Вы находитесь на странице: 1из 15

PERILAKU SEKS PEKERJA SEKSUAL KOMERSIAL (PSK)

DALAM HUBUNGANNYA DENGAN RESIKO PENULARAN


PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS)
D l SURABAYA

Setla Pranata? dan Cholis Bachroen')

ABSTRACT
Surabaya as the Indonesian second big city was faced by "Ssxual Industrialproblems". One
of the problems was transmission of the sexual transmitted diseases (STDs). The problem was
needed special attention due to the complexity and many aspects of sexual industry that should
be coped. Limitation of information regarding the exact number of fhe commercial sexual workers
(CSWs) and highly mob17ity were some of the obstacles in menaging the problem.
Some intervention program had been lounched such as 'kafe sex" by using condom
andmass campaign on STDs treatment. Eventhough still around 50% of CSWs had been suffered
from STDs. The high prevalence of STDs among CSWs and unsafe sex while CSWs provide
services to the customers will be a high risk in transmission of STDs to the clients
The objective of the study was to explore sexual behavior of CSWs during their professional
activities and the risk of transmission of STDs.
The study was an explorative study, which a systematic random sample was applied in
selecting sample. From nearly 1.900 CSWs in Dolly and Jarak, Surabaya were selected a sample
of 230 subjects. The interviewed using questionnaire was applied in data collection.The interviewers
were the members of non-governmentalorganization which was interested in solving "the sexual
industrial problems".
The result showed that CSWs in Dolly and Jarak, Surabaya were migrant. Most of them
were relatively young (under 30 years of age) and relatively low educational level. The first
experienced of CS Ws in sexual intercourse mostly with their husbands when they were under 20
years old.
The risk of transmission of STDs from CSWs to their clients was high due to high
prevalence of STDs among CSWs and only limited number of clients used condom during their
sexual activities.

Key words: Commercial sexual workers, Sexual behavior, Transmission risk of sexual
transmltted diseases

7 Peneliti P u s l i n g Pelayanan dan Teknologi Kesehatan

76
Perilaku SeKs Pekeria Seksuai Korr:ersial (Setia Pranata dan Cholis Bachroen)

PENDAHULUAN bahwasanya mereka adalah kelompok


orang yang mempunyai resiko tinggi
Sebagai kota metropolitan, Surabaya
terkena Penyakit Menular Seksual (PMS)
telah menjadi pusat pembangunan di
dan HIV/AIDS. Studi yang dilakukan
Jawa Tirnur yang dilengkapi dengan
segala fasilitas seperti untuk Joesoef (1988) menyatakan bahwa 42%
pemerintahan, perindustrian, (N = 192) PSK menderita PMS. Cholis
perdagangan dan pendidikan. Sebagai (2003) menemukan kondisi yang tidak
kelengkapan dan ciri kota metropolitan, di jauh berbeda, dikatakan bahwa 50%
Surabaya telah berkembang dengan (N = 230) PSK pernah mengalami
pesat fasilitas yang sifatnya rekreatif, keluhan PMS.
termasuk didalamnya fasilitas untuk Dari kajian tentang HIV, sementara
memberi jasa layanan prostitusi. ini cara penularannya terutama masih
Terkait dengan jasa layanan melalui hubungan seksual dan diikuti
prostitusi, Bangunsari, Kremil, Gunung oleh IDU. Namun perkembanganterakhir
Kembar, Jarak dan Dolly adalah lokalisasi penularan HIV melalui jarum suntik yang
yang ada di Surabaya, disamping tempat tidak bersih meningkat 10 kali lipat
mangkal yang ''tidak resmi" seperti di jalan dibandingkan keadaandahun 1996.
Diponegoro, Kembang Kuning, dengan 2001 dan 36 kali pada tahun
Wonokrdmo, Jagir, daerah pelabuhan 2003. (Nasser, 2004)
Tanjung Perak dan tempat-tempat lain Dari gambaran diatas, maraknya
yang dikamuflase sebagai panti pijat. jasa layanan prostitusi dan tuntutan
Tidak ada angka "resmi" yang profesi sebagai PSK untuk aktif
menyatakan berapa besar jumlah melakukan kontak seksual tidak aman
pemberi jasa layanan seksual atau yang menimbulkan konsekwensi resiko
lazim dikenal sebagai Pekerja Seks terkena PMS dan HIVIAIDS. Banyak
Komersial (PSK) di Surabaya. Sebagai intervensi dilakukan khususnya dalam
suatu gambaran, stu,di kelayakan yang penggunaan kondorn, tapi semenkra ini
dilakukan PATH dan PC1 (1996) hasilnya masih jauh dari harapan karena
mengidentifikasi bahwa terdapat sekitar angka penggunan kondom di lingkungan
8000 PSK yang beroperasi di lokalisasi PSK tidak lebih dari 5% (Masyarakat
yang ada di Surabaya. Disamping itu Peduli AIDS Jatim, 2004). Karena itu
masih ada sekitar 1500 yang menjajakan perlu adanya studi yang menyingkap
jasanya di jalanan. identifikasi perilaku seksual PSK dalam
Terlepas dari seberapa besar jumlah memberikan layanan seks kepada
mereka, suatu kenyataan yang
pelanggannya.
hendaknya menjadi perhatian
Buletin Peneliiian Sistem Kesehatan - VoI. 7 . No. 1 Juni 2004:76-9C

