You are on page 1of 2

Standar Perencanaan Beton di Indonesia

dari Berbagai Negara

Setiap insinyur perencana pasti mempunyai pedoman yang diatur dalam standar
perencanaan sebagai panduan dalam menentukan syarat minimum yang dibutuhkan untuk
keamanan dan kestabilan struktur. Logikanya, untuk membangun struktur yang kuat,
perencana bisa menggunakan ukuran yang besar-besar, namun hal tersebut tentu bukan
pilihan yang cerdas, karena pasti membutuhkan dana yang besar. Maka dari itu, dibuatlah
pedoman agar perencana bisa mendesain strukturnya sehemat mungkin tapi masih bisa
dipertanggungjawabkan kekuatannya dengan berpegang pada pedoman yang ada. Kiblat
konstruksi di Indonesia adalah Amerika Serikat, sehingga standar dan peraturan-
peraturannya juga banyak mengadopsi (bahkan kadang menterjemahkan) peraturan yang
berasal dari Amerika Serikat.

Beberapa standar yang dipakai di Amerika Serikat antara lain:

1) American Concrete Institute (ACI) Code. ACI 318 khusus membahas tentang struktur
beton pada bangunan gedung, mulai dari materialnya, pemodelan strukturnya,
pembebanannya, judgement, proses desain dan detailing.
2) American Society for Testing and Materials (ASTM). Standar ini lebih khusus ke
spesifikasi material dan pengujiannya. Khusus untuk beton, tentu punya ASTM
tersendiri. Ada ASTM khusus untuk semen portland, ASTM khusus untuk agregat,
baja tulangan, tiang pancang, precast, dll.
3) Uniform Building Code (UBC). UBC ini lebih tebal, lebih luas cakupannya, tapi ngga
sedalam ACI. Beton hanya dibahas di beberapa bagian saja.
4) American Association of State Highway and Transportation (AASHTO). AASHTO ini
sebenarnya standar untuk transportasi (misalnya jalan dan jembatan yang umum),
tapi masalah beton juga dibahas di dalamnya, karena beton termasuk salah satu
material konstruksi transportasi. Sebagian besar tetap mengacu kepada ACI dan
ASTM.

Selain dari Amerika Serikat, standar pedoman dari negara-negara lain yang
digunakan di Indonesia, antara lain:

1. Standar dari Jepang, JIS.


2. Standar dari Inggris, British Standard (BS).
3. Standar dari Eropa, Eurocode.
4. Standad dari Australia, Australian Standard (AS).
Sementara itu, standar yang baku di Indonesia adalah standar yang dikeluarkan oleh
Badan Standardisasi Nasional dalam bentuk Standar Nasional Indonesia (SNI). Untuk beton
sendiri, ada beberapa SNI yang berlaku, di antaranya:

1. SNI 03-2847-2013. Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung


2. SNI 03-2914-1992. Spesifikasi Beton Bertulang Kedap Air.
3. SNI 2461-2014, Spesifikasi Agregat Ringan Untuk Beton Struktural
4. dll.

Sumber : http://strukturbeton.web.id/blog/standard-perencanaan/

Nama : Dea Ravena Firsty Qoma

NIM : 16/396725/SV/10938

Kelas : A-2016