeriksaan kerusakan
ringan pada PGM-FI dan komponen-komponenya. Materi diuraikan dengan
pendekatan praktis disertai ilustrasi yang cukup agar juru bengkel mudah
memahami bahasan yang disampaikan.
Setiap kegiatan belajar berisi tujuan umum dan tujuan khusus, petunjuk
penggunaan modul, alokasi waktu, peralatan dalam penggunaan modul, materi
pembelajaran (judul pembelajaran), uraian materi secara singkat dan jelas,
rangkuman, evaluasi, test/latihan (termasuk lama waktu dan petunjuk
pengerjaan test/latihan), kunci jawaban, umpan balik, dan daftar pustaka dan
buku yang dianjurkan untuk dibaca. Juru bengkel harus mengerjakan tes
tersebut sebagai indikator penguasaan materi, jawaban test kemudian
diklarifikasi dengan kunci jawaban. Guna melatih keterampilan dan sikap kerja
yang benar setiap juru bengkel dapat berlatih dengan pedoman lembar kerja
yang ada.
Diakhir modul terdapat evaluasi sebagai uji kompetensi juru bengkel
.Uji kompetensi dilakukan secara teoritis dan praktik. Uji teoritis juru bengkel
menjawab pertanyaan pada soal evaluasi, sedangkan uji praktik dengan
meminta juru bengkel mendemontrasikan kompetensi yang harus dimiliki dan
guru/instruktur menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. Melalui
evaluasi tersebut dapat diketahui kompetensi juru bengkel .

B. Tujuan Umum Dan Tujuan Khusus


1. Tujuan umum dari modul ini adalah juru bengkel mempunyai kompetensi:
a. Mengetahuai sistem PGM-FI sepeda motor dan komponenya.
b. Mengetahui fungsi kerja komponen PGM-FI.
3

2. Tujuan khusus dari modul ini adalah juru bengkel mempunyai


kompetensi:
a. Memeriksa kerusakan pada komponen-komponen PGM-FI.
b. Melakukan perbaikan pada komponen PGM-FI yang bermasalah.

C. Petunjuk Penggunaan Modul


Untuk memberikan pemahaman secara menyeluruh tentang PGM-FI
dan komponenya, maka juru bengkel diharapkan harus mempelajari terlebih
dahulu Materi Teori Dasar Penunjang secara menyeluruh sebelum
melaksanakan tahapan-tahapan praktik. Untuk memperoleh hasil belajar secara
maksimal dalam mempelajari modul ini langkah–langkah yang perlu
dilaksanakan anatara lain:
1. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada
pada pada masing-masing kegiatan belajar.
2. Bila ada materi yang kurang jelas, juru bengkel dapat bertanya pada
dosen yang memegang kegiatan belajar tersebut.
3. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) yaitu seberapa besar
pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi – materi yang dibahas
dalam setiap kegiatan belajar.

D. Alokasi Waktu
Durasi Waktu : 16 Pertemuan ( 2 X 45 Menit )
Tabel 1. Alokasi waktu
No Kegiatan Waktu
1 Deskripsi 10 Menit
2 Materi 50 Menit
3 Evaluasi 30 Menit

E. Peralatan Dalam Penggunaan Modul


1. Papan Tulis
2. OHP/In focus
4

BAB II
SISTEM PGM-FI

A. Pengertian Sistem PGM-FI Pada Sepeda Motor


1. Konsep dasar Sistem PGM FI (Programade fuel injection)
Istilah sistem injeksi bahan bakar PGM-FI dapat digambarkan
sebagai suatu sistem yang menyalurkan bahan bakar dengan menggunakan
pompa dengan tekanan tertentu untuk mencampur dengan udara yang
masuk ke ruang bakar. Pada sistem PGM-FI umumnya proses
penginjeksian bahan bakar terjadi di bagian ujung intake manifold,
sebelum inlet valve (katup/klep masuk). Pada saat inlet valve terbuka,
udara yang masuk ke ruang bakar sudah bercampur dengan bahan bakar.
System PGM-FI harus dapat mensuplai dengan sesuai jumlah
bahan bakar yangakan disemprotkan agar dapat bercampur dengan udara
dengan perbandingan campuran yang tepat dan sesuai dengan kondisi,
putaran, beban mesin, suhu kerja mesin dan suhu atmosfir saat itu.Sistem
PGM-FI harus dapat mensuplai jumlah bahan bakar yang bervariasi, agar
perubahan kondisi operasi kerja mesin tersebut dapat dicapai dengan unjuk
kerja mesin yang tetap optimal.