TUJUAN HASlL
Mengkaji perilaku seks diantara para Karakteristik PSK.
PSK di Surabaya serta resiko penularan
a. Umur
bagi pasangannya.
Pada Tabel 1 nampak bahwa
kelompok umur yang terbanyak
BAHAN DAN CARA menghuni lokalisasi Dolly dan Jarak
adalah mereka yang berusia antara
Penelitian ini merupakan Penelitian
21-30 tahun yakni sebesar (45,2%),
eksplorasi. Populasi Penelitian adalah
sedangkan range umur antara 16 tahun
para PSK yang beroperasi di Lokalisasi
(umur termuda PSK) sampai umur 46
Dolly dan Jarak Kota Surabaya. Jumlah
tahun yang merupakan usia tettua.
populasi di lokalisasitersebut secara pasti
kurang dapat dimonitor karena mobilitas
sangat tinggi (seringnya PSK berpindah Tabel 1. Umur Pekeja Seksual Komersial
tempat). Menurut informasi dari para (PSK) di Dolly dan Jarak Kota
pengurus RW di lokalisasi tersebut jumlah Surabaya.
PSK sekitar 700 di Dolly dan 1.200 di
Jarak (tahun 2001). Daftar PSK diperoleh
da'ri catatan yang ada di RW dan para
'induk semang PSK', yang kemudian 21-30 tahun
> 31 tahun
sample ditarik secara 'Systematic
Jumlah
Random Sampling' dengan sample
sebanyak 230 PSK.
Pengumpulan data dilakukan
dengan cara wawancara terpimpin dan b. Pendidikan
Mungkin ha1 ini adalah fenomena
wawancara mendalam. Petugas
wawancara adalah para pekerja sosial umum bahwa pendidikan para PSK
yang melakukan pembinaan terhadap adalah rendah. Pada tabel 2 tampak
para PSK khususnya yang berada di bahwa 93,9% PSK berpendidikan hanya
lokalisasi Dolly dan Jarak. Dengan sampai tingkat SLTP. Diantara responden
demikian para Dewawancara telah terdapat sebanyak 6 orang (2,6%) yang
terbiasa berkomunikasi dengan para tidak mau menyebutkan pendidikannya
PSK, sehingga diharapkan hambatan terakhirnya. Namun demikian pada
komunikasi dengan para PSK selama penelitian ini ditemukan pula seorang
pengumpulan data tidak terjadi. (0,4%) responden yang mengaku
Data yang terkumpul dianalisis berpendidikan perguruan tinggi.
dengan menerapkan analisis deskriptii.
Perilaku Seks PekerJjSli?i(st~aiKor:?ersial (Sdtia Ranata dan Cholis Bachroeti)

Tabel 2. Pendidikan Pekerja Seksual Pengalaman menjalani profesi sebagai


Kornersial (PSK) di Dolly dan Jarak PSK
Kota Surabaya.
Pengalaman hubungan seksual
pertama

