Вы находитесь на странице: 1из 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Clinical Pathways (CP) sebagai instrumen pelayanan berfokus pada pasien,
terintegrasi, berkesinambungan dari pasien masuk dirawat sampai pasien
pulang sembuh, CP menggambarkan tentang dokter/perawat penanggung
jawab pasien (DPJP/PPJP) sebagai duty of care, utilitas pemeriksaan
penunjang, penggunaan obat-obatan termasuk antibiotika, prosedur tindakan
operasi, antisipasi kemungkinan terjadinya medical errors (laten dan aktif,
nyaris terjadi maupun kejadian tidak diharapkan/KTD) dan pencegahan
kemungkinan cidera (harms) serta infeksi nosokomial dalam rangka
keselamatan pasien (patient safety), medeteksi dini titik titik potensial berisiko
selama proses layanan perawatan pasien dalam rangka manajemen risiko,
rencana pemulangan pasien, upaya peningkatan mutu layanan
berkesinambungan baik dengan pendekatan teknik TOC (Theory of
Constraints) maupun sistem individu profesi maupun kelompok (team-work)

B. Tujuan
a. Standarisasi Penatalaksanaan dan Pelayanan
b. Mencegah terjadinya Risiko (Pasien dan Petugas)
c. Meningkatkan Mutu Pelayanan
d. Memperkecil Variasi Pelayanan
e. Meningkatkan Efektivitas Biaya dan Efisiensi Manajemen
f. Meningkatkan Akuntabilitas
g. Memudahkan Komunikasi dengan Pasien dan antar Petugas.

C. Pengertian
Clinical pathway adalah konsep perencanaan pelayanan terpadu yang
merangkum setiap langkah yang diberikan kepada pasien berdasarkan standar

3
pelayanan medis dan asuhan keperawatan yang berbasis bukti dan hasil yang
terukur dalam jangka waktu tertentu selama dirawat. Varians dapat timbul
karena kondisi perjalanan penyakit penyerta atau komplikasi maupun
kesalahan medis (medical error) serta digunakan sebagai parameter untuk
mempertahankan dan meningkatkan mutu.

BAB II
TATA LAKSANA

3
A. Ruang Lingkup
Clinical pathway diterapkan pada semua pasien rawat inap yang terdiagnosis
Sectio Ceasarea tanpa penyulit, Tifoid Fever tanpa penyulit, Dengue
Haemorogik Fever tanpa penyulit, Gastroenteritis tanpa penyulit,
Bronkopnenonia tanpa penyulit.

B. Form Clinical Pathway


1. Clinical Pathway Bedah
a. Sectio Ceasarea tanpa penyulit
2. Clinical Pathway Non Bedah
a. Tifoid Fever tanpa penyulit
b. Dengue Hemoragic Fever tanpa penyulit
c. Gastroenteritis tanpa penyulit
d. Bronkopnemonia tanpa penyulit

C. Tata Laksana Pengisian Clinical Pathway


1. Form Clinical Pathway Bedah (Lihat pada lampiran II)
Tata Laksana Petunjuk Pengisian Clinical Pathway Bedah

1. Nama Pasien Diisi dengan nama lengkap pasien sesuai dengan nama yang
tercantum di Rekam Medis / tanda pengenal resmi pasien.

3
2. Jenis Kelamin Beri tanda cek ( √ ) pada kolom pilihan jenis kelamin yang
sesuai.
3. Umur Diisi sesuai dengan umur pasien dalam tahun atau bulan untuk
pasien anak-anak.
4. Alamat Diisi sesuai dengan alamat yang tercantum di Rekam Medis /
tanda pengenal resmi pasien.
5. Nomor Rekam Medis Diisi dengan nomor rekam medis pasien.
6. Tanggal masuk Diisi sesuai dengan tanggal pasien masuk rumah sakit.
7. DPJP Diisi dengan nama lengkap dokter penanggung jawab
pelayanan.
8. Diagnosa Awal Diisi dengan diagnosa saat pasien masuk rumah sakit.
9. Pemeriksaan / Beri tanda (+) pada kolom yang tersedia sesuai dengan hari
Konsultasi dokter rawat pasien, dimana pada hari tersebut dilakukan pemeriksaan
atau konsultasi kepada dokter yang bersangkutan.
10. Pemeriksaan Beri tanda (+) pada kolom hari rawat sesuai dengan jenis dan
penunjang waktu pelaksanaan pemeriksaan penunjang.
11. Persiapan operasi Beri tanda (+) pada kolom hari rawat sesuai dengan jenis dan
waktu persiapan operasi.
12. Tindakan Beri tanda cek (+) pada kolom hari rawat sesuai dengan waktu
pelaksanaan tindakan.
13. Terapi 1. Untuk terapi cairan beri tanda cek (+) pada kolom hari
rawat sesuai dengan pemberian cairan pada pasien. Di
kolom keterangan ditulis nama cairan yang diberikan.
2. Untuk terapi obat-obatan, beri tanda (+) pada kolom hari
rawat sesuai dengan jenis dan waktu pemberian obat.
14. Monitoring Beri tanda (+) pada kolom hari rawat yang sesuai dengan
waktu pelaksanaan perawatan baik perawat maupun dokter.
15. Nutrisi Beri tanda (+) pada kolom hari rawat yang sesuai dengan
pemberian diet yang sesuai.
16. Mobilisasi Beri tanda (+) pada kolom hari rawat yang sesuai dengan jenis
tahapan dan waktu pelaksanaan mobilisasi.
17. Persiapan pulang Beri tanda (+) pada kolom hari rawat yang sesuai dengan
topik edukasi yang diberikan dan waktu pelaksanaannya.
18 Varians Diisi apabila ada hal-hal yang menyimpang dari ketentuan