Gambar 1. Skema Sistem Aliran Bahan Bakar pada Sistem PGM-FI


pada Supra X 125
(Jalius Jama. Teknik Sepeda Motor Jilid 2. 2008)
5

2. Perkembangan Sistem PGM FI


Pada zaman dahulu sebuah mesin bensin menggunakan karburator
untuk mensuplai dan mengatur bahan bakar yang masuk ke dalam ruang
bakar. Pada mesin dengan karburator konvensional, jumlah bahan bakar
yang diperlukan oleh mesin dikontrol oleh karburator. Pada awalnya
konstruksi karburator adalah sederhana, dan telah digunakan hampir pada
keseluruhan sepeda motor pada masa lalu. Pada akhir-akhir ini permintaan
kebersihan gas buang (exhaust emission), penggunaan bahan bakar yang
ekonomis, kemampuan pengendaraan yang telah disempurnakan dan
sebagainya membuat karburator harus dilengkapi dengan peralatan
tambahan sehingga membuat sistemnya menjadi rumit (complex).
Untuk mengganti sistem karburator kemudian digunakan sistem
PGM-FI, untuk menjamin perbandingan bahan bakar dan udara ke mesin
dengan penginjeksian bahan bakar yang bekerja secara electronic sesuai
dengan kondisi pengendaraan. Jadi dapat disimpulkan mesin modern
dengan sistem PGM-FI, maka jumlah bahan bakar dikontrol lebih akurat
oleh ECU sesuai kondisi mesin dengan mengirimkan bahan bakar ke
silinder melalui injektor-injektor.
PGM-FI mempunyai beberapa keistimewaan dibandingkan dengan
karburator, yaitu:
a. Mengurangi emisi gas buang.
b. Pemakaian bahan bakar lebih hemat.
c. Tarikan lebih responsif.
d. Mesin mudah dihidupkan pada kondisi apapun.
e. Idle tidak terpengaruh pada ketinggian suatu daerah.
f. Memudahkan perawatan berkala.
3. Jenis PGM-FI
Sistem PGM-FI dirancang untuk mengukur jumlah udara yang
masuk ke intake manifold.Sistem PGM-FI dapat digolongkan kedalam dua
tipe, sesuai dengan metoda yang dipakai dalam penyensoran udara yang
masuk kedalam silinder. Kedua sistem itu adalah:
6

a. D-PGM-FI (Tipe Manifold Pressure Control)


Pada tipe ini pengukuran kevakuman didalam intake
manifold dan volume udara yang disensor adalah kerapatan udara
(density). Sistem injeksi yang diaplikasi pada Honda Supra X125
PGM-FI masuk kategori D-Jetronic.Dimana jumlah semprotan
bensin diukur berdasarkan kevakuman di dalam intake
manifold.Sensor yang mendeteksi kevakuman disebut absolute
manifold pressure (MAP).Pada tipe ini tidak dilengkapi komponen
penimbang udara masuk atau air flow meter.

Gambar 2. Skema Sistem PGM-FI tipe D


(http://autorusy.blogspot.com)

b. L-PGM-FI (TIPE AIR FLOW METER)


Tipe ini menggunkan air flow meter yang langsung
mensensor jumlah udara yang mengalir kedalam intake manifold.
7

Gambar 3. Skema Sistem PGM-FI tipe L


(http://autorusy.blogspot.com)

B. Sistem Sistem Pada PGM FI Supra X 125


1. Sistem Aliran Bahan Bakar
Sistem penginjeksian bahan bakar pada stand simulator training ini
merupakan jenis D-PGM-FI. Dimana pengaturan oleh ECU merupakan
pengolahan data-data yang diperoleh dari signal sensor-sensor yang
berdasarkan pengukuran kevakuman dan volume udara yang masuk pada
intake manifold berdasarkan kerapatan udara (Air Density).
Sistem bahan bakar ini berfungsi untuk menyuplai dan mengatur
bahan bakar yang masuk dan dibutuhkan mesin sesuai dengan putaran,
kondisi dan beban mesin. komponen komponen dari sistem bahan bakar
tersebut adalah sebagai berikut :
a. Tangki Bahan Bakar
Tangki merupakan tempat persediaan bahan bakar. Pada
sepeda motor yang mesinnya di bawah maka tangki bahan bakar
ditempatkan di belakang, sedangkan mobil yang mesinnya di belakang
biasanya tangki bahan bakar ditempatkan di bagian depan.
Kapasitas tangki dibuat bermacam-macam tergantung dari
besar kecilnya mesin. Bahan tangki umumnya dibuat dari plat baja
dengan dilapisi pada bagian dalam dengan logam yang tidak mudah
8

berkarat.Namun demikian terdapat juga tangki bensin yang terbuat


dari aluminium.Tangki bahan bakar dilengkapi dengan pelampung
dan sebuah tahanan geser untuk keperluan alat pengukur jumlah
minyak yang ada di dalam tangki.

Gambar 4. Tangki Bahan Bakar


(Dokumentasi)
b. Pompa Bahan Bakar (Fuel pump module)
Pompa Bahan Bakar (Fuel pump module) berfungsimemompa
dan mengalirkan bahan bakar dari tangki bahan bakar ke
injektor.Penyaluran bahan bakarnya harus lebih banyak dibandingkan
dengan kebutuhan mesin supaya tekanan dalam sistem bahan bakar
bisa dipertahankan setiap waktu walaupun kondisi mesin berubah-
ubah.

Gambar 5. Konstruksi Fuel Pump Module


9

c. Saringan Bahan Bakar


Bahan bakar ada kalanya mengandung kotoran dan air, bila
terhisap oleh pompa bahan bakar akan menimbulkan masalah. Elemen
saringan bahan bakar menahan aliran bahan bakar dan menyaring air,
pasir, dan kotoran.Sedangkan kotoran benda asing yang ringan
menempel pada elemen saringan.Saringan bahan bakar dipasang pada
bagian saluran tekanan tinggi pada pompa bahan bakar.
d. Pressure Regulator (Fuel pressure regulator)
Pressure Regulator (Fuel pressure regulator) berfungsi
mengatur tekanan bahan bakar di dalam sistem aliran bahan bakar
agar tetap/konstan. Pada Honda Supra X 125 PGM-FI tekanan
2
dipertahankan pada 294 kPa (3,0 kgf/cm , 43 psi) (Buku Pedoman
reparasi Honda PGM-FI Supra X 125.). Bila bahan bakar yang
dipompa menuju injektor terlalu besar (tekanan bahan bakar melebihi
2
294 kPa (3,0 kgf/cm , 43 psi)pressure regulator mengembalikan
bahan bakar ke dalam tangki.
e. Pipa Penyalur (Fuel feed hose)
Pipa Penyalur (Fuel feed hose) merupakan slang untuk
mengalirkan bahan bakar dari tangki menuju injektor. Slang dirancang
harus tahan tekanan bahan bakar akibat dipompa dengan tekanan
minimal sebesar tekanan yang dihasilkan oleh pompa.

