Вы находитесь на странице: 1из 4

Uraian proses

Proses produksi etilen

Bahan baku pembuatan syngas terdiri dari 4 bahan, yaitu: Oksigen pada kondisi 2 atm 30°C,
Gas alam pada kondisi 10 atm 30°C, Steam pada kondisi 10 atm 213°C, dan gas CO2 pada kondisi
2 atm 30°C. Kondisi operasi reaktor syngas (R-201) adalah tekanan 10 atm dan suhu 827°C. Oleh
karena itu oksigen perlu ditekan dengan kompresor (C-101) dan gas CO2 ditekan dengan
kompresor (C-102). Masing – masing bahan baku dipanaskan hingga mencapai suhu 827°C
dengan menggunakan furnace (F-101). Kemudian bahan baku masuk ke reaktor syngas (R-201)
dan terjadi reaksi sebagai berikut:

CH4 + H2O  CO + 3H2 H298 = +206 kJmol-1


CO + H2O  CO2 + H2 H298 = -41 kJmol-1
CH4 + 2H2O CO2 + 4H2 H298 = +164,9 kJmol-1
CH4 + 2O2 CO2 + 2H2O H298 = -802,7 kJmol-1

Proses ini disebut Tri-Reforming dimana konversi CH4 dapat mencapai 99.56% dengan rasio
H2/CO sebesar 1,26. Hasil ini dapat diperoleh dengan menggunakan rasio umpan steam terhadap
umpan CH4 sebesar 2,46, rasio umpan oksigen terhadap umpan CH4 sebesar 0,47, dan rasio umpan
CO2 terhadap umpan CH4 sebesar 1,3.

Hasil keluaran reaktor syngas (R-201) kemudian diturunkan suhunya dengan menggunakan
quencher (CO-201) dengan pendingin air sehingga suhunya mencapai 54,15°C. gas keluaran
quencher kemudian ditekan dengan kompresor (C-203) hingga tekanannya mencapai 50 atm dan
masuk ke mixer (M-202) yang akan dicampur dengan gas recycle. Gas bertekanan 50 atm
kemudian dipanaskan dengan heat exchanger (HE-201) hingga suhunya mencapai 230°C. Gas
kemudian masuk ke reaktor metanol (R-202). Reaksi yang terjadi di dalam reaktor adalah sebagai
berikut:

2H2 + CO ⇆ CH3OH, H298 = -90,85 kJ/mol

H2O + CO ⇆ CO2 + H2, H298 = -41,03 kJ/mol

CO2 + 3H2 ⇆ CH3OH + H2O, H298 = -49,82 kJ/mol


Unit ini menggunaakn proses Lurgi yang terintegrasi. Reaktor berberntuk multitube dengan
katalis. Reaktor bekerja secara non-isotherm non-adiabatis dengan pendinginan dilakukan secara
tidak langsung menggunakan boiler-feed water. Reaktor bekerja pada suhu 230°C dan tekanan 50
atm.

Produk methanol akan dipisahkan dari syngas yang belum bereaksi dengan menggunakan
separator drum. Gas keluaran reaktor metanol didinginkan dengan menggunakan heat exchanger
(HE-202) hingga suhunya mencapai 70°C. Campuran syngas dan embunan metanol-air kemudian
dipisahkan dengan menggunakan separator drum (CO-202). Kemudian hasil bawah CO-202
diturunkan tekanannya hingga 7 atm dengan menggunakan expansion valve dan masuk ke
separator drum (CO-203). Hasil atas CO-202 ditekan dengan menggunakan kompresor (C-204)
kemudian dicampurkan dengan syngas fresh feed.

Hasil bawah CO-203 diturunkan tekanannya dengan menggunakan expansion valve dan
diuapkan dengan menggunakan heat exchanger (HE-220) sebanyak 80% dan dipisahkan dengan
menggunakan separator drum (CO-214) kemudian dipanaskan dengan menggunakan furnace (F-
202) hingga mencapai suhu 400°C sehingga didapatkan campuran uap metanol dan air. Uap masuk
ke reaktor MTO (R-203) untuk menjalankan reaksi pada tekanan 2 atm dan suhu 400°C. Reaksi
yang terjadi di dalam R-203 adalah sebagai berikut:

Metilisasi

𝐸𝑡ℎ𝑦𝑙𝑒𝑛𝑒 2𝑀𝑒𝑂𝐻 → 𝐸𝑇𝑌 + 2𝐻2 𝑂

𝑃𝑟𝑜𝑝𝑦𝑙𝑒𝑛𝑒 𝑀𝑒𝑂𝐻 + 𝐸𝑇𝑌 → 𝑃𝑃𝑌 + 𝐻2 𝑂

𝐵𝑢𝑡𝑒𝑛𝑒 𝑀𝑒𝑂𝐻 + 𝑃𝑃𝑌 → 𝐵𝑇𝐸 + 𝐻2 𝑂

𝑃𝑒𝑛𝑡𝑒𝑛𝑒 𝑀𝑒𝑂𝐻 + 𝐵𝑇𝐸 → 𝑃𝑇𝐸 + 𝐻2 𝑂

𝐻𝑒𝑥𝑒𝑛𝑒 𝑀𝑒𝑂𝐻 + 𝑃𝑇𝐸 → 𝐻𝑋𝐸 + 𝐻2 𝑂

Oligomerisasi

𝑅2𝑅2 − 𝑅4 2𝐸𝑇𝑌 → 𝐵𝑇𝐸

𝑅2𝑅3 − 𝑅5 𝐸𝑇𝑌 + 𝑃𝑃𝑌 → 𝑃𝑇𝐸


𝑅2𝑅4 − 𝑅6 𝐸𝑇𝑌 + 𝐵𝑇𝐸 → 𝐻𝑋𝐸

𝑅3𝑅3 − 𝑅6 2𝑃𝑃𝑌 → 𝐻𝑋𝐸

𝑅3𝑅4 − 𝑅2𝑅5 𝑃𝑃𝑌 + 𝐵𝑇𝐸 → 𝐸𝑇𝑌 + 𝑃𝑇𝐸

𝑅3𝑅5 − 𝑅4𝑅4 𝑃𝑃𝑌 + 𝑃𝑇𝐸 → 2𝐵𝑇𝐸

Unit ini menggunakan reactor katalitik fluidized bed dengan katalis yang umum digunakan
adalah SAPO-34 dan memiliki konversi metanol mencapai lebih dari 90% dan secara umum
memiliki selektivitas ethylene sebesar 40 – 65% serta beberapa produk samping dimana produk
samping terbesar adalah propylene dengan selektivitas 20 – 45%.

Hasil keluaran R-203 diturunkan suhunya dengan menggunakan quencher (CO-204) hingga
suhunya mencapai 102,25°C. Metanol dan air sisa akan terbawa sebagai hasil bawah, sedangkan
gas produk dan produk samping akan terbawa sebagai hasil atas.

Hasil atas quencher dikompresi 2 tahap dengan kompresor (C-305) dan (C-306) dengan
menggunakan intercooler (HE-303). Gas kemudian dipanaskan sehingga suhunya mencapai
132,49°C. Gas kemudian masuk ke menara distilasi (MD-301) untuk dipisahkan fraksi C1, C2,
C3, dan gas non condensable terbawa sebagai hasil atas, dan fraksi berat yang terdiri dari C4, C5,
C6, dan C7, serta air terbawa sebagai hasil bawah. Hasil bawah kemudian didinginkan dengan
menggunakan heat exchanger (HE-319) dan dialirkan menuju tangki penyimpanan kondensat (T-
303).

Hasil atas MD-301 kemudian masuk ke CO2 absorber (CO-306) yang beroperasi pada tekanan
30 atm dan suhu 25°C. Gas CO2 akan diserap dengan menggunakan solven MDEA. Gas CO2 yang
terserap oleh larutan MDEA akan diturunkan tekanannya dengan menggunakan expansion valve
dan distripping dengan menggunakan stripper (CO-307) yang beroperasi pada kondisi 2 atm dan
124°C.

Hasil atas CO-306 kemudian masuk ke molecular sieve dryer (CO-308) yang beroperasi pada
kondisi 30 atm dan 25°C untuk dihilangkan kandungan airnya hingga ppm. CO-308 akan
diregenerasi dengan menggunakan gas regen panas sehingga air yang terserap adsorber akan
terbawa gas regen keluar menuju utilitas.

Gas kemudian masuk ke menara distilasi (MD-302) pada kondisi 29,6 atm 23,2°C untuk
dipisahkan C1, C2, dan gas non condensable sebagai hasil atas dan C3 sebagai hasil bawah.

Hasil atas MD-302 kemudian masuk ke menara distilasi ekstraktif (MD-303) dengan
menggunakan solven C4H8 yang beroperasi pada kondisi 29,4 atm dan -14,35°C. Solven akan
menyerap gas C2 sedangkan gas non condensable akan terbawa sebagai hasil atas dan masuk ke
utilitas. Hasil bawah MD-303 kemudian masuk ke menara distilasi (MD-304) yang bekerja pada
kondisi operasi 29,2 atm dan 39,08°C. Hasil bawah akan dipurging dan direcycle menuju MD-
303. Sedangkan hasil atas akan didinginkan dengan menggunakan heat exchanger (HE-315) dan
disimpan pada tangki penyimpanan etilen (T-301) pada kondisi 6,07 atm dan -65,69°C. Proses
pendinginan berjalan secara cryogenic dengan menggunakan pendingin propane.

Hasil bawah MD-302 masuk ke menara distilasi (MD-305) sehingga akan dipisahkan propana
sebagai hasil bawah dan akan dialirkan ke utilitas dan hasil atas propilen yang akan didinginkan
dengan menggunakan heat exchanger (HE-318) dan disimpan pada tangki penyimpanan propilen
(T-302) pada kondisi 6,07 atm dan 1,35°C. Proses pendinginan berjalan secara cryogenic dengan
menggunakan pendingin propane.