1) Usia
Usia terrnuda melakukan hubungan
seksual pertama adalah 11 tahun, dan
yang tertua adalah 25 tahun. Hampir
seperempat (21,4%) dari jumlah
responden menyatakan telah
c. Status perkawinan. berhubungan seksual pertama pada
Mengenai status perkawinan mereka usia 15 tahun atau kurang. Sebagian
yang berprofesi sebagai PSK, dari Tabel besar (72,5%) rnereka melakukan
3 nampak bahwa lebih dari separo hubungan seksual pertama pada usia
(54,8%) responden menyatakan sebagai 16-20 tahun. Hanya sebagian kecil
janda, dan sekitar sepertiga (33,9%) (6,1%) dari mereka yang melakukan
responden menyatakan masih hubungan seksual pertamapada usia
membujang. Dengan demikian di atas 20 tahun (lihat Tabel 4).
responden yang bersatatus tanpa 2) Pasangan dan alasan
pasangan adalah 88,7%. Suatu ha1 yang Pada waktu melakukan hubungan
menarik, temyata diantara responden ada seksual pertama, sebagian besar dari
10,4% yang menyatakan masih mereka (60,5%) menyatakan
mempunyai status nikah. Diantara rnelakukan dengan suami, 36,8%
mereka hanya 2 orang (0,9%) yang tidak melakukan dengan pacar dan hanya
mau memberi jawaban tentang status 2,6% melakukan dengan orang lain.
perkawinannya. Yang melakukan hubungan perlama
dengan orang lain tersebut
Tabel 3. Status Perkawinan Pekeja Seksual
Komersial (PSK) di Dolly dan Jarak menyatakan alasan hubungan
Kota Surabaya. seksual dilandasi oleh alasan mencari
uang. Sedangkan yang melakukan
Status Jum
perkawinan %
Kumulatif hubungan seksual pertama dengan
pacar sebagian (17,8%) atau sekitar
Bujang 78 33,9 33,9
Cerai 126 54,8 88,7 6,6 % responden merasa karena
Nikah 24 10,4 91.1 dipaksa (lihat Tabel 4).
Tidak 2 0,9 100,O
menjawab
Jumlah 320 100,O
Buletln Pencliiian Sistem Kesehatan - Vol. 7 . No. 1 Juni 2004: 76-90

Tabel d. Usia, Pasangan dan Alasan Tabel 5. Pengalaman dan lama bekerja para
melakukan hubungan seksual PSK Di Dolly dan Jarak Kodya
pertama para PSK di Dolly dan Jarak Surabaya.
Kota Surabaya
Variabel Jum %
Varia bel Jumlah Oh Lama bekerja di
Usia : tempat ini :
< 15 tahun 49 21,4 5 12 bulan 115 50,2
16-20 tahun 166 72,5 13-24 bulan 59 25,8
21-25 tahun 14 6,l 25-36 bulan 30 13,l
Pasangan : 37-48 bulan 12 5,2
Suami 138 60,5 > 49 bulan 13 5,7
Pacar 84 36,8
Orang lain 6 2,6 Pengalaman bekerja
Alasan : di tempat lain : .
Suka sama suka 207 90,8 Di satu lokasi 9 27,3
Dipaksa 15 6,6 Lokasi lain di 9 27,3
Untuk uang 6 2,6 Surabaya
Di luar Surabaya 8 24,2
Di luar Jawa Timur 7 21,2
b. Lama menjalani profesi sebagai PSK
Dari tabel 5 nampak bahwa sebagian c. Pengalaman melayani tamu.
besar responden mengaku telah Perilaku seksual para PSK dapat
bekerja sebagai PMS selama 2 tahun tergambar pada tabel-tabel di bawah.
atau kurang, yaitu sebesar 50,2% Kalau dikaji jumlah tamu yang
menyatakan telah bekerja selama dilayani, ternyata lebih dari separo
satu tahun atau kurang dan sebanyak (51,3%) PSK yang menjadi
25,8% telah bekerja antara 1-2 tahun. responden menyatakanbahwa dalarn
Rentang pengalaman kerja mereka satu minggu terakhir mereka hanya
dari yang baru beberapa hari sampai melayani 7 orang yang berarti
yang terlama adalah lebih dari 7 kadang-kadang tidak mendapat tamu
tahun. dalam sehari. Yang melayani tamu
Di antara responden temyata relatif antara 1-2 orang per hari (8-14
sedikit yang menyatakantelah pemah orang/ minggu) sebanyak 15,2% dan
bekerja sebagai PSK di tempat lain, yang menyatakan 2-3 orang per hari
yaitu hanya sekiar 10% atau 33 orang (15-21 oranglminggu) sebanyak
di antara 320 PSK yang rnenjadi 22,3%. Sedangkan yang melayani
responden. lebih dari 3 orang/ hari hanya sebesar
11,2%.
Perilakii Seks Pskaja SeYsua: Yornersial (Setia Pranata dan Cholis Bachroen)

Tabei 6. Pengalaman para PSK dalam melayani tamu di Dolly dan Jarak Kota Surabaya,
*
Variabel Jumlah Ye
Jumlah tamu 1 minggu terakhir :
- 7 orang 115 51,3
8-1 4 orang 34 15,2
15-21 orang 50 22,3
22-28 orang 19 8,5
> 29 orang 6 2,7

Lama waktu dalam 1 permainan ('game')


- 5 menit 37 17,l
6-1 0 menit 88 40,6
11-30 menit 88 40,6
> 31 menit 4 1,a

Pengalaman orgasme dalam 3 hari terakhir.


Selalu 3 1,8
Sering 10 6-0
Jarang 16 9,5
Tidak pernah 139 82,7

Melakukan > 1 'game' dalam 'sort time'.