f. Injector (Fuel Injector)


Injector (Fuel Injector) menyemprotkan bahan bakar ke
saluran masuk (intake manifold), biasanya sebelum katup masuk,
namun ada juga yang ke throttle body.Volume penyemprotan
disesuaikan oleh waktu pembukaan injektor.Lama dan banyaknya
penyemprotan diatur oleh ECU (Electronic Control Unit).
10

Gambar 6. kontruksi injector


(Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja Mojokerto 2009)

Terjadinya penyemprotan pada injektor adalah pada saat ECU


memberikan tegangan listrik ke solenoid coil injektor. Dengan
pemberian tegangan listrik tersebut solenoid coil akan menjadi magnet
sehingga mampu menarik plunger dan mengangkat needle valve
(katup jarum) dari dudukannya, sehingga saluran bahan bakar yang
sudah bertekanan akan memancar keluar dari injektor.

Gambar 7. Penempatan Injektor Pada Throttlt Body


(Jalius Jama. Teknik Sepeda Motor Jilid 2. 2008)
11

2. Sistem Induksi Udara


Sistem induksi udara adalah sebuah sistem di PGM FI yang bekerja
untuk menyediakan udara yang akan dikirim ke dalam ruang bakar mesin.
Sistem induksi udara membersihkan dan menyaring udara yang akan
masuk ke dalam ruang bakar mesin sesuai dengan perintah ECM. Di
sistem induksi udara terdapat beberapa komponen dan sensor-sensor yang
bekerja mengatur sirkulasi udara yang akan dimasukkan ke dalam ruang
bakar mesin.
a. Saringan udara(Air cleaner box)
Saringan udara atau air Cleaner berfungsi untuk membersihkan
udara yang kan masuk kedalam ruang bakar engine. Saringan udara
berupa elemen-elemnen busa.Elemen busa ini berfungsi untuk
menyaring kotoran yang terbawa saat udara masuk terhisap ke dalam
kotak saringan udara.Setelah udara disaring dan dibersihkan barulah
udara dikirim ke intake manifold.
b. IAT
IAT (Engine air temperature) adalah sensor yang memberikan
signal ke ECM tentang suhu udara yang masuk ke Intake manifold.
Tegangan referensi/suplai 5 Volt dari ECU selanjutnya akan berubah
menjadi tegangan sinyal yang nilainya dipengaruhi oleh suhu udara
masuk.
c. MAP
MAP (Manifold absolute pressure) adalah sensor yenag
berfungsi memberikan sinyal ke ECM berupa informasi tentang
tekanan udara yang masuk ke intake manifold. Selain tipe MAP
sensor, pendeteksian udara yang masuk ke intake manifold bisa dalam
bentuk jumlah maupun berat udara. Jika jumlah udara yang dideteksi,
sensornya dinamakan air flow meter, sedangkan jika berat udara yang
dideteksi, sensornya dinamakan air mass sensor.
12

d. TPS
TP (Throttle Position) adalah sensor yang mendeteksi bukaan
thortle gas, sensor TPS memberikan sinyal ke ECM berupa informasi
(deteksi) tentang posisi katup throttle/katup gas.Dengan signal yang
diperoleh dari TPS maka ECM akan mengatur jumlah bahan bakar
yang akan disemprotkan Injector ke dalam ruang bakar mesin.

Gambar 8. Sensor IAT, TPC dan MAP


(Jalius Jama. Teknik Sepeda Motor Jilid 2. 2008)

Sistem induksi udara bekerja untuk menyalurkan udara masuk ke


dalam ruang bakar mesin. Awalnya udara bebas akan masuk ke dalam
kotak saringan udara, di dalam kotak saringan udara terdapat saringan
berupa busa yang akan menyaring kotoran berupa debu, pasir dan partikel
lainnya yang terbawa bersama aliran udara. Di ujung kotak saringan udara
terdapat IAT yang berfungsi untuk mendeteksi suhu udara yang masuk
dari luar ke dalam kotak udara. IAT akan mengirimkan signal ECM
tentang suhu udara yang mengalir.
Setelah melewati IAT maka udara akan melewati MAP yang akan
mendeteksi tekanan udara yang masuk. MAP juga akan mengirim signal
13

ke ECM. Setelah melewati sensor IAT dan MAP maka udara akan masuk
ke dalam intake manifold yang diatur oleh katup throtle gas. barulah udara
yang masuk ke intake manifold yang akandicampur dengan bahar bakar,
sebelum dikirim ke dalam ruang bakar. Sensor TPC berfungsi untuk
mendeteksi bukaan katup throtle gas. TPC mengirim signal ke ECM
tentang besarnya bukaan katup throtle gas. setelah melewati proses
tersebut barulah udara sampai di intake manifold.
ECM yang telah menerima informasi dari sensor IAT, MAP, TPC
akan mengatur jumlah bahan bakar yang disemprotkan injector ke intake
mannifold, supaya ketika udara bercampur dengan bahan bakar maka akan
terjadi campuran yang homogen dan sesuai dengan kebutuhan kerja mesin.
3. Sistem Control Electronik
Sistem kontrol electronik adalah sejumlah alat electronik yang
menjadi sensor pendeteksi keadaan mesin. Alat electronik yang digunakan
bekerja sesuai dengan fungsi masing-masing. Pada sistem PGM FI
digunakan alat electronik untuk mengontrol kerja, keadaan dan konsidi
pada seluruh mesin. Alat electronik ini berupa sensor sensor yang bekerja
mendeteksi kondisi mesin, dan memberikan signal kepada ECM sebagai
otak dari sistem PGM FI. Di ECM seluruh signal yang diterima akan
diolah dan dibuat sebuah kesimpulan tentang keadaan mesin.
Setelah mendapat kesimpulan barulah ECM mengirim kembali
instrusi ke komponen mesin. Dengan signal yang diterima dari ECM maka
komponen PGM FI akan bekerja sesuai dengan kondisi mesin. Agar
kondisi mesin tetap stabil dan bekerja optimal dalam keadaan tertentu.
Keakuratan ECM diatur dengan komputer sedemikian rupa agar bisa
bekerja sesuai dengan keadaan mesin.
a. Electronic Control Module (ECM)
Electronic Control Unit (ECM) menerima dan menghitung
seluruh informasi/data yang diterima dari masing-masing sinyal
sensor yang ada dalam mesin. Informasi yang diperoleh dari sensor
antara lain berupa informasi tentang suhu udara, suhu oli mesin, suhu
14

