You are on page 1of 7

Faktor Pengaruh Unjuk Kerja Kondensor

by Hendra Yudisaputro on August 11, 2016 Faktor Pengaruh Unjuk Kerja Kondensor2016-08-11T21:59:25+00:00- Batu
Bara, Heat Rate & Efisiensi - No Comment

Faktor unjuk kerja pada kondesor secara umum dimonitoring melalui perubahan pada tekanan vakum
(negatif), dimana perubahan tekanan pada kondensor akan mempengaruhi efisiensi dan kemampuan
turbin. Apabila tekanan vakum pada kondensor lebih rendah maka unjuk kerja dan efisiensi turbin
akan meningkat, begitu juga sebaliknya apabila tekanan vakum tinggi (mendekati positif) maka
proses terjadinya kondensasi akan berjalan lambat dan sebagian uap exhaust dari LP Turbine yang
dalam keadaan saturated (X=0,72) tidak seluruhnya dilepaskan ke kondensor sehingga akan
mengakibatkan korosi pada stage terakhir di LP turbine. Oleh karena itu menjaga unjuk kerja
kondensor agar tetap optimal sangatlah diperlukan agar pengoperasian pembangkit dapat berjalan
secara maksimal dan efisiensi unit dapat dipertahankan.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi unjuk kerja kondensor diantaranya adalah :

Kebersihan permukaan tube sisi air pendingin :


Kotoran-kotoran yang terbawa oleh air pendingin dari laut, sungai atau cooling tower akan
menempel dipermukaan dalam tube, water box, pipa dan sebagainya. Kotoran ini akan menghambat
transfer panas dari uap ke air pendingin dan akhirnya tekanan kondensasi menjadi tinggi, disamping
itu kotoran ini juga dapat menghambat atau memperkecil flow air pendingin.

Kebersihan permukaan tube sisi uap :


Pada umumnya permukaan tube sisi uap akan tetap bersih karena disebabkan oleh temperatur dan
tekanan dari LP Turbine exhaust, akan tetapi pada saat dioperasikan terdapat kemungkinan
permukaan tube kondensor dilapisi oleh gas-gas yang tidak mengembun (noncondensable
gas) sehingga menghambat transfer panas dari uap ke air pendingin. Desain kondensor yang baik
akan memperhitungkan akibat ini sehingga gas-gas tersebut akan tersapu oleh aliran uap .
Flow air pendingin :
Flow air pendingin yang tidak sesuai atau kurang dari standart design akan mengurangi kemampuan
pendinginan sehingga temperatur dan tekanan kondensasi akan menjadi naik. Berkurangnya flow air
pendingin dapat diakibatkan oleh kemampuan pompa air pendingin yang tidak efisien, adanya
hambatan pada saluran akibat valve tidak terbuka penuh, adanya sampah/kotoran pada pipa dan
saringan, atau karena level air laut/ sungai / cooling tower lebih rendah dari standart design.

Temperatur air pendingin :


Temperatur air pendingin yang berasal dari laut dan sungai sangat dipengaruhi oleh cuaca/musim,
berbeda dengan air pendingin yang diambil dari cooling tower derajat temperaturnya dipengaruhi
oleh performance cooling tower serta temperatur udara luar sebagai media pendinginnya .
Udara/Gas dalam air pendingin :
Udara/gas yang terjebak didalam tube kondensor akan menyebabkan kurang optimalnya kontak
langsung antara air pendingin dengan permukaan tube kondensor sehingga transfer panasnya kurang
baik . Udara/gas yang terjebak ini harus dibuang melalui venting .

Udara/gas dalam uap serta kemampuan peralatan pembuat vakum :


Dalam kondisi normal semua uap yang masuk kedalam kondensor akan terkondensasi seluruhnya.
Sedangkan pada temperatur operasional kondensor, udara/gas yang terbawa oleh uap tidak dapat
mengembun dan akan mengakibatkan naiknya tekanan kondensasi. Udara/gas yang tidak
mengembun ini akan dihisap dan dibuang oleh peralatan pembuat vakum (steam ejektor atau vakum
pump). Udara/gas yang terlalu banyak atau kemampuan peralatan pembuat vakum yang tidak optimal
akan menyebabkan tekanan kondensasi naik .

Level Air Kondensat :


Level air kondensat yang terlalu tinggi akan menggenangi sebagain tube kondensor pada sisi bawah,
sehingga akan mengurangi luas permukaan pendingin karena uap tidak dapat menyentuh bagian tube
yang tergenang tersebut, dan pada akhirnya temperatur dan tekanan kondensasi akan menjadi naik.

Refrensi :
Efisiensi Pengoperasian Unit PLTU Modul 3, Indonesia Power

Heat Rate Hand Book, Southern Company

Featured Image taken from Deviantart


Sharing is caring!

You may also like:

Pressure Drop

Tips Cara Membaca Diagram Mollier

Istilah Dan Definisi Pada Pembangkit Listrik Tenaga Batubara (bag. 2)

Siklus Pembangkitan Daya

Kesalahan Analisis Batubara

INTERNAL ENERGI SPESIFIK


Internal Energi Spesifik

Jenis-Jenis Boiler

Teknologi Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Termal Surya

by shareaholic

.
ads by shareaholic

ads by shareaholic

Share this:

 Click to share on Twitter (Opens in new window)

 Click to share on Facebook (Opens in new window)

 Click to share on LinkedIn (Opens in new window)

 Click to share on Pinterest (Opens in new window)

Related
Unjuk Kerja Pembangkitan Listrik Tenaga Uap (PLTU)September 12, 2014In “Teori Dasar Pembangkitan
Listrik”
Analisa Unjuk Kerja KondensorJune 30, 2016In “Batu Bara”
Klasifikasi Performance LossesDecember 29, 2015In “Batu Bara”

gasKondensasikondensorTekanantemeraturvakum

Related Posts

Persamaan Umum Keadaan Gas Ideal


Tekanan Dan Manometer

Deskripsi Umum Kondensor

Tekanan
Siklus Pembangkitan Daya

Unjuk Kerja Pembangkitan Listrik Tenaga Uap (PLTU)

Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment

Name *
Email *
Website

Notify me of follow-up comments by email.

Notify me of new posts by email.

Post Comment
« Terminologi Pompa
Komponen-Kompnen Utama Pada Generator »

Most Comments
 Tentang Kami (15)
 Parameter Utama Pengukuran Vibrasi (7)
 Pengenalan Software GateCycle (Bagian 2) (5)
 Seklumit Tentang Boiler (2)
 Bilangan-Bilangan Tak Berdemensi (2)
 Pengenalan Software Gate Cycle (Bagian 3) (2)
 Kerugian Tinggi-Tekan (Head Losses) (1)
 Koefisien Perpindahan Panas Total (1)
 Aplikasi Diagram Mollier (bagian 1) (1)

 Perhitungan Efisiensi Boiler (Direct Method) (1)

Social

Recent Posts
 Proses Pembakaran Bahan Bakar Padat
 Prinsip Dasar Elemen Kontrol Otomatis
 Pengenalan Software GateCycle
 Konsep Dasar Heat Rate

 Heat Rate Variability Analysis – Pembuatan Grafik

Hot Topics
 Tentang Kami (15)
 Parameter Utama Pengukuran Vibrasi (7)
 Pengenalan Software GateCycle (Bagian 2) (5)
 Seklumit Tentang Boiler (2)
 Bilangan-Bilangan Tak Berdemensi (2)
 Sample Page

 Kontak

 Tentang Kami
Copyright © 2019 BerbagiEnergi.com Go back to top ↑