Ya 50 22,O
Tidak 177 78,O

Pengalaman di 'booking' semalam dalam 1 bulan


terakhir.
Ya 113 49,l
Tidak 117 50,9

Frekuensi hubungan seksual selama di 'booking'


semalam.
1 kali 52 46,O
2 kali 55 48,7
3 kali atau lebih 6 5,3

Rerata lama waktu 40,696 responden. Pengalaman


berhubungan seksual dalam satu dalam 3 (tiga) hari terakhir nampak
'permainan' ('game') antara 6-1 0 bahwa pada umumnya para PSK
menit dan 11-30 mel?ityang masing- tidak pernah merasa mencapai
masing dinyatakan oleh sebanyak orgasrne dalam melayani tamu yang
Buletin Penelilian Sislem Keseharan - Vol. 7 . No. 1 Juni 2004: 76-90

da.lam ha1 ini dinyatakan oleh dari mereka rnenyatakan pemah di


sebagian besar responden (82,7%). 'booking' semalarn suntuk oleh
Mereka yang rnenyatakan selalu tarnunya dalarn kurun waktu satu
mencapai orgasme dalarn rnelayani bulan terakhir. Selama di 'booking'
tamu hanya sebagian kecil yaitu tersebut mereka pada umumnya
sebanyak 1,8% responden, 6,0% rnelakukan hubungan seksual satu
rnerasa sering mencapai orgasrne kali yaitu sebanyak 46,0% dan yang
dan 9,5% jarang rnencapai orgasme. dua kali sebanyak 48,7% dalam
Dalarn rnelayani tarnu pada sernalam.
umumnya hanya melakukan sekali Dari tabel 7 dapat tergambar
hubungan seksual pada setiap satu kebiasaan para PSK dalarn
permainan ('sort time'). Hal tersebut berhubungan dan melayani 'pacar'
dinyatakan oleh sebanyak 78,0%. mereka. Sebagian besar (60,3%) dari
i Kalau ditanya tentang pengalaman mereka menyatakan mempunyai
mereka di 'booking' semalam suntuk 'pacar', yang pada urnumnya mereka
oleh tamu, hampir separo (49,1%) bertarnu lebih dari sekali dalam
1
I
Tabel 7. Pengalaman para PSK dalam melayani pacar di Dolly dan Jarak Kota Surabaya,
i
Variabel Jumlah YO
Mengaku punya pacar
Ya 138 60,3
Tidak .92 39,7

Rutinitas hubungan sex


> 1 mg sekali 96 62,3
1 rng sekali 35 25,4
2 mg sekali 14 10,l
Tiap bulan 1 0,7
Tdk tentu tiap bulan 2 1,4

Jurnlah game tiap ketemu


1 kali 94 69,6
2 kali 40 29,6
Lebih 2 kali 1 0,7

Pengalarnan orgasme
Selalu 48 35,O
Sering 62 45,3
Jarang 22 16,l
Tdk pemah 5 3,6
- -
Perilaku Seks Pekerja Sekstral Kornersial [Setis Pranata cfan Chalis Bachroeci

seminggu (62,3%) atau paling tidak orang asing tersebut, sebanyak


satu minggu sekali (25,4%). Setiap 26,8% terakhir melayani orang asing
kali bertemu dengan pacar, sekitar kurang dari 2 minggu yang lalu,
dua pertiga responden (69,9%) 33,0% antara 2 minggu sampai satu
melakukan satu kali 'permainan' bulan yang lalu dan sisanya (40,2%)
('game') dan sekitar sepertiganya melayani orang asing terakhir pada
(29,6%) menyatakan rata-rata lebih dari 6 bulan yang lalu.
melakukan dua kali permainan setiap Rata-rata mereka melayani
kali pertemuan. Pengalaman tamu orang asing sebanyak 3-4
orgasme dengan pacar menunjukkan orang setiap bulan dan sebagian
bahwa 35,0% responden menyatakan besar (97,6%) orang asing tersebut
selalu mencapai orgasme dan 45,3% adalah dari Asia dan hanya 2,4% dari
menyatakan sering merasakan Eropa.
orgasme, sedangkan yang merasa d. Teknik, perasaan bosan dan upaya
jarang dan tidak pernah mencapai meningkatkan libido
orgasme masing-masing hanya Kalau ditanya tentang teknik
sebanyak 16,1% dan 3,6%. hubungan seksual yang dilakukan
Pengalaman para PSK dalam oleh para responden dalam melayani
melayani tamu orang asing (bukan tamu, hanya sebagian kecil (2,2%)
orang Indonesia) dapat tergambar yang menyatakan pemah melakukan
pada tabel 8, yaitu sekitar sepertiga hubungan seksual secara oral di
dari responden (35,7%) menyatakan samping dengan cara vaginal.
pernah melayani tamu orang asing.
Dari mereka yang pernah melayani
Tabel 9. Perasaan bosan melakukan
hubungan seksual dan upaya
meningkatkan libido para PSK di
Tabel 8. Pengalaman para PSK dalarn Dolly dan Jarak Kota Surabaya,
melayani tamu asing di Dolly dan
Jarak Kodya Surabaya, Variabel Jurn %