3
clinikal pathway. Tulis jenis varians (contoh : jenis antibiotik
selain yang ditentukan clinical pathway), lama
pemakaian/pelaksanaan, dan alasan mengapa
menggunakan/melakukan hal-hal yang menyimpang dari
clinical pathway.
19. Diagnosa akhir Diisi dengan diagnosa pasien saat KRS.

2. From Clinical Pathway Non Bedah


Tata Laksana Petunjuk Pengisian Clinical Pathway Non Bedah.

1. Nama pasien Diisi dengan nama lengkap pasien sesuai dengan nama
yang tercantum di Rekam Medis / tanda pengenal resmi
pasien.
2. Jenis kelamin Beri tanda cek ( √ ) pada kolom pilihan jenis kelamin
yang sesuai.
3. Umur Diisi sesuai dengan umur pasien dalam tahun atau bulan
untuk pasien anak-anak.
4. Alamat Diisi dengan alamat yang tercantum di Rekam Medis /
tanda pengenal resmi pasien.
5. Nomor RM Diisi dengan nomor rekam medis pasien.
6. Tanggal masuk Diisi sesuai dengan tanggal pasien masuk rumah sakit.
7. DPJP Diisi dengan nama lengkap dokter penanggung jawab
pelayanan.
8. Diagnosa awal Diisi dengan diagnosa saat pasien masuk rumah sakit.
9. Pemeriksaan Beri tanda ( + ) pada kolom yang tersedia sesuai dengan
/konsultasi dokter hari rawat pasien, dimana pada hari tersebut dilakukan
pemeriksaan atau konsultasi kepada dokter yang

3
bersangkutan.
10. Pemeriksaan Beri tanda ( + ) pada kolom hari rawat sesuai dengan
penunjang jenis dan waktu pelaksanaan pemeriksaan penunjang.
11. Tindakan Beri tanda ( + ) pada kolom hari rawat sesuai dengan
waktu pelaksanaan tindakan.
12. Terapi Untuk terapi cairan beri tanda ( + ) pada kolom hari
rawat sesuai dengan pemberian cairan pada pasien. Di
kolom keterangan ditulis nama cairan yang diberikan.
Untuk terapi obat-obatan, beri tanda ( + ) pada kolom
hari rawat sesuai dengan jenis dan waktu pemberian
obat.
13. Monitoring Beri tanda ( + ) pada kolom hari rawat yang sesuai
dengan waktu pelaksanaan perawatan baik perawat
maupun dokter.
14. Nutrisi Beri tanda ( + ) pada kolom hari rawat yang sesuai
dengan pemberian diet yang sesuai.
15. Varians Diisi apabila ada hal-hal yang menyimpang dari
ketentuan clinikal pathway. Tulis jenis varians (contoh :
jenis antibiotik selain yang ditentukan clinical pathway),
lama pemakaian/pelaksanaan, dan alasan mengapa
menggunakan/melakukan hal-hal yang menyimpang dari
clinical pathway.
16. Diagnosa akhir Diisi dengan diagnosa pasien saat KRS.

3
BAB III

DOKUMENTASI

Clinical pathway merupakan bagian dari rekam medis pasien, dan diserahkan
kepada Ruang Rekam Medis bersama-sama dengan status rekam medis pasien rawat
inap. Untuk ke lima kasus clinical pathway, kelengkapan rekam medis termasuk pula
kelengkapan pengisian clinical pathway.