air pendingin, tekanan atau jumlah udara masuk, posisi katup


throttle/katup gas, putaran mesin, posisi poros engkol, dan informasi
yang lainnya. Pada umumnya sensor bekerja pada tegangan antara 0
volt sampai 5 volt.Selanjutnya ECM menggunakan informasi-
informasi yang telah diolah tadi untuk menghitung dan menentukan
saat (timing) dan lamanya injektor bekerja/menyemprotkan bahan
bakar dengan mengirimkan tegangan listrik ke solenoid injektor.Pada
beberapa mesin yang sudah lebih sempurna, disamping mengontrol
injektor, ECM juga bisa mengontrol sistem pengapian.

Gambar 9. Electronic Control Unit (ECM)


(Astra Honda Training Centre. PT. Astra Honda Motor)

b. Manifold absolute pressure (MAP) sensor


Manifold absolute pressure (MAP) sensor memberikan sinyal
ke ECM berupa informasi (deteksi) tekanan udara yang masuk ke
intake manifold. Selain tipe MAP sensor, pendeteksian udara yang
masuk ke intake manifold bisa dalam bentuk jumlah maupun berat
udara.
Jika jumlah udara yang dideteksi, sensornya dinamakan air
flow meter, sedangkan jika berat udara yang dideteksi, sensornya
dinamakan air mass sensor.
15

Gambar 10. Contoh Posisi Penempatan Sensor Yang Menyatu Dengan


Throttle Body
(Jalius Jama. Teknik Sepeda Motor Jilid 2. 2008)

c. Intake Air Temperature (IAT) sensor


Intake Air Temperature (IAT) sensor yang bekerja di intake
manifold. IAT memberikan sinyal ke ECM berupa informasi (deteksi)
tentang suhu udara yang masuk ke intake manifold. Tegangan
referensi/suplai 5 Volt dari ECM selanjutnya akan berubah menjadi
tegangan sinyal yang nilainya dipengaruhi oleh suhu udara masuk.
d. Throttle Position sensor (TPS)
Throttle Position sensor memberikan sinyal ke ECM berupa
informasi (deteksi) tentang posisi katup throttle/katup gas. Generasi
yang lebih baru dari sensor ini tidak hanya terdiri dari kontak-kontak
yang mendeteksi posisi ideal dan posisi beban penuh, akan tetapi
sudah merupakan potensiometer (variable resistor) dan dapat
memberikan sinyal ke ECM pada setiap keadaan beban mesin.
Konstruksi generasi terakhir dari sensor posisi katup gas sudah full
elektronis, karena yang menggerakkan katup gas adalah elektromesin
16

yang dikendalikan oleh ECM tanpa kabel gas yang terhubung dengan
pedal gas. Generasi terbaru ini memungkinkan pengontrolan emisi/gas
buang lebih bersih karena pedal gas yang digerakkan hanyalah
memberikan sinyal tegangan ke ECM dan pembukaan serta penutupan
katup gas juga dilakukan oleh ECM secara elektronis.
e. Engine oil temperature (EOT) sensor
Engine oil temperature memberikan sinyal ke ECM berupa
informasi (deteksi) tentang suhu oli mesin.

Gambar 11. Engine oil temperature (EOT) sensor


(Astra Honda Training Centre. PT. Astra Honda Motor)

f. Bank angle sensor (BAS)


Bank angle sensor merupakan sensor sudut kemiringan. Pada
sepeda motor yang menggunakan sistem PGM-FI biasanya dilengkapi
dengan bank angle sensor yang bertujuan untuk pengaman saat
0
kendaraan terjatuh dengan sudut kemiringan 55 .
17

Gambar 12. Bank Angle Sensor dan Posisi Sudut Kemiringan Sepeda
Motor(Jalius Jama. Teknik Sepeda Motor Jilid 2. 2008)

Sinyal atau informasi yang dikirim bank angle sensor ke ECM


saat sepeda motor terjatuh dengan sudut kemiringan yang telah
ditentukan akan membuat ECM memberikan perintah untuk
mematikan (meng-OFF-kan) injektor, koil pengapian, dan pompa
bahan bakar. Dengan demikian peluang terbakarnya sepeda motor jika
ada bahan bakar yang tercecer atau tumpah akan kecil karena sistem
pengapian dan sistem bahan bakar langsung dihentikan walaupun
kunci kontak masih dalam posisi ON.

Gambar 13. Sinyal atau informasi bank angle sensor ke ECM


(Jalius Jama. Teknik Sepeda Motor Jilid 2. 2008:)
18

Bank angle sensor akan mendeteksi setiap sudut kemiringan


sepeda motor. Jika sudut kemiringan masih di bawah limit yang
ditentukan, maka informasi yang dikirim ke ECM tidak sampai
membuat ECM meng-OFF-kan ketiga komponen di atas.
Jika sepeda motor sedang dijalankan pada posisi menikung
walaukemiringannya melebihi 550 (Unit Pelaksana Teknis Pelatihan
Kerja Mojokerto. 2009), ECM tidak mematikan ketiga komponen
tersebut. Pada saat menikung terdapat gaya centripugal yang membuat
sudut kemiringan pendulum dalam bank angle sensor tidak sama
dengan kemiringan sepeda motor.