Variabel Jurn %
Pemah merasa bosan
melakukan hubungan
Pernah melayani tamu seksual.
orang asing Ya 202 87,8
Ya 82 35,7 Tidak 28 12,2
Tidak 148 64,3
Pemah berusaha
Terakhir kontak seks meningkatkan libido.
dengan orang asing. Ye : 10 4,3
< 2 mg y.1. 22 26,8 -minumjamu 5 50,O
-> 2 mg y.1. 27 33,O -nonton 'blue film' 5 50.0
z 6 bl y.1. 33 40,2 Tidak 220 95,7
Buletin Peneliiian $istern Kesehatan - Vo1. 7 . No. i Juni 2004:76-90

Eksplorasi perasaan jenuh tidak semua tamu memakai sejak


melakukan hubungan seksual digali awal akan dimulainya hubungan
dengan menanyakan perasaan seksual. Lebih dari separo (58,4%)
bosan dan upaya melakukan memakai kondom sejak awal
peningkatan libido. Temyata sebagian 'permainan', sedang sisanya
besar responden (91,4%) sebanyak 40,6% memakai kondom
menyatakan pernah merasa bosan pada pertengahan 'permainan' dan
melakukan hubungan seksual. 1% memakai kondom pada
Namun hanya sebagian kecil(4,3%) menjelang orgasme.
yacg menyatakan pemah berusaha Khusus kebiasaan memakai
meningkatkan libido-nyayaitu separo kondom pada waktu melayani pacar,
mereka melakukan dengan jalan ternyata hanya 10,9% yang selalu
minum obatijamu dan separo sisanya memakai kondom. Sedangkan yang
dengan jalan melihat 'blue film'. tidak selalu memakai kondom,
sebanyak 23,9% menyatakan sering
e. Pemakaian kondom memakai kondom dalam melayani
Kebiasaan pemakaian kondom para pacar, 36,2% jarang memakai
PSK dalam melayani tamu dapat kondom, dan sebanyak 29,0%
tergambar pada tabel 10. Sebagian menyatakan tidak pernah memakai
besar PSK (87,8%) menyatakan kondom dalam melayani pacar.
dalam satu minggu terakhir pernah Dengan memakai kondom
melayani tamu dengan memakai menurut sebagian responden
kondom. Sebanyak 63,3Oh responden (40,6%) waktu untuk mencapai
menyatakan dalam satu minggu orgasme akan lebih lama.
terakhir jumlah tamu yang memakai
kondom sebanyak 1-7 orang,
sedangkan 30,2% responden
menyatakan antara 8-14 orang dan
Paradigma pembangunan yang
hanya 6,5% yang menyatakanjumlah
selama ini diketahui lebih mengutamakan
tamu yang memakai kondom
aspek ekonomi, membuahkan
sebanyak 15-28 orang.
konsekwensi yang tidak selalu
Sebagian besar responden
menunjukkan keberhasilan. Penekanan
(58,9%) menyatakan terakhir
memakai kondom satu hari yang lalu, pada aspek fisik dan kurang
24,3% memakai kondom dua hari memperhatikan aspek sosial budaya dan
yang lalu dan sebanyak 16,8% nilai nilai kemanusiaan telah membawa
memakai kondom tiga hari yang lalu dampak yang luas bagi kehidupan
atau lebih. Dalam memakai kondom manusia. Terpusatnya pembangunan
pada kota-kota besar seperti halnya
Perilaku Seks Pekerja Seksual Komersial (Setia Pranata dan Cholis Bachroer:)

Tabel 10. Penggunaan Kondom para PSK di Dolly dan Jarak Kota Surabaya.

