You are on page 1of 6

Praktikum Material Jalan 2015

BAB XVI
PEMERIKSAAN PENURUNAN BERAT ASPAL

A. MAKSUD DAN TUJUAN


Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kehilangan minyak pada aspal akibat
pemanasan berulang. Pengujian ini pun adalah untuk mengukur perubahan kinerja aspal
akibat kehilangan berat. Untuk mengevaluasi hanya pada beberapa karakteristik aspal,
seperti kehilangan berat dan penetrasi, daktailitas dan titik lembek setelah kehilangan
berat, dimana cara tersebut dinamakan Thin Film Over Test (TFOT).
Besarnya nilai penurunan berat, selisih nilai penetrasi sebelum dan sesudah
pemanasan menunjukan bahwa aspal tersebut peka terhadap cuaca dan suhu.
Pengujian kehilangan berat ini, umumnya tidak terpisah dengan evaluasi karakteristik
aspal setelah kehilangan berat. Dalam evaluasi ini dilakukan perbandingan karakteristik
sebelum dan sesudah kehilangan berat. Karakteristik yang dilihat adalah nilai penetrasi,
titik lembek dan daktailitas. Untuk itu sangat dianjurkan dalam penyiapan sample
dilakukan dibuat dua jenis sample, yaitu kehilangan berat dan satu kelompok lainnya yang
diuji TFOT sebagai yang telah kehilangan berat.

B. BENDA UJI
Aspal dari Laboratorium Perkerasan Jalan

C. PERALATAN
1. Termometer.
2. Oven yang dilengkapi :
a. Pengatur suhu untuk memanasi sampai (180 ± 1 oC)
b. Pinggan logam berdiameter 25 cm, menggantung dalam oven poros vertical dan
berputar dengan kecepatan 5–6 putaran menit.
c. Cawan logam atau gelas berbentuk silinder dengan dasar yang rata. Ukuran dalam
diameter 15 mm dan tinggi 35 mm.
d. Neraca analitik, dengan kapasitas (200 ± 0.001) gram

Kelompok 6 B 2013
Praktikum Material Jalan 2015

D. PELAKSANAAN
1. Letakkan sampel diatas pinggan setelah oven mencapai suhu (163 ± 1oC)
2. Siapkan benda uji berupa aspal dari Laboratorium Perkerasan Jalan
3. Pasanglah termometer pada kedudukannya sehingga terletak pada jarak 1.9 cm dari
pinggir pinggan dengan ujung 6 mm diatas pinggan.
4. Ambillah sampel dari oven setelah 5 jam sampai dengan 5 jam 15 menit.
5. Dinginkanlah sampel pada suhu ruang, kemudian timbanglah dengan ketelitian 0.01
gram (B).
6. Panaskan kembali sampel dan buatlah benda uji untuk pengujian penetrasi, titik lembek,
dan daktailitas.
7. Lakukanlah pengujian penetrasi (AASHTO T 49-89), titik lembek (SK SNI M-20-
1990-F atau AASHTO T 53-89) dan daktailitas (SNI M-18-1990-F atau AASHTO T
51-81) dan laporkan hasilnya sebagai kondisi aspal kehilangan berat.

E. DATA PRAKTIKUM DAN PERHITUNGAN

Uraian Indeks Contoh I Contoh II Satuan

Berat cawan + aspal 73,9 72,6 gr


Berat cawan kosong 9,0 8,9 gr
Berat aspal keras A 64,9 63,7 gr
Berat sebelum pemanasan A 64,9 63,7 gr
Berat sesudah pemanasan B gr
Berat endapan gr
( A − B) %
Penurunan berat = X 100%
A
Rata-rata penurunan berat (%) %

F. PEMBAHASAN
Nilai peneterasi dibandingkan dengan titik lembek dan daktilitas pada kondisi
sebelum dan setelah kehilangan berat.
Laporan hasil rata-rata pemeriksaan ganda (duplo) sampai tiga angka dibelakang
koma.

Kelompok 6 B 2013
Praktikum Material Jalan 2015

Komposisi dari aspal terdiri dari Asphaltenes dan Maltenes Asphalt yang merupakan
material berwarna hitam atau coklat tua yang tidak larut dalam heptane. Maltenes larut
dalam Heptane merupakan cairan kental yang terdiri dari resins dan oils. Resins adalah
cairan berwarna kuning atau coklat tua yang memberikan sifat adhesi dari aspal,
merupakan bagian yang mudah hilang atau berkurang selama masa pelayanan jalan,
sedangkan oils yang berwarna lebih muda yang merupakan media dari asphatenes dan
mesin proporsi dari alpaltenes, reisns dan oils yang berbeda-beda tergantung dari banyak
faktor seperti kemungkinan beroksidasi, proses pembuatannya, dan ketebalan lapisan
aspal dalam campuran maupun agregat.

G. KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan penurunan berat, didapatkan nilai rata-rata penurunan berat
sebesar 0,175 %.
Menurut SNI 06-2440-1991, syarat maksimum kehilangan berat untuk aspal
penetrasi 60/70 adalah 0,8 %. Sehingga pada percobaan ini aspal yang digunakan
memenuhi syarat untuk digunakan dalam campuran aspal.

H. LAMPIRAN
1. Laporan Sementara
2. Flowchart
3. Foto Alat
4. Foto Langkah Kerja

Kelompok 6 B 2013
Praktikum Material Jalan 2015

FLOWCHART
PEMERIKSAAN PENURUNAN BERAT ASPAL

Mulai

Memanaskan aspal lalu menuang ke dalam cawan

Mengukur suhu aspal menggunakan termometer

Mendinginkan aspal

Menimbang aspal yang telah didinginkan

Memasukkan aspal ke dalam oven selama ± 24jam

Menimbang aspal yang telah dioven

Selesai

Kelompok 6 B 2013
Praktikum Material Jalan 2015

FOTO ALAT
PEMERIKSAAN PENURUNAN BERAT ASPAL

Cawan Oven

Wajan dan kompor Timbangan

Kelompok 6 B 2013
Praktikum Material Jalan 2015

FOTO LANGKAH KERJA


PEMERIKSAAN PENURUNAN BERAT ASPAL

Panaskan sampel aspal,


kemudian tuang ke dalam Sampel aspal yang telah dituang
cawan kemudian ditimbang

Kemudian masukkan ke dalam Cawan yang berisi benda uji


oven didiamkan pada suhu ruangan

Cawan yang telah di oven


ditimbang kembali

Kelompok 6 B 2013