Gambar 14. Posisi Bank Angle Sensor Saat Sepeda Motor Menikung
dan Saat Terjatuh (Jalius Jama. Teknik Sepeda Motor Jilid 2. 2008)

Dengan demikian, walaupun sudut kemiringan sepeda motor


sudah mencapai 55º, tapi dalam kenyataannya sinyal yang dikirim ke
ECM masih mengindikasikan bahwa sudut kemiringannya masih di
bawah 55º sehingga ECM tidak mematikan ketiga komponen tersebut.
Selain sensor-sensor di atas masih terdapat sensor lainnya
digunakan pada sistem PGM-FI, seperti sensor posisi camshaft/poros
nok, (camshaft position sensor) untuk mendeteksi posisi poros nok
agar saat pengapiannya bisa diketahui, sensor posisi poros engkol
(crankshaft position sensor) untuk mendeteksi putaran poros engkol,
19

sensor air pendingin (water temperature sensor) untuk mendeteksi air


pendingin di mesin dan sensor lainnya. Namun demikian, pada sistem
PGM-FI sepeda motor yang masih sederhana, tidak semua sensor
dipasang.

Cara kerja sistem kontrol electronik:


a. Kunci kontak on dengan baterai bagus
Sistem kontrol elektronik menggunakan arus listrik untuk
bekerja. pada kendaraan sumber aarus listrik adalah aleternator. Jika
mesin tidak menyala maka battry menjadi sumber arus listrik untuk
sepeda motor.
Pada sepeda motor Supra X 125 PGM FI saat kunci kontak
di putar ke posisi On, maka arus listrik mengalir dari battry ke
sekring utama terus ke kunci kontak, melewati terminal B Dan IG
swicth. Dari terminal IG arus listrik terus ke ECM dan Ignition coil.
Arus istrik juga mengalir ke Injector dan pompa minyak. Jadi saat
kunci kontak On maka pompa minyak akan bekerja untuk mengisi
saluran bahan bakar. Jika saluran bahan bakar sudah terisi penuh
maka pompa minyak akan mati dengan sendirinya.
20

Gambar 15. Aliran arus listrik dengan battry bagus


(Astra Honda Training Center)

Dari ECM arus listrik mengalir ke sensor EOT, IAT, MAP,


TPC dan BAS. Sensor-sensor tersebut akan bekerja setelah
mendapat arus listrik, dan memberikan laporan ke ECM tentang
keadaan yang di pantaunya. Dan dari ECM terdapat hubungan
dengan injector dan Ignition coil. ECM akan mengatur banyaknya
jumlah bahan bakar yang akan disemprotkan injector, dan ECM juga
mengatur saat pengapian yang sesuai dengan kondisi mesin yang
dilaporkan oleh sensor-sensor EOT, MAP, TPC.
b. Kunci kontak on dengan baterai lemah
Pada motor yang battrynya sudah soak, maka saat kunci
kontak di putar ke posisi On, tidak ada arus listrik yang mengalir.
Tetapi terdapat hubungan antara terminal IG, ECM, Ignition coil,
dan pompa minyak. Pada kondisi ini jika mesin di engkol atau
dinyalakan barulah sistem kontrol elektronik mulai bekerja.
21

Gambar 16. Aliran arus listrik Battry battry soak atau tanpa battry
(Astra Honda Motor)

c. Mesin menyala dengan baterai bagus


Saat mesin dinyalakan maka alternator mulai berputar dan
mengahsilkan arus listrik. Arus yang dihasilkan adalah arus AC,
atau arus bolak balik. Maka arus yang dihasilkan oleh alternator
akan dikonversikan menjadi arus DC atau searah di Regulator.
Setelah arus AC dikonversi menjadi DC maka dari reguator arus
listrik akan mengalir ke battry untuk mengisi atau merecharge
battry. Dan dari battry akan hubungan aliran arus listrik seperti
kunci kontak di posisi On, untuk menjalankan semua komponen dan
sistem kontrol elektronik.
22

Gambar 17. Mesin menyala dengan battry bagus


(Astra Honda Motor)

d. Mesin menyala dengan baterai lemah


Saat mesin mulai dinyalakan, maka alternator akan berputar
dan membangkitkan arus lisrtik. Arus Ac yang dihasilkan Alternator
akan mengalir ke regulator untuk dikonversikan menjadi arus Dc.
Dari regulator arus listrik akan mengalir ke Ignition switch, ignition
coil, ECM, injector dan rangkaian sistem kontrol elektronik. Jadi
jika battry soak sistem PGM FI dan sistem kontrol elektronik mulai
akan mulai bekerja saat mesin mulai dinyalakan. Pada konsisi ini
mesin kan sedikit susah dinyalakann, karena saat mesin mati pompa
minyak belum bekerja untuk mengisi saluran bahan bakar.
Setelah mesin menyala dengan normal maka arus listrik dari
alternator yang dikonversi di regulator yang akan menjadi sumber
arus listrik untuk komponen sistem kontrol elektronik dan
komponen sistem PGM FI.
23

Gamabr 28. Mesin menyala dengan konsidi battry soak


(Astra Honda Motor)

