You are on page 1of 4

Judul: Kewajiban Mengerjakan PR

Tema: Pendidikan
Pemain: Ilham, Nila, Arin, Budi
Karakter: Ilham (suka menasehati), Nila (peduli teman), Arin (suka mengingatkan), Budi (pemalas)

Naskah Drama - MULAI

Ilham: Kemarin kan ada PR, apa kamu sudah menyelesaikannya?

Nila: Sudah, PR-ku sudah selesai aku kerjakan. Kalau kamu, Rin?

Arin: Sudah, aku juga sudah mengerjakannya. Kamu, Bud?

Budi: Belum.

Ilham: Kenapa belum, Bud? kamu bisa kena hukukman nanti. Kamu tidak takut kalau nanti kamu kena
hukuman?

Budi: Hukuman? aku kan bukan pencuri, kenapa dihukum.

Nila: pencui saja yang bisa dihukum. Pelajar yang tidak menyelesaikan Tugas Rumah juga bisa kena
hukuman.

Budi: Benarkah? hukuman apa itu?

Arin: Sudahlah, kita tidak perlu menasehati Budi, Percuma saja.

Arin: Iya, sepertinya anak ini memang sulit dinasehati.

Budi:Urus saja pekerjaan kalian, kenapa mesti sibuk mengurus masalah PR-ku.

Karena merasa ada yang salah dengan sikap malas Budi, Ilham pun terus berusaha untuk menasehati
Budi.

Ilham:Kamu tidak boleh begitu, Bud. Belajar itu penting untuk kesuksesan kamu dimasa depan.

Arin: Benar itu, dengarkan itu, Bud.

Ilham: Kalau kamu mau jadi orang yang berhasil, maka kamu wajib menyelesaikan setiap tugas yang
diberikan guru.

Nila: Ayo, Bud. Kamu harus bisa lebih bersemangat lagi. Kerjakan semua PR kamu agar kamu tidak jadi
siswa yang dinilai buruk.

Budi: PR itu kan sudah basi. Kan sekarang sudah waktunya mengumpulkan, bagaimana aku mau
mengerjakannya.

Ilham berusaha memberikan solusi untuk Budi.

Ilham: Baiklah kalau begitu.. hari ini aku akan bantu kamu untuk menyelesaikan tugas PR itu, tapi kamu
harus berjanji.

Budi berusaha memperjelas apa maksud Ilham dengan berjanji.

Budi: Maksud kamu berjani untuk apa?


Ilham: Berjanji untuk menyelesaikan semua PR jika ada PR

Nila: Bagus itu, kamu harus mau berjanji, Bud.

Budi berusaha menolak.

Budi: Tapi aku kan tidak bisa berjanji kalau aku belum yakin.

Arin berusaha merayu Budi.

Arin:Kalau kamu memang mau jadi orang yang berarti kamu harus mau berjanji.

Budi akhirnya mau berjanji untuk mengerjakan semua PR yang diberikan guru.

Budi: Baiklah, aku berjanji aku akan mengerjakan semua PR yang diberikan guru.

Teman-teman Budi pun senang hati mendengar jawaban Budi.

Arin: Great!

Nila: Itu baru Budi!

Ilham: Aku senang sekali mendengarnya.

Sejak hari itu, Budi selalu mengerjakan PR dengan sungguh-sungguh. Jika dia mengalami kesulitan, Budi
meminta tolong kepada Arin dan Ilham.

SELESAI
Ulangan
Di suatu meja yang berada di suatu kelas. Di suatu kelas yang berada di sekolah. Di seuatu
sekolah yang entah ada atau tidaknya. Hiduplah 4 orang murid yang sedang senang-senangnya,
tapi semua itu berubah saat ulangan akan datang.

