Вы находитесь на странице: 1из 5

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah dilakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. W umur 25

tahun G2P1 A0 di Puskesmas Ajibarang Kabupaten Banyumas dengan

menggunakan pendekatan manajemen kebidanan yang diterapkan dengan 7

langkah Varney dan data perkembangan dengan metode SOAP, maka penulis

membuat kesimpulan sebagai berikut :

1. Asuhan Kebidanan Kehamilan

Pada asuhan kebidanan pada ibu hamil dilakukan 2 kali asuhan yaitu

saat usia kehamilan 38 minggu dan 39 minggu. Pada asuhan kebidanan

kehamilan kunjungan awal, penulis menemukan kesenjangan yaitu kenaikan

berat badan ibu yang tidak sesuai dengan teori. Namun kenaikan berat

badan ibu tersebut termasuk normal menurut jika dihitung berdasarkan IMT.

Pada asuhan kebidanan kunjungan ulang penulis tidak menemukan

kesenjangan antara teori dan praktek baik pada data subyektif, data obyektif,

analisa data, maupun penatalaksanaan.

2. Asuhan Kebidanan Persalinan

Pada asuhan kebidanan pada ibu bersalin dilakukan asuhan mulai dari

Kala I, Kala II, Kala III, dan Kala IV. Pada asuhan kala I yang dilakukan

saat usia kehamilan 39+2 minggu, penulis tidak menemukan kesenjangan

255
256

baik antara teori dan praktek pada data subyektif, data obyektif, analisa data,

maupun penatalaksanaan.

Pada asuhan kala II penulis menemukan kesenjangan pada

penatalaksanaan yaitu penggunaan underpad yang seharusnya sesuai teori

menggunakan kain yang dilipat 1/3 bagian.

Pada asuhan kala III penulis menemukan kesenjangan pada

penatalaksanaan yaitu penggunaan klem plastik steril yang seharusnya

sesuai teori menggunakan benang steril/DTT untuk mengikat tali pusat.

Pada asuhan kala IV penulis menemukan kesenjangan pada

penatalaksanaan yaitu tidak menggunakan air DTT untuk membersihkan ibu

setelah bersalin tetapi menggunakan air bersih biasa.

3. Asuhan Kebidanan Nifas

Asuhan kebidanan pada ibu nifas yang dimulai dari masa nifas 6 jam,

6 hari, 2 minggu dan 6 minggu. Pada nifas 6 jam ditemukan kesenjangan

pada penatalaksanaan yaitu adanya tambahan terapi berupa amoksisilin dan

paracetamol untuk pencegahan infeksi dan pereda rasa nyeri setelah

bersalin.

Pada nifas 6 hari juga ditemukan kesenjangan pada data subyektif

yaitu gangguan pola istirahat dan tidur ibu karena adanya mitos dan budaya

daerah setempat yang justru dapat merugikan bagi ibu nifas. Kesenjangan

dapat diatasi dengan konseling lebih lanjut.


257

Pada nifas 2 minggu dan 6 minggu penulis tidak menemukan

kesenjangan antara teori dan praktek baik pada data subyektif, data obyektif,

analisa data, maupun penatalaksanaan.

4. Asuhan Kebidanan BBL

Asuhan kebidanan pada BBL yang dimulai dari asuhan 6 jam, 6 hari,

2 minggu dan bayi 6 minggu. Pada asuhan 6 jam penulis tidak menemukan

kesenjangan antara teori dan praktek baik pada data subyektif, data obyektif,

analisa data, maupun penatalaksanaan.

Pada asuhan 6 hari penulis menemukan kesenjangan dimana secara

teori berat bayi turun pada minggu pertama, namun saat pemeriksaan berat

bayi justru naik 400 gram. Kesenjangan tersebut dapat disebabkan berbagai

hal seperti asupan ASI yang adekuat, perbedaan timbangan yang digunakan,

penggunaan bedong dan baju saat ditimbang. Namun kesenjangan tersebut

tidak mengganggu asuhan yang diberikan dan tidak merugikan karena justru

menunjukkan pertumbuhan bayi baik.

Pada asuhan 2 minggu penulis tidak menemukan kesenjangan antara

teori dan praktek baik pada data subyektif, data obyektif, analisa data,

maupun penatalaksanaan.

Pada asuhan bayi 6 minggu penulis menemukan kesenjangan yaitu

pemberian Imunisasi BCG dan Polio 1 pada usia 6 minggu yang seharusnya

diberikan saat usia 1 bulan dikarenakan mengikuti jadwal imunisasi bidan

setempat. Namun imunisasi BCG dan Polio 1 dapat diberikan dan masih tetap
258

optimal sampai bayi usia 2 bulan (60 hari). Sehingga imunisasi yang dilakukan

pada kasus masih efektif untuk bayi.

B. Saran

1. Bagi Klien dan Keluarga

Selama proses asuhan komprehensif ini, klien dan keluarga sudah

bersikap kooperatif. Kien dan keluarga diharapkan lebih berperan aktif

mencari informasi mengenai kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan,

dan segera menghubungi petugas kesehatan bila ada keluhan jangan

menunggu jadwal periksa ulang, serta memanfaatkan fasilitas kesehatan

yang ada dengan sebaik-baiknya sehingga dapat terpantau kesehatannya

untuk pencegahan adanya masalah atau komplikasi.

2. Bagi Puskesmas II Ajibarang

Sarana prasarana yang ada di puskesmas sudah lengkap dan

memenuhi standar, cakupan programnya sudah mencapai target, pelayanan

yang diberikan sudah baik, sehingga diharapkan laporan tugas akhir ini

dapat menjadi bahan masukan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan

khususnya dalam memberikan asuhan kebidanan yang komprehensif.

3. Bagi Tenaga Kesehatan

Tenaga kesehatan khususnya bidan sudah melakukan pelayanan

dengan baik, selalu menerapkan 5S (salam, sapa, senyum, sopan, dan

santun) dalam setiap asuhan. Namun dalam hal perlindungan diri masih

kurang dan belum sesuai dengan prosedur yang berlaku, padahal


259

perlindungan diri itu penting untuk melindungi diri tenaga kesehatan selama

melakukan asuhan.

4. Bagi Institusi Pendidikan

Para pengajar dalam memberikan bimbingan sudah baik dan

maksimal. Laporan tugas akhir ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan

dan bacaan untuk menambah informasi dan meningkatkan pengetahuan baik

bagi mahasiswa maupun pengajar yang berkaitan dengan asuhan kebidanan

komprehensif.

3. Bagi Penulis

Penulis sebaiknya terus meningkatkan pengetahuan dan

ketrampilannya sehingga dapat memberikan asuhan komprehensif pada ibu

hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir sesuai dengan teori, prosedur

praktik dan evidance based yang ada.