C. Cara Kerja Sistem Bahan Bakar Ijeksi Elektronik Sepeda Motor


1. Cara Kerja Saat Kondisi Mesin Dingin
Saat kondisi mesin masih dingin, maka diperlukan campuran bahan
bakar dan udara yang lebih banyak (campuran gemuk).Hal ini disebabkan
penguapan bahan bakar rendah karena kondisi temperature atau suhu
masih rendah. Dengan demikian akan terdapat sebagian kecil bahan bakar
yang menempel di dinding intake manifold sehingga tidak masuk dan
tidak ikut terbakar di dalam ruang bakar. Untuk memperkaya campuran
bahan bakar udara tersebut, pada sistem PGM-FI yang dilengkapi dengan
sistem pendinginan air terdapat sensor temperatur air pendingin
(engine/coolant temperature sensor). Sensor ini akan mendeteksi suhu air
pendingin mesin yang masih dingin tersebut. Temperatur air pendingin
yang dideteksi dirubah menjadi signal listrik dan dikirim ke ECM. ECM
akan mengolah signaltersebut dan memberikan perintah pada injektor
dengan memberikan tegangan yang lebih lama pada solenoid injektor agar
bahan bakar yang disemprotkan menjadi lebih banyak.
24

Bagi mesin yang tidakdilengkapi dengan sistem pendinginan air,


sensor yang berfungsi untuk mendeteksi kondisi mesin saat dingin adalah
sensor temperatur oli/pelumas mesin (engine oil temperature sensor) dan
sensor temperatur udara masuk (intake air temperature sensor).Sensor
temperature oli mesin mendeteksi suhu pelumas yang masih dingin saat
itu, kemudian dirubah menjadi signal listrik dan dikirim ke
ECU.Sedangkan sensor temperatur udara masuk mendeteksi temperatur
udara yang masuk ke intake manifold.Pada saat masih dingin kerapatan
udara lebih padat sehingga jumlah molekul udara lebih banyak
dibandingkan saat udara bertemperatur panas. Agar tetap terjadi
perbandingan campuran yang tetap mendekati ideal, maka ECU akan
memberikan tegangan pada solenoid injektor sedikit lebih lama. Dengan
demikian, rendahnya penguapan bahan bakar saat temperatur masih rendah
yang menyebabkan bahan bakar menempel di dinding intake manifold
dapat diantisipasi dengan memperkaya campuran dengan cara tersebut.

2. Cara Kerja Saat Putaran Rendah


Pada saat putaran mesin masih rendah dan suhu mesin sudah
mencapai suhu kerja, maka ECU akan mengontrol dan memberikan
tegangan listrik ke injektor hanya sebentar saja (beberapa derajat engkol)
karena jumlah udara yang dideteksi oleh MAP sensor dan sensor posisi
katup gas (TP sensor)masih sedikit. Hal ini dilakukan supaya tetap terjadi
perbandingan campuran bahan bakar dan udara yang tepat mendekati
perbandingan ideal. Posisi katup gas (katup trotel) pada throttle body
masih menutup pada saat putaran stasioner (putaran stasioner pada sepeda
motor pada umumnya sekitar 1400 rpm). Oleh karena itu, aliran udara
dideteksi dari saluran khusus untuk saluran stasioner. Sebagian besar
sistem PGM-FI pada sepeda motor masih menggunakan skrup penyetel
(air idle adjusting screw) untuk mengatur putaran stasioner.
Berdasarkan informasi dari sensor tekanan udara (MAP sensor)
dan sensor posisi katup gas (TP) sensor tersebut, ECU/ECM akan
25

memberikan tegangan listrik kepada solenoid injektor untuk


menyemprotkan bahan bakar. Lamanya penyemprotan atau penginjeksian
hanya beberapa derajat putaran poros engkol saja karena bahan bakar yang
dibutuhkan masih sedikit.
Pada saat putaran mesin sedikit dinaikkan namun masih termasuk
ke dalam putaran rendah, tekanan udara yang dideteksi oleh MAP sensor
akan menjadi lebih tinggi dibanding saat putaran stasioner. Naiknya
tekanan udara yang masuk mengindikasikan bahwa jumlah udara yang
masuk lebih banyak.Berdasarkan informasi yang diperoleh oleh MAP
sensor tersebut, ECU akan memberikan tegangan listrik sedikit lebih lama
dibandingkan saat putaran satsioner.

Gambar 19. Contoh Penyemprotan Injektor Pada Saat Putaran 2000 rpm
(Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja Mojokerto 2009)

3. Cara Kerja Saat Putaran Menengah dan Tinggi


Pada saat putaran mesin dinaikkan dan kondisi mesin dalam
keadaan normal, ECU menerima informasi dari sensor posisi katup gas
(TP sensor) dan MAP sensor.TP sensor mendeteksi pembukaan katup
trotel sedangkan MAP sensor mendeteksi jumlah/tekanan udara yang
semakin naik.Sensor-sensor tersebutmendeteksi penigkatan jumlah udara
yang masuk. Sensor-sensor tersebut mengirimkan informasi ke ECU
dalam bentuk signal listrik. ECU kemudian mengolahnya dan selanjutnya
26

akan memberikan tegangan listrik pada solenoid injektor dengan waktu


yang lebih lama dibandingkan putaran sebelumnya. Disamping itu ECU
juga memajukan pengapian secara otomatis agar tetap tercapai
pembakaran yang maksimum berdasarkan infromasi yang diperoleh dari
sensor putaran rpm.
Jadi setiap sensor akan mendeteksi keadaan mesin sesuai dengan
kerjanya masing-masing. Dan sensor-sensor tersebut akan mengirimkan
signal ke ECM yang digunakan ECM untuk mengatur jumlah campuran
bahan bakar dengan udara, dan mengtur saat penginjeksian sesuai dengan
konsisi mesin. jika putaran mesin bertambah maka sensor akan
mengirimkan signal ke ECU, dan ECU akan mengatur agar jumlah dan
campuran bahan bakar menjadi lebih banyak.