Renata : “ Eh. Kalian udah ngapalin buat ulangan besok? “ ( Datang )


Rio : “ Belum “
Renal : “ Innalillahi “
Renata : “ What the hell, Oh my God. Kalau nilai ulangannya jelek, nanti dihukum “
Renal : “ Paling hukumannya lari di lapangan “
Renata : “ Bukan. Hukumannya pelajaran tambahan setiap pulang sekolah “
Renal : “ Innalillahi “
Rio : “ Aku cek dulu, siapa tahu guru “ ( Pergi )
Renal : “ Ngapaling bab yang mana a- “
Rio : “ Ada guru “ ( Dateng ) ( Semua melihat ke pintu )
Ririn : “ Loh. Kok sepi? “ ( Datang )
Renal : “ Huuu. Katanya ada guru “ ( Nepuk bahu Rio )
Rio : “ Iya ini guru. Guru masa depan “
Ririn : “ Kamu bisa aja “
Renata : “ Kamu udah ngapalin Rin? “
Ririn : “ Udah dong. Ririn “
Rio : “ Ellleh. Sombong amet “
Ririn : “ Biarin “
Renata : “ Udah-udah jangan berantem “
Renal : “ Iya, daripada berantem mendingan gini, siapa yang nilainya paling gede, Dia yang
menang, dan yang menang bisa nyuruh 1 kali kepada yag kalah “
Ririn + Rio : “ Setuju! “
( Asep datang dari belakang ) Asep : “ Bapa juga setuju! “

Ririn dan Rio semakin mempersiapkan ulangannya matang-matang. Ririn melakukan gerakan 3B
yaitu Belajar, Ber’doa, dan Berusaha yang sudah biasa dilakukan. Sedangkan Rio merangkum
semua bab dan menulisnya di kertas kecil untuk nanti dihapal saat ulangan dengan kata lain
nyontek. Akhirnya saat ulanganpun tiba.

Asep : “ Baiklah anak-anak, buka lembar soalnya se-se-sekarang “


Ririn : “ Bismillah “ ( Membuka dan mengisi soal)
Rio : “ Inimah enteng “ ( Membuka soal ) ( Saat Asep berbalik menempelkan kertas di
punggung Asep untuk menyontek )
Rio : “ Kalo ginikan ga akan ketahuan “ ( Ngisi )
Asep : “ Bapa keluar dulu, jangan nyontek, jangan kerja sama, dan jangan ribut “ ( Keluar )
Rio : “ Rencana B “ ( Nyilang kaki dan di alas sepatunya ada contekan )
Rio : “ Ah. Bukan yang ini “ ( Buka baju penghabus di dalamnya ada contekan “
Rio : “ Ah yang ini “ ( Nulis ) ( Ngeluarin contekan dari dasi )
Rio : “ Ah yang ini juga “ ( Nulis )
Rio : “ Selesai “ ( Liat Ririn dan yang lainnya masih belum selesai )
Akhirnya ulangan selesai dan beberapa hari kemudian Asep membagikan hasil ulangan.

Asep : “ Ini “ ( Membagikan )


Ririn : “ Ye. Nilaiku 85 “
Renal : “ Hahaha. Aku ding 65, naik 5 dari ulangan yang lalu “
Rio : “ Lah. Pak, kok nilai Saya 50? “
Asep : “ Itu karena soal nomor 11-20 di balik kertas ga kamu isi “
Rio : “ Aduh. Kok bapa ga kasih tahu Saya? “
Asep : “ Kamu itu seharusnya bisa tahu dengan sendirinya, jangan ceroboh “
Renata : “ Siap-siap terima perintah Ririn aja “
Rio : “ Iya deh iya “
Ririn : “ Dengan ini Saya nyatakan Kamu tidak boleh nyontek lagi “
Asep : “ Jadi Kamu nyontek?. Nilai Kamu bapa kurangi 6, jadi nilai Kamu -1 “ ( Mukul kepala
Rio )

Akhirnya Rio tidak menggunakan cara yang yang kotor lagi. Dia menjadi lebih giat belajar dan
lebih berhati-hati dalam mengisi soal

TAMAT