Variabel Jumlah ,Ye


Pernah rnemakai kondom dalam
satu minggu terakhir.
Ya 202 87,8
Tidak 28 12,2
Jumlah pelanggan memakai kondom
dalam 1 mgg terakhir
1-7 126 63,3
8-1 4 60 30,2
1 5-28 13 6,5
Terakhir memakai kondom
1 hari y.1. 119 58.9
2 hari y.1. 49 24,3
-> 3 hari y.1. 34 16,8
Waktu pemasangan kondom
Sejak awal 118 58,4
Tengah permainan 82 40,6
Menjelang orgasme 2 1 ,O
Pemakaian kondom dengan pacar
Selalu 15 10,s
Sering 33 23,9
Jarang 50 36,2
Tidak pernah 40 29,O
Waktu orgasme kalau memakai
kondom
Lebih lama 81 40,6
Sama saja 120 59,4
Lebih cepat
Y

Surabaya, sangat memungkinkan bagi perempuan secara kuantitas lebih banyak


terjadinya percepatan mobilitas daripada laki-laki, kondisi mobiltas
penduduk. penduduk yang terjadi saat ini
Suatu kenyataan yang tidak dapat menunjukkan bahwa telah terjadi
dipungkiri bahwa ekonomi merupakan pergeseran pola. Pola lama mobilitas
alasan utama tingginya mobilitas didominasi oleh penduduk laki-laki.
penduduk. Sejalan dengan kondisi Namun belakangan ini jumlah migran
demografi dimana jumlah penduduk perempuan cenderung meningkat.

85
Buletin Penelitian Siste!m Kesehatan - Vol. 7 . No. 1 Juni 2004: 76-90

Studi yang dilakukan Ariadi (1999) besar (93,3%) PSK di Dolly dan Jarak
menyatakan bahwa masyarakat mempunyai pengalaman melakukan
(pedesaan) masih banyak beranggapan hubungan seksual pertaina pada usia
bahwa mencari uang di kota lebih mudah yang relatif muda ( f 2 0 tahun) dan
dibandingkan di desa. Sayangnya, sebagian' besar menyatakan melakukan
mereka yang bermigrasi ke kota kurang hubungan seksual tersebut dengan
memikirkan peningkatan pendidikan dan suami. Hal ini memberi gambaran bahwa
keterampilan. Sempitnya kesempatan para PSK ini mempunyai pengalaman
kerja bagi yang mempunyai pendidikan perkawinan pada usia muda. Namun
dan keterampilan minim mengakibatkan demikian ada juga PSK di Dolly dan Jarak
mereka berada pada posisi yang rentan. yang pengalaman pertarna berhubungan
Tidak jarang bagi mereka yang tidak seksual memang untuk tujuan mencari
didukung dengan status mental dan iman uang walaupun dalam jumlah yang relatif
yang kuat, terdorong menjadi pemberi kecil yakni sebesar 2,6%.
jasa layanan seksual (PSK). Dilihat dari pengalaman menjalani
Dalam kaitannya dengan para PSK profesi sebagai PSK, separoh dari
yang mejalani profesinya di Lokalisasi mereka menyatakan baru satu tahun atau
Dolly dan Jarak, identifikasi yang kurang bekerja ditempat tersebut.
diperoleh inenunjukkan bahwa tidak Sedangkan mereka yang mengaku
seorangpun di antara responden yang pernah menggeluti profesi yang sama
mengaku berasal dari kota Surabaya. ditempat lair! relatif sedikit (14,3%).
Semua adalah migran yang datang ke Mengenai gambaran tentang tamu
Surabaya. Dilihat dari urnur, nampak yang dilayani dalam satu minggu terakhir
bahwa kelompok urnur yang terbanyak oleh PSK di Dolly dan Jarak bila
menghuni lokalisasi Dolly dan Jarak dibandingkandengan kondisi di lokalisasi
adalah merekayang berusia di bawah 30 Kramat Tunggak Jakarta, jumlahnya
tahun yakni sebesar (69,5%). Dari segi relatif lebih banyak (lihat Tabel 11).
pendidikan mungkin ha1 ini adalah
fenomena umum bahwa pendidikan para Tabel 11. Jumlah tamu yang dilayani PSK
PSK adalah rendah. Hampir semua dalarn satu rninggu terakhir Dl
lokalisasi Dolly-Jarak dan Kramat
(93,9%) PSK berpendidikan hanya Tunggak.
sampai tingkat SLTP, walau terdapat juga
seorang (0,4%) responden yang Kramat
mengaku berpendidikan pergunran tinggi. Jumlah T a l w Tunggak
Jarak (%)
(Yo)
Dalam upaya mengkaji perilaku seks
diantara para PSK di Surabaya serta - 7 orang 51,3 64
8-1 4 orang - 15,2 26
resiko penularan bagi pasangannya, 15-21 orang 22,3 8
dapat kami paparkan bahwa sebagian *21 orang 11,2 2
Perilaku Seks Pekerja Seitsijai Komersial (Setis. Pranata d3n Ghcjlis Bachroen;

Gambaran perilaku seksual lain menjalani profesinya sebagai PSK,


diantara PSK Dolly-Jarak menunjukkan sedangkan pada waktu melayani pacar
bahwa meskipun dalam satu kali mereka memerankan peran sebagai
pemberian layanan seksual cukup manusia biasa yang membutuhkan kasih
banyak di antara mereka (42,4%) yang sayang.
menyatakan memerlukan waktu relatif Lebih dari sepertiga (35,7%) PSK
cukup (11-30 menit) namun sebagian Dolly dan Jarak menyatakan pernah
besar mereka (82,7%) menyatakan tidak melayani tamu orang asing yang
pernah mengalami orgasme dalam 3 sebagian besar diakui berasal dari negara
(tiga) hari terakhir. Keadaan tersebut Asia. Ada lebih dari separuh (59,8%)
memberi sedikit gambaran kemungkinan mereka mengaku menerima tamu
mereka memang betul-betul menjalani tersebut dalam satu bulan terakhir.
profesinya untuk memperoleh materi Dalam melakukan hubungan
(uang), bukannya mencari kesenangan. seksual, pada umumnya PSK mengaku
Hal ini didukung dengan kenyataan melakukan hubungan seksual melalui
bahwa hanya sebagian kecil dari PSK vagina. Hanya sedikit (2,2%) yang
(17,3%) yang pernah orgasme selama menyatakan pernah melakukan dengan
melayani tamu 3 hari terakhir. Hampir cara oral dan tidak seorangpun pernah
separo dari PSK di Dolly dan Jarak ini mengaku berhubungan melalui anal.
mempunyai pengalaman di booking Sebagai manusia, PSK tidak terlepas
semalam dan mereka melakukan satu dari rasa bosan termasuk bosan dalam
atau dua kali hubungan seksual selama melakukan hubungan seksual. Kondisi ini
semalam tersebut. diakui pernah dialami oleh 87,8% PSK di
Lebih dari separuh (60,3%) PSK Dolly dan Jarak. Dalam kondisi ini mereka
Dolly dan Jarak menyatakan mempunyai tidak banyak melakukan usaha untuk
pacar dan sebagian besar dari mereka meningkatkan libido seksualnya. Hanya
(87,7%) melakukan hubungan seksual sedikit di antara mereka (4,3%) yang
dengan pacarnya paling tidak sekali berusaha untuk mengatasi masalah
dalam seminggu. Berbeda dengan waktu gangguan libido tersebut.
melayani tamu, yang sebagian besar Kondisi sebagaimana tersebut di
mereka menyatakan tidak pernah atas menambah gambaran profil PSK di
mencapailmerasakan orgasme, dalam Dolly dan Jarak bahwa mereka cukup
melayani pacar sebagian besar mereka profesional dalam menjalani profesinya
(80,3%) menyatakan sering atau selalu dengan cara tidak berusaha mencapai
merasakan orgasme. Hal ini dapat orgasme dalam melayani tamu yang
memberi garnbaran bahwa selama justru sebaliknya bila melakukan
melayani tamu biasa mereka betul-betul hubungan dengan pacar. Sebagian besar
-
Buletin Penelitin Sistem Kesehatan Vol. 7 . No. 1 Juni 2004:76-90

di antara mereka juga pernah dilanda KESIMPULAN


rasa bosan melakukan hubunganseksual
PSK yang mejalani profesinya di
karena mungkin dianggap sebagai
Lokalisasi Dolly dan Jarak, adalah
kegiatan mtin "bekejaw.
migran yang datang ke Surabaya.
Dalam kaitannya dengan pemakaian
Mereka kebanyakan (69,5%) berusia
kondom yang sementara ini dianggap
30 tahun dengan pendidikan hanya
sebagai alat paling efektif untuk
sampai tingkat SLTP (93,9%).
mencegah penularan penyakit akibat
Pengalaman hubungan seksual
hubungan seks yang tidak sehat,
pertama PSK, hampir semua
diimukan bahwa tamu yang dilayani oleh
dilakukan pada usia relative muda
230 responden dalam satu minggu
(20 tahun) dan sebagian besar
terakhir berjumlah 2.761 orang, di antara
dilakukan dengan suami. Sebagian
tamu tersebut sebanyak 1.518 (55%)
kecil karena diperkosa dan karena
diakui memakai kondom pada saat
didasari untuk mendapat imbalan
melakukan hubungan seksual. Di antara
uang.
tamu yang memakai kondom tersebut
Sekitar separo PSK di Dolly dan jarak
tidak ada separo yang memakai kondom
menyatakan baru menggeluti
sejak awal permainan.
profesinya selama satu tahun atau
Dilihat dari sisi PSK-nya, dari 87,8%
kurang.
PSK yang menyatakan tamunya pernah
Jumlah tamu yang dilayani PSK Dolly
memakai kondom dalam satu minggu
dan Jarak Surabaya relative lebih
terakhir, tidak semua memakai kondom
banyak dibandingkan PSK Kramat
mulai dari awal permainan. PSK yang
Tunggak Jakarta. Hampir separo
menyatakan mempunyai pengalaman
responden menyatakanbahwa waktu
tamunya memakai kondom sejak awal
yang diperlukan untuk melayani tamu
permainan hanya 58,4%. Bahkan bila
sarnpai orgasme berkisar antara
berhubungan dengan pacar, hanya
11-30 menit, namun sebagian besar
sebanyak 10,9% PSK yang meyatakan
mereka sendiri mengaku tidak pernah
selalu menggunakan kondom.
orgasme.
Pemakaian kondom nampaknya masih
Lebih dari separo responden
kurang dirninati oleh para PSK. Hampir
menyatakan mempunyai pacar.
separuh PSK menyatakan perlu waktu
Mereka melakukan hubungan
mencapai orgasme pelanggan lebih lama
seksual paling tidak seminggu sekali
bila memakai kondom dan ha1 ini
dan sebagian besar menyatakan
dianggap tidak efisien oleh PSK karena
sering mencapai orgasme.
mereka harus lebih lama melayani tamu.
Perilaki.:Seks Pekerja Seksilai Koinersial (Selia Pranata dan Choiis Bachroer!!