Gambar 20. Contoh Penyemprotan Injektor Pada Saat Putaran 4000 rpm
(Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja Mojokerto 2009)

4. Cara Kerja Saat Akselerasi (Percepatan)


Bila sepeda motor diakselerasi (digas) dengan serentak dari
kecepatan rendah, maka volume udara juga akan bertambah dengan cepat.
Dalam hal ini, karena bahan bakar lebih berat dibanding udara, maka
untuk sementara akan terjadi keterlambatan bahan bakar sehingga terjadi
campuran kurus/miskin.
27

Untuk mengatasi hal tersebut, dalam sistem bahan bakar


konvensional (menggunakan karburator) dilengkapi sistem akselerasi
(percepatan) yang akan menyemprotkan sejumlah bahan bakar tambahan
melalui saluran khusus.Sedangkan pada system PGM-FI tidak dibutuhkan
sebuah sistem akselerasi.Hal ini disebabkan pada sistem PGM-FI bahan
bakar yang ada dalam saluran sudah bertekanan tinggi.
Perubahan jumlah udara saat katup gas dibuka dengan tiba-tiba
akan dideteksi oleh MAP sensor. Semakin tinggi tekanan udara yang
dideteksi, maka semakin banyak jumlah udara yang masuk ke intake
manifold.Dengan demikian, selama akselerasi pada sistem PGM-FI tidak
terjadi keterlambatan pengiriman bahan bakar karena bahan bakar telah
bertekanan tinggi, dan dengan serentak diinjeksikan sesuai dengan
perubahan volume udara yang masuk.
28

Jobsheet Sepeda Motor


Judul Programed Fuel Injection (PGM-FI)
Waktu 6 x 60 Menit
Jurusan Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

A. Tujuan
Pembelajaran ini bertujuan agar:
1. Juru teknik dapat mengetahui sistem kerja PGM-FI
2. Juru teknik memahami komponen-komponen kerja PGM-FI
3. Juru teknik memahami sistem kerja komponen PGM-FI
4. Juru teknik memahami hubungan sistem kerja PGM-FI
5. Juru teknik mengetahui cara pemecahan kerusakan pada sistem PGM-FI

B. Alat Bahan
Adapun alat dan bahan yang di gunakan dalam praktikum ini adalah :
1. Alat
a. Tool box
b. Multi tester
c. Pressure gauge

2. Bahan
a. Motor supra 125 PGM-FI
b. Kabel-kabel
c. Bensin

C. Keselamatan Kerja
Adapun keselamatan kerja yang harus di perhatikan oleh setiap juru
teknik yang akan melakukan pembelajaran ini adalah:
a. Perhatikan dan pedomani petunjuk instruktur
b. Gunakan baju, sepatu dan peralatan safaty selama melakukan praktikum
c. Pergunakan alat sesuai dengan fungsinya
d. Hindari bercanda dengan teman di saat melakukan praktikum
29

e. Jangan meletakkan komponen atau peralatan praktikum di tempat-tempat


yang bergerak
f. Gunakan selalu buku manual (service manual) dan modul dari instruktur

D. Pedoman kerja dan analisa kerja

Pada hakekatnya sistem PGM-FI berbeda dengan sistem karburator,


tetapi sistem ini memiliki kesamaan yaitu sama-sama mengatur suply bahan
bakar kedalam ruang bakar. Dengan memperhatikan komponen pada sepeda
motor dan PGM-FI. Analisislah bagaimana cara menyalurkan dan komponen
apa saja yang bekerja saat bahan bakar tersalurkan kedalam ruang bakar:
a. Cara penyaluran dan komponen yang bekerja pada sistem karburator
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
30

.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
b. Cara penyaluran dan komponen yang bekerja pada sistem PGM-FI
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
Kedua sistem ini memiliki dimensi partikel bahan bakar yang berbeda,
sehingga keduanya memiliki karakteristik yang berbeda pada atomisasi
bahan bakarnya. Analisalah bagaimana cara pencampuran bahan bakar dan
atomisasinya pada sistem karburtor dan sistem PGM-FI dengan
memperhatikan PGM-FI trainer dan gambar di bawah ini:
31

a. Cara pencampuran dan atomisasi bahan bakar pada sistem karburator


.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
Cara pencampuran dan atomisasi pada sistem PGM-FI
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
Setelah itu identifikasikan nama dan letak komponen dan fungsinya pada
komponen di bawah ini:
32

a. DLC
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
b. Fuel Pump
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
c. Sensor TP
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
d. Injector
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
e. Sensor O2
........................................................................................................................
........................................................................................................................
33

........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
f. Sensor EOT
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
g. Sensor CKP
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
h. ECM
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
Dalam proses kerjanya sistem pada PGM-FI memiliki sistem kerja yang
kompleks dan berkaitan antara satu dnegan yang lainnya. Sensor di
pergunakan sebagai pengindera yang akan di jadikan masukan pada ECM,
sehingga ECM dapat memerintahkan pada injektor untuk menyemprotkan
bahan bakar sesuai dengan jumlah yang tepat, pada saat yang tepat sehingga
kinerja mesin akan lebih optimal. Perhatikan gambar di bawah ini:
34

Jelaskanlah diagram diatas:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
Komponen yang lain dan masih memiliki banyak fungsi, sebagai bagian dari
sistem pengaturan bahan bakar dalam rangka menghasilkan daya yang optimal
serta emisi gas buang yang sedikit (ramah lingkungan), selain komponen di
atas sistem PGM-FI juga di lengkapi beberapa komponen di bawah ini.
Identifikasikan dan jelaskan fungsi masing-masing komponen pada PGM-FI
di bawah ini:
35

a. Throorle body
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
b. Idle air screw
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
c. Battery
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
36