Clinical pathway dievaluasi setiap bulan oleh Komite mutu dan keselamatan
pasien. Semua data yang ada akan direkapitulasi dengan menggunakan program
excel, sehingga dapat diperoleh nilai prosentase kecocokan dan ketidakcocokan setiap
variabel clinical pathway. Tingginya angka ketidakcocokan pada setiap variabel
menggambarkan tingginya variasi dalam pelayanan medis, yang berarti pula masih
rendahnya kepatuhan terhadap clinical pathway . Setiap varians yang timbul
dievaluasi apakah masih tertoleransi ataukah tidak. Dan setiap evaluasi clinical
pathway akan ditentukan kepada komite medis dan akan diaudit medis

3
BAB IV

PENUTUP

Dengan tersusunya panduan clinical pathway ini semoga dapat dijadian sebagai
instrument dalam pelaksanaan pelayanan di rawat inap sehingga pengisian clinical
pathway dapat dimaksimalkan dan melihat varian pada utilitas pemeriksaan
penunjang, penggunaan obat-obatan termasuk antibiotika, prosedur tindakan operasi,
antisipasi kemungkinan terjadinya medical errors (laten dan aktif, nyaris terjadi
maupun kejadian tidak diharapkan/KTD) dan pencegahan kemungkinan cidera
(harms) serta infeksi nosokomial dalam rangka keselamatan pasien (patient safety),
mendeteksi dini titik titik potensial berisiko selama proses layanan perawatan pasien
dalam rangka manajemen risiko, rencana pemulangan pasien, upaya peningkatan
mutu layanan berkesinambungan baik dengan pendekatan teknik TOC (Theory of
Constraints) maupun sistem individu profesi maupun kelompok (team-work).

Kami menyadari akan kekurangan dalam penyusunan panduan clinical pathway


ini ,tetapi tetap selalu berusaha untuk memperbaiki agar kedepanya akan lebih baik
untuk menuju sempurna.

3
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI. (2005). Buku Petunjuk Pengisian, Pengolahan dan

Penyajian Data Rumah Sakit Jakarta : Direktorat Jenderal Bina Pelayanan


Medik Depkes RI.

Firdanda D. (2004). Pedoman Audit Medis di Rumah Sakit. Jakarta: Penyusunan dan

Penyempurnaan Pedoman Audit Medis di Rumah Sakit. Depkes RI.

Firnanda D. (1999). Pedoman Audit Medis Komite Medik RS Fatmawati. Jakarta.

http//whvacant blingspot.com/2011/11clinical-pathway-integrasi.html. diakses

01 Juni 2012.

Republik Indonesia (2005). Keputusan Mentri Kesehatan No.496 tentang Pedoman

Audit Medis di Rumah Sakit.

3
PANDUAN

CLINICAL PATHWAY

3
RUMAH SAKIT ISLAM SITI HAJAR
SIDOARJO

2015

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah, kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas


limpahan rahmad-Nya kami telah menyelesaikan penyusunan buku ” Panduan
Clinical Pathway ” di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo.

Buku ini disusun sebagai sebagai instrument dalam pelaksanaan pelayanan di


rawat inap yang ada di semua bagian/unit rumah sakit dalam melaksanakan upaya
peningkatan mutu dan keselamatan pasien sesuai dengan standar akreditasi rumah
sakit.

Semoga dengan tersusunnya buku Panduan Clinical Pathway ini dapat


memberikan sumbangsih dalam memberikan batasan-batasan untuk melaksanakan
tugas meningkatkan mutu dan keselamatan pasien dalam memberikan pelayanan di
rumah sakit.

Kami menyadari buku ini jauh dari sempurna untuk itu kami berharap kritik
dan saran yang membangun untuk kesempurnaan buku ini.

Sidoarjo, 25 Pebruari 2015

3
Tim Clinical Pathway

DAFTAR ISI

Halaman Judul .............................................................................................. i


Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Islam Siti Hajar Nomor :
....../SK/DIR/RSI-SH/..../20.....tentang Panduan clinical pathway ....................... ii
Kata Pengantar ............................................................................................... iii
Daftar Isi ............................................................................................... iv
BAB I Pendahuluan ............................................................................................ 1
A. Latar Belakang ................................................................................. 1
B. Tujuan ................................................................................. 1
C. Pengertian ................................................................................. 2
BAB II Tata Laksana ................................................................................. 3
A. Ruang Lingkup ................................................................................. 3
B. Form Clinical Pathway ......................................................................... 3
C. Tata Laksana Pengisian Clinical Pathway ............................................ 4
BAB III Dokumentasi ............................................................................................ 8
BAB IV Penutup .............................................................................................. 9
Daftar Pustaka .............................................................................................. 10