You are on page 1of 22

Kimia

Fisika 1_Meeting 6
Mahyuni Harahap, S.Si., M.Sc
Bahan Kajian

q Heat Capacity / Kapasitas Panas


q Joule-Thomson Expansion / Ekspansi Joule-Thomson
q Adiabatic Processes with Gases / Proses Adiabatik dengan Gas
Kapasitas Panas

Pada umumnya, semakin kompleks molekul, semakin besar kapasitas


molar, dan semakin besar pertambahannya dengan semakin tingginya
temperatur.

Kapasitas panas 𝐶̅ p sebagai fungsi temperatur dituliskan sebagai:


Gambar 1. Pengaruh temperatur pada kapasitas panas molar pada beberapa gas
pada tekanan konstan. Mulai dengan kurva yang paling tinggi pada suhu 1200 K,
untuk gas CH4, NH3, CO2, H2O, N2, dan He.
Tabel 1. Kapasitas panas molar pada tekanan konstan sebagai fungsi temperatur
dari suhu 300 sampai 1800 K : 𝐶̅ p =
Contoh 1:
Perubahan entalpi molar pada pemanasan

Menggunakan data pada Tabel C3, hitunglah perubahan entalpi molar


metana dari 500 ke 1000K
Teori kinetika menunjukkan bahwa energi transisi molar gas ideal
$
(t tergantung pada tekanan
monoatomik adalah RT. Energi translasi 𝑈
%
atau massa molar untuk gas ideal monoatomik dirumuskan:

Entalpi molar gas ideal monoatomik lebih besar dari pada energi
internal oleh P 𝑉* (atau RT), sehingga:
Konstribusi translasi terhadap kapasitas panas molar gas ideal
monoatomik dirumuskan dengan:
Ekspansi Joule-Thomson

Gas yang mengalir di suatu pipa terinsulasi melalui celah yang


berpori yang memisahkan dua daerah yang berbeda pada tekanan
konstan bisa dipanaskan atau didinginkan.

Kondisi ini disebut dengan ekspanis Joule-Thomson yang


digambarkan pada Gambar 2 dimana P1 > P2.
Gambar 2. Ekspansi Joule-Thomson.
Kerja yang diberikan pada gambar di atas adalah:

Karena pipa diinsulasi, q = 0, dan

v Sehingga tidak
ada perubahan
entalpi gas
pada ekspansi
Joule-
Thomson.
Koefisien Joule-Thomson didefenisikan sebagai turunan
temperatur terhadap tekanan dituliskan menjadi:

Koefisien Joule-Thomson bernilai nol untuk gas ideal, tetapi untuk gas
nyata bernilai positif pada suhu rendah dan negatif pada
suhu tinggi.
Proses Adiabatik dengan Gas

Adiabatik = tidak ada panas yang diserap atau dilepaskan oleh gas;

v w adalah
kerja yang
dilakukan
pada gas
Untuk gas ideal, energi internal adalah fungsi temperatur sehingga

Ketika gas ideal memuai secara adiabatik, penurunan suhu


dihubungkan terhadap perubahan energi internal. Jika Cv tergantung
pada suhu untuk gas ideal, sehingga dapat dituliskan:
Karena q = 0, dan ∆U = w sehingga

Persamaan ini dapat digunakan untuk ekspansi adibatik suatu gas


ideal dengan Cv tergantung pada suhu untuk proses reversibel
maupun irreversibel.
Ketika ekspansi adiabatik dilakukan secara reversibel,
keseimbangan tekanan disubstitusi terhadap tekanan
eksternal, sehingga untuk gas ideal:
Jika kapasitas panas tergantung pada suhu, sehingga:
Karena ,persamaan diatas dapat dituliskan menjadi:

dimana
Dengan menggunakan hukum gas ideal, kita peroleh persamaan:
Contoh 2:
Ekspansi adiabatik reversibel gas ideal monoatomik

Gambar dibawah menunjukkan bahwa satu mol gas ideal monoatomik


dibiarkan untuk memuai secara adiabatik dan reversibel dari 22,7
Lmol-1 pada 1 bar dan 0 oC (pada poin A pada grafik) ke volume 45,5
Lmol-1 (pada poin C), tekanan turun menjadi 0,315 bar. Hitunglah
tekanan dan suhu pada C. Berapa banyak kerja dilakukan pada
ekspansi adiabatik?
Isotermal dan ekspansi
adiabatik reversibel
satu mol gas ideal
monoatomik.
Penyelesaian: