You are on page 1of 6

Laporan Praktikum Dosen : Rianti Dyah

Mutu Pangan

Karakteristik Mutu Produk Pangan


Kelompok 6/ AP2

Mutia Tsabita Jafani J3E117020

Rainava Putri Avila J3E117161

Salama Adzari J3E217176

SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN

SEKOLAH VOKASI

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2019
Bubble Tea
Produk minuman Bubble Tea berawal dari sebuah kedai teh bernama Lih Han Chieh. Pada
tahun 80-an, teh yang disajikan hangat sangat populer di Taiwan. Lalu Lih Han Chieh melakukan
inovasi dengan menyajikan teh secara dingin. Ternyata inovasi tersebut berhasil yang membuat
kedainya berkembang pesat dan sangat terkenal di Taiwan.
Sekitar tahun 1988, seorang manager pengembangan produk Chun Shui Tang bernama Lin
Hsiu Hui, yang gemar mengkonsumsi teh dingin, dan membawa sebuah makanan penutup khas
Taiwan yaitu pudding manis tapioka yang disebut fen yuan saat berada di tengah rapat staf. Saat
itu Lin mencoba memasukkan fen yuan ke dalam teh dinginnya dan membagikan kepada rekan-
rekannya. Dan ternyata mereka menyukai minuman teh dingin yang disajikan dengan pudding
manis tapioka tersebut. Teh dingin dengan fen yuan ini menjadi sangat populer di kedai Chun Shui
Tang. Bahkan yang terlaris di antara menu teh dingin lainnya. Menurut Lin, 80 – 90 % penjualan
Chun Shui Tang adalah menu yang dikenal dengan minuman bubble ini. Orang-orang Taiwan pun
bangga akan minuman khas buatan lokal ini. Kios minuman bubble ini akhirnya menjamur di
Taiwan, dan meluas ke negara Asia lainnya seperti Jepang, Korea, China, Indonesia dan juga ke
seluruh dunia.

Pada penentuan karakteristik mutu produk, produk yang terpilih adalah Bubble tea dan yang
akan kelompok kami bahas mengenai karakteristik mutu intrinsic dan ekstrinsik adalah produk
Bubble tea dari Hop Hop, berikut data perushaan dan sejarah perusahaan dari Hop Hop :

Data Perusahaan

Perusahaan : Hop Hop Bubble Drink


Logo Perusahaan :
Alamat : PT. Mata Air Boga Lestari
Jalan Tener Raya No 2, Pulomas
Jakarta Timur 13210, Indonesia
Sejarah Perusahaan

Produk Hop Hop Bubble Drink muncul dari kecintaan Pak Michael Karnady, penemu dan
inisiator Hop Hop untuk memulai sebuah bisnis berbasis makanan dan minuman. Berbekal
pengalaman dan observasi selama di Amerika dibuatlah sebuah merek baru yang mengacu
pada minuman unik yang aslinya berasal dari Taiwan kemudian berkembang pesat di USA
dan Kanada pertengahan tahun 1990-an.

Mendapat lisensi dari Kanada dalam bentuk produk, Pak Michael Karnady bersama 2
saudaranya membangun PT Mata Air Boga Lestari sebagai perusahaan yang memproduksi
Hop Hop Bubble Drink. Nama Hop Hop Bubble Drink muncul melalui berbagai alternatif
nama seperti Bubba, Bubble Tea, Bubble King yang dicoba sebelumnya. Akhirnya diputuskan
dengan nama Hop Hop karena bubblenya yang kenyal seolah-olah dapat meloncat. Hop Hop
itu sendiri merupakan minuman unik berwarna-warni dan beraneka rasa yang dikemas dalam
gelas plastik berukuran 250ml yang dapat ditutup rapat oleh lid/ sealed. Ciri khasnya, terdapat
lima gram bubble tapioka kenyal berwarna coklat kehitaman seolah bisa melompat-lompat.
Proses pembuatannya adalah dengan menggunakan blender yang mencampurkan 4 elemen
yaitu bubble, bubuk rasa, gula dan es batu.

Hop Hop pertama kali dijual pada tahun 2001. Variasi rasa Hop Hop Bubble Drink
berjumlah kurang lebih 20 varian dengan beberapa varian baru yang diperkenalkan pada
masa-masa tertentu. Hop Hop memiliki produk best seller yaitu rasa coklat, strawberry,
bubble gum, dan taro. Hop Hop Bubble Drink dianggap sebagai prionir dalam minuman
bubble di Indonesia, karena kemunculannya pada tahun 2001 dan terus berkembang menjadi
salah satu minuman bubble terkemuka di Jakarta dan sekitarnya.
A. Karakteristik mutu intrinsic produk Bubble tea

- Keamanan dan Kesehatan

Dari segi keamanan dan kesehatan dari produk bubble tea yang di produksi oleh
Hop Hop ini produsen memilih untuk sebagian besar bahan baku nya masih di impor
dari luar negeri untuk menjaga kualitas dan mutu produk. Produk ini relatif aman untuk
di konsumsi karena proses pembuatan dari produk ini dengan menggunakan blender
yang mencampurkan 4 elemen yaitu bubble, bubuk rasa, gula dan es batu. Pembuatan
bubble itu sendiri dilakukan dengan cara pemasakan langsung setiap hari sesuai dengan
pesanan masing – masing outlet.