6. Lebih sepertiga responden untuk hidup berkeluarga bagi


menyatakan pernah melayani tamu remaja pranikah agar mereka
orang asing yang diakui kebanyakan nantinya mampu menjadi keluarga
berasal Negara Asia. yang sakinah, mawaddah dan
7. Responden umumnya melakukan warohmah.
hubungan seksual melalui vagina. 2. Mengingat pemakaian kondom untuk
8. Sebagian besar responden pernah mencegah terjadinya penularan PMS
dihinggapi rasa bosan melakukan rnasih belum mernuaskan walau
hubungan seksual dan sangat sedikit berbagai pendekatan telah dilakukan
di antara mereka yang berusaha oleh LSM, Pemerintah dan organisasi
meningkatkan libido seks-nya. yang perduli lainnya, maka perlu
9. Mengenai pemakaian kondom, hanya segera diterapkannya law
sekitar separo tamu menggunakan enforcement berkaitan dengan
kondom dan kurang dari separo deri penggunaan kondom ini.
mereka yang memakai kondom
tersebut menggunakannya sejak
awal. Kalau berhubungan dengan DAFTAR PUSTAKA
pacar, hanya sekitar 10% PSK yang Ariadi, Septi, dkk. 1999. Studi Analisis Situas~
mengaku mernakai kondom. HIV/AIDS dan dampaknya terhadap
10. Harnpir separo responden anak-anak, wanita dan keluarga di
menyatakan bahwa pemakaian Propinsi Jawa Timur, Surabaya, Guna
kondom dapat memperpanjang waMu Widya.
tamu mencapai orgasme, sehingga Bachroen, Cholis, 2003. Upaya Pekerja
pelayanan ditinjau dari segi tenaga Seksual Komersial (PSK) Dalam
dan waktu menjadi kurang efisien Pecegahan dan Pengobatan Penyakit
bagi PSK. Menular Seksual (PMS) di Dolly dan
Jarak Surabaya: Buletin Penelitian
Sistem Kesehatan, Vol. 6 , No.1, Juni.
SARAN
Masyarakat Peduli AIDS Jatim, 2004. Pokok-
Berdasarkan pada pengalaman pokok Pikiran Rencana Perda
hubungan seksual pertama Penanggulangan HIVIAIDS Kota
responden pada usia muda yang Surabaya, dalam: Diskusi public
sebagian besar dilakukan,dengan tanggapan tehadap rencana peraturan
suami dan status perkawinan yang daerah tentang penanggulangan dan
sekitar duapertiga berstatus pernah pengeldaan HIV/AIDS kota Surabaya.
menikah, kiranya perlu dilakukan dan Surabaya, 11 Februari.
diberikannya upaya pembekakn
-
Buletin Peneliian Sistem Kesehatan Vol. 7 . No. 1 Juni 2004:76-90

Nasser, 2604. Kajian Akademik Pembentukan Rapid Ethnographic Assesment Research


Perda Penanggulangan HIVIAIDS di Team, 1996. Studi Kelayakan Intewensi
Kodya Surabaya, dalam: Diskusipublic HIV/AlDS dl Surabaya, PATH-PCI.
tanggapen tehadap m m n a peraturan
Sedyaningsih-Mamahit, Endang R. 1999.
daerah tenfang penanggulangan dan
Perempuan-perempuan Kramat
pengelolaan HIV/AIDS kota Surabaya.
Tunggak, Jakarta. Pustaka Sinar
Surabaya, 11 Februari.
Hatapan-The Ford Foundation.