........................................................................................................................
........................................................................................................................
Dengan memperhatikan service manual honda supra 125 PGM-FI. Lakukan
pengukuran pada komponen-komponen di bawah ini dan serta jabarkan
analisa kerja setiap komponen tersebut:
a. Pada kunci kontak ON, ukuralah supply tegangan dan arus masuk pada
fuel pump
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
b. Ukurlah tahanan fuel pump, serta jabarkan bagaimana fuel pump bekerja.
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
c. Pada saat engine running (hidup) ukurlah berapa besar tegangan yang
masuk kedalam injektor
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
d. Pada saat engine running, ukurlah supply tegangan yang masuk pada
throotle possition sensor, yaitu pada saat 750, 1000, 1500, 2000, 2500,
3000, 3500, 4000, 5000 rpm.
37

........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................

e. Lakukan penyetelah idle screw untuk mendapatkan posisi idle yang sesuai,
tuliskan bagaimana cara penyetelan yang anda lakukan.
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
38

Dengan memperhatikan hasil pengukuran yang telah dilakukan sebelumnya,


jabarkanlah mekanisme kerja sebuah ECM hingga dapat memberikan perintah
kepada injektor untuk menyemprotkan bahan bakar dengan jumlah dan saat
yang sesuai.
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................

Setelah mengetahui prinsip dasar dan pengukuran yang telah di lakukan,


dengan memperhatikan komponen maka jabarkanlah kerja sistem bahan bakar
yang ada pada PGM-FI di atas:
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
39

Lakukan identifikasi komponen sistem bahan di bawah ini. Serta tuliskan


kesimpulan yang anda dapatkan dari pembongkaran dan analisa pada
komponen-komponennya.

........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................

Pada menyalurkan bahan bakar dan menciptakan tekanan bahan bakar


dibutuhkan komponen pompa bahan bakar. Jika pompa bahan bakar ini
mengalami kerusakan, maka engine tidak dapat running. Tekanan bahan bakar
di gunakan agar saat injektor terbuka, bahan bakar dengan mudah terkabutkan
40

kedalam ruang bakar. Identifikasikan komponen pompa bahan bakar di bawah


ini dan berikan kesimpulan anda setelah praktikum.

........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
41

Dengan memperhatikan gambar dan komponen pressure regulator,


deskripsikan mekanisme kerja dan analisa kerusakan seperti apa yang
mungkin terjadi pada pressure regulator.
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
42

Lakukan pengukuran tekanan bahan bakar seperti perunjuk diatas. Setelah itu
jabarkan kesimpulan kerja dengan memperhatikan hasil pengukuran tekanan
bahan bakar dengan beberapa variasi putaran mesin di bawah ini:
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
43

Lakukan identifikasi komponen injektor dan tuliskan kesimpulan yang anda


dapatkan di bawah ini.
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
44

Dengan memperhatikan komponen di atas dan komponen pada sistem bahan


bakar (injektor) yang di pergunakan untuk praktikum, jabarkanlah sistem
kerja penyemproran bahan bakar saat kunci kontek On, engine running dan
kunci kontek di Off kan kembali.
Kunci kontak On:
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
Engine Running:
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
Kunci kontak Off:
........................................................................................................................
........................................................................................................................
45

........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................

Perhatikan throotle body pada gambar di atas serta perhatikan bentuk aslinya.
Setelah membandingkan tuliskan kesimpulan yang dapat anda peroleh dari
kegiatan tersebut pada bagian di bawah ini.
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
46

........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................

Perhatikan gambar idle screw di atas dan bandingkan dengan yang asli, dan
lakukan pemeriksaan dan penyetelah putaran idle kemudian tuliskan
kesimpulan anda setelah melakukan hal tersebut.
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
47

........................................................................................................................
........................................................................................................................

Identifikasikanlah komponen-komponen kelistrikan di atas pada sistem


kelistrikan pada motor yang di gunakan untuk praktik, temukan semua
komponen yang ada.

Buatlah cara kerja seperti gambar di atas dan identifikasikan cara kerja yang
anda buat tersebut pada komponen sistem kelistrikan pada kendaraan yang di
48

pergunakan untuk praktikum. Berusahalah untuk menemukan kesemua sistem


kerja yang ada sehingga anda dapat memahami sistem kerja diagram
kelistrikan di atas. Bila perlu diskusilah dengan teman sekelompok. Setelah itu
jabarkan cara kerja yang anda pahami tersebut pada lembaran di bawah ini.
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................

Tetap dengan memperhatikan kerja sistem kelistrikan pada motor,


deskripsikan cara kerja dan lakukan pengukuran tegangan pada input ignition
49

coil, injektor, fuel pump, bank engle sensor, engine oil temperature pada
lembaran di bawah ini:
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
Perhatikan beberapa referensi dari di bawah ini, sebagai pendukung dalam
upaya menyelesaikan tugas di atas.
50

Tuliskan kesimpulan saudara setelah melihat komponen-komponen diatas.


..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
51

Tuliskan kesimpulan anda setelah mempelajari gambar di atas.


..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
52

Tuliskan kesimpulan anda setelah mempelajari gambar di atas.


..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
53

Lakukanlah Mal identification number di bawah ini

Tuliskan kesimpulan setelah melakukan identifikasi MIL di atas.


..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
54

Tuliskan kesimpulan setelah melakukan identifikasi MIL di atas.


..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
55

Tuliskan kesimpulan setelah melakukan pemeriksaan seperti di atas.


..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
56

Tuliskan kesimpulan setelah melakukan pemeriksaan seperti di atas.


..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
57

Tuliskan kesimpulan setelah melakukan pemeriksaan seperti di atas.


..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
58

E. Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum jabarkan kesimpulan anda pada halaman
di bawah ini:
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
59

..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................