- Sensori

Berdasarkan dari karakteristik sensori produk dari segi visual produk yang berasal
dari berbagai varian rasa yang di tawarkan menciptakan penampakan warna yang
menarik bagi konsumen, dari segi aroma memberikan aroma yang berbeda - beda setiap
produk nya tergantung variant yang dipilih, untuk aroma dari bubble milk tea sendiri
memiliki aroma yang khas dari perpaduan antara teh dan susu. Dari segi rasa dan
tekstur produk bubble tea ini memiliki rasa yang dapat memberikan kesegaran untuk
konsumen nya dan memiliki tekstur yang lembut dan kenyal untuk bubble nya. Karena
produk bubble tea dari Hop Hop ini lebih di kenal di kalangan remaja sehingga produk
ini lebih meningkatkan pada rasa sehingga banyak variant rasa yang menarik yang di
tawarkan.

- Fungsional

a) Sifat fisik Bubble : Berbentuk bulat berwarna coklat, berdiameter kurang lebih 1
cm,bertekstur kenyal
b) Sifat kimiawi : kandungan gula tambahan seperti sukrosa, fruktosa, galaktosa,
melezitosa

- Shelf life

Umur simpan dari produk Bubble tea tidak terlalu lama karena produk ini termasuk
minuman ready to drink yang harus segera di minum kemungkinan produk akan
bertahan lama hanya sekitar 1 hari dan di simpan dalam keadaan dingin.

B. Karakteristik mutu intrinsic sangat penting bagi konsumen

Karakteristik mutu intrinsic dalam produk sangat penting bagi kepuasan konsumen
karena atribut tersebut mempengaruhi keputusan pembelian konsumen yang mana semakin
lengkap dan komplit atribut sebuah produk, semakin besar peluang produk tersebut untuk
diminati oleh konsumen.

C. Upaya untuk mempertahankan dan menjaga mutu intrinsic produk


Upaya yang dilakukan untuk mempertahankan mutu intrinsic produk yaitu dengan
menonjolkan pada aspek sensori yaitu dengan menambahkan berbagai macam variant rasa
yang unik sehingga membuat penasaran konsumen nya

D. Proses produksi produk

Umtuk Bubble yang digunakan perusahaan, perusahaan masih mengimpor dari luar
negeri karena untuk menjaga kualitas standarisasi dan kepuasan customer. Namun untuk
proses pembuatan Bubble berikut akan dipaparkan beberapa bahan serta cara pembuatan
Bubble pearls itu sendiri :

 Bahan pembuatan Bubble :


- 200 gram tepung sagu.
- 5 tetes pewarna makanan bisa dipilih untuk warnanya.
- 150 mili liter air.
- 1000 mili liter air untuk merebus.
 Cara pembuatan Bubble :
- Campurkan tepung sagu dengan pewarna makanan, aduk hingga rata.
Tambahkan air, uleni hingga adonan kalis, bentuk bulat besar seluruh
adonan.
- Didihkan air untuk merebus bulatan adonan kurang lebih selama 5 menit
sampai bagian luarnya bening.
- Angkat bulatan adonan, tumbuk hingga bulatan pecah, setelah itu uleni
hingga tepung tercampur.
- Bentuk adonan bubble bulat – bulat kecil, setelah itu rebus bulatan bubble
dalam air mendidih hingga terapung, angkat, dan rendam air dingin.

E. Karakteristik mutu ekstrinsik produk Bubble tea


- Karakteristik sistem produksi
Untuk sistem produksi perusahaan menyuplai bahan baku seperti serbuk variant
rasa, bubble, es batu dan lain sebagai nya ke semua outlet Hop Hop dan untuk proses
pembuatan produk dilakukan di outlet – outlet tersebut
- Pemasaran
Pemasaran produk dilakukan dengan membuka outlet – outlet yang tersebar di
berbagai kota di Indonesia. Target pasar yang di tujukan oleh perusahaan yaitu remaja
karena kalangan remaja menyukai minuman manis dan kekinian.
- Aspek lingkungan
Dampak bagi lingkungan dari produk limbah Bubble tea tidak terlalu merusak
lingkungan karena minuman Bubble tea termasuk minuman ready to drink, namun
untuk limbah yang memungkinkan terjadinya pencemaran yaitu limbah plastic yang
berasal dari kemasan yang digunakan.

F. Upaya untuk meningkatkan penjualan produk


Untuk meningkatkan penjualan produk produsen harus memenuhi permintaan
konsumen atau customer dengan mengembangkan berbagai variant rasa yang diminati
konsumen saat ini, lalu membuka lebih banyak lagi outlet – outlet di berbagai daerah,
menonjolkan ciri khas dari produk sehingga lebih dikenali oleh konsumen, meningkatkan
kualitas produk dan mempromosikan produk dengan berbagai diskon yang di tawarkan.